Anda di halaman 1dari 17

LEMBARAN DAERAH

KABUPATEN MAJALENGKA

NOMOR :

TAHUN 2003

SERI :

KEPUTUSAN BUPATI MAJALENGKA


NOMOR : 697 TAHUN 2003
TENTANG

PETUNJUK PELAKSANAAN PENILAIAN ANGKA KREDIT


JABATAN FUNGSIONAL DOKTER
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN
MAJALENGKA
BUPATI MAJALENGKA,
Menimbang :
bahwa sebagai pedoman dalam rangka Penilaian Angka
Kredit
Jabatan
Fungsional,
maka
dipandang
perlu
menetapkan Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit
Jabatan Fungsional Dokter dengan Keputusan Bupati.
Mengingat :
1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang
Pemerintahan Daerah Kabupaten Dalam lingkungan Jawa
Barat ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 );

2. Undang-undang .. 2

2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1974 Nomor 55,Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3041 ), sebagaimana
telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun
1999 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 8
Tahun
1974
tentang
Pokok-pokok
Kepegawaian
( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999
Nomor 169,Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3890 );
3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);
4. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang
Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 60,Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3839 );
5. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang
Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan
Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3848 );
6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang
Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil ( Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22 );
7. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang
Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3637);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang
Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi
sebagai Daerah Otonom ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3952 );
9. Peraturan 3

9. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang


Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil ( Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4017 ), Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000
tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil
( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002
Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4193 );
10.Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang
Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 14,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4262 );
11.Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang
Wewenang
Pengangkatan,
Pemindahan,
dan
Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263);
12.Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun
1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional;
13.Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 14
Tahun 2002 tentang Pembentukan Perangkat Daerah dan
Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten
Majalengka (Lembaran Daerah Kabupaten Majalengka
Tahun 2002 Nomor 14, Seri D);
14.Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 15
Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat
Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kabupaten Majalengka (Lembaran Daerah Kabupaten
Majalengka Tahun 2002 Nomor 15, Seri D);
15.Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 16
Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas
Daerah Kabupaten Majalengka (Lembaran Daerah
Kabupaten Majalengka Tahun 2002 Nomor 16, Seri D);

16. Peraturan Daerah .. 4


16.Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 17
Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga
Teknis Daerah Kabupaten Majalengka (Lembaran Daerah
Kabupaten Majalengka Tahun 2002 Nomor 17, Seri D);
17.Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 18
Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan
dan Kelurahan Kabupaten Majalengka (Lembaran Daerah
Kabupaten Majalengka Tahun 2002 Nomor 18, Seri D).
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
PETUNJUK PELAKSANAAN PENILAIAN ANGKA KREDIT
JABATAN
FUNGSIONAL
DOKTER
DI
LINGKUNGAN
PEMERINTAH
KABUPATEN
MAJALENGKA
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kabupaten Majalengka;
2. Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta perangkat
Daerah Otonom yang lain sebagai Badan Eksekutif Daerah
yang ada di Kabupaten Majalengka ;
3. Bupati adalah Bupati Majalengka;
4. Wakil Bupati adalah Wakil Bupati Majalengka;
5. Tim penilai adalah Tim Penilai Angka Kredit Jabatan
Fungsional Dokter di Lingkungan Pemerintah Kabupaten
Majalengka;

6. Sekretariat Tim .. 5
6. Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat Tim Penilai
Angka Kredit Jabatan Fungsional Dokter;
7. Jabatan Fungsional adalah jabatan yang tidak secara tegas
tercantum dalam struktur organisasi, tetapi ditinjau dari
sudut fungsinya harus ada untuk memungkinkan
organisasi dapat melakukan tugasnya, dan ditetapkan
sebagai jabatan fungsional oleh pejabat yang berwenang;
8. Angka Kredit adalah angka kredit yang diberikan
berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai
oleh Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Dokter
dalam mengerjakan butir rincian kegiatan yang digunakan
sebagai syarat untuk Pengangkatan dan Kenaikan Pangkat;
9. Dokter adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas,
tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh
pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pelayanan
kedokteran kepada masyarakat pada sarana kesehatan;
10.Pelayanan
kedokteran
adalah
bentuk
pelayanan
profesional yang merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat
kedokteran yang mencakup bio-psiko-sosio-spiritual yang
komprehensif ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat, baik sakit maupun sehat yang
meliputi peningkatan derajat kesehatan, pencegahan
penyakit, penyembuhan dan pemulihan kesehatan dan
dalam pelaksanaanya menggunakan proses kedokteran;
11.Pejabat pengusul adalah pejabat yang membawahi
pejabat fungsional Dokter dalam melaksanakan tugas
sehari-hari;
12.Pejabat penetap angka kredit adalah pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Penetapan Angka
Kredit jabatan Fungsional Dokter.

