Anda di halaman 1dari 70

HUBUNGAN KEBIASAAN MINUM KOPI DENGAN KEJADIAN

HIPERTENSI PADA PEKERJA BANGUNAN DI PT. UWAY


MAKMUR TIBAN BATAM TAHUN 2015

SKRIPSI
Untuk Memenuhi Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

RAFLI RAMADHAN
61112076

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BATAM
2016

PENGESAHAN SKRIPSI

Skripsi dengan judul: Hubungan Kebiasan Minum Kopi Dengan Kejadian


Hipertensi Pada Pekerja Bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun
2015
Rafli Ramadhan, NPM : 61112076, Tahun : 2016
Telah diuji dan sudah disahkan di hadapan Dewan Penguji Skripsi Program S1
Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Batam
Pada Hari Jumat, Tanggal 19, Bulan Februari Tahun 2016

Pembimbing I
Nama : dr. Evi Diana Fitri, SH, Sp.F
NIDN : -

Pembimbing II
Nama : dr. Kasih Purwati
NIDN : -

Penguji I
Nama : dr. Adi Arianto, M.Biomed
NIDN : 1002027801

Penguji II
Nama : dr. Rama Haruki
NIDN : -

Penguji III
Nama : dr. Ira Damaswari
NIDN : -

Universitas Batam, Februari 2016


Dekan Fakultas Kedokteran

dr. Saiful Batubara, M.Pd


NIDN : 0124086901

PERNYATAAN ORISINALITAS

Yang bertanda tangan dibawah ini saya Rafli Ramadhan, menyatakan bahwa
skripsi dengan judul : Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Kejadian
Hipertensi Pada Pekerja Bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam, adalah hasil
tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam
skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil
dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang
menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya akui
seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan/atau tidak terdapat bagian atau
keseluruhan tulisan orang yang saya salin itu, atau yang saya ambil dari tulisan orang
lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya.
Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut diatas,
baik disengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya
ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya
melakukan

tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil

pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijazah yang telah diberikan oleh Universitas
Batam batal saya terima.

Batam, 19 Februari 2016


Yang membuat pernyataan,

Rafli Ramadhan
NPM : 61112076

ABSTRAK

Rafli Ramadhan, 61112076, 2012. Hubungan kebiasaan minum kopi dengan


kejadian hipertensi pada pekerja bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun
2015. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Batam.
Latar Belakang : Mengkonsumsi kopi menjadi kebiasaan yang tidak asing lagi
didalam kehidupan. Kandungan terbesar dalam kopi, yaitu kafein, memiliki efek
terhadap tekanan darah secara akut, terutama pada penderita hipertensi. Hipertensi
telah menjadi penyakit yang menjadi perhatian di banyak negara dunia karena
seringkali menjadi penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi pada pekerja bangunan
di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun 2015.
Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional yang dilakukan di PT. Uway Makmur Tiban Batam. Populasi pada
penelitian ini adalah seluruh pekerja bangunan di PT. Uway Makmur dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling menjadi 111 sampel pekerja
bangunan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian dianalisis
menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan program SPSS.
Hasil : Dari jumlah 111 responden terdapat pekerja peminum kopi sebanyak 68
responden dengan tekanan darah normal sebanyak 53 responden (77,9%), sedangkan
yang hipertensi 15 responden (22,1%). Dari 43 responden yang tidak minum kopi
sebanyak 39 responden (90,7) memiliki tekanan darah normal dan sebanyak 4
responden (9,3%) hipertensi. Hasil uji statistik dengan chi-square diperoleh nila p
value = 0,082 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Kesimpulan : Pada pekerja yang mengkonsumsi kopi jangka panjang tidak ada
hubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja bangunan di PT. Uway Makmur
Tiban Batam Tahun 2015.
Kata Kunci : Peminum Kopi, Hipertensi, Pekerja Bangunan

ABSTRACK
Rafli Ramadhan, 61112076, 2012. The correlation of the habits of drinking coffee
and the occurencee of hypertension to the construction workers at Uway Makmur
Company Tiban Batam in 2015. Research. Medicine Faculty of Batam University.
Background: Coffee has become familiar activity in life human. The biggest
compounds in coffee is caffeine, it has an effect towards the blood pressure acutely.
particularly for the someone who cutter hypertension. Hypertension has become
concern in disease many countries of the world because its not contagious. This study
aims to know the correlation between the habits of drinking coffee with the
hypertension to the construction workers in Uway Makmur Company Tiban Batam in
2015.
Method: The method used in this study was analytical descriptive with cross
sectional approach, it was conducted in Uway Makmur Company Tiban Batam. By
using purposive sampling with 111 construction workers who fulfill both inclusion
and exclusion criteria. The findings of the study were analyzed by using univariate
and bivariate analysis using SPSS application program.
Result: The result shows that total 111 respondents, there are around white 53
(77,9%) 68 respondents is coffee drinkers are having normal blood pressure. and 15
respondents (22.1%) with hypertension. They are while for those 43 non-coffeedrinker, are having 39 respondents (90.7 %) are having normal blood pressure and 4
respondents (9.3 %) are having hypertension. The result of statistical test of chisquare shows that p value = 0.082 > 0.05. Thus, Ho is accepted and Ha is rejected.
Conclusion: The researcher conclude that of workers consuming coffee in a longterm, there will be no correlation of the habits of drinking coffee and the occurencee
of hypertension to the construction workers at Uway Makmur Company Tiban Batam
in 2015. Research. Medicine Faculty of Batam University.

Keywords: Coffee Drinkers, Hypertension, Construction Worker

BIODATA PENULIS

Nama

: Rafli Ramadhan

NPM

: 61112076

Agama

: Islam

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Komplek Pasar RT 027 RW 002, Desa Sido Rukun,


Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi
Jambi

Nama Orang Tua


Ayah

:MADRI

Ibu

: Rochimah
RIWAYAT PENDIDIKAN

TK (1999-2000)

: TK Raudhatul Athfal Sido Rukun Kab. Tebo Jambi

SD (2000-2006)

: SD Negeri 160 Sido Rukun Kab. Tebo Jambi

SMP (2006-2009)

: SMP Negeri 21 Sido Rukun Kab. Tebo Jambi

SMA (2009-2012)

: SMA Negeri 5 Kab. Tebo

SI Kedokteran (20012-2016) : Universitas Batam


MOTTO
Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa
dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah
(Thomas Alva Edison)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan berkah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
proposal ini dengan judul : Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Kejadian
Hipertensi Pada Pekerja Bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun
2015. Penulisan proposal ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Batam.
Penyelesaian proposal ini banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak,oleh
karena itu penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang tulus kepada :
1.

Bapak Prof. Dr. Ir. H. Novirman Jamarun, M.Sc sebagai Rektor Universitas
Batam.

2.

Bapak dr. Saiful Batubara, M.Pd Sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas
Batam.

3.

dr. Evi Diana Fitri, SH, Sp.F selaku pembimbing I yang telah memberikan
bimbingan serta petunjuk selama pembuatan proposal ini sehingga dapat
terselesaikan dengan baik.

4.

dr. Kasih Purwati selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan kritik dan
saran yang membangun selama pembuatan proposal sehingga dapat terselesaikan
dengan baik.

5.

Kedua orang tua saya Ayahanda Madri dan Ibunda Rochimah yang telah
memberikan semangat, doa dan dukungan baik dari moral maupun material
kepada saya selama menjalani pendidikan dan penelitian.

6.

Semua pihak PT. Uway Makmur Tiban Batam yang telah memberikan izin dan
bantuan untuk melakukan penelitian.

7.

Kakak-kakakku Muzaeri, S.Com, dr. Budi Santoso, dan Evi Rohmayenti, Amd.
Keb yang telah memberikan dukungan dalam terselesaikannya proposal ini.

8.

Trisna Widhi Pangestika yang selalu memberikan semangat dan motivasi dalam
pembuatan proposal ini.

9.

Sahabat-sahabat angkatan 2012 dan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu
per satu yang telah memberi dukungan dan membantu saya selama pembuatan
proposal ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu saran dan kritik sangat diharapkan. Penulis berharap Tuhan YME
membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga proposal
dapat disetujui dan ada manfaatnya dikemudian hari.

