Anda di halaman 1dari 29

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN DENGAN

KLIEN DEFISIT PERAWATAN DIRI


A. Proses Keperawatan
1. Deskripsi Pasien
Tn. Donny umur 38 tahun masuk ke rumah sakit jiwa tanggal 4 Mei
2014. Pasien tidak mau mandi dan gosok gigi sejak kejadian gagal dalam
pemilu DPRD. Tanggal 5 Mei 2014 perawat melakukan pengkajian dan
melakukan intervensi hari pertama. Dari hasi pengkajian didapat klien
mengatakan tubuhnya gatal dan bau, belum mandi, dan terlihat kotor.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit perawatan diri: Kebersihan diri
3. Tujuan Keperawatan pada Klien
a. Pasien mampu mandi secara mandiri
b. Pasien mampu membersihkan rambut/keramas secara mandiri
c. Pasien mampu gosok gigi secara mandiri
d. Pasien mampu memotong kuku secara mandiri
4. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
SP 1: Melatih pasien cara-cara perawatan kebersihan diri (pengkajian dan
melatih cara menjaga kebersihan diri: mandi
a. Identifikasi masalah perawatan diri: kebersihan diri: mandi
b. Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri: mandi
c. Menjelaskan alat-alat untuk mandi
d. Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri : mandi dan ganti
pakaian, sikat gigi, cuci rambut, potong kuku
e. Melatih pasien mempraktekkan cara mandi.
f. Memasukkan dalam jadwal kegiatan.
B. Rencana Komunikasi Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
1. Fase Orientasi:
a. Salam Terapeutik
Selamat Pagi, Bapak.
Saya suster Aulia Anggraini, suster suka dipanggil suster Aulia, saya
suster yang bertugas pada pagi ini dari jam 08.00-14.00 WITA.
Selama 1 minggu kedepan suster akan merawat Bapak.

b. Validasi klien
Nama Bapak siapa? Biasanya dipanggil siapa, pak?
Suster lihat dari tadi Bapak menggaruk badannya. Kenapa, pak?
Bapak, apa tadi pagi bapak sudah mandi?
Kenapa, Bapak belum mandi?
c. Kontrak Kerja
Kalau begitu pak, bagaimana kalau kita bicara tentang perawatan
kebersihan diri, kira-kira waktunya 20 menit, tempatnya disini saja.
Gimana pak?
2. Fase Kerja:
SP 1: Melatih pasien cara-cara perawatan kebersihan diri (pengkajian
dan melatih cara menjaga kebersihan diri: mandi
a. Identifikasi masalah perawatan diri: kebersihan diri
Bapak berapa kali biasanya mandi
Kenapa jadi seperti itu, pak?
b. Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri.
Kalau begitu kita sekarang bicara tentang pentingnya mandi. Coba
bapak pikirkan, kalau bapak mandi, apa yang bapak rasakan?
Nah, sekarang suster akan menyebutkan gunanya jika bapak mandi.
Pertama, Bapak bersih. Kalau, yang kedua apa Bapak?
Coba, Bapak ingat-ingat dulu
Iya bapak benar, lalu apa lagi pak?
Iya, Bapak bagus sekali. Terus, kalau kita tidak mandi apa
akibatnya? Iya, Bapak bagus sekali
c. Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri
Baiklah pak, Sekarang coba bapak sebutkan dulu alat-alat yang
biasanya digunakan bapak untuk mandi
Suster sebutkan dulu ya pak.. pertama sabun.. lalu apa lagi pak?
Benar pak, lalu apa lagi pak?
Benar sekali bapak
d. Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri: mandi dan
ganti pakaian, sikat gigi, cuci rambut, potong kuku dan melatih
pasien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri.

Nah bapak sudah tahu kan alat-alat untuk mandi. Sekarang suster
akan menjelaskan cara-cara mandi, sikat gigi, cuci rambut, dan potong
kuku,
Kita mulai dengan mandi ya pak, pertama kita guyur seluruh tubuh,
ambil sabun, tuangkan sabun ke telapak lalu gosok-gosok, pak Donny.
Kemudian usapkan keseluruh tubuh.
Sekarang pakai shampoo pak, pertama tuangkan sedikit shampoo di
telapak tangan, lalu gosok-gosok, lalu gosokkan di kepala
Terakhir kita guyur seluruh badan sampai shampoo dan sabunnya
hilang, ya Pak.
Kemudian pakai handuk. Selanjutnya gosok gigi.
Pertama beri pasta gigi di atas sikat gigi, beri sedikit air lalu
digosokkan ke mulut dan gigi, setelah itu kumur-kumur dan buang
airnya.
Kalau sudah ganti baju dulu, terus kita lanjutkan dengan memotong
kuku
Kalau pak Donny melakukan kegiatan ini nanti badannya tidak gatal
sama bau lagi, pak. Tiap hari bapak jadi wangi, pak.
Sekarang suster praktekkan dulu, pak Donny lihat ya.
e. Melatih pasien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri
Nah sekarang kita praktekkan di kamar mandi ya pak
f. Memasukkan dalam jadwal kegiatan.
Bapak Donny tadi kita sudah selesai mempraktekkan cara menjaga
kebersihan diri, nanti Bapak mau latihan mandinya jam berapa?
Kalau sikat gigi? potong kukunya?
Baik, pak Donny suster masukkan ke jadwal ya
3. Fase Terminasi Sementara
a. Evaluasi Subjektif
Nah, Bapak bagaimana perasaanya setelah mandi?
b. Evaluasi Objektif
Bapak masih ingat apa yang kita lakukan tadi?
c. Tindak Lanjut
Bapak Donny, tadi kan sudah dibuat jadwal kapan pak Donny mau
melakukannya, besok suster cek ya sudah dilakukan apa belum. Kalau
pak Donny sudah melakukan sendiri tanpa diingatkan, nanti dijadwal

suster tulis M ya, kalau masih perlu diingatkan nanti suster tulis B
ya.
d. Kontrak Yang Akan Datang
Kalau begitu Pak, Saya akan kembali ke ruang perawat, besok saya
akan menemui bapak lagi jam 09.00 pagi untuk latihan berdandan,
tempatnya di ruangan ini saja. Bagaimana, pak?

