Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus


karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas
agama dengan baik dan benar. Penulis menyadari pentingnya pengetahuan
mengenai pendidikan agama selain di gereja dan dengan tugas ini saya jadi
mengetahui kelemahan saya dan solusi masalah tersebut. Penulis menyadari
bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna maka dari itu kritik dan saran
yang membangun sangat dibutuhkan oleh penulis.

Yogyakarta, 22 desember 2014

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata pengantar.......................................................... 1
Daftar isi................................................................... 2
Bab 1
Latar belakang........................................................... 3
Rumusan masalah.......................................................4
Bab 2
Pengertian pengendalian diri.......................................5
Ciri-ciri orang yang tidak dapat mengendalikan diri.....13
Kata alkitab tentang pengendalian diri......................................15
Contoh Pengendalian diri..........................................................17
Cara mengendalikan diri...........................................................18
Manfaat pengendalian diri.........................................................22
Bab 3
Kesimpulan...............................................................................24
Saran.........................................................................................25
Daftar pustaka...........................................................................26
.

BAB 1
2

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengendalian diri secara umum adalah merupakan suatu keinginan dan
kemampuan dalam menggapai kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang pada
hak dan kewajibannya sebagai individu dalam kehidupan keluarga, masyarakat,
bangsa dan negara. Pengertian serasi, selaras dan seimbang dalam pengendalian
diri :
- Serasi adalah kesesuaian / kesamaan antar semua unsur pendukung agar
menghasilkan keterpaduan yang utuh.
- Seimbang adalah jumlah yang sama besar antara hak dan kewajiban.
- Selaras adalah suatu hubungan baik yang dapat menciptakan ketentraman lahir
dan batin.

Pengendalian diri dikaitkan dengan berbuat sesuatu, atau kadang


kadang dihubungkan dengan kesulitan untuk konsekuensi dari suatu
perbuatan. Pengendalian diri merupakan sesuatu yang sangat penting untuk
kita pahami. Karena itu mencegah kita dari melakukan sesuatu yang tidak
baik. Jadi kita sebagai makhluk yang gampang tergoda oleh amarah kita
perlu untuk meningkatkan pengendalian diri kita dengan mendekatkan diri
dengan Tuhan

B. Rumusan Masalah
1.

pengertian pengendalian diri


3

2.

Kata alkitab tentang pengendalian diri

3.

contoh Pengendalian diri

4.

cara mengendalikan diri

5.

Manfaat pengendalian diri

C. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.

Mampu menjelaskan pengertian pengendalian diri.

2.

Mampu mengetahui orang yang dapat mengendalikan diri

3.

Mampu menyebutkan contoh mengendalikan diri.

4.

Mampu menyebutkan hikmah tanggung jawab.

5.

Mampu mengendalikan diri sendiri

BAB 2
PEMBAHASAN
4

1. KONTROL DIRI ATAU PENGENDALIAN DIRI


1 . Pengertian Kontrol Diri

Larry (dalam R.S Satmoko, 1986:130) mengungkapkan bahwa


Pengendalian diri adalah kemampuan mengenali emosi dirinya dan orang lain.
Baik itu perasaan bahagia, sedih, marah, senang, takut, dan sebagainya, mengelola
emosi, baik itu menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan pas,
kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan,
atau ketersinggungan, mengendalikan dorongan hati memotivasi diri sendiri, dan
memahami orang lain secara bijaksana dalam hubungan antar manusia.

Berbagai permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan ini


banyak diakibatkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan
diri. Tawuran antar pelajar, mengambil hak milik orang lain (mencuri,
merampok, korupsi), vandalism, penyalahgunaan obat terlarang dan free
sex merupakan contoh perilaku yang timbul karena ketidakmampuan dalam
mengendalikan diri (self control).

