Anda di halaman 1dari 17

Bab 1

Pendahuluan
1.1.

Absorber
Absorber adalah alat yang digunakan untuk proses absorbsi, yaitu proses penyerapan
fluida gas oleh seluruh bagian zat cair sebagai absorben. Proses Absorbsi digunakan
untuk memisahkan suatu komponen gas dari campuran gas dengan menggunakan zat cair
sebagai penyerap/absorben.

1.2.

Pengertian Absorbsi
Adsorpsi adalah suatu proses penyerapan suatu fasa tertentu (gas,cair) pada permukaan
adsorben yang berupa padatan. Adsorpsi ada dua macam, yaitu:
1. Adsorpsi Fisika, terjadi karena gaya Van der Walls dimana ketika gaya tarik molekul
antara larutan dan permukaan media lebih besar daripada gaya tarik substansi terlarut dan
larutan, maka substansi terlarut akan diadsorpsi oleh permukaan media. Contohnya adalah
adsorpsi oleh karbon aktif.
2. Adsorpsi Kimia, terjadi ketika terbentuknya ikatan kimia antara substansi terlarut
dalam larutan dengan molekul dalam media. Contohnya adalah ion exchange.
Proses adsorpsi pada pengendalian pencemaran udara digunakan untuk pemurnian udara
dan solvent recovery. Proses pemurnian udara dilakukan pada suatu kondisi dimana
kontaminan ada dalam jumlah yang kecil (< 1 ppm) tetapi sangat berbau atau beracun.
Sistem yang digunakan untuk pemurnian udara adalah small thin bed adsorbers.
Sedangkan solvent recovery, yang biasanya digunakan untuk menyisihkan kadar organik
yang lebih besar dari 1000 ppm, membutuhkan sistem yang lebih besar. Tingkat
penyisihan dalam solvent recovery menentukan besarnya sistem adsorpsi yang
diperlukan.

1.3.

Absorben
Absorben adalah cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan diabsorpsi
pada permukaannya,baik secara fisik atau dengan reaksi kimia. Absorben (juga disebut
cairan pencuci) harus memenuhi persyaratan yang sangat beragam. Misalnya bahan itu
harus :

Memiliki daya melarutkan bahan yang akan diabsorpsi yang sebesar mungkin

(kebutuhan akan cairan lebih sedikit,volume alat lebih kecil)


Sedapat mungkin sangat reaktif
Memiliki tekanan uap yang tinggi
Mempunyai viskositas yang rendah

Stabil secara termis dan murah

Absorben yang sering digunakan adalah air (untuk gas-gas yang dapat larut, atau
untuk pemisahan partikel debu dan tetesan cairan), natrium hidroksida (untuk gas-gas
yang dapat bereaksi seperti asam) dan asam sulfat (untuk gas-gas yang dapat bereaksi
seperti basa).
1.4.

Alat-alat Absorpsi
Alat absorpsi disebut juga absorber, adalah tempat campuran gas dan absorben
dikontakkan satu sama lain secara intensif, biasanya dalam arah yang berlawanan.
Besarnya absorber (juga kuantitas absorben yang diperlukan) tidak hanya ditentukan oleh
jumlah tahap yang lebih sedikit dari pada absorpsi fisik (alat menjadi lebih kecil) alat ini
dapat dijadikansatu dengan absorber, atau dipasang dalam sistem sirkulasi absorber.
Kadang-kadang satu kali absorpsi tidak cukup untuk memisahkan campuran multi
komponen dalam hal ini dua atau lebihabsorber harus dipasang secara seri. Selain itu
absorber sring kali digunakan untuk melakukan presipitasi bahan-bahan padat atau debu
dalam kuantitas kecil yang ikut terbawa dalamcampuran gas. Absorber dan stripper
adalah alat yang digunakan untuk memisahkan satu komponen atau lebihdari
campurannya menggunakan prinsip perbedaan kelarutan. Solut adalah komponen
yangdipisahkan dari campurannya sedangkan pelarut (solvent; sebagai separating agent)
adalahcairan atau gasyang melarutkan solut. Karena perbedaan kelarutan inilah, transfer
massa solut dari fase satu ke fase yang lain dapat terjadi.
Alat-alat absorpsi yang terpenting adalah alat pencuci, seperti :
1. Menara Pencuci Dan Menara Linang

Menara pencuci ini terdiri dari sebuah bejana kosong yang berbentuk silinder. Air
disemprotkan ke dalamnya dengan alat penyembur. Dalam bentuknya yang

disempurnakan, menara diisi dengan benda-benda jejal atau packing. Benda-benda ini
diperciki air dari atas. Sedangkan gas yang membawa debu mengalir dari bawah.

