Anda di halaman 1dari 48

WORKSHOP

PSAK NOMOR 45
PELAPORAN KEUANGAN
ENTITAS NIRLABA

Drs. Widartoyo, Ak, MM, M.Si,CPA,CA


Samarinda, 24 Oktober 2015

Lingkup Workshop
Standar

Penyanyataan Standar Akuntansi


Keuangan (PSAK) Mengatur:
Pengakuan

Akuntansi Keuangan
Entitas Nirlaba
PSAK LAIN

Atau

+
PSAK 45

PELAPORAN KEUANGAN
ENTITAS NIRLABA

SAK ETAP

Tujuan PSAK 45
1

Karakteristik Entitas
Nirlaba
o

o
o
o

Memperoleh sumberdaya dalam bentuk


sumbangan/hibah/subsidi.
Tidak mengutamakan mencari keuntungan.
Jika mendapat keuntungan,tidak dibagikan
dalam bentuk dividen kepada para pendiri
atau pemilik.
Menghasilkan barang/jasa.
Dapat melakukan pinjaman.
Kinerja keuangan: terikat dan tidak terikat.

Karakteristik
(lanjutan)
o

Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada


entitas bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan
dalam entitas
nirlaba tidak dapat dijual,
dialihkan,
atau
ditebus
kembali,
atau
kepemilikan tersebut tidak mencerminkan
proporsi pembagian sumber daya entitas
nirlaba pada saat likuidasi atau pembubaran
entitas nirlaba.

Lingkup PSAK 45
o

Entitas nirlaba dengan karakteristik


tersebut di atas;
Dapat diterapkan pada instansi pemerintah,
sepanjang tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan;
Laporan keuangan terdiri dari laporan posisi
keuangan, laporan aktivitas , laporan arus
kas dan catatan atas laporan keuangan;
Menetapkan informasi dasar tertentu.
Menggunakan SAK atau SAK ETAP.

Definisi dalam PSAK 45


o

Pembatasan
permanen
adalah
pembatasan
penggunaan sumber daya yang ditetapkan oleh
penyumbang
agar
sumber
daya
tersebut
dipertahankan secara permanen, tetapi organisasi
diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua
penghasilan atau manfaat ekonomi lainnya yang
berasal dari sumber daya tersebut.
Pembatasan
temporer
adalah
pembatasan
penggunaan sumber daya oleh penyumbang yang
menetapkan
agar
sumber
daya
tersebut
dipertahankan sampai dengan periode tertentu atau
sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu.

Definisi . (lanjutan)
o

Sumbangan terikat adalah sumber daya


yang penggunaannya dibatasi untuk
tujuan
tertentu
oleh
penyumbang.
Pembatasan
tersebut
dapat
bersifat
permanen atau temporer.
Sumbangan tidak terikat adalah sumber
daya yang penggunaannya tidak dibatasi
untuk tujuan tertentu oleh penyumbang.

Tujuan Laporan keuangan


Entitas Nirlaba
Menyediakan informasi yang relevan untuk
memenuhi kepentingan para penyumbang,
anggota entitas nirlaba, kreditor, dan pihak
lain yang menyediakan sumber daya bagi
entitas nirlaba.
Komponen Laporan Keuangan
1. Laporan PosisiKeuangan;
2. Laporan Aktivitas;
3. Laporan Arus Kas; dan
4. Catatan atas Laporan Keuangan

Manfaat laporan keuangan


Pihak pengguna laporan keuangan memiliki
kepentingan bersama dalam rangka menilai:
o Jasa yang dihasilkan entitas nirlaba, dan
kemampuannya going concern.
o Cara pengelola melaksanakan tanggung
jawab dan aspek lain kinerjanya.

Isi ringkas laporan


keuangan
Menyajikan tentang:
o Jumlah dan sifat aset, liabilitas dan aset
neto;
o Pengaruh transaksi atau peristiwa lain yang
mempengaruhi aset neto;
o Jenis dan jumlah arus masuk dan keluar
sumberdaya dan hubungan keduanya;
o Cara dan jumlah entitas nirlaba dalam
memperoleh dan membelanjakan kas;
o Usaha yang dilakukan entitas nirlaba.

Laporan Posisi Keuangan

Menyediakan informasi mengenai aset, liabilitas, serta aset neto


dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur
tersebut pada waktu tertentu.
Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan
bersama pengungkapan dan informasi dalam laporan keuangan
lainnya, dapat membantu para penyumbang, anggota
organisasi, kreditur dan pihak-pihak lain untuk menilai:
Kemampuan entitas untuk memberikan jasa secara
berkelanjutan dan
likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk
memenuhi kewajibannya, dan kebutuhan pendanaan
eksternal.
Laporan posisi keuangan mencakup entitas nirlaba secara
keseluruhan dan menyajikan total aset, liabilitas, dan aset neto.

