Anda di halaman 1dari 1

4.4.

4 Zonasi
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada kesesuaian lahan potensial
tanaman pinus dan kopi di desa Tawang Argo Kecamatan Karangploso Kabupaten
Malang Propinsi Jawa Timur didapatkan hasil bahwa pada daerah tersebut berpotensi
untuk tanaman pinus. Sebaran tanaman pinus pada peta zonasi yang telah dibuat lebih
dominan jika dibandingkan dengan tanaman kopi. Hal ini dikarenakan tanaman pinus
lebih sesuai dengan kondisi lingkungan pada daerah tersebut baik dari segi tekstur
tanah, bahaya erosi dan kelerengan. Berdasarkan data pengamatan kelerengan pada
daerah yang diamati mencapai 9-27% sedangkan lereng yang sesuai untuk tanaman kopi
dan pinus <8%, tanaman pinus lebih berpotensi karena struktur akar pohon pinus lebih
kuat mencekram tanah dan bercabang-cabang, penyebaran akarnya lebih luas sehingga
dapat menyerap unsur hara dan air lebih baik, penyebaran akar yang luas juga berfungsi
untuk menekan bahaya erosi. Sedangkan tanaman kopi akarnya dangkal. Hal ini sesuai
dengan pendapat Najiya (1997) bahwa tanaman kopi merupakan tanaman tahunan tetapi
memiliki akar dangkal. Kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah rebah. Oleh
sebab itu tanaman kopi mudah mengalami kekeringan pada kemarau panjang jika
didaerah perakarannya tidak diberi mulsa.