A. Proses Keperawatan
1. Deskripsi Pasien
Tanggal 6 Mei 2014 pada jam 09.00, klien mengatakan badannya
sudah tidak gatal dan bau, terasa lebih segar, klien tampak bersih dan
segar. Tetapi, pada hari itu terlihat klien memakai baju miring, salah
memaki kancing baju, rambut tidak disisir, dan jenggot tidak dicukur.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit perawatan diri: Berdandan
3. Tujuan Keperawatan pada Klien
a. Pasien mampu berpakaian secara mandiri
b. Pasien mampu menyisir rambut secara mandiri
c. Pasien mampu mencukur jenggot secara mandiri
4. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
SP 2: Melatih cara berdandan setelah kebersihan diri: sisiran, rias muka
untuk perempuan; sisiran, cukuran untuk pria
a. Evaluasi tanda & gejala defisit perawatan diri
b. Validasi kemampuan pasien melakukan kegiatan pertama
c. Evaluasi manfaat melakukan kegiatan pertama
d. Jelaskan cara dan alat untuk berdandan
e. Latih cara berdandan setelah kebersihan diri: sisiran, rias muka untuk
perempuan; sisiran, cukuran untuk pria
f. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk kebersihan diri dan berdandan
B. Rencana Komunikasi Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi, pak Donny

Bapak Donny masih ingat dengan suster?


b. Validasi Pasien
Bagaimana perasaan Bapak hari ini?
Iya bapak, bapak tampak segar dan wangi, bapak sudah mandi ya
c. Kontrak kerja
Nah bapak sesuai janji kita kemarin hari ini kita akan melakukan
kegiatan merias diri atau berdandan, tempatnya disini saja pak,
waktunya kurang lebih 20 menit. Bagaimana pak?
2. Fase Kerja
SP 2: Melatih cara berdandan setelah kebersihan diri: sisiran, rias muka
untuk perempuan; sisiran, cukuran untuk pria
a. Evaluasi tanda & gejala defisit perawatan diri
Bapak Donny, suster liat kancing baju Bapak Donny tidak pas.
Terus, Bapak Donny tadi setelah mandi sudah sisiran.
Bapak, jenggotnya kapan terakhir dicukur?
b. Validasi kemampuan pasien melakukan kegiatan pertama
Gimana pak, apakah bapak ada kesulitan melakukan kegiatan yang
telah kita jadwalkan kemaren pak?
Bapak melakukan kegiatannya diingatkan perawat atau
melakukannya sendiri?
Bagus sekali, Bapak
c. Evaluasi manfaat melakukan kegiatan pertama
Apa yang Bapak rasakan setelah melakukan kegiatan tersebut pak?
Iya bapak, benar sekali
d. Jelaskan cara dan alat untuk berdandan, latih cara berdandan
setelah kebersihan diri: sisiran, rias muka untuk perempuan;
sisiran, cukuran untuk pria
Nah, sekarang kita belajar berdandan ya pak..
Pertama kita cukuran dulu, oleskan krim didagu terus kita cukur
sampai bersih, kemudian kita bilas pakai air dan keringkan, pak.
Terus pakai baju pak, masukkan tangan bapak satu-satu, setelah itu
masukkan kancingnya ke lubang yang sesuai.
Habis itu kita sisir rambut, pak Donny.
Nah, pak kalau pak Donny melakukannya nanti bapak akan terlihat
lebih rapi pak.
Sekarang suster contohkan ya, pak Donny lihat suster

Nah pak Donny coba ya sekarang.


e. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk kebersihan diri dan
berdandan
Nah, Bapak bisa melakukan berdandan ini setelah mandi. Kalau
mencukur bapak kapan mau melakukannya?
Suster masukkan ke dalam jadwal ya, pak.
3. Fase Terminasi Sementara
a. Evaluasi Subjektif
Nah bagaimana perasaan bapak setelah belajar berdandan tadi?
b. Evaluasi Objektif
Nah Bapak Bapak masih ingat kita tadi belajar apa?
Coba sebutkan pak.
Bagus bapak, bapak bisa mengingatnya dengan tepat.
c. Rencana Tindak Lanjut
Nah tadi kan, bapak Donny bilang ingin melakukan kegiatan
berdandan dan mencukur semingu sekali, ini akan dimasukkan ke
jadwal harian Bapak. Nah lakukan ya, pak.
Nah, beri tanda jika Bapak sudah melakukannya. Tanda M jika
Bapak melakukannya sendiri atau tanpa bantuan orang lain, tanda B
jika diingatkan baru dilakukan, dan tanda T jika tidak dilakukan.
d. Kontrak Yang Akan Datang
Baiklah Pak, kalau begitu saya permisi ya pak, saya ke ruang
perawat dulu, Nanti siang jam 12 kita latihan makan dan minum yang
baik di ruang makan.

A. Proses Keperawatan
1. Deskripsi Pasien
Tanggal 6 Mei 2014 pada jam 12.00 di ruang makan, klien masih
terlihat rapi. Dari hasil pengamatan sebelumnya, klien makan
sembarangan tempat.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit perawatan diri: makan dan minum
3. Tujuan Keperawatan pada Klien
a. Pasien mampu makan dan minum secara mandiri
b. Pasien mampu makan dan minum dengan baik
c. Pasien mampu makan dan minum dengan rapi
4. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
SP 3: Melatih pasien makan secara mandiri (melatih cara makan dan
minum yang baik)
a. Evaluasi tanda & gejala defisit perawatan diri.
b. Validasi kemampuan kegiatan pertama & kedua yg telah dilatih & beri
pujian.
c. Evaluasi manfaat melakukan kegiatan pertama, kedua & ketiga
d. Menjelaskan kebutuhan (kebutuhan makan perhari dewasa 2000-2200
kal (perempuan) dan laki-laki antara 2400-2800 kal setiap hari makan:
minum 8 gelas (2500ml setiap hari) dan cara makan dan minum.
e. Menjelaskan cara makan yang tertib.
f. Menjelaskan cara merapihkan peralatan makan setelah makan.
g. Praktek makan sesuai dengan tahapan makan yang baik; Latihan cara
makan dan minum yang baik.
h. Masukkan latihan kegiatan pada jadwal kegiatan.

