Anda di halaman 1dari 20

SOAL :

1. Hal-hal berikut merupakan ciri sistem koloid, kecuali.

Tidak dapat disaring

Stabil (tidak memisah)

Terdiri atas dua fase

Homogen

Partikel berdimensi antara 1 nm-100 nm.


Jawaban: D. Homogen
Pembahasan: Sistem koloid secara makroskopis bersifat homogen, tetapi
heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra.
Dispersi zat cair dalam gas disebut.

A. Sol

B. Emulsi

C. Buih
D. Aerosol cair

E. Suspensi

Jawaban: D. Aerosol cair

Pembahasan: Aerosol cair yaitu salah satu sistem dispersi yang terbentuk dari zat
terdispersi cair dalam pendispersi gas.

3. Buih dalam sistem dispersi terjadi pada keadaan.

Zat padat terdispersi dalam zat cair

Zat cair terdispersi dalam gas

Gas terdispersi dalam zat cair

Gas terdispersi dalam zat padat

Zat cair terdispersi dalam zat cair Jawaban: C


Pembahasan: Buih yaitu salah satu sistem dispersi yang terbentuk dari zat
terdispersi gas dalam pendispersi cair.
Sistem berikut tergolong dalam emulsi, adalah.

A. Santan

D. Cat

B. Air gula

E. Tinta

C. Krim koocok

Jawaban: A. Santan

Pembahasan: Emulsi yaitu salah satu sistem dispersi yang terbentuk dari zat
terdispersi cair dalam pendispersi cair, salah satu contohnya adalah santan

5. Penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid disebut

A.
Gerak Brown
D.
Elektruforesis
B.
Efek Tyndall
E.
Osmosis

C. Koagulasi

Jawaban: B. Efek Tyndall

Pembahasan: Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh larutan koloid,


peristiwa di mana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid
dapat menghamburkan sinar ke segala jurusan.
Berdasarkan sifat kelarutan zat terdispersi dalam zat pendispersinya maka sistem
koloid yang terjadi dari agar-agar dengan air yang telah dimasak dan
didinginkan, tergolong sebagai.

A.
gel
C. liofob
E. emulsi padat
B.
sol
D. hydrosol

Jawaban: A. Gel

Pembahasan: Agar-agar adalah salah


satu sistem koloid yang berdasarkan

jenis wujud zat terdispersi cair dan pendispersinya padat dapat

digolongkan sebagai gel.

Gerak brown terjadi karena.

Gaya gravitasi

Tolak-menolak antara partikel koloid yang bermuatan sama

Tarik-menarik antara partikel koloid yang berbeda muatan

Tumbukan antar partikel koloid

Tumbukan molekul medium dengan partikel koloid

Jawaban: E. Tumbukan molekul medium dengan partikel koloid

Pembahasan: Gerak Brown adalah gerak partikel koloid dalam medium


pendispersi secara terus menerus, karena adanya tumbukan antara partikel zat
terdispersi dan zat pendispersi.
Peristiwa koagulasi dapat di temukan pada peristiwa

Pembuatan agar-agar

Terjadinya berkas sinar

Pembuatan cat

Pembusukan air susu

Terjadinya delta dimuara sungai

Jawaban: E. Terjadinya delta di muara sungai

Pembahasan: Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk


endapan
Dibandingkan terhadap sol liofil maka sol liofob

Mempunyai muatan yang kecil atau tidak bermuatan

Dapat bermigrasi ke anode, katode, atau tidak bermigrasi sama sekali

Memberi efek Tyndall yang kurang jelas

Lebih mudah dikoagulasikan

Bersifat reversible

Jawaban: D. Lebih mudah dikoagulasikan

Pembahasan: Salah satu sifat sol liofob yaitu mudah menggumpal dengan

penambahan elektrolit karena mempunyai muatan.

Suatu sistem koloid, partikelnya bersifat antara lain:

Memiliki diameter < 0,1 m

Cepat mengendap jika didiamkan

Dapat menyala jika ke dalamnya dialiri arus listrik

Dapat terlihat jelas dengan mikroskop ultra tetapi tidak tampak dengan mikroskop
biasa
Tidak dapat terpisah dengan penyaring biasa tetapi dapat terpisah

dengan penyaring ultra.

