Anda di halaman 1dari 28

Investigasi Pengadaan

Barang Dan Jasa

Kelompok 2
1.Arif Setiawan Kasri
2.Gilang Andika
3.Yoseph Caesario

Pendahuluan.
Bab ini membahas praktik akuntansi forensik pada
negara-negara Aglo Saxon.
Di negara-negara Aglo
Amerika

Serikat

dan

Saxon ( Ingris, Irlandia,


Australia)

praktik

akuntasi

forensik lebih menonjol di sektor swasta, baik di dalam


pengadilan maupun di luar pengadilan.

Gambaran
Gambaran Umum
Umum Praktik
Praktik Akuntansi
Akuntansi Forensik
Forensik di
di Sektor
Sektor Swasta
Swasta

Istilah

dalam

perbendaharaan

akuntansi

fraud

auditing, forensic accounting, investigation accounting,


litigation support (paling luas), dan valuation analysis.
Fraud auditing berurusan dengan pendekatan dan

metodologi yang secara proaktif untuk meneliti fraud,


sedangkan akuntan forensik baru dipanggil setelah
bukti

terkumpul

permukaan.

atau

ketika

kecurigaan

naik

ke

Jasa-jasa
Jasa-jasa Forensik
Forensik Pada
Pada The
The Big
Big Four.
Four. (Deloitte)
(Deloitte)

Fraud and Financilal Investigation.


Analytical forensic technology.
Fraud Risk Management.
FCPA Review and Investigations.
Anti Money Laundering Services.
Whistleblower Hotline.
Litigation Support.
Intelectual Property Protection.
Client Training.
Business Intelegence Services.

Analytical And Forensic Technology (Aft).


AFT membantu klien dalam mengatasi masalah teknologi dalam
investigasi dan lingkungan litigasi yang rumit.
Computer forensic : memunculkan data dari media penyimpanan

elektronik tidak dapat diakses orang awam.


Data analytics : mengelompokkan, meguji dan menganalisis data

dengan

secara

proaktif

menemukan

anomali

untuk

menjawab

proses

merekam,

pertanyaan strategis.

E-

Discovery

membantu

klien

dalam

mengumpulkan, mengembalikan memanipulasi, mencari dokumen


elektronik sebagai bagian dari sistem pengungkapan litigasi kriminal
dan non-kriminal.

Fraud Risk Management.


Tujuan

utamanya

meningkatkan
mengenali

adalah

kemampuan

resiko

fraud

untuk
risk

dan

menambah
intelegence

korupsi

yang

dan
dalam

dihadapi

organisasi, untuk menerapkan pengendalian yang sesuai


untuk mengelola resiko tersebut.

FCPA Review and Inveatigation.


Serupa dengan FOSA dan COSA namun berorientasi pada
pelanggaran terhadap FCPA. FCPA Dijelaskan dalam BAB 27.

Anti Money Laundering Services.


Serupa dengan FOSA dan COSA namun berorientasi pada
pelanggaran terhadap FCPA. FCPA Dijelaskan dalam BAB
15 dan 25.
Business Intelegence Services.
Merupakan pemeriksaan latar belakang seseorang atau
entitas oleh pihak yang akan melakukan akuisisi, merger
atau menanamkan uangnya pada persuahaan lain, juga
berguna dalam merekrut orang yang untuk jabatan yang
memerlukan kejujuran dan integritas.

Asset Recovery.
Adalah

upaya

pemulihan

kerugian

dengan

cara

menemukan dan menguasai kembali aset yang dijarah,


misal dalam kasus korupsi, penggelapan dan pencucian
uang.
Di Indonesia terdapat pusat pemulihan aset (PPA), yaitu

satuan kerja dalam organisasi Kejaksaan RI yang


memiliki

tugas

pokok

dan

fungsimemberikan

pelayanan pemulihan aset kejahatan dan aset lainnya.

Whistleblower Hotline.

Expert Witness.
Secara teknis akuntansi forensic berarti menyiapkan seseorang akuntan
menjadi saksi ahli dalam litigasi, sebagai bagian dari tim penuntut
umum atau pembela dalam perkara yang berkenaan dengan fraud.

Berkenaan dengan kompetensi saksi ahli, di Amerika Serikat saksi


ahli yang memenuhi kualifikasi karena memiliki pengetahuan,
ketrampilan, pengalaman, pelatihan atau pendidikan ilmiah
diperkenankan memberikan keterangan atau pendapat jika :
1. Keterangan atau pendapatnya didasakan atas fakta atau data

yang cukup.
2. Keterangannya atau pendapatnya merupakan hasil dari prinsip

dan metode yang andal.


