Anda di halaman 1dari 28

Tugas 1

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR


Peran, Prosedur dan Implementasi Bahan Ajar Sesuai Kurikulum Terbaru untuk SMP dan Matriks
Keterkaitan KI, KD, Materi, Model/ Strategi Pembelajaran, Integrasi Karakter, dan Penilaian

Oleh
RISKA WAHYUNI
15175036

DOSEN :
Prof. Dr. Festiyed, M.S

PROGRAM PASCA SARJANA PENDIDIKAN FISIKA


UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015

KATA PENGANTAR
1

Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya,
saya dapat menyusun tugas ini dengan judul Peran, Prosedur dan Implementasi Bahan Ajar Sesuai
Kurikulum Terbaru untuk SMP dan Matriks Keterkaitan KI, KD, Materi, Model/ Strategi
Pembelajaran, Integrasi Karakter, dan Penilaian
Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat masalah, namun hal tersebut dapat
diatasi dengan bimbingan dan dan dukungan dari berbagai pihak. Maka penulis mengucapkan
terimakasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Fisika, pengarang buku
serta pembuat blog (internet) yang sangat membantu sebagai pencarian bahan dalam pembuatan tugas
ini, dan teman-teman yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Tugas ini telah diusahakan untuk dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin, namun saya
sebagai penyusun menyadari bahwa tidak ada karya yang sempurna. Untuk itu semua kritik dan saran
dari pembaca sangat saya harapkan, sebagai bahan penyempurnaan dimasa yang akan dating. Semoga
makalah ini bermanfaat bagi kita semua serta mendapat Ridho disisi Allah dan dapat menjadi salah satu
referensi dalam ilmu pengetahuan.

Padang, Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................ii
BAB I............................................................................................................1
PENDAHULUAN..............................................................................................1
A. Latar Belakang..........................................................................................1
B. Batasan Masalah........................................................................................1
C. Tujuan Penulisan........................................................................................1
D. Manfaat Penulisan......................................................................................2
BAB II...........................................................................................................3
TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................................3
A. Kurikulum 2013........................................................................................3
B. Bahan ajar...............................................................................................3
C. Fungsi Bahan Ajar......................................................................................4
D. Tujuan Bahan Ajar......................................................................................4
E. Peranan Bahan Ajar....................................................................................5
F.

Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013............................................................5

G.

Buku Guru...........................................................................................7

H.

Buku Siswa...........................................................................................8

BAB III.........................................................................................................10
PEMBAHASAN..............................................................................................10
A. Implementasi Bahan Ajar Pada Kurikulum 2013 dengan Pendekatan Saintifik.................10
B. Matrik Ketercapaian Pembelajaran IPA Smp Kelas VII...........................................11
BAB IV........................................................................................................13
PENUTUP.....................................................................................................13
A. Kesimpulan...........................................................................................13
B. Saran...................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................14

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam suatu sistem pendidikan di Indonesia, kurikulum itu sifatnya dinamis serta
harus selalu dilakukan perubahan dan pengembangan, agar dapat mengikuti tuntutan
perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum melewati suatu proses yang komples dan
melibatkan berbagai komponen yang saling berkaitan. Pengembangan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun
ajaran 2013/2014 dinilai telah memenuhi konsep dasar kurikulum, yaitu untuk mencapai
tujuan pendidikan.
Tahun ajaran 2013/2014 ditandai dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 untuk
beberapa sekolah. Perbedaan pokok antara sebelumnya yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan) dengan Kurikulum 2013 berkaitan dengan perencanaan pembelajaran
yang dilaksanakan di sekolah. Dalam KTSP, kegiatan pengembangan silabus merupakan
kewenangan satuan pendidikan sedangkan pada Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan
silabus beralih menjadi kewenangan pusat (kecuali untuk mata pelajaran tertentu yang
secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan) . Selain itu RPP
dalam kurikulun KTSP berbeda dengan penyusunan RPP Kurikulum 2013 yang tidak lagi
mengenal adanya standar kompetensi, melainkan terdapat istilah baru, yaitu kompetensi inti.
Berdasarkan perbedaan itulah penulis membuat makalah tentang pengembangan perangkat
pembelajaran kurikulum 2013.
B. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka makalah ini membahas tentang:


1. Kurikulum 2013
2. Bahan ajar
3. Peran dan prosedur bahan ajar
4. Implementasi dalam pengembangan bahan ajar fisika
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Menjelaskan mengenai bahan ajar, peran dan prosedur bahan ajar, pembelajaran

kurikulum 2013, serta implementasinya.

