Anda di halaman 1dari 16

1.

PENTINGNYA PENGEMBALIAN ATAS INVESTASI MODAL


Kinerja perusahaan dapat dianalisis dengn berbagai cara. Pertumbuhan pendapatan,
laba bersih, dan asset merupakan ukuran kinerja yang biasa digunakan. Namun, tidak satupun
dari ukuran-ukuran perusahaan ini dapat digunakan secara terpisah sebagi ukuran kinerja
perusahaan yang komprehensif. Penyebabnya adalah saling ketertarikan antarukuran ini dan
keterkaitan antaraktivitas usaha. Misalnya, pendapatan meningkat hanya diinginkan jika
perusahaan dapat meningkatkan laba. Untuk menilai jumlah laba bersih, kita menguatkannya
dengan investasi modal. Misalnya, keuntungan sebesar $1 juta akan dinilai berbeda jika
investasi modal suatu perusahaan berjumlah sebesar $2 juta atau $200 juta.
Hubungan antara laba dengan investasi modal, yang disebut pengembalian atas
investasi modal (return on invested capital-ROIC) atau pengembalian atas investasi (return
on investment-ROI) mungkin merupakan ukuran kinerja perusahaan yang dikenal luas.
Ukuran ini dapat membandingkan keberhasilan perusahaan atas pengelolaan investasi modal.
Ukuran ini juga memungkinkan kita menilai pengembaian perusahaan relative terhadap risiko
investasi modal serta membandingkan pengembalian atas investasi modal dengan
pengembalian investasi alternative. Analisis ini menentukan kemampuan perusahaan untuk
meraih keberhasilan, memperoleh pendanaan, membayar kreditor, dan memberikan imbalan
kepada pemilik. Pengembalian atas investasi modal digunakan dalam berbagai area dalam
analisis, antara lain:
a. Mengukur Efektivitas Manajerial
Tingkat pengembalian atas investasi mosal terutama tergantung pada keahlian, sumber
daya, kepintaran, dan motivasi manajemen. Manajemen bertanggungjawab atas aktivitas
usaha perusahaan. Mereka membuat keputusan pendanaan dan memilih strategi perencanaan
serta melaksanakannya. Pengembalian atas investasi modal, jika dihitung selama periode
waktu satu tahun atau lebih, merupakan ukuran efektivitas manajerial yang relevan.
b. Mengukur Profitabilitas
Pengembalian atas investasi modal merupakan indicator penting atas kekuatan
perusahaan dalam jangka panjang. Angka ini menggunakan ukuran ringkasan utama dari
laporan laba rugi (laba)dan neraca (pendanaan) untuk menilai profitabilitas. Ungkuran
profitabilitas ini memiliki beberapa keunggulan yaitu angka ini dapat mengungkapkan
pengembalian atas investasi modal secara efektif dari berbagai perspektif contributor
pendanaan yang berbeda (kreditor dan pemegang saham)
c. Ukuran untuk Perencanaan dan Pengendalian

Pengembalian atas investasi modal memiliki peran penting dalam perencanaan,


penganggaran, koordinasi, evaluasi, dan pengendalian aktivitas usaha. Pengembalian segmen
ini terdiri atas penghasilan yang diperoleh tiap lini produk, proyek, dan komponen lain.
Dalam mengevaluasi alternative investasi, manajemen menilai kinerja relative terhadap
tafsiran pengembalian. Dari penilaian ini, diambil keputusan strategis dan rencana tindakan
bagi perusahaan.

2. KOMPONEN PENGEMBALIAN ATAS INVESTASI MODAL


Pengembalian atas investasi modal (return on invested capital) dihitung sebagai
berikut:
Laba
Investasi Modal
a. Asset Operasi Bersih
Banyak analis memisahkan neraca dan laporan laba rugi menjadi komponen operasi
dan non operasi dan menghitung pengembalian asset operasi bersih (return on net operating
assets RNOA ) sebagai ringkasan ukuran kinerja. Aktivitas operasi merupakan aktivitas inti
perusahaan. Aktivitas ini meliputi seluruh aktivitas yang dibutuhkan untuk membawa produk
atau jasa perusahaan ke pasar, serta melayani kebutuhan para pelanggan. Dalam laporan laba
rugi, aktivitas operasi biasanya meliputi penjualan, harga pokok penjualan, dan beban
penjualan umum serta administrasi. Di neraca aktivitas operasi diwakili oleh asset dan
kewajiban yang berhubungan dengan akun-akun laporan laba rugi di atas, seperti piutang
usaha, persediaan, asset tetap, utang usaha dan beban yang masih harus dibayar. Lebih
spesifik lagi.
RNOA =

