Anda di halaman 1dari 31

KEPUTUSAN INVESTASI DAN MODAL

(UNTUK MELENGKAPI TUGAS MATA KULIAH AKUNTANSI MANAJEMEN)

Disusun oleh
Kelompok 7 SA2 :
1. Donny Tri Juliwantono

1410108693

2. Mikhael Wijaya

1410108697

3. Hanifatus Samhah

1410109016

4. Fahmi Agung Hidayatullah

1410109112

Dosen Pengampu :
Dra. Endang Dwi Retnani, MSi, Ak.

STIESIA
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA
SURABAYA

TAHUN 2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang
Keputusan Investasi dan Modal ini dengan baik meskipun banyak kekurangan
didalamnya. Dan kami juga berterima kasih pada Ibu Dra. Endang Dwi Retnani, MSi, Ak.
selaku dosen mata kuliah Akuntansi Manajemen.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang kami buat dimasa yang akan datang.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah ini disusun agar dapat bermanfaat bagi diri kami sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritikdan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Surabaya, 13 Mei 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.................................................................................................... 1
1.2.Rumusan Masalah................................................................................................ 1
1.3.Tujuan................................................................................................................... 2
BAB II ISI
2.1 Jenis-Jenis Keputusan Investasi Modal............................................................... 3
2.2 Model Nondiskonto .......................................................................................
......................................................................................................................5
2.3 Model Diskonto Metode Nilai Sekarang (NPV)................................................. 9
2.4 Tingkat Pengembalian Internal .....................................................................
....................................................................................................................13
2.5 Pascaaudit Proyek Modal ...................................................................................
2.5.1 Definisi Pascaaudit .............................................................................................
2.5.2 Manfaat Pascaaudit ............................................................................................
2.6 Proyek Saling Eksklusif .....................................................................................
2.6.1 NPV dibanding dengan IRR ..............................................................................
2.6.2 Contoh Proyek Saling Eksklusif ........................................................................
2.7 Perhitungan dan Penyesuaian Arus Kas .............................................................
2.8 Investasi Modal : Lingkungan Manufaktur yang Canggih ................................

16
16
16
17
17
17
19
21

BAB III PENUTUP


3.1.Kesimpulan.......................................................................................................... 25
3.2.Saran..................................................................................................................... 25
DAFTAR PUSTAKA

.........................................................26

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Keputusan investasi modal berhubungan dengan investasi pada aset jangka

panjang. Salah satu tugas manajer adalah untuk menentukan apakah investasi modal
akan dapat mengembalikan investasi awal dan memberikan return yang memadai.
Secara

umum

disepakati

bahwa

return

yang

memadai

harus

menutupi

biaya

opportunitas dari modal yang diinvestasikan. Mengingat bahwa modal investasi sering
diperoleh dari sumber yang berbeda, maka return yang dihasilkan juga merupakan
campuran

dari

permodalan.

biaya

Manajer

opportunitas
harus

berbagai

memilih

sumber

proyek

yang

yang

digunakan

menjanjikan

dalam

maksimalisasi

kekayaan pemilik perusahaan.


Untuk membuat keputusan investasi, manajer harus memperkirakan jumlah
dan waktu munculnya arus kas, menilai risiko investasi, dan mempertimbangkan
pengaruh

proyek

memperkirakan
keputusan

terhadap

arus

investasi.

mengidentifikasikan

kas;

laba

keakuratan

Dalam
dan

perusahaan.
arus

membuat

menghitung

Salah
kas

proyeksi

keuntungan

satu

akan
arus
terkait

hal

tersulit

meningkatkan
kas,

reliabilitas

manajer

dengan

adalah

proyek

harus
yang

diusulkan.

1.2

RUMUSAN MASALAH
1. Apa jenis-jenis keputusan investasi modal?
2. Apa maksud dari model nondiskonto?
3. Bagaimana penjelasan mengenai model diskonto metode nilai sekarang (NPV)?
4. Bagaimana tingkat pengendalian internal?
5. Apa definisi dari pascaaudit proyek modal?
6. Apa pengertian dari proyek saling eksklusif?
7. Bagaimana perhitungan dan penyesuaian arus kas?
8. Bagaimana investasi modal lingkungan manufaktur yang canggih?

1.3

TUJUAN
1. Mendefinisikan beberapa jenis keputusan investasi modal
2. Menjelaskan tentang model nondiskonto
3. Menjelaskan tentang model diskonto metode nilai sekarang (NPV)
4. Menjelaskan tentang bagaimana tingkat pengendalian internal
5. Menjelaskan pascaaudit proyek modal
6. Menjelaskan proyek saling eksklusif
7. Perhitungan dan penyesuaian arus kas
8. Mengetahui investasi modal lingkungan manufaktur yang canggih

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

JENIS-JENIS KEPUTUSAN INVESTASI MODAL


Keputusan investasi modal (capital investment decision) berkaitan dengan proses

perencanaan, penetapan tujuan dan prioritas, pengaturan pendanaan, serta penggunaan


kriteria tertentu untuk memilih aktiva jangka panjang. Karena keputusan investasi modal
menempatkan sebagian sumber daya perusahaan pada resiko, sehingga keputusan investasi
modal adalah keputusan yang amat penting yang diambil oleh para manajer. Setiap organisasi
memliki sumber daya terbatas yang akan digunakan untuk mempertahankan atau
meningkatkan profitabilitas jangka panjangnya. Keputusan investasi modal dapat
menimbulkan bencana. Contohnya kegagalan investasi dalam manufaktur yang terotomasi
ketika pesaing lain melakukan hal serupa dapat mengakibatkan kerugian besar pada pangsa
pasar karena ketidak mampuan bersaing dalam kualitas, biaya, dan waktu pengiriman.
Pesaing dengan fasilitas lebih modern mampu memproduksi output jauh lebih banyak dengan
biaya yang lebih murah dan kualitas yang baik.
Proses pengambilan keputusan investasi modal disebut penganggaran modal. Ada
dua jenis proyek penganggaran modal, yaitu:
Proyek Independen
Adalah proyek yang jika diterima atau ditolak tidak akan memengaruhi arus kas proyek
lainnya. Misalnya, keputusan general motors membangun pabrik baru guna memproduksi