Komponen Aset
Kas dan Setara Kas;
Piutang;
Persediaan;
Biaya dibayar di muka;
Instrumen keuangan dan investasi jangka panjang;
Tanah, gedung, peralatan, serta aset tetaplain
yang digunakan menghasilkan barang dan jasa.

Kas atau aset lain yang dibatasi


penggunaannya (terikat) oleh pemberi
sumberdaya disajikan secara terpisah
dari kas atau aset lain yang tidak
terikat.

Informasi Likuiditas

menyajikan aset berdasarkan urutan likuiditas,


dan liabilitas berdasarkan tanggal jatuh tempo;

mengelompokkan aset ke dalam lancar dan tidak


lancar, dan liabilitas ke dalam jangka pendek dan
jangka panjang;

mengungkapkan informasi mengenai likuiditas


aset atau saat jatuh temponya liabilitas, termasuk
pembatasan penggunaan aset, pada catatan atas
laporan keuangan.

16

Klasifikasi Aset Neto

Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah


masing-masing kelompok aset neto berdasarkan
ada atau tidaknya pembatasan oleh penyumbang,
yaitu: terikat permanen, terikat temporer, dan
tidak terikat.

Informasi mengenai sifat dan jumlah dari


pembatasan
permanen
atau
temporer
diungkapkan dengan cara menyajikan jumlah
tersebut dalam laporan keuangan atau dalam
catatan atas laporan keuangan.

17

Laporan Aktivitas

Laporan aktivitas mencakup organisasi secara


keseluruhan dan menyajikan perubahan jumlah aset
neto selama suatu periode.

Perubahan aset neto dalam laporan aktivitas tercermin


pada aset neto atau ekuitas dalam laporan posisi
keuangan.

Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aset


neto terikat permanen, terikat temporer, dan tidak
terikat dalam suatu periode.

Laporan aktivitas menyajikan jumlah pendapatan dan


beban secara bruto, kecuali diatur berbeda oleh SAK
lain atau SAK ETAP.

Tujuan Laporan Aktivitas

Tujuan utama laporan aktivitas adalah


menyediakan informasi
mengenai :
pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang
mengubah jumlah dan sifat aset neto,
hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain,
bagaimana penggunaan sumber daya dalam
pelaksanaan berbagai program atau jasa.

Tujuan (lanjutan)

Informasi dalam laporan aktivitas, yang


digunakan bersama dengan pengungkapan
informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat
membantu para penyumbang, anggota
organisasi, kreditur dan pihak lainnya untuk:
mengevaluasi kinerja dalam suatu periode,
menilai upaya, kemampuan, dan
kesinambungan organisasi dan memberikan
jasa,
menilai pelaksanaan tanggung jawab dan
kinerja manajer.

Klasifikasi Laporan
Aktivitas
o

Laporan aktivitas menyajikan pendapatan


sebagai penambah aset neto tidak terikat,
kecuali jika penggunaannya dibatasi oleh
penyumbang,
dan
menyajikan
beban
sebagai pengurang aset neto tidak terikat.
Laporan aktivitas menyajikan keuntungan
dan kerugian yang diakui dari investasi dan
aset lain (atau liabilitas) sebagai penambah
atau pengurang aset neto tidak terikat,
kecuali jika penggunaannya dibatasi.

Klasifikasi (lanjutan)
o

Sumbangan disajikan sebagai penambah


aset neto tidak terikat, terikat permanen,
atau terikat temporer, bergantung pada
ada tidaknya pembatasan. Dalam hal
sumbangan terikat yang pembatasannya
tidak berlaku lagi dalam periode yang
sama, dapat disajikan sebagai sumbangan
tidak terikat sepanjang disajikan secara
konsisten dan diungkapkan sebagai
kebijakan akuntansi.

Informasi Pemberian Jasa


o

Laporan aktivitas atau catatan atas


laporan keuangan harus menyajikan
informasi
mengenai
beban
menurut
klasifikasi fungsional, seperti menurut
kelompok program jasa utama dan
aktivitas pendukung.

Dianjurkan untuk menyajikan informasi


tambahan mengenai beban menurut
sifatnya.
23

Informasi (lanjutan)
o

Program pemberian jasa merupakan


aktivitas untuk menyediakan barang dan
jasa kepada para penerima manfaat,
pelanggan, atau anggota dalam rangka
mencapai tujuan atau misi entitas nirlaba.
Pemberian jasa tersebut merupakan
tujuan dan hasil utama yang dilaksanakan
melalui berbagai program utama.

Laporan Arus Kas

Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi


mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.

Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 atau SAK ETAP Bab 7
tentang Laporan Arus Kas dengan tambahan berikut ini:
Aktivitas pendanaan:
penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi
untuk jangka panjang.
penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang
penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan
pemeliharaan aset tetap, atau peningkatan dana abadi
(endowment).
bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya untuk jangka
panjang.
Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan
pendanaan nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aset
investasi.