Laba operasi bersih setelah pajak (Net operating profit after tax - NOPAT)
Rata-rata aset operasi bersih (Net operating assets - NOA)

b. Modal Ekuitas Biasa


Pengembalian ekuitas biasa (return on common equity ROCE) dinyatakan sebagai
laba bersih dikurangi deviden saham preferen dibagi rata-rata ekuitas biasa. Equitas biasa
dapat juga dinyatakan sebagai total asset dikurangi utang dan saham preferen.
c. Menghitung Investasi Modal Suatu Periode
Investasi modal untuk suatu periode umumnya dihitung menggunakan rata-rata modal
yang tersedia bagi perusahaan selama periode tersebut. Metode yang paling umum digunakan
adalah menambah saldo awal dan akhir tahun investasi modal lalu dibagi dua. Metode yang

lebih akurat adalah dengan merata-ratakan jumlah interim misalnya, menambahkan jumlah
investasi modal tiap akhir kuartal dan membaginya dengan empat.
a. Penyesuaian atas Investasi Modal dan Laba
Analisis pengembalian atas investasi modal menggunakan angka laporan keuangan
sebagai titik awal. Beberapa angka yang tidak dilaporkan di dalam laporan keuangan juga
perlu diperhitungkan. Beberapa penyesuaian seperti yang berhubungan dengan persediaan,
mempengaruhi pembilang maupun penyebut pengembalian investasi modal, sehingga
mengurangi pengaruhnya.
b. Menghitung Pengembalian Investasi Modal
1) Pengembalian atas Aset Operasi Bersih
RNOA =

Laba operasi bersih setelah pajak (Net operating profit after tax - NOPAT)
Rata-rata aset operasi bersih (Average net operating assets - NOA)

Aset dan kewajiban operasi adalah pos yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha
perusahaan, dan meliputi kas, piutang usaha, persediaan, beban dibayar dimuka, asset
pajak tangguhan, asset tetap, dan investasi jangka panjang yang terkait dengan
akuisisi strategis. Kewajiban operasi bersih adalah utang usaha dan beban yang masih
harus dibayar serta kewajiban operasi jangka panjang dan kewajiban pajak tangguhan.
Aset non operasi meliputi investasi dalam efek yang dapat diperdagangkan investasi
non strategis, dan investasi dalam operasi yang dihentikan sebelum di jual.
NFO = Kewajiban non operasi asset non operasi
2) Pengembalian atas Equitas Pemegang Saham Biasa
Pengembalian atas ekuitas biasa dihitung sebagai berikut:
Laba bersih - Deviden saham preferen
Rata-rata ekuitas pemegang saham biasa
ROCE terdiri dari dua komponen, yaitu pengembalian operasi dan pengembalian non
operasi.
3. MENGANALISIS PENGEMBALIAN ATAS ASET BERSIH
1) Pemisahan Pengembalian atas asset operasi bersih
Ingat kembali bahwa pengembalian atas asset operasi bersih (RNOA) dihitung
sebagai berikut :
Laba Operasibersih setelah pajak ( Net operating profits after taxNOPAT )
Ratarata aset operasi bersih ( Average net operating assetsNOA )

Pengembalian ini dapat dipisahkan menjadi komponen yang bermakna secara relative
terhadap penjualan dengan pemisahan berikut ini :
RNOA

= Margin Laba Operasi Bersih x Perputaran Aset Operasi Bersih

NOPAT
Ratarata NOA =

NOPAT
Penjualan

Penjualan
Ratarata NOA

Hubungan NOPAT dengan Penjualan disebut Margin laba operasi bersih (net
operating profit margin) atau cukup disebut margin NOPAT. Angka ini mengukur
profitabilitas operasi perusahaan relative terhadap penjualan.
Hubungan Penjualan dengan asset operasi disebut dengan perputaran asset operasi
bersih (net operating asset turnover) atau cukup disebut perputaran NOA. Angka ini
mengukur keefektifan perusahaan dalam menghasilkan penjualan dari asset operasi bersih.
Pemisahan ini akan menyorot peranan tiap-tiap komponen, baik itu margin NOPAT
maupun perputaran NOA dalam menentukan besaranya RNOA. Keduanya merupakan
pengukuran yang bermanfaat untuk mendapatkan pemahaman atas profitabilitas suatu
perusahaan, yang akan digambarkan pada bagan di bawah ini. Tingkat analisis pertama
berfokus pada interaksi antara margin NOPAT dan perputaran NOA. Tingkat kedua
menyoroti faktor-faktor penting yang menentukan margin laba dan asset.