Jawaban: E. Tidak dapat terpisah dengan penyaring biasa tetapi dapat terpisah
dengan penyaring ultra
Pembahasan: Salah satu sifat system koloid adalah tidak dapat terpisah dengan
penyaring biasa tetapi dapat terpisah dengan penyaring ultra
11. Di antara zat berikut ini yang bukan merupakan sistem koloid ialah.

A.
Mentega
C. Air gula
E. Perunggu
B.
Kaca warna
D. Santan.

Jawaban: C. Air gula

Pembahasan: Air gula termasuk larutan sejati.

12. Jika bubuk agar-agar diberi air lalu dimasak, maka setelah dingin akan terjadi
sistem koloid yang berdasarkan jenis wujud zat terdispersi dan pendispersinya
dapat digolongkan sebagai.

A.
Gel
C. Sol
E. Suspensi
B.
emulsi padat
D. Hidrosol.

Jawaban: A. Gel

Pembahasan: Agar-agar
adalah salah satu sistem koloid yang berdasarkan

jenis wujud zat terdispersi cair dan pendispersinya padat dapat

digolongkan sebagai gel.

13. Contoh emulsi padat antara lain adalah

A.
asap dari knalpot bis
C. debu
E. karbon aktif atau norit
B.
keju dan mutiara
D. tinta dan cat.
Jawaban: B. Keju dan mutiara

Pembahasan: Keju dan mutiara merupakan sistem koloid emulsi padat

Nama sistem koloid yang terjadi dari fase terdispersi gas dengan fase pendispersi
cair adalah.
A.
buih atau busa
C. asap
E. aerosol.
B.
awan dan kabut
D. emulsi

Jawaban: A. Buih atau busa

Pembahasan: buih atau busa terjadi dari fase terdispersi gas dengan fase

pendispersi cair

15. Nama sistem koloid yang terjadi dari fase terdispersi padat dengan fase

pendispersi padat adalah.

A.
buih atau busa
C. Sol padat
E. aerosol.
B.
awan dan kabut
D. emulsi

Jawaban: C. Sol padat


Pembahasan: sol padat terjadi dari fase terdispersi padat dengan fase

pendispersi padat

Nama sistem koloid yang terjadi dari fase terdispersi padat dengan fase
pendispersi cair adalah.

A.
buih atau busa
C. Emulsi padat
E. aerosol.

B.
Sol
D. emulsi

Jawaban: C. Sol

Pembahasan: sol padat terjadi dari fase terdispersi padat dengan fase

pendispersi cair

17. Nama sistem koloid yang terjadi dari fase terdispersi padat dengan fase

pendispersi gas adalah.

A.
buih atau busa
C. Emulsi padat
E. aerosol
padat

B.
Sol
D. emulsi

Jawaban: E. Aerosol padat

Pembahasan: Aerosol padat terjadi dari fase terdispersi padat dengan fase
pendispersi gas
Nama sistem koloid yang terjadi dari fase terdispersi cair dengan fase pendispersi
cair adalah.

A.
buih atau busa
C. Emulsi
E. aerosol.
B.
Sol
D. aerosol padat

Jawaban: C. Emulsi

Pembahasan: emulsi terjadi dari fase terdispersi cair dengan fase pendispersi

cair

19. Nama sistem koloid yang terjadi dari fase terdispersi cair dengan fase

pendispersi padat adalah.

A.
buih atau busa
C. Emulsi

E. aerosol.
B.
Sol
D. Gel

Jawaban: D. Gel

Pembahasan: Gel terjadi dari fase terdispersi cair dengan fase pendispersi padat
Nama sistem koloid yang terjadi dari fase terdispersi cair dengan fase pendispersi
gas adalah.

A.
buih atau busa
C. Emulsi padat
E. aerosol cair
B.
Sol
D. emulsi

Jawaban: E. Aerosol cair

Pembahasan: aerosol cair terjadi dari fase terdispersi cair dengan fase

pendispersi gas

21. Nama sistem koloid yang terjadi dari fase terdispersi gas dengan fase

pendispersi padat adalah.

