Anda di halaman 1dari 15

PENGARUH INHIBITOR TERHADAP AKTIVITAS ENZIM

A. TujuanPraktikum
Setelah mengikuti percobaan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Mampu memahami pengaruh inhibitor terhadap aktivitas enzim.
2. Mampu menjelaskan peristiwa inhibisi kompetitif terhadap aktivitas enzim.
B. DasarTeori
Enzim adalah golongan protein yang paling banyak terdapat dalam sel hidup,
dan mempunyai fungsi penting sebagai katalisator reaksi biokimia yang secara
kolektif

membentuk

metabolisme

perantara

dari

sel

(Wirahadikusumah

1989). Enzim merupakan biokatalis yang dapat meningkatkan kecepatan reaksi


dalam sistem biologi. Tanpa adanya enzim, suatu reaksi akan berlangsung sangat
lambat dan sulit karena energi aktivasi yang terlalu besar. Sedangkan dengan adanya
enzim, reaksi akan mudah terjadi dan kecepatan reaksinya dapat meningkat hingga
107 kali lipat.
Enzim sebagai katalisator juga mempunyai sifat-sifat seperti katalisator
pada umumnya, seperti ikut bereaksi, tetapi pada akhir reaksi, enzim akan didapatkan
kembali dalam bentuk semula. Hal tersebut mengakibatkan enzim dapat dipakai
kembali setelah melaksanakan aktivitasnya. Enzim membantu reaksi dengan
menyediakan jalur reaksi yang memiliki energi aktivasi yang lebih rendah untuk
transisi substrat menjadi produk dibandingkan dengan produk yang tidak dikatalisis.
Dalam mengkatalisis suatu reaksi, aktivitas suatu enzim dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya adalah konsentrasi enzim, konsentrasi substrat,
PH,temperatur, koenzim dan gugus prostetik, dan isoenzim(Redhana:2004). Aktivitas
enzim dapat dipengaruhi oleh beberapa jenis molekul. Molekul-molekul yang
mampu menurunkan aktivitas katalitik enzim disebut inhibitor. Tujuan dari
praktikum ini adalah untuk mengetahui pengaruh inhibitor terhadap aktivitas enzim
dilihat dari harga Vmaks dan KM reaksi dengan inhibitor dan tanpa inhibitor.
Inhibitor merupakan suatu senyawa yang dapat menghambat atau
menurunkan laju reaksi yang dikatalisis oleh enzim. Terdapat dua jenis inhibitor
utama, yaitu inhibitor yang bekerja secara tidak balik (irreversible) dan inhibitor
yang bekerja secara dapat balik (reversible).Inhibitor tidak dapat balik bekerja
dengan mengikat sisi aktif enzim melalui reaksi irreversible, E + I EI, sehingga
inhibitor mengikat enzim, inhibitor tidak dapat dipisahkan dari sisi aktif enzim.

Keadaan ini mengakibatkan enzim tidak dapat mengikat substrat sehingga tidak
dapat terbentuk produkatau juga dapat bekerja dengan merusak beberapa komponen
(gugus fungsi) pada sisi katalitik molekul enzim.Inhibitor dapat balik mengikat sisi
aktif enzim melalui reaksi reversible dan inhibitor ini dapat dipisahkan atau
dilepaskan kembali dari ikatannya, misalnya dengan dialisis. Inhibitor dapat balik
terdiri dari dua jenis, yaitu inhibitor yang bekerja secara kompetitif dan nonkompetitif .
Inhibitor Kompetitif
Inhibitor yang bekerja secara kompetitif umumnya mempunyai struktur tiga
dimensi yang mirirp dengan substrat yang reaksinya dikatalisis oleh inhibitor
tersebut. Oleh karena itu, dalam suatu campuran reaksi inhibitor akan bereaksi
dengan substrat untuk terikat pada sisi aktif enzim. Enzim yang telah mengikat
inhibitor tidak dapat bereaksi dengan substrat untuk menghasilkan produk,
sedangkan enzim yang telah mengikat substrat dapat menghasilkan produk, tetapi
tidak dapat berikatan dengan inhibitor.Contoh inhibitor kompetitif adalah malonat
yang menginhibisi reaksi yang dikatalisis oleh enzim suksinat dehidrogenase.Enzim
suksinat dehidrogenase mengkatalisis pembebasan dua atom hidrogen dari suksinat,
yaitu satu dari masing-masing kedua gugus metilenya (-CH 2-). Dehidrogenasi
suksinat ini dihambat oleh malonat yang menyerupai suksinat kaarena sama-sama
memiliki gugus karboksil bermuatan negatif yang berjarak tepat sehingga dapat
menempati sisi aktif enzim. Akan tetapi, malonat tidak terhidrogenasi oleh enzim
suksinat hidrogenase, malonat hanya menempati sisi aktif enzim tersebut dan
menguncinya sehingga enzim tidak dapat bekerja pada substrat.
Inhibisi Non-Kompetitif
Inhibitor non-kompetitif mengikat enzim pada sisi pengikatan yang berbeda
dari substrat. Dengan terikatnya inhibitor, aktivitas katalitik enzim menjadi rusak.
Hal ini mungkin disebabkan oleh inhibitor yang terikat pada sisi yang lain (bukan sisi
katalitik). Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim
tidak sesuai lagi dengan substratnya. Contohnya, antibiotic penisilin menghambat
kerja enzim penyusun dinding sel bakteri. Inhibitor ini bersifat reversibel, tetapi tidak
dapat dihilangkan dengan menambahkan konsentrasi substrat.
C. AnalisisProsedur
Alat dan Bahan yang diperlukan

