Anda di halaman 1dari 5

DRAFT PERTANYAAN SBSNP DI SEKOLAH

1. Sejak kapan sekolah ini menerapkan SBSNP?


Sekolah ini melaksanakan SBSNP sejak kita melaksanakan kegiatan pendampingan
pelatihan dari dinas di bulan april kemudian pulang dari pelatian di banding
kemudaian kami mengolah hasil dari pelatihan itu dengan teman2 (guru), bulan juli
kami melaksanakan sco? Tapi sesungguh nya MOU yang dilaksanakan sekolah
dengnan dinas, LPMP, dengan kabupaten SIgi itu di bulan sepetember tapi kami sudah
mengawali itu di bulan juli. Kami awali dengan melaksanakan sincros? Tanggal 10-11
september itu MoU LPMP yang tahap 2014.
2. Bagaimana tanggapan guru dalam melaksanakan SBSNP?
3. Mereka guru sangat positif. Memang di sekolah ini ada satu mata pelajaran yang tidak
masuk dalam kegiatn itu mengimbas, seperti mata pelajaran PKn, PKn juga ikut
dalam kegiatan di LPMP. Jadi sangat positif,. Mereka malah merasa jangan
diberhentikan. Diteruskan.
4. Bagaimana dukungan kepala sekolah terkait pelaksanaan SBSNP?
Tentu saja saya merespon baik karena pasti mengimbas pada anak-anak, kan. Kalau
hasilnya bagus pasti hasilnya ke anak-anak.
5. Bisa digambarkan dalam bentuk bagaimana?
Kita anggarkan dia dalam dana BOS. Dalam ATKnya lebih dari biasanya. Kemudian
kebutuhan-kebutuhan guru, kepentingan anak, ATK kemudian, sarana prasarana itu
kami lengkapi. Dukungan kami sebagai kepala sekolah.
6. Apakah ada dampak terhadap siswa? Dampak apa saja?
Mereka kelihatan lebih berani (tampil di depan kelas), lebih aktif, lebih kreatif. Itu
yang sangat dirasakan oleh kami untuk program ini. Kreatif maksudnya? Kalau dalam
kelas mereka lebih mau (berebut) menjawab, mengerjakan tugas itu fokus, membuat
tugas itu lebih kreatif.
(Bapak bhs Inggris). Artinya banyak hal-hal yang tadinya belum dialami siswa,
melalui program ini anak-anak lebih bisa diekspos keberaniannya. Mereka lebih
banyak di kelas. Itu yang kami lihat perubahannya. Kami melaksanakan tugas lebih
kuat (termotivasi).
(Ibu IPA). Kalau untuk program SBSNP ini kalau di kelas kita sistem belajarnya itu
lebih bagus. Maksudnya, pelajaran itu lebih menyenangkan karena kita kita di situ
menggunakan pembelajaran yang menggunakan program dalam SbSNP ini anak-anak
ini lebih kreatif, lebih aktif dalam pembelajaran. Misalnya dalam diskusi mereka lebih
berani tampil di depan dengan mempresentasikan apa yang diberikan oleh guru. guru
juga mulai lebih kreatif dalam menyiapkan pembelajaran di kelas. Kreatif yang
bagimana? Misalnya kalau kita menggunakan media pembelajaran. Contohnya, dalam

