Anda di halaman 1dari 14

20 definisi Administrasi menurut para Ahli

Menurut Sondang P. Siangan Administrasi adalah keseluruhan proses kerja sama


antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu
untuk mencapai tujuan yang telah dibentukan.
Menurut munawardi Reksohadiprowiro dalam arti sempit administrasi berarti tata
usaha yang mencakup setiap pengaturan yang rapid an sistematis serta penentuan
fakta-fakta serta tertulis dengan tujuan memperoleh pandangan yang menyeluruh
serta hubungan timbale balik antara satu fakta dengan fakta lainnya.
Menurut Wijana, administrasi adalah Rangkaian semua organ-organ Negara rendah
dan tinggi yang bertugas menjalankan pemerintahan pelakanaan dan kepolisian
Leonard D. White (1958) Administrasi adalah suatu proses yang umum dalam
semua usaha-usaha suatu kelompok baik dalam usaha umum atau pribadi.
Wiliaw H. Newman (1963) Administrasi adalah pembimbingan, kepemimpinan dan
pengawasan usaha-usaha suatu kelompok individu kearah pencapaian tujuan
bersama.
Menurut ULBERT Administrasi secara sempit didefinisikan sebagain penyusunan
dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik internal maupun
eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk
memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh. Pengertian administrasi
secara sempit ini lebih dikenal dengan istilah Tata Usaha.
Menurut WH EVANS Administrasi adalah fungsi yang menyangkut manajemen dan
pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan
keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi.
Menurut WILLIAM LEFFINGWELL dan EDWIN ROBINSONAdministrasi adalah cabang
ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran
secara efisien, kapan, dan dimana pekerjaan itu harus dilakukan.
Menurut ARTHUR GRAGER Administrasi adalah fungsi tata
terhadap komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi

penyelenggaraan

Menurut GEORGE TERRY Administrasi adalah perencanaan, pengendalian, dan


pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang
melaksanakannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Simon Administrasi sebagai kegiatan
kerjasama guna menyelesaikan tugas bersama .

kelompok

yang

mengadakan

S.P. Siagian Administrasi yaitu proses kerjasama antara dua orang atau lebih
berdasarkan rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama yang telah
ditentukan
FX.Soedjadi, Administrasi yaitu sebagai kegiatan tata usahakantor (catat-mencatat,
mengetik, menggandakan, dan sebagainya).
Menurut The Liang Gie mengatakan Administrasi secara luas adalah serangkaian
kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk
mencapai tujuan tertentu
Menurut Soewarno Handayaningrat mengatakan Administrasi yaitu meliputi
kegiatan catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, keti-mengetik,
agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan.
Menurut M/E Dimock Dan G.O Dimock mengatakan bahwa : Administrasi Negara
merupakan suatu bagian dari administrasi umum yang mempunyai lapangan yang
lebih luas, yaitu suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana lembaga
lembaga mulai dari suatu keluarga hingga perserikatan bangsa bangsa disusun,
digerakkan dan dikemudikan.
Bachsan Mustafa, SH; administrasi Negara adalah sebagai gabungan jabatan
jabatan yang dibentuk dan disusun secara bertingkat yang diserahi kepada badan
badan pembuat undang undang dan badan badan kehakuman.
Wilson 1987, administrasi sebagai ilmu. Pemikiran tentang supremasi
kepemimpinan pejabat politik atas birokrasi itu timbul dari perbedaan fungsi antara
politik dan administrasi, dan adanya asumsi tentang superioritas fungsi fungsi
politik administrasi. Slogan klasik pernah juga ditawarkan manakala fungsi politik
berakhir maka fungsi administrasi itu mulai, when politic end, administration begin
Wilson 1941.
John M. Pfiffer dan Robert V, Administrasi Negara adalah suatu proses yang
bersangkutan dengan pelaksanaan kebijaksanaan kebijaksanaan pemerintah,
pengarahan kecakapan dan teknik teknik yang tidak terhingga jumlahnya,
memberikan arah dan maksud terhadap usaha sejumlah orang.
Menurut Prof. Dr. Prajudi Atmosudirdjo mengatakan bahwa : Administrasi Negara
adalah fungsi bantuan penyelenggaraan dari pemerintah artinya pemerintah
(pejabat) tidak dapat menunaikan tugas tugas kewajibannya tanpa Administrasi
Negara