2. Pencuci Pusaran

Pada pencuci pusaran gas yang mengandung debu mula-mula menumbuk permukaan
air sehingga terjadi pemisahan awal. Kemudian oleh pelat-pelat penyalur, gas
dibelokkan masuk kedalam air pencuci. Di dalam air pencuci terdapat perkakas
pemusar air. Pencuci pusaran terutama sesuai untuk memisahkan debu-debu
berukuran menengah dan kasar seperti debu, yang terdapat pada instalasi
penggilingan, pencampuran dan pengeringan.

3. Pencuci Pancaran

Pencuci pancar pada prinsipnya adalah pompa pancar yang besar. Cairan pencuci
disemburkan dalam gas melalui suatu alat yang disemprotkan dengan tekanan. Udara
kotor dihisap dari samping dan bercampur secara intensif dengan cairan pencuci di
dalam pipa pancar. Pencuci pancar sesuai untuk memisahkan debu-debu yang
berukuran cukup halus.
4. Pencuci Rotasi

Cairan pencuci didistribusikan ke dalam suatu ruangan oleh sebuah cakran atau sikat
yang berputar (pencuci sikat). Dengan cara ini terbentuk lapisan tetesan air, dan gas
mengandung debu harus melewati lapisan tersebut, sehingga terjadi pemisahan debu

yang intensif. Pencuci rotasi sesuai untuk memisahkan debu-debu yang cukup halus
dan yang kasar.
5. Pencuci Venturi

Udara yang mengandung debu yang masuk ke dalam pencuci


dipertinggi kecepatannya oleh penyempitan pipa venturi. Cairan pencuci dipisahkan
kembali dari aliran gas oleh belokan yang tajam dan oleh tumbukan.
6. Alat Pemisah Loncatan Tekanan

Pada alat pemisah loncatan tekanan,tekanan gas yang akan


dibersihkan dilwatkan pada sejumlah besar cincin yangberbentuk khusus.Diantara
cincin yang satu dengan yang lain terdapat lubang yang menyerupai celah.Pada saat
gas menerobos celah,gas dibelokkan mengikuti lntasan yang berbentuk.

1.5.

Kolom Absorpsi
Kolom Absorpsi adalah suatu kolom atau tabung tempat terjadinya proses
pengabsorbsi(penyerapan/penggumpalan) dari zat yang dilewatkan di kolom/tabung
tersebut. Struktur yangterdapat pada kolom absorber dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

Bagian atas: Spray untuk megubah gas input menjadi fase cair
Bagian tengah: Packed tower untuk memperluas permukaan sentuh sehingga

mudahuntuk diabsorbsi
Bagian bawah: Input gas sebagai tempat masuknya gas ke dalam reaktor.

Keterangan :
( a ) input gas

( c ) pelarut

( e ) disperser

( b ) gas keluaran

( d ) hasil absorbsi

( f ) packed column

1.6.

Stripper
Stripper adalah alat yang digunakan untuk memisahkan satu komponen atau lebih dari
campurannya menggunakan prinsip perbedaan titik didih dari campuran yang akan
dipisahkan. Untuk menentukan suatu produk yang telah ditentukan dan mendapatkan
hasil yang maksimal, maka di dalam kolom stripper dilengkapi dengan beberapa bagian,
yaitu:
1. Tray
Bagian ini berfungsi sebagai alat pengontak antar fraksi ringan dan berat, sehingga
terjadi proses pemisahan. Tray terdiri dari beberapa macam yaitu bubble cup, sive
plate, valve plate dan flexi plate. Setiap jenis-jenis plate memiliki kelebihan serta
kekutangan tertentu, tetapi tray yang paling banyak digunakan ialah bubble cup.
2. Weir
Merupakan salah satu alat yang berupa potongan plate yang berfungsi untuk
mempertahankan tinggi permukaan di bawah down comer, agar ujung bawah down
comer cukup hanya tercelup kedalam cairan, sehingga bertindak sebagai seal atau
perapat untuk uap yang akan naik ke atas.
3. Down Comer
Alat ini berfungsi untuk mengalirkan cairan dari atas yang menuju ke plate yang adah
dibawahnya. Down comer terdiri dati dua macam yaitu down comer yang berbentuk
pipa serta dawn comer yang berbentuk saluran pencurah. Untuk mencegah