Batam, 19 Februari 2016

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................. i


PENGESAHAN ......................................................................................................... ii
PERNYATAAN ........................................................................................................ iii
ABSTRAK ................................................................................................................. iv
ABSTRACK ................................................................................................................ v
BIODATA PENULIS ................................................................................................ vi
KATA PENGANTAR ............................................................................................... viii
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ix
DAFTAR TABEL ...................................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. xiii
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................. xiv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 4
D. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 4
1. Bagi Penderita Hipertensi ...................................................................... 4
2. Bagi Peneliti .......................................................................................... 4
3. Bagi Dunia Pendidikan .......................................................................... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Kopi ........................................................................................................... 6
1. Pengertian .............................................................................................. 6
2. Jenis-Jenis Kopi ..................................................................................... 6
3. Dampak Konsumsi Kopi ....................................................................... 7
B. Kafein ........................................................................................................ 7
1. Sifat Kimia............................................................................................. 7
2. Sumber Kafein ....................................................................................... 8
3. Manfaat Kafein ...................................................................................... 8
4. Kadar Kafein ......................................................................................... 9
C. Konsep Tekanan Darah ............................................................................. 10
1. Definisi .................................................................................................. 10
2. Faktor Mempengaruhi Tekanan Darah .................................................. 11
3. Klasifikasi .............................................................................................. 11
4. Pengaturan Tekanan Darah.................................................................... 12
5. Mengukur Tekanan Darah ..................................................................... 12

D. Hipertensi .................................................................................................. 15
1. Definisi .................................................................................................. 15
2. Klasifikasi .............................................................................................. 15
3. Etiologi .................................................................................................. 16
4. Patofisiologi ........................................................................................... 17
5. Gambaran Klinis .................................................................................... 18
6. Bahaya dan Komplikasi ......................................................................... 19
7. Pengobatan ............................................................................................ 20
E. Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Kejadian Hipertensi ............ 20
F. Kerangka Berfikir ...................................................................................... 21
G. Hipotesis .................................................................................................... 22
H. Penelitian Terkait....................................................................................... 22
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Kerangka Konsep ...................................................................................... 24
C. Jenis Penelitian .......................................................................................... 24
D. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................... 24
E. Subjek Penelitian ....................................................................................... 25
1. Populasi ................................................................................................. 25
2. Sampel ................................................................................................... 25
F. Desain Penelitian ....................................................................................... 26
G. Identifikasi Variabel Penelitian ................................................................. 26
1. Variabel Bebas....................................................................................... 26
2. Variabel Terikat ..................................................................................... 27
H. Definisi Operasional .................................................................................. 27
I. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................ 28
1. Data Primer............................................................................................ 28
2. Data Sekunder ....................................................................................... 28
J. Teknik Pengolahan Data............................................................................ 28
1. Pemeriksaan Data .................................................................................. 28
2. Pengkodean Data ................................................................................... 29
3. Memasukkan Data ................................................................................. 29
4. Pembersihan Data .................................................................................. 29
J. Analisa Data ............................................................................................... 29
1. Analisa Univariat ................................................................................... 29
2. Analisa Bivariat ..................................................................................... 29
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum PT. Uway Makmur Tiban Batam ................................ 31
B. Hasil Penelitian ......................................................................................... 31
1. Analisis Univariat .................................................................................. 32
2. Analisis Bivariat .................................................................................... 33
BAB V PEMBAHASAN
A. Peminum Kopi .......................................................................................... 35
B. Tekanan Darah .......................................................................................... 36
C. Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Kejadian Hipertensi ............ 37
D. Keterbatasan Penelitian ............................................................................. 39

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan ............................................................................................... 40
B. Saran .......................................................................................................... 41
1. Bagi Pekerja Bangunan ......................................................................... 41
2. Bagi institusi Pendidikan ....................................................................... 41
3. Bagi Peneliti Selanjutnya ...................................................................... 41
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 42
LAMPIRAN ............................................................................................................... 44

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kandungan Kafein Dalam Makanan atau Minuman ................................ 9


Tabel 2.2 Klasifikasi Tekanan Darah........................................................................ 11
Tabel 2.3 Klasifikasi Tekanan Darah Sesuai dengan WHO atau ISH ...................... 16
Tabel 3.1 Definisi Operasional ................................................................................. 27
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Peminum Kopi dan Tidak Peminum Kopi Pada
Pekerja Bangunan ...................................................................................... 32
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Pekerja Bangunan .......................... 33
Tabel 4.3 Analisis Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Kejadian
Hipertensi Pada Pekerja Bangunan ........................................................... 34

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir.................................................................................. 21


Gambar 3.1 Kerangka Konsep .................................................................................. 24

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Jadwal Penelitian


Lampiran 2 Lembar Permohonan Menjadi Responden
Lampiran 3 Lembar Persetujuan Menjadi Responden
Lampiran 4 Kuesioner
Lampiran 5 Data Responden
Lampiran 6 Hasil Perhitungan Data
Lampiran 7 Surat Izin Penelitian
Lampiran 8 Surat Persetujuan Penelitian

BAB I
PENDAHULUAN

E.

Latar Belakang
Mengkonsumsi kopi menjadi kebiasaan yang tidak asing lagi didalam
kehidupan. Kopi dapat ditemui di berbagai tempat, baik warung kopi pinggir
jalan maupun kafe-kafe terkenal. Jika di warung kopi hanya menyediakan kopi
tubruk (kopi murni), di kafe-kafe jenis kopi yang disajikan ada dalam berbagai
pilihan. Setiap jenis kopi itu mempunyai penggemar tersendiri, namun, bagi
penikmat kopi, secangkir kopi pilihan mereka mempunyai kenikmatan
tersendiri.
Minum kopi dapat merangsang lambung untuk mengeluarkan asam
lambung lebih banyak daripada jumlah normal. Asam lambung yang berlebihan
dapat menimbulkan penyakit lambung. Dua cangkir kecil kopi dapat
merangsang pengeluaran asam lambung selama lebih dari satu jam (Anwar &
Khomsan, 2009). Kandungan terbesar dalam kopi yaitu kafein, yang memiliki
efek terhadap tekanan darah secara akut, terutama pada penderita hipertensi
(Martiani, 2012).
Hipertensi telah menjadi penyakit yang menjadi perhatian di banyak Negara
di dunia, karena hipertensi seringkali menjadi penyakit tidak menular nomor satu
di banyak negara. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab
kematian dan kesakitan yang tinggi. Darah tinggi merupakan pembunuh
tersembunyi yang penyebab awalnya tidak diketahui atau tanpa gejala sama

sekali. Hipertensi bisa menyebabkan berbagai komplikasi terhadap beberapa


penyakit lain, bahkan penyebab timbulnya penyakit jantung, stroke dan ginjal
(Brunner & Suddarth, 2002).
Angka penderita hipertensi kian hari semakin mengkhawatirkan dengan
angka yang terus meningkat tajam. WHO memprediksikan pada tahun 2025
nanti, sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi
(DEPKES, 2006).
Menurut Hasil Riskesdas Kemenkes tahun 2013, Prevalensi hipertensi di
Indonesia yang didapat melalui pengukuran pada umur > 18 tahun sebesar
25,8%, tertinggi di Bangka Belitung 30,9%, diikuti Kalimantan selatan 30,8%,
Kalimantan Timur 29,6%, Jawa Barat 29,4%, dan Kepulauan Riau 22,4%.
Prevalensi hipertensi di Indonesia yang didapat melalui kuesioner terdiagnosis
tenaga kesehatan sebesar 9,4%, yang didiagnosis tenaga kesehatan atau sedang
minum obat sebesar 9,5%. Jadi ada 0,1% yang minum obat hipertensi sebesar
0,7%. Jadi prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 26,5% (Riskesdas, 2013).
Hipertensi yang diderita seseorang apabila tidak diobati secara seksama
dapat berakibat fatal, salah satunya adalah kerusakan pada berbagai organ target
seperti otak, ginjal, aorta, pembuluh darah perifer sampai kerusakan pada retina
mata. Kerusakan ini diakibatkan oleh Ambulatory Blood Preasure. Orang yang
tidak terkena hipertensi, tekanan darahnya mengikuti pola sirkadian yaitu
tekanan darah mengalami penurunan pada malam hari dan meningkat pada pagi
hari (Ridwan, 2009).
Faktor resiko pemicu penyakit hipertensi dapat disebabkan oleh faktor
keturunan, usia yang semakin tua, massa tubuh yang berlebihan,

konsumsi

garam melebihi ambang batas, keturunan yang memiliki riwayat hipertensi, pola
makan dan gaya hidup yang kurang sehat, serta aktivitas olahraga yang kurang.
Salah satu faktor pemicu munculnya penyakit hipertensi adalah asupan bahan
makanan yang kurang memenuhi syarat sebagai makanan sehat.
Kopi dapat mempengaruhi tekanan darah karena adanya polifenol, kalium,
dan kafein yang terkandung di dalamnya.

