Anda di halaman 1dari 68

PT PLN (Persero)

Pusat Pendidikan dan Pelatihan

MATERI
IX
PRAKTEK DISTRIBUSI

IX.2. SOP PEMELIHARAAN JTM

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 1

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Contoh pemeriksaan rutin antara lain :

Inspeksi jaringan SUTM : Memeriksa dan melaporkan keadaan tiang,


Bracket, Cross Arm, Pentanahan, Penghantar ,Isolator, Cut Out, Arrester, PT-LBS / PTS
dll.

Inspeksi gardu Distribusi : Memeriksa dan melaporkan keadaan inspeksi


gardu distribusi ; Sipil, Ruang gardu, kubikel, Trfao, Panel TR, Terminal, Sepatu Kabel
dll.

nspeksi jaringan SUTR : Memeriksa dan melaporkan keadaan tiang,


Hantaran, Terminal Out Door, Konektor hantaran dll

Pemeriksaan instalasi dengan Infrared / Thermo Vision.

Pemeriksaan Partial Discharge pada terminal indoor penyulang 20 KV di


gadu induk / gardu hubung.

Pengukuran beban pada trafo Distribusi.

Pengukuran beban jurusan pada PHB TR gardu Distribusi.

Pengukuran Tegangan ujung pada JTR.

Test Trip pada PMT Penyulang 20 KV di gardu induk Dl

Contoh pemeliharaan rutin antara lain :

Pengecatan tiang pd SUTM dan SUTR.

Pemeotongan ranting / dahan pada pohon yang dapat mengganngu SUTM.

Pengecatan gardu sipil.

Revisi instalasi gardu distribusi dan gardu hubung.

Revisi Instalasi gardu induk disisi 20 KV.

3.4. Pemeliharaan Korektif


Contoh perbaikan kerusakan :

Penggantian jointing yang meledak

Perbaikan JTM andongannya rendah

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 2

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Penggantian bushing Trafo Distribusi yang pecah

Penggantian Tiang yang bengkok tertabrak mobil

Contoh perbaikan untuk penyempurnaan :

Rehabilitasi gardu distribusi

Rehabilitasi JTM

Rehabilitasi JTR

3.5.Pemeliharaan Darurat
Contoh pemeliharaan darurat :

Perbaikan / penggantian JTR yg ruisak akibat kebakaran.

Perbaikan / penggantian instalasi gardu yang rusak akibat banjir.

Perbaikan / penggantian gardu dan jaringan yang rusak akibat huru-hara.

6. PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN ( PDKB )


Pemeliharaan peralatan / perlengkapan jaringan distribusi (tr / tm) yang dilaksanakan dimana
obyeknya dalam keadaan aktip bekerja atau bertegangan
Contoh :

Pemeriksaan rutin kondisi gardu yang sedang beroperasi

Pengukuran beban dan tegangan gardu

Ketentuan bekerja pada keadaan bertegangan

Petugas / pelaksana pekerjaan mempunyai kompetensi yang


dibutuhkan

Memiliki surat ijin kerja dari yang berwenang

Dalam keadaan sehat, sadar, tidak mengantuk atau tidak dalam


keadaan mabuk

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 3

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Saat bekerja harus berdiri pada tempat atau mempergunakan


perkakas yang berisolasi dan andal

Menggunakan perlengkapan badan yang sesuai dan diperiksa setiap


dipakai sesuai petunjuk yang berlaku

Dilarang menyentuh perlengkapan listrik yang bertegangan dengan


tangan telanjang

Keadaan cuaca tidak mendung / hujan

Dilarang bekerja di ruang dengan bahaya kebakaran / ledakan,


lembab dan sangat panas

6.1. Ketentuan bekerja di dekat instalasi bertegangan


Saat bekerja harus berada pada jarak minimum aman kerja

TEGANGAN
( antara fasa dan bumi )
DALAM KV

JARAK MINIMUM AMAN KERJA

1
12
20
70
150
220
500

50
60
75
100
125
160
300

DALAM cm

Bila bekerja di dekat instalasi yang lebih tinggi dari pada tegangan
perlengkapan yang dikerjakan, harus dipastikan bahwa perlengkapan tersebut
bebas dari kebocoran isolasi atau imbas yang membahayakan dan sebaiknya
dibumikan

Dilarang menggunakan pengukur panjang, tali logam atau tali dengan anyaman
benang logam

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 4

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Di dekat bagian bertegangan, dilarang menggunakan tangga kayu atau bambu


yang diperkuat dengan batang logam yang memanjang searah dengan arus
listrik

Jika jarak aman tidak dapat dipenuhi, petugas harus menggunakan pengaman
dari bahan isolasi

8. PEMELIHARAAN INSTALASI JARINGAN DISTRIBUSI


8.1. Pemeliharaan Gardu Distribusi Pasangan dalam
8.1.1. Pemeliharaan sipil pada gardu beton meliputi

Halaman gardu -------------..

bersihkan

Pagar -------------------------..

kunci pintu pagar

Kunci, pintu pagar ----------.

periksa

Pintu gardu--------------------

periksa

Dinding luar dan dal..............

periksa bersihkan bila perlu dicat ulang

Lantai---------------------------. bersihkan periksa

Dak atas ------------------------

Ventilasi ------------------------. bersihkan

Saluran air ---------------------.. bersihkan

Talang air ----------------------- periksa dan bersihkan

Man hole------------------------- periksa dan bersihkan.

Jalan masuk gardu -------------- bersihkan

Tanda -tanda peringatan ------- bersihkan

Lampu penerangan didalam --- periksa dan ganti bila sudah putus

Lampu penerangan diluar periksa dan ganti bila sudah putus

bila kotor bersihkan

8.1.2. Pemeliharaan peralatan listrik pada gardu beton


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 5

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Mengganti / merawat terminating kabel dan membersihkan kontak sepatu


kabel.

Membersihkan kontak-kontak terminal pada kubikel.

Memeriksa kerja mekanis peralatan kontak kubikel, bila perlu perbaiki

Menguji tahanan isolasi alat kontak kubikel bila perlu perbaiki

Menguji tahanan kontak kubikel, bila nilainya lebih dari 200 micro-ohm,
perbaiki dan bila perlu ganti dengan kubikel baru

Menguji keserempakan kubikel bila nya lebih dari 50 mili-detik, perbaiki


dan bila perlu ganti dengan kubikel baru

Merawat kontak dan peralatan mekanis pemisah tanah pada kubikel.

Menguji tahanan pentanahan kubikel, Rak TR, Rak Rel TM, Rak Kabel
dan pintu gardu bila nilainya melebihi dari 1,7 ohm perbaiki

Merawat / memperbaiki pentanahan netral TR, bila nilainya melebihi dari


5 ohm perbaiki

Membersihkan / memperbaiki terminal-terminal trafo Distribusi TM /


TR , trafo ukur, Rele pengamandan fuse.

Memeriksa kekencangan baut-baut pengikat pada bushing trafo.

Merawat pemutus beban TR , Rel TR, Kabel-kabel

jurusan dan

terminalnya.

Merawat kontak pelebur TR dan Fuse Base.