A.
busa padat
C. Emulsi padat
E. aerosol.
B.
Sol
D. emulsi

Jawaban: A. busa padat

Pembahasan: busa padat terjadi dari fase terdispersi gas dengan fase pendispersi
padat

Alum yaitu Al2(SO4)3.18H2O, di dalam air akan terhidrolisis membentuk sistem


koloid yang dapat mengadsorpsi partikel halus atau ion-ion di sekitarnya,
sehingga.
A. Partikel koloid akan bermuatan positif karena cenderung mengikat

ion OH

Partikel koloid akan bermuatan positif karena cenderung mengikat ion H+

Partikel koloid akan bermuatan negatif karena cenderung mengikat ion OHPartikel koloid akan bermuatan negatif karena cenderung mengikat ion H+

Partikel koloid akan tidak bermuatan karena cenderung mengikat molekul air.

Jawaban: A.

Pembahasan:
Al2(SO4)3.18H2O, di dalam air akan terhidrolisis
membentuk sistem koloid yang dapat mengadsorpsi partikel halus atau ion-ion di
3+

sekitarnya, sehingga partikel koloid akan bermuatan positif (Al ) cenderung


-

mengikat ion OH

2+

perak dari reaksi Ag dan Fe menjadi Ag dan Fe


sistem koloid.

3+

merupakan cara pembuatan

A.
Dispersi
D. kondensasi, redoks
B.
Dispersi, kimia
E. kondensasi, fisika.

kondensasi, hidrolisis Jawaban: D. kondensasi, redoks.

2+

Pembahasan: Pembuatan sol perak dari reaksi Ag dan Fe menjadi Ag dan Fe


merupakan cara pembuatan sistem koloid kondensasi redoks. Hal ini dapat

3+

diketahui dari perubahan bilangan oksidasi yang terjadi pada Ag dan


2+

Fe menjadi Ag dan Fe

3+

24.Contoh pembuatan sistem koloid secara dispersi-peptisasi antara lain ialah.

proses pencernaan makanan dengan enzim

pembuatan sol belerang

pembuatan sol logam

pembuatan sol perak

proses pembentukan delta sungai

Jawaban: A. proses pencernaan makanan dengan enzim

Pembahasan: dispersi-peptisasi adalah cara pembuatan koloid dengan


menggunakan zat kimia (zat elektrolit) untuk memecah partikel besar (kasar)
menjadi partikel koloid. Contoh, proses pencernaan makanan dengan enzim

25. Mutiara adalah sistem koloid A. padat dalam cair

B. cair dalam padat

C. gas dalam padat


D. cair dalam gas

E. gas dalam cair

Jawaban: B. Cair dalam padat


Pembahasan: Mutiara adalah sistem koloid cair dalam padat (emulsi padat)

26. Berikut ini yang termasuk koloid padat dalam gas adalah.

A. kabut

D. embun

B. asap

E. buih

C. batu apung

Jawaban: B. Asap
Pembahasan: Asap adalah sistem koloid padat dalam gas.

27. Sistem koloid berikut tergolong emulsi, kecuali.

A.
Santan
D. minyak ikan
B.
air susu
E. mayones
C.
alkohol 70%

Jawaban: C. Alkohol 70%

Pembahasan: Alkohol tidak termasuk emulsi

28. Penghamburan berkas sinar oleh system koloid disebut.

A. gerak brown

B. koagulasi C. osmosis
D. efektyndall

E.elektroforesis
Jawaban: D. Efek tyndall

Pembahasan: Efek tyndall adalah Peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel


koloid

Tinta merupakan sistem koloid yang fasa terdispersinya dan medium


pendispersinya adalah.
A. gas-padat
D.
cair-gas
B. cair-padat
E.
padat-gas
C. padat-cair

Jawaban: C. padat-cair

Pembahasan: Tinta merupakan sistem


koloid
yang fasa terdispersinya zat

padat dan medium pendispersinya zat cair

30. Sistem koloid yang dibuat dengan mendispersikan zat padat ke dalam cairan

adalah

A. aerosol

D. emulsi

B. buih

E. sol

C. gel

Jawaban: C. gel

Pembahasan: Sistem koloid yang dibuat dengan mendispersikan zat padat ke


dalam cairan adalah gel