BAB II . 6
BAB II
TIM PENILAI
Bagian Pertama
Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Wewenang
Paragraf 1
Kedudukan
Pasal 2
Kedudukan Tim Penilai adalah pelaksana teknis operasional
penilaian dan penghitungan angka kredit sebagai bahan
Penetapan Angka Kredit untuk usul pengangkatan pertama
dan kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Dokter serta
penilaian pemberhentian dari Jabatan Fungsional Dokter.
Paragraf 2
Tugas Pokok
Pasal 3
Tim Penilai mempunyai tugas pokok :
a.

Menghimpun data prestasi kerja Dokter yang akan


ditetapkan angka kreditnya berdasarkan usul yang
disampaikan oleh Pejabat Pengusul;

b.

Meneliti kebenaran bukti-bukti prestasi kerja Pejabat


Fungsional Dokter dan memberi nilai angka kreditnya atas
nilai kriteria yang ditentukan;

c.

Menuangkan angka kredit ke dalam formulir penilaian


angka kredit jabatan Fungional Dokter;

d.

Mengajukan usul penetapan angka kredit hasil Penilaian


Tim kepada Pejabat yang Menandatangani Penetapan
Angka Kredit sesuai kewenangan masing-masing;
e. Menilai .. 7

e.

Menilai untuk pemberhentian sementara dari Jabatan


Fungsional Dokter;

f.

Melaporkan kepada Pejabat yang Menandatangani sesuai


kewenangannya masing-masing, apabila ada Pejabat
Fungsional Dokter yang telah melewati batas waktu tetapi
belum memenuhi angka kredit yang disyaratkan;

g.

Memberikan pertimbangan dalam pembinaan profesi


kedokteran di instansinya;

h.

Mengkoordinasikan antara kegiatan struktural di bidang


kesehatan dengan kegiatan Dokter;

i.

Melakukan pemantauan terhadap kegiatan Dokter;

j.

Mendokumentasikan data hasil penilaian dan menetapkan


angka kreditnya;

k.

Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Pejabat


Penetap Angka Kredit.
Paragraf 3
Fungsi
Pasal 4

Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut pada Pasal 3, Tim


Penilai mempunyai fungsi :
a.

Pemeriksaan, penelitian serta pengkajian prosedur


persyaratan dan kebenaran bukti pernyataan telah
melaksanakan tugas sebagai kelengkapan dalam usul
pengangkatan pertama dan kenaikan pangkat Jabatan
Fungsional Dokter;

b. Perhitungan .. 8

b.

Penghitungan angka kredit untuk bahan ketetapan angka


kredit bagi Tim Penilai selaku pejabat yang berwenang
dalam pengangkatan pertama dan kenaikan pangkat
Pejabat Fungsional Dokter;

c.

Pengusulan, pemberhentian sementara dan tetap bagi


Pejabat Fungsional Dokter yang tidak dapat memenuhi
angka kredit minimal atau sebab lain yang ditetapkan/
ditandantangani oleh pejabat yang menandatangani
sesuai dengan kewenangannya;

d.

Pengusulan pengangkatan kembali Pejabat Fungsional


Dokter yang diberhentikan sementara kepada Pejabat
yang menandatanganinya;

e.

Penyelenggaraan ketatausahaan Tim penilai;

f.

Penyusunan dan Penyampaian laporan kegiatan Tim


Penilai.
Paragraf 4
Wewenang
Pasal 5

(1) Kewenangan Ketua Tim Penilai :


a.

Ketua Tim dapat menonaktifkan sementara anggota


Tim Penilai apabila anggota yang bersangkutan
sedang dinilai atau berhalangan melaksanakan tugas
atau mendapat tugas lain yang melebihi batas waktu
6 (enam) bulan;

b.

Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim


penilai pengganti dalam hal terhadap anggota Tim
Penilai yang sedang dinilai atau dalam keadaan non
aktif melebihi batas waktu 6 (enam) bulan;

c.

Ketua Tim Penilai dapat mengaktifkan


kembali
anggota Tim Penilai yang berstatus non aktif;

d.

d. Ketua Tim .. 9

Ketua Tim Penilai melaksanakan tugas sesuai


Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

(2) Pelimpahan Wewenang :


a.

Apabila Ketua Tim Penilai berposisi sebagai anggota


non aktif atau menonaktifkan atau tidak dapat
melaksanakan tugas sebagai Ketua Tim, maka tugastugas sebagai Ketua Tim dilaksanakan oleh Wakil
Ketua.

b.

Apabila Sekretaris Tim Penilai berposisi sebagai


anggota non aktif, maka tugas-tugas Sekretaris
dilaksanakan oleh Wakil Ketua.
Bagian Kedua
Susunan Keanggotaan Tim Penilai
Pasal 6

(1) Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Penetap


Angka Kredit
(2) Susunan Keanggotaan Tim Penilai terdiri atas :
a.
b.
c.
d.

