Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN

KEGIATAN MAGANG 1
SD NEGERI ELE
Oleh
Nama
Nim

: Nirmawati
: 10540843713
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYYAH MAKASSAR
AGUSTUS, 2014

LEMBAR PENGESAHAN KEGIATAN MAGANG 1


Laporan Program Magang 1 oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyyah Makassar di SD Negeri 03 Ele,
Tahun ajaran 2014/2015 dinyatakan diterima dan disahkan
Yang melaksanakan kegiatan ini adalah :
Nama
: Nirmawati
NIM
: 10540843713
Jurusan
: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Makassar,
Disahkan oleh,
Mengetahui
Kepala Sekolah
(Hj. St. Nadrah, S. Pd)
NIP : 196003231980122004

Dosen Pengampu
(Drs. H. M. Hanis Nur, M. Si)
NIP : 194904211976031013

September 2014

LEMBAR PENILAIAN
Berdasarkan pengamatan dan laporan Program Magang 1 oleh mahasiswa Universitas
Muhammadiyyah Makassar
Nama
: Nirmawati
NIM
: 10540843713
Jurusan
: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Program Studi :Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Maka guru dan dosen pembimbing memberikan nilai A/B/C/D/E* (.)
Mengetahui
Kepala Sekolah
(Hj. St. Nadrah. S. Pd)
NIP : 196003231980122004
)*Coret yang tidak perlu

Makassar, 30 Agustus 2014


Dosen Pengampu

(Drs. H. M. Hanis Nur, M. Si)


NIP : 194904211976031013

1.
2.
3.
4.

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis pajatkan kehadiran Tuhan yang maha Esa yang telah memberikan segala berkah,
hidayah, serta rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan magang 1 ini dengan tepat waktu.
Shalawat dan salam penulis curahkan kepada junjungan Nabi Muhammad Saw, keluarga dan para sahabat.
Laporan ini merupakan pertanggungjawaban penulis selama melaksanakan kegiatan Magang 1 di SD
Negeri 03 Ele mulai dari tanggal 02 sampai 30 Agustus. Tujuan laporan magang ini adalah sebagai pemenuhan
tugas mata kuliah Magang 1.
Tersusunnya laporan ini berkat usaha yang maksimal penulis dan bantuan berbagai pihak yang telah
membantu baik berupa dorongan semangat maupun materil. Pada kesempatan kali ini penulis ingin
menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada :
Orang tua tercinta, Hj. Nurmah dan H. Muh. Syamsu Cambi yang telah memberi semangat yang tidak ternilai
selama melaksanakan kegiatan magang.
Ibu Hj. St. Nadrah, S. Pd, selaku Kepala Sekolah SD Negeri 03 Ele
Ibu Sulfasyah, S.Pd., M.A., Ph.D, selaku ketua jurusan PGSD.
Bapak Drs. H.M. Hanis Nur, M.Si. selaku dosen pengampu yang telah banyak membimbing dan memberikan
arahan dalam melaksanakan kegiatan magang.

5.
6.

Bapak dan Ibu Guru SD Negeri 03 Ele yang telah membantu memberikan informasi kepada Penulis selama
melaksanakan kegiatan magang.
Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan magang ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan adanya masukan, baik saran maupun kritik yang bersifat membangun dari semua pihak. Semoga
laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan umumnya bagi pembaca.
Makassar, September 2014
Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................
LEMBAR PENILAIAN.............................................................................................
KATA PENGANTAR.................................................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Visi Misi Sekolah...............................................................................................
B. Profil Sekolah ...................................................................................................