mengalirnya uap hidrokarbon keatas melalui sungkup down comer maka down comer
harus memiliki seal yang cukup atau ujung down comer cukup tercelup kedalam
cairan yang berada pada plat dibawahnya.
4. Tab
Merupakan kaki dari cap yang berfungsi untuk menahan valve tray agar tidak terlepas
dari plate.
5. Support Ring
Berfungsi sebagai tempat dudukan plate.
1.7.

Pengertian Stripping
Stripping adalah operasi pemisahan solute dari fase cair ke fase gas, yaitu dengan
mengontakkan cairan yang berisi solute dengan pelarut gas ( stripping agent) yang tidak
larut ke dalam cairan.

Bab 2
Absorber dan Stripper
2.1. Fungsi Absorber
Umumnya digunakan pada penyerapan berupa campuran liquid atau gas. Dan juga
adsorbent yang digunakan berbentuk butiran-butiran halus yang berpori, hal ini
dimaksudkan untuk dapat memperluas biang kontak penyerapan adsorbant oleh
adsorbent.

2.2. Fungsi Stripper


Stripper berfungsi untuk memisahkan CO2 dari larutan K2CO3 (benfield), untuk
selanjutnya CO2 yang dilepaskan akan menjadi produk CO2 yang digunakan sebagai
bahan dasar dalam proses pembuatan pupuk urea. Larutan benfield yang
terkondensasi akan jatuh ke bottom stripper, sedangkan air akan berada di tray tengah
karena memiliki titik didih yang lebih rendah dibandingkan dengan larutan
benfield. Reaksi kimia yang terjadi pada stripper yaitu:
2KHCO3 K2CO3 + CO2 + H2O (CO2 dilepaskan)
Sebelum memasuki stripper, campuran terlebih dahulu di proses pada plant absorber
untuk memisahkan CO2 dari gas sintesis dengan menggunakan bahan penyerap seperti
MDEA, benfield dan selexon, dalam hal ini digunakan larutan benfield. Reaksi kimia
yang terjadi pada absorber yaitu:
K2CO3 + CO2 + H2O 2KHCO3
Sempurna atau tidaknya proses penyerapan CO2 ditentukan oleh konsentrasi dari
larutan benfield. Dalam menjalankan prosesnya, operator di PT.Petrokimia Gresik
harus menjaga nilai larutan benfield berada pada kisaran 25 % 30 %. Jika larutan
benfield terlalu pekat, nilainya melebihi 30 %, maka diindikasikan penyerapan yang
terjadi pada absorber tidak berlangsung secara sempurna. Selain itu juga akan
menyebabkan naiknya ampere pada pompa refluks yang akan mengalirkan larutan
benfield dari bottom stripper kembali ke absorber karena larutan benfield terlalu berat
untuk dialirkan.
Selama ini, operator mengendalikan larutan benfield secara off-line atau tidak
langsung yaitu dengan menjaga temperatur pada bottom stripper dengan mengatur
bukaan valve yang mengalirkan fluida air ke dalamnya.
Jika temperatur pada bottom stripper terlalu tinggi maka para operator akan
menyimpulkan berdasarkan pengalaman mereka bahwa larutan benfield pada bottom
stripper terlalu pekat, maka aksi kontrol yang dilakukan adalah dengan membuka
valve yang mengalirkan fluida air ke dalamnya untuk mengencerkan larutan benfield
tersebut. Keterlambatan dalam melakukan aksi kontrol selalu terjadi, hal ini
dikarenakan tidak adanya analyzer on-line yang bisa mengukur konsentrasi larutan
benfield secara langsung sehingga harus menunggu delapan jam untuk mendapatkan
besarnya konsentrasi larutan benfield hasil analisa dari laboratorium.

