Anda di halaman 1dari 47

METODE PENELITIAN

KELOMPOK 3 (S1-VIA)
Ade Magdalena (1301001)
Ardani (1301006)
Della Aprila (1301018)
Dwi Kartika Sari (131025)
Eka Saputri (1301029)
Elsa Miaqsa (1301030)
Kurnia Ulfa Hardiyanti (1301040)
M. Ridho Abru Jiwantoro (1301046)

Dosen : Septi Muharni, M.Farm,Apt

METODE
PENGUMPULAN DATA
PENGAMATAN

PENGAMATAN DAN INGATAN

Pengamatan adalah suatu prosedur


yang berencana, yang antara lain
meliputi melihat dan mencatat jumlah
dan afaktivitas tertentu yang ada
hubungannya dengan masalah yang
diteliti.
Ingatan adalah kekuatan jiwa untuk
menerima, menyimpan memproduksi
kesan. Dalam pengumpulan data

SASARAN PENGAMATAN

Seorang peneliti terjun ke tengah-tengah


masyarakat akan dijumpai banyak sekali
kenyataan/gejala-gejala sosial yang dijadikan
sasaran pengamatan.
Untuk membantu pembatasan sarana penelitian ini
peneliti dapat mempelajari teori-teori ataupun
pengetahuan
sehingga
diperoleh
gambaran
mengenai
kenyataan-kenyataan
yang
perlu
diperhatikan dalam mempelajari masalah sosial
tertentu.
Untuk menentukan batas sasaran pengamatan

JENIS PENGAMATAN
A. Pengamatan Terlibat (Observasi Partisipatif)
. Pada jenis pengamatan ini, pengamat
(observer) benar-benar mengambil bagian
dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh
sasaran pengamatan (observee). Atau pengamat
ikut aktif berpatisipasi pada aktivitas dalam
kontak sosial yang tengah diselidiki.
. Jenis teknik ini biasanya digunakan di dalam
penelitian yang bersifat eksploratif.
. Dalam hal intensitasnya ada 2, yaitu:
Partisipasi partiil (sebagian), yang hanya

JENIS PENGAMATAN

Agar observasi partisipasif ini berhasil, perlu


diperhatikan:
Dirumuskan
gejala
apa
yang
harus
diobservasi.
Diperhatikan cara pencatatan yang baik.
sehingga tidak mmenimbulkan kecurigaan.
Memelihara hubungan baik dengan observee.
Mengetahui batas intensitas partisipasi.
Menjaga agar situasi dan iklim psikologis
tetap wajar.
Sebaiknya pendekatan pengamatan dilakukan

JENIS PENGAMATAN

B. Pengamatan Sistematis
Ciri utama jenis pengamatan ini adalah
mempunyai kerangka struktur yang jelas, di
mana di dalamnya berisikan fakror yang
diperlukan dan sudah dikelompokkan ke
dalam kategori-kategori.
Materi observasi mempunyai skope yang
lebihsempit
dan
terbatas,
sehingga
pengamatan lebih terarah.
Pada umumnya isi sistematika ini didahului
suatu observasi pendahuluan, yakni observasi

JENIS PENGAMATAN

C. Observasi Eksperimental
Dalam Observasi ini observee dicoba atau
dimasukkan ke dalam suatu kondisi atau
situasi tertentu. Kondisi dan situasi itu
diciptakan sedemikian rupa sehingga yang
akan dicari/diamati akan timbul.
Dalam jenis observasi ini semua kondisi dan
faktor-faktornya
dapat
diatur
dan
dikendalikan.
Pengamatan semacam ini banyak dilakukan
dalam laboratorium ilmiah, klinik khusus,

KELEBIHAN PENGAMATAN

Merupakan cara pengumpulan data yang


murah,
mudah
dan
langsung
guna
mengadakan penelitian terhadap macammacam gejala.
Tidak mengganggu, sekurang-kurangnya tidak
terlalu mengganggu pada sasaran pengamatan
(observee).
Banyak gejala-gejalapsychisyang penting
tidak atau sukar diperoleh denga teknik
angket ataupun interview, tetapi dengan
metode ini mudah diperoleh.