i
ii
iii
iv
vi
1
3

BAB II PROSEDUR PELAKSANAAN


A. Jumlah Siswa, Tempat dan Waktu Pelaksanaan..............................................................
9
B. Langkah-langkah Pengamatan......................................................................................... 10 10
III HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil Pelaksanaan ..................................................................................................... 19
B. Pembahasan
......................................................................................................22
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan .................................................................... 31
B. Saran............................................................................................ 32
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Visi Misi Sekolah
a. Visi
Unggul dalam prestasi dengan dasar iman dan taqwa serya nilai budaya kultur daerah
b. Misi
1. Meningkatkan kualitas pelayanan pembelajaran
2. Mengembangkan pola pembelajaran terpadu dengan nilai agama, budi pekerti, dan budaya kultur daerah
3. Meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan secara berkelanjutan untuk mendukung program
keunggulan mutu
4. Meningkatkan pola kemitraan dengan orang tua siswa dan masyarakat di sekitar sekolah
B. Profil Sekolah
Deskripsi Fisik Sekolah
1. Identitas Sekolah
Nama Sekolah
: SD Negeri Ele
Nomor Statistik
: 101190601003
Propinsi
: Sulawesi Selatan
Otonomi Daerah
: TK II
Kecamatan
: Tanete Riaja
Desa/Kelurahan
: Lompo Tengah
Jalan dan Nomor
: Poros Pekkae-Soppeng
Nomor : Kode Pos
: 90762
Telepon
: Kode Wilayah : Nomor: Daerah
: Perkotaan
Pedesaan
Status Sekolah
: Negeri
Swasta
Kelompok Sekolah
: Inti Model Filial Terbuka
Akreditasi
:B
Surat Keputusan
: Nomor : Tgl : Penerbit ditandatangani oleh
:Tahun Berdiri
: TH 1960
Tahun Perubahan
: TH : Kegiatan Belajar Mengajar
: Pagi Siang Pagi & Siang
Bangunan Sekolah
: Milik Sendiri Bukan Milik Sendiri
Lokasi Sekolah
: Pusat Desa
Jarak ke Pusat Kecamatan
:5
km
Jarak ke Pusat OTODA
: 19 km
Terletak pada lintasan
:Desa Kec. Kab. Prop
Jumlah keanggotaan Rayon
: Sekolah
Organisasi Penyelenggara
:Pemerintah Yayasan Org.
Perjalanan / Perubahan Sekolah
: Rehab
Kualisifikasi Guru

No

Nama Guru

L/
P

Nip

Status

Tugas/Jabat
an

1
2
3
4
5
6
7

Hj. St. Nadrah. S.


Pd

St. Kartini
Hj. Nurmah. S.
Pd
Rukniati, S. Pd.
SD

Munira, S. Pd. SD
Hatma, S. Pd, M.
Pd
Hj. St. Ratnah, S.
Pd

P
P

P
P

19600323198
0122004
19590824198
0122004
19661231199
2102004
19720815200
1032002
19801111200
5022005
19850527200
9032008
19561231199
1032011

Pegawai
Negeri Sipil
Pegawai
Negeri Sipil
Pegawai
Negeri Sipil
Pegawai
Negeri Sipil
Pegawai
Negeri Sipil
Pegawai
Negeri Sipil
Pegawai
Negeri Sipil
Pegawai
Negeri Sipil
Pegawai
Negeri Sipil
Guru Sukarela
Guru Sukarela
Guru Sukarela
Guru Sukarela
Guru Sukarela
Guru Sukarela
Guru Sukarela

Abd. Azis, S. Pd

9
10
11
12

Hj. St. Juderiah


Rahmatia, S. Pd
Nurhayati, S. Pdi
Rosdianah, S. Pdi
Nurlaela, S. Pd.
SD
Shupiana Pattola
Muliani, S. Pd
Anwar

P
P
P
P

19621231198
3031206
19640414198
2062002
-

P
P
P
L

13
14
15
16

Kepala
Sekolah
Guru kelas
II
Guru kelas
VI
Guru kelas
III
Guru kelas I
Guru kelas
V
Guru
Agama
Guru
Pendidikan
Jasmani
Guru kelas
IV

Pelayan
Sekoah
Jumlah Guru dan pegawai di SD Negeri Ele berjumlah 16 orang, terdiri dari 9 guru tetap dan 6 guru
sukarela dan satu pelayan sekolah yang masih berstatus sukarela.
2.

Keadaan Ruangan
Ruangan yang dimiliki SD Negeri Ele adalah ruang kelas, ruang Kepala Sekolah, ruang guru, ruang shalat,
ruang perspustakaan, ruang UKS, kantin kejujuran, dapur dan tidak terdapat laboratorium.
No
Jenis Ruangan
Jumlah Ukuran (m2)
Keterangan
1
KelasR Kelas
6
7x8
Baik
2
Kepala Sekolah
1
5x4
Baik
3
Guru
1
4x7
Baik
4
Shalat
1
2x4
Baik
5
Perpustakaan
1
4x2
Baik
6
UKS
1
3x2
Baik
7
Kantin kejujuran
1
5x5
Perlu rehab
8
Dapur
1
3x5
Perlu Rehab
9
Laboratorium
3.

Unit Kegiatan Sekolah


Dalam pengembangan bakat murid melakukan kegiatan dengan alokasi waktu yang terorganisir dengan

baik. Adapun unit kegiatan siswa yang ada di sekolah ini, yaitu:
1. Pramuka
2. Olahraga
3. Upacara bendera
Upacara bendera dilakukan setiap hari senin mulai pukul 7.00 -8.30 yang petugas upacara biasanya siswa
kelas 4 sampai 6 yang bergiliran tiap minggunya.
4. SKJ (Senam Kesegaran Jasmani)
Kegiatan SKJ (Senam Kesegaran Jasmani) dilakukan setiap hari sabtu yang diikuti oleh seluruh warga
sekolah yang biasanya dipandu oleh beberapa siswa yang telah menguasai gerakan senam.
4. Kesenian (seni tari dan vocal)

