Anda di halaman 1dari 2

DEM adalah data digital yang menggambarkan geometri permukaan bumi dari koordinat titik-titik

hasil sample yang mengandung algoritma untuk mendefinisikan permukaan tersebut dalam bentuk
himpunan titik koordinat. DEM mendefinisikan relief bumi dalam model 3D(X,Y,Z) sehingga
menyerupai bentuk asli dari bumi itu sendiri. DEM hanya mengandung data ketinggian saja, tidak
lebih lengkap dari DTM.
DTM atau digital terain model adalah data digital yang memodelkan terain/permukaan tanpa objek
diatas permukaan tersebut.Yang membedakan DTM dengan DEM adalah DTM tidak hanya
mengandung ketinggian/elevasi saja, tapi juga telah ditambahkan unsur lain seperti breaklines dan
pengamatan selain data asli untuk mengkoreksi artefak yang dihasilkan hanya dari data asli.
DSM atau digital surface model adalah data digital yangtidak hanya menggambarkan permukaan tapi
juga menggambarkan permukaan beserta dengan objek yang ada di atas permukaan, seperti pohon,
bangunan, dll.
Terain tidak hanya mencangkup aspek topografi, tapi juga non topografi. Karena terain tidak hanya
mengandung X dan Y, tapi untuk memodelkan terain memerlukan Z. Agar terain dapat dimodelkan
sesuai dengan bentuk aslinya. Dan juga ditambahkan unsur-unsur lain yang menjelaskan terain itu
sendiri.
Aspek non Topografi
-Bentuk tanah, yaitu kemiringan dan ketinggiannya.
-Fitur topografi, seperti fitur hidrografi, permukiman, jaringan transportasi, batas wilayah.
-Sumberdaya Alam dan lingkungan di sekitar permukaan, seperti vegetasi, geologi, cuaca,dll
-Data sosial-ekonomi, seperti distribusi penduduk, industri, dan pertanian, serta pendapatan daerah.
LiDAR dalah salah satu metode pengumpulan data MTD dengan menggunakan sinar laser untuk
memperoleh nilai koornidat titik-titik di permukaan tanah. Hasilnya hanya dalam bentuk koordinat,
jadi jika ingin menghasilkan citra, maka perlu menambahkan kamera pada wahana. Perbedaan
ketinggian pada terain diperoleh dari perbedaan warna pada hasil pengukuran dengan menggunakan
lidar.
LiDAR : Laser sensor, Camera sensor, GPS Receiver, IMU, Storage Data

Selective sampling adalah sampling dengan hanya mengambil titik-titik yang penting saja, teknik ini
biasa digunakan pada survei terestris. Bila menggunakan foto, diperlukan pemodelan 3D terlebih
dahulu.
Progresive sampling : menggunakan grid namun kerapatan tdak sama trgantung bentuk terrain.
Composite sampling adalah melakukan sampling dengan cara menggabung metode-metode sampling
yang ada.
Bereakline adalah garis yang menghubungkan suatu mass point/spot height dengan mass point/spot
height disekitarnya, sehingga 3 breakline akan membentuk segitiga yang berformat TIN. Yang
nantinya akan diproses menjadi DEM dan berguna juga untuk menjadi data untuk pembuatan kontur.
Pembuatan DTM Bandara
Breakline

Distribusi dan karakteristik data MTD


Format teratur
-Volume datanya kecil
-Bila data hasil turunan, akan menambah pekerjaan dan mengurangi ketelitian
-Mudah untuk keperluan tampilan data
Format semi-teratur
-Volume datanya sedang
-Biasanya data asli, tidak ada proses tambahan, ketelitian terjaga
-timpilan datanya kurang menarik
Format acak
-Volume datanya besar
-Biasanya data asli, tidak ada proses tambahan, ketelitian terjaga
-Keterbatasan dalam tampilan data
Format TIN
-Volume datanya besar
-Biasanya data asli, ada proses tambahan, ketelitian terjaga
-Mudah untuk keperluan tampilan data.
Fungsi Kontinu
Suatu fungsi dikatakan kontinu bila:
jika f adalah fungsi dengan domain S dan aEs, f akan dikatakan kontinu pada a jika nilai f(x)
mendekati nilai f(a) saat x mendekati a baik dari kiri maupun dari kanan a.
Fungsi Smooth
Suatu fungsi dikatakan smooth apabila setiap titik memiliki turunan pada interval tertentu.
Kontinu dan smooth dalam MTD
Dalam pemodelan MTD, ada beberapa teknik pendekatan pemodelan terain. Salah satunya adalah
Interpolasi, interpolasi adalah menentukan nilai ketinggian suatu titik diantara 2 atau lebih titik
disekitarnya. Interpolasi merupakan salah satu teknik inti dalam pemodelan terain digital, karena
keterlibatannya pada proses-proses seperti pengendalian mutu, rekonstruksi permukaan, analisis
terain, aplikasi, dll. Sementara syarat untuk melakukan teknik ini adalah datanya harus sudah kontinu
dan smooth.
Interpolasi Linier
Adalah pendekatan untuk menentukan suatu titik diantara dua titik dengan menggunakan pendekatan
fungsi persamaan garis lurus.
Interpolasi Kuadratik
Adalah pendekatan untuk menentukan titik diantara 3 buah titik dengan menggunakan pendekatan
fungsi persamaan kuadrat.
Interpolasi Polinomial
Adalah pendekatan untuk menentukan titik antara n-buah titik disekitarnya dengan menggunakan
pendekatan fungsi polinomial pangkat n-1.