Anda di halaman 1dari 82

SATUAN KERJA KHUSUS

PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI


(SKK Migas)

Pengelolaan Kepabeanan
Kegiatan Usaha Hulu Migas
Sertifikasi PTK KKKS
Jakarta, 13-15 Pebruari 2013

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

KEPABEANAN SKK Migas

Sub Dinas Kepabeanan


Landasan Hukum
Tata Kelola Kepabeanan Kegiatan
Usaha Hulu Migas

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

SUMIRAN/MAS MIRAN
KEPALA SUB DINAS KEPABEANAN
MANAJEMEN ASET KKKS DAN KEPABEANAN
PENGADAAN DAN MANAJEMEN ASET KKKS
SKK Migas

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

Wilayah Kerja Migas 2012

SKK MIGAS mengelola 287 Wilayah Kerja

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

Segi Tiga Pengelolaan Usaha


Hulu Migas
Kebijakan & Regulasi (KESDM)

Ministry

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

Tugas dan Fungsi


Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang didirikan berdasarkan UU No. 22/2001
tentang Minyak dan Gas Bumi dan Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan
Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yang saat ini beralih menjadi
Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK
Migas) sesuai Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri ESDM
No. 3135 K/08/MEM/2012 serta Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Sesuai amanah undang-undang, fungsi utama SKKMIGAS adalah mengawasi


dan mengendalikan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi sesuai dengan
Kontrak Kerja Sama, agar pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi
memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi Negara dan demi
sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

Tugas dan Fungsi

Kontrak Kerjasama adalah Kontrak Bagi Hasil atau bentuk kontrak kerja sama lain
dalam kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi yang lebih menguntungkan Negara dan
hasilnya dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat

Kontraktor Kontrak Kerja Sama adalah Badan usaha atau Badan Usaha Tetap,
sebagaimana disebut dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak
dan Gas Bumi.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

Posisi SKKMIGAS dalam Tata Kelola


Pengadaan barang dan Jasa di
Kegiatan Usaha Hulu Migas

SKKMIGAS

Menjalankan fungsi pengendalian dan pengawasan


pengadaan barang/jasa untuk KKKS yang dituangkan
dalam Pedoman Tata Kerja No. 007 RevisiII/PTK/I/2011 (PTK-007 Rev. 2) tentang Pengelolaan
Rantai Suplai untuk KKKS.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama


(KKKS)

Melaksanakan proses pengadaan sesuai dengan PTK007 Rev. 2.

Pemasok Barang dan Jasa

Memasok barang/jasa sesuai permintaan KKKS.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

PERALIHAN
BPMIGAS SKK Migas

DALAM HAL MASIH TERDAPAT TULISAN BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA


HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS) DALAM PRESENTASI BAHAN
PELATIHAN INI, SEBAGAIMANA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 95 TAHUN
2012 DAN PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
NOMOR 3135 K/08/MEM/2012 SERTA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 9
TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN KEGIATAN USAHA
HULU MINYAK DAN GAS BUMI, MAKA PENGERTIAN DARI TULISAN BPMIGAS
TERSEBUT ADALAH SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA
HULU MINYAK DAN GAS BUMI (SKKMIGAS).

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

Pengelolaan Rantai Suplai Kegiatan


Usaha Hulu Migas (PTK-007)
Kebijakan Pemerintah
(Agenda Nasional),
antara lain:
Pendayagunaan
Barang/Jasa Produksi
Dalam Negeri

Kepentingan Dunia
Usaha Pendukung
Kegiatan Usaha Hulu
Migas

Kepentingan Usaha
Kegiatan Usaha Hulu
Migas

Pedoman Pengelolaan
Rantai Suplai
Kontraktor Kontrak
Kerja Sama (PTK-007)

Kepentingan
Pemerintah Daerah
serta Sektor
Pendukung dan
Stakeholders lainnya

PTK-007 Revisi II (2011) :

Memberi peluang lebih luas bagi peningkatan kemampuan kapasitas nasional.


PRIVATE AND CONFIDENTIAL

10

Kebijakan Umum Pengadaan barang/Jasa


Di Kegiatan Usaha Hulu Migas
Melaksanakan pengadaan Barang/Jasa di dalam wilayah negara Republik
Indonesia sesuai ketentuan perundangan yang berlaku di negara Republik
Indonesia.
Memaksimalkan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta
mengusahakan pelaksanaan pekerjaan dilakukan di dalam wilayah negara
Republik Indonesia.
Memperoleh barang/jasa yang dibutuhkan secara efektif dan efisien.
Menciptakan iklim persaingan yang sehat, tertib dan terkendali, dengan cara
meningkatkan transaparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.