BAB II
PROSEDUR PELAKSANAAN
A. Jumlah Siswa, tempat, dan waktu pelaksanaan
a. Jumlah Siswa
Jumlah siswa di SD Negeri Ele tahun ajaran 2014/2015 adalah 58 orang, dengan rincian siswa tiap kelas
yaitu :
Kelas
Siswa
Jumlah
I

Laki-laki
3 orang

Perempuan
2 orang

5 orang

II

2 orang

3 orang

5 orang

III

4 orang

5 orang

9 orang

IV

4 orang

5 orang

9 orang

10 orang

4 orang

14 orang

VI

9 orang

7 orang

16 orang

Jumlah keseluruhan siswa

58 orang

b. Tempat
Sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, bahwa kegiatan magang dilaksanakan berdasarkan
sekolah sebelumnya masing-masing yakni salah satu SD Negeri di Daerah Kabupaten Barru.
Nama Sekolah
Nomor Statistik
Alamat Sekolah
Desa/Kelurahan
Kecamatan

: SD Negeri Ele
: 101190601003
: Jl. Poros Pekkae Soppeng, Dusun Ele
: Lompo Tengah
: Tanete Riaja

c. Waktu Pelaksanaan
Magang I dilaksanakan dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan, mulai dari 02 Agustus sampai dengan
30 Agustus 2014 pada libur semester 2 tahun ajaran 2013/2014.
B.

Langkah-langkah pengamatan
Dalam pelaksanaan kegiatan Magang 1 ini terdapat prosedur pelaksanaan yang harus dilaksanakan. Adapun
langkah-langkah pengamatan dalam pembuatan laporan adalah :
1. Membawa surat ke sekolah Sekolah untuk meminta persetujuan Kepala Sekolah sekaligus membicarakan waktu
2.
3.
4.
5.

pelaksanaan magang.
Persetujuan Kepala sekolah ditembuskan kepada Kepala Dinas Kabupaten Barru sebagai pemberitahuan.
Melakukan kegiatan wawancara dengan kepala sekolah mengenai visi misi sekolah dan profil sekolah.
Melakukan pengamatan mengenai kualifikasi guru serta keadaan ruangan dan laboratorium di sekolah.
Melakukan pengamatan terhadap kultur sekolah, proses pembelajaran dan bagaimana peran serta masyarakat

atau komite.
6. Melakukan pengamatan mengenai program kerja, sistem pembelajaran dan bagaimana partisipasi masyarakat
terhadap sekolah (komite).
7. Melakukan pengamatan tentang pengelolaan keuangan.
8. Mengamati proses pembelajaran di kelas.
9. Melakukan kegiatan wawancara dengan guru wali kelas sasaran pengamatan dalam proses pembelajaran serta
mengambil dokumentasi.

BAB III
HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
A.

2.

3.
-

Hasil Pelaksanaan
I.
Deskripsi hasil pengamatan langsung Kultur Sekolah
1. Program Kerja
Adapun program kerja tahunan sekolah SD Negeri 03 Ele tahun ajaran 2013/2014, yaitu :
Kesiswaan
Penambahan peserta didik.
Penambahan jumlah siswa penerima bantuan yang kurang mampu secara ekonomi
Pendataan anak usia sekolah dari rumah ke rumah 7-15 tahun.
Bantuan terhadap siswa yang kurang siap dalam pembelajaran
Bimbingan secara khusus diberikan oleh guru kelas masing-masing
Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran
Pembuatan silabus dan rencana pembelajaran
Mengikuti pelatihan guru tentang sistem penilaian kelas
Mengikuti pelatihan guru tentang cara penyesuaian isi silabus dengan rencana pembelajaran
Peningkatan wawasan kepala sekolah
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Peningkatan kualifikasi pendidikan guru
Pelatihan guru untuk menguasai materi pembelajaran
Pelaksaan manajemen terbuka
Manajemen
Sosialisasi dengan semua anggota komite sekolah
Melibatkan komite dalam kegiatan sekolah mengenai kegiatan kependidikan
Sarana dan Prasarana
Melakukan pengecetan gedung sekolah
Pembangunan mushalah
Pengadaan buku sebagai pegangan guru
Pembelian 1 set computer dan print
Keuangan dan Pembiayaan
Rapat komite dan seluruh wali murid mengenai penetapan anggaran tambahan sekolah
Budaya dan Lingkungan Sekolah
Mengadakan kegiatan jumat bersih untuk semua warga sekolah
Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan
Mengadakan pelatihan komite sekolah tentang komite sekolah.
Sistem Pengelolaan Keuangan
Pengelolaan keuangan sekolah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan,
penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan sekolah. Sistem pengelolaan
keuangan sekolah dikelola oleh bendahara yang telah disepakati sebelumnya. Pengelolaan keuangan yang
dikelola oleh bendahara tersebut terdiri dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) maupun dana gratis
APBD provinsi dan dana gratis APBD kabupaten.
Sistem Pembelajaran
Model, metode dan tehnik pembelajaran
Pendekatan kontekstual
Pendekatan cooperative learning tipe STAD
Diskusi dengan teman sebangku
Tanya jawab
Penugasan

