Anda di halaman 1dari 8

PORTOFOLIO

Kasus-1 dr. Rani Agitah


Topik: Luka Bakar Api 24% II
Tanggal (Kasus) : 01 Juli 2015
Tanggal Presentasi :

25 Agustus 2015

Presenter : dr. Rani Agitah


Pendamping : dr. Tri Susanty
dr. Siti Rusmawardiani A
Pembimbing : dr. Ayatullah, SpB
dr. Azmi Rosya Forayoga, Sp.B

Tempat Presentasi : Ruang Komite Medik RSUD Kayu Agung


Objektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Neonat
us

Bayi

Anak

Remaja

Dewasa

Tinjauan Pustaka
Istimewa
Lansia

Bumil

Deskripsi :
Tujuan :
Bahan Bahasan :
Cara membahas

Tinjauan
Riset
Pustaka
Diskusi
Presentasi dan diskusi

Kasus

Audit
Email

Pos

Data
Nama :Ny.K/42 th/perempuan No. Reg : 348841
Pasien :
Nama RS:RSUD Kayu Agung Telp : Terdaftar sejak : 01 Juli 2015
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis / Gambaran Klinis: luka bakar/ Luka bakar api pada wajah, leher, lengan kanan dan
kedua tungkai.
2. Riwayat Kesehatan / Penyakit :
1 jam sebelum masuk rumah sakit penderita mengaku terkena api saat sedang menghidupkan
lampu minyak tanah. Api tersebut mengenai daerah wajah, leher, lengan kanan serta tungkai
kanan dan kiri. Sesak nafas (-), mual muntah(-), pasien tidak terlihat sukar bicara. Pasien lalu
dibawa ke RS.
Riwayat terperangkap dalam ruangan saat terkena api disangkal
Riwayat penyakit lainnya disangkal
5. Riwayat Penyakit Dahulu:
Riwayat kencing manis (-), riwayat trauma pada mata (-)
6. Riwayat Pekerjaan :
IRT
1

7. Lain-lain:Daftar Pustaka:
1. Klein, Matthew. 2007. Thermal, Chemical and Eectrical Injury in Grabb and Smiths
Plastic Surgery, Sixth Edition. Lippincott Williams and Wilkins.
2. Bagian Bedah Staf Pengajar FK UI. 1995. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Jakarta: Bina
Rupa Aksara,435-442
3. Noer, M. Sjaifuddin,Dkk. 2006. Penanganan Luka Bakar. Surabaya : Airlangga University
Press
4. Asosiasi Luka Bakar Indonesia. 2005. Petunjuk Praktis Penatalaksanaan Luka Bakar.
Jakarta: Komite Medik Asosiasi Luka Bakar Indonesia.
5. American College Of Surgeon Committee On Trauma.2004.ATLS. Chicago.
6. R Sjamsuhidajat, Wim De Jong. 2007. Buku Ajar Ilmu Bedah Penerbit Buku Kedokteran.
EGC.
Tujuan :
- Mendiagnosis pasien luka bakar
- Mengetahui klasifikasi luka bakar
- Mengetahui etiologi luka bakar
- Mengetahui patofisiologi luka bakar
- Memahami komplikasi luka bakar
- Mengetahui penatalaksanaan luka bakar
Rangkuman hasil pembelajaran portofolio:
I. Subjektif :
ANAMNESIS (Alloanamnesis dan Autoanamnesis, 01 Juli 2015)
Keluhan Utama:
Luka bakar api pada wajah, leher, lengan kanan dan kedua tungkai.
Riwayat Perjalanan Penyakit:
1 jam sebelum masuk rumah sakit penderita mengaku terkena api saat sedang
menghidupkan lampu minyak tamah. Api tersebut mengenai daerah wajah, leher, lengan
kanan serta tungkai kanan dan kiri. Sesak nafas (-), mual muntah(-), pasien tidak terlihat
sukar bicara. Pasien lalu dibawa ke RS.
Riwayat terperangkap dalam ruangan saat terkena api disangkal
Riwayat penyakit lainnya disangkal
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat kencing manis (-), riwayat trauma pada mata (-)

II. Objektif :
2

Status Generalis
1. Keadaan Umum

: tampak sakit sedang

2. Kesadaran

: compos mentis

3. Nadi

: 85 x/mnt

4. Tekanan Darah

: 110/70 mmHg

5. Temperatur

: 36,70C

6. Pernafasan

: 20 x/mnt

7. Kepala

: Konjungtiva pucat (-), sklera ikterik (-), pupil isokor diameter 3 mm,
Refleks cahaya (+/+). Alis terbakar (+/+) jelaga pada wajah (-/-), sputum
(-/-), rambut hidung (-/-)
Lihat status lokalis

8. Leher

: Pembesaran kelenjar getah bening tidak ada, pembesaran kelenjar tiroid


tidak ada.
Lihat status lokalis

9. Thorax

: Bentuk thoraks normal simetris kanan dan kiri, sela iga tidak melebar,
ginekomastia tidak ada, tidak ditemukan venectasis dan spider nevi.

Paru-paru
Inspeksi

: Statis, dinamis simetris

Palpasi

: Stem fremitus kanan = kiri

Perkusi

: Sonor di kedua lapangan paru

Auskultasi

: Vesikuler (+) normal, ronkhi (-), wheezing (-)

Jantung
Inspeksi

: Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi

: Ictus cordis teraba

Perkusi

: Batas atas jantung ICS II, kanan linea sternalis dextra, kiri LMC sinistra

Auskultasi

: HR: 88x/m, reguler, murmur (-) gallop (-).