Pemisahan Pengembalian atas asset operasi bersih

Pengembalian atas asset operasi bersih (RNOA)

Margin NOPAT

Harga pokok
penjualan

Penjualan

Penjualan

NOPAT

Penjualan

Perputaran NOA

Biaya

Rata rata NOA

Modal kerja
operasi bersih
Beban
administrasi dll

Beban
Penjualan

Ka
s
Piutang

Asset
tetap

Persediaan

Utang

Asset operasi jk.


Panjang lainnya

Asset tak
berwujud
dan asset
operasi jk .
panjang
lainny

Asset operasi
bersih jk. panjang

Pensiun
dan
kewajiban
OPEM
lainnya

Kewajiban
operasi jk
panjang
lainnya

Akrual
lainnya

Dampak Leverage Operasi


Asset operasi bersih (NOA) dikurangi oleh kenaikan kewajiban operasi, kemudian
akan menaikkan perputaran NOA. Karena kewajiban operasi tidak memengaruhi NOPAT,
RNOA juga akan naik. Dampaknya terlihat pada persamaan berikut ini :

RNOA =

NOPAT
Penjualan

Penjualan
Ratarata OA

x (1 + OLLEV)

Dimana OA adalah asset operasi (kotor) dan OLLEV (rata-rata kewajiban operasi /
rata-rata NOA) adalah rasio leverage kewajiban operasi. Karena OLLEV memiliki nilai
positif, kenaikan OLLEV akan meningkatkan RNOA. Pemikiran dibalik persamaan diatas
adalah kewajiban operasi umumnya tidak menimbulkan biaya jika digunakan secara tepat.
2) Hubungan antara Margin Laba dan Perputaran Aset
Hubungan antara margin NOPAT dan perputaran NOA diilustrasikan pada gambar
berikut ini.

Sesuai definisinya, RNOA sama dengan margin NOPAT (dalam persen) dikaitkan
dengan perputran NOA. Seperti diperlihatkan pada gambar diatas, bahwa:
PT X memperoleh RNOA sebesar 10% dengan margin NOPAT yang relatif tinggi dan
perputaran NOA yang rendah.
Sebaliknya PT Z memperoleh RNOA yang sama, tetapi dengan margin NOPAT yang
rendah dan perputaran NOA yang tinggi.
Margin dan perputaran PT Y ada diantra kedua perusahaan diatas, atau PT Y memiliki
RNOA 10% dengan margin NOPAT setengah PT X dan perputran asset dua kali lipat
PT X.
Kita dapat menggeneralisasi analisis pengembalian pada gambar diatas untuk
menunjukkan rentang kemungkinan kombinasi margin laba dan perputaran asset yang
menghasilkan pengembalian asset kontan (garis dalam grafik pada gambar dibawah ini).

Gambar ini menunjukkan hubungan antara margin NOPAT (sumbu horizontal) dan
perputaran NOA (sumbu vertical). Kurva yang digambarkan pada tampilan ini

menggambarkan seluruh kombinasi margin NOPAT dan perputaran NOA yang mengahsilkan
RNOA konstan. Kemiringan kurva dari sudut kiri atas yang mewakili margin NOPAT yang
rendah dan perputaran NOA yang tinggi kea rah sudut kanan bawah yang mencerminkan laba
NOPAT yang tinggi dan perputaran NOA yang rendah. Data PT X dan PT Y dipetakan
masing-masing sebagai titik-titik X dan Y. Sisa titik antara A hingga P merupakan kombinasi
margin NOPAT dan perputaran NOA perusahaan lain. Grafik ini mengungkapkan hubungan
antara margin NOPAT dengan perputaran NOA dalam menentukan RNOA dan sangat
bermanfaat untuk analisis perusahaan.
Memisahkan pengembalian atas asset operasi bersih seperti terlihat pada gambar
diatas memberikan pemahaman dalam menilai tindakan strategis perusahaan untuk
meningkatkan pengembalian.
Misalnya PT B dan C harus berkonsentrasi memperbaiki profitabilitas.
Selain itu, asumsikan industry yang disajikan pada gambar diatas memiliki margin
NOPAT dan perputaran NOA yang cukup mewakili bukti menyarankan bahwa PT P
harus memusatkan perhatian pada perbaikan perputaran NOA.
Sementara PT A perlu memusatkan perhatian pada peningkatan margin NOPAT
maupun perputaran NOA.
Analisis pengembalian atas asset dapat mengungkapkan pemahaman tambahan atas
aktivitas strategis. Sebagai contoh gambar dibawah ini dua perusahaan berikut pada industry
yang sama dengan RNOA yang identik.