lini mobil Cadillac tidak dipengaruhi oleh keputusan pembuatan pabrik baru untuk lini
Saturn. Keduanya adalah keputusan investai modal independen atau tidak berkaitan.
Proyek Saling Eksklusif
Adalah proyek-proyek yang apabila diterima akan menghalangi penerimaan proyek
lainnya. Jadi, proyek saling eksklusif (mutually exclusive projects) adalah proyek-proyek
yang apabila diterima akan menghalangi penerimaan proyek lain. Contoh,beberapa waktu
lalu, Divisi Fiber Monsanto memutuskan untuk mengotomatisasi pabriknya di Pensacola,
florida. Monsanto di hadapkan dengan pilihan meneruskan operasional produksi manual
atau menggantinya dengan operasional otomatis yang berbeda. Apabila tiga system
terotomatisasi yang berbeda dipertimbangkan, maka aka nada empat alternative-sistem
yang ada sekarang ditambah tiga system baru yang potensial. Setelah satu system dipilih,
tiga system lainnya ditolak. System-sistem itu disebut system saling eksklusif.
Keputusan investasi modal sering berkaitan dengan masalah investasi dalam aktiva
modal jangka panjang. Kecuali tanah, aktiva selalu disusutkan selama umur manfaatnya dan
investasi dipakai ketika aktiva itu digunakan. Pada umumnya investasi modal yang baik akan
menghasilkan kembali modal awal sepanjang umurnya dan pada saat yang sama
menghasilkan pengembalian yang cukup atas investasi awal. Jadi salah satu tugas manajer
adalah memutuskan apakah suatu investasi modal akan menghasilkan kembali sumber daya
awalnya atau tidak, dan memberikan pengembalian yang wajar. Dengan membuat penilaian
ini, seorang manajer dapat memutuskan diterima tidaknya proyek-proyek independen dan
membandingakan proyek-proyek yang saling bersaing berdasarkan keunggulan ekonomisnya.
Untuk membuat keputusan investasi modal, seorang manajer harus mengestimasi
jumlah dan waktu arus kas, menilai resiko investasi, dan mempertimbangkan dampak proyek
terhadap laba perusahaan. Para manajer juga harus menetapkan tujuan dan prioritas dari
investasi modal serta harus mengidentifikasi beberapa kriteria dasar atas penerimaan dan

penolakan investasi yang diusulkan. Ada beberapa metoda yang digunakan oleh manajer
untuk menunjukan mana proyek yang harus diterima dan mana yang harus ditolak,
diantaranya adalah metode non-diskonto dan metode diskonto.

2.2

MODEL NONDISKONTO
Model non diskonto adalah model yang mengabaikan nilai waktu dari uang.
1. Periode Pengembalian
Periode pengembalian (payback periods) adalah waktu yang dibutuhkan perusahaan

untuk memperoleh kembali investasi awalnya kembali. Contoh: Honley Medical melakukan
investasi pada generator RV seharga Rp 1.000.000. Arus kasnya (arus kas masuk dikurangi
arus kas keluar) yang di hasilkan peralatan tersebut adalah Rp500.000 per tahun. Jadi periode
pengembaliannya adalah dua tahun (Rp 1.000.000/500.000). Ketika jumlah arus kas dari
suatu proyek diasumsikan tetap, rumus yang digunakan untuk menghitung periode
pengembaliannya adalah:
Periode pengembalian = Investasi awal/Arus kas
Tetapi jika jumlah arus kas tidak tetap maka periode pengembalian dihitung dengan
menambahkan arus kas tahunan sampai waktu ketika investasi awal diperoleh kembali. Jika
pembagian satu tahun diperlukan, jumlah arus kas diasumsikan tetap setiap tahun.
Contohnya, investasi pada generator RV $1.000.000 dan memiliki umur lima tahun dengan
ekspektasi arus kas tahunan: $300.000, $400.000, $500.000, $600.000, $700.000. Periode
pengembalian proyek 2,6 tahun . Analisis perhitungannya adalah: $300.000 (1 tahun) +
$400.000 (1 tahun) + 300.000 (0,6 tahun). Pada tahun ketiga hanya $300.000 yang diperlukan
dari $500.000 yang dihasilkan. Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh $300.000

diperoleh melalui pembagian jumlah yang dibutuhkan dengan arus kas tahunan
($300.000/$500.000).
Tahun

Investasi yang Belum


Arus Kas Tahunan
Tertutupi (awal tahun)
1
Rp 1.000.000
Rp 300.000
2
700.000
400.000
3
300.000
500.000
4
600.000
5
700.000
Salah satu cara untuk menggunakan periode pengembalian adalah dengan menetapkan
suatu perioda pengembalian maksimum pada seluruh proyek dan menolak setiap proyek yang
melewati tingkat ini. Dan perioda pengembalian ini dapat digunakan sebagai ukuran dari
resiko, dengan pengertian bahwa semakin lama suatu proyek menghasilkan uang semakin
beresiko proyek tersebut. Perusahaan dengan arus kas yang lebih beresiko mungkin juga
membutuhkan periode pengembalian yang lebih pendek dari biasanya. Selain, perusahaan
yang sedang menghadapi masalah likuiditas akan lebih tertarik dengan proyek yang periode
pengambilannya cepat. Masalah kritis lainnya adalah keusangan.
Alasan lain yang tidak bermanfaat bagi perusahaan juga dapat digunakan. Manajer
berwenang membuat keputusan investasi modal memlih investasi dengan periode
pengambilan cepat berdasarkan kepentingan pribadi. Jika kinerja manajer diukur dengan
menggunakan kriteria jangka pendek seperti laba bersih tahunan, maka manajer tersebut
mungkin memilih proyek dengan pengembalian cepat untuk menghasilkan perbaikan laba
bersih secepat mungkin.
Periode pengambilan dapat digunakan untuk memilih alternatif-alternatif yang saling
bersaing. Menurut pendekatan ini, investasi dengan periode pengambalian terpendek lebih
disukai daripada investasi dengan periode pengembalian yang lebih panjang.
Kedua kelemahan tersebut dapat diilustrasikan dengan mudah. Anggaplah suatu
perusahaan teknik sedang mempertimbangkan dua jenis CAD (Computer Acid-System) yang

