Anda di halaman 1dari 17

TUGAS PERENCANAAN PROYEK INDUSTRI

PERENCANAAN PROYEK PEMBANGUNAN INDUSTRI PENGOLAHAN SELAI


BUAH NAGA

Oleh :

Shenni Maulina

1311205029

Ida Bagus Yogaswara

1311205031

Anita Natalie

1311205033

JurusanTeknologiIndustriPertanian
FakultasTeknologiPertanian
UniversitasUdayana
2016

Perencanaan Proyek Pengembangan Industri


Selai Buah Naga
1. Jenis produk yang diproduksi dan alasan memproduksi produk tersebut.
Selai merupakan produk makanan dengan konsisten gel atau semi padat yang
dibuat dari bubur buah. Konsistensi gel atau semi padat pada selai diperoleh dari
senyawa pektin yang ditambahkan dari luar, gula sukrosa dan asam. Interksi ini terjadi
pada suhu tinggi dan bersifat menetap setelah suhu diturunkan. Kekerasan gel
tergantung pada konsentrasi gula, pectin dan asam pada bubur.
Pada umumnya buah naga juga dapat disajikan dalam bentuk jus, sari buah
manisan maupun selai. Buah naga yang kaya akan kandungan gizi, vitamin C dan
antioksidan juga dapat berguna sebagai pangan fungsional. Salah satunya yaitu
dengan mengolah buah naga merah menjadi selai buah. Untuk itu kelompok kami
ingin membuat perencanaan produk industry selai buah naga.
2. Daerah pemasaran produk
Produk selai buah naga akan di pasarkan di daerah Kuta dan Badung juga
daerah Denpasar, Bali. Dikarenakan atas dasar pertimbangan latar belakang budaya
dan lingkungan sosial di perkotaan. Produk selai buah naga kami akan dipasarkan
pada supermarket di daerah tersebut agar lebih mudah pemasarannya dan juga jumlah
penduduk di Denpasar lebih tinggi dari daerah lain. Selain hal itu kami memasarkan
di daerah Kuta dan Badung dikarenakan targetnya adalah hotel-hotel besar dan juga
restoran dimana banyaknya para wisatawan asing dan lokal yang memungkinkan
mereka untuk membeli produk kami.
Untuk pangsapasar (market share) dari prediksi jumlah Selai Buah Naga yang
dikonsumsi masyarakat Denpasar setiap bulannya dari total penduduk umur 15-40
tahun (laki-laki dan wanita, remaja dan dewasa).

3. Luas Produksi
Jumlah produksi selai di Denpasar
1 orang = 30ml/ bulan

Jumlah penduduk Denpasar dengan rentang usia 15 60 tahun = 497.300


Jumlah yang harus diproduksi
= 30 gr x 497.300
= 14.919.000
Untuk jumlah produksi per botol
= 14.919.000 / 250 ml
= 59.676 botol per bulan @250 ml / botol
Dan kami mengambil kebutuhan pasar sebanyak 10 %
10 % dari jumlah yang harus di produksi 59.676 botol
= 5.968 produk dalam botol 200 ml / bulan
= 5.968 / 30 hari = 199 botol / hari
Volume selai buah naga pada satu botolnya sebesar 250 ml.Usaha selai buah naga
merupakan usaha dengan volume produksi yang rendah sehingga jenis proses
produksinya adalah produksi terputus dengan menggunakan layout pabrik tipe proses.
Dari 1kg buah naga menghasilkan 2000ml selai buah naga.
4. Lokasi Proyek
Data untuk pemilihan lokasi proyek atau produksi produk Selai buah naga ini
menggunakan teknik kuantitatif yang terdiri dari faktor primer dan faktor sekunder.
Untuk menetapkan lokasi proyek maka diperoleh data sehingga dengan mudah
memberi skor pada masing-masing kandidat lokasi proyek :
Tabel 1.Tabel Faktor Primer

Faktor Primer

Kabupaten
Badung

Gianyar

Tabanan

Bahan baku*(produksi
bahan baku dalam
kg/minggu)

248 kg

248kg

248kg

Pasar (jarak dari lokasi


proyek ke distributor)

20 km

42 km

30 km

Transportasi (panjang
jalan)

250 km

201 km

263 km

Tenaga Kerja (jumlah


usia produktif atau dalam
ribuan)

516.400

375.852

471.621

Sumber daya
(ketersediaan air &listrik)

89%

96%

91%

*bahan baku didapat dari distributor yang sama, maka dari itu jumlah bahan baku memiliki nilai yang sama.

