Anda di halaman 1dari 3

Nama : Shinta Anggraini

NIM

: I21112060

Kelas : A2

Reaksi Inflamasi Kronik


a. Definisi
Reaksi Inflamasi adalah reaksi kompleks protektif terhadap jejas serta membuang sel
dan jaringan nekrotik yang diakibatkan kerusakan sebelumnya. Inflamasi kronik berlangsung
lama, ditandai adanya limfosit dan makrofag disertai proliferasi pembuluh darah, fibrosis dan
kerusakan jaringan.
b. Sistem imun yang terlibat dalam reaksi inflamasi kronik
adalah makrofag, sel plasma, eosinofil dan sel mast. Mediator yang berperan dalam reaksi
inflamasi kronik adalah bagian komplemen, prostaglandin, leukotrien, platelet activating
factor (PAF), histamin, plasma protease, kemokin dan sitokin antara lain TNF , IL-1, IL-8.
c. Patofisiologi Inflamasi kronik :
infeksi virus, infeksi mikroba persisten (TBC, Treponema pallidum), zat toksik (partikel
silika yang terhirup), penyakit autoimun (artritis rheumatoid).
d. Manifestasi reaksi inflamasi kronik umumnya tanda-tanda cardinal yang terdapat pada
radang akut tidak lagi tampak, kemerahan dan peningkatan suhu biasanya hilang terlebih
dahulu kemudian disusul dengan hilangnya rasa sakit. Akhirnya semua tanda cardinal radang
hilang sama sekali, mungkin bisa terdapat indurasi (meningkatnya konsistensi jaringan)
akibat adanya respon fibroblastik. Manisfestasi sistemik dari radang akut atau kronis bisa
berupa : demam (febris), malaise, sakit kepala, dan hilangnya nafsu makan. Demam yang
disebabkan karena meningkatnya suhu tubuh penderita diduga sebagai akibat penyebaran
mikroorganisme di dalam aliran darah (bacterimia).

TUGAS IMUNOLOGI

Nama

: Ciptayuni Eka Wijayanti

NIM

: I21112055

Kelas

: A2

Materi

: Inflamasi akut

a. Definisi
Inflamasi akut adalah inflamasi yang terjadi segera setelah adanya rangsang. Reaksi yang
terjadi adalah reaksi lokal pada jaringan hidup terhadap kerusakan sel dengan cara
memobilisasi semua bentuk pertahanan tubuh berupa reaksi vaskuler, neurologis, humoral,
dan seluler.
b. Sistem imun yang terlibat
1) Sel dalam pembuluh darah : limfosit, monosit, faktor
penggumpal darah, eosinofil, basofil.
2) Sel jaringan ikat : sel mast, fibroblast, makrofag.

c. Mediator yang berperan


Amina vasoaktif : histamin, serotonin
Protease plasma : sistem kinin, sistem komplemen, sistem koagulasi fibroblastik
Metabolit asam arakidonat : prostaglandin, leukotrin
Produk leukosit : enzim lisosom, limfokin
Lain-lain : radikal bebas asal oksigen

d. Patofisiologis
Infeksi mikroba
Materi fisik
Materi kimia
Jaringan nekrotik
Reaksi imunologis

e. Manifestasi klinis
Panas (kalor) : peningkatan aliran darah dan metabolisme seluler
Kemerahan (rubor) : pelebaran pembuluh darah
Pembengkakan (tumor) : pelebaran pembuluh darah, keluarnya cairan, hemotaksis,

peningkatan metabolisme seluler


Nyeri (dolor)
Kehilangan fungsi

f. Faktor yang mempengaruhi :


a. Benda asing yang masuk ke dalam tubuh
b. Invasi mikroorganisme
c. Trauma
d. Bahan kimia berbahaya
e. Faktor fisik
f. Alergi

g. Efek :
a. Perubahan cepat dalam kadar protein plasma
b. Terjadinya vasodilatasi
c. Kebocoran vaskulator mikro dengan eksudasi cairan & protein
d. Infiltrasi lokal sel-sel inflamasi