C. Rencana Komunikasi Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi, pak Donny
b. Validasi Pasien
Bapak siang ini masih terlihat rapi ya.
c. Kontrak kerja
Nah Bapak sesuai janji kita kemaren hari ini kita akan melakukan
kegiatan latihan makan dan minum yang baik, tempatnya disini,
waktunya kurang lebih 20 menit. Bagaimana pak?
2. Fase Kerja
SP 3: Melatih pasien makan secara mandiri (melatih cara makan dan
minum yang baik).
a. Evaluasi tanda dan gejala defisit perawatan diri
Bapak biasanya makan dimana?
b. Validasi kemampuan pasien melakukan kegiatan pertama dan
kedua yang telah dilatih dan beri pujian
Gimana pak, apakah bapak ada kesulitan melakukan kegiatan yang
telah kita jadwalkan, pak?
Bapak melakukan kegiatannya diingatkan perawat atau
melakukannya sendiri?
Wah, itu bagus sekali, Bapak.. tetap lanjutkan sampai Bapak bisa
melakukan tanpa diingatkan.
c. Evaluasi manfaat melakukan kegiatan pertama dan kedua
Bagaimana perasaan bapak setelah mandi, pak?
Kalau setelah berdandan, apa yang Bapak rasakan?
Iya bapak, benar sekali
d. Menjelaskan kebutuhan (kebutuhan makan perhari dewasa
2000-2200 kal (perempuan) dan laki-laki antara 2400-2800 kal
setiap hari makan: minum 8 gelas (2500ml setiap hari) dan cara
makan dan minum.

Bapak, sekarang kita membicarakan tentang kebutuhan kita makan


perhari, yaitu satu kali makan kita dengan 1 piring nasi dengan sayur
dan lauk pauk sama 1 gelas air, ya pak.
Sekarang suster nanya apa yang harus kita lakukn sebelum makan?
Sebelum makan kita harus cuci tangan, Setelah itu?
Suster akan menjelaskan cara makan yang baik, saat makan kita
harus menyuap makanan satu-satu dengan pelan-pelan. Jika, merasa
haus, Bapak Donny bisa minum.
e. Menjelaskan cara makan yang tertib
Bapak Donny kalau makan yang tertib, ya., Ini piring dan
makanan Bapak Donny. Dan, itu piring punya teman Bapak. Jadi,
Bapak makan yang ada di piring Bapak, ya.
f. Menjelaskan cara merapihkan peralatan makan setelah makan
Setelah selesai kita bereskan dan taruh gelas dan piring yang kotor ke
tempat pencucian piring. Setelah itu, Bapak cuci tangan.
Pak Donny, kalau bapak makan tiap hari sesuai kebutuhan nanti
badan bapak akan lebih sehat.
g. Praktik makan sesuai dengan tahapan makan yang baik; Latihan
cara makan dan minum yang baik.
Sekarang, ayo kita ke ruang makan, pak Donny.
Ada Suster Lida ingin membagikan obat.
Coba Bapak Donny sendiri yang minta obatnya.
h. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan makan dan
minum yang baik
Nah, Bapak kapan akan melakukan latihan makan dan minum ini.
Suster masukkan ke jadwal ya pak.
3. Fase Terminasi Sementara
a. Evaluasi Subjektif
Nah bagaimana perasaan bapak setelah belajar latihan makan dan
minum yang baik tadi?
b. Evaluasi Objektif
Nah Bapak Bapak masih ingat kita tadi belajar apa?
Coba sebutkan Bapak..
Bagus bapak, bapak bisa mengingatnya dengan tepat.

c. Rencana Tindak Lanjut


Nah tadi kan, bapak Donny bilang ingin melakukan latihan makan
dan minum yang baik sewaktu makan, ini akan dimasukkan ke jadwal
harian Bapak. Nah lakukan ya, pak
Nah, beri tanda jika Bapak sudah melakukannya. Tanda M jika Bapak
melakukannya sendiri atau tanpa bantuan orang lain, tanda B jika
diingatkan baru dilakukan, dan Tanda T jika tidak dilakukan.
d. Kontrak Yang Akan Datang
Baiklah Pak, kalau begitu saya permisi ya pak, saya ke ruang perawat
dulu, Besok jam 09.00 pagi latihan BAB/BAK secara mandiri disini
saja, waktunya kurang lebih 20 menit.

A. Proses Keperawatan
1. Deskripsi Pasien
Tanggal 7 Mei 2014 pada jam 09.00 pagi klien merasa segar, rapi
dan bersemangat. Tampak baju yang dipakai dan rambut klien rapi,
jenggot dicukur, makan tidak sembarangan lagi. Tetapi klien sering
didapatkan BAK dan BAB di sembarang tempat.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit perawatan diri: BAK/BAB
3. Tujuan Keperawatan pada Klien
a. Pasien mampu melakukan BAK/BAB secara mandiri
b. Pasien mampu melakukan BAK/BAB pada tempatnya
4. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
SP 4 : Mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri
a. Evaluasi tanda & gejala defisit perawatan diri
b. Validasi kemampuan melakukan kegiatan pertama, kedua & ketiga yg
telah dilatih & beri pujian
c. Evaluasi manfaat melakukan kegiatan pertama,kedua & ketiga
d. Menjelaskan tempat BAB/BAK yang sesuai
e. Menjelaskan cara membersihkan diri setelah BAB dan BAK

f. Menjelaskan cara membersihkan tempat BAB dan BAK.


g. Latih BAB dan BAK yang baik.
h. Masukkan pada jadwal kegiatan
B. Rencana Komunikasi Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi Bapak Donny
b. Validasi Pasien
Bapak tampak segar dan wangi, bapak sudah mandi ya
Bapak pagi ini terlihat rapi ya.
c. Kontrak kerja
Nah bapak sesuai janji kita kemaren hari ini kita akan melakukan
kegiatan latihan BAB/BAK secara mandiri tempatnya disini,
waktunya kurang lebih 20 menit. Bagaimana pak?
2. Fase Kerja
SP 4 : Mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri
a. Evaluasi tanda & gejala defisit perawatan diri
Bapak, biasanya BAB dan BAK dimana?
Setelah selesai BAB atau BAK apa yang Bapak Donny lakukan?
b. Validasi kemampuan melakukan kegiatan pertama, kedua dan
ketiga yang telah dilatih dan beri pujian
Gimana pak, apakah bapak ada kesulitan melakukan kegiatan yang
telah kita jadwalkan, pak?
Bapak melakukan kegiatannya diingatkan perawat atau melakukannya
sendiri?
Wah, itu bagus sekali, Bapak. Terus, Bagaimana dengan latihan makan
dan minum, kemarin.
Wah, bagus sekali.
c. Evaluasi manfaat melakukan kegiatan pertama, kedua dan ketiga
Bagaimana perasaan bapak setelah mandi, pak?
Kalau setelah berdandan, apa yang Bapak rasakan?
Iya bapak, benar sekali. Terus, setelah Bapak latihan makan dan
minum yang baik kemarin. Apa yang Bapak rasakan?
Bagus sekali, Bapak Donny
d. Menjelaskan tempat BAB/BAK yang sesuai