KEKURANGAN PENGAMATAN

Banyak peristiwa peikhis tertentu yang tidak


dapat diamati, misalnya harapan, keinginan,
dan masalah-masalah yang sifatnya sangat
pribad,dan lain-lain.
Sering memerlukan waktu yang lama.
sehingga membosankan, karena tingkahlaku/gejala yang dikehendaki tidak munculmuncul.
Apabila sasaran pengamatan mengetahui
bahwa mereka sedang diamati, mereka akan
dengan sengaja menimbulkan kesan-kesan

ALAT OBSERVASI

1. Check List

Adalah suatu daftar pengecek, berisi nama


subjek dan beberapa gejala/identitas
lainnya dari sasaran pengamatan.
Pengamat tinggal memberikan tanda check
(x) pada daftar tersebut yang menunjukkan
adanya gejala/ciri dari sasaran pengamatan.
Kelemahan check list ini adalah hanya
dapat menyajikan data yang kasar saja
hanya mencatat ada atau tidaknya suatu

ALAT OBSERVASI

1. Check List

Skala Penilaian (Rating Scale)


. Skala ini berupa daftar yang berisikan ciri-ciri
tingkah laku, yang dicatat secara bertingkat.
. Rating scale ini dapat merupakan satu alat
pengumpulan
data
untuk
menerangkan,
menggolongkan, dan menilai seseorang atau
suatu gejala.
. Skala penelitian terdiri dari :
1. Bentuk kuantitas yang menggunakan score
atau rangking.

ALAT OBSERVASI

1. Check List

A. Skala
Penilaian
bentuk
kuantitas
yang
menggunakan score atau rangking
Contoh: Penilaian terhadap gejala tertentu
Gejalaberikut:
Skor
sebagai
12345

Kerja sama

Kerajinan

Partisipasi

Ketekunan

Dsb

ALAT OBSERVASI

1. Check List

B. Skala Penilaian dalam bentuk diskripsi


Contoh : Kerja sama
Dapat/ mau bekerja sama
dengan orang lain.
Kadang-kadang mau bekerja
sama, tetapi tidak efektif.
Mau bekerja sama, tetapi
dengan orang-orang tertentu saja.
Bekerja sama secara baik
dengan orang lain.

ALAT OBSERVASI

1. Check List

C. Skala Penilaian dalam bentuk grafis


()
Selalu

()
Biasanya

(V)
Dalam

()
Sewaktu-

()
Bekerja

mem-

memerluk

hal-hal

waktu me-

baik bila

butuhkan

an petujuk

tertentu

merlukan

dibiarkan

membutu

pengawas

sendiri

h-kan

-an

petunjuk

petun-juk

. Pengamat memberikan tanda check (v) pada skala


gejala yang telah tersusun.
. Kelemahan : sangat subjektif dan sangat kaku (rigid),
sehingga kurang memberikan kesempatan luas kepada

ALAT OBSERVASI

2. Daftar Riwayat Kelakuan (Anecdotal


Record)
Adalah catatan-catatan mengenai tingkah
laku seseorang (observee) yang luar biasa
sifatnya atau yang khas.
Catatan semacam ini kecuali dibuat oleh
pengamat, sering pula dibuat oleh guru
pemimpin organisasi, pendeta, direktur
perusahaan dan sebagainya.
Pada prinsipnya anecdotal record ini harus

ALAT OBSERVASI

3. Alat-alat Mekanik (Electronics)


Alat-alat ini antara lain: alat perekam, alat
fotografis. Film, tape recorder, kamera
televisi, dan sebagainya.
Alat-alat tersebut setiap saat dapat diputar
kembali untuk memungkinkan mengadakan
analisis secara teliti.

WAWANC
ARA

JENIS WAWANCARA

WAWANCARA

Wawancara : suatu metode yang dipergunakan untuk


mengumpulkan data, di mana peneliti mendapatkan
keterangan secara lisan dari seseorang sasaran
penelitian
(responden),
atau
bercakap-cakap
berhadapan muka dengan orang tersebut (face to
face) sehingga data tersebut diperoleh langsung dari
responden melalui pertemuan atau percakapan.
Di dalam wawancara hendaknya antara pewawancara
(interviewer) dengan sasaran (interviewee) :
1.Saling melihat, saling mendengar dan saling
mengerti.
2.Terjadi percakapan biasa, tidak terlalu kaku
(formal)

JENIS WAWANCARA

A. Wawancara Tidak Terpimpin (Non Directive


or Unguided Interview)
Wawancara tidak terpimpin di sini diartikan
tidak ada pokok persoalan yang menjadi
fokus dalam wawancara tersebut.
Dalam wawancara ini pertanyaan-pertanyaan
yang dikemukakan ini tidak sistematis,
melompat-lompat dari satu peristiwa/topik ke
perisriwa/topik yang lain tanpa berkaitan.
Oleh karena itu wawancara ini tidak
mempergunakan pedoman yang tegas.