Perkembangan

self

control

pada

dasarnya

sejalan

dengan

bertambahnya usia seseorang. Semakin dewasa diharapkan mempunyai self


control yang lebih baik dibanding saat remaja dan anak-anak
Menurut kamus psikologi (Chaplin, 2002), definisi kontrol diri atau
self control adalah kemampuan individu untuk mengarahkan tingkah
lakunya sendiri dan kemampuan untuk menekan atau menghambat
dorongan yang ada. Goldfried dan Merbaum, mendefinisikan kontrol diri
sebagai suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan

mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu kearah


konsekuensi positif.
Kontrol diri merupakan satu potensi yang dapat dikembangkan dan
digunakan individu selama proses-proses dalam kehidupan, termasuk dalam
menghadapi kondisi yang terdapat dilingkungan yang berada disekitarnya,
para ahli berpendapat bahwa kontrol diri dapat digunakan sebagai suatu
intervensi yang bersifat preventif selain dapat mereduksi efek-efek
psikologis yang negative dari stressor-stresor lingkungan. Disamping itu
kontrol diri memiliki makna sebagai suatu kecakapan individu dalam
kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya serta kemampuan untuk
mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan
kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi (Calhoun dan
Acocela, 1990).
Pentingnya Self Control :
1. kontrol diri berperan penting

dalam hubungan seseorang

dengan orang lain (interaksi social). Hal ini dikarenakan kita


senantiasa hidup dalam kelompok atau masyarakat dan tidakbisa
hidup sendirian.
2. Kontrol diri memiliki peran dalam menunjukkan siapa diri kita
(nilai diri). Seringkali seseorang memberikan penilaian dari apa
yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan kontrol diri
merupakan salah satu aspek penting dalam mengelola dan
mengendalikan perilaku kita
3. Kontrol diri berperan dalam pencapaian tujuan pribadi.
Pengendalian diri dipercaya dapat membantu seseorang dalam
mencapai tujuan hidup seseorang.
Dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan diri sebaikbaiknya, maka kita akan dapat menjadi pribadi yang efektif, hidup lebih

konstruktif, dapat menyusun tindakan yang berdimensi jangka panjang,


mampu menerima diri sendiri dan diterima oleh masyarakat luas.
Pada dasarnya sumber terjadinya self control dalam diri seseorang
ada 2 :
1. Sumber internal (dalam diri)
Pengendalian diri dapat dilihat dari kehidupan seseorang dalam kehidupan
sehari- hari yang mempunyai keinginan yang tinggi agar pada diri
seseorang dapat tercapai keinginan dalam kehidupannya

2. Sumber eksternal (di luar diri)


Pengendalian diri dari luar yang menunjukkan kendali diri seseorang
kurang mempunyai harapan atau kemauan untuk berusaha memperbaiki
kegagalan yang ada pada diri nya

A.

Jenis-Jenis Kontrol Diri


Kontrol diri yang digunakan seseorang dalam menghadapi situasi
tertentu, meliputi :

a. Behavioral control, kemampuan untuk mempengaruhi atau memodifikasi


suatu keadaan yang tidak menyenangkan.
b. Cognitive control, kemampuan individu dalam mengolah informasi yang
tidak

diinginkan

dengan

cara

menginterpretasi,

menilai

dan

menggabungkan suatu kejadian dalam sutu kerangka kognitif sebagai


adaptasi psikologis atau untuk mengurangi tekanan.
c. Decision control, kemampuan seseorang untuk memilih suatu tindakan
berdasarkan pada sesuatu yang diyakini atau disetujuinya. Kontrol diri
dalam menentukan pilihan akan berfungsi baik dengan adanya suatu
kesempatan, kebebasan atau kemungkinan untuk memilih berbagai
kemungkinan (alternative) tindakan

d. Informational control, Kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai


kejadian yang menekan, kapan akan terjadi, mengapa terjadi dan apa
konsekuensinya. Kontrol informasi ini dapat membantu meningkatkan
kemampuan seseorang dalam memprediksi dan mempersiapkan yang
akan terjadi.
e. Retrospective

control,

Kemampuan

untuk

menyinggung

tentang

kepercayaan mengenai apa atau siapa yang menyebabkan sebuah


peristiwa yang menekan setelah hal tersebut terjadi.
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol diri
a.

Kepribadian

b.

Situasi.

c.

Etnis.

d.

Pengalaman

e.

Usia

C.
1.

Prinsip-prinsip dalam mengendalikan diri


Prinsip kemoralan. Setiap agama pasti mengajarkan moral yang baik
bagi setiap pemeluknya, misalnya tidak mencuri, tidak membunuh, tidak
menipu, tidak berbohong. Apakah yang kita lakukan ini sejalan atau
bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama

2.

Prinsip kesadaran. Prinsip ini mengajarkan kepada kita agar senantiasa


sadar saat suatu bentuk pikiran atau perasaan yang negatif muncul. Pada
umumnya orang tidak mampu menangkap pikiran atau perasaan yang
muncul, sehingga mereka banyak dikuasai oleh pikiran dan perasaan
mereka

3.