8 Pengertian Administrasi
Menurut
Para
Ahli
Terlengkap
8 Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli Terlengkap Sebagian orang
mengenal administrasi pasti sesuatu yang berhubungan dengan hitung
menghitung dan angka-angka. Padahal administrasi merupakan
keseluruhan dari rangkaian-rangkaian kegiatan yang memiliki aturan dan
terdiri dari beberapa orang yang terlibat didalamnya. Sebagian besar
literatur memang menggunakan atau menyebut istilah administrasi ini
sebagai administrasi perkantoran dan menejemen perkantoran. Adapun
kata administrasiberasal dari bahasa Yunani yaitu administrare yang
artinya pengabdian atau pelayanan. Terdapat dua pengertian administrasi
yaitu dalam pengertian yang sempit, administrasi ialah suatu kegiatan
penyusunan dan pencatatan sebuah data dan informasi dengan
sistematis yang bertujuan untuk menyediakan berbagai keterangan dan
juga memudahkan untuk memperolehnya kembali baik sebagian atau
keseluruhan. Sedangkan dalam arti yang luas, administrasi adalah suatu
kegiatan berkaitan dengan kerja sama yang dilakukan oleh suatu
kelompok
berdasarkan
pembagian
tugas
atau
kerja
dengan
mendayagunakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menggapai
tujuan tertentu. Untuk lebih jelasnya dapat kita simak berikut ini
pengertian
administrasi
menurut
beberapa
ahli.

Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli


Soewarno Handayaningrat
Mengungkapkan bahwa administrasi adalah kegiatan ketatausahaan yang
terdiri dari berbagai kegiatan seperti pembukuan baik penghitungan,
pencatatan atau yang lainnya dengan tujuan untuk menyediakan
informasi yang dibutuhkan. Sedangkan dala arti yang sempit, menurutnya

administrasi merupakan kegiatan catat mencatat atau pembukuan, surat


menyurat atau lainnya yang berkaitan dengan ketatausahaan.
W.H.
Evans
Administrasi merupakan fungsi yang berkaitan dengan manajemen dan
pengarahan segala tahap operasi perusahaan yang berkenaan dengan
pengolahan keterangan, komunikasi dan juga ingatan organisasi.
Ulbert
Menurutnya administrasi ini merupakan istilah lain dari tata usaha dimana
sebagian penyusunan dan pencatatan data serta informasi secara
sistematis baik internal atau eksternal dengan tujuan menyediakan
keterangan dan memudahkan dalam memperoleh data baik sebagian
maupun secara menyeluruh.
George
Terry
Mengemukakan bahwa administrasi merupakan sebuah proses
perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan penggerakkan
kepada orang-orang yang melaksanakannya untuk mencapai tujuan yang
diinginkan.

William

Leffingwell

dan

Edwin

Robinson
Administrasi merupakan salah satu cabang ilmu manajemen yang
mengenai pelaksanaan pekerjaan kantoran secara efesien, dimana dan
kapan pekerjaannya harus dilaksanakan.
Arthur
Grager
Administrasi merupakan fungsi dari tata penyelenggaraan pada
komunikasi dan pelayanan dalam sebuah organisasi.

Sondang
Siagian
Administrasi ialah keseluruhan rangkaian dari proses kerjasama antara
beberapa orang yang didasarkan pada asas rasionalitas untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan.
The
Liang
Gie
Administrasi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan suatu
kelompok berkenaan dengan hubungan kerjasama dalam mencapai
tujuan tertentu.

