Anda di halaman 1dari 30

oid

Felicia Ananda B W
112014173

Definisi

Hemoroid adalah jaringan normal yang


terdapat pada semua orang, yang terdiri
atas pleksus arteri-vena dan berfungsi
sebagai katup didalam saluran anus untuk
membantu sistem sfingter anus, mencegah
inkontinensia flatus dan cairan.

Anatomi

Anatomi

Anatomi

Etiologi

Peningkatan tekanan vena akibat


mengedan (diet rendah-serat) atau
perubahan hemodinamik (selama
kehamilan) menyebabkan dilatasi kronis
dari pleksus vena submukosa.

Gejala dan Tanda

Perdarahan umumnya merupakan tanda


pertama hemoroid interna akibat trauma
karena feses yang keras. Darah yang keluar
berwarna merah segar dan tidak bercampur
dengan feses.

Hemoroid yang membesar secara perlahan


akhirnya dapat menonjol keluar dan
menyebabkan prolaps.

Gejala dan Tanda

Tahap awal penonjolan ini hanya terjadi


pada waktu defekasi dan disusul oleh
reduksi spontan sesudah selesai defekasi.

Keluarnya mukus dan feses pada pakaian


dalam merupakan ciri hemoroid yang
mengalami prolaps menetap.

Nyeri timbul apabila terdapat trombosis


yang luas dengan udem dan radang.

Klasifikasi

Hemorroid Interna

Hemorroid Eksterna

Klasifikasi

Hemorroid Interna (4
derajat)

1 : Hemoroid menyebabkan perdarahan


merah segar tanpa nyeri saat defekasi.
Pada stadium awal tidak terdapat prolaps
dan pada pemeriksaan anoskopi terlihat
hemoroid yang membesar menonjol
kedalam lumen.

2 : Menonjol melalui kanalis analis pada


saat mengejan ringan tapi dapat masuk
kembali secara spontan.

Hemorroid Interna (4
derajat)

3 : menonjol saat mengejan dan harus


didorong kembali sesudah defekasi.

4 : menonjol keluar dan tidak dapat


didorong masuk.

Derajat Hemorroid Interna

Hemorroid Eksterna

Terdapat pada bagian distal linea dentata


dan dilapisi oleh anoderm.

Dapat muncul trombosis yang bisa


menimbulkan nyeri yang signifikan.
Trombosis dapat terjadi karena tekanan
tinggi di vena.

Ditandai dengan adanya benjolan dibawah


kulit kanalis analis yang nyeri sekali,
tegang, berwarna kebiruan, ukuran mulai
dari beberapa milimeter sampai 1-2 cm.

Faktor Risiko
Keturunan
Anatomik
Pekerjaan
Umur
Endokrin
Mekanis
Fisiologis
Radang

Pemeriksaan Fisik
Rectal Touche
Anoskopi hemoroid interna yang tidak
menonjol
Proktosigmoidoskopi memastikan bahwa
keluhan bukan disebabkan oleh proses
radang atau keganasan di tingkat yang
lebih tinggi

Diagnosis Banding
Karsinoma kolorektum
Penyakit divertikel
Polip
Kolitis ulseratif
Fissura ani

Penatalaksanaan H.
Eksterna
Hemoroid eksterna biasanya tetap
asimptomatik sampai terjadi trombosis.
Rendam duduk dengan larutan air hangat,
salep analgetik.
Eksisi trombus dengan anestesi lokal.

Penatalaksaan H. Interna
(I-II)

Tindakan lokal yang sederhana disertai nasehat tentang


makan.
Makanan sebaiknya terdiri atas makanan berserat tinggi,
misalnya sayuran dan buah-buahan.
Bioflavonoid yang terdapat dalam varietas buah jeruk (citrus
fruit), berry, cherry, anggur, pepaya, melon kantalop
(cantaloupe melon), prem (plums) dan tomat, substansi
tersebut diterapkan untuk penyembuhan kerapuhan
pembuluh darah kapiler (capilarity fragility), varises, dan
hemoroid.
Makanan berserat tinggi ini membuat gumpalan isi usus
menjadi besar namun lunak, sehingga mempermudah
defekasi dan mengurangi keharusan mengedan secara
berlebihan.

Penatalaksaan H. Interna
Sclerosing Therapy
Bedah Beku
Ligasi Gelang Karet
Hemoroidectomi

Ligasi Gelang Karet


Dengan bantuan anoskop, mukosa di atas hemoroid
yang menonjol dijepit dan ditarik atau dihisap ke dalam
tabung ligator khusus.
Gelang karet didorong dari ligator dan ditempatkan
secara rapat di sekeliling mukosa pleksus hemoroidalis
tersebut.
Nekrosis karena iskemia terjadi dalam beberapa hari.
Mukosa bersama karet akan lepas sendiri.
Fibrosis dan parut akan terjadi pada pangkal hemoroid,
sedangkan ligasi berikutnya dilakukan dalam jarak waktu
2 sampai 4 minggu.
Penyulit utama dari ligasi ini adlaah timbulnya nyeri
karena terkenanya garis mukokutan dan karena infeksi.

Penatalaksaan H. Interna

Hemoroidektomi 3 prinsip
pengangkatan pleksus dan mukosa,
pengangkatan pleksus tanpa mukosa, dan
pengangkatan mukosa tanpa pleksus

Teknik (2 Metode) : Metode Langen-Beck &


Whitehead

Penatalaksaan H. Interna (IIIIV)

Metode Langen-beck : yaitu dengan cara


menjepit radier hemoroid interna,
mengadakan jahitan jelujur klem dengan
catgut crhomic No. 00, mengadakan eksisi di
atas klem. Sesudah itu klem dilepas dan
jahitan jelujur di bawah klem diikat, diikuti
usaha kontinuitas mukosa. Cara ini banyak
dilakukan karena mudah dan tidak
mengandung risiko pembentukan jaringan
parut sirkuler yang biasa menimbulkan
stenosis.

Penatalaksaan H. Interna (IIIIV)

Metode whitehead : yaitu mengupas


seluruh v. hemoroidalis dengan
membebaskan mukosa dari sub mukosa dan
mengadakan reseksi sirkuler terhadap
mukosa daerah itu, sambil mengusahakan
kontinuitas mukosa kembali.