3. Saksi ahli sudah menerapkan prinsip dan metode dengan benar

pada fakta dalam kasus yang dihadapi.

Expert Witness (1)


Berkaitan dengan pengujian prinsip dan metode terdapat dua jenis tes, yaitu :
1. Dauber test, dimana metode dan prinsip dapat diterima jika :
a. Teknk atau teori sudah diuji secara ilmiah.
b. Teknik dan teori sudah dipublikasikan dalam majalah ilmiah dimana
sesame rekan dapat menelaahnya.tingkat kesalahan dalam menerapkan
teknik tersebut dapat ditaksir dengan memaadai atau diketahui.
c. Teknik atau teori sudah diterima dalam masyarakat atau asosiasi ilmu
terkait.
2. Frye test : keterangan saksi ahli didasarkan pada prinsip atau metode yang
sudah diterima oleh masyarakat atau asosiasi ilmuan terkait.

Akuntansi Forensik di Sektor Pemerintah.


Praktik akuntansi forensic di pemerintahan serupa dengan apa
yang digambarkan pada praktik di swasta. Perbedaannya,
tahap-tahap

dalam

seluruh

rangkaian

akuntansi

forensic

terbagi-bagi di antara berbagai lembaga. Ada lembaga yang


melakukan pemeriksaan keuangan negara, Ada beberapa
lembaga yang merupakan bagian dari pengawasan internal
pemerintah, ada lembaga peradilan, lembaga yang menunjang
kegiatan memerangi kejahatan pada umumnya dan korupsi
kususnya, dan lembaga lainnya seperti KPK. Selengkapnya
pada bab 5.

Sektor Publik vs Sektor Swasta.


Dimensi
Landasarn
penugasan.
Imbalan
Hukum

Sektor Publik
amanat undang-undang.

Sektor Swasta.

penugasan tertulis secara


spesifik.
lazim tanpa imbalan
fee dan biaya
pidana umum dan khusus, perdata,
arbitrase,
hukum administrasi negara.
administrasi atau intern
perusahaan
Ukuran keberhasilan
memenagkan perkara pidana memulihkan kerugian.
dan memulihkan kerugian.
Pembuktian
dapat melibatkan instansi lain bukti intern dan bukti
di
luar
lembaga
yang ekstern
yang
lebih
bersangkutan
terbatas.
Teknik
audit sangat bervariatif karena
relatif
lebih
sedikit
investigative
kewenangan yang relatif
dibanding
di
sektor
besar
publik. Kreatifitas dan
pendekatan
sangat
menentukan.
Akuntansi
tekanan
pada
kerugian Penilaian bisnis.
negara
dan
kerugian
keuangan negara.

Persoalan
Sistem
Pengadaan
barang/jasa
secara
konvensional tidak lagi mampu menjawab
kebutuhan
akan
efisiensi,
efektifitas,
transparansi, akuntabilitas dan persaingan
usaha yang sehat.
Sehingga
memunculkan
berbagai
penyimpangan dalam berbagai bentuk,
Konflik
kepentingan,
suap,
pengaturan
spesifikasi tender (persekongkolan), konflik
antar pengusaha favoritisme pemenang
kontrak, Penunjukan langsung, penurunan
kualitas barang maupun penggelembungan
harga barang, dll.

Korupsi Pengadaan Sebagai


bagian dari Korupsi Politik
Korupsi Politik adalah penyelewengan kekuasaan
yang dilakukan oleh politisi untuk keuntungan
pribadi dengan tujuan melanggengkan kekuasaan
atau peningkatan kesejahteraan
Politisi secara alamiah berusaha untuk
mempertahankan dan memperbesar kekuasaan dan
otoritasnya.
Kekuasaan dan otoritas politik digunakan untuk
memberikan peluang dan meningkatkan posisi
bisnis, sementara keuntungan yang diperoleh dari
bisnis tersebut dipergunakan untuk memperluas
pengaruh dalam politik. Hubungan erat antara
politik dan bisnis ini menghasilkan kelompok yang
disebut politico-business.

Korupsi Birokrasi dalam


Pengadaan
Korupsi Birokrasi adalah tindakan untuk
mendapatkan keuntungan
pribadi/kelompok/kroni yang dilakukan oleh
birokrasi berkaitan dengan pelaksanaan fungsi
birokrasi.
Korupsi Birokrasi terkait erat dan tidak bisa
dipisahkan dengan korupsi politik. (birokrasi
mudah dipengaruhi oleh politisi).