Seorang Ketua merangkap anggota;


Seorang Wakil Ketua merangkap anggota;
Seorang sekretaris merangkap anggota;
Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota.

(3) Syarat menjadi anggota Tim Penilai Dokter, adalah :


a
b

Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan


jabatan/pangkat dokter yang dinilai;
Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai
Prestasi Kerja Dokter;

10

c. Dapat 10
Dapat aktif melakukan penilaian.

(4) Apabila Tim Penilai belum dapat dibentuk karena


ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi
sebagaimana dimaksud ayat (3), maka penilaian angka
kredit dokter dapat dimintakan kepada Tim Penilai yang
terdekat.
Bagian Ketiga
Sekretariat Tim Penilai
Pasal 7
(1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan
tugasnya dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan
oleh Pejabat Penetap Angka Kredit.
(2) Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris
yang secara fungsional dijabat oleh Pejabat yang
menangani administrasi angka kredit Dokter/fungsi
kepegawaian.
(3) Sekretaris Tim Penilai mempunyai tugas memberikan
bantuan administrasi dan fasilitas lainnya untuk
kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai untuk
melaksanakan tugas tersebut, Sekretaris Tim Penilai
melakukan kegiatan-kegiatan antara lain :
a. Menyampaikan bahan dan informasi yang diperlukan
untuk penilaian angka kredit Dokter;
b. Menerima dan mencatat Data Usulan Penetapan Angka
Kredit (DUPAK) dokter yang diterima dan memeriksa
dengan seksama lampiran DUPAK-nya;
c. Menyampaikan DUPAK yang memenuhi syarat untuk
penilaian kepada Ketua Tim Penilai ;
d. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Ketua Tim
Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian ;

11

e. Menyiapkan . 11
e. Menyiapkan undangan rapat, ruang rapat, dan
menyelenggarakan rapat Tim Penilai ;
f. Menyusun laporan hasil rapat Tim Penilai ;
g. Memproses DUPAK Dokter yang memenuhi syarat
untuk ditetapkan angka kreditnya sampai menjadi
Penetapan Angka Kredit (PAK) sesuai dengan jadual
yang ditetapkan ;
h. Menyampaikan PAK kepada para Pejabat yang
berkepentingan;
i. Menyampaikan hasil penilaian angka kredit kepada
Dokter yang belum dapat mencapai angka kredit yang
dipersyaratkan, melalui Pimpinan Unit Kerja yang
bersangkutan.
BAB III
PEJABAT PENGUSUL DAN PENETAP ANGKA KREDIT
JABATAN FUNGSIONAL DOKTER
Pasal 8
(1) Pejabat Pengusul :
a.

Pejabat Pengusul Jabatan Fungsional Dokter untuk


Angka Kredit Dokter Pratama sampai dengan Dokter
Muda (Penata Muda, III/a sampai dengan Penata
Tingkat I, III/d) yang bekerja pada Dinas Kesehatan
Kabupaten Majalengka adalah Kepala Bagian Tata
Usaha Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka atau
Pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian;

b. Pejabat Pengusul Jabatan Fungsional Dokter untuk


Angka Kredit Dokter Dokter Pratama sampai dengan
Dokter Muda
( Penata Muda , III/a sampai dengan
Penata Tingkat I, III/d) yang bekerja pada Rumah Sakit
Umum Unit Swadana Daerah Majalengka dan Cideres

12

adalah Sekretaris Rumah Sakit Umum Unit Swadana


Daerah Majalengka dan Cideres atau Pejabat eselon III
yang membidangi kepegawaian;
c. Pejabat . 12
c. Pejabat Pengusul Angka Kredit Jabatan Fungsional
Dokter untuk angka kredit Dokter Madya sampai
dengan Dokter Utama (Pembina, IV/a sampai dengan
Pembina Utama, IV/e) yang bekerja pada Dinas
Kesehatan Kabupaten Majalengka adalah Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Majalengka;
d. Pejabat Pengusul Angka Kredit Jabatan Fungsional
Dokter untuk angka kredit Dokter Madya sampai
dengan Dokter Utama (Pembina, IV/a sampai dengan
Pembina Utama, IV/e) yang bekerja pada Rumah Sakit
Umum Unit Swadana Daerah Majalengka dan Cideres
adalah Direktur Rumah Sakit Umum Unit Swadana
Daerah Majalengka dan Cideres.
(2) Pejabat Penetap Angka Kredit :
a. Pejabat
Penetap Angka Kredit untuk angka kredit
Dokter Pratama sampai dengan Dokter Muda (Penata
Muda, III/a sampai dengan Penata Tingkat I, III/d) yang
bekerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka
adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka;
b. Pejabat
Penetap Angka Kredit untuk angka kredit
Dokter Pratama sampai dengan Dokter Muda (Penata
Muda, III/a sampai dengan Penata Tingkat I, III/d) yang
bekerja pada Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah
Majalengka dan Cideres adalah Direktur Rumah Sakit
Umum Unit Swadana Daerah Majalengka dan Cideres.