Sekarang Suster tanya, dimana seharusnya Bapak Donny BAB dan


BAK?
Iya, betul sekali. Kalu kita mau BAB dan BAK tempatnya di WC.
e. Menjelaskan cara membersihkan diri setelah BAB dan BAK.
Sekarang Suster akan menjelaskan cara Bapak Donny membersihkan
diri setelah BAB dan BAK. Setelah BAB dan BAK Bapak
membersihkan anus atau kemaluan dengan air yang bersih dan pastikan
tidak ada tinja/air kencing yang masih tersisa di tubuh Bapak Donny.
Bapak paham.
f. Menjelaskan cara membersihkan tempat BAB dan BAK.
Setelah Bapak Donny selesai membersihkannya, jangan lupa tinja/air
kencing yang ada di WC dibersihkan. Caranya siram tinja/air kencing
tersebut dengan air secukupnya sampai tinja/air kencing itu tidak tersisa
di WC. Jika Bapak Donny membersihkan tinja/air kencing seperti ini,
berarti Bapak ikut mencegah menyebarnya kuman yang berbahaya yang
ada pada kotoran/air kencing. Setelah selesai membersihan tinja/air
kencing, Bapak Donny perlu merapihkan kembali pakaian sebelum
keluar dari WC. Pastikan resleting celana telah tertutup rapi, lalu cuci
tangan dengan menggunakan sabun.
g. Latih BAB dan BAK yang baik.
Sekarang kita latihan ya, Pak
Pertama, kita latihan membersihkan diri setelah BAB atau BAK
Kedua, kita latihan membersihkan tempat BAB dan BAK
h. Masukkan pada jadwal kegiatan
Nah, Bapak bisa lakukan latihan ini sewaktu Bapak ingin BAK atau
BAK.
Jadi, bapak sewaktu ingin BAB atau BAK Bapak bisa melakukan
latihan yang kita lakukan tadi.
3. Fase Terminasi Sementara
a. Evaluasi subjektif
Nah bagaimana perasaan bapak setelah belajar BAB atau BAK secara
mandiri tadi?
b. Evaluasi Objektif
Nah Bapak Bapak masih ingat kita tadi belajar apa?

Coba sebutkan Bapak..


Bagus bapak, bapak bisa mengingatnya dengan tepat.
c. RencanaTtindak Lanjut
Nah tadi kan, bapak Donny bilang akan melakukan latihan BAB dan
BAK secara mandiri sewaktu Bapak ingin BAB atau BAK, ini akan
dimasukkan ke jadwal harian Bapak. Nah lakukan ya, pak
Nah, beri tanda jika Bapak sudah melakukannya. Tanda M jika Bapak
melakukannya sendiri atau tanpa bantuan orang lain, tanda B jika
diingatkan baru dilakukan, dan Tanda T jika tidak dilakukan.
d. Kontrak Yang Akan Datang
Baiklah Pak, kalau begitu saya permisi ya pak, saya ke ruang perawat
dulu, Besok jam 09.00 pagi saya akan menemui Bapak untuk
berdiskusi tentang perkembangan kondisi Bapak Donny dengan
keluarga Bapak di ruangan bapak Donny.

STRATEGI PELAKSANA PADA KELUARGA PASIEN DEFISIT


PERAWATAN DIRI
A. Proses Keperawatan
1. Deskripsi Keluarga Pasien
Tanggal 8 Mei 2014 jam 11.00, perawat Rahmi bertemu dengan
keluarga Bapak Donny yang pada saat itu sedang menjenguk Bapak
Donny. Dari hasi wawancara awal, keluarga tidak mengetahui persis apa
yang terjadi dengan Bapak Donny. Selain itu, keluarga klien sudah putus
asa merawat Bapak Donny. Keluarga mengatakan tidak tahu cara
membujuk Bapak Donny untuk mau mandi.
2. Tujuan Keperawatan pada Keluarga
a. Keluarga mengetahui masalah yang sedang dialami pasien
b. Keluarga mengetahui pengertian, tanda dan gejala, dan proses
terjadinya defisit perawatan diri.

c. Keluarga mampu melatih pasien untuk melakukan kebersihan diri :


mandi.
3. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
SP 1 K : Melatih cara merawat & membimbing pasien: kebersihan diri
a. Diskusikan masalah yg dirasakan dalam merawat pasien
b. Jelaskan pengertian, tanda dan gejala, dan proses terjadinya defisit
perawatan diri (gunakan booklet).
c. Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas kebersihan diri yang
dibutuhkan oleh pasien untuk menjaga perawatan diri pasien.
d. Jelaskan cara merawat defisit perawatan diri.
e. Latih keluarga cara merawat kebersihan diri, berdandan, makan dan
minum, BAB dan BAK (Bimbing cara merawat : kebersihan diri)
f. Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberikan pujian.
B. Rencana Komunikasi Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat Pagi
Perkenalkan, saya suster Maulida Rahmi, biasa dipanggil suster
Rahmi. Saya yang bertugas merawat Bapak Donny selama satu
minggu ini.
b. Validasi Keluarga
Apakah Bapak dan Ibu keluarga Bapak Donny?
Kalau boleh tau, apa Bapak dan Ibu tau apa yang sedang dialami
pasien saat ini
Ya, itu salah satu penyebabnya. Bapak Donny sekarang sedang
mengalami penurunan motivasi untuk merawat diri sendiri.
c. Kontrak kerja
Kalau begitu, Bagaimana kita berbicara tentang merawat dan
membimbing pasien terhadap kebersihan dirinya. Bapak dan Ibu
maunya kapan?
Kalau, tempatnya Bapak dan Ibu maunya dimana?
Baiklah Ibu, kita akan mendiskusikan tentang merawat dan
membimbing pasien terhadap kebersihan dirinya di ruang perawat.
Kira-kira waktunya 15 menit. Bagaimana Bu?
2. Fase Kerja
SP 1 K : Melatih cara merawat dan membimbing pasien: kebersihan diri

a. Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien


Apa masalah yang Bapak dan Ibu rasakan saat merawat bapak
Donny?
b. Jelaskan pengertian, tanda dan gejala, dan proses terjadinya
defisit perawatan diri
Nah, seperti yang suster katakana tadi, bapak Donny mengalami
Defisit Perawatan Diri. Defisit perawatan diri adalah gangguan
kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (kebersihan diri,
berhias, makan, toileting). Tanda dan gejalanya meliputi malas mandi,
tidak mau menyisir rambut, tidak mau menggosok gigi, tidak mau
memotong kuku, tidak mau berhias, tidak manggunakan alat mandi,
tidak menggunakan alat makan dan minum saat makan dan minum,
BAB dan BAK sembarangan, tidak mengetahui cara perawatan dir
yang benar, badan bau, kotor, berdaki, rambut kotor, gigi kotor, kuku
panjang, tidak menggunakan alat-alat mandi, tidak mandi dengan
benar, rambut kusut, berantakan, kumis dan jenggot tidak rapi,pakaian
tidak rapi, tidak mampu berdandan. Proses terjadinya defist
perawatan diri ini bisa terjadi karena mempunyai penyakit fisik,
gangguan psikologis, dan kurangnya dukungan sosial
c. Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas kebersihan diri yang
dibutuhkan oleh pasien untuk menjaga perawatan diri pasien.
Kalau di rumah Bapak Donny, fasilitas apa saja yang ada untuk
kebersihan diri? Kalau kamar mandi ada?
Peralatan yang ada di kamar mandi apa saja?
Oh, kalau begitu bagus, alat-alat tersebut sangat mendukung Bapak
Donny untuk menjaga kebersihannya dengan mandi. Kalau alat cukur
Bapak Donny punya?
Kalau saat makan, dimana biasanya Bapak Donny dan keluarga
makan?
Apa di rumah Bapak Donny ada WC?
Bagus, fasilitas yang Bapak dan Ibu sebutkan tadi itu adalah fasilitas
untuk mendukung bapak Donny menjaga kebersihan dirinya.
Diharapkan fasilitas tersebut selalu ada di rumah Bapak Donny.

d. Jelaskan cara merawat defisit perawatan diri.


Bapak, Ibu sekarang saya akan menjelaskan bagaiman cara merawat
Bapak Donny. Pertama, berikan motivasi kepada Bapak Donny jika
Bapak dan Ibu melihat tanda dan gejala defisit perawatan diri mandi
pada Bapak. Beritahu tentang keuntungan dan kerugian jika kita
menjaga kebersihan diri. Kedua, bapak dan Ibu jelaskan dan bombing
klien cara mandi. Ketiga, beri pujian jika pasien telah berhasil
melakukan kegiatannya.
Untuk cara mandi dan gosok gigi, seperti cara mandi Bapak dan Ibu
pada umumnya, kalau kuku Bapak panjang bisa dipotong.
e. Latih keluarga cara merawat kebersihan diri, berdandan, makan
dan minum, BAB dan BAK (Bimbing cara merawat: kebersihan
diri)
Nah sekarang Bapak/Ibu, mari kita ke ruangan Bapak Donny,
Bapak/Ibu mempraktikkan yang telah kita bicarakan tadi, nanti saya
akan mendampingi dan mengawasi Bapak/Ibu
f. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberikan
pujian.
Bapak, Ibu, Bapak Donny kemarin sudah diberikan jadwal
melakukan kegiatan. Saya harap Bapak dan Ibu selalu mengawasi
jadwalnya Bapak Donny. Dan beri pujian jika Bapak Donny berhasil
melaksanakannya.
3. Fase Terminasi Sementara
a. Evaluasi Subyektif
Nah, Bapak, Ibu bagaimana perasaanya setelah kita membahas masalah
Bapak Donny tentang kebersihan diri ini?
b. Evaluasi Obyektif
Iya bapak, nah kita sudah membahas tentang kebersihan diri. Apa Bapak
dan Ibu masih ingat apa yang kita bahas tadi?
Sekarang coba Bapak dan Ibu sebutkan lagi.
c. Rencana tindak lanjut

Bagus, Pak, Bu. Nah tadi kan, Bapak dan Ibu selalu mengawasi jadwal
yang telah diberikan kepada Bapak Donny dan ingat selalu berikan
pujian pada Bapak jika Bapak berhasil melakukannya.
d. Kontrak yang akan datang
Kalau begitu Pak, Bu. Besok saya akan menemui Bapak dan Ibu lagi
jam 09.00 pagi untuk Melatih cara merawat & membimbing pasien:
berdandan, tempatnya di ruang perawat. Bagaimana, pak?

A. Proses Keperawatan
1. Deskripsi Keluarga Pasien

Tanggal 9 Mei 2014, keluarga mengatakan selalu mengawasi jadwal


Bapak Donny. Keluarga juga mengatakan sudah mengerti keadaan Bapak
Donny dan tau cara memotivasi dan membimbing klien untuk mandi.
Keluarga juga terlihat lebih sering mengunjungi Bapak Donny. Tetapi,
keluarga masih belum tahu bagaimana cara agar Bapak Donny selalu
berpenampilan rapi.
2. Tujuan Keperawatan pada Keluarga
Keluarga mampu melatih pasien untuk melakukan kebersihan diri:
berdandan.
3. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Keluarga Pasien Defisit
Perawatan Diri
a. Evaluasi kemampuan keluarga mengidentifikasi gejala defisit
perawatan diri
b. Validasi kemampuan keluarga dalam membimbing pasien
c.
d.
e.
f.

melaksanakan kegiatan yang telah dilatih


Evaluasi manfaat yang dirasakan keluarga dalam merawat, beri pujian
Bimbing keluarga merawat kebersihan diri ,berdandan.
Bersama keluarga melatih pasien cara berdandan
Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberi pujian.

