Anda di halaman 1dari 8

Nama :IntanPermata Sari HS

NIM : 1401022
Kelas : S1-IV A
Tugas : Kimia BahanAlam (KBA) I
DosenPembimbing : Dr. Emrizal, M.Si.,Apt

PILOKARPIN

(GOLONGAN ALKALOID IMIDAZOL)


Alkaloid adalahsenyawaorganik yang terdapat di alambersifatbasaatau alkali
dansifatbasainidisebabkankarenaadanya
atom
N
(NITROGEN)
dalammolekulsenyawatersebutdalamstrukturlingkarheterosiklikatauaromatis.alkaloidjugaditemu
kanpadaberbagaisumbersepertiserangga,organismelaut,mikroorganisme,danberbagaijenishewanla
innya.Alkaloidtermasukmetabolitsekunderdenganpopulasi
yang
cukupbesar.sejakdahulukalasenyawa alkaloid sudahdimanfaatkansebagaibahanobat.

ALKALOID IMIDAZOL

Mengandungcincinkarbon yang mengandung 2 atom


nitrogen.Imidazolmerupakansenyawa organic dengan CH (CH) rmus

2N(NH).Iniadalahpadatberwarna yang larutdalamiaruntukmemberikansolusiringandasar.


Dalamkimia, imidazole adalahheterosiklikaromatik, diklasifikasikansebagi diazole
dansebagaisuatu alkaloid.
Turunanimidazole,yangdisebutimidazoles,sebuahkeluargaheterocyclesumumdenganberbagaicinci
n 1,3-C3N2, tapisubstitusibervariasi.Banyakobatmengandungcincin imidazole, sebagaiobat anti
jamur, nitroimidazole, dan midazolam
sebagaiobatpenenang.adapunpilokarpinseringdigunakansebagaipenangkaluntukskopalamin,
atropine, dankeracunanhyoscyamine.

AKTIVITAS FARMAKOLOGI
Pilocarpussp.merupakantumbuhanyangmempunyaiketinggian 4 sampai 5 meter,
dengankayu yang halusdankeabu-abuan, memilikibungatebal, kecil,
berwarnamerahkeunguan,mempunyaidaun yang besar, denganpanjangnya 6-12 cm, lebar 1,5-4
cm majemuk, berbentukelips,lanset,ataulonjongsampailanset, menyirip..Khasiat yang dimiliki
iPilocarpus sp.ini
tentusajataklepasdarikandungankimiaygterkandungdidalamnya,diketahuiPilocarpus
sp.mengandung alkaloid pPilokarpinyangberkhasiatmengobatipenyakitglukoma.

CONTOH TUMBUHAN DARI PILOKARPIN

( Pilocarpussp )
Klasifikasi
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)

Kingdom : plantae ( tumbuhan)


Divisi
:Spermatophyta
Kelas
:Mgnoliopsida
Sub kelas
:Asteridae
Ordo
:Sapindales
Family
:Rutaceae
Genus
:Pilocarpus
Spesies:Pilocarpus sp.

PENYAKIT GLAUKOMA

Glaukomaadalahpenyakitmatadimanatekanancairandalam bola matamenjaditerlalutinggi,


sehinggamerusakseratlembutsarafoptik yang
membawasinyalpenglihatandarimatakeotak.Kerusakaninitidakdapatdisembuhkandandapatmenye
babkankebutaanpadatahapan yang parahGlaukomamerupakansuatukondisi yang
membuatpenderitanyamengalamigangguanpenglihatan.MenurutBadanKesehatanDunia PBB atau
WHO, glaukomamerupakanpenyebabkebutaankeduaterbesar di seluruhduniasetelahkatarak.

Penyebabglaukomaadalahmeningkatnyatekanan di dalammata (tekananintraokular),


baikakibatproduksicairanmata yang berlebihan,
maupunakibatterhalangnyasaluranpembuangancairantersebut.Tekananinidapatmerusakserabutsar
af retina ataujaringansaraf yang melapisibagianbelakangmatadansarafoptik yang
menghubungkanmatakeotakjuga.Hinggakini,
belumjelaskenapaproduksicairanmatabisaberlebihanataukenapasaluranpembuangannyabisatersu
mbat.Tekananberlebihdalam bola
mataterjadikarenaketidakseimbanganproduksicairandanpembuangannyadalam bola
mata.Terdapatberbagaitipeglaukoma yang berbeda.
Sebagianbesarkasusglaukomaadalahdarijenisglaukoma primer sudut-terbuka yang
biasanyamenyerangmanuladanparuhbaya.Glaucoma
berkembangsecaraperlahandantidakmenyakitkan,
sehinggaandamungkintidakmenyadaribahwapenglihatanAndamemburuk.Penglihatanperifer
(sekelilingpinggiranluar)
danpenglihatanmalamhariakanterpengaruhterlebihdahulusebelumpenglihatansentralanda.
.
Gejala glaucoma
Gejala-gelala glaucoma adalah :

Nyeripadamata

Melihatbayanganlingkaran di sekelilingcahayalampu

Mata memerah

Sakitkepala

Muntahataumual

Pandangansamar

Penglihatan yang
makinmenyempithinggapadaakhirnyatidakdapatmelihatobyeksamasekali

