Anda di halaman 1dari 5

EXPENSES

LO 1 Expenses Defined.
Pada framework paragraph 70, expense didefinisikan sebagai penurunan manfaat ekonomi
selama periode akuntansi dalam bentuk aliran keluar atau deplesi aset atau timbulnya liablitas
yang mengakibatkan penurunan ekuitas, selain hal-hal yang berkaitan dengan distribusi pada
pemegang ekuitas. Dari definisi tersebut tidak dibedakan antara loss dan expense. FASB
membedakan expense dengan loss, dimana penurunan aset dianggap expense jika berkaitan
dengan operasi utama dan sentral yang sedang berlangsung, sedangkan penurunan asset
yang berasal dari aktivitas yang bersifat incidental dan pheriperal dianggap loss. Menurut
sifatnya expense terjadi akibat event (peningkatan pada nilai liabilitas atau penurunan nilai
aset). Terkadang expense dianggap sebagai expired cost, dimana jika tidak terdapat cost, maka
tidak akan terdapat expense.
LO2 Expense Recognition.
Pada framework paragraph 83, disebutkan dua kriterie pengakuan expense, yaitu :
1. Terdapat kemungkinan yang tinggi (probable) bahwa manfaat ekonomi akan keluar dari
entitas.
2. Cost dan valuenya dapat diukur dengan andal.
Konsep probable berkaitan dengan sifat ketidakpastian pada lingkungan tempat dimana entitas
beroprasi. Penilaian tingkat ketidakpastian mengenai arus manfaat ekonomi harus didasarkan
pada bukti yang ada pada saat penysusunan laporan keuangan. Kriteria dari framework
tersebut juga mengindikasikan bahwa pengakuan expense dilakukan secara simultan dengan
penurunan aset atau peningkatan liabilitas.
LO3 Expense Measurement.
Dalam mengukur expense pada periode sekarang terkait dengan aset tetap dibutuhkan
pengambilan keputusan terkait dengan bagaimana expense dialokasikan sepanjang umur
manfaat. IASB/AASB framework mengakui konsep penandingan dalam paragraph 95, yang
menyatakan expense diakui dalam income statement berdasarkan hubungan langsung antara
timbulnya cost dan penrimaan item icome tertentu. Meskipun terlihat sederhana, dalam
prakteknya, penandingan yang sesuai merupakan tugas yang sulit bagi akuntan, dan
melibatkan pertimbangan yang penting terkait dengan aset mana yang telah digunakan
(expired) dan yang seharusnya dihapuskan dan ditandingkan dengan pendapatan. Untuk

menentukan mana cost yang expired dan unexpired, tiga metode dasar dalam penandingan
yang digunakan adalah :
1. Menghubungkan antara sebab dan akibat.
Hubungan sebab akibat sulit untuk dibuktikan, meskipun demikian akuntan berdasarkan
yang tampak dan obserwasi yang wajar memutuskan bahwa barang yang dipakai telah
membantu dalam pnciptaan revenua selama periode. Dengan asumsi sebab akibat, dapat
dikatakan bahwa tidak aka nada cost, jika tidak terdapat revenue, sehingga dapat diaktakan
cost melekan pada revenue. Meskipun demikian keterkaitan antara satu item revenue
dengan cost-nya tidak selalu dapat dilihat sehingga akuntan mengumpulkan cost dan
revenue tersebut dalam satu periode, kemudian menandingkannya dengan asumsi cost
yang timbul dan expired pada sustu preiode pastilah membantu dalam penciptaan revenue
selama periode tersebut.
2. Alokasi yang sistematis dan rasional.
Menghubungkan sebab dan akibat tidak dapat diterapkan pada semua jenis expense.
Ketida tidak dapat dihbungkan sebab akibatnya maka digunakan prosedur alokasi secara
sistematis dan rasional. Tujuannya adalah mengakui expense pada periode dimana manfaat
ekonomi terkait dengan item tersebut telah digunakan atau kadaluarsa.
3. Pengakuan segera.
Prinsip ini digunakan ketika dua prinsip sebelumnya tidak dapat diterapkan karena manfaat
dari expense tersebut tidak dapat dikaitkan dengan revenue secara kredibel, contoh biaya
iklan dan impairment loss.
LO 4 Challenges For Accounting Standard Setters
Matching
Bunyi dari theoretical framework untuk financial statement dapat berarti bahwa antara
balance sheet (statement dari financial position) dan income statement mepresentasikan
informasi dengan karakteristik dari kerelevansian dan representational faithfulness. Framework
bertugas untuk menyediakan definisi dan kriteria pengakuan, untuk meningkatkan konsistensi
antara standard.
Ditambah lagi, secara spesifik framework mengungkapkan bahwa konsep matching
tidak seharusnya diaplikasi pada salah satu cara untuk menizinkan pengakuan terhadap items
pada balance sheet yang bertemu dengan definisi dari asset dan liabilities.
Conservatism
Konsep Matching membutuhkan penilaian yang baik dari keputusan dalam menentukan
apakah nilai dari biaya dapat dijalankan untuk masa depan atau pada periode ini. hal ini sangat