B. Rencana Komunikasi Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi Pak, Bu
b. Validasi Pasien
Bagaimana perasaan Bapak dan Ibu hari ini?
c. Kontrak kerja
Nah Bapak, Ibu sesuai janji kita kemarin hari ini kita akan melatih
cara merawat dan membimbing pasien: berdandan tempatnya disini
saja pak, Bu di ruang perawat, waktunya kurang lebih 20 menit.
Bagaimana, Pak, Bu.
2. Fase Kerja
SP 2 K : Melatih cara merawat dan membimbing pasien: berdandan
a. Evaluasi kemampuan keluarga mengidentifikasi gejala defisit
perawatan diri

Bapak, Ibu, apakah saja yang ibu dan bapak ketahui mengenai tanda
dan gejala kalau bapak Donny mengalami kesulitan dalam perawatan
diri sendiri?
Bagus, pak, bu.
b. Validasi kemampuan keluarga dalam membimbing pasien
melaksanakan kegiatan yang telah dilatih
Gimana pak, apakah Bapak dan Ibu ada kesulitan membimbing pasien
dan mengawasi jadwal Bapak Donny?
Apa Bapak dan Ibu selalu memberikan pujian saat Bapak Donny
berhasil melaksanakan jadwalnya?
Bagus sekali, Bapak.
c. Evaluasi manfaat yang dirasakan keluarga dalam merawat, beri
pujian
Bagaimana perasaan Bapak dan Ibu setelah merawat Bapak Donny
dengan selalu memotivasi untuk melakukan kebersihan diri?
Iya bapak dan Ibu, benar sekali?
d. Bimbing keluarga merawat kebersihan diri, berdandan.
Nah, sekarang saya akan menjelaskan bagaimana cara merawat
kebersihan diri, berdandan.
Pertama, seperti yang sebelumnya saya katakana berikan motivasi jika
Bapak Donny malas berhias.
Kedua, biming klien cara berhias, seperti berpakaian yang rapi, sisiran
dan mencukur. Beritahukan caranya.
Ketiga, selalu berikan pujian.
e. Bersama keluarga melatih pasien cara berdandan
Sekarang kita latihan, ya Pak, Bu, sebagaimana yang telah saya
jelaskan tadi. Mari kita ke ruang Bapak Donny agar latihan berias
dirinya bersama dengan Bapak Donny, saya akan mendampingi dan
mengawasi Bapak dan Ibu saat ibu mempraktikkannya
f. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberi pujian
Bapak, Ibu, Bapak Donny kemarin sudah diberikan jadwal melakukan
kegiatan berias diri. Saya harap Bapak dan Ibu selalu mengawasi jadwal
berias diri Bapak Donny. Dan beri pujian jika Bapak Donny berhasil
melaksanakannya.

3. Fase Terminasi Sementara


a. Evaluasi Subyektif
Nah, Bapak, Ibu bagaimana perasaanya setelah kita membahas masalah
Bapak Donny tentang berdandan?
b. Evaluasi Obyektif
Iya bapak, nah kita sudah membahas tentang berdandan. Apa Bapak dan
Ibu masih ingat apa yang kita bahas tadi?
Sekarang coba Bapak dan Ibu sebutkan lagi.
c. Kontrak tindak lanjut
Bagus, Pak, Bu. Nah tadi kan, Bapak dan Ibu selalu mengawasi jadwal
yang telah diberikan kepada Bapak Donny dan ingat selalu berikan
pujian pada Bapak jika Bapak berhasil melakukannya.
d. Kontrak yang akan datang
Kalau begitu Pak, Bu. Besok saya akan menemui Bapak dan Ibu lagi
jam 09.00 pagi untuk membimbing cara makan dan minum pasien,
tempatnya di ruang tangan. Bagaimana, pak?

A. Proses Keperawatan
1. Deskripsi Keluarga Pasien
Tanggal 10 Mei 2014, keluarga makin sering mengunjungi Bapak Donny.
Keluarga juga sering memberi pujian pada bapak Donny jika Bapak
Donny berhasil melaksanakan kegiatan yang telah dijadwalkan. Keluarga
juga mengatakan sudah mengerti keadaan Bapak Donny dan tau cara
memotivasi dan membimbing klien untuk mandi. Keluarga juga tau
bagaimana membimbing Bapak Donny untuk selalau berpenampilan rapi.
Tetapi, keluarga mengatakan terkadang Bapak Donny makan disembarang
tempat. Sehingga, keluarga sangat sedih melihat kebiasaan yang jelek saat
makan
2. Tujuan Keperawatan pada Keluarga
Keluarga mampu melatih pasien cara makan dan minum yang benar
3. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
a. Evaluasi kemampuan keluarga mengidentifikasi gejala defisit
perawatan diri
b. Validasi kemampuan keluarga dalam membimbing pasien
melaksanakan kegiatan yang telah dilatih
c. Evaluasi manfaat yang dirasakan keluarga dalam merawat, beri pujian
d. Bimbing keluarga merawat kebersihan diri; makan dan minum.

e. Bersama keluarga melatih pasien cara makan yg benar


f. Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberi pujian
B. Rencana Komunikasi Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi Pak, Bu
b. Validasi Pasien
Bagaimana perasaan Bapak dan Ibu hari ini?
c. Kontrak kerja
Nah Bapak, Ibu sesuai janji kita kemarin hari ini kita akan melatih
cara merawat dan membimbing pasien: makan dan minum yang baik
tempatnya. Sesuai kesepakan kemarin kita melakukannya di ruang
perawat, waktunya kira-kira 15 menit. Bagaimana, Pak, Bu.
2. Fase Kerja
SP 3 K : Membimbing cara makan dan minum pasien
a. Evaluasi kemampuan keluarga mengidentifikasi gejala defisit
perawatan diri
Sama seperti kemarin, apa saja yang bapak dan ibu ketahui mengenai
gejala defisit perawatan diri pada bapak Donny?
b. Validasi kemampuan keluarga dalam membimbing pasien
melaksanakan kegiatan yang telah dilatih
Gimana pak, apakah Bapak dan Ibu ada kesulitan membimbing
pasien dan mengawasi jadwal mandi Bapak Donny?
Kalau jadwal berdandannya, gimana Pak, Bu?
Apa Bapak dan Ibu selalu memberikan pujian saat Bapak Donny
berhasil melaksanakan jadwalnya?
Bagus sekali, Bapak.
c. Evaluasi manfaat yang dirasakan keluarga dalam merawat, beri
pujian
Bagaimana perasaan Bapak dan Ibu setelah merawat Bapak Donny
dengan selalu memotivasi dan membimbing untuk mandi?