Menguji tegangan tembus / break down minyak trafo distribusi, bila


kurang dari 80 KV / cm perbaiki / ganti

8.2. Pemeliharaan Gardu Distribusi Pasangan Luar


8.2.1. Pemeliharaan Konstruksi Gardu Portal / Cantol

Memebersihkan pekarangan.

Membersihkan dan men cat tiang rangka penyangga / Cross Arm pada
trafo.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 6

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Pemeriksaan lampu penerangan, bila putus di ganti.

Merawat pagar pengaman.

Merawat papan peringatan / tanda peringatan.

Merawat Rak TR.

Merawat pipa saluran keluar kabel / Opstyg.

8.2.2. Pemeliharaan peralatan listrik pada gardu Portal / Cantol

Memeriksa kondisi FCO

Memeriksa kondisi Trafo

Menguji tahanan isolasi Trafo

Menguji tahanan isolasi PHB-TR

Memeriksa kondisi saklar utama TR

Memeriksa kondisi NH fuse dan dudukannya

Memeriksa kondisi kabel penghubung trafo dengan PHB-TR dan


terminalnya

Memeriksa kondisi kabel penghubung PHB-TR ke JTR ( Opstyg ) dan


terminal sambungannya

Menguji tahanan pentanahan netral sistem JTR dan peralatan .

PEMELIHARAAN PMT, PMB, PMS


Dilakukan dalam keadaan tidak bertegangan :

Pemeriksaan visual dan pembersihan bagian luar.

Percobaan keluar masuk manual maupun dengan simulasi relai.

Pemeriksaan dan perawatan media pemadaman busur api (untuk minyak


dan gas).

Pemeliharaan isolator

Pemeriksaan dan perawatan alat-alat kontak.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 7

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Pemeriksaan dan perawatan motor penggerak (bila ada).

Pengujian tahanan isolasi

Pengujhian tahanan kontak (maksimal 200 micro - ohm) .

Pengujian keserempakan alat kontak (selisih waktu maksimal 50 milli


seconds)

Pengujian tahanan pentanahan kerangka

Pengujian tegangan uji 125 KV

Pengujian tahanan isolasi PMT, PMB dan PMS


Cara pengujian :
1.

Lepaskan semua kabel atau rel penghubung

2.

Posisi kontak terbuka semua

3.

Ukur tahanan isolasi dengan menggunakan Megger 5.000 Volt atau 10.000 Volt

Tabel Pengukuran
A1 - A2

A1 - A3

A2 - A2

A1 BODY

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 8

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

A2 - BODY

A3 BODY

B1 - B2

B1 - B3

B2 - B3

B1 BODY

B2 - BODY

B3 - BODY

A1 - B1

A2 - B2

A3 - B3

10.2. Pengujian tahanan kontak


Cara pengujian :
1.

Lepaskan semua kabel dan rel penghubung

2.

Posisi kontak tertutup semua

3.

Ukur tahanan kontak dengan menggunakan micro ohm meter 100 Amper

Tabel Pengukuran

A1 B1

micro

A2 B2

micro

A3 B3

micro

10.3. Pengujian keserempakan


Cara pengujian :
1.

Lepaskan semua kabel dan rel penghubung

2.

Posisi kontak terbuka

3.

Ukur keserempakan posisi menutup

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 9

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

4.

Ukur kesermpakan posisi membuka

Tabel Pengujian
Posisi menutup

Fasa R

mili-detik

Fasa S

mili-detik

Fasa T

mili-detik

Posisi membuka

Fasa R

mili-detik

Fasa S

mili-detik

Fasa T

mili-detik

10.4. Pengujian dengan tegangan uji 50 KV


Cara pengujian :
1.

Lepaskan semua kabel dan rel penghubung

2.

Hubungkan terminal positip alat uji pada fasa yang diuji

3.

Hubungkan kedua fasa yang tidak diuji dengan grounding

4.

masukkan tegangan uji sebesar 125 KV selama 1 menit

5.

Lakukan hal serupa untuk kedua fasa lainnya

Tabel pengujian

Fasa R

Fasa R

mA

Fasa T

mA

mA

10.5. Pemeliharaan isolator busbar


10.5.1.Tujuan pemeliharaan

Menghilangkan debu yang menempel

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 10

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Menghilangklan bekas rambatan arus listrik

10.5.2. Cara pemeliharaan


1.

Bebaskan tegangan

2.

Masukkan saklar pentanahan

3.

Buka tutup dan pintu kubikel

4.

Bersihkan kotoran / debu / bekas rambatan yang menempel pada


isolator dengan menggunakan kuas / kain lap

5.

Oleskan sakafen di sel;uruh permukaan isolator

6.

Pasang kembali tutup dan pintu kubikel

7.

Lepas kembali saklar pentanahan

8.

Masukkan tegangan

10.6. Pemeliharaan bagian mekanis


10.6.1. Tujuan pemeliharaan

Agar kerja keluar-masuk PMT / PMB tidak macet

Agar sistem interlock bekerja

10..6.2. Cara pemeliharaan


1.

Bebaskan tegangan

2.

Masukkan saklar pentanahan

3.

Buka tutup dan pintu kubikel

4.

Bersihkan kotoran / debu pada alat mekanis dengan menggunakan kuas dan was-bensin

5.

Semprotkan bagian yang karat atau macetdengan menggunakan WD 40

6.

Pasang kembali tutup dan pintu kubikel

7.

Lepas kembali saklar pentanahan

8.

Msukkan tegangan

10.7. Pemeliharaan bagian kontak busbar dan kabel


10.7.1. Tujuan pemeliharaan
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 11

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Agar kontak baik tidak menimbulkan panas karena los-kontak

10..7.2. Cara pemeliharaan


1. Bebaskan tegangan
2. Masukkan saklar pentanahan
3. Buka tutup dan pintu kubikel
4. Lepaskan kontak dengan busbar dan kabel
5. Bersihkan kotoran / debu pada terminal kubikeldengan busbar dan sepatu kabel keluar
menggunakan Sabut plastik hijau
6. Bersihkan permukaan kontak dengan was-bensin atau WD 40
7. Oleskan vaselin-elektrik pada permukaan bagian kontak
8. Pasang kembali busbar dan kabel keluar
9. Kencangkan mur-baut pengikat
10. Pasang kembali tutup dan pintu kubikel
11. Lepas kembali saklar pentanahan
12. Masukkan tegangan
10.8. Pemeliharaan kerangka kubikel
10.8.1. Tujuan Pemel;iharaan
Agar kerangka tidak berkarat

10.8.2. Cara pemeliharaan


1.

Bersihkan permukaan tutup kerangka kerangka kubikel dengan lap / kuas

2.

Bersihkan permukaan dan pintu kubikel dengan alkohol

10.9. Pemeliharaan PMS pentanahan dan peralatan interlocknya


Dilakukan dalam keadaan tidak bertegangan
1.

Pemeliharaan dan perawatan pada pisau-pisau kontaknya.

2.

Pengencangan pada baut-baut pengikat sambunga yang kendor.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 12

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

3.

Pemeriksaan pada bushing.

4.

Pemeriksaan pada pegas-pegas kontaknya.

5.

Percobaan keluar masuk.

6.

Pemeriksaan pada peralatan mekanis interlocknya..

10.10.