berbeda: CAD-A dan CAD-B. setiap system membutuhkan dana sebesar Rp 150.000,
memiliki unsur 5 tahun, dan memperlihatkan arus kas tahunan berikut.
Investasi
Tahun 1
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
Tahun 5
CAD-A
Rp 90.000
Rp 60.000
Rp 50.000
Rp 50.000
Rp 50.000
CAD-B
40.000
110.000
25.000
25.000
25.000
Kedua investasi tersebut memliki periode pengembalian dua tahun. Jadi, jika seorang
manajer menggunakan periode pengambilan untuk memlilih diantara investasi yang bersaing,
kedua investasi tersebut akan sama-sama menarik. Namun, pada kenyataannya, system CADA lebih disukai daripada CAD-B karena dua alasan. Pertama, system CAD-A memberikan
pengembalian rupiah lebih besar daipada selama tahun-tahun setelah periode pengembalian
(Rp 150.000 dibandingkan dengan Rp 75.000). Kedua, system CAD-A mengembalikan Rp
90.000 pada tahun pertama, sedangkan CAD-B hanya Rp 40.000. selisih sebesar Rp 50.000
yang dihasilkan oleh CAD-A selama tahun pertama bisa saja digunakan untuk tujuan
produktif. Sekarang, lebih menguntungkan mendapatkan ! rupiah daripada satu tahun dari
sekarang karena rupiah ditangan dapat diinvestasikan untuk memberikan pengembalian satu
tahun dari sekarang.
Periode pengembalian dapat digunakan untuk memilih alternatif-alternatif yang saling
bersaing. Menurut pendekatan ini, investasi dengan perioda pengembalian terpendek lebih
disukai dari pada investasi dengan periode pengembalian yang lebih panjang. Berikut adalah
beberapa hal yang dapat diambil oleh para manajer dengan menggunakan metoda non
diskonto perioda pengembalian:

Membantu mengendalikan resiko yang berhubungan dengan ketidakpastian arus kas


masa depan.

Membantu meminimalkan dampak investasi terhadap masalah likuiditas perusahaan.

Membantu mengendalikan resiko keuangan.

Membantu mengandalikan pengaruh investasi terhadap ukuran kinerja.


7

Namun, penggunaan perioda pengembalian kurang dapat dipertahankan karena


ukuran ini memiliki dua kelemahan utama, yaitu;

Mengabaikan kinerja investasi yang melewati perioda pengembalian

Mengabaikan nilai waktu uang.


2. Tingkat Pengembalian Akuntansi
Tingkat pengembalian akuntansi merupakan model non diskonto kedua yang umum

digunakan. Tingkat pengembalian akuntansi mengukur pengembalian atas suatu proyek


dalam kerangka laba, bukan dari arus kas proyek. Rumus perhitungan tingkat pengembalian
akuntansi adalah sebagai berikut :
Tingkat pengembalian akuntansi : Laba rata-rata/Investasi awal atau rata-rata
Laba tidak setara dengan arus kas karena akrual dan penangguhan yang digunakan
dalam perhitungannya. Laba rata-rata dari suatu proyek, kemudian membagi total laba bersih
tersebut dengan jumlah tahun. Laba bersih suatu rata-rata suatu proyek dapat ditaksir melalui
pengurangan penyusutan rata-rata ari arus kas rata-rata.
Investasi dapat didefinisikan sebagai investasi awal atau investasi rata-rata. Jika I
adalah investasi awal, S adalah nilai sisa (salvage value). Dengan asumsi investasi
dikonsumsi secara merata, investasi rata-rata dapat didefinisikan:
Investasi rata-rata : (Investasi awal + Nilai Sisa)/2
Contoh:
Divisi IV dari Honley Medical melakukan investasi dengan biaya $100.000. Umur
investasi lima tahun dengan kas: $30.000, $30.000, $40.000, $30.000, $50.000. biaya tersebut
tidak memiliki nilai sisa setelah lima tahun dan semua pendapatan yang diperoleh dalam satu
tahun tertagih pada tahun tersebut. Total arus kas selama lima tahun adalah $180.000, hal ini
berarti

arus

kas

rata-rata

$36.000

($180.000/5).

Penyusutan

rata-rata

$20.000

($100.000/5).laba bersih rata-rata $16.000 ($36.000-$20.000). Dengan menggunakan laba


bersih rata-rata dan investasi awal , diperoleh tingkat pengembalian akuntansi 16 persen
($16.000/$100.000). Jika investas rata-rata yang digunakan sebagai pengganti ivestasi awal,
maka tingkat pengembalian akuntansi menjadi 32 persen ($16.000/$50.000)

2.3

MODEL DISKONTO METODE NILAI SEKARANG (NPV)


Model ini secara eksplisit mempertimbangkan nilai waktu dari uang dan memasukan

konsep diskonto arus kas masuk dan arus kas keluar.


-

Nilai Bersih Sekarang (Nev Present Value/NPV)


Adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas masuk dan arus kas keluar yang
berhubungan dengan suatu proyek .
NPV = [(CFt/(1+i)t] I
= [CFtdft] I
=PI
Dimana,
I : Nilai Sekarang dari biaya proyek
CFt : Arus kas masuk yang diterima dalam perioda t , dengan t= 1
n : Umur manfaat proyek
i : tingkat pengembalian yang diperlukan (required rate of return), yaitu adalah
tingkat pengembalian minimum yang dapat diterima, hal itu juga disebut sebagai
tingkat diskonto, tingkat rintangan, atau tingkat batas, dan biaya modal.
t : Perioda waktu
P : Nilai sekarang dari arus kas masuk proyek di masa depan.
dft : 1/(1 + i)t, factor diskonto
Jika NPV lebih dari nol maka investasi tersebut menguntungkan sehingga
dapat diterima. Jika NPV sama dengan nol pengambil keputusan dapat menerima atau
menolak investasi itu karena investasi terebut akan menghasilkan jumlah yang tepat
sama dengan tingat pengembalian yang diminta. Sedangkan jika NPV kurang dari
nolmaka investasi sebaiknya ditolak.

