Anda di halaman 1dari 17

KELOMPOK 1

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PERIKARDITIS

DISUSUN OLEH :
1. AMMARSAN
FAHCHORY MS
2. SUTRISNO

PERIKARDITIS

Perikarditis
adalah
peradangan
pericardium
parietal,
pericardium
visceral, atau keduanya. Perikarditis di
bagi atas perikarditis akut, subakut,
dan kronik. (Arif, 2009)

ETIOLOGI
Penyebab yang paling sering ialah
reuma, yang merupakan 55% dari
seluruh kasus. Perikarditis purulenta/
septic (28%) disebabkan oleh kuman
Staphylococcus aureus, Diplococcus
pneumoniae,
dan
Streptococcus
hemolyticus. Penyebab lainnya ialah
tuberculosis,
virus
Coxsackie,
rheumatoid, uremia, trauma dan
idiopatik.

MANIFESTASI KLINIS
Nyeri, batuk kering, demam, fatigue,
cemas, ulsus paradoksus, JVD, CRT turun,
gangguan status mental, kreatinin meningkat,
cardiac marker meningkat,kardiak marker
meningkat, ST segmen elevasi, PR depresi
kecuali segmen AVR. Tanda-tanda perikarditis
konstriktif menurut urutan, yaitu dispnea,
edema perifer, pembesaran perut, gangguan
abdominal, lelah, ortopnea, palpitasi, batuk,
nausea, dan paroxysmal nocturnal dyspnea.

PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK
1. Pemeriksaan
Elektrokardiografi
2. Pemeriksaan Radiologis
3. Pemeriksaan Laboratorium

KOMPLIKASI
1.
2.
3.
4.

Tamponade jantung
Perikarditiskonstriktif
Aritmi jantung
Nyeri dada berulangulang

PATOFISIOLOGI
Proses inflamasi dan akibat sekunder dari fenomena
infeksi pada perikarditis akan memberikan respons
sebagai berikut:
1. Terjadinya vasodilatasi dengan peningkatan
akumulasi cairan ke kantong perikardium.
2. Peningkatan permeabilitas vaskular sehingga
kandungan protein, termasuk fibrinogen atau fibrin, di
dalam cairan akan meningkat.
3. Peningkatan perpindahan leukosit terutama pada
perikarditis purulenta.
4. Perdarahan akibat trauma tembus juga merupakan
penyebab yang mungkin.

Lanjutan...

terbentuknya
jaringan
parut
dan
perlengketan disertai klasifikasi lapisan
perikardium viseral maupun parietal yang
menimbulkan suatu perikarditis konstriktif
yang apabila cukup berat akan menghambat
pengembangan volume jantung pada fase
diastolik.
Pengumpulan
cairan
intraperikardium dalam jumlah yang cukup
untuk
menyebabkan
obstruksi
serius
terhadap masuknya darah ke kedua bilik
jantung bisa menimbulkan tamponade
jantung.

Penyebab tamponade paling sering adalah


perdarahan ke dalam rongga perikardium
setelah suatu operasi jantung atau trauma,
termasuk yang diakibatkan. Tamponade juga
dapat timbul pada perikarditis idiopatik dan
perikarditis akut oleh karena virus, perikarditis
pasca-penyinaran, gagal ginjal selama dialisis,
dan
hemoperikardium
sebagai
akibat
pengobatan antikoagulan pada klien dengan
berbagai bentuk perikarditis akut.

Jumlah cairan yang dibutuhkan


untuk
menghasilkan
tamponade
bervariasi tergantung dari tebalnya
miokardium
ventrikel,
dan
kebalikannya
dengan
tebalnya
perikardium parietal. Lebih sering
terjadi adalah tamponade berlangsung
lebih perlahan dan gejala klinisnya
menyerupai gagal jantung, termasuk
dispnea, ortopnea, bendungan hati,
dan hipertensi vena jugularis.

ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Anamnesa
b. Pemeriksaan fisik

2. Analisa Data
3. Diagnosa Keperawatan
a. Nyeri akut b.d efusi perikardium
b. Penurunan Curah jantung b.d kompresi perikardial
c. Intoleransi Aktifitas b.d kelemahan dan keletihan fisik
d. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebuthan tubuh
e. Perubahan pola eleminasi b.d prodeksi urine
berkurang

INTERVENSI