Prinsip perenungan. Ketika kita sudah benar-benar tidak tahan untuk


meledakkan emosi karena amarah dan perasaan tertekan, maka kita bisa
melakukan sebuah perenungan.

4.

Prinsip kesabaran. Pada dasarnya emosi kita naik turun dan timbul,
tenggelam. Emosi yang bergejolak merupakan situasi yang sementara saja,
sehingga kita perlu menyadarinya bahwa kondisi ini akan segera berlalu
seiring bergulirnya waktu

5.

Prinsip pengalihan perhatian. Situasi dan kondisi yang memberikan


tekanan psikologis sering menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran yang
cukup banyak bagi seseorang untuk menghadapinya. Apabila berbagai cara
(4 prinsip sebelumnya) sudah dilakukan untuk berusaha menghadapi namun
masih sulit untuk mengendalikan diri, maka kita bisa menggunakan prinsip
ini dengan menyibukkan diri dengan pikiran dan aktifitas yang positif.

2. Ciri ciri Seseorang yang tidak berhasil mengendalikan diri


biasanya :
Ciri-ciri seseorang mempunyai kontrol diri antara lain :
a.

Kemampuan untuk mengontrol perilaku yang ditandai dengan


kemampuan menghadapi situasi yang tidak diinginkan dengan cara
mencegah atau menjauhi situasi tersebut, mampu mengatasi frustasi dan
ledakan emosi.

b.

Kemampuan menunda kepuasan dengan segera untuk mengatur perilaku


agar dapat mencapai sesuatu yang lebih berharga atau lebih diterima oleh
masyarakat

c.

Kemampuan mengantisipasi peristiwa dengan mengantisipasi keadaan


melalui pertimbangan secara objektif.

d.

Kemampuan menafsirkan peristiwa dengan melakukan penilaian dan


penafsiran suatu keadaan dengan cara memperhatikan segi-segi positif
secara subjektif
9

e.

Kemampuan mengontrol keputusan dengan cara memilih suatu tindakan


berdasarkan pada sesuatu yang diyakini atau disetujuinya.

3. Kata alkitab tentang pengendalian diri


Pengendalian diri adalah sebuah sikap kehidupan yang tegas; yang tidak
mau dikuasai oleh keinginan-keinginan duniawi ( meliputi keinginan mata,
keinginan daging, dan keinginan hawa nafsu ), namun mengendalikan diri
seturut dengan apa yang benar, alkitab katakan dan sabda Tuhan
Pandangan Alkitab mengenai pengendalian diri :
1. Roh memang penurut tapi daging lemah. Kita harus hidup dalam Roh,
peka akan
suara Roh Kudus, isi Roh kita dengan Firman Tuhan ( Matius:26:41 ).
2. Mengendalikan diri adalah syarat utama mengiring Yesus
( Matius:16:24 ).
3. Latihlah Pengendalian Diri ini dan katakan tidak pada segala sesuatu
yang jahat
( I Timotius:4:7-8 ; Titus:2:11-12 ).
4. Kita dapat Mengendalian pikiran kita ( II Korintus:10:5 ).

SIKAP-SIKAP PENGENDALIAN DIRI :


1. Sabar dalam menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan.
2. Tidak mudah menyerah dan terus berjuang.
3. Tetap menjaga kesucian di dalam lingkungan apapun.
10

4. Tetap memegang teguh nilai-nilai Iman, meskipun dalam pencobaan.


5. Menjauhkan diri dari dosa dan larangan

Saran Mengendalikan Diri


Saran untuk mengendalikan diri yaitu kita hatus mematikan daging
kita seperti yang ditertulis dalam galatia 5:22-23 ( (22)tetapi buah roh
ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan.(23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang
menentang hal-hal itu.

4. Contoh pengendalian diri


a.

Pengendalian diri emosi / marah

b.

Pengendalian diri terhadap godaan membolos

c.

Pengendalian diri terhadap menyontek

ada juga pengendalian diri yang harus di lakukan dalam keluarga, masyarakat
dan juga di lingkungan kampus yaitu:
a.

Dalam Keluarga
- Hidup sederhana tidak suka pamer harta kekayaan dan kelebihannya.
- Tidak mengganggu ketentraman anggota keluarga lain.
- Tunduk dan taat terhadap aturan serta perintah orang tua.

b.