menyiapkan pembelajaran di kelas kita kita mempersiapkan apa yang harus kita
siapkan kemudian dalam proses pembelajran itu anak-anak lebih aktif lagi. Kemudian
kita siswanya lagi lebih aktif dalam kelas. Guru juga lebih kreatif dengan
pembelajaran di kelas.
Bisa membuat guru lebih dalam menyusun program pembelajaran. Misalnya kita ini
bisa membuat model pembelajran sesuai kondisi anak-anak. Kita bisa membuat
metode dan media yang itu secara kontekstual. Jadi langsung pada kehidupan seharihari dan anak-anak jauh lebih mengerti jika kita mengajar itu dibanding dengan
metode yang lain. Kalau matematika sendiri, saya biasa membuat media itu yang
menggunakan alat-alat dan bahan yang bisa ditemukan oleh anak-anak. Seperti kertas
atau jadi itu dijadikan alat sebagai media pembelajaran. Jadi tidak harus
menggunakan media yang mahal. Tidak mesti berpatokan pada buku. Jadi guru dapat
berkreasi membuat materi sendiri sesuai alur berfikir siswa. Jadi kita bisa membuat
metode pembelajaran itu mengikuti alur siswa sehingga siswa dapat menentukan
sendiri oh ini kesimpulan dari belajar kita hari ini.
7. Apakah ada dampak terhadap guru? Dampak apa saja?
8. Selain itu guru juga melahirkan karya inovasi. Tiada karya inovasi yang lahir dari
LPMP. Di mata pelajaran bahasa inggris ada alat peraga yang tercipta karena kegiatan
ini. Itu salah satu dukungan sekolah kami kemudian memfasilitasi guru itu
mengadakan alat itu.
9. Kendala-kendala apa yang dihadapi guru dalam melaksanakan SBSNP?
Ini pasti ada kendalanya. Karena kemampuan guru itu tidak sama. Masih terbatas, ada
yang laju, ada cepat, ada yang putus-putus. Kendala-kendalanya seperti itu. Kami
memberikan pemahaman mendorong terus supaya menggunakan program yang sudah
dibuatkan oleh SBSNP kan sudah luarbiasa bagusnya. Jadi kenapa tidak dicoba
digunakan, dilatih. Kan kalau tidak dilatih tidak bisa-bisa itu. Insyaallah, sedikit-demi
sedikit ada perubahan. Insyaallah akan teratasi.
Kalau kendalanya itu terutama media pembelajaran. Maksudnya media pembelajaran
begini. Kita kan belum semuanya ada media pembelajaran yang disediakan oleh
sekolah. Misalnya alat peraganya, misalnya kita dulu harus kreatif lagi bagaimana
menyiapkan itu pada saat pembelajaran di kelas.
Kalau selama ini ibu menggunakan alat peraga atau tidak?
Ada alat peraga yang sudah tersedia juga ada yang dibuat sendiri. Berarti alat-alatnya
itu yah kendalanya.
Kalau Bapak sendiri kendala apa saja. Kalau kendala itu dalam hal penyiapan alatbahan itu. Misalnya karton. Kadang kan kalau kita lagi siap bahannya ada di sini yah
kita buat. Namun kadang yah tidak tersedia jadi kita juga mengatasi sendiri.

Kemudian juga masalah waktu biasanya. Mungkin karena anak-anak keenakan jadi
waktunya itu kelewat. Biasanya anak-anak kerja dengan rasa menempel apa semua
akhirnya biasa itu saja (maksudnya itu kehabisan waktu untuk mengajar). Selebihnya
itu kami berusaha membuat sendiri alat-alat peraga.
10. Bagaimana solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut?
Solusinya itu yah membuat sendiri alat pengajarannya. Bisa juga kita berkolaborasi
dengan anak-anak. Kalau saya sebagai perwalian itu kan biasa kita mengumpulkan
uang kas. Biasa dengan uang kas itu kita gunakan untuk mengatasi tanpa harus
menyampaikan lagi ke kepala sekolah. Yah itu solusi yang kita lakukan.
11. Bagaimana dukungan sekolah dalam membantu guru dalam menerapkan SBSNP?
12. Apakah sekolah Ibu menjalin komunikasi dengan sekolah lain yang juga menerapkan
SBSNP? Kalau demikian apa saja bentuk komunikasinya?
Komunikasinya yah biasa Cuma seperti biasa. Kalau ada kegiatan (pertemuan,
training dst, red.)baru terjalin baku Tanya-tanya begitu. Tapi untuk .. kita pernah
mencoba untuk bekerja sama untuk MGMP. Tapi sampai sekarang ini belum terwujud.
Bagaimana bentuknya kira2?
Kita mengundang semua guru di 4 sekolah ini untuk membentuk MGMP. Kita
melahirkan karya-karya dulu. Tapi ini belum terwujud. Karena masing-masing
sekolah itu kan kesibukannya banyak. Jadi belum ada jadwal yang pas untuk itu.
Insyaallah ke depan ini kita coba. Kerja sama yang kita jalin paling Cuma pada saat
pameran. Kalau pameran kita baku Tanya.
13. Apakah sekolah Ibu tetap berkonsultasi dengan pemerintah daerah dan LPMP terkait
hasil dan permasalahan yang dihadapi di sekolah?
Yah. Terutama kalau ada kekurangan sarana prasarana. Itu yang kita komunikasikan.
Kemudian tenaga guru juga kita komunikasikan. Karena ada guru mata yang tidak ada
di sekolah ini, misalnya keterampilan, kesenian kita perlu mengeksplore itu yah. Tapi
itu belum ada gurunya. Jadi itu yang kami komunikasikan semuanya. Kemudian
sarana prasarana yang memang kami butuhkan itu kami gunakan juga. Alhamdulillah
itu sedikit demi sedikit itu mereka sudah lengkapi. Kita butuh alat TIK mereka
lengkapi, kita butuh alat kesenian mereka lengkapi. Mudah-mudahan ada beberapa
ruangan yang selama ini tidak menunjang juga dilengkapi nanti.
Kalau LPMP sendiri?
Salah satu bentuk komunikasi saya dengan LPMP ini dengan wawancara ini. Karena
wawancara ini bentuk keaktifan kami di LPMP ini.
14. Bagaimana dukungan pemerintah daerah terkait pelaksanaan SBSNP di sekolah Ibu?
Dukungan moril dan materiil. Kalau dukungan moril itu kami selalu di support. Jadi
kami kemarin itu memberikan penghargaan kepada guru-guru dan siswa yang

