Anda di halaman 1dari 9

PEMBUATAN PETA SITUASI POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN

DISUSUN OLEH :
NAMA : MURSYIDAH
NIM : G03150022
PRODI : TEKNIK GEODESI

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PERGURUAN TINGGI


POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
PRODI TEKNIK GEODESI
TAHUN AJARAN 2015/2016

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebuah peta adalah representasi grafis atau model skala konsep spasial. Ini adalah
cara untuk menyampaikan informasi geografis. Peta adalah media universal untuk
komunikasi, mudah dimengerti dan dihargai oleh kebanyakan orang, tanpa memandang
bahasa atau budaya. Incorporated di peta adalah pemahaman bahwa itu adalah snapshot
dari sebuah ide, gambar tunggal, pilihan konsep dari terus berubah database informasi
geografis (Merriam 1996).Peta Lama memberikan banyak informasi tentang apa yang dikenal
di masa lalu, serta budaya dan filosofi dasar peta, yang sering jauh berbeda dari kartografi
modern.
peta situasi adalah pemetaan suatu daerah atau wilayah ukur yang mencakup dalam
tiga dimensi koordirnat horizontal dan koodirnat vertikal secara bersama-sama dalam suatu
gambar peta. Prinsipnya dengan menentukan objek-objek penting berdasarkan unsur sudut
dan jarak dalam jumlah yang cukup, sehingga dapat mewakili atau menggambarkan daerah
tersebut dan seisinya secar jelas mungkin dengan skala tertentu.()
peta berfungsi untuk menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat dipermukaan bumi,
memperlihatkan

ukuran

(luas,jarak)dan

arah

menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi

suatu

tempat

dipermukaan

bumi

(benua, negara, gunung, sungai dan

bentuk-bentuk lainnya), membantu peneliti sebelum melakukan survey untuk mengetahui


kondisi daerah yang akan diteliti, menyajikan data tentang potensi suatu wilayah, alat analisis
untuk mendapatkan suatu kesimpulan, alat untuk mempelajari hubungan timbal balik antara
fonemana geografi di permukaan bumi.
Peta merupakan gambaran wilayah geografis, biasanya bagian permukaan bumi baik
laut maupun darat. Secara umum, peta adaalah penggambaran dua dimensi (pada bidang
datar) keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi yang

diproyeksikan

dengan

perbandingan /skala tertentu dan dilengkapi dengan simbol-simbol.Fungsi peta secara umum
dikelompokan menjadi empat bagian utama yaitu memperlihatkan posisi (Baik horisontal
maupun posisi vertikal dari suatu objek dipermukaan bumi), memperlihatkan ukuran, bentuk
serta menghimpun dan menseleksi objek-objek tersebut.

B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut
1. Bagaimana menggambarkan berbagai kenampakan kedalam symbol (titik, garis, area)?
2. Bagaimana melatih ketelititan dalam menggambar peta secara manual?
3. Bagaimana cara kita mengindentifikasikan kelengkapan peta?
C. Tujuan
1 .mampu menggambarkan berbagai kenampakan kedalam symbol (titik, garis, area)
2. Mampu melatih ketelitian dalam menggambar peta secara manual
3. Mampu mengidentifikasi kelengkapan peta
D. Kegunaan / Manfaat
Mahasiswa dalam mengikuti praktikum kartografi terdapat manfaat yang di peroleh, namun
secara umum manfaat yang kami peroleh setelah mengikuti praktikum kartografi adalah
sebagai berikut.
1. Kami dapat meningkatkan pengetahuan kami dalam hal kartografi.
2. Kami dapat menambah pengetahuan serta melatih keterampilan kami dalam menggambar
berbagai kenampakan atau fenomena atau simbol (dapat berupa simbol titik, garis, area)
yang terdapat dalam suatu peta.
3. Kami dapat mengukur dan melatih ketelitan kami dalam hal penggambaran.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN KARTOGRAFI
Kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta-peta