Pemeliharaa
n pelebur ( fuse )

10.10.1

Cara
pemeliharaan

1.

Bebaskan tegangan

2.

Masukkan saklar pentanahan

3.

Buka tutup dan pintu kubikel

4.

Pemeriksaan kedudukannya.

5.

Pemeriksaan dan perawatan terminal kontaknya dan jepitnya, oleskan vaselin-elektrik


di Bagian kontaknya

6.

Pemeriksaan nilai nominal arusnya.

7.

Pemeriksaan kondisinya.

8.

Pasang kembali tutup dan pintu kubikel

9.

Lepas kembali saklar pentanahan

10.

Masukkan tegangan

10.11.

Pemeliharaan relai

Cara pemeliharaan
1.

Pemeriksaan dan perawatan pengawatan relai yaitu antara trafo arus dan bagian perasa.

2.

Pmeriksaan dan perawatan pengawatan antara relai dan tripping coil PMT.

3.

Pemeriksaan dan perawatan pengawatan antara sumber tegangan dan tripping coil.

4.

Pemeriksaan dan pengukuran sumber tegangan untuk tripping coil

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 13

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

5.

Pengetesan relai untuk trip PMT

11.PEMELIHARAAN ROD GAP DAN ARCHING HORN TRAFO / ISOLATOR


SUSPENSION
Dilakukan dalam keadaan tidak bertegangan
Cara pemeliharaan
1.

Bebaskan tegangan

2.

Pasang groundingkal pada bushing trafo

3.

Pemeriksaan dan perawatan pada ujung jarak sela

4.

Pengukuran jarak sela.

5.

Pemeriksaan dan perawatan hantaran dan sambungan

6.

Pengukuran tahanan pentanahan

7.

Lepaskan grounding lokal

8.

Masukkan tegangan

pentanahan.

12. PEMELIHARAAN ARRESTER .


Dilakukan dalam keadaan tidak bertegangan
Cara pemeliharaan ;
1.

Bebaskan tegangan jaringan

2.

Pasang grounding lokal

3.

Pemeriksana secara visual kondii arrester

4.

Pemeriksaan dan perbaikan terhadap sambungan pengawatan dan kontaknya.

5.

Uji tahanan isolsi.

6.

Pemeriksaan dan perbaikan hantaran pentanahan

7.

Pengukuran tahanan pentanahan

8.

Lepaskan grounding lokal

9.

Masukkan tegangan

13. PEMELIHARAAN PENTANAHAN


Cara pemeliharaan
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 14

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

1.

Bebaskan tegangan

2.

Pasang grounding lokal

3.

Lepaskan pengawatan pentanahann dari peralatan yang di hubungkan ke tanah

4.

Lepaskan kawat pentanahan dari elektroda pentanahan, dan bersihkan bagian atas
elektrodanya

5.

Pengujian tahanan pentanahan

Bila nilainya masih sesuai dengan ketentuan periksa dan perbaiki sambungansambungan kawat pentanahan

Bila nilainya melebihi batas maksimalnya pasanglah

elektroda baru dengan

jarak dua kali panjang elektroda, dan hubungkan paralel dengan elektroda yang
sudah ada atau lakukan penggaraman
6.

Pasang kembali kawat pentanahan pada elektroda dan

peralatan yang dihubungkan

dengan pentanahan
7.

Pasang kembali pentanahan ke peralatan yang ditanahakan

8.

Lepaskan kembali grounding lokal

9.

Masukkan tegangan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 15

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

14. PEMELIHARAAN TERHADAP BAGIAN KONTAK.


Berikut ini tabel besarnya torsi pengencangan mur-baut yang terbuat dari tembaga.

15. PEMELIHARAAN SALURAN UDARA.


15.1. Pemeliharaan tiang
15.1.1. Alasan pemeliharaan :

Pemeliharaan rutin / preventif

Keropos (tiang besi) dan perlu diganti

Berkarat, perlu dicat ulang

Pecah (tiang beton) dan harus diganti

Bengkok, perlu diganti

Roboh, perlu diganti

Digeser / dipindahkan

15.1.2. Cara pengangkatan dan pengangkutan tiang


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 16

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

15.1.3. Cara pemindahan dan peletakan tiang


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 17

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

15.1.4. Cara penggantian tiang.


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 18

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

1.

Gunakan perkakas kerja dan peralatan K3 sesuai kebutuhan.

2.

Bila kondisi di tempat kerja aman, listrik jangan dipadamkan.

3.

Kerjakan dulu penggalian lubang tiang sebelum pemadaman 1/ 6 dari panjang


tiang

4.

Bila kondisi tiang yang lama masih kuat dapat digunakan sebagai tempat roll /
pully untuk mengangkat tiang

5.

Ikat tiang pada titik beratnya

6.

Angkat tiang dengan menggunakan pully

7.

Bila posisi bagian bawah tiang sudah menggantung di atas lubang galian,
masukkan tiang kedalam lubang tersebut

8.

Kuatkan posisi tiang pada keadaan tegak lurus, gunakan batu-batu kecil dan
tanah untuk menguatkannya serta dipadatkan dengan menggunakan linggis

LUBANG
GALIAN

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 19

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Cara mendirikan tiang baru


1.

Gunakan perkakas kerja dan peralatan K3 sesuai kebutuhan.

2.

Bila kondisi di tempat kerja aman, listrik jangan dipadamkan.

3.

Gali lubang sedalam 1 / 6 panjang tiang dengan diamter 2 kali diameter bagian bawah
tiang
2 x diameter tiang

1 / 6 panjang tiang
Kemiringan 45

4.

Letakkan tiang dekat lubang;


Tiang besi :bagian bawah tiang didekatkan di dekat lubang / mulut

lubang yang dipotong miring 45


Tiang beton : posisi titik berat tiang didekat lubang

5.

Ikat ujung tiang dengan tambang

6.

Angkat tiang dan tanam pada lubangnya Tiang besi : mengangkatnya mulai dari ujung
tiang oleh beberapa orang dan dibantu dengan alat penyangga dari kayu / besi, pangkal
tiang

langsung dimasukkan ke dalam lubang. Dorong terus dengan tenaga orang

menggunakan alat penyangga dan tambang hingga posisi tiang berdiri tegak-lurus
Tiang beton : mengangkatnya menggunakan pully yang diikatkatkan pada Tripod atau
sebatang bambu yang diatahn oleh beberapa tambang Masukkan pangkal tiang bila

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 20

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

posisinya sudah menggantung di atas lubang, Perlahan-lahan turunkan sampai posisi


tiang berdiri tegak-lurus dengan pengaturan menggunakan tambang.
Kuatkan posisi tiang dengan memasukkan batu-batu kecil dan tanah kemudian
padatkan dengan menggunakan linggis.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 21

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Mendirikan tiang dengan tenaga orang

Mendirikan tiang dengan menggunakan tiang kaki tiga ( Tripod )


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 22

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Mendirikan tiang menggunakan mobil crane-hydraulik

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 23

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Memadatkan pondasi tiang


15.2. Pemeliharaan isolator ( pin maupun strain / suspension )
Alasan pemeliharaan
Isolator kotor oleh debu.
Isolator retak / pecah.
Cara pemeliharaan isolator strain / suspension
1.