berprestasi itu kami undang mereka datang. Kalau ada kegiatan apa mereka tetap
mempriortiaskan kami. Kemudian untuk itu tadi bantuan TIK mereka Tanya bu
Farah, sudah ada alat ini di sekolahnya? Belum ada pak. Mereka bantu.
15. Apakah ada masukan terkait dengan pelaksanaan SBSNP di sekolah (dalam rangka
memperbaiki pelaksanaan SBSNP di sekolah)?
Kami berharap SBSNP ini tetap ada sampai terakhir masa kontraknya. Cuma perlu
ada monitoring. Kami kan perlu di charge. Charge ini monitoring seperti ini (kami
datang wawancara). Kalau dibilang mereka (dinas atau LPMP) mau datang kita semua
prepare. Jadi seperti ini harus ada check dan recheck-nya. Mudah-mudahan bisa
terpenuhi. Selalu check kami, bagaimana program itu.
Apa tidak bosan nanti?
Sangat tidak bosan. Karena salah satu dukungan moril kepada kami melalui datang
memonitoring itu. berarti yah masih dalam program ini. Kami berharap sekali ke
pemerintah agar program ini tidak dihapuskan. Cuma program ini jangan sampai
habis begitu saja. Karena ada sebagian yang menganggap program ini tidak penting.
Karena mungkin gaungnya dari pemerintah daerah yang tidak karena MoUnya
dengan kabupaten. Bukan dengan dinas pendidikan sigi tetapi bupatinya. Ini
infrastruktur sekolah kami di sini. Kami butuh pagar, kami butuh tempat bermain
anak-anak, lapangan olah raga dan upacara yang layak. Itu tidak mungkin kami
mendanai sendiri. Kalau dukungan dari komite itu terbatas. Jadi kami butuh dukungan
dari pemerintah daerah. Dan Alhamdulillah kemarin kami sudah buatkan
permintaannya. Mudah-mudahan ini bisa menggugah pemerintah daerah untuk
bergerak membantu 4 sekolah ini. Kami juga butuh fasilitas air bersih, karena itu
terkait misalnya untuk ibadah, penghijauan, memelihara tanaman-tanaman di sekolah
ini (salah satu kendala di Sigi adalah kekurangan air bersih). Kami berharap jangan
terlalu cepat berakhir karena nantinya belum kelihatan hasilnya. Apalagi anak-anak
yang baru memulai pembiasaan, jadi ketika mereka sudah menyenangi program
pembelajaran ini kemudian berhenti jadi tanggung begitu.
Jadi kalau ada yang mengawasi juga artinya kita merasa ada perhatian dan dukungan
dari pemerintah daerah.
Apakah sekolah ibu sudah melaksanakan pengimbasan ke guru-guru di luar
sekolahnya Ibu.
Kalau itu sudah pernah. Lalu kita sudah pernah yang mau diimbas. Mereka sudah
datang kemari. Sudah potret-potret kemudian kepala sekolahnya pindah. Jadi
progamnya tidak diteruskan. Itu sudah sangat mau.
Kalau dengan dinas sendiri ada prakarsa untuk mendorong pengimbasan.

Tidak ada. Belum ada mungkin sekolah ini dipetakan. Sekolah ini mengikut. Tidak
ada. Karena masing-masing juga merasa unggul di sekolahnya.
16. Bagaimana harapan Ibu ke depan terkait pelaksanaan SBSNP?