Polifenol dan kalium bersifat

menurunkan darah. Polifenol menghambat terjadinya atherogenesis dan


memperbaiki fungsi vaskuler. Kalium menurunkan tekanan darah sistolik dan
diastolik dengan menghambat pelepasan rennin sehingga terjadi peningkatan
ekskresi natrium air. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan volume
plasma, curah jantung, dan tekanan perifer sehingga tekanan darah akan turun.
Kafein memiliki efek yang antagonis kompetitif terhadap reseptor adenosin.
Adenosin merupakan neuromodulator yang mempengaruhi sejumlah fungsi pada
susunan saraf pusat. Hal ini berdampak pada vasokontriksi dan meningkatkan
total resistensi perifer, yang akan menyebabkan tekanan darah naik (Martiani,
2012).
Berdasarkan gambaran di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian mengenai efektifitas kopi terhadap kenaikan tekanan darah pada
pekerja bangunan.
F.

Rumusan Masalah
Apakah ada hubungan kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi
pada pekerja bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam.

G. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Mengetahui pengaruh kopi terhadap kenaikan tekanan darah pada pekerja
bangunan.
2. Tujuan Khusus
a.

Mengidentifikasi tekanan darah pada pekerja bangunan yang

minum

kopi.
b.

Mengidentifikasi tekanan darah pada pekerja bangunan yang

tidak

minum kopi.
c.

Mengidentifikasi adanya hubungan minum kopi terhadap kenaikan


tekanan darah pada pekerja bangunan.

H. Manfaat Penelitian
1. Bagi Penderita Hipertensi
Memberikan pilihan dan alternatif bagi penderita dalam upaya
menurunkan tekanan darah tanpa menimbulkan efek samping.
2. Bagi Peneliti
Dapat menambah ilmu pengetahuan dan memperdalam pengalaman
peneliti tentang riset yang diteliti serta pengembangan wawasan tentang
pengobatan hipertensi.
3. Bagi Dunia Pendidikan
Khususnya institusi Kedokteran Universitas Batam diharapkan bisa
bermanfaat sebagai masukan untuk pengembangan ilmu dalam melakukan

penanganan pada klien hipertensi khususnya dalam memberikan edukasi


kepada masyarakat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.

Kopi
1. Pengertian Kopi
Kopi merupakan bahan penyegar yang biasanya disajikan dalam bentuk
minuman yang dibuat dari biji tanaman kopi yang telah dipanggang. Tanaman
kopi terbagi menjadi dua spesies, yaitu arabika dan robusta. Arabika
merupakan kopi tradisional dengan rasa yang enak. Sementara itu, robusta
mempunyai rasa pahit dan sedikit asam serta mengandung kafein yang lebih
tinggi. Kandungan kafein dalam secangkir kopi tergantung varietas kopi
tersebut (Anwar & Khomsan, 2009).
2. Jenis-Jenis Kopi
Saat ini, jenis kopi yang ada sangat beragam, mulai dari kopi tubruk
sampai kopi kombinasi. Kopi bubuk terbuat dari biji kopi murni yang
disangrai, digiling sampai halus, kemudian disaring atau diayak. Kopi instan
merupakan produk kering yang mudah larut dalam air, yang diperoleh dengan
mengekstrak biji tanaman kopi yang telah disangrai.
Ada juga produk kopi dalam bentuk campuran (coffe mix), misalnya kopi
gula (duo), kopi gula susu (duo susu), kopi gula kremer (three in one).
Biasanya, semua jenis itu disajikan dalam bentuk bubuk yang berisi campuran
kopi murni atau instan, gula pasir atau pemanis serta susu atau krim.

Bentuk lain adalah kopi espresso yang merupakan kopi pekatdan


memiliki rasa yang sangat kuat. Ada juga kopi latte, yaitu kopi dengan
kombinasi sepertiga espresso dan dua pertiga susu. Selain itu, ada kopi matte,
yaitu kopi dengan kombinasi susu dan sari nabati.
3. Dampak Konsumsi Kopi
Minum kopi dapat merangsang lambung untuk mengeluarkan asam
lambung lebih banyak daripada jumlah normal. Asam lambung yang
berlebihan dapat menimbulkan penyakit lambung. Dua cangkir kecil kopi
dapat merangsang pengeluaran asam lambung selama lebih dari satu jam.
Selain itu, kopi juga bersifat diuretik, dapat merangsang ginjal untuk
membentuk dan membuang air seni lebih banyak daripada jumlah air yang
diminum. Kopi yang diminum sewaktu makan akan meningalkan pembuangan
kalsium dari dalam tubuh.
Pengaruh fisiologis kafein terhadap tubuh adalah bersifat stimulasi
pernapasan dan jantung. Selain itu, kafein juga dapat memberikan efek
samping berupa rasa gelisah, tidak dapat tidur, dan denyut jantung yang tidak
berturan.
B.

Kafein
1. Sifat Kimia Kafein
Kafein ialah alkaloid yang tergolong dalam keluarga methylxanthine
bersama sama senyawa tefilin dan teobromin, berlaku sebagai perangsang
sistem saraf pusat. Pada keadaan asal, kafein ialah serbuk putih yang pahit

(Phytomedical Technologies, 2006) dengan rumus kimianya C 6 H10 O2, dan


struktur kimianya 1,3,7- trimetilxantin (Tanu, 2007).
2. Sumber Kafein
Kopi robusta, jenis kopi yang menduduki 25% pasar dunia yang memiliki
kandungan kafein dua kali lipat, yakni sekitar 2,2% dari bobot kopi. Kopi
robusta memiliki rasa lebih pahit, sedikit kurang dalam hal rasa, dan hanya
digunakan dalam olahan kopi termurah (Weinberg & Bealer, 2010).
Sumber kafein juga mendominasi di beberapa bagian dunia. Teh (hijau,
merah, dan hitam) merupakan sumber kafein yang lebih terkenal di Inggris
dan Asia. Kakao yang biasa diolah menjadi minuman hangat merupakan
sumber utama kafein di Amerika Selatan. Dan bagi sepuluh juta rakyat
Amerika Selatan ada dua sumber kafein, yaitu matte yang diseduh dari pohon
suci Brasil dan guarana yang terbuat dari biji suatu tanaman rambat di
Amazone.
3. Manfaat Kafein
Dengan memodifikasi dan mengatur neurotransmiter tubuh. Kafein membantu
memunculkan potensi tersembunyi yang terbagi dalam empat kluster :
a. Kognitif
Menjalankan logika, daya ingat, kefasihan verbal, konsentrasi, dan pengambilan
keputusanserta meningkatkan persepsi terhadap keindahan.
b. Afektif
Memoles emosi, meningkatkan ketenangan, melepaskan kebosanan, dan
memompa rasa percaya diri.

c. Fisik
Meningkatkan kecepatan, daya tahan, energi yang dihasilkan, kekuatan, waktu
reaksi, dan proses termogenesis, yakni pembakaran lemak dan laju metabolisme.
d. Terapeutik
Melindungi sel tubuh, terutama sel otak, dari kerusakan jangka panjang dan
memberikan efek terapeutik menguntungkan lainnya, termasuk meredakan nyeri
dan melindungi paru-paru dari komplikasi akibat rokok dan kerusakan akibat
stroke.
4. Kadar Kafein
Kafein sebanyak 150-250 mg dapat mengurangi kelelahan, menstimulasi organ
panca indera, dan dapat meningkatkan aktivitas motorik tubuh. Kafein sebanyak 200500 mg dapat menyebabkan sakit kepala, tubuh gemetar, dan perasaan gelisah atau
gugup. Dosis kafein 100 mg dapat menunda tidur meskipun dampak yang dirasakan
tiap individu dapat berbeda-beda. Konsumsi kafein sebanyak 1000 mg per hari atau
setara yang terdapat dalam 10 cangkir kopi dapat menimbulkan kafeinisme.
Kafeinisme adalah sekumpulan gejala yang ditimbulkan oleh keracunan kafein,
seperti insomnia, kepala pusing, gelisah tubuh gemetar, dan mudah tersinggung
(Anwar & Khomsan, 2009).

Tabel 2.1
Kandungan Kafein dalam Makanan atau Minuman
Produk

Kandungan Kafein

Secangkir kopi instan (180 ml)

100 mg

Secangkir kopi saring (180 ml)

150 mg

Secangkir kopi saring (240 ml)

200 mg

Minuman Energi kaleng (kratingdaeng,

40 mg

M 150, coca-cola, dll)


Secangkir teh hijau (180 ml)

15 mg

Secangkir teh hitam (180 ml)

50 mg

Secangkir cokelat panas (180 ml)

10 mg

(Weinberg & Bealer, 2010).