Contoh Ilustrasi Nilai Sekarang


Divisi produk khusus dari Honley Medical sedang mengembangkan instrumen
tekanan darah. Manajer pemasaran tertarik dengan prospek produk tersebut setelah
menyelesaikan suatu penelitian pasar secara mendalam yang mengungkapan
pendapatan tahunan diharapkan $300.000. Peralatan untuk membuat instrumen
membutuhkan biaya $$320.000, siklus hidup produk lima tahun. Setelah lima tahun
peralatan dijual $40.000. Modal kerja diperkirakan bertambah $40.000. Beban
operasional kas tahunan diperkirakan $180.000, tingkat pengembalian yang diminta
12 persen haruskah Honley Medical memproduksi instrumen baru tersebut?
Nilai NPV positif menandakan bahwa :
1. Investasi awal telah tertutupi
2. Tingkat pengembalian yang diperlukan telah dipenuhi
3. Pengembalian yang melebihi (1) dan (2) telah diterima.
Jadi jika NPV lebih besar dari pada nol maka investasi itu menguntungkan dan
dapat diterima. Begitu sebaliknya apabila kurang dari nol.
NPV mengukur profitabilitas investasi. Nilai NPV positif suatu proyek
menunjukkan adanya peningkatan kekayaan. Dalam menggunakan NPV, tingkat
pengembalian yang duperlukan harus ditentukan. Tingkat pengembalian yang
diperlukan (required rate of return) adalah tingkat pengembalian minimum yang
dapat diterima; sering disebut juga sebagai tingkat diskonto, tingkat batas/tingkat
rintangan (hurdle rate), dan biaya modal.
Kriteria dalam pembuatan keputusan tentang NPV meliputi:

Jika NPV = 0. Hal ini menunjukkan bahwa: (1) investasi awal telah dapat
dikembalikan, dan (2) tingkat kembalian investasi telah terpenuhi. Jika NPV =
0, berarti titik impas sudah tercapai dan pengambil keputusan dapat menerima
atau menolak proyek tersebut.

Jika NPV > 0. Hal ini menunjukkan: (1) investasi awal telah dapat
dikembalikan, (2) tingkat kembalian investasi telah terpenuhi, (3) tingkat
kembalian yang diterima adalah selisih antara no (1) dan no (2). Jika NPV > 0,
maka investasi tersebut menguntungkan dan dapat diterima.

10

Jika NPV < 0. Hal ini berarti hasil investasi lebih kecil dari tingkat
pengembalian yang diperlukan. Sebaiknya investasi ditolak.

Model NPV mengasumsikan bahwa semua aliran kas yang dihasilkan oleh
proyek segera diinvestasikan kembali untuk memperoleh tingkat kembalian yang
diharapkan selama umur proyek.
Langkah 1: Identifikasi arus kas
Tahun

Uraian

Arus kas

peralatan
modal kerja
total
pendapatan
beban operasi
total
pendapatan
beban operasional
nilai sisa
perolehan model
kerja
total

$(320.000)
(40.000)
$(360.000)
$300.000
(180.000)
$120.000
$300.000
(180.000)
40.000
40.000
$200.000

1-4

dari langkah 1

dari tabel nilai sekarang dari Rp 1


11

Dari gambar di atas merupakan nilai sekarang dari arus kas masa depan dan sisi kirinya
adalah investasi. I, CF, dan t diketahui. Jadi IRR dapat diketahui dengan menggunakan cara
coba-coba. Setelah IRR suatu proyek dihitung, IRR tersebut dibandingkan dengan tingkat
pengembalian yang diminta perusahaan. Jika IRR lebih besar daripada tingkat pengembalian
yang diminta, maka proyek tersebut dapat diterima. Jika IRR sama dengan tingkat
pengembalian yang diminta, proyek dapat diterima atau ditolak. Jika nilai IRR lebih kecil
daripada tingkat pengembalian yang diminta proyek maka dapat ditolak.
Contoh: Beberapa Periode dengan Arus Kas yang Seragam
Divisi produk khusus Honley Madical memiliki peluang investasi $1.200.000 pada sistem
ultrasound baru yang akan menghasilkan arus kas masuk bersih $499.500 pada setiap akhir
tahun selama tiga tahun berikutnya. IRR adalah suku bunga yang menyamakan nilai sekarang
dari tiga penerimaan $499.500 dengan investasi $1.200.000. Dengan df sebagi faktor
diskonto dan CF sebagai arus kas tahunan:
I CF (fd)
Jika mencari df maka:
Df = I/CF
= investasi/arus kas tahunan
Sebagai

contoh

faktor

diskonto

pada

investasi

rumah

sakit

2,402

($1.200.000/$499.500). Dengan menggunakan tabel nilai sekuritas dari anuitas $1, suku
bunga yang berhubungan dengan 2,404 adalah 12 persen, yaitu IRRnya.
Beberapa Periode: Arus Kas Tidak Seragam
Contoh: investasi $100.000 pada sistem PC menghasilkan penghematan aktivitas
administrasi $6.000 dan $7.200 per tahun selama dua tahun. IRRnya adalah suku bunga yang
menyamakan nilai sekarang dari kedua arus kas masuk sama dengan $10.000.

12

P = [$56.000/(1 + i)] + [$7.200/(1 +i)2]


= $10.000
Anggap tebakan suku bunga yang pertama adalah 18persen. Dengan menggunakan i
sama dengan 0,18 pada tabel nilai sekarang dari $1 menghasilkan faktor diskonto 0,847 dan
0,718. faktor diskonto ini menghasilkan nilai sekarang pada kedua arus kas masuk berikut
P = (0,847 x $6.000) + (0,718 x $7.200)
= $10.252
Karena P lebih besar dari $10.000, suku bunga yang ditetapkan berarti terlalu rendah.
Jika tebakan berikutnya 20 persen, maka:
P = (0,833 x $6.000) + (0,694 x $7.200)
= $9.995
Karena nilai ini cukup medekati $10.000 maka dapat dikatakan IRR adalah 20 persen

2.4

TINGKAT PENGEMBALIAN INTERNAL


Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat diskonto pada saat NPV proyek

sama dengan nol. Untuk mencapai IRR, maka P = I. Dengan df sebagai faktor
diskonto dan CF sebagai arus kas tahunan, maka dihasilkan persamaan:
I
= CFt/(1 + i)
(1 + i) = UYCFx
df
= I/ICFt
Contoh:

sebuah

memberikan

return

proyek

memerlukan

Rp12.000.000

setelah

investasi
satu

Rp10.000.000
tahun.