Adanya Preferensi terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

11

Kebijakan Terhadap Barang Operasi


Perminyakan (BOP) Impor
Barang/ peralatan, jasa, teknologi, serta kemampuan rekayasa
dan rancang bangun dimaksud dapat diimpor selama belum
diproduksi di dalam negeri dan selama barang/ peralatan,
jasa, teknologi, serta kemampuan rekayasa dan rancang
bangun yang akan diimpor memenuhi persyaratan
standar/mutu, efisiensi biaya operasi, jaminan waktu
penyerahan dan dapat memberikan jaminan pelayanan purna
jual. KKKS sebagai pelaku importasi, eksportasi, dan pindah
lokasi/ alih tanggung jawab wajib mematuhi seluruh peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

12

Kegiatan Kepabeanan Usaha Hulu


Migas

KKKS

kemakmuran dan
kesejahteraan
rakyat Indonesia

SKK
Migas
PEMANGKU
KEPENTINGAN

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

13

Incoterm

Incoterms
are an internationally recognized standard and are used worldwide in international and
domestic contracts for the sale of goods(ICC)
Adalah standar internasional yang diakui dan digunakan di seluruh dunia dalam kontrak

internasional dan domestik untuk penjualan barang

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

14

Incoterm
Group E
(Keberangkatan)

Group F (Biaya Pengangkutan tidak ditanggung Penjual)

E/F

EXW
Exworks
(nama tempat)

FCA
Free Carrier
(nama tempat)

FAS
Free Alongside Ship
(nama pelabuhan
pengiriman)

FOB
Free On Board
(nama pelabuhan
pengiriman)

Jasa

Tanggung jawab &


Pembiayaan

Tanggung jawab &


Pembiayaan

Tanggung jawab &


Pembiayaan

Tanggung jawab &


Pembiayaan

Gudang Penyimpanan pada


tempat asal

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Tenaga Kerja pada Gudang


Penyimpanan

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Pengepakan ekspor pada


tempat asal

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Pemuatan di tempat asal

Pembeli

Penjual

Penjual

Penjual

Transportasi Darat (sebelum


pemuatan)

Pembeli

Pembeli

Penjual

Penjual

Penerimaan pada
pelabuhan asal/pemuatan

Pembeli

Pembeli

Penjual

Penjual

Biaya forwarder

Pembeli

Pembeli

Penjual

Penjual

Pemuatan pada
angkutan/transportasi laut

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Penjual

Transportasi Darat/Laut

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Biaya pada pelabuhan


kedatangan

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Bea masuk dan Pajak


Dalam Rangka Impor

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Biaya pengiriman pada


tempat tujuan

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Pembeli

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

15

Incoterm
Group C (Biaya Pengangkutan dibayar oleh Penjual)
CFR
Cost & Freight
(nama pelabuhan
tujuan)

CIF
Cost Insurance Freight
(nama pelabuhan
tujuan)

CPT
Carriage Paid To
(nama pelabuhan
tujuan)

CIP
Carriage Insurance
Paid to
(nama pelabuhan
tujuan)

Tanggung jawab &


Pembiayaan

Tanggung jawab &


Pembiayaan

Tanggung jawab &


Pembiayaan

Tanggung jawab &


Pembiayaan

Gudang Penyimpanan
pada tempat asal

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Tenaga Kerja pada


Gudang Penyimpanan

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Pengepakan ekspor pada


tempat asal

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Pemuatan di tempat asal

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Transportasi Darat
(sebelum pemuatan)

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Penerimaan pada
pelabuhan asal/pemuatan

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Biaya forwarder

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Pemuatan pada
angkutan/transportasi laut

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Transportasi Darat/Laut

Penjual

Penjual

Penjual

Penjual

Biaya pada pelabuhan


kedatangan

Pembeli

Pembeli

Penjual

Penjual

Bea masuk dan Pajak


Dalam Rangka Impor

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Pembeli

Jasa

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

16

Definisi

Kepabeanan

Segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan


atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah
pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar.

Daerah Pabean

Wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat ,


perairan dan ruang udara diatasnya serta tempat-tempat
tertentu di Zona Ekonomi Ekslusif dan landas kontinen
yang didalamnya berlaku Undang-Undang Kepabeanan

Tempat Penimbunan Sementara

Bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang


disamakan di kawasan pabean untuk menimbun barang
sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

17

Definisi

Kawasan Berikat

Adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun


barang Impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain
dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan, yang
hasilnya terutama untuk diekspor.

Gudang Berikat

Adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas


tertentu yang didalamnya dilakukan kegiatan usaha
penimbunan, pengemasan, penyortiran, pengepakan,
pemberian merk/label, pemotongan, atau kegiatan lain
dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barangbarang asal Impor untuk tujuan dimasukan ke Daerah
Pabean Indonesia lainnya, Kawasan Berikat, atau diekspor
tanpa adanya pengolahan.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

18

Definisi

Kawasan Pabean

Kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut,


bandar udara, atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu
lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah
pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Impor

Adalah kegiatan memasukan barang ke dalam Daerah


Pabean.

Ekspor

Adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

19

Definisi

Bea Masuk

Adalah pungutan negara berdasarkan Undang-Undang yang


dikenakan terhadap barang yang diimpor.

Pajak Dalam rangka Impor

Adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas


Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal
22 Impor.