1.
2.
2.
-

Alat:
Tabung reaksi
Batang pengaduk
Pipet tetes
Gelas ukur
Bahan:
Metilen blue 0,05%
Bufer fosfat 0,1M (pH 7,4)
Natrium suksinat 0,1M
Natrium malonat 0,1M
Homogenat hati
Minyakparafin
H2O

3.
4.

Pengaruh Inhibitor TerhadapAktivitas Enzim


5.

Langkah pertama yang dilakukan yaitu disiapkan 5 tabung reaksi dan diisi

masing-masing tabung dengan zat-zat pada tabel berikut.


6. T

7. Met

8. H

9. Bufer

10. Natriu

11. Natrium

ilen

fosfat

malonat

blue

0,1M

suksinat

0,1 M

0,05

pH

0,1M

7,4

g
12. 1

13. 0,5

14. 3

mL

15. 2 mL

16. 2 mL

17. -

21. 2 mL

22. 2 mL

23. 0,2 mL

27. 2 mL

28. 2 mL

29. 0,4 mL

33. 2 mL

34. 4 mL

35. 0,4 mL

0
m
18. 2

19. 0,5
mL

L
20. 2
,
8
m

24. 3

25. 0,5
mL

L
26. 2
,
6
m

30. 4

31. 0,5
mL

L
32. 0
,
6
m

36. 5

L
38. 6

37. -

39. 2 mL

40. -

41. -

,
0
m
L

Metilen blue digunakan sebagai indikator warna yang mengindikasikan telah


terjadinya proses pengoksidasian suksinat menjadi fumarat oleh enzim suksinat

dehidrogenase.
Penambahan buffer fosfat 0,1M pH 7,4 bertujuan untuk mempertahankan pH larutan

padapH optimum enzim yaitu 7,4.


Selanjutnya natrium suksinat merupakan substrat yang akan memberikan 2 molekulH
kepada FAD+. Ditambahkannya natrium malonat bertujuan sebagai inhibitor dari

reaksi perubahan suksinat menjadi fumarat.


Natrium malonat merupakan inhibitor kompetitif dari natrium suksinat karena

molekul natrium malonat sangat menyerupai natrium suksinat.


Langkah selanjutnya adalah mengaduk semua campuran, hal ini dimaksudkan agar

larutan menjadi homogen dan tercampur secara merata.


Kemudian ditambahkan 2,5 mL homogenat hati pada masing-masing tabung. Fungsi
homogenat hati ini adalah sebagai sumber enzim katalase, lalu diaduk segera sampai

homogen. Pengadukan ini bertujuan agar reaksi yang terjadi merata di semua bagian.
Ditambahkan beberapa tetes minyak parafin untuk menutup permukaan larutan agar
tidak terjadi kontak antara permukaan larutan dengan udara, sehingga metilen blue

tidak akan mengalami oksidasi kembali.


Kelima tabung selanjutnya diinkubasi pada penangas air suhu 38Cuntuk

mengoptimalakan reaksi yang terjadi.


Diamati perubahan warna pada setiap tabung tiap 5 menit hingga warna hilang
sempurna. Tabung 5 digunakan sebagai tabung dengan warna standar.