Pengertian Administrasi, Ciri, Fungsi &


Menurut Para Ahli
Pengertian Administrasi, Ciri, Fungsi & Menurut Para Ahli| Secara Umum,
Pengertian Administrasi adalah usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan
penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan. Pengertian administrasi
juga dibedakan menjadi dua yaitu pengertian administrasi dalam arti sempit dan
pengertian administrasi dalam arti luas. Administrasi dalam arti sempit adalah
kegiatan yang meliputi dari catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan,
ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang memiliki sifat teknis
ketatausahaan. Sedangkan pengertian administrasi bersifat luas adalah seluruh
proses kerja sama dari dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan
pemanfaatan sarana dan prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil
guna.

Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli - Selain arti diatas, terdapat beberapa
pengertian administrasi yang dikemukakan para ahli dalam mendefinisikannya.
Pengertian administrasi menurut para ahli adalah sebagai berikut...
Arthur Grager: Pengertian administrasi menurut Arthur grager adalah fungsi tata
penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi.
George Terry: Pengertian administrasi menurut George Terry adalah
perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta

penggerakan mereka yang melaksanakan agar mencapai tujuan yang telah


ditetapkan.
Sondang P. Siagian: Pengertian administrasi menurut Sondang P.Siagian adalah
keseluruhan dari proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang
didasarkan dari atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
William Leffingwell dan Edwin Robinson: Menurut William Leffingwell dan Edwin
Robinson, pengertian administrasi adalah cabang ilmu manajemen yang
berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, kapan,
dan dimana pekerjaan tersebut harus dilakukan.
Ulbert: Menurut Ulbert, pengertian administrasi secara sempit didefinisikan
sebagai penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik
internal maupun eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta
memudahkan untuk memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh.
Sedangkan pengertian administrasi dalam arti sempit dikenal dengan istilah tata
usaha.
Ciri-Ciri Administrasi - Administrasi memiliki beberapa karakteristik/ciri-ciri
antara lain sebagai berikut..
Terdapat kelompok manusia yang terdiri dari 2 orang atau dengan lebih
Terdapat kerja sama
Terdapat proses atau usaha
Terdapat bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan
Terdapat tujuan.
Fungsi Administrasi - Adapun fungsi administrasi adalah sebagai berikut..
Planning (Perencanaan) adalah penyusun perencanaan memerlukan kegiatan
adminitrasi, seperti pengumpulandata, pengolahan data, penyusunan
perencanaan.
Organizing (pengorganisasian) adalah aktivitas menyusun dan membentuk
hubungan-hubungan kerja anatara orang-orang sehingga terwujud suatu
kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Staffing adalah salah satu fungsi dari manajemen yang menyusun personalia
pada suatu organiasik mulai dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya

sampai dengan usaha untuk setiap tenaga petugas memberi daya guna yang
maksimal kepada organisasi.
Directing (pengarahan atau bimbingan) adalah fungsi manajemen yang
berhubungan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah, untuk tugas
yang dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju dari yang telah
ditetapkan semula.
Coordinating adalah sebagian daru fungsi manajemen untuk melakukan
sejumlah kegiatan agar berjalan baik dengan menghindari terjadinya
kekacauan, percekcoka, kekosongan kegiatan yang dilakukan dengan
menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga
terdapat kerja sama yang terarah dalam usaha untuk mencapai tujuan
organisasi.
Reporting adalah manajemen yang berada pada penyampaian perkembangan
atau hasil dari kegaitan dengan pemberian keterangaan dari tugas dan fungsi
para pejabat yang lebih tinggi baik lisan maupun tulisan sehingga dalam
menerima laporan dapat memperoleh gambaran tentang pelakasanaan tugas
orang yang memberi laporan.
Budgeting adalah suatu kegaitan yang mengelola dan perencanaan yang
berkelanjutan mengenai keuangan atau anggaran. BERANDADAFTAR ISITENTANG
KAMIKONTAK KAMIPRIVACY