RNOA kedua perusahaan terlihat buruk. Namun, tindakan koreksi strategis untuk tiap
perusahaan berbeda. Analisis terhadap kasus tersebut harus mengevaluasi kemungkinan
keberhasilan manajerial dan faktor lain dalam memperbaiki kinerja. Khususnya, PT AA
memiliki margin NOPAT 10%, sementara margin PT BB jauh lebih rendah. Di lain pihak,

satu dolar yang diinvestasikan dalam asset PT AA akan menghasilkan penjualan sebesar
$0,10, sementara PT BB menghasilkan penjualan sebesar $2 untuk setiap dolar yang
diinvestasikan. Karena itu salah satu bagian dari analisis akan memusatkan perhatian pada
asset PT AA dan mempertanyakan :

Mengapa perputarannya begitu rendah ?


Apakah hasil dari asset ini sangat kecil atau tidak ada sama sekali ?
Apakah ada asset yang tidak digunakan yang harus dilepas (dijual) ?
Apakah asset digunakan secara tidak efisien atau tidak efektif ?
PT AA diharapkan dapat mencapai perbaikan secara cepat dengan berkonsentrasi pada

peningkatan perputaran (dengan meningkatkan penjualan, mengurangi investasi, atau


keduanya). Mungkin lebih sulit bagi PT AA untuk meningkatkan margin laba melebihi angka
industri.
PT BB menghadapi skenario yang berbeda. Analisis menyarankan agar PT BB
memusatkan perhatian untuk meningkatkan margin laba yang rendah. Alasan rendahnya
margin laba ini beragam, tetapi sering kali disebabkan oleh peralatan atau metode produksi
yang tidak efisien, lini produk yang tidak menguntungkan, kelebihan kapasitas dengan biaya
tetap yang tinggi, atatu beban penjualan dan administrasi yang sangat besar. Perusahaan
dengan margin laba yang rendah seringkali menemukan bahwa perubahan selera dan
teknologi membutuhkan penambahan investasi pada asset untuk mendanai penjualan. Ini
menunjukkan bahwa untuk mempertahankan pengembalian atas asset, perusahaan harus
meningkatkan margin labanya kerena jika tidak, maka produksinya tidak lagi akan
menghasilkan uang.
a) Pemisahan Margin Laba
Margin laba operasi (operating profit margin-OPM) didefinisikan sebagai
Laba operasi bersih setelah pajak (net operating profit after taxNOPAT )
Penjualan
Margin laba operasi merupakan fungsi dari harga jual per unit produk atau jasa
dibandingkan dengan biaya per unit yang dikeluarkan untuk membawa produk atau jasa
tersebut ke pasar dan memenuhi kebutuhan pelanggan setelah penjualan.
Berikut ini beberapa hal penting dalam analisis profitabilitas.
Laba Kotor (Gross Profit)

Laba kotor (atau margin kotor) diukur dari pendapatan dikurangi harga pokok
penjualan, dan sering dilaporkan dalam bentuk persentase (persebtase laba kotor)
yang dihitung dari laba kotor dibagi dengan penjualan.
Menganalisis perubahan penjualan dan harga pokok penjualan akan berguna
dalam mengidentifikasi pendorong utama laba kotor. Perubahan laba kotor
seringkali didapat dari salah satu atau kombinasi perubahan berikut ini:

Kenaikan (penurunan) volume penjualan

Kenaikan (penurunan) harga jual unit

Kenaikan (penurunan) biaya per unit

Beban Penjualan (Selling Expense)