Gunakan perkakas kerja sesuai kebutuhan.

2.

Gunakan peralatan K3 sesuai kebutuhan

3.

Padamkan listrik, yakinkan bahwa tegangan sudah tidak ada

4.

Pasang ground lokal pada ketiga kawat fasa.

5.

Tahan kawat dengan menggunakan tarikan takel dan camlong , sampai posisi isolator
kendor

6.

Lepas isolator dari travers dan turunkan.

7.

Angkat isolator pengganti dan pasang pada travers.

8.

Pasang kembali kawat pada isolator

9.

Kendorkan tarikan takel sampai takel bebas untuk dilepas lagi

10.

Lepaskan kembali ground lokal

Cara pemeliharaan isolator pin


1.

Gunakan perkakas kerja sesuai kebutuhan.

2.

Gunakan peralatan K3 sesuai kebutuhan

3.

Padamkan listrik, yakinkan bahwa tegangan sudah tidak ada

4.

Pasang ground lokal pada ketiga kawat fasa.

5.

Buka pengikat kawat pada isolator

6.

Lepaskan kawat dari isolator dan taruh pada travers

7.

Lepas isolator dari travers dan turunkan.

8.

Angkat isolator pengganti dan pasang pada travers.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 24

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

9.

Pasang kembali kawat pada isolator pasang pengikatnya

10.

Lepaskan kembali ground lokal

15.3. Pemeliharaan kawat pengikat pada isolator tumpu.


Alasan pemeliharaan

Pengikat diganti / diperbaiki.

Ikatan ke isolator (top / side ties ) lepas.

Kawat pengikatnya putus

Cara penggantian kawat pengikat menggunakan binding wire


1.

Gunakan perkakas kerja sesuai kebutuhan.

2.

Gunakan peralatan K3 sesuai kebutuhan

3.

Padamkan listrik, yakinkan bahwa tegangan sudah tidak ada

4.

Pasang ground lokal pada ketiga kawat fasa..

5.

Buka binding wire.

6.

Letakkan kawat pada isolator.

7.

Pasang binding wire

8.

Lepaskan kembali ground lokal

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 25

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 26

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

15.5.Cara penggelaran dan penarikan kawat ( stringing )


1.

Gunakan perkakas kerja dan peralatan K3 sesuai kebutuhan.

2.

Tiang sudah terpasang kuat.

3.

Traverse sudah terpasang kuat.

4.

Isolator terpasang pada travers.

5.

Semua tiang (tiang terminal, sudut dan afspannya) harus memakai schoor sebelum
menggela

6.

Minimal 2 arm rollers pada tiang-tiang pada waktu penggelaran penarikan.

7.

Pada waktu menggelar diharuskan agar kawat ditarik dari bagian tengah tiang afspan.

8.

Agar posisi traverse tidak mudah berubah sehingga kawat hanya dipotong menurut
panjang yang diperlukan.

9.

Penarikan kedua kawat pinggir harus dilaksanakan bersama

dan balance running

blocks atau rollers selalu dipakai sampai pada waktu kawat-kawat diberi tensi dan
lendutan tertent
10.

Harus menyediakan tenaga yang cukup untuk kontrol kecepatan putar dari drum kabel

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 27

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

15.6. Penegangan kawat ( Saging )


Pada pekerjaan penegangan kawat sampai dengan pengaturan lendutan dan jarak aman yang
ditentukan harus didasarkan pada :

Kawat yang digunakan : bahannya, penampangnya, modulus kenyalnya, kuat tariknya


dan koefisien muai panjangnya.

Jarak rentangan.

Suhu keliling saat penegangan.

Tekanan angin saat penegangan.

Cara penegangan :
1.

Mula-mula 2 ( dua ) penghantar bagian luar atau bila memungkinkan


semua penghantar ditarik bersama-sama supaya seimbang dengan menggunakan takel
oleh seorang petugas yang berada pada salah satu ujung kawat.

2.

Seorang petugas memeriksa lendutan dengan menggunakan papan bidik

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 28

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Petugas

pemeriksa lendutan memberikan kode kepada petugas penegangan dengan

menggunakan bendera .

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 29

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

3.

Cara lain untuk mengukur besarnya lendutan dapat dilakukan dengan cara
mengukur besarnya gaya tarik pada waktu penegangan dengan menggunakan Dinamometer yang dilakukan oleh petugas pengangan.
Besarnya gaya tarik dapat dilihat pada tabel ( horizontal pull )

TABEL S A G
MV 150 AAAC (BARE CONDUCTOR)
YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m)
EXPANSION COEF. PER C

= 406

= 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 45,8

CROSS SECTION (sqmm)

= 147,1

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 30

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

TABEL S A G
MV 70 AAAC (BARE CONDUCTOR)
YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700
EXPANSION COEF. PER C

SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 181

= 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 10,5

CROSS SECTION (sqmm)

= 65,82

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 31

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

TABEL HORIZONTAL PULL


MV 150 AAAC (BARE CONDUCTOR)

YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 406


EXPANSION COEF. PER C

= 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 15,8

CROSS SECTION (sqmm)

= 147,1

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 32

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

TABEL HORIZONTAL PULL


MV 70 AAAC (BARE CONDUCTOR)
YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 181
EXPANSION COEF. PER C

= 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 10,5

CROSS SECTION (sqmm) = 65,82

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 33

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

16. PERBAIKAN PADA TRAVERS YANG MIRING


Cara pemeliharaan :
1.

Gunakan perkakas kerja sesuai kebutuhan.

2.

Gunakan peralatan K3 sesuai kebutuhan

3.

Padamkan listrik, yakinkan bahwa tegangan sudah tidak ada

4.

Pasang ground lokal pada ketiga kawat fasa..

5.

Bebaskan bebanisolator dari kawat dengan cara membuka kawat dari isolator

6.

Ikat ketiga kaweat dengan tambang dan tarik kawat dan ikatkatkan tambang pada tiang

7.

Kendorkan baut pengikat klem travers

8.

Luruskan posisi travers dan kencangkan baut pengikatnya

9.

Pasang kembali kawat pada isolator.

10.

Pasang binding wire

11.

Lepaskan kembali ground lokal

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 34

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

17. PEMASANGAN KABEL TANAH


17.1. Pekerjaan Dilaksanakan Sebelum Penanaman Kabel
17.1.1. Penentuan jalan lintasan kabel

Kabel sebaiknya ditanam pada tanah umum (Negara) dibawah trotoar, berm jalan atau
melintang jalan raya (ketentuan-ketentuannya lihat gambar gambar perletakan kabel)

Membalokan arah kabel dengan aturan, jari jari belokan dalah sekurang kurangnya 15
kali diameter kabel bagian luar.