Pengertian Kebijakan Menurut para Ahli

Pengertian Kebijakan Menurut para Ahli | Kebijakan adalahsuatu ucapan atau tulisan yang
memberikan petunjuk umum tentang penetapan ruang lingkup yang memberi batas dan
arah umum kepada seseorang untuk bergerak. Secara etimologis,kebijakan adalah
terjemahan dari kata policy. Kebijakan dapat juga berarti sebagai rangkaian konsep dan
asas yang menjadi garis pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak.
Kebijakan dapat berbentuk keputusan yang dipikirkan secara matang dan hati-hati oleh
pengambil keputusan puncak dan bukan kegiatan-kegiatan berulang yang rutin dan
terprogram atau terkait dengan aturan-aturan keputusan.
Sering diperdebatkan apa perbedaan antara kebijakan dengan kebijaksanaan. Ini terjadi,
karena dua kata ini, kebijakan dan kebijaksanaan, sama-sama belum dibakukan ke dalam
bahasa Indonesia. Dalam pengertian kedua kata ini masih belum disepakati
penggunaannya. Namun, menurut Zaenuddin Kabai, kebijakan adalah formalisasi dari
sebuah kebijaksanaan, mengingat seringnya kata kebijakan digunakan pada lingkunganlingkungan formal (organisasi atau pemerintahan).

Menarik juga untuk memperhatikan pengertian kebijakan yang dikemukakan oleh beberapa
ahli atau organisasi berikut ini:
Menurut Lasswell (1970): kebijakan adalah sebagai suatu program pencapaian tujuan,
nilai-nilai dan praktik-praktik yang terarah (a projected program of goals values and
practices).
Menurut Anderson (1979): kebijakan adalah serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan
tertentu yang mesti diikuti dan dilakukan oleh para pelakunya untuk memecahkan suatu
masalah (a purposive corse of problem or matter of concern).
Menurut Heclo (1977): kebijakan adalah cara bertindak yang sengaja dilaksanakan untuk
menyelesaikan masalah-masalah.
Menurut Eulau (1977): kebijakan adalah keputusan tetap, dicirikan oleh tindakan yang
bersinambung dan berulang-ulang pada mereka yang membuat dan melaksanakan
kebijakan.
Menurut Amara Raksasa Taya (1976): kebijakan adalah suatu taktik atau strategi yang
diarahkan untuk mencapai tujuan.
Menurut Friedrik (1963): kebijakan adalah serangkaian tindakan yang diajukan seseorang,
group, dan pemerintah dalam lingkungan tertentu dengan mencantumkan kendala-kendala
yang dihadapi serta kesempatan yang memungkingkan pelaksanaan usulan tersebut dalam
upaya mencapai tujuan.
Menurut Budiardjo (1988): kebijakan adalah sekumpulan keputusan yang diambil oleh
seorang pelaku atau kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan cara-cara
untuk mencapai tujuan tersebut.
Menurut Carter V. Good (1959): kebijakan adalah sebuah pertimbangan yang didasarkan
atas suatu nilai dan beberapa penilaian terhadap faktor-faktor yang bersifat situasional,
untuk mengoperasikan perencanaan yang bersifat umum dan memberikan bimbingan dalam
pengambilan keputusan demi tercapainya tujuan.
Menurut Indrafachrudi (1984): kebijakan adalah suatu ketentuan pokok yang menjadi
dasar dan arah dalam melaksanakan kegiatan administrasi atau pengelolaan.
Menurut Carl Friedrich: Kebijakan adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan dalam
lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu seraya
mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang
diinginkan.
Menurut PBB: Kebijakan adalah suatu deklarasi mengenai dasar pedoman (untuk)
bertindak, suatu arah tindakan tertentu, suatu program mengenai aktivitas-aktivitas
tertentu atau suatu rencana.

Menurut KBBI: Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis dan dasar
rencana dalam pelaksanaan pekerjaan, kepemimpinan, serta cara bertindak (tetang
perintah, organisasi, dan sebagainya).
Menurut Anderson: Kebijakan adalah suatu tindakan yang mempunyai tujuan yang
dilakukan seseorang pelaku atau sejumlah pelaku untuk memecahkan suatu masalah.
Menurut Mustopadidjaja: Kebijakan adalah keputusan suatu organisasi yang dimaksudkan
untuk mengatasi permasalahan tertentu sebagai keputusan atau untuk mencapai tujuan
tertentu, berisikan ketentuan-ketentuan yang dapat dijadikan pedoman perilaku dalam (1)
pengambilan keputusan lebih lanjut, yang harus dilakukan baik kelompok sasaran ataupun
(unit) organisasi pelaksana kebijakan, (2) penerapan atau pelaksanaan dari suatu kebijakan
yang telah ditetapkan baik dalam hubungan dengan (unit) organisasi pelaksana maupun
dengan kelompok sasaran yang dimaksudkan.