Pentingnya hubungan antara beban penjualan dan pendapatan bervariasi untuk
setiap industry dan perusahaan. Di beberapa perusahaan tertentu, beben penjualan
terutama berupa komisi yang sangat bersifat variabel, sementara di perusahaan lain
sebagian besar bersifat tetap. Analisis kita harus mencoba untuk membedakan
komponen variabel dan tetap ini, dimana selanjutnya dapat dianalisi secara relative
terhadap pendapatan.
Beban Umum dan Administrasi (General and Administrative Expense)
Sebagian besar beban umum dan administrasi bersifat tetap, kebanyakan karena
beban ini meliputi pos-pos seperti gaji dan sewa. Beban ini memiliki kecenderungan
untuk naik, khususnya pada masa yang menguntungkan. Ketika menganalisis beban
ini, kita harus mengarahkan perhatian kita pada baik tren maupun persentasenya
terhadap pendapatan.
b) Pemisahan Perputaran Aset
Ukuran standar perputaran asset untuk menentukan pengembalian atas asset adalah :
Penjualan
Ratarata aset operasi bersih
Perubahan komponen pada tingkat perputaran setiap asset dapat berguna dalam
analisis suatu perusahaan. Bagian berikut akan membahas perputaran asset untuk
komponen akun asset dan akun kewajiban. Ukuran utilitas asset yang paling relevan
adalah penjualan karena penjualan pada dasarnya adalah laba. Umumnya tingkat
perputaran mencerminkan produktivitas relative tiap asset, atau tingkat volume penjualan
yang kita peroleh dari setiap nilai yang diinvestasikan dalam satu asset tertentu. Namun
bukan berarti tingkat perputaran asset yang lebih tinggi lebih baik daripada yang rendah.

Memang kita dapat meningkatkan tingkat perputaran dengan menurunkan investasi


dalam asset tetapi hal tersebut bisa saja menjadi kontraproduktif. Contoh ; Kita
membutuhkan tingkat persediaan tertentu untuk mendukung tingkat penjualan saat ini.
Jika pada tingkat itu mengalami penurunan, kita menghadapi resiko kehabisan barang dan
kehilangan penjualan. Jadi, investasi dalam asset harus dioptimalkan dan tidak selalu
harus diminimalkan.
Perputaran Piutang Usaha (Accounts Receivable Turnover)
Tingkat perputaran piutang usaha didefinisikan sebagai berikut :
perputaran piutang aset=

Penjualan
rata-rata aset operasi bersih

Piutang merupakan asset yang harus didanai oleh biaya modal. Selain itu
piutang memiliki resiko penagihan dan membutuhkan overhead tambahan dalam
bentuk bagian kredit dan penagihan. Dari sudut pandang ini, mengurangi tingkat
piutang akan mengurangi biaya tersebut. Akan tetapi, jika kita mengurangi terlalu
banyak melalui kebijakan kredit yang terlalu ketat dampaknya akan merugikan
penjualan. Oleh karena itu piutang harus bisa dikelolah secara efektif.
Pandangan alternative dari perputaran piutang usaha adalah periode
penagihan rata-rata yang dihitung dari :
periode penagihanratarata=

Piutang usaha
hari penjualan rata-rata

Ukuran ini mencerminkan lamanya piutang usaha belum tertagih secara rata-rata.
Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Tingkat perputaran persediaan dapat dihitung sebagai berikut :
perputaran persediaan=

Harga Pokok Penjualan


Saldo persediaan rata-rata

Rasio ini menggunakan HPP sebagai ukuran volume penjualan karena penyebutnya,
persediaan dilaporkan berdasarkan harga perolehan bukan harga pasar. Penurunan
rasio perputaran persediaan sering kali mengindikasikan bahwa produk perusahaan
tidak kompetitif, mungkin karena ketinggalan zaman atau teknologi. Perusahaan
menginginkan persediaan dalam jumlah mencukupi untuk memenuhi tuntutan

pelanggan tanpa kehabisan persediaan dan tidak lebih pula. Seperti periode
penagihan rata-rata, pandangan alternative tingkat perputaran persediaan adalah :
ratarata jumlah haridalam persediaan=