Berapakah

dan

akan

IRR-nya?

Rp12.000.000/(1 + i) = Rp10.000.000
1+i

= 1.2

= 0.20

Jika IRR sudah dihitung, maka IRR dibandingkan dengan tingkat return yang diinginkan oleh
perusahaan. Jika IRR lebih besar dari tingkat return yang diinginkan, maka proyek diterima;

13

jika IRR sama dengan tingkat return yang diinginkan, maka diterima/ditolaknya proyek sama
saja; jika IRR lebih kecil dari tingkat return yang diinginkan, maka proyek ditolak.
IRR merupakan ukuran yang paling sering digunakan dalam pembuatan keputusan investasi
modal. Manajer menyukai IRR karena konsep IRR mudah untuk digunakan. Selain itu
manajer mungkin percaya bahwa IRR merupakan tingkat return aktual yang diterima dari
investasi awal. Apapun alasannya pemahaman mendasar terhadap konsep IRR sangat
diperlukan.

Contoh Pembuatan Keputusan Investasi Modal


Berikut ini diberikan contoh soal untuk menggambarkan penerapan metode nondiskonto dan
diskonto dalam penilaian investasi:
Aloha Company ingin membeli mesin otomatis yang menggunakan teknologi
komputerisasi terbaru. Pembelian mesin otomatis tersebut memerlukan biaya sebesar
Rp2.400.000,00. Mesin tersebut dianggap memiliki umur ekonomis selama 5 tahun tanpa
adanya nilai residual. Setiap tahunnya, Aloha mengharapkan pendapatan kas sebesar
Rp3.900.000,00 dan pengeluaran kas sebesar Rp 3.000.000,00. Diminta:
a.

Hitunglah payback period untuk mesin otomatis tersebut!

b.

Hitunglah ARR (accounting rate of return) dengan menggunakan (1) investasi awal dan

(2) investasi rata-rata!


c.

Hitunglah NPV dengan asumsi tingkat return yang diharapkan 10%!

d.

Hitungkah IRR mesin otomatis!

e.

Apakah sebaiknya Aloha Company membeli mesin tersebut?

Jawab:
Arus kas bersih/tahun = arus kas masuk - arus kas keluar
= Rp3.900.000 - Rp3.000.000
= Rp900.000,00 per tahun

14

a.

Payback period = Rp2.400.000/Rp900.000 per tahun


= 2,67 tahun
= 2 tahun 8 bulan

b.

Penyusutan = Rp2.400.000/5 tahun = Rp480.000,00/tahun


Laba bersih = arus kas/tahun - penyusutan
= Rp900.000 - Rp480.000
= Rp420.000,00

(1) ARR (investasi awal) = Rp420.000/Rp2.400.000 = 17,5%


(2) ARR (investasi rata-rata) = Rp420.000/(Rp2.400.000/2) = 35%

c. NPV
(1) Menggunakan tingkat diskonto yang tersedia di tabel (faktor diskonto
10%) atau menghitung dengan kalkulator sesuai dengan rumus: CFt/(1 + i)
Tahun Arus Kas
Faktor Diskonto
Nilai Sekarang
0

(Rp2.400.000)

1,00

(Rp2.400.000)

Rp900.000

0,909

Rp818.100

Rp900.000

0,826

Rp743.400

Rp900.000

0,751

Rp675.900

Rp900.000

0,683

Rp614.700

Rp900.000

0,621

Rp558.900

Total arus kas masuk

Rp3.411.000

NPV

Rp1.011.000

(2) Menggunakan faktor diskonto tunggal (koefisien anuitas)


Tahun Arus Kas
Faktor Diskonto
Nilai Sekarang
0

(Rp2.400.000)

1,00

(Rp2.400.000)

1-5

Rp900.000

3,791

Rp3.411.900

15

NPV

Rp1.011.900[1]

Diketahui bahwa faktor diskonto adalah 2,67. Selanjutnya karena investasi ini
mempunyai periode 5 tahun maka kita mencarinya di tabel diskonto pada baris
kelima. Kita temukan bahwa nilai 2,67 berada di antara nilai 2,745 (diskonto
24%)

dan

2,635

(diskonto

26%).

Dengan

demikian

faktor

diskonto

dari

investasi ini adalah antara 24% - 26% dengan kecenderungan mendekati 26%.
e. Dengan memperhatikan perhitungan terhadap return investasi dengan berbagai
metode,

antara

lain:

periode

pengembalian

tahun

bulan,

ARR

investasi

awal 17,5 dan ARR investasi rata-rata 35%, NPV positif sebesar Rp1.011.000,
IRR

mendekati

26%

(lebih

besar

dari

return

yang

diharapkan,

yaitu

10%),

maka sebaiknya Aloha Company membeli mesin otomatis tersebut.

2.5

PASCAAUDIT PROYEK MODAL

2.5.1

Definisi Pascaaudit
Pascaaudit merupakan analisis lebih lanjut terhadap proyek modal segera
setelah proyek diimplementasikan. Pascaaudit membandingkan manfaat aktual
dengan biaya operasional yang diestimasi. Pascaaudit mengevaluasi hasil keseluruhan
investasi dan mengusulkan tindakan perbaikan bila diperlukan.
Honley Medical Company: Ilustrasi Aplikasi
Komisi akuisisi modal pada Divisi Proyek IV di Honley Medical
memproyeksikan penghematan kas untuk investasi sistem generator RF pada patri
industri jarum suntik. Penghematan diproyeksikan serta analisis NPV dan IRR
dilakukan dengan menggunakan penghematan yang diproyeksikan. Berdasarkan
analisis tersebut proyek ini disetujui. Namun bagaimana dengan kinerja investasi
tersebut? Masalah apa yag ditemukan? Penyesuaian apa yang diperlukan?

2.5.2

Manfaat Pascaaudit
Perusahaan yang melakukan pascaaudit terhadap proyek modal mendapatkan
beberapa manfaat.