C.

Konsep Tekanan Darah


1. Definisi
Tekanan darah itu sendiri didefinisikan sebagai tekanan yang terjadi di
dalam pembuluh arteri manusia ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh
anggota tubuh (Ridwan, 2009).
Tekanan darah normal sangat bervariasi. Tekanan darah bervariasi dari
satu orang ke orang lain, dan pada orang tertentu akan naik-turun secara alami
dalam sehari, tergantung pada beban kerja jantung. Lebih dari itu, tekanan
darah seseorang cenderung untuk naik sedikit demi sedikit berdasarkan umur.
Karena perbedaan ini, tidak ada ukuran tertentu yang dipakai untuk

mendiagnosis tekanan darah tinggi. Semua itu tergantung pada umur


seseorang dan gaya hidupnya (Buckman & Westcott, 2000).
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah
a. Volume Darah
Volume darah akan mengakibatkan tekanan darah rendah (Potter Perry, 2002).
b. Gerakan memompa oleh jantung
Semakin banyak darah yang dipompakan maka arteri akan mengembung
sehingga terjadi peningkatan tekanan darah dan sebaliknya.
c. Tahanan prifer
d. Kekentalan darah
Kekentalan (viskositas) dilihat dari perbandingan sel darah plasma semakin
kental darah maka semakin tinggi pula tekanan darahnya.
e. Elastisitas dinding pembuluh darah
Elastisitas sedikit maka tekanan darah akan bertambah.
3. Klasifikasi Tekanan Darah
Tabel 2.2 Klasifikasi tekanan darah
Kategori

Sistolik

Diastolik

<130

<85

Ringan

140 159

90 99

Sedang

160 179

100 109

Berat

180 200

110 119

Normal
Hipertensi

(Potter Perry, 2002)

4. Pengaturan Tekanan Darah


Tekanan darah diatur oleh otak dan ginjal. Daerah di otak seseorang yang
mengontrol sirkulasi menerima pesan tentang tingkat tekanan darah dari saraf
sensitif tekanan di arteri, kemudian darah tersebut bereaksi dengan
memerintahkan pembuluh darah yang lebih kecil, yang disebut arteriole, untuk
menyempit atau melebar sesuai dengan kebutuhan. Reaksi ini mengubah
tekanan di arteri (Buckman & Westcott, 2000).
Tekanan darah sebagian juga diatur oleh suatu hormon, disebut renin,
dihasilkan oleh ginjal. Produksi renin menyebabkan pelepasan bahan kimia
daerah lain, angiotensin, yang menyempitkan arteriole dan meningkatkan
tekanan darah. Angiotensin juga menyebabkan kelenjar adrenal melepaskan
hormon yang membuat ginjal menahan garam terlalu banyak. Garam
menaikkan volume darah di sirkulasi yang menyebabkan naiknya tekanan
darah.
Jantung memompa darah ke seluruh tubuh melalui arteri, memasok
tubuh dan otak dengan oksigen dan nurtisi penting. Tekanan ketika darah
mengalir ke arteri ditentukan oleh seberapa keras jantung bekerja dan
kesehatan pembuluh darah. Hipertensi terjadi ketika tekanannya terlalu tinggi.
5. Mengukur Tekanan Darah
a. Definisi
Mengukur tekanan darah adalah mengukur desakan darah pada dinding
arteri (Potter Perry, 2002).

b. Tujuan
1) Untuk mengetahui tekanan darah pasien.
2) Untuk memberikan terapi.
c. Dilakukan pada
1) Setiap pasien baru
2) Pasien dengan penyakit jantung/ginjal/hepar, ibu hamil dan lain-lain.
3) Pasien gawat, hipertensi dan penyakit berat lainnya.
d. Cara kerja
1) Persiapan alat
a) Tensi meter
b) Stetoskop
c) Buku catatan
2) Persiapan pasien
a) Memberikan penjelasan pada pasien
b) Menganjurkan pasien supaya berbaring atau mengatur posisi pasien
diatur sesuai dengan kebutuhan.
c) Mengistirahatkan pasien 5 menit
3) Pelaksanaan
a) Tentukan ukuran manset yang tepat.
b) Tentukan sisi terbaik untuk penempatan manset, hindari ekstremitas
dengan adanya trauma.
c) Jelaskan pada klien tujuan prosedur
d) Perawat cuci tangan

e) Bantu klien untuk duduk dengan nyaman dengan lengan atas agak
fleksi, lengan bawah disangga pada setinggi jantung dan telapak
tangan terlentang.
f) Panjangkan lengan atas klien dengan penuh.
g) Palpasi arteri brakhialis (pada sisi medial bawah otot bisep) posisi
manset 2,5 cm di atas tempat denyutan.
h) Pusatkan tanda panah pada manse sejajar dengan arteri brachial dan
tempatkan diafragma stetoskop di atasnya.
i) Dengan manset kempiskan sempurna, lingkarkan manset dan
kencangkan mengitari lengan atas. Tutup katup kantung tekanan
searah putaran jarum jam sampai kencang.
j) Pastikan bahwa manometer terletak pada setinggi titik pandang mata
pengamat harus tidak lebih dari 1 meter jauhnya.
k) Palpasi arteri brachial sambil mengembangkan manset dengan cepat
sampai tekanan 30 mmHg di atas titik dimana nadi tidak terdengar
atau di atas tingkat palpasi sistolik klien.
l) Tempatkan stetoskop pada telinga dengan perlahan lepaskan katup.
m) Perhatikan titik pada manometer dimana bunyi jelas terdengar
pertama disebut sistole.
n) Lanjutkan untuk mengempiskan manset secara bertahap, perhatikan
titik dimana bunyi redup atau redam menghilang disebut diastole.
o) Kempiskan manset dengan cepat dan lepaskan dari lengan klien
kecuali harus melakukan pengukuran ulang dengan menunggu 30
detik.

p) Lipat manset simpan dengan benar.


q) Bantu klien untuk posisi yang diinginkan.
r) Catat hasil pada catatan medik atau lembar kerja.
s) Cuci tangan.
D.

Hipertensi
1. Definisi
The Sixth Report of the Joint National Committee on Prevention,
Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (1997)
mendefinisikn hipertensi sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih
atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih atau sedang dalam
pengobatan antihipertensi (Susalit dkk, 2001).
Hipertensi merupakan penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah
manusia. Tekanan darah itu sendiri didefinisikan sebagai tekanan yang terjadi
di dalam pembuluh arteri manusia ketika darah dipompa oleh jantung ke
seluruh anggota tubuh (Ridwan, 2009).
Hipertensi merupakan peningkatan tekanan terus menerus. Hipertensi
pulmonalis dapat juga timbul, tetapi tekanan dalam arteri pulmonalis relatif
tak tergantung dari yang dalam arteri sistemik (Ganong, 2008).
2. Klasifikasi
Tekanan darah bersifat kontinu, namun batas tekanan darah normal
ditentukan secara konsensus berdasarkan data epidemiologik. Pada masa ini
ada 2 klasifikasi yang banyak dianut yaitu yang berdasarkan pedoman The
Joint National Commision (JNC VII) dari amerika serikat dan dikeluarkan

oleh The European Society of Hypertension (ESC) tahun 2007, yang sama
dengan klasifikasi The International Society of Hypertension (ISH). The
Canadian Hypertension Education Programme (CHEP) juga menerbitkan
program sendiri (Rilantono, 2012).
Organisasi

kesehatan

dunia

(WHO)

menggolongkan

hipertensi

berdasarkan umum dalam tiga kriteria, yaitu :


a. Kelompok umur 20-29, tekanan darah 180/90 mmHg
b. Kelompok umur 30-64 tahun, tekanan darah 160/95
c. Kelompok umur 65 tahun, tekanan darah 170/95 mmHg
Klasifikasi sesuai WHO/ISH
Tabel 2.3 Klasifikasi tekanan darah sesuai dengan WHO/ISH
Sistolik

Diastolik

(mmHg)

(mmHg)

Klasifikasi

Normotensi

< 140

< 90

Hipertensi ringan

140-180

90-105

Hipertensi perbatasan

140-160

90-95

Hipertensi sedang dan berat

> 180

> 105

Hipertensi sistolik terisolasi

> 140

> 90

Hipertensi sistolik perbatasan

140-160

< 90

(Arief Mansjoer dkk, 1999)