13

BAB IV 13
BAB IV
PENILAIAN
Bagian Pertama
Pelaksanaan Penilaian
Pasal 9
Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit dilakukan dua kali dalam
1 (satu) tahun yaitu bulan Januari atau selambat-lambatnya
bulan Februari dan bulan Juli atau selambat-lambatnya bulan
Agustus penilaian dilakukan tarhadap Daftar Unsul Penetapan
Angka Kredit (DUPAK) dari Dokter yang dilakukan pada kurun
waktu 6 (enam) bulan sebelumnya.
Pasal 10
Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah sebuah formulir
rekomendasi dari Tim Penilai Kepada Pejabat yang
menandatangani. Penetapan Angka Kredit disiapkan oleh Tim
Penilai ( Sekretariat ). Dalam PAK tersebut dituangkan jumlah
angka kredit yang dinilai sebelumnya, jumlah angka kredit
baru hasil perhitungan periode berjalan, dan jumlah angka
kredit keseluruhan.
PAK tersebut merekomendasikan mengenai dapat atau
tidaknya seorang Dokter diusulkan kenaikan pangkat/ jabatan
setingkat lebih tinggi dari pangkat/jabatan yang dimiliki
sesuai dengan jumlah angka kredit kumulatif yang
dikumpulkan.
Pasal 11
Keputusan Tim Penilai mengenai Penetapan Angka Kredit
(PAK) sekurang-kurangnya dibuat rangkap enam merupakan

14

Keputusan tetap dalam arti terakhir dan mengikat serta tidak


dapat diajukan keberatan/banding.

Pasal1 12 .. 14
Pasal 12
(1)

Pengusulan penetapan angka kredit bagi pengangkatan


pertama atau kenaikan pangkat Pejabat Fungsional
Dokter oleh Pejabat Pengusul selambat-lambatnya telah
diterima Sekretaris Tim Penilai 30 (tiga puluh) hari
terhitung awal bulan Januari dan Juli setiap tahunnya
masing-masing rangkap tiga.

(2)

Penilaian dan penghitungan kembali terhadap usul


penetapan angka kredit tersebut pada ayat (1), dalam
pelaksanaannya dilakukan oleh Sekretariat Tim Penilai
bersama-sama dengan Anggota Tim Penilai.

Bagian Kedua
Masa Kerja
Pasal 13
(1) Masa kerja Tim Penilai adalah lima tahun dan dapat
diperpanjang untuk masa jabatan 3 tahun berikutnya.
(2)

Pejabat Fungsional Dokter yang telah menjadi anggota


Tim Penilai dalam dua masa jabatan berturut-turut dapat
diangkat kembali setelah setelah melampaui tenggang
waktu satu kali masa jabatan.

(3)

Apabila dalam tenggang masa jabatan tersebut pada


ayat (1) di atas, terjadi mutasi terhadap pejabat

15

Struktural yang duduk dalam Tim Penilai, secara langsung


kedudukan dan wewenang beralih kepada penggantinya.

Bagian Ketiga 15
Bagian Ketiga
Pengangkatan
Pasal 14
(1) Pengangkatan Pejabat Fungsional Dokter sebagai anggota
Tim Penilai ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Penetap
Angka Kredit.
(2) Jenjang kepangkatan Pejabat Fungsional Dokter yang
diangkat sebagai anggota dan Sekretaris Tim Penilai
minimal sama dengan pangkat Pejabat Fungsional Dokter
yang akan dinilai.

BAB V
ANGGARAN
Pasal 15
Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan penilain angka
kredit jabatan fungsional Dokter dibebankan kepada
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Majalengka.

BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 16

16

Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini masih tetap


mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Pasal 17 .. 16
Pasal 17
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Keputusan ini dengan penempatannya dalam
Lembaran Daerah Kabupaten Majalengka.
Ditetapkan di
Pada Tanggal

Majalengka

BUPATI MAJALENGKA
CAP / TTD
Hj. TUTTY HAYATI ANWAR
Diundangkan
di
Pada Tanggal

Majalengka

SEKRETARIS DAERAH
KABUPATEN MAJALENGKA

H. M A C H A L I, SH
Pembina Utama Muda
NIP. 010 079 331

17

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKAN TAHUN


2003
NOMOR SERI