Bilamana kabel tersebut merupakan kabel 3 x 1 core, diameter gabungannya adalah


sebagi ukuran yang dijadikan patokan

17.1.2. Pekerjaan galian


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 35

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Dimensi
Sebagai patokan

dasar minimal peletakan kabel dibawah tanah, adalah sesuai

ketentuan yang diatur dalam PUIL 2000, tetapi sebagai patokan standar konstruksi
dipersyaratkan , yaitu :
-

1,00 m dibawah trotoir jalan orang

1,10 m dibawah jalan kendaraan

Bila mana kedalaman peletakan kabel karena sesuatu tidak memungkinkan misalnya
sudah ada kabel 20 kV atau pipa air pada kedalaman yang diinginkan maka akan
ditambahkan perlindungan mekanis tambahan

Untuk kedalaman batas antara 30 - 60 cm ditambahkan


perlindungan mekanis buis beton

Untuk kedalaman kurang dari 30 cm di buatkan ducting dan


ditutup dengan rapat beton bertulang atau besi UNP 12, UNP 14 disesuaikan dengan
ukuran kabel yang dipasang
Konstruksi ini dipergunakan kabel yang banyak di daerah khusus menyebrang jalan,
syarat dari konstruksi ini adalah petugas teknik dapat mencapai untuk memeriksa serta
mengaturnya terdapat ada 2 kemungkinan dan terbuat dari beton bertulang
Konstruksi penyangga
o

Jarak antara penyangga 80 cm

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 36

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Jarak anatar kabel untuk three core diberi celah 5 cm

Maksimum jumlah penyangga 4 lapis kiri kanan pada satu saluran

Dipergunakan pada saluran keluar gardu induk atau penyebrangan jalan yang cukup
lebar serta jumlah kabel >12 berupa lorong dimana petugas dapat memasukinnyta
dengan ketinggian minimum 2 m dan ditengahnya ada ruang bebas untuk pera pekerja
bekerja

Rel penyangga kabel

Lebar galian
Lebar galian sekurang kurangnya harus 0.40 m namun lebar sebenarnya harus
disesuaikan dengan banyaknya kabel yang akan diletakan didalam galian seperti
dinyatakan berikut ini

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 37

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Jumlah kabel
1

Lebar galian

& 2

0.4 m

0.6 m

0.8 m

1m

1.2 m

17.1.3. Pembuatan Lubang / Trase Galian


17.1.4. Keadaan keadaan khusus saat pekerjaan galian
-

Lalu Lintas
Jalan masuk ke bangunan-bangunan toko-toko dan garasi harus tetap disediakan
lintasan dengan jalan beton masuk ke garasi harus dilaksanakan dengan pipa beton
galian harus diurug kembali dengan segera setelah pipa beton dipasang
Galian harus dikelilingi dengan tali-tali ditahan memakai tonggak dan perintang yang
dipindah-pindahkan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 38

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

17.1.5. Pekerjaan Khusus


Crossing jalan raya

Pada umumnya kabel harus melintasi / menyebrangi jalan secara tegak lurus dengan
garis tengah jalan .

Pelaksaanaan pekerjaan crossing

jalan agar didahulukan untuk menghindari kabel

terlalu lama diluar galian / menunggu crossing jalan

Lubang galian harus terdiri dari bagian-bagian (tiga bagian untuk badan jalan yang
lebar ) yang satu sama lain dibatasi oleh satu atau dua blok tanah asal yang harus
disisakan untuk referensi permukaan badan jalan dan mempertahankan daya tahan
mekanis terhadap tekanan akibat lalu lintas

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 39

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Perlindungan terhadap kabel

Pada lintasan lintasan penyeberangan jalan kabel akan dilindungi dengan PVC jenis AW
tebal 6 mm berdiameter dalam 15 cm
Pada jalan yang akan dilalui kendaraan berat pipa-pipa itu harus diamankan dengan adukan
beton dan untuk cadangan ditambahkan, sekurang-kurangnya dua pipa tergantung pada
banyaknya pipa dan tempat yang tersedia. Pipa pipa disusun secara teratur satu atau dua
deretan bertingkat.
Perlindungan terhadap kabel-kabel yang sudah digelar dilaksanakan dengan menggunakan
pipa paruhan / belahan berdiameter dalam 15 cm didempetkan dan diikat dengan kawat
besi dan dilapisi beton
Pipa-pipa pelindung harus dilebihkan panjangnya melebihi badan jalan paling tidak 50 cm
akan tetapi pipa itu harus berakhir pada trotoir apabila arah kabel itu akan membelok
setelah menyebrangi jalan
Ujung-ujung pipa cadangan harus ditutup dengan penyumbat terbuat dari beton tipis
Pada setiap pipa harus ada tangkai besi yang di galvanisir, bergaris tengah 6 mm untuk
memudahkan penarikan kabel
Lintasan diatas kali / sungai
Untuk lebar kali kurang dari 6 m

Harus diperhatikan bahwa lintasan kabel harus terpasang dengan jarak minimum 40 cm
diatas permukaan air maximum

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 40

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Bila kedalaman kali kurang dari 1 m tidak diperkenankan membuat lintasan diatasnya,
lintasan harus dilaksanakan di bawah tanah

Kabel harus dipasangkan pada besi kanal UNP 10 sesuai diameter kabel dengan ikatan
las, kemudian dibelitkan kawat berduri

Untuk lebar kali diatas 6 m


Dibuat jembatan konstruksi dengan syarat syarat teknis sebagai berikut :
a) Perlu di perhatikan letak sambungan dari konstruksi baja sebaiknya terletak pada 1/5 L
(L = panjang bentang)
b) Perlu diperhatikan letak dari tiang penyangga ditengah sungai agar memenuhi hal-hal
dibawah ini
o

Konstruksi kuat dan hemat

Kondisi tanah pada lokasi tiang akan dipancang cukup baik sehingga tiang

kokoh
o

Tidak menghambat kotoran (sampah) yang mengalir bersama air

Tidak ada aliran air arus yang deras

Usahakan letaknya sejajar dengan tiang jembatan yang ada telah di sisi hilir

c) Lintasan jembatan sekurangkurangnya 1 m diatas permukaan air maksimum, untuk ini


perlu di [erhatikan kemiringan lintasan agar mempengaruhi kabel
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 41

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

d) Pedoman dan peraturan pelaksanaan pekerjaan


Pekerjaan dilaksanakan sesuai bestek dan lampiran lampirannya serta ketentuan
ketentuan yang berlaku anatara lain standar konstruksi PLN PBI 55 dan ketentuan
PEMDA setempat
e) Selurugh rancangan konstruksi jembatan didisain minimal untuk 4 kabel core 240 mm2
kekuatan ini dicantumkan diprasasti yang ditempelkan di pondasi jembatan sehingga
memudahkan petugas / perencana jaringan listrik
f) Secara lengkap detail konstruksi jembatan kali dapat dilihat pada standar konstruksi
sepesifikasinya jembatan kabel

17.2. Penanganan Kabel


17.2.1. Pengangkutan dan penanganan rol / haspel
1.

Untuk pengangkut jumlah kabel lebih dari satu haspel dari gudang PLN ke gudang
proyek pada periode waktu bersamaan harus dengan truk dalam keadaan terikat dan diberi
ganjal untuk menghindari kabel menggelinding jika truk harus menggunkan forklift atau
dengan kran truk untuk hal tersebut ini harus memakai besi penyangga untuk menghindari
kerusakan haspel

2.