DISCLAIMER
Home Pengertian Pengertian Kebijakan Menurut Para Ahli

Pengertian Kebijakan Menurut Para Ahli


Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana
dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. Istilah ini dapat
diterapkan pada pemerintahan, organisasi dan kelompok sektor swasta, serta individu.
Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum. Jika hukum dapat memaksakan atau
melarang suatu perilaku (misalnya suatu hukum yang mengharuskan pembayaran pajak
penghasilan), kebijakan hanya menjadi pedoman tindakan yang paling mungkin
memperoleh hasil yang diinginkan.

Kebijakan adalah arah tindakan yang mempunyai maksud yang ditetapkan oleh seorang
aktor atau sejumlah aktor dalam mengatasi suatu masalah atau suatu perubahan (kamus
hukum, 2008).

Definisi kebijakan menurut Friedrich (1969) dalam Agustino (2008:7) sebagai berikut:

Kebijakan publik adalah serangkaian tindakan/kegiatan yang diusulkan oleh seseorang,


kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dimana terdapat hambatanhambatan (kesulitan-kesulitan) dan kemungkinan-kemungkinan (kesempatan-kesempatan)
dimana kebijakan tersebut diusulkan agar berguna dalam mengatasinya untuk mencapai
tujuan yang dimaksud.

Sehubungan dengan kebijakan Anderson (1984) dalam Agustino (2008:7) mendefinisikan


kebijakan sebagai berikut:

Serangkaian kegiatan yang mempunyai maksud/tujuan tertentu yang diikuti dan


dilaksanakan oleh seorang aktor atau sekelompok aktor yang berhubungan dengan suatu
permasalahan atau suatu hal yang diperhatikan.

Istilah kebijakan atau sebagian orang mengistilahkan kebijaksanaan seringkali disamakan


pengertiannya dengan policy. Hal tersebut barangkali dikarenakan sampai saat ini belum
diketahui terjemahan yang tepat istilah policy ke dalam Bahasa Indonesia. Menurut
Hoogerwerf dalam Sjahrir pada hakekatnya pengertian kebijakan adalah semacam jawaban
terhadap suatu masalah, merupakan upaya untuk memecahkan, mengurangi, mencegah
suatu masalah dengan cara tertentu, yaitu dengan tindakan yang terarah (Hoogerwerf
dalam Sjahrir 1988: 66).

Berdasarkan beberapa pengertian tentang kebijakan yang telah dikemukakan oleh para
ilmuwan tersebut, kiranya dapatlah ditarik kesimpulan bahwa pada hakekatnya studi
tentang policy (kebijakan) mencakup pertanyaan : what, why, who, where, dan how. Semua
pertanyaan itu menyangkut tentang masalah yang dihadapi lembaga lembaga yang
mengambil keputusan yang menyangkut; isi, cara atau prosedur yang ditentukan, strategi,
waktu keputusan itu diambil dan dilaksanakan.

Disamping kesimpulan tentang pengertian kebijakan dimaksud, pada dewasa ini istilah
kebijakan lebih sering dan secara luas dipergunakan dalam kaitannya dengan tindakantindakan pemerintah serta perilaku negara padaumumnya (Charles O. Jones dalam Agustino
2008:8)

PENGERTIAN SEHAT MENURUT PARA AHLI

1. Perkins
(1938)
Sehat adalah keadaan yang seimbang dan dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh
dan
berbagai
factor
yang
mempengaruhinya.
2. WHO
(1947)
Sehat adalah keadaan yang sempurna dari fisik , mental ,dan social, tidak hanya
bebas
dari
penyakit
atau
kelemahan.
3. White
(1977)
Sehat adalah keadaan dimana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai
keluhan apapun ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan.