10. Abdomen

: Datar, lemas, NT (-), Hepar dan lien tidak teraba, timpani, bising Usus
3

(+) Normal
11. Ekstremitas

: Lihat status lokalis

Status Lokalis
Presentase Luka bakar api :

Wajah
: 5 % grade II

Leher
: 1 % grade II

Lengan kanan
: 4 % grade II

Tungkai kanan
: 8 % grade II

Tungkai kiri
: 6 % grade II

-------------------------------------------------Jumlah
: 24 %
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hematologi :

hemoglobin
leukosit
trombosit
hitung jenis

: 15,5
(n : 14-18 g/dl)
: 18.400
(n: 5000-10000)
: 314.000
(n:200.000-500.000)
: 0/0/1/68/21/10

Kimia Klinik :

BSS

Ureum

creatinin

Na

KL
III.Assessment :

: 147 mg/dl
: 25 mg/dl
: 0,6 mg/dl
: 138 mmol/L
: 4,3 mmol
: 124 mmol

(n: 15-39)
(n: 0,9-1,3)
(n: 135-155mmol/L)
(n: 3,5-5,5)

LUKA BAKAR
DEFINISI
Luka bakar merupakan luka yang dapat disebabkan berbagai penyebab seperti panas (api, cairan
panas, arus listrik, radiasi) bahan kimia, dan penyebab lain dengan akibat serangan yang
mengenai kulit, mukosa dan jaringan lebih dalam.
ETIOLOGI
4

Berdasarkan penyebab luka bakar, luka bakar dibedakan atas beberapa jenis penyebab, antara
lain :

luka bakar karena api

luka bakar karena air panas

luka bakar karena bahan kimia

luka bakar karena listrik, petir dan raadiasi

luka bakar karena sengatan sinar matahari


luka bakar karena ledakan bom.
PATOFISIOLOGI

PD yg terpajan suhu tinggi rusak & permeabilitas sel darah rusak anemia

Permeabilitas edema bula yang mengandung banyak elektrolit volume cairan


intravaskuler

Kerusakan kulit akibat luka bakar cairan akibat penguapan yang berlebihan,
masuknya cairan ke bula yang terbentuk pada luka bakar derajat II, dan pengeluaran
cairan dari keropeng luka bakar derajat III.

DIAGNOSIS
Diagnosis luka bakar ditegakkan berdasarkan:
1. Luas
2. Kedalaman
3. Penyebab
4. Lokasi
Rumus 9 atau rule of nine untuk orang dewasa

Kepala dan leher

Lengan

Badan depan

18 %

Badan belakang

18 %

Tungkai

36 %

Genitalia / perineum

Total

9%
18 %

1%
100 %
5

KEDALAMAN LUKA BAKAR

KOMPLIKASI
1. Syok karena kehilangan cairan.

2. Sepsis / toksis.
3. Gagal Ginjal Akut

PENATALAKSANAAN
Resusitasi Cairan
Formula Evans

Hari 1 :
Berat badan(kg) x % luka bakar x 1cc(elektrolit/Nacl)
Berat badan(kg) x % luka bakar x 1cc koloid
Dekstrose(D5W)10% 2000cc

Hari 2 :
Berat badan(kg) x % luka bakar x 1/2cc(elektrolit/Nacl)
Berat badan(kg) x % luka bakar x 1/2cc koloid
Dekstrose(D5W)10% 2000cc
monitor urine; -1cc per jam

Cara Baxter
Luas luka bakar (%) x BB (kg) x 4 mL
1. volume cairan diberikan 8 jam pertama
2. volume sisa diberikan 16 jam berikutnya.
Nutrisi
Untuk menghitung kebutuhan kalori pada pasien luka bakar dapat digunakan rumus sebagai
berikut :
Rumus Curreri :
(25kkal x BB) + (40kkal x % luka bakar)

Kebutuhan karbohidrat (50 60%)


Kebutuhan lemak (25 30%)
Kebutuhan protein (10 15%)

IV. Plan :
Diagnosis : Luka bakar api 24% grade II
Pengobatan :

O2 nasal 3L / mnt
IVFD RL gtt LX /menit (II line) dalam 8 jam pertama, dilanjutkan dengan
IVFD RL gtt L/mnt dalam 16 jam selanjutnya
Inj. Cefriaxone 2 x 1 gr
Inj. Ketorolac 2 x 1 amp
Inj. Ranitidin 2 x 1 amp
Salep Mebo
Inj. ATS 1500 IU
Pemasangan kateter uretra monitor urine output 60cc/jam

Perhitungan rumus Baxter


= 4 ml x % luka bakar x BB
= 4 ml x 24 x 60
= 5760 cc
8 jam pertama = 2880 cc, 16 jam selanjutnya = 2880 cc
Kebutuhan cairan maintenance :
= basal requirement + Evaporative Losses
= {(1500 x BSA) + ([25 + %TBSA burn] x BSA)}
= (1500 x 1,78) + [(25 + 26) x 1,78]
= 2767 = 2800 cc/24 jam
Kebutuhan kalori
Rumus Curreri :
(25kkal x BB) + (40kkal x % luka bakar)
= (25 x 60) + (40 x 24)
= 1500 + 960
= 2460 kkal

Pro debridement
Prognosis:
Quo ad vitam
Quo ad fungsional

: bonam
: bonam