Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KEGIATAN

F.5. UPAYA SURVEILLANCE, PENCEGAHAN DAN


PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK
MENULAR
DEMAM BERDARAH

dr. Ananto Wibisono

Dokter Internsip Periode 23 November 2015 23 November 2016


Puskesmas Karanganyar
Kabupaten Pekalongan
Jawa Tengah

LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN DEMAM BERDARAH


A. NAMA KEGIATAN
Penyuluhan mengenai Demam Berdarah di Desa Lolong, Kecamatan
Karanganyar.
B. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat
yang penting di dunia, terutama negara-negara tropis dan subtropis termasuk
Indonesia. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang
mempengaruhi angka kematian anak dan dewasa serta dapat menurunkan
produktifitas tenaga kerja (Harijanto,2000).
Daerah fokus demam berdarah semakin meluas baik di daerah perkotaan
maupun Pedesaan. DBD di Indonesia pertama kali ditemukan di Surabaya pada
tahun 1958 dimana saat itu sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya
meninggal dunia. Mulai saat itu, penyakit ini pun menyebar luas ke seluruh
penjuru Indonesia. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita
Demam Berdarah di tiap tahunnya. Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968
hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat negara
Indonesia sebagai negara dengan kasus Demam Berdarah tertinggi di Asia
Tenggara. Dari jumlah keseluruhan kasus tersebut, sekitar 95% terjadi pada anak
di bawah 15 tahun.
Penyakit demam berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah
penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan
nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus betina. Kedua jenis nyamuk ini
terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat yang
ketinggiannya lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut (Isminah,2004)
Penyebaran penyakit demam berdarah di Indonesia masih cukup luas. Masih
banyak daerah di Indonesia yang merupakan daerah endemis demam berdarah.
Untuk itu diperlukan pengetahuan masyarakat mengenai perkembangbiakan
nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus serta cara mencegah nyamuk
tersebut berkembang biak. Pola siklus peningkatan penularan bersamaan dengan
musim hujan . Interaksi antara kebersihan lingkungan, pengetahuan masyarakat

tentang demam berdarah dengue dan turunnya hujan adalah determinan penting
dari penularan, karena dinginnya suhu mempengaruhi ketahanan hidup nyamuk
dewasa. Lebih jauh lagi, turunnya hujan dan kebersihan lingkungan dapat
mempengaruhi reproduksi nyamuk dan meningkatkan kepadatan populasi nyamuk
vektor (WHO,2002).
Kampanye PSN sudah digalakkan pemerintah dalam hal ini Departemen
Kesehatan dengan semboyan 3M, yakni menguras tempat penampungan air secara
teratur, menutup tempat-tempat penampungan air dan mengubur barang-barang
bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk.
Kegiatan tersebut sekarang berkembang menjadi 3M plus yaitu kegiatan 3M
diperluas dengan mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat
lainnya yang sejenis seminggu sekali, memperbaiki saluran dan talang air yang
tidak lancar, menutup lubang lubang pada potongan bambu/pohon, menaburkan
bubuk larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kassa,
mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruangan yang memadai. Kegiatan 3M
plus juga diperluas dengan upaya meningkatkan kebiasaan pada masyarakat untuk
menggunakan kelambu pada saat tidur siang, memakai obat yang dapat mencegah
gigitan nyamuk, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam ruangan
rumah.
Dalam setiap persoalan kesehatan, termasuk dalam upaya penanggulangan
Demam berdarah, faktor perilaku senantiasa berperan penting. Perhatian terhadap
faktor perilaku sama pentingnya dengan perhatian terhadap faktor lingkungan,
khususnya dalam hal upaya pencegahan penyakit. Selain kegiatan pemberantasan
sarang nyamuk, upaya lain dalam pengendalian vektor untuk mencegah kejadian
Demam berdarah dilakukan dengan menghindari terjadinya kontak dengan
nyamuk dewasa. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor
kebiasaan keluarga diantaranya kebiasaan tidur siang, penggunaan kelambu siang
hari, pemakaian anti nyamuk siang hari dan kebiasaan menggantung pakaian
bekas pakai yang dapat diubah atau disesuaikan untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya kasus demam berdarah terhadap salah satu anggota keluarga.

C. PERMASALAHAN DI KELUARGA, MASYARAKAT, MAUPUN


KASUS
Bagaimana

Pengetahuan

Warga

tentang

Demam

Berdarah

dan

Pemberatansan Sarang Nyamuk?


D. PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI
Bentuk kegiatan : Penyuluhan
Tema

: Pencegahan Demam Berdarah

Sasaran

: Ibu-ibu

Posyandu

Desa

Lolong,

Kecamatan

Karanganyar
Tujuan

:
Meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai penyakit
Demam Berdarah

Meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai komplikasi


yang dapat terjadi bila terserang Demam Berdarah

Menghimbau ibu dan keluarga mencegah terjangkit penyakit


Demam Berdarah yaitu dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk.

Meningkatkan

pengetahuan

ibu

dan

keluarga

tentang

cara

pemberantasan sarang nyamuk.


E. PELAKSANAAN KEGIATAN

Waktu : Rabu, 20 Januari 2016 pukul 09.00-11.00

Bahan dan alat


o Leaflet penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah

Tempat

: Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar

Peserta

: Ibu-ibu posyandu Desa Lolong 20 orang

F. MONITORING DAN EVALUASI


1.

Acara dimulai pukul 09.00 selesai pukul 11.00 WIB.

2.

Waktu pelaksanaan tepat waktu, penyuluhan sekitar 15-20 menit

3.

Peserta mencukupi target yang diharapkan, yakni sebanyak 20 Ibu-ibu


posyandu Desa Lolong

4.

Atensi peserta cukup baik dalam memperhatikan penyampaian materi


oleh narasumber. Peserta dapat berbagi pengalaman mengenai penyakit
demam berdarah yang sudah pernah dialami dan kejadian demam
berdarah yang terjadi di lingkungannya masing-masing.

5.

Peserta cukup memahami materi yang disampaikan.

6.

Peserta penyuluhan cukup proaktif dalam sesi tanya jawab.

Pekalongan, 2016
Dokter Internship

Pembimbing

dr. Ananto Wibisono

dr. Suryadi
NIP 19630608 200701 1 007

G. DOKUMENTASI KEGIATAN

LAPORAN PENYULUHAN DEMAM BERDARAH


Nama Peserta
Nama Pendamping
Nama Wahana

dr. Ananto Wibisono


Tanda tangan
dr. Suryadi
Tanda tangan
Puskesmas Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa

Tema Penyuluhan
Tujuan Penyuluhan

Tengah
Pencegahan Demam Berdarah
Meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai

penyakit Demam Berdarah.


Meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai
komplikasi yang dapat terjadi bila terserang Demam

Berdarah.
Menghimbau ibu dan keluarga mencegah terjangkit
penyakit

Hari/ Tanggal
Waktu
Tempat
Jumlah Peserta

Demam

Berdarah

yaitu

dengan

Pemberantasan Sarang Nyamuk.


Meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga tentang

cara pemberantasan sarang nyamuk.


Rabu, 20 Januari 2016
09.00-11.00
Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar
20 orang