3. Etiologi
Sampai saat ini penyebab hipertensi secara pasti masih belum diketahui
dengan jelas. Dengan kata lain, hampir 90% penderita hipertensi tidak

diketahui penyebabnya secara pasti. Namun para ahli telah mengungkapkan


ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengalami hipertensi, yaitu
faktor yang dapat dikontrol dan faktor yang tidak dapat dikontrol.
Faktor yang dapat dikontrol meliputi :
a. Keturunan
b. Jenis kelamin
c. Umur
Sedangkan faktor yang dapat dikontrol, meliputi :
a. Kegemukan
b. Olahraga
c. Merokok dan konsumsi alkohol
d. Konsumsi garam berlebih
e. Stres dan ketegangan jiwa (Purwati dkk, 1998).
4. Patofisiologi
Tekanan darah adalah produk curah jantung (cardiac output) X tahanan
perifer. Pada hipertensi primer (esensial) ada sejumlah faktor yang berperan,
yaitu faktor hormonal pada sistem rennin-angiotensin-aldosteron (renin
aldosteron angiotensin sistem RAAS), sistem saraf otonom, tahanan perifer,
asupan garam (NaCl), dan lain-lain.
Enzim pengubah angiotensin (ACE) diposisikan untuk mengatur
keseimbangan antara efek presor atau proliferatif dengan efek depresor atau
antiproliferatif.
Efek bradikinin terhadap kardiovaskuler dimediasi melalui reseptor 2.
Dengan merangsang sintesis dan pelepasan nitrat oksida (NO), prostasiklin,

dan faktor hiperpolarisasi yang berasal dari endotelium, bradikinin juga bisa
menyebabkan vasodilatasi, menghambat adhesi platelet, dan menghambat
proliferasi sel-sel.
Ada 4 reseptor Ang II yang sudah teridentifikasi, dan reseptor AT1
adalah yang paling diketahui. Reseptor AT2 bisa mengimbangi efek reseptor
AT1, sedangkan reseptor AT3 bisa merangsang pelepasan PAI-1 dari
endotelium.
ACE meningkatkan Angiotensin II dan mendegradasi Bradikinin. Ang-(17) dibentuk dari Ang 1 oleh kerja beberapa endopeptidase spesifik jaringan,
terutama neprilisin, yang terletak pada permukaan sel-sel endotel dan epitel,
yang diubah menjadi peptida inaktif Ang-(1-5) oleh ACE. Semakin banyak
bukti yang menyarankan bahwa sebagian besar efek Ang-(1-7) dimediasi oleh
suatu subtype reseptor endotelial yang berbeda dari AT1 dan AT2.
Penghambat reseptor AT1 (ARBs) tidak tampak memiliki efek utama terhadap
aktifitas Ang-(1-7).
Kerja biologis Ang-(1-7) juga telah diteliti. Seperti halnya bradikinin
Ang-(1-7) menghasilkan berbagai respon vasodilatoris, natriuretik, dan
antiproliferatif untuk mengimbangi efek Ang II.
Dua target penting dalam sistem Rennin Angiotensin untuk pengobatan
hipertensi adalah menghambat kerja ACE dan menghambat di reseptor AT1
(Rilantono, 2012).
5. Gambaran Klinis
Keluhan seperti tengkuk pegal atau pusing bisa disebabkan oleh
berbagai gangguan lain. Oleh karena itu penderita hipertensi tidak sadar

bahwa dia menderita tekanan darah tinggi, sehingga tidak memeriksakan diri
atau tidak patuh berobat.
Hipertensi bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh sasaran (target
organ damage) yaitu jantung (hipertrofi ventrikel kiri), ginjal (nefropati), saraf
otak (ensefalopti), mata (retinopati atau perdarahan), dan bahkan disfungsi
ereksi. Kerusakan pada jantung bisa menyebabkan disfungsi, baik diastolik
maupun sistolik, dan berakhir pada gagal jantung (heart failure). Hipertensi
juga merupakan faktor resiko penyakit jantung koroner, dan terhadap otak
hipertensi bisa menyebabkan stroke.
6. Bahaya dan Komplikasi
Tekanan darah yang tinggi sangat berpengaruh buruk terhadap pembuluh
jantung apabila terjadi tekanan darah tinggi secara terus menerus pada
pembuluh darah, maka jantung akan terpaksa bekerja lebih keras lagi untuk
mengimbanginya. Jantung harus memompa darah lebih cepat lagi daripada
keadaan normal. Bila hal itu sampai terjadi dalam jangka waktu yang lama,
maka jantung akan membengkak dan terus berkelanjutan. Jantung akan
melemah dan tidak sanggup lagi mengirimkan darah ke seluruh tubuh,
sehingga lama kelamaan jantung tidak sanggup lagi mengirimkan darah ke
seluruh tubuh.
Beberapa komplikasi atau efek samping dari hipertensi dapat terjadi
seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, kerusakan pembuluh darah,
otak dan gagal ginjal (Purwati dkk, 1998).
Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan
kerusakan pembuluh darah pada beberapa bagian tubuh, seperti mata dan

tangkai. Komplikasi penyakit tekanan darah tinggi yang sering menyebabkan


kematian yaitu penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal (Purwati, dkk, 1998).
7. Pengobatan
a. Antihipertensi nonfarmakologik
1) Turunkan berat badan pada obesitas
2) Pembatasan konsumsi garam dapur
3) Kurangi alkohol
4) Menghentikan rokok
5) Olahraga
6) Diet rendah lemak jenuh
7) Pemberian kalium dalam bentuk makanan
b. Obat anti hipertensi
1) Diuretika
2) Penyekat beta
3) Inhibitor ACE
4) Obat anti hipertensi sentral (simpatokolitika)
5) Obat penyekat alpha
6) Vasodilator
E.

Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Kejadian Hipertensi


Sesuai dengan penelitian Michael J. Klag dkk yang menunjukkan bahwa
resiko hipertensi konsumsi kopi 1-2 cangkir per hari lebih tinggi jika
dibandingkan dengan konsumsi 0 cangkir per hari. Kandungan terbesar dalam
kopi, yaitu kafein, memiliki efek terhadap tekanan darah secara akut terutama

pada penderita hipertensi. Peningkatan tekanan darah ini terjadi melalui


mekanisme biologi antara lain kafein mengikat reseptor adenosin, mengaktifasi
system saraf simpatik dengan meningkatkan konsentrasi cathecolamines dalam
plasma, dan menstimulasi kelenjar adrenalin serta meningkatkan produksi
kortisol. Hal ini berdampak pada vasokonstriksi dan meningkatkan total
resistensi perifer, yang menyebabkan tekanan darah naik (Martiani, 2012).
F.

Kerangka Berfikir
Diet dan kebiasaan yang bisa memicu tekanan darah.

Kopi
Lemak

Alkohol

Garam

Tekanan Darah

Keterangan :
: Diteliti
: Tidak diteliti
(Modifikasi dari Purwati, dkk).
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

G. Hipotesis
Ha : Ada hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi
pada pekerja bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam.
Ho : Tidak ada hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi
pada pekerja bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam.
H. Penelitian Terkait
Dari penelitian yang terkait dengan judul : Faktor Resiko Hipertensi
Ditinjau dari Kebiasaan Minum Kopi, Oleh : Ayu Martiani yaitu, berdasarkan
frekuensinya, subjek yang minum kopi 1-2 memiliki OR tertinggi yaitu 4,12 dan
secara statistik signifikan (p<0,05). Hal ini membuktikan bahwa subjek yang
memiliki kebiasaan minum kopi 1-2 cangkir per hari meningkatkan resiko
hipertensi sebanyak 4,12 kali lebih tinggi dibanding subjek yang tidak memilki
kebiasaan minum kopi. Hal ini sesuai penelitian Michael J. Klag dkk. yang
menunjukkan bahwa resiko hipertensi konsumsi 1-2 cangkir per hari lebih tinggi
jika dibandingkan dengan konsumsi kopi 0 cangkir per hari (Martiani, 2012).
Dari penelitian yang terkait dengan judul : Pengaruh kopi pada tekanan
darah dan penyakit kardiovaskular pada individu hipertensi, Oleh : Arthur
Eumann Mesas dkk yaitu, pada 5 uji coba, administrasi 200-300 mg kafein
menghasilkan peningkatan rata-rata 8,1 mmHg (95% CI: 5,7, 10,6 mmHg) dalam
tekanan darah sistolik dan 5,7 mmHg (95% CI: 4.1, 7.4 mmHg) dalam tekanan
darah diastolik. Peningkatan tekanan darah diamati pada satu jam pertama setelah
asupan kafein dan berlangsung 3 jam. Dalam 3 studi tentang efek jangka
panjang (2 minggu) kopi, tidak ada peningkatan tekanan darah diamati setelah

kopi dibandingkan dengan diet bebas kafein atau dibandingkan dengan kopi
tanpa kafein. Terakhir, 7 penelitian kohort tidak menemukan bukti adanya
hubungan antara konsumsi kopi dan kebiasaan resiko lebih tinggi pada
kardiovaskuler.
Kesimpulan : Pada individu hipertensi, asupan kafein menghasilkan
peningkatan tekanan darah akut untuk 3 jam. Namun, bukti saat ini tidak
mendukung hubungan antara konsumsi kopi jangka panjang dan peningkatan
tekanan darah atau antara konsumsi kopi dan kebiasaan peningkatan risiko
kardiovaskuler pada subyek hipertensi (Mesas E. Arthur. dkk, 2011).