Gambar 2. Unit pencampuran stram gas dan liquid


Suatu stripper well atau pemisah antara liquid dan gas well biasanya digunakan
mendekati akhir dari nilai suatu keekonomisan atau kualitas yang berpengaruh pada nilai jual
suatu barang. Sebagai contoh di Amerika Serikat stripper gas dijadikan pertimbangan
kemurnian suatu liquid terhadap material yang ingin dipisahkan dari gas yang diinginkan
untuk diambil sehingga kita dapat mengambil keuntungan dari pemisahan tersebut.
2.3. Jenis-jenis Absorber
Adapun jenis-jenis absorber yaitu :
1. Fixed atau Packed Beds Vertical Adsorber
Adsorber jenis ini merupakan adsorber yang terdiri dari kolom penyerapan yang
berada ditengah tangki adsorber. Dimana adsorbent diletakkan ditengah kolom, lalu
jatuh secara gravitasi. Sedangkan dari batas pula masuk reaktan secara paralell
(reaktan umumnya gas).

Gambar 1. Beds Vertical Adsorber


Dari gambar 1 diatas terlihat bahwa pada bagian bawah terdapat fluida untuk
meneregerasi adsorbent yang digunakan. Hal ini dimaksudkan karena pada adsorber
jenis ini semakin turun kebawah adsorbent akan menjadi jenuh, dimana penambahan
reaktan untuk penyerapan lebih lanjut tidak akan sempurna. Oleh karena itu, untuk
memaksimalkan penyerapan adsorbent, digunakan fluida untuk dapat meneregerasi
adsorbent tersebut. Disebut beds karena terdapat papan untuk meletakkan granular
adsorbent, karena pori-pori adsorbent berbeda-beda, maka untuk dapat terjadi
adsorpsi yang baik, maka reaktan yang masuk harus benar-benar menempati pori yang
sesuai dengan ukuran molekul dari rekatan. Beds granular adsorbents terletak diatas
dan dibawah kolom adsorber, dibawah digunakan untuk membuang adsorbent jika
adsorbent tersebut sudah tidak bisa diregenerasi lagi.

Gambar 2. Flat Screen Support (Atas Kolom Adsorber)

Gambar 3. Conical Type of Support Removal Adsorbent


Adsorber jenis ini umumnya memiliki tinggi sekitar 45 feet dan diameter sekitar 8-10
feet. Namun, kekurangan dari adsorber ini ialah adanya penurunan tekanan yang
cukup tinggi atau pressure drop cukup tinggi. Hal ini tidak boleh terjadi karena dapat
mengakibatkan reaktan dan fluida regenerasi tidak berkontak baik untuk proses
adsorpsi ini.
2. Fixed atau Packed Beds Horizontal Adsorber
Adsorber jenis ini tidak jauh berbeda dengan adsorber yang sebelumnya, hanya saja
posisinya dalam horisontal, sehingga pressure drop dapat diminimumkan, karena
umumnya bekerja pada tekanan atmosfer. Fluida regenerasi yang digunakan ialah

steam. Reaktan berupa campuran uap-gas yang masuk dari ujung sisi kiri dikontakkan
dengan beds adsorbent. Produk keluar pada ujung kanan pada kolom adsorber.

Gambar 4.Beds Horizontal Adsorber


Terlihat bahwa steam masuk pada bagian kiri kolom adsorber, melewati screen dan
adsorbent untuk mengeringkan, lalu keluar bersama dengan gas atau uap yang tidak
terserap atau tidak teradsorpsi. Dibagian atas kolom adsorber terdapat manhole atau
lubang untuk operator adsorber masuk, umumnya operator masuk untuk memeriksa
keadaan adsorber, mengangkat adsorbent karena sudah tidak dapat diregenerasi lagi,
dan sebagainya. Untuk beds adorbent nya digunakan flat screen support. Untuk jenis
adsorber baik vertical adsorber maupun horizontal adsorber karena menggunakan
sistem packed atau fix bed maka panjang dari bed yang berisi adsorbent akan sangat
mempengaruhi proses adsorpsi, diamping itu pula kosentrasi reaktan mula-mula dan
kapasitas dari adsorbent untuk menyerap adsorbant juga berpengaruh. Hubungan halhal tersebut diatas dapat digambarkan sebagai berikut ;

3. Rotary Bed Adsorber


Beranjak dari kekurangan pada kolom adsorber dimana adsorbent bergerak secara
searah dengan reaktan, yang akan mengakibatkan kesulitan dalam mengontrol
kecepatan aliran dari jatuhnya adsorbent walaupun terdapat screen support adsorbent
dan juga kecepatan masuk reaktan. Karena dua hal tersebut akan sangat
mempengaruhi proses adsorpsi yang akan terjadi. Rotary bed adsorber merupakan

solusinya, dimana kolom adsorber yang berbentuk bola akan berputar bersamaan
dengan adsorbent.