Cara pengangkutan lain adalah dengan menggunakan trailer kabel yang dapat
dimanfaatkan sekaligus untuk penggelaran

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 42

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

a. Jika jarak pemindahan kabel tersebut pendek (s/d 20 meter) maka haspel dapat
digelindingkan di dorong dengan tangan yang arah menggelindingnya sama dengan
arah panah yang terletak pada haspel
b. Jika berlawanan dengan arah panahlilitan kabel akan mengendor hingga ada
kemungkinan akan saling melilit sehingga akan merusak kabel tersebut
c. Jalan yang akan dilalui haspel yang akan digelindingkan harus dibersihkan bebas dari
batu batu dan rintangan-rintangan lain
d. Jika tanahnya lembek harus dilapisi dengan plat besi ( 6 sd 10 ) mm untuk
memudahkan mengelindingkan haspel
3.

Kabel akan diangkut haspelnya harus dalam keadaan baik

4.

Untuk panjang kabel kurang dari 25 m dapat diangkut tanpa haspel dalam hal ini kabel
di bentuk menyerupai koil dengan radius minimum 2 m

5.

Dilarang menjatuhkan kabel dari atas truk

6.

Peletakan haspel / trriler tidak diperkenankan mengganggu kelancaran arus lalu lintas
pemakai jalan

17.2.2. Cara penggelaran kabel tegangan menengah


Pada dasarnya penggelaran kabel yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana harus patuh
dan mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan, antara pelaksana kontraktor dan
pengawas lapangan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Periksa keadaan sepanjang galian, kedalaman galian harus sesuai dengan rencana
kebutuhan kabel yang akan ditanam

Periksa peralatan kerja yang disediakan oleh kontraktor pelaksana

Penggelaran kabel setiap 1 haspel dilarang dimulai sebelum peralatan kerja tersebut
diatas lengkap dan tenaga kerja yang diperlukan siap
Termasuk tersedianya sarana penunjang lain seperti pasir, batu pengaman dan
persetujuan atas kwalitas galian

Cara perlakuan penggelaran kabel tegangan menengah untuk 3 core atau 1 core pada
dasarnya sama dan dilakukan setelah galian kabel mencapai 1 haspel

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 43

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Khusus untuk kabel jenis single core dan three single core tanpa amour harus lebih hatihati karena tidak dilengkapi perisai baja bilamana kena goresan atau benturan mudah
sekali terluka
Pada konstruksi / pengelaran 1 core pada saat manual 4 m harus dilaksanakan
transposisi (twisted)
17.3. Penandaan kabel
Setiap kabel tergelar harus ditempelkan / ikatkan tanda identifikasi
Biasanya pemberian nama ini melalui timah lebel yang dipasang pada kabel yang
mencantumkan nama penyulang bulan tahun penggelaran nama kontraktor

17.4. Pekerjaan Galian Setelah Penggelaran Kabel


Posisi kabel di dalam galian pada umumnya kabel itu digelar diatas lapisan pasir selurus
lurusnya.
Disarankan untuk penyambungan agar panjang kabel itu dilebihkan antara 0,5 s/d 1 m sebagai
kompensasi karena adanya pergeseran letak kabel yang disebabkan oleh perubahan /
berbedanya ketinggian permukaan tanah

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 44

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

17.5. Batu Pengaman


Batu pengaman adalah batu peringatan dengan ukuran 450 x 300 x 40 mm dengan kekuatan
lentur 150 kg/cm2. Batu batu bertanda peringatan dipasang / diletakan berderetan diatas lapisan
pasir 10 cm diatas kabel. Tujuan pemasangan batu pengaman adalah untuk memberikan tanda
bahwa di bawah batu pengaman tersebut terpasang kabel listrik, agar bagi pihak lain tidak
mengganggunya.
17.6. Pengurugan kembali
Pengurugan kembali diatas kabel di daerah tanah keras mengandung batu-batuan kabel harus
ditutup lapisan pasir setebal 10 cm, pasir laut tidak dapat dipakai karena garam dapat merusak
kabel
Pada tanah bekas galian merupakan tanah merah atau berpasir tidak mengandung batu-batuan
setidak-tidaknaya untuk ketinggian 40 cm diatas kabel tidak diperlukan tambahan pasir urug
baru
Pengurugan kembali diatas batu pengaman dilaksanakan bertahap setiap setebal kira-kira 20
cm dengan bagian-bagian awal, tanahgalian yang baik, yang telah dibersihkan dari unsur
unsur/ benda (batu/logam) yang mungkin bisa merusak kabel dan dipadatkan dengan stemper 1
ton
Pada tanah lempung lapisan tanah lempung terakhir sekurangkurangnya 10 cm dibawah
permukaan tanah biasa dan pada akhir pengurugan kembali menggunakan batu-batuan
reruntuhan puing bagian atasnya dari galian yang diurug kembali itu harus menonjol lebih
tinggi 5 cm dari permukaan tanah, guna mengantisipasi penurunan permukaan dalam periode
kurang dari 1 bulan
Bahan bahan yang berlebihan harus disingkirkan segera setelah pengurugan kembali, lokasi
pekerjaan harus dibersihkan selambatlambatnya 1 hari setelah pekerjaan selesai termasuk
pekerjaan pengukuran permukaan jalan harus diperbaiki sesuai dengan spesifikasi ketentuan
dan peraturan yang berlaku

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 45

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

17.7. Patok Peringatan


Untuk kawasan pemukiman yang padat sepanjang lintasan kabel, pada trotoir jalan dengan
jarak setiap 100 meter harus dipsang tanda peringatan terbuat dari bahan beton, ditanamkan
dengan ketinggian sama dengan trotoir jalan.
Untuk daerah urban/masih berkembang dipasang patok dengan ketinggian 20 cm diatas muka
tanah

17.8. Pemasangan Jointing


Pemasangan jointing ( junction box = kotak sambung ) adalah menyambung kabel dengan tipe
atau jenis kabel yang sama atau tidak sama, yang diharapkan kemampuan sambungan tersebut
mempunyai kekuatan baik elektrik maupun mekanik tidak berbeda dengan kondisi kabel yang
masih utuh.
Alasan pemasangan jointing adalah :
Panjang maksimal kabel yang tersedia tidak cukup untuk salurab yang

diperlukan

Kerusakam kabel akibat gangguan operasi

Tahapan awal pemasangan jointing adalah pengupasan material dari konstruksi kabel harus
dengan ukuran-ukuran sesuai yang ditentukan oleh pabrik pembuat jointing, bersih tidak ada
material lain yang menempel pada kupasan yang dapat menimbulkan rambatan listrik ataupun
stress yang kuat pada material isolasi kabel. Tahapan berikutnya, menyambung inti kabel dan
memasang material-material lain yang nilainya setara dengan material kabel yang terkupas.
Ada beberapa jenis material jointing yang sering dipakai oleh PLN, antara lain :

Jenis pita, yaitu material dibuat seperti pita, duimana untuk pemasangannya harus
dililitkan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 46

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Jenis selongsong ciut panas, yaitu material dibuat dengan bentuk selongsong dari bahan
thermo plastik dengan ukuran diameter yang lebih besar dari pada ukuran diameter kabel,
tetapi dengan dipanaskan selongsong akan menciut sampai merapat pada kabel.

Premoulded, yaitu jointing dibuat dalam bentuk jadi, pengerjaannya yang terustama
adalah penyambungan inti kabel saja.