terus, apa yang Bapak dan Ibu rasakan setelah membimbing Bapak
Donny untuk melakukan berhias diri.
Iya bapak dan Ibu, benar sekali
d. Bimbing keluarga merawat kebersihan diri; makan dan minum.
Nah, sekarang saya akan menjelaskan bagaimana cara melatih pasien
makan dan minum yang baik.
Pertama, seperti yang sebelumnya saya katakana berikan motivasi
Bapak Donny untuk makan dan minum yang baik.
Kedua, bimbing klien cara makan dan minum yang baik dan tertib,
merapikan alat makan stelah makan. Beritahukan caranya.
Setelah itu, Bapak dan Ibu selalu mengingatkan untuk Bapak Donny
minum obat.
Ketiga, selalu berikan pujian.
e. Bersama keluarga melatih pasien cara makan yg benar
Sekarang kita latihan, ya Pak, Bu, sebagaimana yang telah kita
pelajari tadi, mari kita ke ruangan Bapak Donny, saya akan
mendampingi dan mengawasi Bapak dan Ibu
f. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberi pujian
Bapak, Ibu, Bapak Donny kemarin sudah diberikan jadwal
melakukan kegiatan latihan makan dan minum yang baik. Saya harap
Bapak dan Ibu selalu mengawasi jadwal latihan makan dan minum
yang baik Bapak Donny. Dan beri pujian jika Bapak Donny berhasil
melaksanakannya.
3. Fase Terminasi Sementara
a. Evaluasi Subyektif
Nah, Bapak, Ibu bagaimana perasaanya setelah kita membahas
masalah Bapak Donny tentang latihan makan dan minum yang
baik?
b. Evaluasi Obyektif
Iya bapak, nah kita sudah membahas tentang latihan makan dan
minum yang baik. Apa Bapak dan Ibu masih ingat apa yang kita
bahas tadi?
Sekarang coba Bapak dan Ibu sebutkan lagi.
Bagus, Pak, Bu.

c. Rencana Tindak lanjut


Nah tadi kan, Bapak dan Ibu selalu mengawasi jadwal yang telah
diberikan kepada Bapak Donny dan ingat selalu berikan pujian
pada Bapak jika Bapak berhasil melakukannya.
d. Kontrak yang akan datang
Kalau begitu Pak, Bu. Besok saya akan menemui Bapak dan Ibu
lagi jam 09.00 pagi untuk membicarakan merawat & membimbing
BAB dan BAK pasien, follow up ke PKM, tanda kambuh, rujukan,
tempatnya di ruangan bapak Donny. Bagaimana, pak?

A. Proses Keperawatan
1. Deskripsi Keluarga Pasien
Tanggal 11 Mei 2014, keluarga juga mengatakan sudah mengerti keadaan
Bapak Donny dan tau cara memotivasi dan membimbing klien untuk
mandi. Keluarga juga tau bagaimana membimbing Bapak Donny untuk
selalau berpenampilan rapi. Dan, keluarga juga tau bagaimana
membimbing Bapak Donny untuk makan dan minum yang baik. Keluarga
juga selalu membantu pasien untuk melaksanakan kegiatan sesuai jadwal

dan selalu memberi pujian. Tapi, keluarga masih tidak tau bagaimana
membimbing klien untuk BAB dan BAK yang baik, tidak mengetahui
tanda dan gejala kekambuhan dan rujukan jika Bapak Donny kambuh.
2. Tujuan Keperawatan pada Keluarga
Keluarga mampu melatih pasien merawat kebersihan diri: BAB dan BAK
dengan benar
3. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
a. Evaluasi kemampuan keluarga mengidentifikasi gejala defisit
perawatan diri
b. Validasi kemampuan keluarga dalam membimbing pasien
c.
d.
e.
f.
g.

melaksanakan kegiatan yang telah dilatih


Evaluasi manfaat yang dirasakan keluarga dalam merawat, beri pujian
Bimbing keluarga merawat kebersihan diri ; BAB dan BAK
Bersama keluarga melatih pasien cara BAK & BAB yg benar
Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberikan pujian.
Latih keluarga menciptakan suasana keluarga dan lingkungan yang

mendukung perawatan diri pasien


h. Diskusikan tanda dan gejala kekambuhan yang memerlukan rujukan
segera ke fasilitas kesehatan.
i. Anjurkan follow up ke fasilitas pelayanan kesehatan secara teratur.
B. Rencana Komunikasi Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi Pak, Bu
b. Validasi Pasien
Bagaimana perasaan Bapak dan Ibu hari ini?
c. Kontrak kerja
Nah Bapak, Ibu sesuai janji kita kemarin hari ini kita akan
membicarakan merawat & membimbing BAB dan BAK pasien,
follow up ke PKM, tanda kambuh, dan rujukan. Sesuai kesepakan
kemarin kita melakukannya disini, di ruang perawat, waktunya kirakira 15 menit. Bagaimana, Pak, Bu.
2. Fase Kerja