2. Memberikan gambaran serta contoh implementasi dari bahan ajar dalam proses

pembelajaran
D. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai tambahan wawasan mengenai bahan ajar, peran dan prosedur bahan ajar, serta
implementasinya bagi guru atau tenaga pendidik.
2. Sebagai referensi atau ide bagi penulis lainnya
3. Sebagai mengembangkan diri dalam menulis perangkat pembelajaran

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kurikulum 2013
Pada awalnya istilah kurikulum digunakan dalam dunia olah raga pada jaman Yunani
Kuno. Curriculum dalam bahasa Yunani berasal dari kata Curir artinya pelari dan
Curere artinya ditempuh atau berpacu. Curriculum diartikan jarak yang harus ditempuh
oleh pelari. Mengambil makna yang terkandung dari rumusan tersebut, kurikulum dalam
pendidikan diartikan sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak
didik untuk memperoleh ijazah. Kurikulum sebagai program pendidikan harus mencakup :
(1) Sejumlah mata pelajaran atau organisasi pengetahuan;
(2) pengalaman belajar atau kegiatan belajar;
(3) program belajar ( plan for learning ) untuk siswa ;
(4) hasil belajar yang diharapkan
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk
menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang telah berlaku selama kurang
lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan
menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan.
Di dalam buku guru dujelaskan bahwa kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat
kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh. Proses
pencapaiannya melalui pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai
suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut.
B. Bahan ajar
Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis
maupun tidak sehingga tercipta lingkungan / suasana yang memungkinkan siswa untuk
5

belajar. Menurut Tim Sosialisasi KTSP, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang
digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar di kelas. Bahan ajar yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak
tertulis.
Bahan Ajar atau learning material, merupakan materi ajar yang dikemas sebagai
bahan untuk disajikan dalam proses pembelajaran. Bahan pembelajaran dalam
penyajiannya berupa deskripsi yakni berisi tentang fakta-fakta dan prinsip-prinsip, norma
yakni berkaitan dengan aturan, nilai dan sikap, serta seperangkat tindakan/keterampilan
motorik. Dengan demikian, bahan pembelajaran pada dasarnya berisi tentang
pengetahuan, nilai, sikap, tindakan dan keterampilan yang berisi pesan, informasi, dan
ilustrasi berupa fakta, konsep, prinsip, dan proses yang terkait dengan pokok bahasan
tertentu yang diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Bahan ajar di kurikulum 2013 terdiri atas modul, lks, buku cetak . LKS pada
kurikulum 2013 dapat berupa LKS yang dikreasikan oleh guru. Sedangkan buku paket
untuk jenjang SMP dan SMA merupakan buku paket yang telah di biayai oleh dinas
pendidikan untuk diberikan kepada siswa.
C. Fungsi Bahan Ajar
Menurut panduan pengembangan bahan ajar Depdiknas (2007) disebutkan bahwa bahan ajar
berfungsi sebagai:
1) Pedoman bagi guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses
pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan
kepada siswa.
2) Pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses
pembelajaran,

sekaligus

merupakan

substansi

kompetensi

yang

seharusnya

dipelajari/dikuasainya.
3) Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.
Dengan demikian, fungsi bahan ajar sangat akan terkait dengan kemampuan
guru dalam membuat keputusan yang terkait dengan perencanaan (planning),
aktivitas-aktivitas pembelajaran dan pengimplementasian (implementing), dan
penilaian (assessing).
D. Tujuan Bahan Ajar
Bahan Ajar disusun dengan tujuan:

1. Menyediakan

Bahan Ajar

yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan

mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni Bahan Ajar yang sesuai dengan
karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik.
2. Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif Bahan Ajar di samping buku-buku
teks yang terkadang sulit diperoleh
3. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

E. Peranan Bahan Ajar


Peranan bahan ajar menurut Dadang Sunendar dan Iskandar Wassid (2008), meliputi:
1) Mencerminkan suatu sudut pandang yang tajam dan inovatif mengenai pengajaran serta
mendemonstrasikan aplikasinya dalam bahan ajar yang disajikan.
2) Menyajikan suatu sumber pokok masalah yang kaya, mudah dibaca dan bervariasi,
sesuai dengan minat dan kebutuhan para peserta didik.
3) Menyediakan suatu sumber yang tersusun rapi dan bertahap.
4) Menyajikan metode-metode dan sarana-sarana pengajaran untuk memotivasi peserta
didik.
5) Menjadi penunjang bagi latihan- latihan dan tugas- tugas praktis.
6) Menyajikan bahan/ sarana evaluasi dan remedial yang serasi dan tepat guna
F. Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013
Perangkat pembelajaran adalah sejumlah alat, bahan, media, petunjuk, dan pedoman
yang akan digunakan dalam proses pembelajaran (Suhadi, 2007). Dari uraian tersebut
dapat dijelaskan bahwa perangkat pembelajaran merupakan sekumpulan media atau sarana
yang digunakan oleh guru maupun siswa dalam proses pembelajaran di kelas.
Pengembangan adalah proses, cara, pembuatan, mengembangkan (Depdiknas 2008).
Pengembangan perangkat pembelajaran ialah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
menghasilkan suatu perangkat pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah
ada.
Mengacu pada Peraturan Menteri No. 64 Tahun 2013 tentang standar isi, disana
dijelaskan bahwa aspek sikap dipilah menjadi sikap spiritual dan sikap sosial. Pemilahan
ini diperlukan untuk menekankan pentingnya keseimbangan fungsi sebagai manusia
seutuhnya yang mencakup aspek spiritual dan aspek sosial sebagaimana diamanatkan
dalam tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian, Kompetensi yang bersifat generik
atau yang dikenal dengan kompetensi inti terdiri atas 4 (empat) dimensi yang
merepresentasikan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada
kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada
kelas yang berbeda dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai
berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
sesuai dengan peraturan menteri pendidikan nomor 69 tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel
berikut:
KOMPETENSI INTI
KELAS VII
1. Menghargai dan
menghayati ajaran agama
yang dianutnya
2. Menghargai dan