Jenisglaucoma
Duajenis glaucoma yang
disebabkanolehtekananpadamataadalahglaukomasudutterbukadansuduttertutup.
Glaukomasudutterbukaadalahjenisglaukoma yang paling
umum.Jenisinijugadisebutsebagaiglaukomakroniskarenamunculdanberkembangsecaraperlahanlahan.Glaukomasuduttertutupjauhlebihjarangterjadidandikenalsebagaiglaukomaakutkarenaterjadi
secaratiba-tiba.Glaukomasekunderdisebabkanolehperadangan bola
mataatauketikakatarakmenjaditerlaluparahdanbengkak. Tumor,
cideradanoperasidapatjugamenjadimenyebabkanglaukomasekunder
Glaukomasuduttertutupmerupakankondisidaruratkarenadapatmenyebabkankebutaanperm
anendengancepat.Glaukomaakutsuduttertutupbiasanyamenyerangmanuladanwanitasetengahbaya
etnikCina di Singapura.Tipe glaucoma initimbulseketikadengantekanancairan yang
meningkatcepatdandrastisdalammata.Hal inimengakibatkan rasa
nyeridanwarnakemerahanpadamata, pusingdanmual.Gejalalainnya yang
menyertaitermasukpenglihatanburamdanmelihatlingkaranwarnawarnidisekelilingcahaya.Glauko
makroniksuduttertutupberkembangsecarabertahapdansering kali tidakdiketahuidalamwaktu yang
lama.Tipeinidisebabkanolehpenyumbatansaluranpengeringancairandalam bola
matasecaraperlahan, mengakibatkanpeningkatantekananmata yang berkepanjangan.
Faktor-faktor yang dapatmemicuglaucoma
adalahperadangandaninfeksiparahpadamata, penyakit yang
mendasarisepertidiabetessertaefeksampingdaripenggunaanobat-obatan steroid. Selainitu,
risikoglaukomajugameningkatseiringdenganusiaseseorang, terutamajikaberada di atas 40
tahun.diabetes
Mendiagnosisadanyaglaukoma
Karenaglaukomamenyebabkansarafoptikterganggu, Maka
diagnosisakanfokuspadahaltersebut.
Doktermataakanmemeriksadayapenglihatanpasiendanstrukturbagiandalammata.
Sebuahproseduruntukmemeriksatekananmatajugaakandilakukan.
Prosedurinidisebuttonometri.Dokterjugaakanmelakukantesbidang visual
untukmemeriksaapakahpenglihatantepipasientelahberkurang

MEKANISME PILOKARPIN
PADA PENYAKIT GLAUKOMA
Alkaloid pilokarpin adalah suatu amin tersier dan stabil dari hidrolisis oleh
asetilkolenesterase. Pilokarpin menunjukkan aktivitas muskarinik dan terutama digunakan untuk
oftamologi. Penggunaan topikal pada kornea dapat menimbulkan miosis dengan cepat dan
kontraksi otot siliaris. Pada mata akan terjadi suatu spasme akomodasi, dan penglihatan akan
terpaku pada jarak tertentu, sehingga sulit untuk memfokus suatu objek. Pilokarpin juga
merupakan salah satu pemacu sekresi kelenjar yang terkuat pada kelenjar keringat, air mata, dan
saliva. Obat ini sangat efektif untuk membuka anyaman trabekular di sekitar kanal Schlemm,
sehingga tekanan bola mata turun dengan segera akibat cairan humor keluar dengan lancar.
Kerjanya ini dapat berlangsung sekitar sehari dan dapat diulang kembali
Glaukoma sebenarnya tidak dapat diobati, yang dapat dilakukan adalah
mengontrol tekanan bola mata sehingga tidak memberikan kerusakan pada saraf optik
dan lapang pandang.Tujuan utama pengobatan glaukoma ialah untuk melindungi
penglihatan dengan menurunkan tekanan bola mata yang merusak saraf optik.
Pengobatan glaukoma terutama bertujuan untuk memberikan tekanan bola mata yang
memungkinkan saraf masih dapat berfungsi dengan baik
Pilokorpinterutamamenyebabkanrangsanganterhadapkelenjarkeringat
yang
terjadikarenaperanganganlangsung (efekmuskarinik) dansebagiankarenaperangsangan ganglion
(efeknikotinik),
kelenjar
air
matadankelenjarludah.Produksikeringatdapatmencapai
3
liter.Padapenyuntika
IV
biasanyaterjadikenaikantekanandarahakibatefekganglionikdansekresikatekolamindari
medulla
adrenal

Indikasi
Pilokarpindigunakansebagaiobattetesmatauntukmenimbulkanmiosisdenganlarutan 0,5-3
Obatinijugadigunakansebagaidiaforetikdanuntukmenimbulkan saliva diberikan per
dengandosis 7,5 mg.

%.
oral

NAMA DAGANG
Pilokarpin yang tersediadibawahnamadagangantaralain :
a) Diocarpine (Dioptic)
b) IsoptoCarpine (Alcon)
c) Miocarpine (CIBA Vision)
d) Ocusert Pilo-20 dan -40(Alza)
e) Salagen(MGI Pharma)
f) ScheinpharmPilokarpin (Schein Farmasi)
g) Timpilo(Merck Frosst)

(ObatPilokarpin)

REFERENSI
Anonim,1995,MateriaMedikaIndonesia,jilidVI,DepartemenKesehatan RIJakarta,67-71
Backer,C.A.,Bakhuizen van den Brink,1965,flora of java(Spermatophytes Only),VolII,WoltersNoordhofN.V.P.,Groningen,228.Ross,I.A.,1999,Medicinal
Plants
of
the
World:ChemicalConstituents,Tradisional and Modern Medicinal Uses,Humana Press Inc.New
Jersey,109-118.
Sidarta Ilyas : Ilmu Penyakit Mata edisi 2 , Sagung Seto, Jakarta, 2002
Sidarta Ilyas : Ilmu Penyakit Mata edisi 3 , Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, Jakarta, 2006
Vaughan Daniel G : Oftalmogi Umum edisi 14 , Widya Medika, Jakarta, 2002