Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL PAKAN IKAN


HIAS OTOMATIS MENGGUNAKAN ARDUINO DAN
MONITORING BERBASIS SMS GATEWAY PADA
AKUARIUM
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Akhir
Program Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Semarang

Diajukan oleh :

Dimas Aditya Rahman

NIM 3.33.13.0.07

Nafiah Khoirul Latifah

NIM 3.33.13.0.16

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2015
HALAMAN PERSETUJUAN

1. Judul Tugas Akhir


2. Pelaksana
a. Nama
b. NIM
c. Program Studi
d. Jurusan
3. Pembimbing :
a. Pembimbing I
b. Pembimbing II

: Rancang Bangun Sistem Kontrol Pakan Ikan Hias


Otomatis Menggunakan Arduino dan Monitoring
Berbasis SMSGateway pada Akuarium
:
: Dimas Aditya Rahman
: 3.33.13.0.07
: D3 Teknik Telekomunikasi
: Teknik Elektro
: Sarono Widodo, S.T., M. Kom.
: DR. Amin Suharjono, S.T., M.T.
Semarang, Januari 2016
Pelaksana,
Dimas Aditya Rahman
NIM 3.33.13.0.07

Menyetujui :
Pembimbing I

Pembimbing II

Sarono Widodo, S.T., M. Kom.

DR. Amin Suharjono, S.T., M.T.

NIP. 196403091991031003

NIP. 197210271999031002
Mengetahui,

Ketua Program Studi D3 Teknik Telekomunikasi

Thomas Agung S., S.T., M.T.


NIP. 197203292000031001
1. Latar Belakang
Perkembangan teknologi sekarang ini semakin pesat, hal tersebut
dapat dilihat dari banyaknya penggunaan komputer sebagai alat bantu kerja.
Didalam dunia elektronika kontrol, sering kita jumpai suatu chip yang dapat
menyimpan dan menjalankan data yang telah di program, sebuah komponen

elektro yang bernama mikrokontroler dapat digunakan untuk mengontrol


sebuah alat sehingga dapat bekerja secara otomatis.
Dengan memanfatkan teknologi mikrokontroler tersebut tidak sulit
untuk membuat sebuah mesin ataupun suatu alat dapat bekerja secara otomatis
tanpa dioperasikan secara manual, selain itu efisiensi waktu juga dapat
dirasakan saat menerapkan teknologi tersebut. Dengan keuntungan yang
dihasilkan setelah menggunakan alat buatan tersebut, maka membuat banyak
perusahaan dan instansi- instansi pemerintahan memanfaatkan hal tersebut.
Pada tugas akhir ini, penulis akan mengambil salah satu masalah pada
sistem pakan di akuarium yang berisis ikan hias. Yakni saat pemilik pergi
untuk waktu yang lama dan ikan hias yang ada pada akuarium tidak
mendapatkan suplai makanan dengan teratur. Padahal ikan hias harus
mendapat asupan makanan dengan teratur dan kondisi akuarium yang bersih.
Hal itu menuntut pemilik memberi makan ikan dengan teratur dan selalu
memastikan kondisi akurium dalam kondisi baik. Padahal tidak semua
pemilik ikan hias mempunyai waktu luang yang banyak untuk memastikan
pemberian makan dan memastikan kondisi akuarium karena tuntutan
pekerjaan. Ini merupakan peluang bagi penulis untuk membuat suatu alat yang
dapat menghemat waktu, biaya dan tenaga.
Rancang Bangun ini merupakan judul tugas akhir dari kami. Pada
rancang bangun ini, alat akan memberi makan ikan hias secara otomatis pada
waktu tertentu. Alat ini juga dapat memonitoring kondisi akuarium seperti
kejernihan air, kadar oksigen dalam air, pH air dan suhu air pada akuarium.
Waktu pemberian makan, tingkat kejernihan, pH air, serta suhu air yang akan
diterapkan di akuarium tersebut dapat ditentukan sesuai keinginan pemilik
melalaui SMS Gateway dan tombol pengaturan, sehingga pemilik dapat
menentukan atau mengganti indikasi atau acuan sensor sesuai kebutuhan ikan
hias. Setelah penentuan indikasi atau acuan sensor maka dapat dilakukan
monitoring. Jika setelah dilakukan monitoring, akuarium memiliki keadaan
atau kondisi yang kurang ideal akan dilakukan tindakan otomatis oleh alat