KOMPETENSI INTI
KELAS VIII
1. Menghargai dan
menghayati ajaran agama
yang dianutnya
2. Menghargai dan

KOMPETENSI INTI
KELAS IX
1. Menghargai dan
menghayati ajaran agama
yang dianutnya
2. Menghargai dan

menghayati perilaku jujur,

menghayati perilaku jujur,

menghayati perilaku jujur,

disiplin, tanggungjawab,

disiplin, tanggungjawab,

disiplin, tanggungjawab,

peduli (toleransi, gotong

peduli (toleransi, gotong

peduli (toleransi, gotong

royong), santun, percaya

royong), santun, percaya

royong), santun, percaya

diri, dalam berinteraksi

diri, dalam berinteraksi

diri, dalam berinteraksi

secara efektif dengan

secara efektif dengan

secara efektif dengan

lingkungan sosial dan

lingkungan sosial dan

lingkungan sosial dan alam

alam dalam jangkauan

alam dalam jangkauan

dalam jangkauan pergaulan

pergaulan dan

pergaulan dan

dan keberadaannya

keberadaannya
3. Memahami pengetahuan

keberadaannya
3. Memahami dan

3. Memahami dan

(faktual, konseptual, dan

menerapkan pengetahuan

menerapkan pengetahuan

prosedural) berdasarkan

(faktual, konseptual, dan

(faktual, konseptual, dan

rasa ingin tahunya tentang

prosedural) berdasarkan

prosedural) berdasarkan

ilmu pengetahuan,

rasa ingin tahunya tentang

rasa ingin tahunya tentang

teknologi, seni, budaya

ilmu pengetahuan,

ilmu pengetahuan,

terkait fenomena dan

teknologi, seni, budaya

teknologi, seni, budaya

kejadian tampak mata

terkait fenomena dan

terkait fenomena dan

4. Mencoba, mengolah, dan

kejadian tampak mata


5. Mengolah, menyaji, dan

kejadian tampak mata


6. Mengolah, menyaji, dan

menyaji dalam ranah

menalar dalam ranah

menalar dalam ranah

konkret (menggunakan,

konkret (menggunakan,

konkret (menggunakan,

mengurai, merangkai,

mengurai, merangkai,

mengurai, merangkai,

memodifikasi, dan

memodifikasi, dan

memodifikasi, dan

membuat) dan ranah

membuat) dan ranah

membuat) dan ranah

abstrak (menulis,

abstrak (menulis,

abstrak (menulis,

membaca, menghitung,

membaca, menghitung,

membaca, menghitung,

menggambar, dan

menggambar, dan

menggambar, dan

mengarang) sesuai dengan

mengarang) sesuai

mengarang) sesuai dengan

yang dipelajari di sekolah

dengan yang dipelajari di

yang dipelajari di sekolah

dan sumber lain yang

sekolah dan sumber lain

dan sumber lain yang sama

sama dalam sudut

yang sama dalam sudut

dalam sudut pandang/teori

pandang/teori

pandang/teori

Kempat kompetensi inti tersebut pada dasarnya dipelajari oleh peserta didik pada setiap
jenjang pendidikan, namun tentunya dengan deskripsi yang berbeda. Intinya, kompetensi inti
yaitu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik.
G. Buku Guru
Menurut Kemendikbud (2014) buku guru merupakan buku panduan guru untuk
mata pelajaran disusun untuk mempermudah dan memperjelas penggunaan buku bagi
peserta didik yang diterbitkan oleh pemerintah . Fungsi dari buku guru adalah:
1. Sebagai Petunjuk Penggunaan Buku Siswa
Guru harus mempelajari terlebih dahulu Buku Guru. Guru harus menemukan
informasi sebagai berikut.
a. Urutan acuan materi pelajaran yang dikembangkan dari Standar Kompetensi
Lulusan, Kompetensi Inti, dan Kompetensi Dasar dari masing-masing muatan
pelajaran, yang kemudian dipadukan dalam satu tema tertentu.
b. Jaringan tema dari masing-masing tema yang berisi kompetensi dasar dan indikator
dari masing-masing muatan pelajaran yang harus dicapai.
c. Pemilahan pembelajaran yang dikembangkan dari subtema dengan tujuan agar guru
secara bertahap dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang sesuai dengan
kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa.
2.