Dalam Masyarakat
- Mencari sahabat sebanyak-banyaknya dan membenci permusuhan.
- Saling menghormati dan menghargai orang lain.
- Mengikuti segera aturan yang berlakudalam masyarakat.

c.

Dalam Lingkungan sekolah Dan Kampus


- Patuh dan taat pada peraturan disekolah

11

- Menghormati dan menghargai teman, guru, karyawan, dll


- Hidup penuh kesederhanaan, tidak sombong dan tidak gengsi
Keuntungan Bersikap Mengendalikan Diri
a.

Bisa menjaga kehormatan diri

b.

Bisa menjaga terhindar dari sifat yang merugikan orang lain

c.

Bisa menjadi teladan bagi orang lain

d.

Bisa menyelesaikan segala permasalahan dengan lebih jernih.

Cara mengontrol diri agar tidak mudah marah :


1. Ambil waktu sebentar
Mengambil waktu sebentar dan cobalah tenangkan diri anda. Jika perlu,
istirahat dan menjauhlah dari orang atau situasi sampai amarah Anda
mereda sedikit.
2.Ekspresikan kemarahan anda
Ungkapkan kemarahan anda dengan hal positif seperti bersosialisasi,
menonton film komerdi, menulis dan lain-lain
3.Berolahraga
Olahraga dapat mengurangi tingkat strees yang terbentuk akibat tidak bisa
mengendalikan diri. Olahraga merangsang berbagai bahan kimia otak yang
dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih santai.
4. Berpikirlah sebelum Anda berbicara
Dalam keadaan marah, mudah untuk mengatakan sesuatu yang nanti akan
anda sesali. Ambil beberapa saat untuk mengumpulkan pikiran Anda
12

sebelum mengatakan sesuatu dan mengizinkan orang lain yang terlibat


dalam situasi untuk melakukan hal yang sama.
5. Jangan menyimpan dendam
Jika Anda melampiaskan kemarahan dan perasaan negatif Anda kepada
orang banyak, Anda mungkin akan menemukan diri Anda sendiri ditelan
oleh rasa bersalah Anda sendiri. Tapi jika Anda dapat memaafkan seseorang
yang membuat marah, anda mungkin mendapat pelajaran dari situasi ini.

6. Manfaat pengendalian diri


Upaya-upaya untuk mengendalikan tersebut memiliki banyak manfaat
apabila kita berhasil untuk mengendalikan diri. Manfaat yang diperoleh dari
keberhasilan seseorang dalam mengendalikan dirinya antara lain :
1. Kita jadi mampu untuk meningkatkan kesabaran. Karena jika kita sedang
dalam keadaan marah, kita tidak sabar,tawakal,bersyukur.dll.dapat
meningkatkan komunikasi positif dilingkungan masyarakat sehingga di
peroleh suasana tenang.
2. akan lebih dapat menimbangkan pencukupan kebutuhan hidup yang
sesuai dengan
kemampuan diri dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang di berikan
oleh Tuhan kepadanya

13

3. dapat mengurangi rasa gelisah,cemas,iri dan tidak puas yang dapat terjadi
pada semua tingkatan.

BAB 3
PENUTUP
1. Kesimpulan

14

Pengendalian diri sangat di butuhkan pada diri manusia, karena tanpa


pengendalian diri manusia bisa terjebak dosa. Saat manusia berada di atas,
saat manusia berada di bawah manusia harus bisa mengendalikan dirinya
dan tetap rendah hati
Pada dasarnya sifat manusia tidak pernah puas, tetapi harus di imbangi
oleh pengendalian diri, dengan adanya pengendalian diri bisa membawa
kita lebih maju lagi. Dengan adanya pengendalian diri di dalam diri kita,
hidup kita akan lebih tenang.
2.

Saran
Sebagai murid Tuhan Yesus kita diajak untuk hidup sesui firman dan
kebenaran, berperilaku sesuai teladan Tuhan maka semuanya akan diberkati
sehingga mampu mengendalikan diri.

DAFTAR PUSTAKA
https://herrystw.wordpress.com/2013/01/04/pengendalian-diri/
http://pai-bp.blogspot.com/2014/08/pengendalian-diri-self-control.html
http://garasikeabadian.blogspot.com/2013/03/pengendalian-diri-self-control.html

15

http://myblog-noviau.blogspot.com/2014/03/v-behaviorurldefaultvmlo_25.html

16