17.9. Pemasangan Terminating


Pada ujung kabel bila dikupas tanpa dipasang terminasi, maka pasti akan terjadi rambatan
listrik dari inti kabel yang bertegangan ke bagian lapisan semi-konduktor dan lapisan metalik
yang dihubungkan ke pentanahan. Untuk mencegah hal tersebut, maka dipasanglah terminasi,
yaitu menutup bagian-bagian kabel dengan bahan lain yang dapat melindungi isolasi agar
tidak merupakan tempat sebagai rambatan listrik. Selain itu kabel yang terkupas dapat
menimbulkan stress antara inti kabel dengan sistem pentanahan dan inti yang lain, untuk
mencegah hal tersebut maka pada bahan terminasi dilengkapi bahan yang disebut dengan
pengendali stress.
Ada beberapa jenis terminasi berdasarkan cara pengerjaannya, antara lain :
Ciut panas
Ciut dingin
Premoulded
17.10. Ketentuan Pemasangan Jointing dan Terminating
Ada 2 ( dua ) tahapan penting pada pekerjaan pemasangan Jointing dan Terminating, yaitu
tahapan persiapan kabel dan tahapan pemasangan material jointing dan termninating. Setiap
tahap tersebut mempunyai ketentuan yang harus dilaksanakan secara benar, karena bila tidak
maka pekerjaan yang membutuhkan waktu dan beaya yang tidak sedikit akan berakhir sia-sia.
Ketentuan umum pada pemasangan jointing dan terminating adalah menjaga kebersihan kabel
pada saat pengerjaan dari kotoran atau benda lain yang dapat menyebabkan terjadinya aliran
listrik pada saat kabel diberi tegangan, misalnya tetesan air dari keringat petugas atau serbuk

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 47

PT PLN (Persero)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

logam menempel dan tertinggal pada isolasi kabel pada saat pemotongan inti kabel atau
armour.
Untuk mencegah hal tersebut bila diperlukan pada waktu pemasangan jointing atau terminating
pada tempat terbuka dan cuaca yang cukup panas, maka sebaiknya di tempat kerja tersebut
dipasang tenda dan kipas angin.
Selain itu untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada orang pada saat pengerjaan jointing /
terminating adalah menggunakan peralatan benda tajam berupa pisau dan gergaji atau yang
berasal dari salah satu material kabel yang tajam yaitu pada saat pemotongan armour , maka
perlu kehati-hatian yang serius agar kecelakaan tersebut tidak terjadi.
17.10.1. Tahapan persiapan Kabel
Yang dilakukan pada tahapan ini adalah pengupasan bagian-bagian material kabel sehingga
siap untuk dipasang material jointing atau terminating.
Ukuran penguipasan atau pemotongan harus diikuti dari petunjuk pada material jointing atau
terminating , karena bila tidak, akibatnya material yang ada dapat kekurangan atau kelebihan.
Keduanya dapat mengakibatkan hasil pekerjaan tidak benar dan akhirnya terjadi kerusakan.
Yang terpenting pada pekerjaan persiapan kabel ini adalah pada saat pengupasan semikonduktor, jangan sampai membuat isolasi terkupas sehingga ketebalannya menjadi berkurang
dan sepanjang isoalsi masih tersisa semi-konduktor meski sedikit akan berrati menjadi jalan
rambatan listrik.
17.10.2

. Tahapan pemasangan material jointing / terminating

Yang terpenting pada tahapan ini adalah mengikuti sepenuhnya petunjuk dari pabrikan
jointing / terminating dan tidak mengurangi sedikitpun material yang sudah disediakan .
Pada jointing / terminating ciut panas berarti menggunakan api dari gas elpiji, harus hati-hati
pengaturan panasnya, karena terlampau panas dapat menyebabkan terbakarnya material
tersebut atau pada permukaan jointing / terminasi akan menempel sis pembakaran yang berupa
arang, maka arang tersebut nantinya menjadi media rambatan listrik.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 48

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi


LEMBAR PRAKTEK

KURSUS
POKOK BAHASAN
SUB POKOK BAHASAN
TUJUAN POKOK BAHASAN

TUJUAN SUB POKOK BAHASAN

Operator dan Teknisi Distribusi


Pemasangan Jaringan Distribusi
Pemasangan tiang listrik
Setelah menyelesaikan mata pelajaran jaringan distribusi peserta mampu :
Menyelesaikan pemasangan, pemeliharaan, pengoperasian dan pelayanan gangguan serta membuat laporan teknik
distribusi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menyelesaikan proses pemasangan tiang listrik
Setelah menyelesaikan bahan bacaan, latihan, demonstrasi, praktek peserta mampu melaksanakan penarikan Jaringan
Distribusi

Ganbar

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 49

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

LEMBAR PRAKTEK
KEGIATAN No

Langkah-langkah

GAMBAR

Buatlah lubang tiang sesuai


ukuran tiang

Perkakas
Peralatan
1.

C
angkul

2.

Li
nggis

3.

B
or tanah

Posisi tiang dengan lubang galian


seperti gambar
1.

Tiang
besi

2.

Luba
ng galian

3.

Banta
lan kayu

4.
3

Angkat dan pindahkan tiang essi


di atas tiang bantu penyangga
seperti gambar

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 50

Papa
n kayu

5.

Tiang
bantu

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

LEMBAR PRAKTEK
KEGIATAN No

Langkah-langkah

GAMBAR

Geserlah dengan hati hati tiang


batu penyangga ke arah pankal
tiang seperti gambar

Naikan tiang dengan hati-hati


dengan diangkat bersama sama
dan dengan bantuan tiang batu
pendorong, seperti pada gambar

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 51

Perkakas
Peralatan

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

LEMBAR PRAKTEK
KEGIATAN No

Langkah-langkah

GAMBAR

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 52

Perkakas
Peralatan

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

Geserlah dengan hati hati tiang


batu penyangga ke arah pankal
tiang seperti gambar

Setelah tegak, masukan batu-batu


kecil dan tanah. Padatkan dengan
tamping bambu / besi timbun
lubang galian dengan tanah + 30
cm dari permukaan tanah

LEMBAR PRAKTEK
KURSUS

Teknisi dan Operator Distribusi

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 53

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

POKOK BAHASAN
SUB POKOK BAHASAN
TUJUAN POKOK BAHASAN
TUJUAN SUB POKOK BAHASAN

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi


Pemasangan Jaringan Distribusi
Pemasangan kawat penahan tiang / tupang tarik / terk skur
Setelah menyelesaikan mata pelajaran jaringan distribusi peserta mampu :
Melaksanakan proses pengoperasian, gangguan, pelayanan teknik distribusi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menyelesaikan proses pemasangan kawat penahan tiang / tupang tarik / terk skur
Setelah menyelesaikan pekerjaan peserta dapat memasang tupak tarik dengan benar

Ganbar

LEMBAR PRAKTEK
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 54

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
KEGIATAN No

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

Langkah-langkah

GAMBAR

Membuat lubang dengan


kedalaman sesuai keperluan
( priksa kabel)

Pasanglah stay block yang


sudah dirakit dengan
perlengkapannya, dan timbun
kembali dengan tanah urug

LEMBAR PRAKTEK
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 55

Perkakas
Peralatan
1.
Cangk
ul
2.
Linngi
s
3.
Singku
p
4.
Bor
tanah
5.
Kunci
pas
6.
Obeng
7.
Tang
kombinasi

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
KEGIATAN No

Langkah-langkah

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi


GAMBAR

Pasangkan klem sesuai dengan


jenis dan ukuran tiang beserta
perlengkapannya

Pasangkan wire steel dengan


mengunakan preform spiral grif
untuk mengencangkan putar
turun buckle dengan arah yang
sesuai

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 56

Perkakas Peralatan
1.