Dari data (Tabel 1) di atas maka dibuatlah pembobotan berdasarkan data aktual seperti di
bawah ini :
Tabel 2. Data Hasil Pembobotan Skor
No

Faktor yang Dinilai

Alternatif Lokasi
Badung

Gianyar

Tabanan

Bahan Baku

Pasar

Transportasi

Tenaga Kerja

Sumber Daya

19

15

20

Primer

Total

Keterangan :
Bahan Baku (produksi bahan baku dalam kg/minggu)
1 = 10 50 kg
2 = 51 100kg
3 = 101 150kg
4 = 151 200 kg
5 = 201 250kg
Pasar (jarak dari lokasi proyek ke distributor yaitu Kota Denpasar)
1 = 39 45 km
2 = 32 38 km
3 = 25 31 km
4 = 18 24 km
5 = 10 17 km

Transportasi (panjang jalan)


1 = 200 220 km
2 = 221 240 km
3 = 241 260 km
4 = 261 280 km
5 = 281 300 km
Tenaga Kerja (Usia produktif)
1 = 150.000 250.000 orang
2 = 250.001 350.000 orang
3 = 350.001 450.000 orang
4 = 450.001 550.000 orang

5 = 550.001 650.000 orang


Sumber Daya (ketersediaan air dan listrik)
1 = 76 % - 80 %
2 = 81 % - 85 %
3 = 86 % - 90 %
4 = 91 % - 95 %
5 = 96 % - 100 %

Tabel 3. Data Aktual Kondisi Per Kabupaten Rencana Pembangunan Proyek


Faktor Sekunder
Penerimaan Masyarakat
(dilihat dari aspek
pembangunan)
Sarana Publik
- Jumlah Transportasi
- Pelayanan Kesehatan
- Lembaga Keuangan

Kabupaten
Badung

Gianyar

Tabanan

76,37

72,25

76,19

30.488
652
195

31.452
527
165

24.688
926
226

Dari data (Tabel 3) di atas maka dibuatlah pembobotan berdasarkan data aktual seperti di
bawah ini :
Tabel 4. Data Hasil Pembobotan Skor
No

Faktor yang Dinilai

Penerimaan
Masyarakat (Aspek
Pembangunan)

Sarana Publik
Sekunder - Jumlah
Transportasi
- Pelayanan
Kesehatan
- Lembaga
Keuangan
Total

Keterangan :

Aspek Pembangunan

Alternatif Lokasi
Badung

Gianyar

Tabanan

17

14

18

1 = 46 50
2 = 51 65
3 = 66 70
4 = 71 75
5 = 76 80
Jumlah Transportasi
1 = 7.000 14.000 buah
2 = 14.001 21.000 buah
3 = 21.001 28.000 buah
4 = 28.001 35.000 buah
5 = 35.001 42.000 buah
Pelayanan Kesehatan
1 = 200 350
2 = 351 500
3 = 501 650
4 = 651 800
5 = 801 950
Lembaga Keuangan
1 = 81 110
2 = 111 140
3 = 141 170
4 = 171 200
5 = 201 230

Tabel 6. Data Total Hasil Pembobotan Skor


No

Faktor yang Dinilai

Alternatif Lokasi
Badung

Gianyar

Tabanan

Bahan Baku

Pasar

Transportasi

Tenaga Kerja

Sumber Daya

Penerimaan Masyarakat
(Aspek Pembangunan)

4
4
4

4
3
3

3
5
5

36

29

38

Primer

Sekunder

Sarana Publik
- Jumlah Transportasi
- Pelayanan Kesehatan
- Lembaga Keuangan
Total