Gambar 5. Rotary Bed Adsorber


Dari gambar terlihat bahwa fluida reaktan yang masuk berupa udara, adsorbent yang
digunakan ialah karbon aktif. Dimana udara berputar karena adanya gaya centrifugal
dari perputaran motor. Produk hail adsorpsi akan keluar berupa gas dan uap yang
nantinya akan dikondensasikan sehingga diperoleh produk berupa cairan. Untuk
regenerasi digunakan fluida steam yang masuk pada poros perputaran rotary bed.
Sehingga dapat dikatakan bahwa adsorbent, adsorbant, dan steam berkontak pada
satu tempat.
2.4. Jenis-jenis Stripper
Ada dua macam jenis stripper yaitu :
1. Stripper dengan Injeksi Steam
Injeksi steam bertujuan untuk menurunkan tekanan partial diatas permukaan cairan,
sehingga fraksi ringan yang terikut ke dasar kolom stripper akan lebih mudah
menguap dan kembali ke kolom fraksinasi.
2. Stripper dengan Reboiler
Pemanasan kembali pada bottom solar stripper bertujuan agar terjadi penguapan. Uap
dalam reboiler mempunyai Specific Gravity (SG) yang lebih rendah dari pada SG
cairan di dasar stripper, cairan di dasar stripper akan mendorong uap kembali ke

stripper dan seterusnya menguap kembali ke kolom fraksinasi. Stripper dengan


reboiler ada dua macam :
Stripper dengan Dapur Reboiler
Reboiler jenis ini banyak digunakan. Bentuknya seperti dapur yang berfungsi
untuk memanaskan fluida cair dari dasar stripper yang masih banyak mengandung
fraksi fraksi ringan yang tidak dikehendaki. Dengan bantuan pompa cairan
dilewatkan melalui dapur dan dipanaskan sampai suhu tertentu, sehingga fraksi
ringan yang tidak dikehendaki didalam produk akan teruapkan melalui puncak
stripper. Dengan menguapkan fraksi ringan maka produk dari dasar stripper flash
pointnya akan naik.

Stripper dengan Thermosiphon Reboiler


Reboiler jenis ini berbentuk seperti alat penukar panas yang terdiri dari shell and
tube dan banyak digunakan pada unit yang mempunyai produk dengan temperatur
yang masih tinggi sehingga panasnya dimanfaatkan sebagai reboiler stripper.
Prinsip kerja reboiler ini bekerja atas dasar perbedaan spesific Gravity yaitu
dengan adanya pemanasan dari media pemanas cairan yang ada pada dasar
stripper. Cairan yang lebih panas mempunyai Specific Gravity lebih kecil,
sehingga cairan pada dasar stripper mendesak cairan yang berbeda pada alat
penukar panas kembali ke stripper, sehingga terjadi aliran pada alat penukar panas
tersebut. Dengan adanya aliran tersebut, fraksi ringan yang masih terkandung
didasar stripper akan naik dan menguap melalui puncak stripper. Dengan
demikian produk yang diambil dari dasar stripper diharapkan sudah sesuai dengan
spesifikasinya.

2.5.

Prinsip Kerja Absorber


Prinsip kerjanya adalah suatu campuran gas diumpankan dari bawah (bottom) tower
absorber, untuk dikontakkan dengan zat cair dari atas (top) absorber. Kompenen gas yang
mempunyai kelarutan terbesar pada cairan tersebut akan larut bersama adsorben (zat
cair) dan menjadi bottom produk, sedangkan komponen gas lainnya yang tidak terlarut
dalam absorben akan ke atas sebagai top produk. Karna prinsip kerja Absorber
berdasarkan kelarutan gas dalam cairan, maka kondisi operasi Absorber adalah pada
temperatur rendah, dan tekanan tinggi. Dimana pada kondisi ini, daya larut gas dalam
fase cair akan maksimal (ingat hukum gas ideal ).

2.6 Prinsip Kerja Kolom Absorpsi


Campuran gas yang merupakan keluaran dari reaktor diumpankan kebawah menara
absorber. Didalam absorber terjadi kontak antar dua fasa yaitu fasa gas dan fasa cair
mengakibatkan perpindahan massa difusional dalam umpan gas dari bawah menara ke
dalam pelarut air sprayer yang diumpankan dari bagian atas menara. Peristiwa absorbsi
ini terjadi pada sebuah kolom yang berisi packing dengan dua tingkat. Keluaran dari
absorber pada tingkat I mengandung larutan dari gas yang dimasukkan tadi.