4. Partisipasi Masyarakat terhadap Sekolah (Komite)


Partisipasi masyarakat sangat memberikan pengaruh yang besar terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan di
sekolah. Khususnya anggota komite yang banyak berpartisipasi baik dalam pembangunan sekolah maupun
dalam kegiatan sekolah. Komite berperan aktif ketika mengadakan rapat dengan orang tua murid. Semua
kegiatan sekolah baik yang berkaitan dengan siswa maupun tentang keuangan. Komite sekolah juga berperan
dalam penyususnan Rencana Kerja Tahunan Sekolah SDN 03 Ele yang disusun berdasarkan dokumen
perencanaan jangka menengah 4 tahun untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang semua program
kegiatan akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2013/2014 baik yang bersifat strategis maupun yang bersifat
rutin.
II. Deskripsi hasil Pengamatan untuk membangun kompetensi dasar Pedagogik, Kepribadian, dan
Sosial.
1. Kompetensi Pedagogik

Guru menjelaskan materi pelajaran secara terperinci, jelas dan cepat sehingga peserta didik mencapai hasil
belajar yang optimal diharapkan agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh. Kegiatan
pembelajaran yang mendorong peserta didik mencapai
Pada kegiatan olahraga guru mengarahkan dan membimbing siswa, bagaimana cara berbaris yang benar dan
rapi serta menjelaskan materi yang berkaitan dengan kegiatan olahraga dengan meggunakan alat peraga sesuai
dengan materi yang diberikan seperti berbagai permainan bola (bola kaki, bola voli, bola tennis, dll)
Untuk mencapai pembelajaran yang mendorong siswa mencapai hasil belajar yang optimal, guru
memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar seperti menanyakan
kesulitan apa yang dialami siswa dalam menerima pembelajaran atau dalam penyelesaian latihan soal dalam
kelas. Guru memberikan penguatan kepada siswa agar semangat dalam belajar bahkan memberikan pujian agar
siswa dapat termotivasi dalam belajar. Guru juga meminta kepada siswa yang lebih cepat menyelesaikan latihan
dalam kelas agar membantu temannya yang kurang mampu menyelesaikan latihan dengan tepat waktu.
2. Kompetensi Kepribadian
Komunikasi antara kepala sekolah, guru dan siswa terjalin dengan baik. Di dalam lingkungan sekolah saat
berkomunikasi secara lisan warga sekolah terkadang menggunakan bahasa daerah setempat yaitu bahasa bugis,
baik disaat mengajar dalam kelas dan di luar kelas. Dalam kegiatan belajar mengajar guru menggunakan bahasa
daerah jika siswa masih belum mengerti apabila guru menngunakan bahasa Indonesia. Berbeda dengan tulisan
baik kepala sekolah, guru dan murid menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dalam
berkomunikasi lisan maupun tulisan warga sekolah selalu menggunakan bahasa yang santun dan mudah
dipahami sehinnga terjalin hubungan baik di lingkungan sekolah yang saling meghargai. Hubungan yang baik
ini telah membudaya di lingkungan sekolah sehingga terjalin komunikasi yang baik bagi seluruh warga sekolah
dan tamu yang masuk di lingkungan sekolah.
Dalam proses belajar mengajar senelum memulai pelajaran terlebih dahulu guru selalu mengingatkan siswa
untuk berdoa sebelum belajar. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa secara bergiliran dengan
menyebutkan nama satu per satu agar semua siswa dapat berpartisipasi dalam pembelajaran.
3. Kompetensi Sosial
Sikap guru di SDN Ele terlihat antusias dalam memberikan pelajaran pada siswanya masing-masing
sehingga siswa pun bersemangat dalam belajar. Begitupun sikap guru yang satu dengan guru lainnya terjalin
dengan baik, saling mengingatkan bila terdapat kekurangan baik yang disengaja maupun tidak sengaja. Guruguru terlihat kompak di sekolah, terlihat beberapa kesepakatan-kesepakatan yang membuat kepala sekolah dan
guru menjadikan kebiasaan, seperti misalnya membuat pertemuan rutin di waktu-waktu tertentu baik rapat
maupun arisan para guru. Begitupun dengan pakaian yang dikenakan, warna jilbab yang digunakan guru
seragam dan berbeda setiap harinya sesuai dengan kepakatan sebelumnya.
Berbagai kegiatan di sekolah juga melibatkan partisipasi orangtua siswa, masyarakat dan komite sekolah.
Jika terdapat guru yang mengalami masalah, guru memanggil orangtua untuk mencari solusi terhadap masalah
atau kesulitan siswa. Orang tua memberikan penyampaian kepada guru ketika anaknya berhalangan hadir di
sekolah, baik lisan maupun secara tulisan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara guru, orang tua dan
siswa. Latar belakang pekerjaan orangtua yang berbeda-beda juga tidak mengurangi interaksi antar orang tua.
Mereka berbaur, saling mendukung dan berkomunikasi dengan baik.
III. Deskripsi hasil pengamatan untuk memperkuat pemahaman peserta didik
Karakteristik siswa dalam kelas masing-masing memiliki perbedaan yang mejadikan karakter siswa
menjadi baragam, ini menjadikan guru harus berusaha lebih dalam memberikan pemahaman kepada peserta
didik. Dalam kelas ada siswa yang cepat dalam memahami pelajaran dan ada juga yang lambat. Inisiatif guru
adalah memberikan pelajaran secara bersamaan, mengulangi jika belum mengerti, menanyakan apabila ada
kesulitan, guru juga memberikan kesempatan anak yang mudah memahami materi mengajari temannya yang
masih belum mengerti pelajaran yang diberikan. Memberikan model pembelajaran secara berkelompok agar
masing-masing anggota kelompok saling menguatkan.
IV. Deskripsi hasil pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas

Kegiatan Awal
- Memberi salam
- Mengecek kesiapan siswa ( berdoa dan mengabsen)
- Menanyakan materi pembelajaran pada pertemuan sebelumnya
- Menanyakan tugas yang diberikan, jika ada.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan inti
- Guru menyampaikan materi
- Menanyakan kepada siswa hal yang belum dipahami
- Memberikan pertanyaan yang mengevaluasi pemahaman siswa.

Kegiatan akhir
- Memotivasi anak untuk belajar
- Menyampaikan pesan pesan moral
- Menutup pelajaran
V.

Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran

Setelah memberikan pelajaran, guru memberikan latihan soal mengenai materi yang telah diberikan. Guru
memberikan soal latihan 2 sampai 3 nomor dan memberikan waktu 10-15 menit kepada murid untuk
menyelesaikannya. Setelah waktu selesai guru memberikan evaluasi dan membantu siswa yang belum dapat
menyelesaikannya. Guru menjelaskan kembali materi yang dievaluasikan dan menyelesaikan soal secara
bersama-sama dengan teman sampai selesai. Kemudian memberikan tugas pekerjaan rumah yang di periksa
pada tertemuan selanjutnya.
B. Pembahasan
a. Kultur Sekolah
1. Program Kerja
Perencanaan kerja sekolah diawali dengan perumusan Visi, Misi dan Tujuan sekolah berdasarkan profil
sekolah oleh tim pengembang sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, komite sekolah
dan tokoh masyarakat. Menurut Gaffar (Murniati, 2008:22). visi dipandang sebagai suatu inovasi dalam
manajemen strategik, karena baru pada akhir-akhir ini disadari dan ditemukan bahwa visi itu amat dominan
perannya dalam proses pembuatan keputusan, termasuk dalam pembuatan kebijaksanaan dan penyusunan
strategi. Visi dan misi SDN 03 Ele disusun bersama oleh kepala sekolah, guru, dan komite sekolah yang
kondisinya mudah di akses dimana saja.
Sekolah menyusun rencana kerja sekolah satu tahun dan rencana kerja sekolah empat tahun yang dinyatakan
dalam Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan
sekolah yang ditujukan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas. Rencana
kerja tahunan memuat tentang rencana pengembangan kurikulum dan pembelajaran, rencana pengembangan
pendidik dan tenaga kependidikan, rencana pengembangan sarana dan prasarana, keuangan dan pembiayaan,
rencana pengembangan kesiswaan, rencana pengembangan budaya dan lingkungan sekolah, rencana
pengembangan partisipasi/peran serta masyarakat dan kemitraan, serta rencana-rencana kerja lain yang
mengarah pada peningkatan mutu pendidikan seperti pernyataan standar pengelolaan nasional pendidikan.
Adapun Program kerja SDN 03 Ele tercantum dalam Buku Rencana Kegiatan Sekolah dan Rencana
Kegiatan dan Anggaran Sekolah yang rutin diperbaharui dan dilaporkan dengan rutin. Program kerja yang
disusun berdasarkan kondisi sekolah demi peningkatan mutu pendidikan sekolah.
2. Sistem Pengelolaan Keuangan
Sekolah memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan secara mandiri yang
tidak tergantung kepada birokrasi sentralistik. Kewenangan tersebut sesuai dengan perannya yang dilandasi oleh
Undang-undang No. 22 tahun 1999 untuk mengatur dan menampung aspirasi kepentingan masyarakat untuk
turut serta melakukan kontrol dan pembinaan terhadap sekolah. Pada hakikatnya upaya tersebut dilakukan untuk
meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan baik tujuan nasional maupun lokal
institusional. Sistem pengelolaan keuangan sekolah dikelola oleh bendahara sekolah yang telah disepakati
sebelunnya. Bendahara sekolah wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan dan
penyetoran atas penerimaan yang menjadi tanggung jawabnya. Pengelolaan keuangan yang dikelola oleh
bendahara tersebut terdiri dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) maupun dana gratis APBD.
3. Sistem Pembelajaran
Model, metode dan tehnik pembelajaran
- Pendekatan kontekstual
- Pendekatan cooperative learning tipe STAD
- Diskusi dengan teman sebangku
- Tanya jawab
- Penugasan
4. Partisipasi Masyarakat (Komite Sekolah)
Dalam proses pendidikan ada tiga lingkungan penting yang sangat berpengaruh, yaitu keluarga, sekolah,
dan masyarakat. Mestinya ketiganya saling mendukung,ada kesepakatan dan komitmen ke mana anak akan
dibawa atau dikembangkan. Mereka mestinya turut merumuskan visi dan misi sekolah, dan bertekad untuk
bersama-sama merealisasikannya demi masa depan anak-anak mereka. Pembentukan Dewan Pendidikan dan
Komite Sekolah tidak terlepas dari upaya mensinergikan dukungan dan peran serta masyarakat baik yang terdiri