Persediaan
rata-rata hari harga pokok penjualan

Rata-rata jumlah hari dalam persediaan memberikan indikasi tentang rentang


waktu persediaan tersedia untuk dijual. Untuk mencapai jumlah hari rata-rata dalam
persediaan sesedikit mungkin, kita dapat meminimalkan bahan baku melalui teknik
manajemen produksi, seperti pengiriman just-in-time, atau pengurangan persediaan
dalam proses melalui penggunaan proses produksi secara efisien yang
menghilangkan bottleneck. Selain itu, perusahaan ingin meminimalkan persediaan
barang jadi dengan sebisa mungkin melakukan produksi berdasarkan pesanan bukan
perkiraan permintaan. Alat manajemen ini akan meningkatkan perputaran
persediaan dan mengurangi jumlah rata-rata dalam persediaan.
Perputaran Aset Operasi jangka Panjang (long term operating asset turnover)
Perputaran asset operasi jangka panjang dihitung sebagai berikut :
perputaranaset operasi jangka panjang=

Penjualan
saldo aset operasi jangka panjang rata-rata

Industri padar modal seperti perusahaan manufaktur membutuhkan investasi besar


dalam asset jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan ini memiliki perputaran
asset operasi jangka panjang yang lebih rendah dibandingkan perusahaan yang tidak
padat modal seperti perusahaan jasa. Tingkat perputaran asset operasi jangka
panjang dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pembilang melalui kenaikan
produksi (penjualan) atau dengan mengurangi penyebut.
Perputaran Utang Usaha (Accounts Payable Turnover)
Aset operasi lancar seperti persediaan sebagian besar didanai oleh utang usaha.
Utang ini biasanya mewakili pendanaan bebas bunga sehingga lebih murah daripada
menggunakan uang yang dipinjam untuk mendanai pembelian persediaan atau
produksi. Tingkat perputaran utang usaha dihitung sebagai berikut :

perputaranutang usaha=

Harga Pokok Penjualan


Saldo utang rata-rata

Karena dirasa lebih murah, perusahaan lebih memilih untuk memanfaatkan


sumber pendanaan murah ini sebanyak mungkin sehingga memiliki tingkat
perputaran utang usaha yang rendah (artinya tingkat utang yang tinggi).
Menurunkan tingkat perputaran utang usaha dapat dicapai dengan menunda
pembayaran kepada pemasok, di mana penudaan pembayaran ini dapat mengganggu
hubungan dengan pemasok jika digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, utang
harus dikelola secara cermat.
Perputaran Modal Kerja Operasi Bersih (Net Operating Working Capital
Turnover)
Modal Kerja operasi bersih sama dengan asset operasi lancar dikurangi
kewajiban operasi lancar. Tingkat perputaran modal kerja operasi dihitung sebagai
berikut :
perputaranmodal kerjaoperasi bersih=

Penjualan bersih
saldo modal kerja operasi bersih rata-rata

Perusahaan umumnya menginginkan tingkat perputaran modal kerja operasi


bersih yang lebih tinggi daripada lebih rendah, karena perputaran modal kerja
operasi yang lebih tinggi mencerminkan investasi dalam modal kerja yang lebih
kecil untuk setiap penjualan.
4. ANALISIS PENGEMBALIAN ATAS EKUITAS BIASA
Kreditur biasanya menerima pengembalian dalam jumlah tetap atas pendanaannya,
begitu pula pemegang saham preferen yang menerima dividen tetap. Namun pemegang
saham biasa tidak menerima pengembalian tetap, melainkan memiliki klaim atas laba residu
suatu perusahaan hanya setelah seluruh pendanaan lainnya lunas. Oleh karena itu,
pengembalian atas ekuitas saham biasa (return on common shareholders equity/ROCE)
sangat penting artinya bagi pemegang saham biasa. ROCE memegang peranan penting
dalam penilaian ekuitas seperti yang digambarkan dalam rumus berikut:

ROCE
ROCE
( t+ 2k ) B V t 1

+
(1+ k )2
( t+ 1k ) B V t
+
(1+ k )
V t =BV t +

Dimana V adalah nilai perusahaan, BV adalah nilai buku ekuitas pemegang saham, k
adalah pengembalian yang diharapkan. Jadi, jika ROCE lebih tinggi dari k maka nilainya
meningkat sebesar kelebihan dari yang ditunjukkan oleh nilai bukunya.
1) Pemisahan Pengembalian Atas Ekuitas Biasa
Dalam praktiknya, penghitungan ROCE memakai saldo rata-rata selama periode yang
dianalisis. Seperti pengembalian atas asset operasi bersih, untuk tujuan analisis ROCE
dipisah menjadi beberapa komponen. Penghitungan ROCE;
ROCE=

laba bersih-dividen saham preferen


rata-rata ekuitas pemegang saham biasa

ROCE=RNOA+(LEVSpread)