BAB III
METODE PENELITIAN

A.

Kerangka Konsep
Kerangka konsep adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep yang
ingin diteliti (Notoatmojo, 2010).

Kebiasaan Minum Kopi

Kejadian Hipertensi

Gambar 3.1 Kerangka Konsep


K. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional
yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko
dengan efek, cara pendekatan, observasi dan pengumpulan data (Notoatmodjo,
2010). Dalam hal ini untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Minum Kopi
Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pekerja Bangunan di PT. Uway Makmur
Tiban Batam Tahun 2015.
L. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di PT. Uway Makmur Tiban Batam
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama bulan Desember

M. Subjek Penelitian
1. Populasi
Populasi adalah sejumlah besar subjek yang mempunyai karakteristik
tertentu (Sastroasmoro, 2014). Populasi dalam penelitian adalah pekerja
bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam. Populasi penelitian ini harus
sesuai dengan kriteria sebagai berikut :
a. Kriteria Inklusi
1) Pekerja bangunan yang bekerja di PT. Uway Makmur Tiban Batam.
2) Bersedia menjadi responden
3) Pekerja bangunan usia < 50 tahun
b. Kriteria Eksklusi
1) Terdiagnosa mempunyai riwayat penyakit kardiovaskuler, hipertensi
dan ginjal.
2. Sampel
Sampel merupakan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh
populasi (Notoatmodjo, 2010).
Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan teknik purposive
sampling.

Rumus Taro Yamane/Slovin (Siswanto, 2014) yaitu ;

N
N.d 2 1

Keterangan:
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
d = Presisi (ditetapkan 5% dengan Tingkat kepercayaan 95%)
Jumlah sampel menurut rumus Slovin adalah :

N
N.d 2 1

150
= 111,1 digenapkan menjadi 111 orang
150.(0.05) 2 1

N. Desain Penelitian
Desain penelitian ini adalah survey analitik cross sectional, yaitu suatu
penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko
dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data
sekaligus pada suatu saat (point time approach). Artinya, tiap subjek penelitian
hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter
atau variabel subjek pada saat pemeriksaan (Notoatmodjo, 2010).
O. Identifikasi Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas
Variabel bebas adalah variabel yang apabila ia berubah akan
mengakibatkan perubahan pada variabel lain (Sastroasmoro, 2014). Variabel
bebas dalam penelitian ini adalah minum kopi.

2. Variabel Terikat
Variabel terikat adalah variabel yang berubah akibat perubahan variabel
bebas (Sastroasmoro, 2014). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah
kejadian hipertensi.
P. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Tabel 3.1 Definisi Operasional
No

Variabel

Variabel
Bebas
(minum
kopi)

Variabel
Terikat
(Kejadian
hipertensi)

Definisi
Operasional

Alat Ukur

Cara Kerja

Hasil Ukur

Skala
Ukur
Nominal

Kopi merupakan
bahan penyegar
yang biasanya
disajikan dalam
bentuk minuman
yang dibuat dari
biji tanaman kopi
yang telah
dipanggang (Anwar
dan Khomsan,
2009). Kebiasaan
minum kopi 1-2
cangkir per hari
meningkatkan
resiko hipertensi
disbanding dengan
yang tidak minum
(Martiani, 2012).
Suatu kedaan
dimana
peningkatan
tekanan darah
dipengaruhi oleh
peningkatan
volume darah
maupun penurunan
elastisitas
pembuluh darah
(Rilantono, 2012)

Kuesioner

Mengisi
kuesioner

0:Tidak
peminum
kopi
1:Peminum
kopi

sphygmom
anometer

Pemeriksaan
tekanan
darah

0:Normal
Nominal
1:Hipertensi

Q. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan
data primer.
1. Data Primer
Data primer dikumpulkan dengan menggunakan formulir yang telah
tersedia untuk menyaring informasi tentang :
a. Data perilaku peminum kopi pekerja bangunan PT. Uway Makmur
Tiban Batam.
b. Tekanan darah pekerja bangunan PT. Uway Makmur Tiban Batam.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak PT. Uway Makmur
Tiban Batam.
R. Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik statistik yaitu
pengolahan data yang menggunakan analisis statistik dengan bantuan alat
komputer (Notoatmodjo, 2010).
Menurut Budiarto tahun 2001 mengungkapkan bahwa ada beberapa teknik
pengolahan data diantaranya :
1. Pemeriksaan Data (editing)
Melakukan pemeriksaan pada setiap formulir atau pengecekan kembali isi
kuesioner.

2. Pengkodean Data (coding)


Memberikan kode jawaban secara angka atau kode tertentu sehingga lebih
mudah dalam pengolahan data.
3. Memasukkan Data (entry)
Memasukkan data yang telah diberi kode ke dalam aster tabel dengan
menggunakan computer.
4. Pembersihan Data (cleaning)
Setelah dientry data diperiksa kembali sehingga benar-benar bersih dari
kesalahan.
S. Analisa Data
1. Analisis Univariat
Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan
karakteristik setiap variabel penelitian. Setiap variabel bebas dan variabel
terikat dianalisis dengan statistik deskripsi yaitu untuk menghasilkan distribusi
dan presentase dari setiap variabel (Notoatmodjo).
2. Analisis Bivariat
Apabila telah dilakukan analisis univariat tersebut di atas, hasilnya akan
diketahui karakteristik atau distribusi setiap variabel, dan dapat dilanjutkan
analisis bivariat. Analisis bivariat yang dilakukan terhadap dua variabel yang
diduga berhubungan atau berkolerasi (Notoatmodjo, 2010).
Pada penelitian ini, untuk mencari hubungan antara variabel bebas dan
variabel

terikat

digunakan

analisis

dengan

menggunakan

program

komputerisasi statistik yaitu SPSS for windows. Karena data pada penelitian

ini adalah kategori untuk variabel bebas dan terikat dan merupakan variabel
kategori tidak berpasangan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan uji
statistik chi square untuk menyimpulkan ada atau tidaknya hubungan dua
variabel kategori
Rumus chi square (Notoatmodjo, 2010), sebagai berikut :
(0 E)2
x2 =

Keterangan :
x2 =

Nilai chi square

O =

Frekuensi yang diamati (observed)

E =

Frekuensi yang diharapkan (expected)

Batas kemaknaan sebesar 5% (=0,05).

BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum PT. Uway Makmur Batam


PT. Uway Makmur merupakan perusahaan dibidang Properti, Hotel dan
Apartemen di Kota Batam Kepulauan Riau yang salah satunya adalah
Perumahan Tiban Makmur Recidence berlokasi di daerah Tiban Sekupang
Batam dalam proses pembangunan. Jumlah pekerja bangunan yang bekerja
dalam pembangunan di Perumahan Tiban Makmur Residence yaitu berjumlah
150 pekerja, 5 orang Staf keamanan dan beberapa karyawan marketing. Disini
peneliti meneliti pekerja bangunan yang bekerja di Perumahan Tiban Makmur
Residence.
B. Hasil Penelitian
Hasil penelitian hubungan kebiasaan minum kopi dengan kejadian
hipertensi pada pekerja bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun
2015 dianalisa dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis
univariat menjelaskan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel,
sedangkan analisis bivariat menjelaskan hubungan antara dua variabel.
Penelitian dilakukan selama bulan Desember 2015 dengan jumlah responden
111 orang yang memenuhi kriteria inklusi.