dari perorangan, kelompok, tokoh masyarakat, dan lainnya untuk bersama-sama sekolah mengusahakan
tercapainya peningkatan mutu, pemerataan dan efisiensi pengelolaan pendidikan secara demokratis dan
accountable dalam rangka tujuan pendidikan nasional.
Masyarakat bukan hanya dimintai dukungan dana, tetapi juga diberikan kesempatan untuk terlibat di dalam
kebijakan penyelenggaraan pada satuan pendidikan dan pengendalian mutu pendidikan. Masyarakat juga
dilibatkan dalam pengawasan pendidikan, termasuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.
Masyarakat Indonesia menginginkan perlunya demokratisasi di bidang pendidikan, transparansi,
akuntabilitas dalam penyelengaraannya, dan peran serta masyarakat yang lebih luas, Depdiknas melalui
Kepmendiknas No. 044/UI2002 telah mencanagkan pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah di
seluruh Indonesia. Dewan Pendidikan berperan sebagai berikut:
1. Pemberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan.
2. Pendukung, baik yang berwujud finansial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan.
3. Pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan.
4.
Mediator antara pemerintah (eksekutif) dan Dewan Perwakakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan
masyarakat (Kepmendiknas nomor: 044/U/2002).
Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka
meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada
pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan di luar sekolah (Kepmendiknas
nomor: 044/U/2002).
Peran Komite Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan perlu mendapat dukungan dari seluruh
komponen pendidikan, baik guru, Kepala Sekolah, siswa, orang tua/wali murid, masyarakat, dan institusi
pendidikan. Oleh karena itu perlu kerjasama dan koordinasi yang erat di antara komponen pendidikan tersebut
sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilaksanakan dapat efektif dan efisien, maka dari itu
keberhasilan pendidikan yang mengacu pada prestasi yang dicapai sekolah dipengaruhi oleh peranan Dewan
Pedidikan dan Komite Sekolah.
b. Kompetensi Dasar Pedagogik, Kepribadian dan Sosial
1. Kompetensi Dasar Pedagogik
Dalam bidang pendidikan, khususnya yang diperuntukkan bagi guru, Kompetensi pedagogik adalah
keterampilan atau kemampuan yang harus dikuasai seorang guru dalam melihat karakteristik siswa dari
berbagai aspek kehidupan, baik itu moral, emosional, maupun intelektualnya. Implikasi dari kemampuan ini
tentunya dapat terlihat dari kemampuan guru dalam menguasai priinsip-prinsip belajar, mulai dari teori
belajarnya hingga penguasaan bahan ajar.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, lebih rinci dijelaskan apa saja yang harus dimiliki dan
dikuasai oleh guru terkait dengan Kompetensi Pedagogik.
1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural,
emosional, dan intelektual.
2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu/diajarkan.
4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi
yang dimiliki.
7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.
10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Dengan dikuasainya kompetensi pedagogik oleh guru, diharapkan guru dapat memahami siswa dan
melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang berlaku dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan lebih baik dan lebih menyenangkan.
2. Kompetensi Dasar Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan salah satu jenis kompetensi yang perlu dikuasai guru, selain 3 jenis
kompetensi lainnya: sosial, pedagogik, dan profesional. Dalam Penjelasan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa kompetensi kepribadian guru yaitu kemampuan
kepribadian yang: (1) mantap; (2) stabil; (3) dewasa; (4) arif dan bijaksana; (5) berwibawa; (6) berakhlak mulia;