Sebagai Acuan Kegiatan Pembelajaran di Kelas


Buku Guru menyajikan hal-hal sebagai berikut.
9

a. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai pada setiap pilahan


pembelajaran
b. Menjelaskan

dari masing-masing subtema.


media pembelajaran yang

dapat

digunakan

dalam

menyelenggarakan proses pembelajaran agar guru sudah menyiapkan mediamedia pembelajaran yang diperlukan.
c. Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran

yang

dilakukan

dalam

menyelenggarakan proses pembelajaran agar dapat membantu guru dalam


menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, dengan sistematis mengikuti
langkah-langkah pembelajaran tersubut.
d. Menjelaskan tentang teknik dan instrumen penilaian yang dapat digunakan
dalam setiap pilihan pembelajaran yang mungkin memiliki karakteristik
tertentu.
e. Menjelaskan jenis lembar kerja yang sesuai dengan pilahan pembelajaran yang
ada dalam Buku Siswa.
3.

Penjelasan tentang Metode dan Teknik Pembelajaran yang Digunakan dalam Proses
Pembelajaran.

Buku Guru memuat informasi tentang metode dan teknik pembelajaran yang
digunakan sebagai acuan penyelenggaran proses pembelajaran
H. Buku Siswa
Menurut kemendikbud (2014) Buku siswa merupakan buku yang berisikan
penjabaran usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang
diharapkan.
Menurut Kemendikbud (2014: 41) fungsi buku siswa lebih rinci adalah sebagai berikut:

1. Panduan bagi Siswa dalam Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran.


Untuk berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa dibuat ikon-ikon yang
melambangkannya. Misalnya, ayo amati, ayo kita lakukan, ayo tebak, ayo pikirkan dan
ayo kita latihan.
2. Lembar Kerja Siswa
Buku Siswa dapat berfungsi sebagai lembar kerja siswa, misalnya pada Buku
Siswa terdapat kegiatan ayo kita lakuakan maka siswa dapat mengerjakan langsung
pada Buku Siswa.
3. Media Komunikasi antara Guru dan Siswa
Melalui proses pembelajaran dengan menggunakan Buku Siswa, guru dapat
mengenal siswa lebih baik melalui pengamatan terhadap hasil kerja siswa yang telah
10

dirancang sedemikian rupa dalam setiap pembelajaran. Guru dapat melihat


perkembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa sesuai dengan kompetensi
pembelajaran yang telah ditetapkan.
4. Refleksi Diri Terhadap Kegiatan Pembelajaran
Sebagai alat/instrumen pembantu bagi siswa dalam melakukan kegiatan refleksi
diri terhadap kegiatan pembelajaran harian dan sebagai renungan atas kebesaran tuhan
yang maha esa.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Implementasi Bahan Ajar Pada Kurikulum 2013 dengan Pendekatan Saintifik


Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Implementasi kurikulum 2013 dilengkapi dengan buku siswa dan pedoman guru yang
disediakan oleh Pemerintah. Strategi ini memberikan jaminan terhadap kualitas isi/bahan
ajar dan penyajian buku serta bahan bagi pelatihan guru dalam keterampilan melakukan
pembelajaran dan penilaian pada proses serta hasil belajar peserta didik. Pada bulan Juli
2013 yaitu pada awal implementasi Kurikulum 2013 buku sudah dimiliki oleh setiap
peserta didik dan guru. Ketersediaan buku adalah untuk meringankan beban orangtua
karena orangtua tidak perlu membeli buku baru.
Surat Shod ayat 29:

29}

Artinya :ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan
keberkahan supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya, dan supaya mendapat pelajaran
orang-orang yang mempunyai pikiran.
Bahan ajar harus mampu memunculkan rasa ingin tahu peserta didik
Surat Al-Mujadalah ayat 11:
............
Artinya :Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan.(QS.Al-Mujadalah:11)
Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
a. Menghadirkan pertanyaan-pertanyaan yang memancing daya imajinasi
b. Menunjukkan bahwa pengetahuan itu menarik dan penting