Keterangan :
RNOA

: pengembalian atas asset operasi bersih

LEV (leverage keuangan)

: rata-rata NFO/rata-rata ekuitas

NFO (kewajiban keuangan bersih)

: RNOA - ekuitas

Spread

: RNOA - NFR

NFR (tingkat keuangan bersih)

: NFE/ rata-rata NFO (nilainya bisa positif/negatif)

NFE (beban keuangan bersih)

: beban bunga dikurangi pengembalian investasi untuk


asset non-operasi (nilainya bisa positif/negatif)

Leverage keuangan akan menaikkan ROE sepanjang spread positif


Dengan kata lain, jika perusahaan mendapatkan pengembalian atas asset operasi yang
lebih tinggi daripada biaya utang yang mendanai asset tersebut, kelebihan pengembaliannya
akan memberikan keuntungan bagi pemegang saham.

Pembedaan ROCE menjadi komponen operasi (RNOA) dan non-operasi (LEV x


spread) penting karena:

Banyaknya perusahaan yang memberikan barang dan jasa sebagai usaha utamanya
Aktivitas operasi berdampak jangka panjang dan paling nyata pada nilai perusahaan
Meskipun kenaikan ROE dapat diperoleh melalui penggunaan leverage keuangan
secara bijaksana, pembayaran utang (pokok dan bunga) adalah kewajiban kontraktual
yang harus dipenuhi.
Spread merupakan fungsi dari tingkat bunga atas utang dan pengembalian investasi

yang dapat dilihat secara terpisah sebagai berikut:


NFE
FL
FL
= (tingkat bunga
) (pengembalian atas asset keuangan
)
NFO
NFO
NFO

Dimana FL adalah kewajiban keuangan dan FA adalah asset keuangan. Kebanyakan


perusahaan meminjam dengan tingkat bunga tetap sehingga NFE kemungkinan tetap, namun
bagian pengembalian investasi kemungkinan berfluktuasi sesuai pergerakan pasar modal.
2) Menghitung Pengembalian Atas Investasi Modal
Analisa Laporan Keuangan Campbell Soup Company (halaman 466-468)
Yang perlu diperhatikan:
1. Jika ROCE turun, perlu diidentifikasi komponen yang menyebabkannya agar
dapat menilai kinerja perusahaan di masa lalu dan masa depan dengan lebih baik.
2. Menilai area dengan potensi perbaikan ROCE tebesar dan kemungkinan
perusahaan dapat melakukan strategi itu dengan sukses.
3. Analisis strategi perusahaan dan dan potensi perbaikan tergantung pada kondisi
industry dan perekonomian.
3) Menilai Pertumbuhan Ekuitas Biasa
a. Tingkat Pertumbuhan Ekuitas
Tingkat pertumbuhan ekuitas biasa dapat dinilai melalui retensi laba yang
menekankan pertumbuhan ekuitas tanpa pendanaan eksternal. Dengan asumsi retensi
laba dan pembayaran dividen yang konstan dari waktu ke waktu, tingkat pertumbuhan
ekuitas =
Laba bersihdividen saham preferendividen saham biasa
ratarata ekuitas biasa

b. Tingkat Pertumbuhan Ekuitas Yang Dapat Dipertahankan

Tingkat pertumbuhan ekuitas yang dapat dipertahankan (sustainable equity growth


rate) mengakui bahwa pertumbuhan internal perusahaan tergantung retensi laba dan
pengembalian yang diperoleh dari laba yang ditahan.
tingkat pertumbuhan ekuitas yang dapat dipertahankan = ROCE x (1-tingkat
pembayaran)
Untuk mengestimasi tingkat pertumbuhan ekuitas masa depan, sebaiknya
merata-ratakan/mengakui tingkat pertumbuhan yang dapat dipertahankan selama
beberapa tahun terakhir. Selain itu, perlu mengakui potensi perubahan retensi laba dan
ramalan ROCE

DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/108672957/Chapter-8-Pengembalian-Atas-Investasi-Modal
(Diakses tanggal 30 April 2016)
https://www.scribd.com/doc/304265521/Alk-Kel-5-Analisis-Pengembalian-Atas-InvestasiModal-Dan-Profitabilitas (Diakses tanggal 1 Mei 2016)

Anda mungkin juga menyukai