Anda di halaman 1dari 21

POTENSI CURAH HUJAN

SUMATERA UTARA

POTENSI
Alam

Indonesia yang sangat indah dan


subur, sesungguhnya menyimpan sesuatu
yang sangat mengerikan yaitu bencana
alam.
Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi
dan menjadikan bencana-bencana alam
sebagai teman dan mengakrabinya,
sehingga tidak membuat kita
menderita/sengsara.
Wilayah Indonesia pada umumnya dan
daerah Sumatera Bagian Utara khusunya
merupakan daerah rawan terjadinya
bencana alam, seperti gempa bumi,
tsunami, banjir, longsor, kekeringan,
kebakaran, dan lain-lain

PERUBAHAN IKLIM

Kegiatan manusia dalam memenuhi


kebutuhan hidupnya
Trend kenaikan suhu 0.5 dalam 10 tahun
terakhir

Trend kenaikan suhu udara dari stasiun Sampali

TREND SUHU UDARA DI STAKLIM SAMPALI

28
27
26
25
19
74
19
76
19
78
19
80
19
82
19
84
19
86
19
88
19
90
19
92
19
94
19
96
19
98
20
00
20
02
20
04

Suhu

29

SUHU RATA-RATA

Linear (SUHU RATA-RATA)

RATA-RATA CURAH HUJAN 30 DAN 5 TAHUN TERAKHIR


POLONIA
450
400
350

MM

300
250
200
150
100
50
0

BULAN
CHRATA-RATA 30TH CHRATA-RATA5TH TERAKHIR

Tabel Kelas kategori potensi air tanah dan


potensi debitnya
No.

Kategori Potensi Air Tanah

Potensi Debit(l/detik)

Sangat Bagus

> 16,67

Bagus

5,01 16,66

Sedang

1,67 5,00

Buruk

0,41 1,66

Sangat Buruk

< 0,41

TIPE IKLIM
Berdasarkan Oldeman maka type iklim
Sumatera Utara terdiri dari type
A
B1
C1
D1
E2

A : bb > 9 bulan Berturut-turut


B1 : bb 7-9 bulan Berturut-turut; bk < 2

bulan

C1 : bb 5-6 bulan Berturut-turut; bk < 2 bulan


D1 : bb 3-4 bulan berturut-turut; bk < 2 bulan
E2 : bb < 3 bulan berturut-turut; bk 2-4 bulan

Keterangan : bb = bulan basah dimana curah hujan > = 200 mm perbulan.


bk = bulan kering, dimana curah hujan <= 100 mm perbulan

RATA-RATA CURAH HUJAN 30


DAN 5 TAHUN TERAKHIR

SIBOLGA
600

500

400

MM

300

200

100

BULAN

CHRATA-RATA 30 TAHUN

CH

RATA-RATA 5 TH TERAKHIR

POTENSI CURAH HUJAN

Konsep water balance


P+I=D+Ro+E+T+S

KONDISI RATA-RATA CURAH HUJAN, PENGUAPAN, SERTA ANALISIS DEFISIT


DAN SURPLUS AIR UNTUK KABUPATEN TAPSEL

Curah Hujan dan


Penguapan
Karo D1
300
250

mm

200
150
100
50
0
1 2

CH

Curah Hujan dan


Penguapan
Karo E2
180
160
140
120

mm

100
80
60
40
20
0
1

CH

PE bln

9 10 11 12

3 4

Penguapanbln

9 10 11 12

CURAH HUJAN DI BEBERAPA DAS

Diagram alir analisis wilayah rawan


kekeringan

Perubahan iklim merupakan ancaman yang serius

1. Krisis pangan karena kekeringan


2. Rusaknya infrastruktur karena banjir

3. Pulau-pulau yang tenggelam


4. Rusaknya daerah pesisir karena peningkatan permukaan laut
5. Peningkatan kasus penyakit tropis
6. Punahnya beberapa spesies flora maupun fauna karena tak mampu
beradaptasi.

Akibat Global warming bagi Indonesia

Penduduk di daerah pantai, banjir, penghasilan mereka (baik sebagai


nelayan maupun dari sektor pariwisata) terancam oleh perubahan
gelombang pasang.

Rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai sehingga Indonesia akan


kehilangan sekitar 1.000 km jalan dan 5 pelabuhan lautnya..

Akan terjadi krisis air bersih di perkotaan (intrusi air laut)

Meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk

Menurunnya produktivitas pertanian akibat perubahan suhu dan pola


hujan yang tak tentu.

Sejumlah keanekaragaman hayati terancam punah akibat peningkatan


suhu bumi rata-rata sebesar 1oC.