BOP (Barang Operasi Perminyakan)

Barang Operasi adalah semua barang dan peralatan yang


secara langsung dipergunakan untuk operasi Kegiatan Usaha
Hulu termasuk kegiatan pengolahan lapangan,
pengangkutan, penyimpanan dan penjualan hasil produksi
sendiri yang tidak ditujukan untuk memperoleh keuntungan
dan/atau laba antara lain kegiatan LNG dan/atau LPG sebagai
kelanjutan dari Kegiatan Usaha Hulu

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

20

Sub Dinas Kepabeanan


Landasan Hukum
Tata Kelola Kepabeanan Kegiatan
Usaha Hulu Migas

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

21

Landasan Hukum
Undang-Undang & Peraturan Pemerintah

UU Nomor 17 Tahun 2006

Tentang Kepabeanan

UU Nomor 12 Tahun 2011

Tentang Pembentukan
Peraturan PerundangUndangan

Peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga


yang dibentuk berdasarkan UU, memiliki
kekuatan hukum mengikat (Pasal 8)

Peraturan Pemerintah Nomor


79 Tahun 2010

Tentang Biaya Operasi Yang


Dapat Dikembalikan Dan
Perlakuan Pajak Penghasilan
Di Bidang Usaha Hulu Migas;

Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam


Rangka Impor tercakup dalam Pasal 25
Ayat 10:

Peraturan Presiden Republik


Indonesia
Nomor 95 Tahun 2012

Pengalihan pelaksanaan tugas


dan fungsi Kegiatan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi

Pengalihan BPMIGAS menjadi SKK Migas

Keputusan Menteri Energi


dan Sumber Daya Mineral
Nomor :
3135 K/08/MEM/2012

Pengalihan Tugas, Fungsi dan


Organisasi dalam
pelaksanaan Kegiatan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi

Pelaksanaan Peran SKK Migas

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

22

Landasan Hukum
Undang-Undang & Peraturan Pemerintah

Keputusan Menteri Energi


dan Sumber Daya Mineral
Nomor:
3136 K/73/MEM/2012

Pengalihan terhadap
Pelaksanaan fungsi BPMIGAS

Ketetapan terhadap fungsi SKK Migas

Satuan Kerja Sementara


Pelaksana Kegiatan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi
Nomor :
0791/SKO0000/2012/S0

Tata Kerja dan Organisasi


SKK Migas

Penggunaan seluruh Kebijakan, Keputusan,


peraturan serta ketentuan yang digunakan
oleh SKK Migas

Peraturan Presiden Republik


Indonesia
Nomor 9 Tahun 2013

Penyelenggara pengelolaan
kegiatan usaha Hulu Minyak
dan Gas Bumi

Ketetapan Atas Satuan Kerja Khusus


Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak
dan Gas Bumi

Peraturan Menteri ESDM


Nomor 09 Tahun 2013

Organisasi dan Tata Kerja


Satuan Kerja Khusus
Pelaksana Kegiatan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi

Penetapan organisasi SKK Migas

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

23

Landasan Hukum
Kontrak Kerja Sama
Kontrak bagi hasil atau bentuk kontrak kerja sama lain dalam kegiatan
Eksplorasi dan Eksploitasi yang lebih menguntungkan Negara dan
hasilnya dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

24

Landasan Hukum
Kementerian Perdagangan
1

Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor
59/MDAG/PER/9/2012
Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor
08/MDAG/PER/2/2009

Angka Pengenal
Importir

Dengan diterbitkannya peraturan baru mengenai API,


maka dokumen perijinan kepabeanan seperti API, IP
Besi/Baja, NIK, NPIK juga perlu dilakukan penyesuaian

IP Besi Baja

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

25

Landasan Hukum

Kementerian Perdagangan

Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor
23/MDAG/PER/9/2011
Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor
07/MDAG/PER/3/2008
Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor
58/MDAG/PER/12/2010

IP B2

NPIK

Impor Barang
Modal Bukan
Baru

Ijin Impor Barang Modal Bukan Baru hanya berlaku 2


tahun (sesuai dengan berlakunya peraturan tsb) dan
dapat diperpanjang 2 (dua) kali.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

26

Landasan Hukum

Kementerian ESDM

Peraturan
Menteri ESDM
No. 037
Tahun 2006

Peraturan
Menteri ESDM
No. 036
Tahun 2008

TentangTatacara Pengajuan Rencana


Impor Dan
Penyelesaian Barang Yang
Dipergunakan Untuk Operasi
Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas
Bumi

Pasal 12 : Dalam hal terdapat impor


Barang Operasi tanpa menggunakan
RIB maka terhadap importir atau
penyedia barang (vendor) yang terikat
dengan kontrak/Purchase Order (PO)
harus menanggung segala biaya yang
dikeluarkan dan tidak dapat
dibebankan dalam biaya operasi (cost
recovery).

Tentang Pengusahaan Gas Metana


Batubara

Pasal 3 : Pengusahaan Gas Metana


Batubara tunduk dan berlaku ketentuan
peraturan perundang-undangan yang
berlaku di bidang Kegiatan Usaha
Minyak dan Gas Bumi

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

27

Landasan Hukum
Kementerian Keuangan
1

Peraturan Menteri
Keuangan
No.20/PMK.04/2005

Tentang Pembebasan Bea Masuk Dan Pajak Dalam Rangka Impor


Tidakdipungut Atas Impor Barang Berdasarkan Kontrak Bagi Hasil
(Production Sharing Contract) Minyak Dan Gas Bumi

Peraturan Menteri
Keuangan
No.177/PMK.11/2007

Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Barang Untuk Kegiatan


Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi Serta Panas Bumi.