(7) menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; (8) mengevaluasi kinerja sendiri; dan (9)
mengembangkan diri secara berkelanjutan. Guru adalah pendidik profesional yang bertugas untuk
mengembangkan kepribadian siswa atau sekarang lebih dikenal dengan karakter siswa.
Penguasaan kompetensi kepribadian yang memadai dari seorang guru akan sangat membantu upaya
pengembangan karakter siswa. Dengan menampilkan sebagai sosok yang bisa di-gugu dipercaya dan ditiru,
secara psikologis anak cenderung akan merasa yakin dengan apa yang sedang dibelajarkan gurunya.
3. Kompetensi Dasar Sosial
Keberhasilan proses belajar peserta didik sangat ditentukan oleh kompetensi sosial guru. Hal ini
dikarenakan guru sebagai pemimpin pembelajaran, sebagai fasilitator dan sekaligus juga pusat inisiatif
pembelajaran. Untuk itu guru harus selalu mengembangkan kemampuan dirinya. Soerang guru perlu
mempunyai standar profesi dengan menguasai materi dan strategi pembelajaran. Selain itu, guru juga harus
mampu mendorong siswanya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.
Guru adalah faktor yang penting dan sangat dominan didalam pendidikan formal pada umumnya. Hal
tersebut karena guru sering dijadikan tokoh teladan bagi peserta didik, bahkan guru menjadi tokoh identifikasi
diri. Karena berbagai faktor itulah maka guru seharusnya memiliki perilaku kompetensi yang memadai untuk
mengembangkan siswa secara utuh, sesuai dengan tujuan pendidikan.
Sesuai yang diatur dalam undang-undang dimana salah satu kewajiban dari guru adalah memberi teladan
serta menjaga nama baik profesi, lembaga dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang dia terima. Dalam
kegiatan belajar ini kompetensi guru berkaitan erat dengan kemampuan dalam bekomunikasi dengan
masyarakat, baik masyarakat di sekitar sekolah maupun masyarakat di tempat guru tinggal. Peranan dan cara
guru berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat diharapkan mempunyai karakteristik tersendiri yang
sedikit berbeda dengan mereka yang bukan guru. Guru mengemban misi kemanusiaan.
Guru harus bisa berkomunikasi dengan baik. Baik komunikasi secara lisan atau tulisan, dan isyarat dengan
memakai teknologi komunikasi dan informasi. Guru harus bisa bergaul secara efektif baik dengan siswa
maupun dengan sesama pendidik, wali atau orang tua murid dan bergaul secara santun dengan masyarakat
sekitarnya. Bisa diartikan bahwa kompetensi sosial guru mempunyai arti sebagai kompetensi yang berhubungan
dengan kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang lain di dalam kehidupan bermasyarakat.
c.

Pemahaman Peserta Didik


Mutu pendidikan sedikit banyak bergantung pada keadaan gurunya. Guru adalah faktor penentu keberhasilan
belajar di samping alat, fasilitas, sarana, dan kemampuan siswa itu sendiri, termasuk partisipasi orang tua dan
masyarakat. Menyangkut faktor guru, banyak keterampilan yang harus dimilikinya, harus dikuasainya dengan
baik agar proses pendidikannya menjadi penuh bermakna dan selalu relevan dengan tujuan dan bahan
ajarannya.
Penguasaan materi menjadi landasan pokok seorang guru untuk keterampilan mengajar. Penguasaan
materi/bahan ajar dapat dibentuk dengan membaca buku buku pelajaran. Selain itu diperlukan keterampilan
dasar mengajar yang mesti dimiliki oleh setiap guru. Keterampilan dasar tersebut diantaranya keterampilan
bertanya, sebagai keterampilan yang mengajak anak memberikan umpan balik atas apa yang telah diberikan
guru. Keterampilan memberi penguatan yakni respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan
kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku sebagai dorongan bagi siswa untuk meningkatkan
perhatiannya. Guru juga diharapkan meggunakan model pembelajaran yang tidak monoton karena karakter anak
yang dihadapi berbeda-beda dalam satu kelas.

d. Proses Pembelajaran di Kelas

Kegiatan Awal
Dalam tahap awal diperlukan kesiapan pembelajaran baik kesiapan guru dan kesiapan siswa dalam proses
belajar-mengajar. Selain itu harus diperhatikan pula bagaimana penyusunan rancangan kegiatan belajarmengajar, baik itu yang berkaitan dengan tujuan, metode, media, sumber, evaluasi dan kegiatan belajar siswa itu
sendiri.