Pertama, dengan mengevaluasi profitasbilitas pascaaudit menjamin


sumber daya digunakan secara bijaksana.

16

Kedua, dampak terhadap perilaku manajer. Manajer melakukan

penghitungan atas hasil pengmabalian keputusan keputusan investasi modal


mereka cenderung membuat keputusan untuk kepentingan terbaik perusahaan.
Pascaaudit menyediakan umpan balik kepada manajer yang dapat
membantunya memperbaiki pengambilan keputusan di masa mendatang.Tetapi
pascaaudit memakan biaya yang cukup besar.Meskipun memberikan manfaat yang
signifikan, pascaaudit memiliki keterbatasn lain.

2.6

PROYEK SALING EKSKLUSIF


2.6.1

NPV dibanding dengan IRR

Baik NPV maupun IRR menghasilkan keputusan yang sama bagi proyek
independen. Sabagai contoh: jika NPV > 0 dan IRR juga > dari tingkat pengembalian
yang diminta, maka kedua model mengisyaratkan keputusan yang tepat.
NPV berbeda dengan IRR dalam dua hal:
Pertama, NPV mengasumsikan setiap arus kas masuk yang diterima
diinvestasikan kembali pada tingkat pengembalian yang di minta, sedangkan
metode IRR mengasumsikan setiap arus kas yang nasuk diinvestasikan kembali
pada IRR yang dihitung.
Kedua,

metode NPV mengukur profitabilitas dalam nilai absolut,sedangkan

metode IRR mengukur profitabilitas dalam nilai relative


2.6.2

Contoh Proyek Saling Eksklusif

Berikut proyeksi pendapatan tahunan, biaya operasional tambahan (dari proses


saat ini), pengeluaran modal (setiap desain memerlukan beberapa peralatan produksi
baru ), dan umur proyek untuk setiap desain pada Honley Medical:

Pendapatan tahunan

Desain A

Desain B

$179.460

$ 239.280

Biaya operasional tahunan

119.460

169. 280

Peralatan (dibeli sebelum tahun 1)

180.000

210.000

Umur proyek

5 tahun

5 tahun

17

Semua arus kas dinyatakan setelah pajak. Perusahaan harus memutuskan


desain yang dipilih. Asumsikan biaya modal untuk perusahaan adalah 12%
Pola arus kas dan analisis VPV : desain A dan B pada proyek lingkungan Honley
Medical:

Dari Tampilan 13B-2, df = 3.000 untuk lima tahun yang berarti IRR = 20%

Dari Tampilan 13B-2, df = 3.000 untuk lima tahun yang berarti IRR = 20%

18

Hal yang menarik adalah desain A dan B memiliki tingkat pengembalian interna yang
sama. Meskipun kedua proyek memiliki IRR sebesar 20%, perusahaan sebaiknya tidak
mempertimbangkan kedua desain yang sama-sama bagus. Analisis tersebut memperlihatkan
desain B memberikan NPV terbesar sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan yang
melebihi desain A. desain B harus menjadi pilihan. Ilustrasi ini meninjukkan keunggulan
konseptual NPV terhadap IRR untuk analisis proyek yang saling bersaing.
2.7

PERHITUNGAN DAN PENYESUAIAN ARUS KAS

Ada 2 langkah yang diperlukan untuk mengitung arus kas, yaitu:


1. peramalan pendapatan, beban dan pengeluaran modal
2. penyesuaian arus kas kotor dengan inflasi dan pajak
Penyesuaian Peramalan untuk Inflasi
Dalam suatu lingkungan inflasi, pasar keuangan bereaksi terhadap kenaikan biaya
modal untuk mencerminkan inflasi. Jadi biaya modal terdiri ats dua unsur:
a. tingkat riil
b. unsur inflasi (investor meminta premi sebagao kompensasi atas hilannya daya beli
mata uang lokal)
Karena tingkat pengembalian yang diminta (yang seharusnya biaya modal) yang
digunakan dalam analisis investasi modal mencerminkan komponen inflasi ketika analisis
NPV dilakukan, inflasi juga harus dilibatkan dalam memprediksi arus kas operasional.
Sebagai contoh:
Sebuah anak perusahaan dari perusahaan di AS yang beroperasi di Venezuela sedang
mempertimbangkan suatu proyek yang membutuhkan investasi sebesar 5.000.000 unit dan
diharapkan menghsilkan arus kas masuk tahunan sebesar 2.900.000 unit selama dua tahun
mendatang. Tingkat pengembalian yang diminta 20% mencakup komponen inflasi. Tingkat
inflasi umum di Venezuela diharapkan rata-rata 15% untuk dua tahun mendatang.
Melalui analisis NPV dengan atau tanpa penyesuaian inflasi, apakah proyek tersebut diterima
atau ditolak?
Analisis nilai sekarang bersih dengan atau tanpa penyesuaia prediksi arus kas untuk inflasi
diperhatikan pada tampilan berikut ini :
Pengaruh inflasi terhadap investasi modal

19

*dari tampilan 13b-2


**3.335.000 boliviar = 1,15 x 2.900.000 boliviar (penyesuaian untuk inflasi 1 tahun)
3.835.250unit = 1,15 x 1,15 x 2.900.000boliviar (penyesuaian untuk 2 tahun inflasi)
***dari tampilan 13b-1
Seperti uraian pada analisis tersebut, prediksi arus kas yang tidak disesuaiakan dengan
inflasi akan menghasilkan keputusan penolakan proyek. Sementara itu, bila disesuaikan akan
menghasilkan keputusan menerima proyek. Jadi, kegagalan untuk menyesuaikan prediksi
arus kas akibat pengaruh inflasi dapat menghasilkan keputusan yang salah.
Konversi Arus Kas Kotor Menjasi Arus Kas Setelah Pajak
Untuk menganalisis pengaruh pajak, arus kas biasanyadibedakan menjadi 2 kategori:
arus kas keluar awal yang diperlukan untuk mendapatka aktiva proyek dan arus kas masuk
yang dihasilkan selama umur proyek. Arus kas keluar dan arus kas masuk yang disesuaikan
untuk pengaruh pajak disebut arus kas keluar dan arus kas masuk bersih.
a. Arus kas setelah pajak : tahun nol
Arus kas keluar bersih pada tahun nol adl selisih antara biaya awal proyek dan setiap arus kas
masuk yang secara langsung berhubungan dengannya. Arus kas masuk yang muncul pada
waktu akuisis termasuk penghematan pajak dari penjualan aktiva, kas dari penjualan aktiva
dan keuntungan pajak lainnya seperti kredit pajak keuntungan penjuala aktiva menghasilkan
pajak tambahan sehingga mengurangi hasil kas yang diterima dari penjualan aktiva lama.
b. Arus kas setelah pajak