42.
D. Hasil Hasil Percobaan
43.
N
50.

44. Perla
kuan
52. Metil

45. Tabun
g1
53. Warna

46. Tabu

47. Tabu

48. Tabu

49. Tab

ng 2

ng 3

ng 4

ung

55. Warn

57. Warn

59. Warn

5
61. War

Biru

51.

0,05

biru
54.

a biru
56.

a biru
58.

a biru
60.

biru

% 0,5
63.
2
70.
3

ml
64. H2O
71. Buffe

na
62.

65. 3 ml

66. 2,8

67. 2,6

68. 0,6

ml

ml

ml

69. 6
ml

72.

73.

74.

75.

76.

79. 2 ml

80. 2 ml

82. 2 ml

84. 4 ml

86. -

81.

83.

85.

87.

91. 0,2

92. 0,4

93. 0,4

94. -

r
pospa
t 0,1
m
PH=7
,4 2

77.
4

ml
78. Nasuksi
nat
0,1

88.

M
90. Na-

- (biru)

Malo

ml

ml

ml

89.

nat

(biru)

(biru)

(biru)

0,1
95.
6

M
96. 2,5

97. Hijau

99. Hijau

ml

++++

++++

homo

98.

100.

genat

101.

103.

104.

Hijau ++

Hijau ++

Kuning

++

++

105.

102.

e hati
(2,5
ml)
106. 108.

109.

111.

112.

114.

116.

Ditamba

Hijau +++

Hijau ++

Hijau ++

Hijau ++

Kuning

++

++

++

107.

117.

paraff
in
118. 119.
8

110.
121.

122.

113.

115.

123.

124.

125.

Diinkuba
si

126.

pada
38oC.

127.

120.
Perubaha
n
Warn
a:
128. 129.
Menit ke
5
135. 136.
Menit ke
10

130.

131.

132.

133.

134.

Hijau +++

Hijau ++

Hijau ++

Hijau ++

Kuning

+
137.

++
139.

++
141.

++
143.

145.

Hijau +++

Hijau ++

Hijau ++

Hijau

Kuning

++

++

144.

146.

138.
Kuning +

147.
148.

Menit

ke 15

140.

142.

Kuning
157.
Kuning

149.

151.

153.

+
155.

Hijau ++

Hijau ++

Hijau ++

Hijau ++

++

++

150.

158.

Kuning ++

152.

154.

156.

161.

163.

164.

Kuning +
165.

167.

Menit ke

Hijau

Hijau ++

Hijau ++

Hijau ++

Kuning

20

162.

++

++

159. 160.

Kuning++

166.

+
170.

172.

174.

Kuning +
176.

178.

Menit ke

Hijau

Hijau ++

Hijau

Hijau

Kuning

25

171.

++

175.

177.

179.

Kuning

Kuning +

168. 169.

Kuning++

173.

+
182.

184.

+
186.

188.

190.

Menit ke

Hijau

Hijau

Hijau

Hijau

Kuning

30

183.

185.

187.

189.

191.

Kuning++

Kuning +

Kuning

Kuning +

+
195.

197.

+
199.

201.

203.

Menit ke

Hijau

Hijau

Hijau

Hijau

Kuning

35

196.

198.

200.

202.

Kuning++

Kuning +

Kuning

Kuning +

+
206.

+
208.

+
210.

212.

214.

Menit ke

Kuning++

Hijau

Hijau

Hijau

Kuning

40

209.

211.

213.

215.

207.

Kuning +

Kuning

Kuning +

Hijau
218.

+
220.

+
221.

223.

225.

Kuning++

Kuning+

Kuning +

Kuning+

Kuning

180. 181.

192. 193.

194.
204. 205.

216. 217.
Menit ke
50

+1/2

+1/2

219.
226. 227.
Menit ke
60

237. 238.
Menit ke
70

222.

Hijau

224.

Hijau
228.

230.

232.

Hijau
234.

236.

Kuning++

Kuning+

Kuning+

Kuning+

Kuning

++

+1/2

+1/2

229.

231.

233.

235.

Hijau
239.

Hijau
241.

Hijau
243.

Hijau
245.

247.

Kuning++

Kuning+

Kuning+

Kuning+

Kuning

+1/2

+1/2

+1/2

++

240.

242.

244.

246.