11

B. Matrik Ketercapaian Pembelajaran IPA Smp Kelas VII

C. Matriks Keterkaitan capaian Pembelajaran, Materi, Model/Strategi Pembelajaran, Integrasi Karakter dan
Teknik Penilaian
F. Integrasi dengan
E. Integrasi
D. Materi
Pendekatan
G. Kegiatan Guru
dengan KI
Saintifik
J. Listrik
L. KI 1
S. Mengamati
BC.
Guru
statis
T.
mendemonstrasikan
- Surat Ar Rad : 13
a. Muatan listrik
U.
mengukur panjang
M.
b. Hukum
V.
meja
N.
KI 2
coulomb
W. Menanya
BD.
- Rasa ingin tahu
K.
X.
BE.
- Objektif
Y.
BF. Guru memancing
- Jujur
Z.
siswa agar bertanya
- Bertanggung
AA.
Mengu
mengapa benda-benda
jawab
mpulkan
harus diukur
- Terbuka
informasi
BG.
- Kritis
AB.
- Guru menyuruh siswa
- Peduli
AC.
lingkungan
mengumpulkan
AD.
O.
informasi ttg pengukuran
AE.
P. KI 3
- Guru menyuruh siswa
AF.
- Memahami konsep
melakukan pengukuran
AG.
listrik statis
panjang meja
AH.
Q.
menggunakan
AI.
R. KI 4
buku,jengkal dan
AJ.
- Melakukan
AK.
Mengas
percobaan untuk
penggaris
osiasikan/
menyelidiki
BH.
mengolah
muatan listrik
- Guru membimbing siswa
informasi
statis dan
dalam melakukan
AL.
interaksinya
diskusi membandingkan
AM.
membandingkan
AN.
predikdi dengan hasil
AO.
pengukuran yang telah
AP.
AQ.
dilakukan.
AR.
- Guru menyuruh siswa
AS.
melakukan diskusi untuk
AT.
menyimpulkan
AU.
pengertian pengukuran
AV.
dan pentingnya
AW.
menggunakan satuan
AX.
baku
AY.
12

H. Keg

BK.
men
dem
dipe
BL.
BM.
bert
ben
diuk
BN.
BO.
- Siswa men
informas
penguku
- siswa mela
penguku
meja me
buku,jen
penggari
BP.
BQ.
- Siswa m
diskusi
memba
memba
predikd
penguk
dilakuk
- Siswa mela
untuk me
pengertia
dan pent
menggun
baku
BR.

D. Materi

E. Integrasi
dengan KI

F. Integrasi dengan
Pendekatan
Saintifik
AZ.
BA.
Mengo
munikasikan
BB.

BZ.
CA.

13

G. Kegiatan Guru

H. Keg

BI.
BJ. Guru membimbing
siswa dalam
mempresentasekan
hasil pengukurannya
kedalam satauan baku

BS. Sisw
mem
has
kelo

CB.

BAB IV

CC.

PENUTUP
CD.

A. Kesimpulan

1. Pada kurikulum 2013, peserta didik dituntut untuk dapat mandiri, kritis dan aktif dalam
menemukan hal-hal baru, menganalisis, dan menyimpulkan setiap apa yang didapatkan
dalam proses pembelajaran.
2. Pada kurikulum 2013, peserta didik dituntut untuk dapat mandiri, kritis dan aktif dalam
menemukan hal-hal baru, menganalisis, dan menyimpulkan setiap apa yang didapatkan
dalam proses pembelajaran.
3. Bahan pembelajaran yang dikembangkan dalam pembelajaran kurikulum 2013 dengan
menggunakan pendekatan saintifik berupa buku teks pelajaran bagi siswa dan buku
panduan bagi guru
CE.
CF.
B. Saran

CG. Di lapangan proses pembelajaran yang sesuai Kurikulum 2013 belum terlaksana
dengan optimal. Agar implementasi Kurikulum 2013 dapat diterapkan dengan optimal harus
dilakukan evaluasi agar keberlakuannya tidak menimbulkan kontroversi dikalangan guru dan peserta
didik sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik

CH.

DAFTAR PUSTAKA
CI.

CJ.

Akhmad Sudrajat. 2008. Pengembangan bahan ajar.


CK.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/24/download-pengembanganbahan-ajar/
CL.Buku Guru kurikulum 2013
CM.

Buku siswa kurikulum 2013

CN. Dadang Sunendar dan Iskandar Wassid. 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung :
Remaja Rosdakarya
CO.
CP. Ema Widaryanti. 2013. Tujuan dan manfaat bahan ajar.
CQ.
http://ermawidaryanti.blogspot.com/2013/04/tujuan-dan-manfaat-penyusunanbahan-ajar.html
CR.
CS. Id.m.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_2013
14

CT. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 tentang
Standar Isi. Jakarta: Kemendikbud.
CU. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang
Standar Proses. Jakarta: Kemendikbud.
CV. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 tentang
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta:
Kemendikbud.
CW. UU Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan
Dasar dan Menengah.

15

CX.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1


CY.

(RPP)

CZ.
DA.

Madrasah

MTsN TEMBOK KACANG

DB.

Mata Pelajaran

IPA

DC.

Kelas/Semester

VII/1

DD.

Alokasi Waktu

DE.

Tema :

OBJEK IPA DAN PENGAMATANYA

DF.