JENIS WAWANCARA

A. Wawancara Tidak Terpimpin (Non Directive


or Unguided Interview)
Dengan sendirinya wawancara tak terpimpin ini
banyak kelemahan antara lain :
a.kurang efisien;
b.tidak ada pengecekan secara sistematis.
sehingga realibilitasnya kurang;
c.memboroskan tenaga, pikiran, biaya. dan
waktu. Dsb
d.sulit untuk diolah/ dianalisis.

JENIS WAWANCARA

B. Wawancara Terpimpin (Structured or


Interview)

Interview yang berdasarkan pedoman-pedoman


berupa kuesioner yang telah disiapkan secara
matang sebelumnya.
Keuntungan
:
Pengumpulan
data
dan
pengolahannya
dapat
berjalan
dengan
cermat/teliti, hasilnya dapat disajikan secara
kualitatif maupun kuantitatif, Interviewerdapat
dilakukan oleh beberapa orang, karena adanya
pertanyaan-pertanyaan yang uniform.
Kelemahan : Pelaksanaan wawancara kaku,

JENIS WAWANCARA

C. Wawancara Bebas Terpimpin


Wawancara jenis ini merupakan kombinasi dari
wawancara tidak terpimpin dan wawancara
terpimpin. Meskipun terdapat unsur kebebasan,
tetapi ada pengaruh pembicaraan secara tegas
dan mengarah sehingga wawancara jenis ini
mempunyai ciri fleksibilitas (keluwesan) dan
arah yang jelas.
Oleh karena itu sering dipergunakan untuk
menggali
gejala-gejala
kehidupanpsychis
antropalogis, misalnya latar belakang suatu

JENIS WAWANCARA

D. FreeTalk dan Diskusi

Suatu
wawancara
yang
sangat
terbuka
antarainterviewerdaninterviewee, kedua belah
pihak masing-masing menduduki dwifungsi, yakni
masing-masing sebagaiinformation hanter dan
information supplier: Kedua belah pihak dengan
hati terbuka bertukar pikiran dan perasaan dan
sesubjek mungkin mereka saling meberikan
keterangan-keterangan.
Disini interviwer sebenarnya bukan hanya
bertindak sebagai pencari data, tetapi juga sebagai
sugester, motivator, dan edukator sekaligus.

TEKNIK WAWANCARA
A.Hubungan baik antara pewawancara dengan
sasaran (interviwee)
Lebih
dahulu
mengadakan
pembicaraan
pendahuluan untuk perkenalan dan sekaligus
untuk menjelaskan tujuan wawancara.
Menggunakan bahasa yang sederhana, mudah
dimengerti.
Masalah dengan permasalahan yang sesuai
dengan minat atau keahlian responden,
sehingga mereka tertarik lebih dahulu.
Menciptakan suasana yang bebas dan santai,

TEKNIK WAWANCARA
A.Hubungan baik antara pewawancara dengan
sasaran (interviwee)

Memberikan
sugesti
kepadaintervieweebahwa
keterangan atau jawaban mereka sangai berharga, tetapi
dijaga pula jangan sampai mereka over acting
Probing (menstimulasi percakapan). Apabila jawaban
itu masih kurang lengkap, atau mungkin macet (tidak
memperoleh jawaban dari interviewee, rangsanglah
sehingga jawaban muncul). Hal semacam ini disebut
probing. Probing Juga diperlukan untuk mengarahkan
atau menyaring jawaban-jawaban yang relevan.
Hendaknya bersikap hati-hati.jangan sampai menyentuh
titik-titik kritis (critical points) dariinterviewee,

TEKNIK WAWANCARA
B. Keterampilan Sosial Interviewer

Bersikap ramah, sopan, dan berpakaian rapi.

Menggunakan bahasa yang sopan, ringkas, dan mudah di ditangkap

Bersikap luwes, supel, dan bijaksana.


Menggunakan lagu dan nada suara yang menarik, tidak terlalu keras,

tetapi jangan terlalu lembut.

Bersikap responsif, pada saat-saat tertentu dapat ikut merasakan sesuatu

yang

terjadi

menceritakan
menghayati.

pada

diriinterviewee,

penderitaan

atau

Misalnya,

bilaintervieweesedang

kegembiraannya interviewerdapat

ikut

TEKNIK WAWANCARA
B. Keterampilan Sosial Interviewer

Memberikan sugesti yang halus, tetapi tidak


sampai mempengaruhi jawaban responden.