Hijau

Hijau

Hijau

Hijau

248.
E. Analisis Data danPembahasan
249.Percobaan ini bertujuan untuk memahami pengaruh inhibitor terhadap
aktivitas enzim dan untuk memahami peristiwa inhibisi kompetitif terhadap aktivitas

enzim. Metode dari percobaaan ini adalah penambahan inhibitor dan penambahan
substrat. Inhibitor adalah suatu zat yang befungsi menghambat kerja enzim dengan
mengubah atau menempati sisi aktif enzim sehingga substrat tak dapat bereaksi
sempurna dengan enzim (Bahagiawati, 2005).Konsentrasienzim(substrat) yang
tinggiakanmempengaruhikecepatanreaksisecara linear (kecepatan reaksi akan semakin
tinggiapabila

jumlah

substrat

bertambah

jumlahnya).

Dapatdikatakanbahwahubunganantarakonsentrasienzimdengankecepatanreaksienzimat
isberbandinglurus.Kecepatanreaksi

darisuatuenzimsatudengan

yang

lainberbeda-

bedameskipunmempunyaikonsentrasienzim yang sama. Pada percobaan kali ini


sampel yang digunakan adalah homogenat hati yang merupakan sumber dari enzim
suksinat dehidrogenase. Dan natrium malonat yang digunakan sebagai inhibitor
kompetitif dari natrium suksinat.
250.Prinsip dalam percobaan ini adalahenzim suksinat dehidrogenase dari
homogenat hati mengakatalis reaksi oksidasi suksinat menjadi fumarat dengan
mengubah C jenuh pada suksinat menjadi ikatan rangkap.
251.
252.
+ 253.
E-FAD+

+ E-FADH2

254.
255.
256.

Suksinat

Fumarat

257.Akibat reaksi seperti diatas metilen blue yang awalnya berwarna biru akan
berubah menjadi tak berwarna setelah terjadinya pengoksidasian suksinat menjadi
fumarat oleh enzim suksinat dehidrogenase karena metilen blue mengalami
reduksi.Agar reaksi hasil dari kerja enzimberjalan dengan optimal, reaksi dilakukan di
dalam penangas air dengan suhu 37-38C. Sebelumnya di atas tiap larutan telah
ditetesi oleh minyak parafin agar larutan tidak dapat berkentak dengan udara
luar(sehingga metilen blue tidak teroksidasi kembali).
258.Pada percobaan ini digunakan Natrium malonat sebagai inhibitor
kompetitif dari suksinat karena molekul malonat memiliki struktur tiga dimensiyang
menyerupai suksinat. Kesamaan gugus COO -ini menyebabkan malonat dapat

berikatan dengan sisi aktif enzim. Enzim yang telah mengikat inhibitor tidak dapat
bereaksi dengan substrat untuk menghasilkan produk, seperti malonat yang akan
membentuk kompleks EI yang dapat berikatan dengan pusat aktif enzim suksinat
dehidrogenase,sehingga produk fumarat tidak dapat dihasilkan. Sedangkan enzim
yang telah berikatan dengan substrat tidak dapat berikatan dengan inhibitor. Jadi pada
intinya antara inhibitor dan substrat akan saling berkompetisi untuk berikatan dengan
enzim.

259.
260.
261.
262.
263.

E + S ES E + P
+
I

EI

264.

265.
266.

Malonat

Suksinat

267.

268.Malonat

suksinat

269.
270. Besarnya pengaruh inhibitor kompetitif tersebut ditentukan oleh berapa
hal yaitu: konsentrasi inhibitor, konsentrasi substrat, dan afinitas relatif substrat dan
inhibitor terhadap enzim.Dalam percobaan ini menggunakan 5 tabung dengan
perlakuan yang berbeda, dan perlakuan ke 5 digunakan sebagai warna standar.
Perlakuan pada tabung 1, 2 dan 3 bertujuan untuk menguji pengaruh konsentrasi
inhibitor, sedangkan perlakuan pada tabung 3 dan 4 bertujuan untuk menguji pengaruh
konsentrasi substrat.
271.Pengaruh konsentrasi inhibitor
272.

273.

274.

Tab

Metile

H2

n
g

275.

276.

Bufer

Natrium

Natrium

278.
Kec.hilan

fosfat

suksin

malona

gnya

blu

0,1M

at

t 0,1 M

warna

pH

0,1M

0,0

7,4

5%

277.

279.

280.

281.

0,5 mL

3,0

282.

283.

2 mL

284.

2 mL

285.
-

++++

m
286.

287.

L
288.

0,5 mL

2,8

289.

290.

2 mL

291.

2 mL

292.

0,2 mL

+++

m
293.

294.