T
ang
kombinasi
2.
T
ang bulat
3.
T
ang potong
4.
T
ang
pengupas
5.
K
abel
penghubun
g
6.
T
est pen
7.
O
beng +
8.
O
beng
9.
A
vo meter
10.
St
op watch
11.
A
mper tang

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi


LEMBAR PRAKTEK

KURSUS
POKOK BAHASAN
SUB POKOK BAHASAN
TUJUAN POKOK BAHASAN

TUJUAN SUB POKOK BAHASAN

Tekniksi dan Operator Distribusi


Pemasangan Jaringan Distribusi
Penarikan kawat jaringan Distribusi
Setelah menyelesaikan mata pelajaran jaringan distribusi peserta mampu :
Menyelesaikan pemasangan, pemeliharaan, pengoperasian dan pelayanan gangguan serta membuat laporan teknik
distribusi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menyelesaikan proses penarikan kawat jaringan Distribusi
Setelah menyelesaikan bahan bacaan, latihan, demonstrasi, praktek peserta mampu melaksanakan penarikan kawat jaringan
Distribusi

Ganbar

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 57

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

LEMBAR PRAKTEK
KEGIATAN No

Langkah-langkah

GAMBAR

Penarikan kawat penghantar


1.
Regu lines man setiap
siswa naik tiang besi dan memasang
pully di traves
2.
Bersama itu pula regu
ground man mempersiapkan
meletakan alat penarikan dan kawat
dengan posisi yang benar
3.
Untuk ground man
sebagian menjaga haspel gulungan
kabel dan lainnya bertugas berada di
lebar gawang
4.
Naikan tali pengulur dan
di rentang sepanjang saluran diatas
kanal pully
5.
Pasang di ujung kawat
penghantar pada haspel
6.
Ikatlah tali
pengulur(pilot rope) di mata pada
kellum
7.
Tarik penghantar dari
sisi lain dari tali penarik kawat yang
sudah rentangkan
8.
Penarikan sedemikian
sehingga kawat penghantar
terlentang sepanjang penghantar.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 58

Perkakas
Peralatan
Tali tangga
(tali panjat
pully, tang
kombinasi)
Haspel,tempat
haspel, tali
pengulur.
Tali untuk
menaikan
barang / hand
line
Takle blok
koffin hois,
klem jepit,tali
Tali, tang
kombinasi.
Comlong
coffin hoist,
trifit, tali
sling, linggis.

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

Bentuk lengkung kawat sedemikian


asalkan tidak tidak bergeseran denga
tanah, batu ataupun benda-benda
yang lainnya
LEMBAR PRAKTEK
KEGIATAN No

Langkah-langkah
9.

GAMBAR

Ikatlah /
jepitlah ujung
penghantar pada posisi
tali penarik pada tiang
akhir penarikan dengan
demikian maka
penghantar sudah
terentang

2
Penegang kawat
10.
Pasanglah papan bidik pada
traves, tiang tiang kedua
sisi haspel begitu pula
satu papan bidik lagi pada
tiang ketiga
11.
Tarik dan tegakan kawat dari
sisi haspel
12.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 59

Perkakas
Peralatan
Klem jepit, kunci
inggris / kunci
pas / kunci sock
Gunting tang
potong

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

Dengan menarik dan


mengendorkan kawat,
aturlah andonganmelalui
penghantar papan bidik
besaar andongan dapat
dilihat pada table pada
suhu kuat itu
13.
Jika andongan sudah besar,
jepitlah ujung kawat ini
pada tiang itu
LEMBAR PRAKTEK
KEGIATAN No

Langkah-langkah
14.

GAMBAR

Perkakas Peralatan

P
asanglah kawat dari haspel

3
Pengikatan konduktor
Konduktor di leher isolator diikat
terlebih dahulu dengan sideties

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 60

Tang kombinasi,
obeng

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

LEMBAR PRAKTEK
KEGIATAN No

Langkah-langkah
Mengikat konduktor d iatas
isolator dengan top ties

GAMBAR

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 61

Perkakas Peralatan
Tang kombinasi,

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi


obeng

LEMBAR PRAKTEK
KURSUS

Tekniksi dan Operator Distribusi

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 62

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

POKOK BAHASAN
SUB POKOK BAHASAN
TUJUAN POKOK BAHASAN
TUJUAN SUB POKOK BAHASAN

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi


Pemasangan Jaringan Distribusi
Pemasangan JTR dengan kabel pilin TIC
Setelah menyelesaikan mata pelajaran jaringan distribusi peserta mampu :
Melaksanakan proses pengoperasian, gangguan, pelayanan teknik distribusi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menyelesaikan proses pemasangan JTR dengan kabel pilin TIC
Setelah menyelesaikan lembar pekerjaan peserta dapat memasang TIC 5 gawang

Ganbar
Pemasangan TIC (3 x 50 + 35) mm2

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 63

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi


LEMBAR PRAKTEK

KEGIATAN No

Langkah-langkah

GAMBAR

Perkakas
Peralatan

1
Pemasangan bracket sesuai dengan
konstruksi tiang yang bersangkutan

1a

Bracket tiang awal / akhir

1b

Bracket tiang lurus

1c

Bracket tiang belok

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 64

Palu
Tang
Alat pemasang
stainles steel

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi


LEMBAR PRAKTEK

KEGIATAN No

Langkah-langkah

Pasang rol untuk twisted pada


tiang yang diperlukan dikaitkan
pada braket dan penempatan
twisted pda rol

GAMBAR

Pemasangan strain clamp pada


tiang awal / akhir, dan
pengikatan twisted pada strain
clamp

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 65

Perkakas
Peralatan
Rol untuk
penarikan
twisted
Sakel
Obeng
Tang
kombinasi

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

KEGIATAN No

Langkah-langkah

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

LEMBAR PRAKTEK
GAMBAR

Penarikan twisted
Dengan tenaga manusia
Tirpor
Hand winch
Dll

Pemasangan strain clamp pada


tiang awal / akhir dan
pengikatan twisted pada strain
clamp

Pemasangan yoke dan clamp


pada tiang belok, serta
pengikatan twisted

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 66

Perkakas
Peralatan
Tang
kombinasi,
obeng

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

LEMBAR PRAKTEK
KEGIATAN No

Langkah-langkah

GAMBAR

Pemasangan klem pada tiang lurus


dan pengikatan twisted pada klem

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 67

Perkakas
Peralatan
Tang
kombinasi,
obeng

PT PLN (Persero)
Jasa Pendidikan dan Pelatihan

Praktek Pemasangan & Pemeliharaan Distribusi

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 68

Anda mungkin juga menyukai