tersebut. Pemilik akan mendapatkan pemberitahuan mengenai keadaan


akuarium melalui SMS Gateway.
2. Perumusan Masalah
Permasalahan yang diangkat dalam program tugas akhir ini adalah:
a. Bagaimana cara memberi makan ikan hias dengan teratur secara otomatis.
b. Bagaimana cara mengetahui kondisi akuarium tanpa harus melihat secara
langsung.
c. Bagaimana mengatur sensor melalui SMS Gateway dan tombol
pengaturan.
d. Bagaimana cara melakukan tindakan ketika akuarium dalam keadaan tidak
standar secara otomatis.
Berdasarkan rumusan masalah yang terkait dengan alat ini cukup luas serta
keterbatasan kemampuan yang dimiliki, maka kami perlu membatasi masalah
yang akan dibahas dalam tugas akhir ini :
a. Alat ini menggunakan mikrokontroler Arduino Mega sebagai pusat
kontrolnya.
b. Alat ini menggunakan motor servo sebagai penggerak tempat pakan ikan.
c. Alat ini menggunakan sensor LM35, LDR, dan pH meter untuk
mengetahui kondisi akuarium.
d. Pengiriman data dilakukan dengan Icomsat yang dapat mengirim data
berbasis GSM
3. Tinjauan Pustaka
Sistem pemberi makan otomatis dan penguras pada akuarium
sebelumnya sudah banyak dibuat, dengan fitur, metode, hardware dan
program aplikasi yang berbeda-beda. Salah satunya adalah tugas akhir yang
berjudul Perancangan Alat Pemberi Makan Ikan Otomatis Dan Pemantau
Keadaan Akuarium Berbasis Mikrokontroler Atmega8535 (R Suharmon, A
Bahriun - Singuda ENSIKOM, 2014). Pada sistem ini menggunakan
ATMega8535, sistem ini dapat memberi makan ikan pada akuarium secara
otomatis, mendeteksi pergantian catu daya, dan mendeteksi suhu ketika
berada dalam keadaan tidak normal yang diikuti dengan pengiriman SMS

pemberitahuan oleh modem GSM kesatu nomor telepon tertentu. Hal itu
hanya bergantung pada jadwal pemberian makan ikan saja, sehingga
user/pemiik tidak dapat mengatur sendiri jadwal pemberian makan ikan,
ketika ingin mengatur, user/pemilik harus mengubah program dari
mikrokontroler. Sistem ini tidak dilengkapi fitur pemantauan kondisi akurium.
Tinjauan pustaka yang kedua yaitu Desain dan Implementasi Sistem
Otomasi Penguras Akuarium Berbasis Mekanika dan Mikrokontroler (Mira
Febriani, Iwan Iwut Tritoasmoro dan M. Ramdhani, 2011), dalam rancang
bangun sistem ini otomasi penguras akuarium berbasis mekanika dan
mikrokontroler yang akan mengontrol pergantian air akuarium jika kondisi
keruh dan bau. Pada saat kondisi akuarium dalam keadaan keruh, sensor
kekeruhan akan bekerja dan memberitahukan kepada mikrokontroler bahwa
kondisi air dalam keadaan keruh. Begitu juga pada saat kondisi akuarium
dalam keadaan bau, semakin bau air, maka tingkat keasaman air menjadi
lebih tinggi, oleh karena itu digunakan sensor pH untuk mengukur tingkat
keasaman air. Pada saat kondisi air bau, sensor pH akan bekerja dan
memberitahukan kepada mikrokontroler untuk melakukan pergantian air
akuarium dengan air bersih. Pada sistem ini user/pemilik juga belum bisa
mengatur secara bebas kapan akuarium akan melakukan pergantian air. Pada
alat ini hanya berpusat pada sistem penguras otomatis. Sistem pakan otomatis
belum diterapan pada alat ini.
Berdasarkan kedua tinjauan pustaka yang sudah dijelaskan maka pada
tugas akhir ini dirancanglah sistem pada akuarium yang dapat memberi makan
ikan maupun melakukan pergantian air secara otomatis, sekaligus
user/pemilik dapat dengan leluasa mengatur dan menentukan acuan-acuan
yang akan dipasang di akuarium seperti jadwal pemberian ikan dan acuanacuan pada sensor yang dipakai air melalui SMS gateway.
4. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini yaitu membuat sistem pakan
ikan hias secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan, monitoring
kondisi akuarium menggunakan sensor LM35 sebagai sensor suhu, LDR dan

LED untuk mengetahui kejernihan air, dan phH meter untuk mengetahui
kondisi pH air dalam akaurium. Hasil dari monitoring kondisi akuarium akan
dikirimkan ke pemilik melaui SMS Gateway. Alat ini akan mengambil
tindakan secara otomatis jika indikasi pada sensor menunjukkan keadaan
akuarium tidak dalam kondisi ideal. Indikasi atau acuan pada sensor dapat
ditentukan oleh pemilik akuarium sesuai kebutuhan ikan melalui SMS
Gateway.
Manfaat yang diharapkan dalam penulisan proyek akhir ini adalah sebagai
berikut :
1. Bagi Penulis
Manfaat bagi penulis adalah sebgai sarana untuk mengimplementasikan
ilmu yang telah didapatkan selama proses perkuliahan serta menambah
bekal untuk terjun dalam dunia kerja.
2. Bagi Politeknik Negeri Semarang
Sebagai bahan referensi yang digunakan untuk perbandingan dan
kerangka acuan untuk persoalan sejenis sehingga bisa meningkatkan
kualitas pendidikan.