Peraturan Menteri
Keuangan No.
154/PMK.03/2010

Tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Sehubungan Dengan


Pembayaran Atas Penyerahan Barang Dan Kegiatan Di Bidang Impor Atau
Kegiatan Usaha Di Bidang Lain.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

28

Landasan Hukum

Kementerian keuangan

Peraturan Menteri
Keuangan No.
27/PMK.011/2012

Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor


231/Kmk.03/2001 Tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai Dan
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Impor Barang Kena Pajak
Yang DibebaSKan Dari Pungutan Bea Masuk

Peraturan Menteri
Keuangan No.
63/PMK.04/2011

Tentang Registrasi Kepabeanan

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

29

Sub Dinas Kepabeanan


Landasan Hukum
Tata Kelola Kepabeanan Kegiatan
Usaha Hulu Migas

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

30

Tata Kelola Kepabeanan Kegiatan


Usaha Hulu Migas
Dokumen Importir
Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan
Impor Sementara

Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab


Ekspor Barang Operasi Perminyakan

Kawasan Berikat dan Gudang Berikat


Pengawasan dan Pelaporan
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

31

Dokumen Importir
Dokumen Importir

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan


Impor Sementara
Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab
Ekspor Barang Operasi Perminyakan
Kawasan Berikat dan Gudang Berikat
Pengawasan dan Pelaporan

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

32

Dokumen Importir
Sebelum melaksanakan kegiatan
impor/ekspor KKKS/Importir wajib memiliki
Angka Pengenal Importir
Produsen (API-P)
Nomor Identitas Kepabeanan
(NIK)
Nomor Pengenal Importir Khusus
(NPIK)
Pengakuan sebagai IP Besi atau
Baja dan IP B2

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

33

Dokumen Importir
Angka Pengenal Importir (API)
Merupakan tanda pengenal sebagai importir yang diberikan oleh
Kementerian Perdagangan yang harus dimiliki oleh Importir/KKKS
yang melakukan kegiatan Impor

Angka Pengenal Importir-Produsen (API)


Hanya diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang
untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku,
bahan penolong, dan/atau bahan untuk mendukung proses produksi
, sebelum pengajuannya harus mendapatkan rekomendasi dari SKK

Migas.
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

34

Dokumen Importir

Peraturan Menteri Perdagangan


45/M-DAG/PER/9/2009

20/M-DAG/PER/7/2011

27/M-DAG/PER/5/2012

27/M-DAG/PER/5/2012
Pasal 2 : Impor hanya dapat
dilakukan oleh Importir
yang memiliki API

Pasal 22 Ayat 2: KKKS yang


akan mengajukan
permohonan untuk
memperoleh API-P wajib
mendapatkan rekomendasi
dari Badan Pelaksana

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

Pasal 37 : API dicabut antara lain


karena pembekuan sebanyak dua
kali, tidak melaksanakan kewajiban
pendaftaran ulang sesuai ketentuan,
menyampaikan informasi atau data
yang tidak benar

35

Dokumen Importir

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

36

Dokumen Importir
Nomor Identitas Kepabeanan (NIK)
Nomor identitas yang bersifat pribadi yang diberikan
oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kepada
Pengguna Jasa yang telah melakukan Registrasi
Kepabeanan untuk mengakses atau berhubungan

dengan

sistem

kepabeanan

yang

menggunakan

teknologi informasi maupun secara manual, sebelum

pengajuannya harus mendapatkan rekomendasi dari


SKK Migas.
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

37

Dokumen Importir

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

38

Dokumen Importir
ALUR PROSES REGISTRASI PADA SISTEM APLIKASI REGISTRASI KEPABEANAN
(REGISTRASI BARU/PERUBAHAN DATA)

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

39

Dokumen Importir

Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK)


tanda pengenal sebagai importir khusus yang harus dimiliki setiap
perusahaan yang melakukan perdagangan impor barang tertentu,
sebelum pengajuannya harus mendapatkan rekomendasi dari SKK
Migas.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

40

Dokumen Importir

Peraturan Menteri Keuangan


141/MPP/Kep/3/2002

07/M-DAG/PER/3/2008

Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK)


Pasal 1 Ayat 1 : Nomor Pengenal Importir
Khusus disingkat NPIK adalah tanda
pengenal sebagai importir khusus yang
harus dimiliki setiap perusahaan yang
melakukan perdagangan impor barang
tertentu.