(International Cartographic Association, 1973). Sedang teknik pembuatan peta


terutama adalah berkaitan dengan pengumpulan, manipulasi/koreksi dan mendesain
output peta (Robinson in Fisher dan Linberg, 1989). Memperhatikan hal tersebut,
batasan mengenai kartografi (Cartography) adalah ilmu yang mempelajari pembuatan
peta dengan segala aspek yang berkaitan dengan peta, termasuk teknik penggunaan
peta, sejarah pembuatan peta, koleksi, pembuatan katalog dan perawatan peta.
B. PENGERTIAN PETA
Peta adalah suatu representasi/gambaran unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan
abstrak objek-objek yang dipilih dari permukaan bumi, atau yang ada kaitannya
dengan permukaan bumi, dan umumnya digambarkan pada suatu bidang datar yang
diperkecil/diskalakan (International Carto-graphic Association, 1973). Dari definisi
di atas terdapat tiga hal penting yang harus dipahami, yaitu:
1. Adanya penggambaran objek yang terdapat dimuka bumi (melalui
simbolisasi).
2. Adanya proyeksi dari permukaan bumi yang berbentuk tidak datar kedalam
bidang datar
3. objek-objek yang digambarkan diperkecil (dengan skala)
Untuk memudahkan membaca dan memahami peta,maka aneka ragam informasi
peta pada skala tertentu disajikan dengan cara-cara berikut :
a) Simbol-simbol dan warna dalam peta
Peta digambarkan dalam bentuk simbol-simbol yang umumnya sudah baku, seperti
sungai digambarkan dengan garis dua berisi warna biru, anak sungai dengan garis
berwarna biru, jalan dengan garis merah, ketinggian dengan titik, gunung dengan
tanda, dan lain sebainya.Untuk membedakan dan merincikan lebih jauh dari simbol
suatu objek, misalnya laut yang lebih dalam diberi warna lebih gelap, berbagai kelas
jalan diberi warna yang berbeda, dan sungai berwarna biru. Daftar kumpulan simbol
dalam suatu peta disebut legenda peta.
b) Simbol-Simbol Peta
Bentuk dan Kenampakan Geografi
Berdasarkan bentuk atau kenampakan geografi yang diwakilinya, simbol peta
diklasifikasi-kan sebagai berikut :
(1) Simbol titik
Kenampakan-kenampakan geografi yang tidak memiliki dimensi (0 D) seperti titik
ketinggian, lokasi kota, pelabuhan, mercusuar, lokasi tambang, hot spot, dan lain
lain,dinyatakan dengan simbol titik.
(2) Simbol garis

Kenampakan-kenampakan geografis yang berdimensi satu (1D) seperti jalan, jalan


kereta api, jalur penerbangan, sungai, arah angin, dan lain-lain, dinyatakan dengan
simbol garis.
(3) Simbol area
Kenampakan-kenampakan geografis yang berdimensi dua (2D) seperti areal
HPH,perkebunan, wilayah administrasi, dll, dinyatakan dengan simbol area.
c) skala peta
Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak
horisontal kedua titik tersebut di permukaan bumi (dengan satuan ukuran yang
sama).Peta tanpa skala akan kurang berarti atau bahkan tidak berguna. Skala peta
menunjukan ketelitian dan kelengkapan informasi yang tersaji dalam peta. Peta skala
besar (angka penyebutnya kecil) lebih teliti dan lengkap dibandingkan peta skala
kecil (angka penyebut besar).Skala besar Peta dikatakan skala besar jika bilangan
skalanya kurang dari atau sama dengan 10000 atau skala 1 : 10000.Skala sedang
Peta dikatakan skala sedang jika bilangan skalanya lebih dari 10000 sampai
dengankurang dari atau sama dengan 100000 atau skalanya antara 1 : 10000 >
skalasedang 1 : 100000.
Skala Kecil Peta dikatakan skala kecil jika bilangan skalanya lebih besar dari
100000 atauskalanya < 1 : 100000.
d. Jenis-jenis Peta
1) Menurut jenisnya peta dapat dibedakan menjadi :
-

Peta planimetrik; menyajikan gambar seperti sungai dan tipe habitat tetapi
tidak memperlihatkan relief areal.

Peta Topografi; menyajikan dataran dan bentuk lahan dalam bentuk yang
terukur. Peta ini yang paling umum digunakan dalam survey lapangan.