Jadi, berdasarkan aspek primer dan aspek sekunder, dengan mempertimbangkan


beberapa faktor yaitu bahan baku, pasar, transportasi, tenaga kerja, sumber daya,
penerimaan masyarakat setempat, sarana publik dan aktivitas lembaga keuangan dimana
area proyek akan didirikan, maka didapatkan kesimpulan dengan nilai bobot tertentu
bahwa tempat yang kami pilih adalah kabupaten Tabanan.
5. Proses Produksi
Jenis produksi yang perusahaan kami gunakan adalah tipe proses dimana alat
dikelompokkan berdasarkan fungsi dari masing-masing alat. Tipe proses ini dipilih
karena produksi perusahaan kami yang masih tergolong rendah. Berikut adalah
Diagram aliran proses pembuatan selai buah naga :

Kulitbuahnag
a

Gulasebanyak
5kg

BotolKaca

Diagram Alir Pembuatan Selai Buah Naga


Berikut adalah penjelasan dari diagram alir diatas:

1.

2.

Pencucian
5 kg Buah naga yang diperoleh dari perkebunan dicuci menggunakan air yang mengalir
agar bersih dari kotoran yang menempel pada kulit buah.
Pengupasan
Pada proses pengupasan terjadi pemisahan kulit buah untuk menghasilkan daging buah
naga yang siap untuk dijadikan selai buah naga. Pada proses ini harus hati-hati dalam

3.

mengupas kulit buah naga agar tidak ikut terkupas daging buah naganya.
Penghancuran
Daging buah naga hasil dari pengupasan, lalu dihancurkan menggunakan Blender.
Penghancuran bertujuan untuk membuat daging buah naga menjadi hancur agar bias

4.

dibuat menjadi selai buah naga.


Pemanasan
Setelah daging buah naga menjadi hancur menjadi seperti bubur lalu dipanaskan
menggunakan panic dan ditambahkan gula sebanyak 5 kg. perbandingan antara buah
naga dan gula yaitu 1 : 1 agar menjadi selai dengan tingkat kekentalan yang cukup
bagus. Pemanasan dilakukan untuk mencampurkan gula dan buah naga agar menjadi

5.

selai. Lakukan pemanasan selama 2-3 jam.


Pembotolan
Setelah menjadi selai buah naga, selai dimasukkan kedalam botol kaca dengan takaran

6.

200 gram/botol.
Penyimpanan
Selai yang sudah didalam botol disimpan dalam kulkas dan siap untuk didistribusikan.

6. Pemilihan Mesin dan Peralatan


No

Mesin/
Alat

Blender

Spesifikasi/
Kegunaan

kapasitas

Total

yang

Miyako

Rp.

BL-51GI

1.000.000

digunakan

x 4 bh =

untuk

Rp

Dimensi
alat

Tokopedia
10cm x
12cm x
45cm

4.000.000

mengancurkan
daging

Tempat beli

Harga

ialat 1,5 Liter

Sebaga

Merk

buah

naga menjadi
bubur

buah

naga.
2

Kompor

Digunakan

Rinai

Rp.

Tokopedia

700 cm x

untuk memasak

500.000 x

378 cm x

bubur buah

4 buah =

199 cm

dengan

Rp.

campuran gula

2.000.000

dan memproses
pembuatan selai
buah naga.

Panci

Alat untuk

Makapal

Rp.

wadah dari

100.000 x

bubur selai

4 bh =

buah naga.

Rp.

Tokopedia

Diameter
16cm

400.000
4

Kulkas

Alat untuk

Sharp

Tokopedia
Rp.
2.000.000
x 2 buah
=
4.000.000

Rp.
10.000 x
12 buah
= Rp.
120.000

Pasar

Rp.
15.000 x
2 = Rp.
30.000

Pasar

Rp.
15.000 x
4 = Rp.
60.000

Pasar

Rp.
10.000 x

Pasar

menyimpan
hasil dari selai
buah naga

70 x 60 x
125cm,

yang sudah
dimasukkan
kedalam botol
kaca.
5

Sendok

Alat untuk

kecil

mengecek cita
rasa dari selai
buah naga

Alat untuk

tempat
mencuci buah
Baskom

naga
Alat untuk

mengupas dan
memotong
8

Pisau

buah naga

Pengadu
k Kayu

Alat untuk
mengaduk

tradisional

tradisional

tradisional

bubur selai
buah naga
9

Alat untuk

alas
memotong
Talenan

10

buah naga
Alat untuk

4 = Rp.
40.000

tradisional

Rp.
20.000 x
4 = Rp.
80.000

Pasar
tradisional

Pasar
Rp.
200.000 x tradisional
menimbang
Timbang
4 = Rp.
buah naga
an
800.000
Tabel. 7 Data Alat dan Mesin Yang Akan Digunakan Dalam Produksi