Topik :

PENGUKURAN SEBAGAI BAGIAN DARI PENGAMATAN

1 X PERTEMUAN ( 2x40)

DG.
DH.
A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
DI.
DJ.
N
DN.
1
DO.

DK.

Kompetensi Inti

DL.

Kompetensi
Dasar

DP.Menghargai
dan DQ. 1.1 Memahami konsep
pengukuran
berbagai
Menghayati
ajaran
agama yang dianutnya
besaran yang ada pada diri,
makhluk
lingkungan

hidup,
fisik

16

dan
sekitar

DM.

DR.

DS.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

1.1.1 Menerima perbedaan ciriciri


fisik
teman
dikelasnya
sebagai makhluk ciptaan tuhan
1.1.2 Menerima dengan ikhlas
ciri-ciri fisik yan dimiliki sebagai

DJ.
N

DK.

DL.

Kompetensi Inti

Kompetensi
Dasar

sebagai
bagian
dari
observasi, serta pentingnya
perumusan
satuan
terstandar (baku) dalam

DT.
2
DU.

DM.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

karunia tuhan

DV.
Menghargai
dan DW. 2.1.
Menunjukkan DZ. 2.1.1 Melakukan pengamatan /
percobaan
Menghayati perilaku jujur,
perilaku ilmiah, (memiliki
secara jujur dan objektif
disiplin, tanggung jawab,
rasa ingin tahu, objektif, EA.
EB.
2.1.2
Melaporkan
hasil
peduli (toleransi, dan
jujur, teliti, cermat, tekun,
pengamatan secara teliti
gotong royong),santun,
hatihati,
bertanggung
percaya
diri,
dalam
jawab,terbuka, kritis, kreatif,
berinteraksi
secara
inovatif,
dan
peduli
efektif
dengan
lingkungan) dalam aktivitas
lingkungan sosial dan
sehari- hari sebagai wujud
alam dalam jangkauan
implementasi sikap dalam
pergaulan
dan
melakukan percobaan, dan
keberadaannya
berdiskusi
DX.
DY.

EC.
3

ED.
Memahami
EE. 3.1. Memahami konsep EF.3.1.1 Menjelaskan pengertian
Pengetahuan
(faktual,
pengukuran
berbagai
pengukuran dengan benar
konseptual,
dan
besaran yang ada pada diri, EG. 3.1.2 Menjelaskan pentingnya
prosedural) berdasarkan
makhluk
hidup,
dan
menggunakan satuan baku
rasa
ingin
tahunya
lingkungan
fisik
sekitar EH. 3.1.3 Mengkonversikan satuan
tentang
Ilmu
sebagai
bagian
dari
17

DJ.
N

DK.

Kompetensi Inti

Pengetahuan, Teknologi,
Seni,
Budaya
terkait
fenomena dan kejadian
tampak mata
EI.
4

DL.

Kompetensi
Dasar

observasi, serta pentingnya


perumusan
satuan
terstandar (baku) dalam
pengukuran

DM.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Sistem Internasional

Melakukan
pengukuran
EJ. Mencoba, mengolah, dan EK. 4.1. Menyajikan hasil EN. 4.1.1
besaran panjang dengan alat ukur
menyaji dalam ranah
pengukuran
terhadap
konkret (menggunakan,
besaran- besaran pada diri
tak baku yang sering digunakan
merangkai, memodifikasi,
makhluk
hidup,
dan
dalam kehidupan sehari-hari
Melakukan
pengukuran
dan membuat) dan ranah
lingkungan
fisik
dengan EO. 4.1.2
abstrak
(menulis,
mengunakan satuan baku
besaran panjang dengan alat ukur
membaca, menghitung,
dan satuan tak baku
baku yang sering digunakan
menggambar,
dan
dalam kehidupan sehari-hari
EL.
mengarang)
sesuai
dengn yang dipelajari di
EM.
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/ teori

18

B. Materi Pembelajaran
EP.
EQ.
satuan
ER.

1. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dan

2. satuan baku merupakan satuan yang telah didefenisikan sebelumnya


dan di pakai Internasional

ES.

3. konversi satuan

ET.
C. Kegiatan Pembelajaran
EU.

EX.
Wa
k
t
u
EV.
N

EY.
1

EW.

EZ.

Kegiatan

Pendahuluan :

(
m
e
n
i
t
)
FG.

FA. Pendidik memberi salam dan menyapa peserta didik


FB. Peserta didik dan pendidik berdoa untuk memulai
pelajaran

FH.
10
FI.

FC. Peserta didik diminta untuk mengamati berbagai alat


ukur seperti mistar, jangka, neraca, dll
FD. Peserta didik mengajukan pertanyaan untuk apa kirakira alat ukur yang kamu pegang tersebut ?
FE.
Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai dalam pembelajaran yaitu pengukuran sebagai
bagian dari pengamatan
FF.
FJ.
2

FK.