penting untuk pemintaan akuntan terhadap bukti objektif untuk pengakuan dari revenue, tetapi
terdapat kekurangan pada diskusi dari bukti objektif dihubungkan untuk pengakuan ekspense.
Satu alasan untuk lebih kurang kebutuhan untuk bukti objective dalam peengakuan ekspense
dibanding dengan revenue adalah kovensi dari conservatism. konvensi memanggil untuk
mencatat dari ekspense, losses dan liabilities sesegera mungkin walaupun terdapatbukti yang
lemah.
Beberapa pendapat yang conservatism didasarkan pada profitability dan reability criteria
yang terekspose dalam framework. syarat yang memungkinkan berarti keadaan pada masa
yang akan datang seperti pengkonfirman dari loss dan ekspense.
Accounting For Expenses Jim Martin
Pada tahun 2000, Public Oversight Board Panel menemukan terdapat tujuh kesalahan
pengungkapan transakasi dan Ekspense merupakan akun yang menempati peringkat kedua
setelah revenue. Sebelum kita melihat kesalahan pencatatan pada akun ekspense mari kita
melihat sifat dari ekspense itu sendiri. Ekspense menurut Financial Acounting Standard Borad
(FASB) didefinisikan sebagai arus keluar dari penggunaan aset atau liabilities atau keduanya
selama sebuah periode dari pengiriman atau produksi barang, atau menyajikan servis. atau
bisa dikatakan bahwa ekspense adalah bentuk pengorbanan untuk mendapatkan revenue
dimana pengorbanan tersebut tidak mempunyai future benefit. Bentuk pengorbanan ini dapat
berupa pengeluaran kas seperti pembayaran tagihan listrik bulanan atau perjanjaian akan
membayar hutang dari produk yang telah dibeli. Seorang akuntan disini haruslah dapat
menidentifikasi mana pengorbanan yang memiliki future benefit atau yang tidak seperti
pembelian peralatan dimana terdapat dua hal yakni ketika peralatan tersebut masih mempunyai
future benefit seorang akuntan tidaklah harus mencatatnya sebagai ekspense akan tetapi
berbeda pula ketika peralatan tersebut sudah tidak mempunyai future benefit sehingga akuntan
tersebut haruslah mencatatnya sebagai ekspense. pada beberapa kasus dimana terdapat
pengorbanan yang memiliki manfaat untuk kedepannya sehingga akuntan haruslah membagi
porsi dari pengorbanan tersebut dan kemudian menunda nilai tersebut untuk periode
berikutnya.
Tipe Kesalahan dalam Expense
1. Improper deferral of ekspenditures
Kesalahan ini terjadi ketika perusahaan banyak yang tidak mencatat pengorbanan yang
tidak memiliki future benefit sebagai expense. kesalahan yang sering terjadi yakni pada

perhitungan operating expense. operating ekspense terdiri dari tiga kategori yakni: selling,
general and administrative (G&A) dan research & development (R&D). Pengecualian untuk
beberapa kasus dimana seperti advertising Expense yang mempunyai future benefit untuk
penjualan kepada konsumen. hal ini dapat disikapi yakni dengan melihat tingkatan dari
future benefit yang perusahaan akan terima. terdapat situasi dimana advertising expense
dapat ditunda seperti:
a. ketika advertising terjadi diperuntukan untuk mendapatkan penjualan kepada konsumen.
b. biaya yang ditimbulkan kita lihat dapat memberikan manfaat.
Berdasarkan SOP 93-7 dimana penundaan advertising cost harus mengikuti
recoverability test.
2. Impairment not recognized
Kesalahan yang terjadi yang berikutnya untuk expense adalah tidak dicatatnya sebagai
expense untuk impairment ketika impairment loss terjadi. hal ini menimbulkan nilai
overstated pada aset tersebut yang ternyata pengorbanan yang perusahaan ketika membeli
aset tersebut dimana pengorbanan tersebut tidak memiliki future benefit lagi.
3. Netting and camouflaging expense.
Hal ini terjadi ketika nilai expense salah diklasifikasikan sehingga expense tidak secara
eksplisit tertera dalam pengurang income statement tetapi langsung atau tidak terlihat
dalam income statement dimana langsung mengurangi gain yang didapat sehingga gain
tersebut kecil dengan expense yang kecil pula.
4. Improper charges to reserve accounts
Beberapa perusahaan melanggar GAAP dengan mengatur resere yang tidak perlu untuk
melindungi tak diperinci.GAAP melarang sebuah bisnis dari membentuk reserve account
untuk mengeneralkan sesuatu. GAAP juga mensyaratkan perusahaan untuk secara
langsung memperbaiki besaran dari reserve kedalam pendapatan walaupun itu jelas.

D
lE
P
p
R
iS
C
M
x
r
e
y
m
h
a
o
f
jp
e
c
lo
u
s
m
a
t
n
r
o
ib
t
le
c
s
n
ir
g
a
u
ld
h
e
s
p
n
b
m
ia
r
t
io
e
a
n
v
i
lr
m
n
t
g
a
o
g
a
id
e
t
l
o
t
n
ic
i
n
y
t
e
s
fn
a
m
g
fm
n
e
e
d
o
a
c
p
s
t
r
e
u
a
r
t
a
ie
t
m
o
i
e
n
o
n
a
n
lt