Pasal 1 Ayat 2: NPIK hanya dapat


diberikan kepada perusahaan yang telah
memiliki Angka Pengenal Importir sesuai
dengan bidang usahanya.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

41

Dokumen Importir

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

42

Dokumen Importir
Importir Produsen Besi Baja (IP-Besi Baja)
Perusahaan produsen besi atau baja dan perusahaan produsen yang
menggunakan produk besi atau baja yang mendapat pengakuan
dari Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian
Perdagangan, dan disetujui untuk mengimpor sendiri produk besi
atau baja yang diperuntukkan semata-mata hanya untuk kebutuhan
produksinya sendiri, sebelum pengajuannya harus mendapatkan
rekomendasi dari SKK Migas.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

43

Dokumen Importir

Peraturan Menteri Perdagangan


08/M-DAG/PER/2/2009

21/M-DAG/PER/6/2009

Ketentuan Impor Besi atau Baja


Guna mendapatkan pengakuan sebagai IP Besi atau Baja, KKKS harus mengajukan
permohonan kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian
Perdagangan, dengan melampirkan:
Rekomendasi dari SKK Migas;
API yang berlaku bagi KKKS;
Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); dan
Pertimbangan teknis dari Direktur Jenderal pembina teknis yang membidangi
industri atau energi dan sumber daya mineral.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

44

Dokumen Importir

Inportir Produsen Bahan Berbahaya (IP-B2)


Importir produsen yang diakui oleh Direktur Jenderal Perdagangan
Luar

Negeri,

Kementerian

Perdagangan,

dan

disetujui

untuk

mengimpor sendiri bahan berbahaya yang diperuntukkan dalam


memenuhi

kebutuhan

bersangkutan,

proses

sebelum

produksi

pengajuannya

perusahaan
harus

yang

mendapatkan

rekomendasi dari SKK Migas.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

45

Dokumen Importir

Peraturan Menteri Perdagangan


44/M-DAG/PER/9/2009

23/M-DAG/PER/9/2011

Pengadaan, Distribusi, dan Pengawasan Bahan Berbahaya


Guna mendapatkan pengakuan sebagai IP Bahan Berbahaya, KKKS harus mengajukan
permohonan kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian
Perdagangan, dengan melampirkan:
Rekomendasi dari SKK Migas;
API yang berlaku bagi KKKS;
Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); dan
Pertimbangan teknis dari Direktur Jenderal pembina teknis yang membidangi industri
atau energi dan sumber daya mineral.
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

46

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan


Dokumen Importir
Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan
Impor Sementara

Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab


Ekspor Barang Operasi Perminyakan

Kawasan Berikat dan Gudang Berikat


Pengawasan dan Pelaporan
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

47

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

48

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

Undang-Undang
22 TAHUN 2001
TENTANG

MINYAK DAN GAS BUMI


BAB IV
PENERIMAAN NEGARA
PASAL 31

Badan usaha atau Bentuk Usaha Tetap yang melaksanakan


Kegiatan Usaha Hulu sebagaimana dimaksud dalam Pasal
11 ayat (1) wajib membayar penerimaan negara yang
berupa pajak dan penerimaan Nagara Bukan Pajak
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

49

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

Peraturan Menteri ESDM


037 TAHUN 2006

TENTANG
TATA CARA PENGAJUAN RENCANA IMPOR DAN
PENYELESAIAN BARANG YANG DIPERGUNAKAN UNTUK
OPERASI KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS
BUMI

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

50

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

Permen 037 Tahun 2006, Pasal 1, Butir 2:

Barang Operasi adalah semua barang dan peralatan yang secara langsung
dipergunakan untuk operasi Kegiatan Usaha Hulu termasuk kegiatan pengolahan
lapangan, pengangkutan, penyimpanan dan penjualan hasil produksi sendiri yang
tidak ditujukan untuk memperoleh keuntungan dan/atau laba antara lain kegiatan
LNG dan/atau LPG sebagai kelanjutan dari Kegiatan Usaha Hulu yang dilakukan
Kontraktor yang bekerjasama dengan Badan Pelaksana.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

51

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

Permen 037 Tahun 2006, Pasal 2:


1. Barang Operasi diperoleh dari hasil produksi dalam negeri dan/atau
melalui impor.
2. Barang Operasi yang diperoleh dari hasil produksi dalam negeri
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Didasarkan pada ADP dan
Daftar Inventarisasi Barang dengan cara pembelian dan/atau
penyewaan.
3. Barang Operasi yang diperoleh melalui impor sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) merupakan Barang Operasi yang diimpor
dengan cara pembelian dan/atau penyewaan.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

52

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

Permen 037 Tahun 2006, Pasal 3:

Kontraktor/PT Pertamina (Persero) yang melakukan impor Barang Operasi


sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (3) WAJIB menggunakan RIB untuk
pembebasan atau pembayaran Bea Masuk dan/atau Pajak Dalam Rangka Impor
Tidak Dipungut.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

53

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

Permen 037 Tahun 2006, Pasal 12:


Ayat 1 :
Dalam hal terdapat impor Barang Operasi yang telah tercantum dalam ADP
tanpa menggunakan RIB maka terhadap importir atau penyedia barang
(vendor) yang terikat dengan kontrak/Purchase Order (PO) harus
menanggung segala biaya yang dikeluarkan dan tidak dapat dibebankan
dalam biaya operasi (cost recovery).

Ayat 2 :
Dalam hal terdapat impor Barang Operasi tanpa menggunakan RIB maka
terhadap importir atau penyedia barang (vendor) yang terikat dengan
kontrak/Purchase Order (PO) harus menanggung segala biaya yang
dikeluarkan dan tidak dapat dibebankan dalam biaya operasi (cost recovery).