1. Analisis Univariat
a.

Peminum kopi
Dalam penelitian ini peneliti membedakan peminum kopi antara
ya (peminum kopi) dan tidak (tidak peminum kopi). Penilaian
peminum kopi dan tidak peminum kopi dinilai dengan menggunakan
lembar kuesioner. Jumlah responden keseluruhan adalah 111 orang.
Distribusi frekuensi peminum kopi dan tidak peminum kopi
pada pekerja bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun
2015 disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Peminum Kopi dan Tidak Pada Pekerja
Bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun 2015
Peminum Kopi

Frekuensi (n)

Persentase (%)

Ya

68

61,3

Tidak

43

38,7

Total

111

100

Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa sebagian besar dari 111


responden yang diteliti terdapat 68 responden (61,3%) peminum kopi,
sedangkan yang tidak peminum kopi sebanyak 43 responden (38,7%).
b. Tekanan Darah
Dalam penelitian ini tekanan darah dibedakan menjadi 2 kategori
yaitu normal dan hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah.

Distribusi frekuensi tekanan darah pada pekerja bangunan di PT.


Uway Makmur Tiban Batam Tahun 2015 disajikan dalam tabel sebagai
berikut :
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Pada Pekerja
Bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun 2015
Tekanan Darah

Frekuensi (n)

Persentase (%)

Normal

92

82,9

Hipertensi

19

17,1

Total

111

100

Berdasarkan Tabel 4.2 menunjukkan bahwa sebagian besar dari 111


responden yang diteliti terdapat 92 responden (82,9%) memiliki tekanan
darah yang normal, sedangkan tekanan darah yang hipertensi sebanyak 19
responden (17,1%).
2. Analisis Bivariat
Dalam analisis bivariat peneliti menggunakan uji statistic dengan
Chi-Square dimana peneliti ingin melihat hubungan antara variabel bebas
dan variabel terikat yaitu peminum kopi dengan hipertensi yang ada pada
kerangka konsep penelitian, derajat kemaknaan (confidence interval) yang
digunakan dalam penelitan ini 95% dengan nilai () = 0,05

Tabel 4.3 Analisis Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Kejadian


Hipertensi Pada Pekerja Bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam
Tahun 2015
Peminum Kopi

Tekanan Darah
Normal

Total

RR

Value

Hipertensi

Ya

53

77,9

15

22,1

68

100

Tidak

39

90,7

9,3

43

100

Total

92

168,6

19

31,4

111

100

0,082

27,9

Berdasarkan Tabel 4.3 menunjukkan bahwa jumlah responden dengan


peminum kopi sebanyak 68 responden dengan tekanan darah normal
sebanyak 53 responden (77,9%), sedangkan yang hipertensi 15 responden
(22,1%). Dari 43 responden yang tidak minum kopi sebanyak 39 responden
(90,7) memiliki tekanan darah normal dan sebanyak 4 responden (9,3%)
hipertensi.
Hasil uji statistik dengan chi-square diperoleh nila p value = 0,082
angka tersebut menunjukkan angka yang tidak signifikan karena nilai p lebih
besar dibandingkan dengan taraf signifikansi () = 5% (0,05). Sehingga p
value 0,082 > 0,05, Ho diterima maka Ha tolak. Jadi dapat disimpulkan tidak
ada hubungan kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi pada
pekerja bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun 2015.

BAB V
PEMBAHASAN

A. Peminum Kopi
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4.1 tentang distribusi frekuensi
peminum kopi dan tidak peminum kopi dengan kriteria tidak mempunyai riwayat
hipertensi, penyakit ginjal dan kardiovaskuler pada pekerja bangunan usia di PT.
Uway Makmur Tiban Batam Tahun 2015 menunjukkan bahwa sebagian besar
dari 111 responden yang diteliti terdapat 68 responden (61,3%) peminum kopi,
sedangkan yang tidak peminum kopi sebanyak 43 responden (38,7%).
Di dalam penelitian ini peminum kopi yang dimaksud adalah dimana
seseorang mengkonsumsi kopi menjadi kebiasaan untuk memenuhi energi untuk
meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja. Ini sesuai dengan yang
dikemukakan Anwar dan Khomsan (2009) mengkonsumsi kopi menjadi
kebiasaan yang tidak asing lagi di dalam kehidupan sehari-hari. Kopi dapat
ditemui di berbagai tempat, baik warung kopi pinggir jalan maupun kafe-kafe
yang terkenal. Menurut Weinberg dan Bealer (2002) kopi mengandung berbagai
zat salah satunya kafein yang merupakan bagian penting dalam kehidupan seharihari miliaran manusia di seluruh penjuru dunia. Fakta menyatakan bahwa pada
orang dewasa sehat, kafein dapat memperbaiki suasana hati, mempercepat
respon, meningkatkan daya ingat, memperkuat konsentrasi, menajamkan logika,
meningkatkan ketahanan otot dan meredakan nyeri.

Dengan demikian dari penelitian di atas peneliti menyimpulkan prevalensi


peminum kopi pada pekerja bangunan termasuk tinggi dibandingkan dengan
yang tidak peminum kopi. Tingginya prevalensi peminum kopi didukung oleh
suatu kebiasaan seseorang untuk mendapatkan kenikmatan dan manfaat dari kopi
itu sendiri. Namun masih juga ditemukan pekerja bangunan yang tidak minum
kopi, hal ini terjadi karena kebiasaan setiap seseorang berbeda-beda.
B. Tekanan Darah
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4.2 tentang distribusi frekuensi
tekanan darah pada pekerja bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun
2015 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan tekanan darah
normal yaitu sebanyak 92 responden (82.9%), sedangkan tekanan darah yang
hipertensi sebanyak 19 responden (17,1%).
Dalam penelitian ini tekanan darah yang dimaksud adalah keadaan dimana
tekanan darah seseorang bervariasi dari satu orang ke orang lain, dan pada orang
tertentu akan naik-turun secara alami dalam sehari, tergantung pada beban kerja
jantung. Ini sesuai dengan yang dikemukakan Ridwan (2009) tekanan darah
didefinisikan sebagai tekanan yang terjadi di dalam pembuluh arteri manusia
ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh. Menurut Potter
Perry (2002) tekanan darah dapat di pengaruhi oleh volume darah, gerakan
memompa jantung, tahanan perifer, kekentalan darah dan elastisitas dinding
pembuluh darah.

Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa tekanan darah pada


pekerja bangunan yang normal lebih banyak daripada pekerja bangunan yang
hipertensi. Tekanan darah yang sesuai atau dalam batas normal ini didukung oleh
aktifitas setiap pagi bekerja sehari-hari sebagai pekerja bangunan dan istirahat
pada sore hari disaat menjelang petang. Sedangkan pada pekerja bangunan yang
hipertensi dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya kurangnya makan yang
bergizi, tidur malam yang tidak teratur, obesitas, konsumsi garam berlebih, stress
dan lain-lain.
C. Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Kejadian Hipertensi Pada
Pekerja Bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun 2015.
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4.3 tentang distribusi analisis
hubungan

kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi pada pekerja

bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam Tahun 2015 menunjukkan bahwa
jumlah responden terdapat pekerja peminum kopi sebanyak 68 responden dengan
tekanan darah normal sebanyak 53 responden (77,9%), sedangkan yang
hipertensi 15 responden (22,1%). Dari 43 responden yang tidak minum kopi
sebanyak 39 responden (90,7) memiliki tekanan darah normal dan sebanyak 4
responden (9,3%) hipertensi.
Hasil uji statistik dengan chi-square diperoleh nila p value = 0,082 angka
tersebut menunjukkan angka yang tidak signifikan karena nilai p lebih besar
dibandingkan dengan taraf signifikansi () = 5% (0,05). Sehingga p value 0,082
> 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi dapat disimpulkan tidak ada

hubungan kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi pada pekerja


bangunan di PT, Uway Makmur Tiban Batam Tahun 2015.
Penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Arthur Eumann
Mesas dkk yaitu, pada 5 uji coba, administrasi 200-300 mg kafein menghasilkan
peningkatan rata-rata 8,1 mmHg tekanan darah sistolik dan 5,7 mmHg tekanan
darah diastolik. Peningkatan tekanan darah diamati pada satu jam pertama setelah
asupan kafein dan berlangsung 3 jam. Dalam 3 studi tentang efek jangka
panjang (2 minggu) kopi, tidak ada peningkatan tekanan darah diamati setelah
kopi dibandingkan dengan diet bebas kafein atau dibandingkan dengan kopi
tanpa kafein. Terakhir, 7 penelitian kohort tidak menemukan bukti adanya
hubungan antara konsumsi kopi dan kebiasaan resiko lebih tinggi pada
kardiovaskuler. Kesimpulan : Pada individu demgan asupan kafein menghasilkan
peningkatan tekanan darah akut untuk 3 jam. Namun, bukti saat ini tidak
mendukung hubungan antara konsumsi kopi jangka panjang dan peningkatan
tekanan darah atau antara konsumsi kopi dan kebiasaan peningkatan risiko
kardiovaskuler.
Berdasarkan hasil penelitian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa
pekerja bangunan peminum kopi dengan konsumsi 3 cangkir kopi per hari yang
telah diatur oleh peneliti dengan takaran 180 ml cangkir kopi untuk 2 minggu.
Setelah dilakukan pengukuran tekanan darah pada pekerja bangunan peminum
kopi dan tidak peminum kopi dapat disimpulkan dengan mengkonsumsi 3
cangkir kopi per hari 2 minggu tidak berarti akan meningkatkan tekanan darah
kecuali tekanan darah. Namun ada juga beberapa pekerja bangunan yang
hipertensi kemungkinan disebabkan faktor resiko yang berperan dalam

