Anda di halaman 1dari 14

KEMAMPUAN

MEMPRODUKSI
IMUNOGLOBULIN
KELOMPOK 2 :
SHINTA ANGGRAINI (I21112060)
RUTH HARYATI BUTAR-BUTAR (I21112070)
NUR AFIFAH (I21112077)
INNE NOVIANTI (I21112087)

DEFINISI
Immunoglobulinadalah senyawa protein yang
digunakan untuk melawan kuman penyakit
(virus, bakteri, racun bakteri dll.), terdapat
dalam serum atau cairan tubuh yang biasanya
disebut antibodi
Kemampuan penderita membentuk
immunoglobulin dapat diperiksa dengan
imunisasi aktif, misalnya antigen bakteri dan
respon antibodi diukur dengan tabung tes
presipitasi.

JURNAL :
Preparasi Immunoglobulin G Kelinci sebagai
Antigen Penginduksi Antibodi Spesifik Terhadap
Virus Avian Influenza H5N1 Strain Legok

PRINSIP PEMERIKSAAN
Pemeriksaaan secara kualitatif dilakukan
dengan metode AGPT(Agar Gel Precipitation
Test) dimana hasil positif ditunjukkan dengan
adanya garis putih yang terbentuk di antara
lubang yang berisi antigen dan antibodi.
Pemeriksaan secara kuantitatif dilakukan
spektrofotometer UV

TUJUAN PEMERIKSAAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk
menyiapkan imunoglobulin G kelinci sebagai
Ab2 Avian Influenza H5N1. Abu-Shakra et al
1997 mengatakan bahwa molekul
imunoglobulin yang merupakan protein
bersifat antigenik sehingga hewan yang
diimunisasi dengan imunoglobulin akan
menghasilkan antibodi anti imunoglobulin
yang dapat mencegah terjadinya penyakit

LANGKAH-LANGKAH PEMERIKSAAN
1

Reidentifikasi Vaksin A1 H5N1 Inaktif Strain Legok


RNA dari vaksin AI H5N1 inaktif strain Legok
diekstraksi
Diidentifikasi sub tipe virus AI-nya berdasarkan gen
hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA)
Isolasi RNA dilakukan dengan menggunakan metode
TRIZOL

Tahap akhir adalah larutan RNA diinkubasikan


dalam penangas air 60 C selama 10 menit.
Larutan RNA disimpan pada -20 C sampai dilakukan
RT-PCR

Produksi Antibodi Poliklonal AI H5N1


Menyuntikan satu dosis vaksin AI H5N1 inaktif strain Legok (0,5
ml) secara subkutan pada 10 ekor quinea pigs
Dilakukan penyuntikan diulang sebanyak dua kali dengan interval
3 minggu.
Antibodi dideteksi dengan uji hambatan hemaglutinasi
(Hemaglutination Inhibition Test/HIT) danuji agar gel presipitasi
(Agar Gel Precipitation Test/AGPT)

Jika titer antibodi tinggi dalam darah, maka serum dikoleksi dan
disimpan hingga penelitian selanjutnya

Reidentifikasi Serum Anti A1 H5N1 (Ab1)

Reidentifikasi serum marmut dilakukan dengan HIT dan


AGPT
Sebelum dilakukan HIT, serum marmut diinaktivasi
terlebih dahulu dalam penangas air 56 C selama 30
menit
Diabsorpsi dengan sel darah merah ayam pada
temperatur ruang selama 30 menit
Disentrifugasi dengan kecepatan 1000 g selama 5 menit
dan diambil supernatannya
Selanjutnya dilakukan prosedur HIT

Pemotongan Imunoglobulin GA1 H5N1 dan Purifikasi Fragmen F (ab)2

Diambil serum marmut untuk memperoleh fragmen dari


imunoglobulin
Pemotongan dilakukan dengan menggunakan enzim pepsin
sebanyak 5 g
Imunoglobulin G dibuat menjadi 5 mg/ml dalam Na sitrat 100
Mm Ph 3,5
Diinkubasi dalam penangas air pada suhu 37 C selama 24 jam
setelah itu dihentikan dengan Tris Buffer
Disentrifugasi dengan kecepatan 10000 g selama 30 menit
Larutan kemudian disalting dengan HiTrap Desalting dan
dihitung dengan menggunakan spektrofotometer Ultra Violet

Pemurnian Imunoglobulin G Anti AI


H5N1(Ab1) dan Antibodi Anti-idiotipe
(Ab2)
Pemurnian menggunakan montage antibody purification kit & spin
column with Prosep A media (Millipore)
Prosep A dimasukkan ke dalam spin kolom. dicuci binding buffer
disentrifus 15 menit
Serum difilter dan sampel dilarutkan dan dimasukkan ke kolom spin
dan disentrifugasi.
Kolom spin dan disentrifus selama 5 menit, pencucian dilakukan dua
kali.
IgG dielusi dalam tabung sentrifus selama 5 menit. IgG adalah
larutan yang dibawah,
IgG di desalting dan disentrifus, IgG adalah larutan yang diatas
Reidentifikasi IgG AI H5N1 dengan uji AGPT dan SDS-PAGE dan
spektrofotometer UV

Produksi Imunoglobulin G Kelinci


Anti-Idiotipe (Ab2)
Imunoglobulin G Ab2 disiapkan dengan cara menyuntikkan
kelinci dengan Ab F(Ab)2
Kelinci diimunisasi dengan 500 g Ab1 H5N1 dalam CFA secara
intramuskular
Dilakukan imunisasi ulangan satu minggu berikutnya dan
serum dikoleksi
Diidentifikasi keberadaan Ab2 H5N1 strain Legok dengan AGPT
Ditentukan berat molekul dengan metode SDS-PAGE dan
konsentrasinya dihitung dengan spektrofotometer ultra violet

INTERPRETASI

MANIFESTASI KLINIS