Kegiatan Inti

GC.

a. Mengamati

GD.
19

EX.
Wa
k
t
u
EV.
N

EW.

Kegiatan

FL. Pendidik melakukan pengamatan terhadap demonstrasi


mengukur panjang meja
FM.
FN.
b. Menanya
FO. Pengukuran termasuk salah satu bentuk pengamatan,
peserta didik diminta bertanya berkaitan dengan bendabenda yang harus diukur, mengapa benda-benda tersebut
harus diukur ?
FP.
c. Mengumpulkan Informasi
FQ. Peserta didik memprediksi panjang meja yang
dinyatakan dengan satuan tertentu
FR. Peserta didik melakukan kegiatan mengukur panjang
meja dengan
FS.
menggunakan buku, jengkal tangan dan mistar
FT.
FU.
d. Menalar/Mengasosiasi
FV.
Peserta didik melakukan diskusi membandingkan
predikdi dengan hasil pengukuran yang telah dilakukan.
Diskusi diarahkan pada pemahaman bahwa pengukuran
menggunakan alat ukur tidak baku memiliki hasil berbedabeda.
FW.
Peserta didik melakukan konversi satuan hasil
pengukuran kedalam
FX.
Si
FY.
Peserta didik melakukan diskusi untuk menyimpulkan
pengertian pengukuran dan pentingnya menggunakan
satuan baku
FZ.
e. Mengomunikasikan
GA.Peserta didik menyusun laporan dan mempresentasekan
hasil pengukurannya kedalam satauan baku

20

(
m
e
n
i
t
)
5
GE.
GF.
GG.
GH.
10
GI.
GJ. 1
5
GK.
GL.
GM.
GN.
15
GO.
GP.
GQ.
GR.
GS.
GT.
GU.

EX.
Wa
k
t
u
EV.
N

EW.

Kegiatan

(
m
e
n
i
t
)

GB.

GV.
GW.
GX.

Penutup

Peserta didik bersama-sama dengan pendidik


menyimpulkan hasil pembelajaran dan melakukan refleksi
GY.
Peserta didik memeberikan penghargaan ( pujian )
kepada jawaban peserta didik yang baik
GZ.
Peserta didik menyampaikan informasi materi pada
pertemuan berikutnya yaitu besaran pokok dan besaran
turunan.

HB.

D. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar


1. Media/alat
: meja
2. Bahan
HC.

: mistar, pensil, buku tulis


3. Sumber Belajar

; Fisika Universitas, Giancolli

HD.

21

HA.
10

E. Instrumen penilaian
HE.
HF.Instrumen penilaian sikap spiritual

HG.
HH.

PENILAIAN SPIRITUAL

HI.
HJ.
No.

HK.

N
ama

HL.

Sikap Spiritual

HP.
Menerima
Perbedaan

HQ.
Rasa
Syukur

HR.

enyadari
Keberadaan &
Kebesaran Tuhan

HM
Sk
Ak

HT.
1.

HU.

HV.

HW.

HX.

HY.

HZ.
2.

IA.

IB.

IC.

ID.

IE.

IF.
3.

IG.

IH.

II.

IJ.

IK.

IL.
4.

IM.

IN.

IO.

IP.

IQ.

IR.
5.

IS.

IT.

IU.

IV.

IW.

IX.
IY.
IZ.
JA.
JB.
JC.
JD.

Keterangan penilaian:
1 = sangat tidak baik
2 = tidak baik
3 = cukup baik
4 = Baik
5 = Sangat baik

JE.
JF.
JG.
JH.

Petunjuk Penskoran :
Skor tertinggi 5 x 3 = 27
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

JI.

Skor Perolehan
x 100=skor akhir
Skor Tertinggi

22

JJ. Instrumen penilaian sikap sosial


JK.PENILAIAN SIKAP
JL.

JO.Sikap

MK.
ML.
MM.
MN.
MO.
MP.
MQ.
MR.

KO. KP.

KQ.

LA.

LB.

KH.

KR.

KS.

LC.

LD.

LM. LN.

LO.

LY.

MA.

LZ.

Keterangan penilaian:
1 = sangat tidak baik
2 = tidak baik
3 = cukup baik
4 = Baik
5 = Sangat baik

KJ.

KT.

KU.

LE.

LF.

LP.

LQ.

MB.

JZ.

JY.

JX.

KI.

KK.

KL.

KV.

KW.

KX.

LG.

LH.

LI.

LJ.

LR.

LS.

LT.

LU.

LV.

MC.

MD.

ME.

MF.

MG.

MH.

MS.
MT.
MU.

Petunjuk Penskoran :
Skor tertinggi 5 x 9 =45
Perhitungan skor akhir menggu

MV.
Skor Perolehan
x 100=skor akhir
Skor Tertinggi
MW.

MX.
MY.

JW.

JU.
KG.

Jawab

KF.

Tahu

KE.

Jawab

KC. KD.