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

54

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

Masterlist/RKBI
(Rencana Kebutuhan Barang Impor)

Adalah dokumen rencana induk kebutuhan Barang Operasi yang akan


diimpor dan akan digunakan yang disusun oleh Kontraktor/SKK Migas untuk
suatu kegiatan operasi dalam lingkup Kegiatan Usaha Hulu sebagai dasar
pengajuan impor Barang Operasi

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

55

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

RIB
(Rencana Impor Barang)

Rencana Kebutuhan Barang Impor (RKBI) yang telah ditandasahkan


Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dengan mencantumkan
pos tarif (kode Harmonized System).

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

56

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

57

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

58

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan

KKKS mengajukan permohonan rekomendasi RKBI kepada DJMIGAS melalui SKK Migas.
SKK Migas melakukan verifikasi dokumen, terutama terhadap WP&B atau AFE yang
diajukan sebagai dasar anggaran
SKK Migas mengeluarkan rekomendasi dalam waktu lima (5) hari kerja kepada KKKS
setelah dokumen diterima lengkap.
Kelengkapan dokumen yang dibutuhkan:
RKBI yang telah disiapkan;
Salinan WP&B dan/atau AFE yang telah disetujui SKK Migas;
Salinan kontrak pengadaan berikut daftar barang dan harga;
Proforma Invoice;
Salinan ARS Ijin P2 khusus untuk RKBI bahan peledak;
Berita acara pengadaan; dan
Surat pernyataan mengenai barang yang akan diimpor, apakah barang tersebut bukan merupakan finished product
untuk barang-barang Oil Country Tubular Goods (OCTG) atau konsinyasi/non- konsinyasi atau diekspor barang
sewa.
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

59

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan


PENGAJUAN RKBI KE DITJEN MIGAS
Kontraktor/PT Pertamina (Persero) menyusun Rencana Kebutuhan barang Impor
(RKBI) yang memuat nama Kontraktor Kontrak Kerja Sama/Kontrak Bagi Hasil, alamat,
NPWP, status Kontrak Kerja Sama/Kontrak Bagi Hasil, daerah operasi, nama
kegiatan/proyek, nomor dan tanggal pengajuan, deSKripsi barang, spesifikasi,
perkiraan jumlah dan harga, serta tujuan penggunaan Barang Operasi yang
bersangkutan.
Ditjen Migas akan mengeluarkan Surat Penandasahan RIB rangkap 3 (tiga), KKKS
diwajibkan untuk menandatangani ke 3 (tiga) lampiran tersebut, 1 (satu) asli dokumen
diberikan kepada KKKS sisanya dikembalikan kepada DJ MIGAS
Masa berlaku Rencana Impor Barang (RIB) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal
Minyak dan Gas Bumi adalah dua belas bulan.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

60

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan


FASILITAS IMPORTASI BOP (BARANG OPERASI PERMINYAKAN)

BM bebas
Kontrak sebelum UU
22/2001

20/PMK.010/2005
PDRI tidak
dipungut

BM Bebas

Importasi

177/2007

Migas
Kontrak sesudah UU
22/2001

PPN

(Eksplorasi)

PPh
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

27/2012

154/2010
61

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan


PENGAJUAN PEMBEBASAN BEA MASUK DAN PAJAK DALAM RANGKA IMPOR
KE DIRJEN BEA DAN CUKAI
RIB yang ditandasahkan oleh Ditjen Migas menjadi lampiran permohonan SKep
Pembebasan kepada Bea Cukai

Surat

Permohonan

ditandatangani

oleh

pegawai

yang

telah

memiliki

spesimen

tandatangan di Bea Cukai


Permohonan di tujukan kepada Direktur Fasilitas Kepabeanan dengan menyertakan

RIB yang telah disetujuai dan ditandasahkan oleh Dirjen Migas.


Salinan Kontrak kerja Sama (untuk pembebasan BM/PDRI yang pertama kalinya).
Ijin Pembelian dan Penggunaan/P2dari mabes POLRI (bahan peledak).
Masa berlaku Surat Keputusan (SKEP) Pembebasan Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam
Rangka Impor (PDRI) adalah selama satu tahun.
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

62

Impor Sementara
Dokumen Importir
Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan
Impor Sementara
Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab
Ekspor Barang Operasi Perminyakan
Kawasan Berikat dan Gudang Berikat
Pengawasan dan Pelaporan
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

63

Impor Sementara
IMPOR SEMENTARA
Merupakan pemasukan barang impor ke dalam Daerah Pabean yang benarbenar dimaksudkan untuk diekspor kembali dalam jangka waktu paling lama 3
(tiga) tahun.