7. Lay Out Industri


BaganAlir Proses
BAGAN PROSES
SPESIFIKASI

REKAPITULASI
Aktivitas

Kapasitas = 23.057 biji

Bahan :
Buahnaga = 200kg
Gula = 100 kg

No

Uraian

Jumlah

Operasi
Pengangkutan
Penundaan
Inspeksi
Penyimpanan

6
3
0
0
1

JumlahJarak

20 m

JumlahWaktu

298mnt

Org

Jrk

Wkt

10
m

5mnt

Buah naga diambil dibawa


keruang pencucian

Buah Naga dicuci

30
mnt

Buah naga dikupas

20
mnt

Buah naga dihancurkan

30
mnt

Pengambilan Gula di gudang

Bubur buah naga dipanaskan


dan ditambahkan gula

120
mnt

Selai didiamkan

10mnt

Selaidimasukkankedalambotol 3

Produk dibawa keruang


penyimpanan

10

Produk disimpan

5
m

5 mnt

8mnt
5
m

10
mnt
60mnt

Lambang

Ket

Lay Out Pabrik


Lay out yang kami gunakanyaitu layout tipe proses.

8. Aspek Manajemen
Bentuk Organisasi Yang Dipilih dengan Pertimbangannya
Bentuk organisasi yang dipilih yaitu Struktur Organisasi Fungsional. Struktur
Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur
Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Pembagian kerja dalam bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan

berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan


Sumber daya Manusia. Karyawan-karyawan yang memiliki keterampilan (skill) dan
tugas yang sama akan dikelompokan bersama kedalam satu unit kerja. Struktur
Organisasi ini tepat untuk diterapkan pada Organisasi atau Perusahaan yang hanya
menghasilkan beberapa jenis produk. Struktur organisasi bentuk ini dapat menekan
biaya operasional.
Jumlah Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diperlukan dalam mengelola proyek sebagai berikut :
Tenaga kerja berjumlah 25 orang dengan pendidikan sebagai berikut:
- Tenga Kerja dengan pendidikan S1 = 6 orang
- Tenaga Kerja dengan pendidikan SMA = 19 orang
Persyaratan Tenaga Kerja
1. Manajer Produksi
- Minimal lulusan S1 Tata Boga atau S1 Ilmu dan Teknologi Pangan
- IPK minimal 3.00
- Usia pada saat penerimaan minimal 23 tahun dan maksimal 28 tahun
- Berpengalaman minimal 1 tahun pernah bekerja dibidang pembuatan selai
- Memiliki kemampuan memimpin
- Jujur, tegas, bertanggung jawab dan mampu bekerja dalam team
- Sehat jasmani dan rohani
- Bebas narkoba
- Harus memiliki kompetensi spencer and spencer seperti motif, sifat, konsep
(sikap), pengetahuan, dan keterampilan yang sesuai dalam proses produksi
selai buah naga.
2. Manajer Keuangan
- Minimal lulusan S1 Ekonomi khususnya dibidang Accounting
- IPK minimal 3.00
- Usia pada saat penerimaan minimal 23 tahun dan maksimal 28 tahun
- Berpengalaman minimal 1 tahun dibidang administrasi
- Jujur, bertanggung jawab dan mampu bekerja dalam team
- Mampu mengoperasikan komputer
- Sehat jasmani dan rohani
- Bebas narkoba
- Harus memiliki kompetensi spencer and spencer seperti motif, sifat, konsep
(sikap), pengetahuan, dan keterampilan yang menyangkut tentang keuangan.
3. Manajer Pemasaran
- Minimal lulusan S1Teknologi Industri Pertanian atau S1 Ekonomi khususnya
dibidang Manajemen
- IPK minimal 3.00
- Usia pada saat penerimaan minimal 23 tahun dan maksimal 28 tahun
- Berpengalaman minimal 1 tahun dibidang marketing dan memahami tentang
pemasaran serta pembuatan selai
- Memiliki kemampuan memimpin
- Jujur, tegas, bertanggung jawab dan mampu bekerja dalam team
- Sehat jasmani dan rohani

