Anda di halaman 1dari 2

Adakah Hak Wanita Untuk Memilih Pasangan?

Publikasi: 13/08/2003 13:45 WIB


Pertanyaan
Assalaamu'alaikum Wr Wb
Pak Ustadz, mohon jawab pertanyaan saya. Apakah benar dari segi agama bahwa ada yang mengatakan
bila seorang wanita pernah menolak lamaran seorang pria, akan sulit mendapatkan penggantinya?
Adakah dalil atau hadits rosul yang mengatakan bahwa seorang wanita harus menerima lamaran seorang
pria (yang baik) tanpa boleh menolaknya, atau dengan kata lain tidak adakah hak seorang wanita untuk
memilih calon suaminya?
Hal ini pernah saya alami, pernah ada seorang pria yang meminta saya untuk menjadi istrinya. Karena
saya tahu dia orang baik, maka saya sepakat dengannya untuk saling menjajaki. Tapi semakin hari,
bukan kedekatan dan kecocokan yang kami peroleh melainkan keraguan dan kebimbangan di hati saya.
Akhirnya saya bawa masalah ini kepada Allah melalui do'a-do'a pada sholat malam. Yang pada intinya
saya menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, bila dia baik untuk saya mohon dipermudah segala urusan
dan mohon diberikan kemantapan pada hati ini dan dihilangkan segala kebimbangan.
Tapi semakin hari makin bimbang hati saya, dan banyak masalah yang sebelumnya tak tampak menjadi
ganjalan. Akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kesepakatan tersebut. Demi Allah
pada awalnya saya berniat baik dengan tidak ada niat sedikitpun untuk mempermainkannya. Dengan
berat hati dia dapat menerima keputusan ini dan berpendapat kalau memang jodoh pasti Allah punya
cara lain. Setelah masalah itu, seolah-olah sulit bagi saya untuk mendapatkan seseorang. Tetapi saya
tidak mau berprasangka buruk pada Allah, dan saya yakin Allah telah menyediakan jodoh untuk saya.
Saya hanya bisa berdo'a dan terus berdo'a semoga Allah segera mempertemukan saya dengan seseorang.
Apakah dalam do'a saya tersirat terlalu memaksakan keinginan kepada Allah... atau bolehkan saya
memohon pada Allah dengan mengharapkan orang tertentu untuk berjodoh dengan saya...?
Astaghfirullah, bukan maksud hati demikian, saya juga selalu memohon agar Allah menambahkan
kesabaran pada diri saya.
Pak Ustadz, tolong beritahu saya, bagaimanakan cara berdo'a yang baik ...? Terimakasih sebelum dan
sesudahnya.
Wassalaamu'alaikum Wr Wb
A, Jakarta Pusat
Berdoa yang baik silahkan saja, namun tetap kita harus ingat bahwa selain harus memenuhi syarat dan
adab berdoa, juga harus tetap sadar bahwa Allah-lah Penentu segalanya. Soal jodoh, apapun doa anda,
asalkan tidak berdoa yang mencelakakan orang lain, itu boleh, termasuk anda memilih mau yang
mana.
Mengenai permasalahan anda dengan pria yang pernah sempat melakukan penjajagan bersama, kami
memandang ini adalah masalah jodoh tadi. Saat pertama anda mulai menjajagi bersama dia, anda melihat
dia baik, namun baik disini adalah baik secara umum. Oleh karena itu perlu penjajagan atau lebih
tepat disebut masa taaruf (saling berkenalan). Lebih jauh lagi adalah tahapan khitbah atau proses
pelamaran.
Selama masa penjajagan inilah sebaik-baiknya anda berdoa agar Allah menunjukkan apakah dia ini
memang baik dalam arti lebih khusus, yaitu baik akhlaknya, baik agamanya, dan juga yang paling
penting adalah baik bagi anda.
Nah kemungkinan pada tahap inilah pria tsb menjadi dibuktikan tidak baik bagi anda. Hadits
dimaksud lebih tepatnya menunjuk pada jika datang seorang pria shaleh datang melamar kemudian
ditolak, maka akan datang fitnah. Kami memandang hadits ini bukan dengans emangat tafsiran mutlak,
namun dari sisi semangat mendukung pernikahan bagi orang-orang shaleh, orang-orang yang baik
akhlaknya dan ingin menjaga kehormatannya, dan juga dari sisi semangat mencarikan putri kita seorang
jodoh yang shelah sebagai satu-satunya ukuran yang diutamakan. Apalagi kita lihat di zaman sekarang,
tak jarang para ibu dan bapak lebih mengutamakan isi kantong seseorang daripada isi hati dan
tindakannya.

Kadang juga yang dilihat adalah ketampanannnya, gelarnya, kedudukannya, kebangsawanannya dsb
yang nota bene bukan ukuran yang bisa menjamin kebahagiaan dunia akhirat.
Bagi anda sendiri, hendaknya anda tidak menjebak diri sendiri ke dalam prasangka buruk pada Allah
dengan menganggap anda mendapat kesulitan setelah menolak pria tsb. Itupun sebenarnya belum tentu
apa yang anda rasakan adalah benar. Sebab untuk menemukan suami anda hanya perlu SATU saja, dan
bukan seperti anda jual kacang goreng di pertandingan sepak bola yang anda butuh sekitar 50 pembeli
untuk membeli dagangan anda. Jadi tak dapat dikatakan anda mendapatkan kesulitan mendapatkan
seseorang setelah itu. Tetaplah yakin bahwa Allah akan menolong anda mendapatkan yang terbaik untuk
anda. Wallahualam bishshowwaab
Wassalaamu'alaikum Wr Wb