Gambar diatas adalah contoh proses Sebuah kolom destilasi juga dapat digunakan untuk
mendaur ulang. Absorber yang terpolusi dilewatkan kedalam destilasi kolom.
Dibawahnya, pelarut dikumpulkan dan dikirim kembali ke absorber.

2.8. Prinsip Kerja Stripper


Prinsip kerja stripper berdasarkan kemampuan zat cair untuk menguap ke gas stripping.
Kebalikan dari absorber, kondisi operasi stripper yaitu pada temperatur tinggi dan
tekanan rendah. Temperatur yang digunakan disesuaikan dengan titik didih larutan yang
ingin dipisahkan dari campurannya. Adapun cara kerjanya yaitu campuran zat cair di
umpankan dari top stripper, dan dikontakkan dengan gas stipping dari bottom stripper.
Komponen zat cair tertentu akan terstripping/ menguap bersama aliran gas kebagian top
stripper, sedangkan cairan yang tidak terstripping akan mengalir ke bottom stripper
sebagai bottom produk.

2.8. Aplikasi Absorber


Adsorber banyak digunakan untuk menyisihkan kandungan senyawa organik udara yang
relative bebas dari partikulat. Contoh penerapan unit ini antara lain dalam industri dry
cleaning, degreasing, pelapisan logam, processing karet, flexographic dan gravure
printing. Sistem ini juga digunakan dalam mengatasi masalah baud an gas toksik pada
industry makanan, pengolahan air buangan, dan industri kimia lainnya (minyak, semen,
pupuk dan obat-obatan).
2.9 Aplikasi Stripper
Pada dasarnya, stripper digunakan untuk mengeluarkan fraksi ringan yang terikut ke
dalam larutan fraksi yang telah ditentukan dengan tujuan menghasilkan fraksi yang lebih
baik. Misalnya pada proses destilasi, fraksi kerosen yang ditampung pada stage tertentu
terdapat kandungan naphta (fraksi yang lebih ringan) di dalamnya, sehingga untuk
mengeluarkan fraksi ringan tersebut maka akan dilakukan proses stripping dengan tujuan
mengeluarkan fraksi naphta tersebut, fraksi ringan yang telah menguap, selanjutnya akan
dimasukkan kembali kedalam kolom destilasi.

Bab 3
Penutup
Kesimpulan

Absorber dan stripper adalah alat yang digunakan untuk memisahkan satu komponen
atau lebih dari campurannya menggunakan prinsip perbedaan kelarutan. Solut adalah
komponen yang dipisahkan dari campurannya. Sedangkan pelarut (solvent ; sebagai
separating agent) adalah cairan atau gas yang melarutkan solut. Karena perbedaan
kelarutan inilah, transfer massa solut dari fase satu ke fase yang lain dapat
terjadi.Absorbsi adalah operasi pemisahan solut dari fase gas ke fase cair,
yaitu dengan mengontakkan gas yang berisi solut dengan pelarut cair (solven /
absorben ) yang tidak menguap. Stripping adalah operasi pemisahan solut
dari fase cair ke fase gas, yaitu dengan mengontakkan cairan yang berisi solut
dengan pelarut gas ( stripping agent) yang tidak larut ke dalam cairan. Ada 2
jenis absorbsi, yaitu kimia dan fisis. Absorbsi kimia melibatkan reaksi kimia
antara pelarut cair dengan arus gas dan solut tetap di fase cair. Dalam absorbsi
fisis, solut dalam gas mempunyai kelarutan lebih besar dalam pelarut cairan,
sehingga solut berpindah ke fase cair. Absorbsi dengan reaksi kimia lebih
menguntungkan untuk pemisahan. Meskipun demikian, absorbsi fisis menjadi
penting jika pemisahan dengan reaksi kimia tidak dapat dilakukan. Absorber
dan stripper seringkali digunakan secara bersamaan. Absorber digunakan
untuk memisahkan suatu solut dari arus gas. Stripper digunakan untuk
memisahkan solut dari cairan sehingga diperoleh gas dengan kandungan solut lebih
pekat.