Korupsi di Sektor Pengadaan


Mantan
Menteri
BUMN
Soegiharto
pernah
memperkirakan jika 80% korupsi dan berbagai
penyelewengan di BUMN terkait pengadaan
barang dan jasa
Pada periode 2004-2010, 44 persen kasus korupsi
yang ditangani KPK merupakan kasus pengadaan
barang dan jasa.
Berdasarkan pemantauan terhadap penanganan
kasus korupsi oleh APH selama tahun 2013,
terpantau 560 kasus korupsi dengan jumlah
tersangka 1271 orang dan potensi kerugian
negara sebesar 7,3 Triliun rupiah.
Dari 560 kasus, sekitar 40,7% (228 kasus)
merupakan kasus yang terkait dengan pengadaan
barang dan jasa. Sedangkan dari 1271 tersangka,

Korupsi di Sektor Pengadaan Barang dan


Jasa
Periode/ketera
Semester 1
ngan

Semester 2

Jumlah kasus

293 kasus

267 kasus

Jumlah
tersangka

676 tersangka 594 tersangka

Kasus PBJ

114 kasus
(38,22%)

114 kasus
(42,7%%)

314 orang
Tersangka PBJ
(46,38%)

291 orang
(48,9%)

Mengapa Kerangka Akuntabilitas Untuk


Pengadaan Gagal

Menurut Tuanakotta (2010), kerangka


Akuntabilitas untuk pengadaan publik di
Indonesia cacat dalam beberapa hal, yaitu :
Kerangka Hukum Cacat
Pemerintah Tidak Terorganisir Untuk Menangani
Pengadaan
Insentif-Insentif Terdistorsi
Pengadaan Dilakukan Dibalik Pintu Tertutup
Pengauditan Lemah

Perubahan dari

2015

Perpres No.

Perpres
54/2010

POKOK-POKOK PERUBAHAN

1. Pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP).


2. Pelaksanaan pengadaan mendahului RUP.
3. Perubahan Pengaturan E-Procurement
4. Perubahan pengaturan E-Tendering.
5. Perubahan pengaturan E-Purchasing.
6. Perubahan
lain
untuk
pelaksanaan pengadaan.

mendukung

percepatan

SPPBJ dan Penandatanganan Kontrak

Verifikasi IKaP

*Waktu proses: minimal 12 hari


*Waktu proses: minimal 3 hari

SPPBJ dan Penandatanganan Kontrak


Sanggahan Banding
Sanggahan
Pengumuman Pemenang
5

Penetapan Pemenang
Penilaian dan Pembuktian Kualifikasi

Pengumuman Pemenang

Evaluasi Harga Otomatis Oleh Sistem

Upload Penawaran Harga

Undangan

Evaluasi Harga
Evaluasi Teknis
Evaluasi Administrasi

Upload Dokumen Penawaran


Pemberian Penjelasan

Pendaftaran dan Download Dokumen


Pengadaan
Pengumuman

E-Tendering Cepat dengan SIKaP

1
3
1
2
1
1
1
0
9
8
7
6
5
4
3
2
1

E-Tendering

Perbandingan Proses E-Tendering

Penyuplai mengimingimingi pejabat untuk


memenangkan tender

Tahap
Pratender

Tahap permintaan
mengajukan
penawaran

Tahap
penyampaian

Tahap
Pratender

Pegawai
tetapkan
kebutuhan
akan barang
atau jasa
secara
curang
Permohon
an
pembelian
palsu
Order
pembeli
an palsu
LainLain

Spek
Palsu

Bagi-bagi
tender
diantara
peserta
Spek diatur
untuk
menangkan
peserta
tender

Prosedur
prakualifik
asi palsu

Persyaratan
palsu yang
diarahkan
kesuatu
sumber
pengadaan
diarahkan

Spek
sengaja
dibuat
tidak jelas
Lain-lain

Tahap
Permintaan
Mengajukan
Penawaran
Pegawai
tetapkan
kebutuhan
akan barang
atau jasa
secara
curang
Penawaran
yang
sengaja
mengalah

Spek
Palsu

Spek diatur
untuk
menangkan
peserta
tender

Lain-lain

Tahap
Penyampain

Penyuplai
dibolehkan
akses data
komputer

Pegawai
sampaikan
informasi
rahasia

Penyupla
i
dibolehk
an ubah
dokumen

Spek diatur
untuk
menangkan
peserta
tender

Pegawai
dibolehkan
penyampaian
penawaran
terlambat

Pemenan
g
ditentuk
an

Perusaha
an bayar
kontrak

Uang
ditempatk
an
dibankny
a
kontrakto
r
Kontrakt
or bayar
uang
suap

Lain-Lain

Thank You !
Bersama Memberantas Korupsi

LOGO