4. Paune
(1983)
Sehat adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri( self care resources)
yang menjamin tindakan untuk perawatan diri (self care action) merupakan
pengetahuan ketrampilan dan sikap. Self care action merupakan perilaku yang
sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh , mempertahankan, dan
meningkatkan
fungsi
psikososial
dan
spiritual.
5. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama tahun 1983
Kesehatan sebagai ketahanan jasmaniah, ruhaniyah, dan sosial yang dimiliki
manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan
tuntunan-Nya,
dan
memelihara
serta
mengembangkannya.
6.

Neuman 1982
Sehat adalah suatu keseimbangan biopsiko sosio cultural dan spiritual
tiga garis pertahanan klien yaitu fleksibel, normal dan resisten.

pada

7.

Menurut UU No.23 tahun 1992

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial


memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

yang

10 Pengertian Kesehatan
Menurut
Para
Ahli
Terlengkap
10 Pengertian Kesehatan Menurut Para Ahli Terlengkap Sehat
merupakan anugrah yang patut disyukuri olah setiap manusia. Kesehatan
jika terganggu akan membuat semuanya menjadi tidak tenang, makan
susah, aktivitas terhambat, badan sakit, dan lain sebagainya. Lalu apa sih
pengertian kesehatan itu? Semua pasti sudah bisa menjawab,
bahwa kesehatan merupakan keadaan atau kondisi tubuh yang tidak
lemah, fit, bugar, dan tidak ada gejala atau penyakit yang bersarang
didalam tubuh yang dapat menghambat segala bentuk aktivitas. Ada
beberapa ahli yang menyatakan pendapatnya mengenai arti dari
kesehatan. Meskipun berbeda dalam keta, namun intinya adalah sama.
Berikut beberapa ahli yang menjelaskan tentang pengertian kesehatan.

Pengertian Kesehatan Menurut Para Ahli


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kesehatan ialah keadaan fisik,
mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit
atau kelemahan. Sedangkan dalam Piagam Ottawa dikatakan bahwa
kesehatan merupakan sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan
tujuan hidup. Kesehatan ialah konsep positif yang menekankan pada
sumber daya pribadi,sosial dan kemampuan fisik.
Undang-Undang No 23 Tahun 1992. Kesehatan merupakan keadaan
sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama pada
tahun 1983. Meyebutkan bahwa kesehatan merupakan ketahanan
jasmani, rohani, dan sosial yang dimiliki oleh manusia sebagai karunia
dari Allah yang wajib disyukuri dengan cara mengamalkansegala
ajaranNya.
Perkins. Menyatakan bahwa kesehatan merupakan suatu keadaan yang
seimbang dan dinamis antara bentuk & fungsi tubuh juga berbagai faktor
yang mempengaruhinya.
Paune. Mengemukakan kesehatan sebagai fungsi yang efektif dari
sumber-sumber perawatan diri yang menjamin sebuah tindakan untuk
perawatan diri. Kesehatan merupakan perilaku yang sesuai dengan tujuan
diperlukannya untuk mendapatkan, mempertahankan dan meningkatkan
fungsi psikososial & spiritual.
Neuman. Menyatakan bahwa kesehatan adalah suatu keseimbangan
biopsiko, sosio, kultural dan spiritual pada tiga garis pertahanan yang
fleksibel, normal dan resisten.

White. Menjelaskan sehat sebagai suatu keadaan dimana seseorang pada


waktu diperiksa tidak memiliki keluhan apapun atau tidak ada tandatanda kelainan atau penyakit.
Kesehatan merupakan tingkat efisiensi fungsional dari makhluk hidup.
Pada manusia, kesehatan merupakan kondisi umum dari pikiran dan
tubuh seseorang, yang berarti bebas dari segala gangguan penyakit dan
kelainan. Sehingga makna kesehatan sendiri yaitu sebuah kondisi dimana
seseorang mengalami keadaan yang normal dan sesuai dengan apa yang
seharusnya. Jadi, kesehatan itu sebenarnya adalah sebuah tolak ukur dari
suatu keadaan dimana keadaan tersebut normal atau tidaknya.