20

Arus kas setelah pajak tahunan(CF) merupakan jumlah dari laba proyek setelah pajak(NI) dan
beban nonkas(NC).
Arus kas setelah pajak = laba bersih setelah pajak + beban
nonkas
Contoh:
Divisi produk khusus di Holey Medical berebcana membuat produk baru yang memerlukan
pealatan baru senilai $800.000. produk baru tersebut diharapkan akan meningkatkan
pendapatan tahunan perusahaan sebesar $600.000. Bahan, tenaga kerja dan beban operasional
kas mlainnya adl $250.000 per tahun. Peralatan baru mamiliki unsur manfaat selama empat
tahun dan akan disusutkan atas dasar garis lurus. Mesin tersebut tidak akan memiliki nilai
sisa pada akhir tahun keempat. Berikut laporan laba rugi untuk proyek ini:
Pendapatan

$600.000

Dikurangi:
Beban operasional kas

(250.000)

Penyusutan

(200.000)

Laba sebelum pajak

150.000

PPh (@ 40%)

60.000

Laba bersih

90.000

Arus kas dari laporan laba rugi dihitung sbb:


CF = NI + NC
= $90.000 + $200.000
= $290.000
2.8

INVESTASI MODAL : LINGKUNGAN MANUFAKTUR YANG CANGGIH


Pada lingkungan manufaktur yang canggih investasi jangka panjang umumnya

berkaitan dengan otomatisasi pabrik. Namun sebelum setiap komitmen untuk otomatisasi
dibuat, pertama-tama perusahaan sebaiknya menggunakan

teknologi yang ada secara

efisien.
Bagaimana Investasi Dibedakan
Investasi dalam proses manufaktur yang terotomatisasi adlah jauh lebih kompleks
dibandngkan investasi dalam peralatan manufaktur standar di masa lalu. Bagi peralatan

21

standar, biaya langsung akuisisi mencerminkan investasi sebenarnya. Pada manufaktur yang
terotomatisasi, biaya langsung mencerminkan sedikitnya 50 atau 60 persen dari total investasi
Bagaimana Estimasi Arus Kas Operasional Dibedakan
Estimasi arus kas operasional dari investasi dalam peralatan standar memiliki ciri
yang mengandalkan manfaat berwujud yang dapat diidentifikasi secara langsung, seperti
penghematan langsung dari tenaga kerja, listrik, dan sisa bahan baku
Suatu

contoh

dapat

digunakan

untuk

mengilustrasikan

pentingnya

mempertimbangkan manfaat tak berwujud dan tak langsung. Misalkan sebuah perusahaan
yang sedang mengevaluasi investasi potensial dalam sistem manufaktur fleksibel. Pilihan
yang dihadapi perusahaan adalah melanjutkan produksi dengan peralatan tradisional yang
diharapkan masih bertahan selama sepuluh tahun, atau beralih ke sistem baru yang juga
diharapkan memiliki umur manfaat selama sepuluh tahun. Tingkat diskonto perusahaan
adalah 12%. Dengan menggunakan data tersebut, nilai sekarang bersih dari sistem yang
diajukan dapat dihitung sbb:
Nilai sekarang ($ 4.000.000 x 5,65)

$ 22.600.000

Investasi

(18.000.000)

Nilai sekarang bersih

$ 4.600.000

Nilai sekarang bersih adalah positif dan besar sehingga menandakan diterimanya FMS
secara jelas. Akan tetapi, hasil tersebut sangat bergantung pada pengakuan eksplisit dari
manfaat tak berwujud dan manfaat tak langsung. Jika manfaat tersebut dihilangkan, maka
total penghematan langsung adalah $ 2,2 juta dan NPV menjadi negatif
Nilai sekarang ($ 2.200.000 x 5,65)

$ 12.430.000

Investasi

(18.000.000)

Nilai sekarang bersih

$ (5.570.000)

Data Investasi; Manfaat Langsung, Tak Berwujud, dan Tak Langsung

22

Jika arus kas akan menurun bila investasi tidak dilakukan, maka penurunan ini harus
menunjukkan manfaat tambahan pada teknologi canggih. Pada tampilan sebelumnya,
perusahaan mengestimasi manfaat kompetitif ini sebesar $ 1.000.000. Estimasi manfaat
tersebut memerlukan beberapa perencanaan strategi s dan analisis yang serius, tetapi
dampaknya dapat enjadi sangat penting. Jika manfaat tersebut dihilangkan atau diabaikan,
maka nilai sekarang bersih akan menjadi negatif dan alternatif investasi ini harus ditolak.
Nilai sekarang ($ 3.000.000 x 5,65)
Investasi

$ 16.950.000
18.000.000

Nilai sekarang bersih

$ (1.050.000)

Nilai Sisa
Nilai sisa atau nilai akhir sering diabaikan dalam keputusan investasi. Alasan yang
biasa dikemukakan adalah karena sulitnya mengestimasi nilai sisa. Karena ketidakpastian ini,
dampak nilai sisa sering diabaikan. Pendekatan terbaik berkaitan dengan ketidakpastian ini
adalah menggunakan analisis sensitivitas. Analisis sensitivitas mengubah asumsi yang
mengandalkan analisis investasi modal dan menilai pengaruhnya terhadap pola arus kas.
Analisis sensitivitas juga sering dikenal sebagai analisis what-if.
Untuk mengilustrasikan pengaruh potensial dari nilai akhir, asumsikan arus kas
operasional tahunan setelah pajak dari proyek yang ditunjukkan pada tampilan sebelumnya
adalah $ 3,1 juta, bukan $ 4 juta. Nilai sekarang bersih tanpa nilai sisa adalah sbb:
Nilai sekarang ($ 3.100.000 x 5,65)