Barang Impor Sementara adalah barang impor yang pemasukannya menggunakan


mekanisme Impor Sementara.
Diekspor Kembali adalah pengeluaran barang Impor Sementara dari Daerah Pabean
sesuai ketentuan kepabeanan di bidang ekspor.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

64

Impor Sementara
KKKS mengajukan surat permohonan pembebasan atau keringanan BM kepada DJBC
melalui Kepala Kantor Pabean dengan melampirkan:
Dokumen pendukung yang menerangkan bahwa barang tersebut akan diekspor

kembali.
Dokumen identitas pemohon seperti NPWP, surat ijin usaha dan API yang berlaku
bagi KKKS.
Barang Impor dapat disetujui untuk dikeluarkan menggunakan fasilitas Impor
sementara apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Tidak akan habis dipakai;
Identitas barang (contoh deskripsi, kuantitas barang) tersebut jelas;

Dalam jangka waktu Impor sementara tidak mengalami perubahan bentuk kecuali
aus karena penggunaan; dan
Dilengkapi dokumen pendukung bahwa barang tersebut akan dikeluarkan kembali

dari Daerah Pabean Indonesia (misalnya kontrak sewa).


PRIVATE AND CONFIDENTIAL

65

Impor Sementara
KKKS dapat mengajukan surat permohonan pembebasan atau keringanan Bea Masuk, yang
memuat:
Rincian jenis, jumlah, spesifikasi, identitas, dan perkiraan nilai pabean barang Impor
sementara;
Pelabuhan tempat pemasukan barang Impor sementara;
Tujuan penggunaan barang Impor sementara;
Lokasi penggunaan barang Impor sementara; dan
Jangka waktu Impor sementara.
KKKS yang mendapatkan keringanan BM terhadap barang Impor sementara wajib :

Membayar BM sebesar 2% (dua persen) untuk setiap bulan atau bagian dari bulan, dikalikan
jumlah bulan jangka waktu Impor sementara, dikalikan jumlah BM yang seharusnya dibayar
atas barang Impor sementara bersangkutan dan (formula)
Membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

Menyerahkan jaminan sebesar selisih antara BM yang seharusnya dibayar dengan yang telah
dibayar ditambah dengan Pajak Penghasilan Pasal 22.
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

66

Impor Sementara

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

67

Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab


Dokumen Importir

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan


Impor Sementara

Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab


Ekspor Barang Operasi Perminyakan
Kawasan Berikat dan Gudang Berikat

Pengawasan dan Pelaporan


PRIVATE AND CONFIDENTIAL

68

Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab


PINDAH LOKASI DAN ALIH TANGGUNG JAWAB
Dasar Hukum
Peraturan Menteri ESDM No. 037 Tahun 2006 Pasal 15 ayat 1

Kontraktor/PT Pertamina (Persero) dapat melakukan pemindahan lokasi dan/atau


pengalihan tanggung jawab antar Kontraktor/PT Pertamina atas Barang Operasi yang
disewa setelah mendapat persetujuan SKK Migas.
Pindah Lokasi/ Alih Tanggung jawab dapat dilakukan oleh KKKS pengguna selanjutnya
sebelumnya Kontrak antara KKKS sebelumnya dengan penyedia barang/jasa belum
berakhir.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

69

Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab


Rangkaian Proses Alih Tanggung Jawab
Verifikasi Dokumen
Salinan kontrak atau LOI antara
KKKS dan Penyedia Barang/Jasa
atau para KKKS dengan Penyedia
Barang/Jasa dalam hal kontrak
bersama;

Memorandum of
Understanding
(MOU) KKKS
tentang pengalihan
tanggung jawab;

PIB berikut
dokumen
pelengkap
kepabeanan.

Surat keterangan/ berita


acara serah terima BOP
Sewa dari KKKS
pengguna kepada
Penyedia Barang/Jasa.

Realisasi pindah lokasi/alih tanggung jawab dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani
oleh KKKS yang bersangkutan.

Pencatatan dan pengadministrasian BOP Sewa tersebut untuk kepentingan audit kepabeanan.
Apabila dianggap perlu, BPMIGAS dapat melaksanakan pemeriksaan dokumen Kepabeanan dan
pemeriksaan fisik BOP Sewa terlebih dahulu sebelum alih tanggung jawab dilakukan.
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

70

Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab


KKKS

SKK Migas

Permohonan dari KKKS


Dokumen pendukung

KPBC

SKK Migas
-Verifikasi dokumen
-Pemeriksaan fisik BOP

Tidak Disetujui

Persetujuan

Pelaksanaan Pindah Lokasi

Disetujui

Pemberitahuan
kepada KPBC
setempat
Dokumen Pendukung
LOI
MOU

PIB dan dukumen kepabeanan lainnya


Berita acara serah terima

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

71

Ekspor Barang Operasi Perminyakan


Dokumen Importir

Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan


Impor Sementara

Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab


Ekspor Barang Operasi Perminyakan
Kawasan Berikat dan Gudang Berikat

Pengawasan dan Pelaporan


PRIVATE AND CONFIDENTIAL

72

Ekspor Barang Operasi Perminyakan

Permen 037 Tahun 2006, Pasal 14:

Ayat 4 :
Terhadap Kontraktor/PT Pertamina (Persero) atau pihak lain yang berkontrak dengan
Kontraktor/PT Pertamina (Persero) tidak melaksanakan ekspor atas Barang Operasi yang
disewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikenakan sanksi berupa teguran tertulis
dan/atau denda sebesar Bea Masuk dan/atau Pajak Dalam Rangka Impor Tidak Dipungut.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

73

Ekspor Barang Operasi Perminyakan


EKSPOR BARANG OPERASI PERMINYAKAN
Ekspor BOP

BOP Bukan Sewa : exchange, repair,dan overhaul.