JV.

Nama

JS.

JN.

JT.

JM.
N

Instrumen penilaian pengetahuan

MZ.
23

NA.

RUBRIK SOAL DAN JAWABAN

NB.
No.

NC.

PERTANYAAN

NE.
1.

NF. Apakah yang dimaksud dengan


pengukuran?
NG.

NI.
2.

NJ. Mengapa
penting?

satuan

baku

itu

NK.
NM.
3.

NN. Konversikanlah satuan berikut


beserta nilainya
NO.
NP.

a. 1 km
b. 20 ons

= . m

= .. kg

NQ.

c. 400 mm = .. m

NR.

d. 11 menit = .. detik

NS.

e. 2 ton

ND.

NH. Pengukuranadalah membanding


yang diukur dengan alat ukur
sebagai satuan.

NL.
Satuan baku sangat penting k
adalah satuan yang diipakai di sel
ini digunakan sebagai acuan
perbedaan dlam pengukuran anta
NU.

a. 1 km

NV.

b. 20 ons

NW.

c. 400 mm

NX.

d. 11 menit

NY.

e. 2 ton

NZ.

= kg

NT.
OA.
OB.
OC.
OD.

RUBRIK PENILAIAN

OE.
OF.
N
1.

OG.

Aspek dan Kriteria

OI. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran

Bila inti jawaban peserta didik tepat dan sesuai dengan kunci
yang telahdibuat guru
Bila jawaban peserta kurang sesuai dengan kunci yang telah
dibuat guru
Bila jawaban peserta didik tidak tepat dan tidak sesuai dengan
kunci yang telah dibuat guru tetapi sudah berusahadalam
menjawab

24

OH.
Sko
r
OJ.
OK.
3
OL.
OM.

ON.
1

2.

OO.

3.

Menjelaskan pentingnya satuan baku

OP.3

Bila inti jawaban peserta didik tepat dan sesuai dengan kunci
yang telahdibuat guru
Bila jawaban peserta kurang sesuai dengan kunci yang telah
dibuat guru
Bila jawaban peserta didik tidak tepat dan tidak sesuai dengan
kunci yang telah dibuat guru tetapi sudah berusahadalam
menjawab

OQ.
2

OS.

Mengkonversikan satuan beserta nilainya.

OT.

Bila jawaban benar ke lima poinnya


Bila jawaban benar kurang dari lima poinnya
Bila jawaban peserta didik tidak tepat dan tidak sesuai dengan
kunci yang disediakan tapi sudah berusaha dalam menjawab

OU.
3

OR.
1

OV.
2
OW.
1

OX.
Menjelaskan apa yang dimaksud dengan besaran
pokok

4.

Bila inti jawaban peserta didik tepat dan sesuai dengan kunci
yang telahdibuat guru
Bila jawaban peserta kurang sesuai dengan kunci yang telah
dibuat guru
Bila jawaban peserta didik tidak tepat dan tidak sesuai dengan
kunci yang telah dibuat guru tetapi sudah berusahadalam
menjawab

PD.

5.

Menyebutkan 3 besaran pokok dan satuannya

Bila jawaban benar ke tiga poinnya


Bila jawaban benar kurang dari tiga poinnya
Bila jawaban peserta didik tidak tepat dan tidak sesuai dengan
kunci yang disediakan tapi sudah berusaha dalam menjawab

OY.
OZ.
3
PA.
PB.
2
PC.
1
PE.
PF. 3
PG.
2
PH.
1

PI.
25

PJ.
PK.
PL.
PM.

Petunjuk Penskoran :
Skor tertinggi 3 x 5 =15
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

PN.

Skor Perolehan
x 100=skor akhir
Skor Tertinggi

PO.
PP.

26

PQ.

Intrumen penilaian keterampilan

PR.
KETERAMPILAN

PENILAIAN

PS.
PV.
Aspek
PT.
N

PZ.
PU.

Tahap Proses Pembuatan


Pengamatan

Nama

QE.
Per
siapan Alat
Dan Bahan

QF.

Tek
nik
Pengamata
n

QG.
Ker
jasama
Kelompok

QA.

Taha
p Akhir
(Mengko
munikasik
an)

QJ. QK.
1

QL.

QM.

QN.

QO.

QP.

QQ. QR.
2

QS.

QT.

QU.

QV.

QW.

QX. QY.
3

QZ.

RA.

RB.

RC.

RD.

RE.
RF.
RG.

PW.
Skor
A
k
hi
r

Keterangan penilaian:
1 = sangat tidak baik

RM.

27

Petunjuk Penskoran :

RH. 2 = tidak baik


RI.
3 = cukup baik
RJ.
4 = Baik
RK. 5 = Sangat baik
RL.

RN.
RO.

Skor tertinggi 5 x 4 = 20
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Skor Perolehan
RP. Skor Tertinggi x 100=skor akhir
RQ.

RR.

28