Photomap; reproduksi dari foto udara atau foto mosaic. Biasanya digunakan
untuk melihat suatu areal terbatas secara detail

Foto Satelit; Menyajikan areal yang sangat luas untuk evaluasi sumberdaya
secara regional. Peta ini berguna untuk meng-evaluasi tipe-tipe habitat, pola
penggunaan lahan, monitoring gangguan terhadap habitat.

e. Menurut isinya, peta dapat dapat dibedakan menjadi :


- Peta hidrografi: memuat informasi tentang kedalaman dan keadaan dasar laut
serta informasi lainnya yang diperlukan untuk navigasi pelayaran.
- Peta geologi: memuat informasi tentang keadaan geologis suatu daerah, bahanbahan pembentuk tanah dll. Peta geologi umumnya juga menyajikan unsur peta
topografi.
- Peta kadaster: memuat informasi tentang kepemilikan tanah beserta
batasbatasnya, dll.
- Peta irigasi: memuat informasi tentang jaringan irigasi pada suatu wilayah.
f. Manfaat peta
Bagi para surveyor dan peneliti peta sangat berguna sebagai :
-

Alat bantu untuk mengetahui gambaran kawasan yang akan disurvei atau diteliti
Membantu menentukan lokasi-lokasi yang mungkin akan ditempatkan petak

percobaan,lokasi penelitian, rute jalan, base camp dan lain-lain.


Membantu untuk menuju lokasi/letak tempat-tempat (petak contoh, lokasi

penelitian dll) yang akan dituju.


Sebagai alat untuk memasukan data yang dijumpai di lapangan. Untuk data-data
yang terkait dengan keruangan, seperti lokasi temuan spesies, lokasi kawasan
yang terganggu

BAB III
METOLOGI
A. Tempat
Tempat Pembuatan Peta Situasi ini bertempat di Politeknik Negeri Banjarmasin yang
beralamat di Jalan Brigjen H. Hasan Basry Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin,
Kalimantan Selatan. Dengan titik koordinat 31744S 1143456E.
B. Alat bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktek pembuatan peta situasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Politeknik Negeri Banjarmasin adalah sebagai berikut :


Buku Gambar A3
Pensil 2B
Penghapus
Penggaris Siku Ukuran 10
Penggaris biasa
Spidol Warna

C. Diagram Alir Langkah Kerja

Menyiapkan Alat-alat
yang akan dipergunakan
PETA SITUASI
POLIBAN

Membuat Garis
Tepi di Buku
Gambar A3

Membuat kotakkotak dengan


ukuran 1 cm

Setelah itu mulai


menggambar

Membuat Kotak
Legenda

BAB IV
HASIL PRAKTIKUM
A. Hasil Praktikum :
1. Tabel indentifikasi kelengkapan peta
a. Akademik
b. Bengkel Teknik Sipil
c. Ruang Teori Lama
d. Perpustakaan
e. Bengkel Listrik
f. Bengkel Teknik Sipil dan R. Teori
g. Bengkel Elektronik
h. Kantin
i. Bengkel Teori Mesin
j. Ruang Teori Bengkel Suzuki
k. Akutansi
l. Ruang Teori
m. Ruang Serbaguna
n. Genset
o. Lab Bahasa
p. Jurusan Rekayasa Sipil
q. Parkir
r. Kopma
s. Rumah Dosen
B. Peta situasi Poliban

BAB V
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum kartografi dasar ini dapat disimpulkan :
Kita dapat membuat peta dengan baik dan benar sesuai prosedur-prosedur yang ada.
Dibutuhkan ketelitian kehati-hatian dan kecermatan dalam menyalin peta.
Kenampakan-kenampakan pada peta harus di gambar dengan rapi dan detail.
Penggunaan drawing pen sesuai dengan tingkat ketelitian dan kedetailan objek yang
akan di gambar.
Komponen-komponen peta di tempatkan pada tempat yang sudah di tentukan.
Dalam pembuatan peta,harus mengahasilkan peta yang menarik, jelas dan mudah di
pahami oleh yang membacanya.
Peta dibuat menarik dengan memperhatikan unsurunsur seni dan estetikanya.
Menyalin peta melatih ketelitian dan kerapian penggambaran

DAFTAR PUSTAKA
Annonimous, 2001. Nature Conservation Information Center - Information System,
Volume
VI. JICA Biodiversity Conservation Project, Bogor.
------------------, 2001. Users Manual ASUS TUA266 JumperFree TM 133MHZ FSB
DDR/SDR SDRAM AGP Pro/4X Socket 370 Motherboard. Juli 2001. ASUSTek
Computer Inc.