L
295.

0,5 mL

2,6

296.

297.

2 mL

298.

2 mL

299.

0,4 mL

m
L
300.
301.Perlakuan tabung 1, 2 dan 3 terjadi perubahan penambahan natrium
malonat dimana tabung 1 tidak ditambah natrium malonat, tabung 2 ditambah 0,2 mL
natrium malonat sedangkan tabung 3 ditabah 0,4 ml. Dari hasil pengamatan diperoleh
bahwa kecepatan reaksi berturut-turut adalah tabung 1>2>3. Hal ini menunjukkan
bahwa pada tabung 1 enzim bekerja lebih baik daripadatabung 2 atauun tabung 3,
karena adanya natrium malonat merupakan inhibitor yang menghambat terbentuknya
produk. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konsentrasi inhibitor maka
reaksi akan berlangsung semakin lambat.
302.
303.Pengaruh konsentrasi substrat
304.

305.

306.

Tab

Metilen

blue

n
g

H2

307.

308.

Bufer
O

309.

Natrium

310.

Natrium

Kec.hil

fosfat

suksin

malon

ang

0,05

0,1M

at

at 0,1

nya

pH

0,1M

war

7,4
311.
3

312.

313.

0,5 mL

2,6

314.
2 mL

m
L

na
315.
2 mL

316.
0,4 mL

317.
+

318.

319.

320.

0,5 mL

0,6

321.
2 mL

322.
4 mL

323.

324.

0,4 mL

m
L
325.
326.Perlakuan pada tabung 3 dan tabung 4 terjadi perbedaan penambahan
natrium suksinat yang berperan sebagai substrat, dimana pada tabung 3 ditambah 2
mL sedangkan pada tabung 4 ditambah 4 m. Sedangkan jumlah natrium malonat yang
berperan sebagai inhibitor jumlahnya sama yaitu 0,4 mL, Dari hasil pengamatan
diperoleh data bahwakecepatan reaksi pada tabung 4>3. Hal ini menunjukkan bahwa
enzim bekerja lebih efektif pada tabung 4 jika dibandingkan dengan tabung 3. Hal ini
mengindikasikan bahwa semakin tinggi konsentrasi substrat maka kecepatan reaksi
akan semakin tinggi pula.
327.
F. Kesimpulan
Pada penambahan

natrium malonat (inhibitor) akan mampu memperlambat

reaksiyang terjadi
Semakin banyak natrium malonat (inhibitor) yang ditambahkan, reaksi akan

berlangsung semakin lambat


Semakin banyak natrium suksinat (substrat)

yang ditambahkan, reaksi akan

berlangsng semakin cepat


Jenis inhibisi yang terjadi adalah inhibisi kompetitif
328.
G. DaftarPustaka
329.

Dwidjoseputro, D., 1994, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT Gramedia Pustaka

Utama: Jakarta
330.
331.

Girindra, A., 1993.Biokimia 1. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Lehninger, A. L., 1995.Dasar-Dasar Biokimia jiid 1, diterjemahkan oleh Maggy

332.

Thenawidjaja, Erlangga, Jakarta.

333.

Page, D.S. 1997. Prinsip-prinsip Biokimia. Erlangga: Jakarta.

334.

Parlan, Srini, Wahjudi. 2003. Common TextBook Kimia Organik II. UM:

Malang.
335.

Pujiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : UI Press

++

336.

Poedjiadi, A., 2005, Dasar-Dasar Biokimia, UI Press, Jakarta.

337.
Salisbury, Frank B dan W. Ross, 1995, Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. ITB;
Bandung.
338.

Tim dosen Pembina. 2016. BukuPetunjukPraktikumBiokimia. UM:

Malang
339.
H. Lampiran
340.

Foto-foto saat

praktikum berlangsung:
341.
342.
343.
344.
345.
346.
347.
Minyak Parafin
355.
356.
357.
358.
359.
360.
361.
Ditambahkan Buffer Fosfat
0,1 M
369.
370.
371.
372.
373.
374.
375.
376.
Perubahan Warna menit ke
5
385.
386.
387.
388.
389.
390.
391.
Perubahan Warna menit ke
60

348.
349.
350.
351.
352.
353.
354. Metilen Biru 0,05 %
362.
363.
364.
365.
366.
367.
368.
Ditambahkan H2O
377.
378.
379.
380.
381.
382.
383.
384.
25
392.

Perubahan Warna menit ke

393.
394.
395.
396.
397.
398.