Menunjukkan sikap keterbukaan dan setia,


sukarela, tidak menunjukkan sikap tertutup dan
terpaksa.

Apabila interviewer menggunakan alat-alat


pencatat (kuesioner misalnya), gunakanlah
secara informal. Bila mungkin tidak sampai
terlihat olehinterviewee.

Waktu bicara tataplah wajahinterviewee,


demikian pula waktu mendengarkan jawabanjawaban dari mereka.

TEKNIK WAWANCARA
C.Pedoman dan Cara Pencatatan Wawancara
1)Pencatatan Langsung
Maksudnya pewawancara dengan langsung
mencatat jawaban-jawaban dari interviewee,
sehingga alat-alat dan pedoman penelitian
erviewer harus selalu siap di tangan.
Keuntungannya, bahwa interviewer belum lupa
tentang jawaban-jawaban atau data yang
diperoleh. Tetapi kerugiannya, hubungan antara
pewawancara dengan responden menjadi kaku
dan
tidak
bebas/sehinggarapportdapat

TEKNIK WAWANCARA
C.Pedoman dan Cara Pencatatan Wawancara
2) Pencatatan dari Ingatan
Pencatatan ini dilakukan setelah wawancara selesai
seluruhnya. Jadi dalam wawancara ini tidak
memegangapa-apa, sehingga hubungan antara kedua
belah pihak tidak terganggu. Tetapi cara ini
mempunyai beberapa kelemahan:
Banyak data/jawaban yang hilang karena
terlupakan.
Banyak data yang terdesak oleh keteranganketerangan lain yang oleh informan diceritakan
secara menonjol dan dramatis.

TEKNIK WAWANCARA
C.Pedoman dan Cara Pencatatan Wawancara
3)Pencatatan dengan AlatRecording
Pencatan dengan alat recording ini sangat
memudahkan pewawancara, karena dapat
mencatat jawaban secara tepat dan detail.
Tetapi kelemahan pencatatan dengan alat ini
ialah,
memerlukan
kerja
dua
kali
karenainterviewerharus
menyalin
atau
menulis dari alat recording tersebut.

TEKNIK WAWANCARA
C.Pedoman dan Cara Pencatatan Wawancara
4) Pencatatan dengan Field Rating (dengan
Angka)
Sebelum mengadakan pencatatan dengan
sendirinya interview mempersiapkan lebih dulu
formulir isian atau kuesioner mengenai data yang
akan
dikumpulkan,
dan
sekaligus
memperhitungkan jawaban yang digolongkan ke
dalam beberapa kategori.

KELEBIHAN WAWANCARA
1. Tidak
akan
menemui
kesulitan
meskipun
respondennya buta huruf sekalipun, atau pada
lapisan masyarakat yang mana pun, karena alat
utamanya adalah bahasa verbal.
2. Karena keluwesan dan fleksibilitasnya ini, maka
metode wawancara dapat dipakai sebagai verifikasi
data terhadap data yang diperoleh dengan cara
observasi ataupun angket.
3. Kecuali untuk menggali informasi, sekaligus dipakai
untuk mengadakan observasi terhadap perilaku
pribadi.
4. Merupakan suatu teknik yang efektif untuk menggali
gejala-gejala psychis, terutama yang berada di bawah

KELEMAHAN WAWANCARA
1. Kurang efisien, karena mremboroskan waktu,
cenaga, pikiran, dan biaya.
2. Diperlukan adanya keahlian/penguasaan bahasa
dariinterviewer.
3. Memberi
kemungkinaninterviewerdengan
sengaja memutarbalikan jawaban. Bahkan
memberikan kemungkinan interviewer untuk
memalsu jawaban yang dicatat di dalam cacatan
wawancara (tidak jujur)
4. Apabilainterviewerdanintervieweememnunyai
perbedaan yang sangat mencolok. Sulit untuk
mengadakan rapport sehinga yang diperoleh

ANGK
ET

TIPE ANGKET

ANGK
ET
adalah suatu cara

Angket
pengumpulan data
atau suatu penelitian mengenai suatu masalah
yang umumnya banyak menyangkut kepentingan
umum (orang banyak).
Angket ini dilakukan dengan mengedarkan suatu
daftar pertanyaan yang berupa formulir-formulir,
diajukan secara tertulis kepada sejumlah subjek
untuk mendapatkan tanggapan, informasi,
jawaban, dan sebagainya.
Teknik ini lebih cocok dipakai untuk
memperoleh data yang cukup luas, dari
kelompok/ masyarakat yang berpopulasi besar,

