Anda di halaman 1dari 10

TEKNOLOGI MINYAK BUMI

PERTAMINA RU-VI BALONGAN


Kelompok 6:
Maryama Nancy H (061330401015)
Mega Silvia (061330401016)
Rifa Nurjihanty (061330401021)
Rifqi Munip (061330401022)

Kelas 5 KD
Dosen Pembimbing : Ir. Selastia Yuliati,M.Si

Sejarah Singkat PT. Pertamina (persero) RU VI


Balongan
PT. Pertamina (persero) RU VI Balongan dibangun ada
tanggal 1 September 1990 yang awalnya bernama PT.
Pertamina (persero) UP VI Balongan yang dinamakan proyek
EXOR (Export Oriented Refinery) I. Pada perkembangan
selanjutnya
pengoperasian
kilang
tersebut
sejak
terbentuknya OPI (Operational Performance Improvement)
diubah nama menjadi PT. Pertamina RU VI Balongan.
Start up kilang minyak PT. Pertamina (persero) RU VI
Balongan dilaksanakan pada bulan Agustus 1994, tetapi
baru diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal
24 Mei 1995 dilaksanakan oleh 2 kontraktor utama yaitu :
JGC (Japan Gasoline Coorporation)
Foster Wheeler Indonesia

Lokasi Kilang PT. PERTAMINA (Persero) RUVI Balongan


Kilang PT. PERTAMINA (Persero) RU-VI didirikan di
Balongan, salah satu kecamatan di Kabupaten
Indramayu, Jawa Barat.

Kapasitas Produksi
Kilang PT. PERTAMINA (Persero) RU-VI Balongan
mempunyai kapasitas 125.000 BPSD

PROSES
PRODUKSI

Bahan Baku Utama


Minyak mentah Duri, Riau (awalnya 80%, saat ini

50% feed).
Minyak mentah Minas, Dumai (awalnya 20%, saat
ini 50% feed).
Gas alam dari Jawa Barat bagian timur sebesar 18
Million Metric Standard Cubic Feet per Day
(MMSCFD).

Bahan Baku Penunjang


Di PT. PERTAMINA (Persero) RU-VI Balongan, selain
bahan baku utama digunakan juga bahan baku
pendukung berupa bahan kimia, katalis, dan resin
yang dipergunakan pada masing-masing unit

Blok Diagram PT PERTAMINA RU-VI


BALONGAN

Support Process Unit


Utilities

Unit Utilities menyediakan beberapa kebutuhan


utilities kilang seperti air, listrik, steam, udara
bertekanan dan nitrogen. Selain digunakan
untuk kebutuhan Kilang, Air dan Listrik
digunakan pula untuk keperluan perumahan
dan perkantoran. Dalam rangka memenuhi
kebutuhan air yang dipergunakan untuk
operasional Kilang dan Perumahan Bumi Patra,
Pertamina RU VI balongan mengambil air dari
Water Intake facilities Salam Darma dengan
menggunakan pipa sepanjang 60 km.

ITP (Instalasi Tangki dan Perkapalan)

ITP terdiri atas unit 41 (Marine facility), Unit


42 (Tankage / Tank Farm), Unit 43 (Piping
Facility), Unit 63 (Effluent Water
Treatment / EWT).

Pemasaran
Produksi minyak buminya disalurkan ke PT.
Krakatau
Steel, PT. Pupuk Kujang, PT.
Indocement, Semen Cibinong, dan Palimanan.
Depot UPPDN-III sendiri baru dibangun pada
tahun 1980 untuk mensuplai kebutuhan bahan
bakar di daerah Cirebon dan sekitarnya.