BOP Sewa
Landasan Hukum (Ekspor BOP Sewa)

Peraturan Menteri ESDM No. 037 Tahun 2006 Pasal 14 Ayat 3


Dalam hal Barang Operasi yang disewa telah selesai masa penggunaan atau masa

kontrak maka masa pembebasan Bea Masuk dan/atau Pajak Dalam Rangka Impor

Tidak Dipungut berakhir, dan Kontraktor/PT Pertamina (Persero) dan/atau pihak lain
yang berkontrak dengan Kontraktor/ PT Pertamina (Persero)

wajib segera

melaksanakan ekspor atas Barang Operasi yang disewa

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

74

Ekspor Barang Operasi Perminyakan

Verifikasi dokumen di SKK Migas


Salinan Kontrak (barang konsinyasi)
PIB
BL/AWB
Invoice
Packing List
Konsekuensi tidak dilaksanakannya re- ekspor atas barang sewa:
Peraturan Menteri ESDM No. 037 Tahun 2006 Pasal 14 ayat 4
Terhadap Kontraktor/PT Pertamina (Persero) atau pihak lain yang

berkontrak dengan Kontraktor/PT Pertamina (Persero) tidak


melaksanakan ekspor atas Barang Operasi yang disewa sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) dikenakan sanksi berupa teguran tertulis
dan/atau denda sebesar Bea Masuk dan/atau Pajak Dalam Rangka
impor Tidak Dipungut.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

75

Ekspor Barang Operasi Perminyakan

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

76

Kawasan Berikat dan Gudang Berikat


Dokumen Importir
Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan
Impor Sementara
Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab
Ekspor Barang Operasi Perminyakan
Kawasan Berikat dan Gudang Berikat
Pengawasan dan Pelaporan
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

77

Kawasan Berikat dan Gudang Berikat


KAWASAN BERIKAT DAN GUDANG BERIKAT
Kawasan Berikat (KB) adalah suatu bangunan, tempat
atau kawasan dengan batas- batas tertentu yang di
dalamnya dilakukan kegiatan usaha industri
pengolahan barang dan bahan, kegiatan rancang
bangun, perekayasaan, penyortiran, pemeriksaan
awal, pemeriksaan akhir, dan pengepakan atas barang
dan bahan asal impor atau barang dan bahan dari
dalam Daerah Pabean Indonesia Lainnya, yang
hasilnya terutama untuk tujuan ekspor.

Gudang Berikat (GB) adalah tempat penimbunan


berikat untuk menimbun barang impor, dapat disertai 1
(satu) atau lebih kegiatan berupa
pengemasan/pengemasan kembali, penyortiran,
penggabungan (kitting), pengepakan, penyetelan,
pemotongan atas barang-barang tertentu dalam jangka
waktu tertentu untuk dikeluarkan kembali
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

78

Pengawasan dan Pelaporan


Dokumen Importir
Fasilitas Impor Barang Operasi Perminyakan
Impor Sementara
Pindah Lokasi dan Alih Tanggung Jawab
Ekspor Barang Operasi Perminyakan
Kawasan Berikat dan Gudang Berikat
Pengawasan dan Pelaporan
PRIVATE AND CONFIDENTIAL

79

Pengawasan dan Pelaporan

PENGAWASAN DAN PELAPORAN


KKKS wajib menyampaikan laporan realisasi Impor dan Ekspor yang telah
dilaksanakan pada bulan sebelumnya kepada SKK Migas setiap awal bulan
berikutnya (paling lambat tanggal 10) sesuai dengan format pelaporan
sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Kerja 007 Buku Keempat tentang
Pedoman Pengelolaan Kepabeanan (Lampiran L.6, L.7, dan L.8).
KKKS wajib menyampaikan laporan terkait kegiatan Kepabeanan dalam rangka
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi kepada Kementerian/Instansi
terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

80

Pengawasan dan Pelaporan

SKK Migas dapat memberikan peringatan tertulis kepada Pimpinan Tertinggi


KKKS apabila KKKS yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran
terhadap pedoman, ketentuan dan peraturan perundang-undangan berdasarkan
bukti-bukti yang ada dari hasil temuan SKK Migas dan lembaga
pengawasan/pemeriksaan eksternal secara terus-menerus selama 3 (tiga)
tahun, serta kerugian yang timbul akibat pelanggaran dimaksud tidak dapat
dibebankan kepada biaya operasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama (Cost
Recovery).

PRIVATE AND CONFIDENTIAL

81

SATUAN KERJA KHUSUS


PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
(SKK Migas)

KANTOR PUSAT
Wisma Mulia Lantai LG, 21, 22, 23, 27, 28, 29, 30, 31, 33, 35, 36, 37, 38, 39, 40
Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 42, Jakarta 12710, INDONESIA

PO BOX 4775
Telepon : +62 21 2924 1607
Faksimile : +62 21 2924 9999