Kegiatan inti
Kegiatan inti merupakan tahap inti dlam proses pembelajaran. Oleh karena itu pada kegiatan inti
guru perlu mengaplikasikan metodologi dan pendekatan secara tepat yang berorientasi kepada tujuan
pembelajaran. Suasana belajar yang menyenangkan dan dinamis haruslah tercipta dalam setiap proses
pembelajaran sehingga para siswa merasa nyaman dan diharapkan siswa dapat meraih kesuksesan belajar.
Kesuksesan belajar siswa dapat dilihat dari hasil evaluasi yang diberikan. Evaluasi bertujuan untuk mengukur
hasil belajar siswa dan sejauh mana taraf keberhasilan proses pembelajaran.

Kegiatan akhir
Pada tahap akhir guru memberikan motivasi belajar kepada siswa agar mengulangi pelajaran di

rumah ataupun mengerjakan tugas pekerjaan rumah kemudian menutup pelajaran.


e.

Refleksi Hasil Pembelajaran di Kelas


Refleksi hasil belajar berupa evaluasi hasil belajar. Evaluasi pembelajaran dan penilaian pembelajaran
dilakukan oleh guru berupa: Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), tugas-tugas, ulangan harian
dilakukan apabila satu kompetensi dasar telah selesai diajarkan, ulangan tengah semester, ulangan akhir
semester, dan ulangan kenaikan kelas dan kelulusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ulangan
harian tidak dapat terlaksana seluruhnya sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditentukan oleh guru kelas
atau guru mata pelajaran karena waktu yang telah dipersiapkan terserap pada kegiatan pembelajaran. Hasil
penilaian dilaporkan kepada orang tua siswa melalui lembar hasil belajar siswa (Rapor) pada akhir semester
ganjil dan akhir semester genap. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 (2007: 2 ) menyatakan
bahwa: Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau
proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.

BAB IV
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Dari kegiatan Magang 1 yang di laksanakan di SDN 03 Ele selama kurang lebih satu bulan, dapat saya
simpulkan bahwa proses belajar mengajar cukup baik. Kepala sekolah dan guru berantusias dalam menjalankan
tugas masing-masing. Kelengkapan administrasi sekolah yang di atur dengan baik, lingkungan sekolah yang
indah dan tertata dengan rapi membuat nyaman kegiatan belajar mengajar.
Setelah melaksanakan kegiatan magang ini, saya mendapatkan pengetahuan yang lebih mengenai situasi
dan kondisi lingkungan Sekolah Dasar, cara menghadapi berbagai masalah yang terjadi dalam kelas, dan lain
sebagainya. Maka dari itu saya berharap semoga hasil dari kegiatan Magang 1 ini dapat berguna bagi saya dan
teman-teman ketika berada di lingkunngan masyarakat nantinya
B. Saran
Dari hasil kegiatan magang yang telah dilaksanakan, beberapa saran yang dapat saya berikan yaitu :
1. Perlunya kelengkapan sarana dan prasarana yang masih kurang agar dapat mendukung segala kegiatan di
sekolah.
2. Mengoptimalkan pemanfaatan UKS dan perpustakaan yang jarang dipergunakan.

DAFTAR PUSTAKA
Asmoni. http://asmoni.wordpress.com/implementasi-dana-bantuan-operasional-sekolah-bos-terhadap-peningkatanmutu-sekolah/ [Artikel di akses pada Minggu, 24 Agustus 2014]
Eriyani, Elfa. 2012. Kompetensi Guru. http://elfa43eriyani.wordpress.com/2012/12/23/kompetensi-guru/ [Artikel
diterbitkan pada 23 Desember 2013 dan diakses pada hari Minggu, 24 Agustus 2014]
Hernawan, Asep Herry. 2008. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka
http://readwansyah.wordpress.com/keuangan-sekolah/ [Artikel di akses pada Minggu, 24 Agustus 2014]
http://viapurwawisesasiregar.blogspot.com/2014/03/makalah-tentang-kompetensi-paedagofik.html [Artikel
diterbitkan pada jumat, 07 Maret 2014 dan diakses pada Minggu, 24 Agustus 2014]
http://www.edyutomo.com/pendidikan/peran-komite-sekolah [Artikel di akses pada Minggu, 24 Agustus 2014]
Program Magang 1. 2013. Buku Panduan Magang 1. FKIP Universitas
Muhammadiyah Makassar.
Umaedi. 2011. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wardani. 2007. Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM). Jakarta: Universitas Terbuka
Diposkan oleh Nirmawati Syam di 23.25
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Arsip Blog

2015 (1)

2014 (2)
o Oktober (1)
o September (1)

LAPORAN MAGANG 1 PGSD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAK...

2013 (2)

Mengenai Saya

Nirmawati Syam
Lihat profil lengkapku
Template Awesome Inc.. Diberdayakan oleh Blogger.