Contoh
Laporan
Posisi
Keuangan

Contoh
Laporan
Aktivitas
Bentuk A

Laporan
Aktivitas
Bentuk A

Contoh
Laporan Aktivitas Bentuk B

Contoh
Laporan
Pendapata
n dan
Beban dan
Perubahan
Aset Neto
Tidak
Terikat
Bentuk C

Contoh
Laporan
Pendapata
n dan
Beban dan
Perubahan
Aset Neto
Tidak
Terikat
Bentuk C

Contoh
Laporan Perubahan Aset Neto
Bentuk C alternatif

Contoh
Laporan
Arus Kas
Metode
Langsung

Contoh
Laporan
Arus Kas
Metode
Langsung

Contoh
Laporan
Arus Kas
Metode
Tidak
Langsung

Contoh
Laporan
Arus Kas
Metode
Tidak
Langsung

Catatan atas Laporan Keuangan:


Catatan A
o

Entitas menyajikan hadiah atau wakaf berupa kas


atau aset lain sebagai sumbangan terikat jika
hibah atau wakaf tersebut diterima dengan
persyaratan yang membatasi penggunaan aset
tersebut. Jika pembatasan dari penyumbang
telah kadaluwarsa, yaitu pada saat masa
pembatasan telah berakhir atau pembatasan
tujuan telah dipenuhi, aset neto terikat temporer
digolongkan kembali menjadi aset neto tidak
terikat dan disajikan dalam laporan aktivitas
sebagai aset neto yang dibebaskan dari
pembatasan.
38

Catatan A (lanjutan)
o

Entitas menyajikan hibah atau wakaf berupa tanah,


bangunan, dan peralatan sebagai sumbangan tidak
terikat kecuali jika ada pembatasan yang secara eksplisit
menyatakan tujuan pemanfaatan aset tersebut dari
penyumbang. Hibah atau wakaf untuk aset tetap dengan
pembatasan
eksplisit
yang
menyatakan
tujuan
pemanfaatan aset tersebut dan sumbangan berupa kas
atau aset lain yang harus digunakan untuk memperoleh
aset tetap disajikan sebagai sumbangan terikat. Jika tidak
ada pembatasan eksplisit dari pemberi pemberi
sumbangan
mengenai
pembatasan
jangka
waktu
penggunaan
aset
tetap
tersebut,
pembebasan
pembatasan dilaporkan pada saat aset tetap tersebut
dimanfaatkan.

Catatan atas Laporan Keuangan:


Catatan B

40

Catatan B (lanjutan)

41

Catatan atas Laporan Keuangan:


Catatan C

42

Catatan atas Laporan Keuangan


Catatan D

43

Catatan atas Laporan Keuangan:


Catatan E
o

Investasi dicatat sebesar nilai pasar atau nilai apraisal, dan


penghasilan (atau kerugian) yang telah terealisasiakan atau
belum terealisasikan dapat dilihat dari laporan aktivitas.
Entitas menginvestasikan kelebihan kas di atas kebutuhan
harian dalam investasi lancar.
Pada tanggal 31 Desember 20X2, Rp 1.400 diinvestasikan
pada investasi lancar dan menghasilkan Rp 850 per tahun.
Sebagian besar investasi jangka panjang dibagi ke dalam
dua kelompok. Kelompok A adalah dana permanen dan
tidak diwajibkan untuk menaikkan nilai bersihnya. Kelompok
B adalah jumlah yang oleh badan perwalian ditujukan untuk
investasi jangka panjang. Tabel berikut ini menunjukkan
investasi jangka panjang entitas.

44

Catatan atas Laporan Keuangan:


Catatan E

45

Catatan E (lanjutan)
o

Komponen
dalam
setiap
kelompok
investasi
dan
kepemilikan investasi lain-lain pada tanggal 31 Desember
20X2 disajikan dalam tabel berikut ini. .

46

Catatan E (lanjutan)
o

Badan
perwalian
menerapkan
peraturan
yang
mensyaratkan dana endowment permanen dinilasi sebesar
nilai nyata atau daya beli kecuali penyumbang secara
eksplisit menyatakan penggunaan apresiasi neto yang yang
disyaratkan. Untuk memenuhi tujuan dana manajemen
menetapkan bahwa apresiasi neto dipertahankan secara
permanen sebesar jumlah yang diperlukan sesuai untuk
mneyesuaikan nilai mata uang historis dana sumbangan
dengan menggunakan indeks harga konsumen. Setiap
kelebihan di atas dana abadi permanen dapat digunakan
untuk tujuan lain yang telah digunakan. Pada tahun 20X2,
total kembalian investasi kelompok A adalah Rp 18.000
(10,6 persen), dan dari jumlah tersebut Rp 4.620 ditahan
secara permanen untuk mempertahankan nilai nyata
sumbangan tersebut. Sisanya sebesar Rp 13.380 tersedia
untuk tujuan lain yang telah ditentukan oleh dewan
perwalian.

47

Catatan atas Laporan Keuangan:


Catatan F

Beban yang terjadi adalah

48