TIPE ANGKET

A. Menurut sifatnya
1) Angket umum, yang berusaha sejauh mungkin
untuk memperoleh selengkep-lengkapnya tentang
kehidupan seseorang.
2) Angket
khusus,
hanya
berusaha
untuk
mendapatkan data-data mengenai sifat-sifat khusus
dari pribadi seseorang.
B.Menurut cara penyampaiannya
1) Angket langsung, apabila disampaikan langsung
kepada orang yang dimintai informasinya tentang
dirinya sendiri.
2) Angket tak langsung, apabila pribadi yang disuruh

TIPE ANGKET

C. Menurut bentuk strukturnya


1) Angket berstruktur : disusun sedemikian rupa
tegas, dedinitif, terbata, dan konkret, sehingga
responden dapat dengan mudah mengisi atau
menjawabnya.
2) Angket tak berstruktur.: dipakai bila peneliti
menghendaki suatu uraian dari informan atau
responden tentang suatu masalah dengan suatu
penulisan atau penjelasan yang panjang lebar. Jadi
pertantnyaannya bersifat terbuka dan bebas.
D. Berdasarkan bentuk pertanyaannya atau menurut
jenis penyusunan item

PSIKOLOGI MENJAWAB ANGKET

Sifat kerjasama adalah syarat penting


dalam penelitian yang menggunakan
angket.
Para peneliti yang menggunakan metode
ini tidak hanya memikirkan kepentingan
sendiri. Tetapiharus mempertimbangkan
faktor-faktor yang ada pada diri responds.
Peneliti harus memahami lebih dahulu
psikologi
menjawab
angketnya.

PSIKOLOGI MENJAWAB ANGKET

Hal yang harus dijawab lebih dahulu sebelum


peneliti melakukan angket adalah pertanyaanpertanyaan antara lain sebagai berikut :
Mengapa
mereka
(responden)
harus
menjawab
pertanyaan-pertanyaan
yang
diajukan
Adakah cukup alasan bagi penjawab untuk
bersusah payah menjawab angket.
Apakah ada kepastian tentang perhatian,
simpati, kesediaan dan sebagainya dari

PERSIAPAN DAN PENYUSUNAN ANGKET

Kriteria yang diperhatikan dalam persiapan dan


persiapan penyusunan angket:
Pertanyaan harus singkat dan jelas, terutama
jelas bagi bagi calon penjawab.
Jumlah pertanyaan hendaknya dibuat sedikit
mungkin, supaya penjawab tidak terlalu
membuang waktu.
Pertanyaan hendaknya cukup merangsang
minat penjawab.
Pertanyaan dapat memaksa penjawab untuk
memberikan jawaban yang mendalam, tetapi

PERSIAPAN DAN PENYUSUNAN ANGKET

Pertanyaan jangan sampai menimbulkan


jawaban yang meragukan.
Pertanyaan jangan bersifat interogatif, dan
jangan sampai menimbulkan kemarahan
penjawab.
Pertanyaan jangan sampai menimbulkan
kecurigaan pada penjawab.
Di samping hal-hal tersebut, pada lembaran
pertama dari angket harus dijelaskan tentang
tujuan penelitian, serta petunjuk-petunjuk/

Dalam waktu singkat (serentak) dapat dapat


diperoleh data yang banyak
Menghemat tenaga dan mungkin biaya
Responden dapat memilih waktu senggang
untuk mengisinya, sehingga tidak terlalu
terganggu
bila
dibandingkan
dengan
wawancara
Secara psikhologis responden tidak merasa
terpaksa dan dapat menjawab lebih terbuka
dan sebagainya

KEKU
1. Jawaban akan lebih banyak dibumbui dengan
sikap dan harapan-harapan pribadi, sehingga
lebih bersifat sujektif.
2. Dengan adanya bentuk (susunan) pertanyaan
yang sama untuk responden yang sangat
heterogen, maka penafsiran pertanyaan akan
berbeda-beda sesuai dengan latar belakang
sosial, pendidikan dsb.
3. Tidak dapat dilakukan untuk golongan
masyarakat yang buta huruf.
4. Apabila responden tidak dapat memahami
pertanyaan/ tak dapat menjawab, akan terjadi

Bentuk Skala Liert

Bentuk lain dari kuosioner