- Harus memiliki kompetensi spencer and spencer seperti motif, sifat, konsep
(sikap), pengetahuan, dan keterampilan yang menyangkut tentang pemasaran.
- Bebas narkoba
4. Manajer Personalia
- Minimal lulusan S1 Teknologi Industri Pertanian atau S1 Psikologi
- IPK minimal 3.00
- Usia pada saat penerimaan minimal 23 tahun dan maksimal 27 tahun
- Mempunyai pengalaman minimal 1 tahun dibidang personalia atau rekruitmen
- Mampu mengoperasikan komputer
- Sehat jasmani dan rohani
- Jujur, tegas, bertanggung jawab dan mampu bekerja dalam team
- Bebas narkoba
- Harus memiliki kompetensi spencer and spencer seperti motif, sifat, konsep
(sikap), pengetahuan, dan keterampilan yang menyangkut tentang personalia.
5. Manajer Quality Control
- Minimal lulusan S1Teknologi Industri Pertanian
- IPK minimal 3.00
- Usia pada saat penerimaan minimal 23 tahun dan maksimal 27 tahun
- Berpengalaman minimal 1 tahun dibidang QC
- Memiliki kemampuan memimpin
- Jujur, tegas, bertanggung jawab dan mampu bekerja dalam team
- Sehat jasmani dan rohani
- Bebas narkoba
- Harus memiliki kompetensi spencer and spencer seperti motif, sifat, konsep
(sikap), pengetahuan, dan keterampilan yang menyangkut tentang QC.
6. Manajer Engineering
- Minimal lulusan S1 Teknik Mesin
- IPK minimal 3.00
- Usia pada saat penerimaan minimal 23 tahun dan maksimal 28 tahun
- Diutamakan memiliki pengalaman dalam bidang sejenis
- Memiliki pengetahuan praktis dibidang teknikal
- Disiplin
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Memiliki sifat tanggap,sigap,serta kesadaran akan keselamatan kerja
- Sehat jasmani dan rohani serta siap bekerja dalam team
- Bebas narkoba
- Harus memiliki kompetensi spencer and spencer seperti motif, sifat, konsep
(sikap), pengetahuan, dan keterampilan yang menyangkut tentang
Engineering.
7. Asisten manajer
- Minimal lulusan SMA / SMK
- Usia saat penerimaan minimal 18 tahun
- Jujur, tanggap, bertanggung jawab dan mampu bekerja dalam team
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Sehat jasmani dan rohani

- Bebas narkoba
- Harus memiliki kompetensi spencer and spencer seperti motif, sifat, konsep
(sikap), pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang kerja masing-masing.
8. Karyawan
- Minimal lulusan SMA / SMK
- Usia saat penerimaan minimal 18 tahun
- Jujur, tanggap, bertanggung jawab dan mampu bekerja dalam team
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Sehat jasmani dan rohani
- Bebas narkoba
- Harus memiliki kompetensi spencer and spencer seperti motif, sifat, konsep
(sikap), pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang kerja masing-masing.
9. Satpam
- Minimal lulusan SMA / SMK
- Usia saat penerimaan minimal 22 tahun
- Telah lulus latihan yang disediakan oleh perusahaan
- Jujur, tanggap, bertanggung jawab dan mampu bekerja dalam team
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Sehat jasmani dan rohani
- Bebas narkoba
Tugas atau Job Description
1. Manajer Produksi
- Manajer Produksi bertanggung jawab dalam segala hal yang berhubungan
dengan produk
- Bertanggung jawab atas terlaksananya pembuatan produk yang memenuhi
persyaratan mutu yang telah ditetapkan, mulai dari penimbangan, pengolahan,
pengemasan sampai pengiriman ke gudang produk jadi
- Mengatur perencanaan dan pengendalian produksi untuk memenuhi
permintaan pelanggan agar stok bahan baku maupun produk jadi seimbang
sesuai kebijakan perusahaan
- Meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi.
2. Manajer Keuangan
- Manajer Keuangan bertanggung jawab dalam pengaturan cash flow
perusahaan dan laporan keuangan
- Bertanggung jawab penuh pada keuangan perusahaan dan mengambil
keputasan penting dalam suatu investasi dan pembelanjaan perusahaan
- Bekerja sama dengan manajer lain, bertugas merencanakan dan meramalkan
beberapa aspek dalam perusahaan termasuk perpencanaan umum keuangan
perusahaan
- Merencanakan, menganggarkan, memeriksa, mengelola, dan menyimpan dana
yang dimiliki oleh perusahaan
- Sebagai penghubung antara perusahaan dengan pasar keuangan sehingga bisa
mendapatkan dana dan memperdagangkan surat berharga perusahaan