SP 4 K : Melatih merawat dan membimbing BAB dan BAK pasien,


follow up ke PKM, tanda kambuh, rujukan
a. Evaluasi kemampuan keluarga mengidentifikasi gejala defisit
perawatan diri
Nah, bapak ibu, sudah tiga hari kita bertemu, sekarang bapak dan ibu
coba sebutkan apa saja yang telah bapak dan ibu ketahui mengenai
gejala defisit perawatan diri?
b. Validasi kemampuan keluarga dalam membimbing pasien
melaksanakan kegiatan yang telah dilatih
Gimana pak, apakah Bapak dan Ibu ada kesulitan membimbing dan
mengawasi jadwal Bapak Donny?
Apa Bapak dan Ibu selalu memberikan pujian saat Bapak Donny
berhasil melaksanakan jadwalnya?
Bagus sekali, Bapak.
c. Evaluasi manfaat yang dirasakan keluarga dalam merawat, beri
pujian
Bagaimana perasaan Bapak dan Ibu setelah merawat Bapak Donny
dengan selalu memotivasi dan membimbing bapak dalam hal
perawatan diri?
Terus, apa yang Bapak dan Ibu rasakan setelah membimbing Bapak
Donny?
Iya bapak dan Ibu, benar sekali
d. Bimbing keluarga merawat kebersihan diri ; BAB dan BAK
Sekarang ayo kita mulai bapak ibu
Pertama, bapak dan ibu dapat menanyakan kepada bapak Donny, apa
bapak Donny sudah BAB atau BAK, kemudian bantu bapak Donny
untuk latihan membersihkan diri setelah BAB atau BAK
Yang terakhir, bantu bapak Donny latihan membersihkan tempat
BAB dan BAK
e. Bersama keluarga melatih pasien cara BAK dan BAB yang benar
Sekarang bapak, ibu kita langsung praktekkan ke bapak Donny ya,
saya juga akan menemani dan mengawasi Bapak dan Ibu

f. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberikan


pujian.
Bapak, Ibu, Bapak Donny kemarin sudah diberikan jadwal
melakukan kegiatan latihan BAK dan BAB. Saya harap Bapak dan
Ibu selalu mengawasi jadwal latihan BAK dan BAB bapak Donny
dengan baik. Dan beri pujian jika Bapak Donny berhasil
melaksanakannya.

g. Latih keluarga menciptakan suasana keluarga dan lingkungan


yang mendukung perawatan diri pasien
Bapak ibu, suasana kekeluargaan dan lingkungan yang nyaman
sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan bapak
Donny. Jadi bapak/ibu harus menciptakan kondisi tersebut, selain itu
bapak/ibu juga suster harapkan selalu menemani bapak selama
perawatan dilakukan dan mengajak bapak Donny ngobrol disaat
waktu santai, memberikan pujian dan juga buat lingkungan seperti
dirumah.
h. Diskusikan tanda dan gejala kekambuhan yang memerlukan
rujukan segera ke fasilitas kesehatan.
Jika Bapak dan Ibu di rumah melihat tanda dan gejala pada Bapak
Donny, seperti malas mandi, tidak mau menyisir rambut, tidak mau
menggosok gigi, tidak mau memotong kuku, tidak mau berhias, tidak
manggunakan alat mandi, tidak menggunakan alat makan dan minum
saat makan dan minum, BAB dan BAK sembarangan, badan bau,
kotor, berdaki, rambut kotor, gigi kotor, kuku panjang, tidak
menggunakan alat-alat mandi, tidak mandi dengan benar, rambut
kusut, berantakan, kumis dan jenggot tidak rapi, pakaian tidak rapi,
tidak mampu berdandan; Bapak dan Ibu segera membawa Bapak
Donny ke pelayanan kesehatan
i. Anjurkan follow up ke fasilitas pelayanan kesehatan secara
teratur.

Bapak dan Ibu, kalau Bapak Donny sudah pulang ke rumah, jangan
lupa selalu mengecek kondisi kesehatan dan mengambil obat secara
rutin ke pelayanan kesehatan terdekat

3. Fase Terminasi Sementara


a. Evaluasi Subyektif
Nah, Bapak, Ibu bagaimana perasaanya setelah kita membahas
masalah Bapak Donny tentang merawat & membimbing BAB dan
BAK pasien, follow up ke PKM, tanda kambuh, dan rujukan?
b. Evaluasi Subyektif
Iya bapak, nah kita sudah membahas tentang merawat &
membimbing BAB dan BAK pasien, follow up ke PKM, tanda
kambuh, dan rujukan. Apa Bapak dan Ibu masih ingat apa yang kita
bahas tadi?
Sekarang coba Bapak dan Ibu sebutkan lagi.
c. Rencana Tindak Lanjut
Bagus, Pak, Bu. Nah tadi kan, Bapak dan Ibu selalu mengawasi
jadwal yang telah diberikan kepada Bapak Donny dan ingat selalu
berikan pujian pada Bapak jika Bapak berhasil melakukannya.
d. Kontrak yang akan datang
Bapak, Ibu, dan juga Bapak Donny berhubung besok siang Bapak
Donny akan pulang, bagaimana kalau besok jam 8 pagi kita bertemu
di kamar Bapak Donny untuk mengevaluasi kegiatan yang Bapak
Donny lakukan selama Bapak Donny di rawat di Rumah Sakit ini,
waktunya sekitar 20 menit, Bagaimana Pak, Bu?
4. Fase Terminasi Akhir
a. Evaluasi Subyektif
Bapak Donny, setelah satu minggu ini kita belajar tentang perawatan
diri bagaimana perasaan bapak?
Bagaimana perasaan Bapak dan Ibu setelah selama seminggu kita
belajar merawat Bapak Donny?
b. Evaluasi Obyektif

Bapak Donny masih ingat apa saja yang telah kita pelajari selama
seminggu Bapak di rawat di sini, coba Bapak sebutkan
Bapak, Ibu, apakah bapak dan ibu masih ingat apa yang kita pelajari
selama seminggu ini, coba Bapak dan Ibu sebutkan
c. Rencana Tindak Lanjut
Saat di rumah nanti Bapak Donny jangan lupa untuk meneruskan
jadwal yang telah kita buat sebelumnya, Bapak Donny juga jangan
lupa untuk meminum obat yang telah diresepkan dan rajin kontrol ke
Rumah Sakit
Bapak dan Ibu juga sebaiknya mengawasi dan membantu Bapak
Donny selama di rumah dan mengingatkan jika Bapak Donny lupa
dengan jadwal yang telah dibuat, sering memotivasi dan membimbing
Bapak Donny, serta segera membawa ke pelayanan kesehatan terdekat
jika Bapak Donny mengalami tanda-tanda kekambuhan yang saya
jelaskan kemarin
d. Eksplorasi Perasaan
Bapak Donny tidak perlu sedih, kalau bapak merasa kesulitan bapak
Donny bisa bercerita kepada orang terdekat bapak, baik itu keluarga
atau teman dekat bapak.
Bapak dan ibu juga bisa menemani dan sering mengajak bapak
Donny bicara agar Bapak Donny tidak merasa kesepian