$ 17.515.000

Investasi

18.000.000

Nilai sekarang bersih

$ (485.000)

Tanpa nilai akhir, proyek akan ditolak. Namun, nilai sekarang bersih dengan nilai sisa
sebesar $ 2 juta merupakan hasil yang positif. Hal itu berarti investasi perlu dilakukan

23

Nilai sekarang ($ 3.100.000 x 5,65)

17.515.000

Nilai sekarang ($ 2.000.000 x 0,322)

644.000

Investasi

(18.000.000)

Nilai sekarang bersih

159.000

Namun, bagaimana jika nilai sisa lebih kecil dari yang diharapkan? Misalkan,
kemungkinan hasil terburuk adalah nilai sisa sebesar $ 1.600.000? Apa pengaruhnya terhadap
keputusan yang diambil? NPV dapat dihitung kembali berdasarkan skenario baru ini
Nilai sekarang ($ 3.100.000 x 5,65)

$ 17.515.000

Nilai sekarang ($ 1.600.000 x 0,322)

515.200

Investasi

(18.000.000)

Nilai sekarang bersih

$ 30.200

Jadi menurut skenario pesimistis ini, NPV masih positif. Hal itu menggambarkan
bagaimana analisis sensitivitas dapat digunakan dalam kaitannya dengan ketidakpastian
mengenal nilai sisa. Analisis ini juga dapat digunakan untuk variabel arus kas lainnya.
Tingkat Diskonto
Secara teori jika arus kas masa depan diketahui dengan pasti, maka tingkat diskonto
yang tepat merupakan biaya modal perusahaan. Untuk mengilustrasikan pengaruh tingkat
diskonto yang berlebihan, asusikan tingkat diskonto yang tepat adalah 12%, tetapi yang
diberlakukan perusahaan adalah 18%. Nilai sekarang bersih dengan menggunakan tingkat
diskonto 18% dihitung sbb:
Nilai sekarang ($ 4.000.000 x 4,494)
Investasi

$ 17.976.000
18.000.000

Nilai sekarang bersih

(24.000)

LAMPIRAN A: Konsep Nilai Sekarang


Nilai dolar hari ini tidak sama dengan nilai dolar esok hari. Prinsip dasar tersebut merupakan
kekuatan dari metode pendiskontoan yang mengandalkan hubungan antara nilai dolar saat ini
dan masa depan.
Nilai Masa Depan
Nilai atau keuntungan yang diharapkan atas investasi yang dilakukan dan telah diakumulasi
dengan bunga yang telah didapatkan. Pendapatan bunga atas bunga ini sering disebut
Pemajemukan bunga (compounding of interest). Nilai yang akan diakumulasikan pada akhir

24

umur investasi dengan asumsi pengembalian majemuk yang spesifik adalah nilai masa depan
(Future value).
Nilai Sekarang
Seorang manajer tidak hanya menghitung nilai masa depan, tetapi juga jumlah yang harus
diinvestasikan untuk menghasilkan suatu nilai masa depan. Jumlah yang harus diinvestasikan
sekarang untuk mendapatkan nilai masa depan dikenal sebagai nilai sekarang
(Present value).
Nilai Sekarang dari Serangkaian Arus Kas Tidak Tetap
Serangkaian arus kas masa depan disebut anuitas (annuity). Nilai sekarang anuitas diperoleh
dengan menghitung nilai sekarang dari setiap arus kas masa depan, kemudian menjumlahkan
nilai-nilai tersebut.

BAB III
PENUTUP
3.1

KESIMPULAN
1. Untuk membuat keputusan investasi, manajer harus memperkirakan jumlah
dan waktu munculnya arus kas, menilai risiko investasi, dan mempertimbangkan
pengaruh proyek terhadap laba perusahaan
2. Keputusan investasi modal (capital investment decision) berkaitan dengan proses
perencanaan, penetapan tujuan dan prioritas, pengaturan pendanaan, serta
penggunaan kriteria tertentu untuk memilih aktiva jangka panjang
3. Periode

pengembalian (payback

periods) adalah

waktu

yang

perusahaan untuk memperoleh kembali investasi awalnya kembali.

25

dibutuhkan

4. Model diskonto metode nilai sekarang : Model ini secara eksplisit


mempertimbangkan nilai waktu dari uang dan memasukan konsep diskonto arus
kas masuk dan arus kas keluar
5. Pascaaudit merupakan analisis lebih lanjut terhadap proyek modal segera setelah
proyek diimplementasikan. Pascaaudit membandingkan manfaat aktual dengan
biaya operasional yang diestimasi. Pascaaudit mengevaluasi hasil keseluruhan
investasi dan mengusulkan tindakan perbaikan bila diperlukan

3.2

SARAN
1. Dalam mengambil keputusan dalam manajemen, kita perlu mempelajari beberapa
aspek yang sudah kami susun dalam Pemabahasan makalah ini, kita semua pasti
tidak menginginkan keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang bias
membuat kita menyesal di kemudian hari. Untuk itu dalam makalah ini sangat
perlu dan dibutuhkan oleh semua orang khususnya mahasiswa yang masih
memerlukan ilmu dan pengetahuan dalam pengambilan keputusan untuk
menentukan kehidupan dimasa yang akan datang agar menjadi manusia yang
lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
Hansen, Don R & Mowen, Maryane M, (Alih Bahasa) oleh Dewi Fitriasari & Deny Armos
Kwary, Akuntansi Manajemen, Salemba Empat, Edisi 8, 2009
Jibonk,

Wisnu.

Keputusan

Investasi

Modal,

16

Juni

http://jibonk168.blogspot.co.id/2013/06/keputusan-invetasi-modal.html

2013,
(diakses

tanggal 13 Mei 2016)


Maman, Supratman. Jenis-Jenis Keputusan Investasi, Modal & Wewenang, Delegasi, dan
Pengaturan

Personalia,

09

26

Februari

2013,

http://supratmansp.blogspot.co.id/2013/02/jenis-jenis-keputusan-investasi-modal.html
(diakses tanggal 13 Mei 2016)

27