3. Manajer Pemasaran
- Manajer pemasaran atau marketing bertanggung jawab dalam penjualan hasil
produksi dan menawarkan produk kepada peminat atau customer.
- Memasarkan produk
- Membuat dan melakukan promosi produk
- Membuat laporan pemasaran kepada direksi
- Merumuskan standard harga jual dengan koordinasi bersama Direktur
Operasional serta Departemen terkait
- Merumuskan target penjualan.
- Menanggapi permasalahan terkait keluhan pelanggan
- Memberikan persetujuan kredit pelanggan
- Melakukan demarketing jika terjadi overload produksi.
- Melakukan analisa perilaku pasar / konsumen sebagai dasar dalam
menentukan kebijakan pemasaran.
4. Manajer Personalia
- Manajer Personalia bertanggung jawab dalam hal merencanakan perekrutan
karyawan sesuai dengan kebutuhan masing-masing departemen.
- Mengatur dan merencanakan training untuk peningkatan ketrampilan
karyawan.
- Mengatur kegiatan yang berhubungan dengan karyawan dan menciptakan
suasana kerja yang nyaman dan disiplin.
- Menampung dan mencari keluhan karyawan.
- Bertanggungjawab terhadap disiplin kerja karyawan.
5. Manajer Quality Control
- Manajer Quality Control bertanggungjawab dalam hal mengontrol semua
kegiatan yang ada di perusahaan
- Bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan seluruh aktifitas Bagian
Pengawasan Mutu mencakup pelaksanaan tugas di laboratorium fisika kimia,
mikrobiologi, pelaksanaan pengawasan selama proses produksi.
- Bertanggung jawab atas ketersediaan spesifikasi dan metode uji bahan awal,
produk antara, produk ruahan, produk jadi serta POB pengawasan selama
proses produksi.
- Bertanggung jawab atas keputusan meluluskan atau menolak bahan awal, atau
memproses ulang produk yang diproduksi maupun menghentikan proses
produksi bila diperlukan.
- Mengawasi pelaksanaan semua Prosedur Operasional Baku (POB) apakah
telah dijalankan dengan benar sesuai dengan ketentuan yang dibuat
- Mengevaluasi dan menetapkan stabilitas produk/bahan dan menetapkan
standar sesuai dengan data-data yang ada.
6. Manajer Engineering
- Manajer Engineering bertanggungjawab dalam hal mengkoordinir pembuatan
master schedule dan breakdown aktivitas bulanan dan mingguan.
- Mengkoordinir penentuan schedule material dan persetujuan material dari
owner.
- Mengkoordinir pembuatan shop drawing.

- Memaksimalkan kemungkinan pemanfaatan value engineering (VE).


- Mengkoordinir pembuatan laporan progres pelaksanaan proyek.
7. Asisten manajer
- Asisten manajer bertugas untuk membantu pekerjaan manajer sesuai bidang
atau bagian masing-masing.
8. Karyawan
- Karyawan bertugas sesuai bagiannya masing masing.
9. Satpam
- Menjaga keamanan perusahaan.

Struktur Organisasi

Direktur Utama

Manajer
Produksi

Manajer
Keuangan

Manajer
Pemasaran

Manajer
Personalia

Manajer
Quality
Control

Asisten
Manajer

Asisten
Manajer

Asisten
Manajer

Asisten
Manajer

Asisten
Manajer

Karyawan dan Satpam

Manajer
Engineering

Asisten
Manajer