Anda di halaman 1dari 2

Patofisiologi CVA karena Emboli/trombus dan perdarahan

Pembuluh darah
Trombus/Embolus karena plak ateromatosa, fragmen, lemak, udara, bekuan darah

Hypertensi/aterosklerosis
PD lunak

Oklusi

Mendesak arteriol
Herniasi/pecahnya tunika intima

Perfusi jaringan cerebral


PD pecah
Iskemia

Aneurisma

Perdarahan
Hypoxia
Oksipital
Parietalis
Temporalis kiri
Frontal
Nyeri homolateral,
defisit
sensorik kontralateral, hemipares ringan
Ssefalgia mata ipsilateral,
hemianopia
Nyeri telinga
homolateral, disfasia,
hemianopia,
kuadranopia
Hemiparese kontralateral, sefalgia bifrontal
Metabolisme anaerobAktifitas elektrolit terganggu
Nekrotik jaringan otak (mikrositik neuron)

Asam laktat

Na & K pump gagal

Infark

Gg. rasa nyaman (nyeri), Gg.


NaIstirahat,
& K Gg.kesadaran,
influk
intoleransi kejang
aktivitas,
fokal,
defisit
hemiplegia,
perawatandefek
diri (sindroma),
medan penglihatan,
Gg. Komunikasi/bicara,
afasia
ketergantungan, Gg.persepsi sensori, Gg. Perfusi jaringan, Hambatan mobilitas fisik
Retensi cairan
ODEMA SEREBRAL

Perdarahan

Thalamus

Hemisfer
dominan

Afasia
anomia
berat
dg
pemahaman
&
repetisi
lumayan
Hemisfer non
dominan

Anosognosia
Kapsula
gg. komunikasi
verbal, integritas
kulit, mobilitas
fisik, perawatan
diri, intoleransi
aktivitas, konsep
diri, ketergantungan, dll

Pons

Nyeri
kepala

Rigiditas
deserebri

Hemiplegia
kontralateral

Paralisis

Subtalamik
diensefalon
Bola mata melirik
ke bawah-dalam
dg paralisis
gerakan ke atas &
posisi kedua bola
mata melihat ujung
hidung

Koma mendadak
Mati

Hemisfer
Gg. sensori
penglihatan

gg. rasa nyaman


(nyeri)

gg. Istirahat/tidur

Subthalamus &
mesensefalon
dorsal

Pupil
mengecil

Reaksi
terhadap cahaya

kejang
resiko injury

gg.
Perfusi
jaringan

kebutuhan
oksigen

integritas kulit

Frontalis
Gg. motorik
Parietalis
Gg. proses &
integrasi informasi
sensorik
Temporalis
Gg. pendengaran
Oksipitalis
Gg. penglihatan &
sensori warna

Putamen

Medula
oblongata

Hemiplegia

Gg.
Jantung

Gg.
Pernafasan

Refleks

Sefalgia
Muntah
Kedasaran
Defek

TIK

Serebelum
Gg. Okulomotor
Gg.
Keseimbangan
Nistagmus
TIK

gg. perfusi jaringan, defisit volume cairan,


pola nafas tak efektif, resiko perubahan
suhu tubuh, resiko infeksi, resiko cedera,
resiko perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan, bersihan jalan nafas tak efektif

Mesensefalon

Paralisis
okulomorius
ipsilateral

Koma

TIK

gg.
perfusi
jaringan

gg. Sirkulasi

bersihan jalan
nafas tidak efektif

resti aspirasi

gg. Eliminasi
uri & alvi

gg. Pola nafas


tak efektif

gg.
Nutrisi
kurang dari kebutuhan