5. Cara Kerja Sistem

Cara kerja dari sistem ini dimulai dari penentuan indikasi atau acuan
yang akan diterapan pada sensor dan RTC sebagai penentu waktu pemberian
makan. Sensor yang dipakai dalam alat ini yaitu LDR dan LED sebagai sensor
kejernihan air, sensor LM35 sebagai sensor suhu air dalam akuarium, serta pH
meter sebagai pengukur tingkat keasaman air dalam akuarium. Dengan
penentuan indikasi sensor maka akan diketahui batasan-batasan keadaan
akuarium pada kondisi ideal. Penentuan sensor dapat dilakukan dengan
tombol pengaturan atau SMS Gateway jika user atau pemilik berada di tempat
yang berbeda dengan akuarium. Untuk pengaturan via SMS Gateway, apabila
format yang dikirimkan salah maka alat akan memberikan pemberitahuan dan
permintaan mengirimkan format SMS yang benar. Apabila format SMS yang
dikirimkan sudah benar, maka akan diterima oleh Icomsat. Setelah Icomsat
menerima format SMS penentuan indikasi sensor, data akan diteruskan ke
Arduino Mega yang bertindak sebagai pusat kontrol dari alat ini. Arduino
Mega akan mengirimkan perintah pada sensor, sehingga acuan atau indikasi
pada sensor serta waktu penentuan makan pada RTC sudah ditentukan.
Setelah penentuan indikasi atau acuan pada sensor dan RTC, maka
sensor akan mulai bekerja melakukan monitoring pada keadaan akuarium.
Indikasi atau acuan RTC akan memberikan perintah pada motor servo sebagai
aktuator autofeeder atau alat pakan ikan otomatis. Untuk indikasi pada sensor,
akan mulai bekerja melakukan monitoring pada keadaan akuarium. Apabila
keadaan akuarium dalam kondisi tidak ideal, maka sensor akan mendeteksi.
Hasil deteksi sensor akan diketahui oleh Arduino Mega, sehingga Arduino
Mega dapat mengirimkan perintah ke sistem untuk mengambil tindakan.
Tindakan yang diambil jika keadaan akuarium berada pada kondisi tidak ideal
seperti air keruh dan pH melebihi batas adalah melakukan pengurasan
akuarium secara otomatis. Setelah sistem melakukan tindakan, maka user atau
pemilik akan mendapakan notifikasi yang dikirim oleh sistem melalui SMS
Gateway.

6. Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan berlangsung lebih kurang selama 7 bulan yakni dari bulan
Januari 2016 s.d. Juli 2016, dalam tahapan sebagai berikut:

7.

No

Kegiatan

1
2
3
4
5
6
7
8

Observasi
Studi Literatur
Survey Perangkat
Pembuatan Program
Pengujian Sistem
Penyusunan Laporan
Persiapan Ujian
Ujian Pendadaran

Jan Feb

Mar

Apr

Mei Jun

Jul

Rin
cia
n

Biaya
Perencanaan pengeluaran anggaran untuk pembuatan Tugas Akhir adalah:
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
9.

Keperluan
Mikrokontroler Arduino Mega
Icomsat
Motor Servo
Light Dependent Resistor (LDR)
Akuarium Ikan Hias
Real Time Clock (RTC)
Sensor LM35
Sensor pH meter
LCD Display 16 x 4
Lain-lain
TOTAL

Biaya
Rp. 279.000
Rp. 675.000
Rp. 140.000
Rp. 25.000
Rp. 300.000
Rp. 25.000
Rp. 44.000
Rp. 350.000
Rp. 110.000
Rp. 500.000
Rp. 2.448.000

DAFTAR PUSTAKA
Muslikhah, Siti dan Winarni, Triana Budi. 2015. Rancang Bangun Sistem
Monitoring Suhu dan pH Air Tambak Udang dengan Wireless Sensor Network dalam
Tugas Akhir D3 Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Semarang.

Suharmon, Recky

dan Bahriun, Ahri. 2014. Perancangan Alat

Pemberi Makan Ikan Otomatis Dan Pemantau Keadaan Akuarium


Berbasis

Mikrokontroler

Atmega8535

dalam

Tugas

Akhir

Departemen Teknik Elektro FT Universitas Sumatera Utara

Febriani, Mira dkk . 2011. Desain dan Implementasi Sistem


Otomasi

Penguras

Mikrokontroler

dalam

Akuarium
Tugas

Universitas Telekomunikasi

Berbasis
Akhir

Teknik

Mekanika

dan

Telekomunikasi