Anda di halaman 1dari 11

PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER ORDE-N TAK HOMOGEN

DENGAN KOEFISIEN KONSTAN

Bentuk umum persamaan diferensial tak homogeny orde-n adalah sebagai berikut :
n

A n y + A n1 y

n 1

+ A n2 y

y ( x)

Solusi umum

n2

'

++ A1 y + A 0 y =r (x)

akan didapatkan bila solusi umum

yh x

dari Persamaan Diferensial

Homogen diketahui, dimana


Bentuk umum persamaan diferensial homogeny orde-n adalah sebagai berikut :
n

A n y + A n1 y

n 1

+ A n2 y

y (x)

Kemudian

n2

'

++ A1 y + A 0 y =0

dibentuk dengan penambahan

yh x

sembarang solusi

termasuk

konstanta tak tetapnya.


Sehingga,
y ( x )= y h ( x)+ ( x )

Theorema 1:
f (x) ,

g ( x ) dan

r ( x)

merupakan fungsi kontinu pada interval l.

y (x )

merupakan

solusi dari Persamaan Diferensial di atas yang berisikan konstanta yang tetap.

y (x )

dibentuk oleh 2 konstanta. Konstanta pertama, berubah-ubah, terdapat pada solusi umum
(homogeny)

y h (x) . Konstanta kedua, tetap, terdapat pada fungsi

sembarang solusi Persamaan Diferensial pada interval l.


Theorema 2:

( x ) , yaitu

Solusi umum dari Persamaan Diferensial seperti di atas adalah penjumlahan solusi persamaan
homogeny

y h ( x) dengan solusi particular yang tetap (tak berubah-ubah)

y p (x) .

Sehingga,
y ( x )= y h ( x ) + y p ( x)

Mengingat teorema solusi umum persamaan diferensial tak homogeny, tugas kita disini
hanyalah mencari satu solusi particular dari persamaan diferensial tak homogeny.
Terdapat tiga metode:

1.Metode koefisien tak tentu


Ide dasar dari metode koefisien tak tentu adalah menduga dengan cerdas solusi
(solusi ansatz) berdasarkan bentuk fungsi r ( x )

yp

di ruas kanan.

Bentuk persamaan umum:


A n y n+ A n1 y n 1 + A n2 y n2 ++ A1 y ' + A 0 y =r (x)

Fungsi

r (x )

yang merupakan bentuk solusi pertikular

y p (x)

diperoleh

dengan cara menebak, seperti misalnya: fungsi cos, fungsi sin, fungsi exponensial
atau jumlah dari beberpa fungsi
r ( x ) berisikan koefisien tak tentu
Turunkan

y p sesuai persamaan umum di atas

Subtitusikan

y p dan seluruh turunannya ke dalam persamaan


Tabel Metode Koefisian Tak Tentu

Aturan:
2

Bila

r (x )

yp

meupakan salah satu fungsi seperti dalam table, maka pilih bentuk

yang sesuai dan merupakan kombinasi linier dengan konstanta tak tantu.

Turunan r ( x ) harus bebas linier pula.


merupakan penjumlahan, maka pilih y p

r(x)

Bila

yang merupakan

penjumlahan fungsi yang sesuai.


Bila r (x ) adalah solusi dari persamaan homogeny, maka pilihan dapat
dimodifikasi seperti berikut
Aturan Modifikasi
Kalikan pilihan pada kolom 2 dengan

atau

x2

tergantung dari apakah pada

kolom 3 berupa akar tunggal atau akar-akar ganda dari persamaan homogeny.
Contoh Soal
1) Selesaikan persamaan berikut:
''

'

2 x

y 4 y +3 y=10 e
Jawab:

Mencari jawaban homogeny

yh

y ' ' 4 y ' +3 y=10 e2 x


2

4 +3=10 e2 x

( 3 ) ( 1 )
1=3 dan

2=1

Maka,
2

y h= Ci erix
i=1

3x

y h=C 1 e +C 2 e

Mencari jawaban particular


2 x

Turunan e

yp
2 x

adalah Ce

Maka,

2 x

y p=C e

y p '=2 C e2 x dan

y p ' '=4 C e2 x

4 C e2 x 4 (2C e2 x )+3(C e2 x )=10 e2 x


C e2 x ( 4+ 8+3 )=10 e2 x
2 x
15 C e

2 x
= 10 e

C=

10 e2 x
15 e2 x

C=

2
3

Maka,

2
y p= e2 x
3

Solusi Umum
y= y h + y p
2
y=C 1 e3 x +C 2 e x + e2 x
3

2) Selesaikan

y ' ' + 4 y=8 x 2

Jawab:
Mencari jawaban homogeny

yh

y ' ' + 4 y=8 x 2


2 +

4=0

1= p+ jq=+ j2 ; 2= p jq= j2 ; p=0


Maka, solusi homogeny untuk D<0:
px
y h=e [ A cos qx+ B sin qx ]
A cos 2 x+ B sin 2 x
y h=
Mencari jawaban particular
Misal 1 :

y=C x 2

yp
y ' '=2 C

2C +4 C x =8 x

; 2C=0

; 4 C=8

Gagal, tidak konsisten.


y p=C x 2 + Lx+ m

Misal 2 :

y ' '=2 C

2C +4 (C x 2 + Lx+ m)=8 x 2
4 C x2 + 4 Lx+(2 C+ 4 m)=8 x2
Dengan metode identifikasi:
C=2; L=0 ; M =1
y p=2 x 2+1

Maka,

Solusi Umum
y= y p + y h
2 x + 2 x 2+1
y= A cos 2 x +B sin

y ' ' y ' 2 y =10 cos x

3) Selesaikan
Jawab:

Mencari jawaban homogeny


''

yh

'

y y 2 y =10 cos x
2

y2=0

( 1 )( + 1 )=0
1=1 dan

2=1

Maka,
2

y h= Ci erix
i=1

y h=C 1 e +C 2 e

Mencari jawaban particular

yp

y p=k cos x+ msin x


y 'p=k sin x+ mcos x

''

y p=k cos xmsin x


Masukan ke persamaan:
y ' ' y ' 2 y =10 cos x

(k cos xm sin x ) (k sin x +m cos x )2 ( k cos x+ msin x )


10 cos x

(3 mm ) cosx + ( k3 m ) sinx=10 cosx


3 mm=10

k 3 m=0

k = 3 ;

m=1

y p=3 cosxsinx
Solusi Umum
y= y p + y h
y=3 cosxsinx+C 1 e x +C 2 ex

4) Selesaikan:

''

'

3x

y 3 y +2 y=4 x+ e

Jawab:
Mencari jawaban homogeny

yh

y ' ' 3 y ' +2 y=4 x+e3 x


2

3 y +2=0

( 2 )( 1 )=0
1=2 dan

2=1

Maka,
2

y h= Ci e

rix

i=1

2x

y h=C 1 e +C 2 e

Mencari jawaban particular

yp

y p=k 1 x +k 0 +C e3 x
y 'p=k 1+ 3C e3 x

''

y p=9 C e

3x

Masukan ke persamaan:
y ' ' 3 y ' +2 y=4 x+e3 x
9 C e 3 x 3 ( k 1 +3 C e 3 x )+2 ( k 1 x +k 0 +C e3 x )=4 x+ e3 x
k 1=2

k 0 =3

1
C=( )
2

1
y p=2 x+ 3+( ) C e 3 x
2
Solusi Umum
y= y p + y h
1
y=2 x+ 3+( )C e 3 x +C1 e 2 x + C2 e x
2

2.Metode Kompleks
Bentuk

umumnya

seperti

persamaan

A n y n+ A n1 y n 1 + A n2 y n2 ++ A1 y ' + A 0 y =r (x) .
Contoh:
+ +2 I =6 cos t

Dengan metode koefisien tak tentu akan diperoleh:


I P ( t ) =3 cos t+3 sin t

Menurut hokum Euler, ruas kanan persamaan


komponen nyata (real) karena:
t
cos t +isin
6 e it =6

+ +2 I =6 cos t ,

6 cos t

adalah

Sehingga persamaan

+ +2 I =6 e

+ +2 I =6 cos t

dapat ditulis dengan:

it

Solusi particular kompleks dapat di buat dalam bentuk:


Ip (t)=k eit
dan

p =ik e it

p =ik e it

bila disubtitusikan ke dalam persamaan

+ +2 I =6 e

it

(1+ I +2)k eit =6 eit


k=

6
=3i3
1+i

Sehingga solusi umum persamaan

+ +2 I =6 e

it

t
cos t +isin
p (t )=( 3i 3 ) eit =( 3i 3 )

Dan komponen nyatanya adalah:


p ( t ) =3 cos t +3 sin t

3.Metode Umum
Bentuk umum Persamaan Diferensial Tak Homogen

adalah:

A n y + A n1 y

n 1

+ A n2 y

n2

'

++ A1 y + A 0 y =r (x)

Sedangkan bentuk umum Persamaan Diferensial Homogen :


n

A n y + A n1 y

n 1

+ A n2 y

n2

'

++ A1 y + A 0 y =0

Maka solusi umumnya

y h (x) pada interval terbuka I berbentuk:


y h ( x )=c 1 y 1 ( x ) +c 2 y 2 ( x )

Bila

c1

c2

dan

diganti dengan u(x) dan v(x) maka diperoleh solusi pertikular

pada interval terbuka I, sbb:


y p ( x )=u ( x ) y 1 ( x ) +v ( x ) y 2 ( x )
Jika persamaan di atas diturunkan, hasilnya:
'

'

'

'

y p=u y 1+ u y 1 + v y 2 +v y 2 '
c1

Karena u(x) dan v(x) adalah pengganti

dan

c2

, maka:

u' y 1 + v ' y 2=0


y 'p menjadi:

Sehingga
'

y p=uy 1 '+ v y 2 '


A n y n+ A n1 y n 1 + A n2 y n2 ++ A1 y ' + A 0 y =r (x)

Bila persamaan
hasilnya:
'

'

'

''

'

y p=u y 1+ u y 1 +v y 2 ' + v y2 ' '

diturunkan

'

'

'

'

y p ( x )=u ( x ) y 1 ( x ) +v ( x ) y 2 ( x) ,

Persamaan
''

'

y p=u y 1+ u y 1 +v y 2 ' + v y2 ' '

y p=uy 1 '+ v y 2 ' ,

disubtitusikan

ke

A n y n+ A n1 y n 1 + A n2 y n2 ++ A1 y ' + A 0 y =r (x) ,

dalam
dan

dan

persamaan
mengumpulkan

komponen yang mengandung u dan v:

Bila

y1

dan

y2

merupakan

solusi

homogeny

dari

persamaan

A n y n+ A n1 y n 1 + A n2 y n2 ++ A1 y ' + A 0 y =0 , sehingga terjadi penyederhanaan


persamaan, menjadi:

'
'
Persamaan u y 1 + v y 2=0

Sebuah system dari 2 persamaan aljabar linier dengan 2 fungsi u dan v yang tak
diketahui.
Penyelesaian selanjutnya dengan memakai aturan Cramer, sehingga:

W = Bilangan Wronskian dari

y1

dan

y2

Dengan integrasi diperoleh:

Subtitusikan hasil ini ke dalam persamaan


didapatkan :

10

y p ( x )=u ( x ) y 1 ( x ) +v ( x ) y 2 ( x) , sehingga

Contoh:
Selesaikan Persamaan Diferensial berikut ini:
Jawab:
Misalkan

y 1=cos x dan y 2=sin x

Mencari jawaban homogeny

yh

Bilangan Wronskian:
x
sin sin x=1

x
x cos
W ( y 1 , y 2 ) =cos
Mencari jawaban particular

yp

y p=cos x lncos x+ x sin x


Solusi Umum
y= y p + y h

11

''

y + y=sec x