meningkatkan tekanan darah yaitu umur, genetik, pola makan, gaya hidup,
obesitas dan respon tubuh terhadap kafein atau orang-orang yang tidak memiliki
cukup toleransi terhadap kafein.
D. Kelemahan Penelitian
Di dalam penelitian ini, kelemahan peneliti adalah :
1. Teknik penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu penelitian yang
dilakukan pada satu waktu dan satu kali, sehingga tidak dapat memantau
perubahan yang berhubungan dengan perjalanan waktu untuk mempelajari
penyakit dengan kurun waktu yang pendek.
2. Pengukuran tekanan darah hanya dilakukan sesudah mengkonsumsi kopi,
sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah mengkonsumsi kopi agar dapat
diketahui sampel hipertensi dan tidak hipertensi.
3. Pengukuran tekanan darah hanya menggunakan 2 tensimeter sementara
jumlah responden lebih dari 100 orang oleh karena itu dilakukan dalam 3 hari
pada waktu dan jam yang sama.
4. Faktor resiko yang berperan terhadap peningkatkan tekanan darah dalam
penelitian ini hanya kopi yang diteliti, sementara masih banyak faktor lain
yang berperan terhadap peningkatan tekanan darah seperti pola makan, gaya
hidup dan lain-lain.
5. Aturan konsumsi kopi peneliti menyerahkan pada staf keamanan PT. Uway
Makmur tersebut selama 2 minggu yang telah di tetapkan aturan takaran dan
lain-lain oleh peneliti.

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di PT. Uway Makmur Tiban
Batam selama Bulan Desember 2015, dapat disimpulkan bahwa :
1. Dari hasil analisis univariat pada pekerja bangunan terhadap 111 responden
yaitu lebih bayak peminum kopi dibandingkan dengan yang tidak minum
kopi. Banyaknya responden yang peminum kopi adalah sebanyak 68
responden (61,3%), dan yang tidak peminum kopi sebanyak 43 responden
(38,7%).
2. Dari hasil analisis univariat pada pekerja bangunan terhadap 111 responden
mempunyai tekanan darah yang normal lebih banyak dibandingkan dengan
tekanan darah yang hipertensi. Banyaknya responden yang mempunyai
tekanan darah yang normal sebanyak 92 responden (82,9%) dan tekanan
darah yang hipertensi sebanyak 19 responden (17,1%).
3. Dari hasil analisis bivariat hubungan kebiasaan minum kopi dengan kejadian
hipertensi pada pekerja bangunan didapatkan nilai p value 0,082 > 0,05
dengan uji Chi Square berarti tidak ada hubungan kebiasaan minum kopi
dengan kejadian hipertensi pada pekerja bangunan di PT. Uway Makmur
Tiban Batam Tahun 2015.

4. Dari hasil nilai resiko relative pada penelitian ini adalah 27,9. Dengan nilai
ini dapat diartikan bahwa pekerja bangunan peminum kopi memiliki 28 kali
untuk mengalami hipertensi.
B. Saran
1. Bagi Pekerja Bangunan
Diharapkan para pekerja bangunan dapat memanfaatkan kopi sebagai
minuman stimulan dan berbagai manfaat, namun ada batas-batas dari
mengkonsumsi kopi tersebut, karena respon tubuh terhadap kopi berbeda setiap
masing-masing orang dengan berbagai kandungan di dalam kopi.
2. Bagi Instansi Pendidikan
Diharapkan dapat menjadi bahan bacaan yang bermafaat bagi civitas
akademika dibidang kesehatan mengenai tentang kebiasaan minum kopi
dengan kejadian hipertensi pada pekerja bangunan.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
a) Diharapkan dapat dilakukan penelitian selanjutnya mengenai faktor-faktor
apa saja yang dapat mempengaruhi tekanan darah meningkat atau
hipertensi.
b) Diharapkan dapat dilakukan penelitian selanjutnya dengan menggunakan
teknik case contol untuk pemilihan subyek berdasarkan status penyakit.
c) Diharapkan dapat dilakukan penelitian selanjutnya mengenai faktor
kebiasaan minum kopi terhadap dispepsia.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar. F. & Khomsan. A. (2009). Makan Tepat Badan Sehat. Jakarta : Penerbit
Hikmah PT. Mizan Publika.
Brunner & Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah. Edisi 8.
Volume 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Buckman, R. & Westcott, P. (2000). Apa Yang Seharusnya Anda Ketahui Tentang
Tekanan Darah Tinggi. Penerbit Citra Aji Parama.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Profil Kesehatan Tahun 2005.
Jakarta.
Ganong, William S. (2008). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 22. Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Mansjoer, A., dkk. (2001). Buku Ajar Kapita Selekta Kedokteran. Jilid I. Jakarta :
Media Aesculapius.
Martiani. A. (2012). Faktor Resiko Hipertesi Ditinjau Dari Kebiasaan Minum Kopi.
Skripsi. Semarang : Universitas Diponegoro.
Mesas. E. Arthur. dkk. (2011). The Effect Of Coffe On Blood Pressure and
Cardiovascular Disease in Hypertensive Individuals. The American Journal
of Clinical Nutrition.

Notoatmodjo Soekidjo (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka


Cipta.
Potter Perry. (2002). Buku Ajar Keterampilan dan Prosedur Dasar Keperawatan.
Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Purwati, Ir. dkk. (1998). Perencanaan Menu untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi.
Jakarta : Penebar Swadaya.
Ridwan, M. (2009). Mengenal, Mencegah, Mengatasi Silent Killer Hipertensi.
Penerbit Pustaka Widyamara.
Rilantono. L. (2012). Penyakit Kardiovaskular. Jakarta : Penerbit Fakultas
Kedokteran Univesitas Indonesia.
Riset Kesehatan Dasar. (2013). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Susalit, dkk. (2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 2. Edisi 3. Jakarta :
Penerbit Fakulatas Kedokteran Universitas Indonesia.
Tanu. I. (2007). Buku Ajar Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta : Penerbit
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Weinberg. A. Bennett. & Bealer. K. Bonnie. (2010). The Miracle of Caffeine. Jakarta
: Penerbit Qanita PT. Mizan Publika.

Lampiran 2

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Kepada
Yth. Calon Responden Penelitian
diTempat

Dengan hormat,
Saya

mahasiswa

Fakultas

Kedokteran

Universitas

Batam,

bermaksud

melaksanakan penelitian dengan judul Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan


Kejadian Hipertensi Pada Pekerja Bangunan di PT. Uway Makmur Tiban Batam.
Saya mengharapkan partisipasi dalam penelitian yang saya lakukan. Saya
menjamin kerahasiaan pendapat dan identitas Anda. Informasi yang Anda berikan
hanya semata-mata digunakan untuk pengembangan ilmu kesehatan dan tidak
dipergunakan untuk maksud-maksud yang lain.
Apabila Anda bersedia menjadi responden, saya mohon Anda mengisi dan
menandatangani lembar persetujuan menjadi responden.
Atas perhatian dan kesediaan Anda saya ucapkan terima kasih,

Batam, Desember 2015


Peneliti

Rafli Ramadhan
NPM. 61112076

Lampiran 3

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya menyatakan bersedia untuk berpartisipasi dalam pengambilan data atau


sebagai responden pada penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Batam.

Judul Penelitian

: Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Dengan Kejadian


Hipertensi Pada Pekerja Bangunan di PT. Uway Makmur
Tiban Batam.

Peneliti

: Rafli Ramadhan

NPM

: 61112076

Peneliti

Batam, Desember 2015


Responden

Rafli Ramadhan
NPM. 61112076

( )

Lampiran 4
Lembar Kuesioner

Nama

Umur

1. Apakah anda peminum kopi ?


Ya
Tidak

2. Apakah anda pernah menderita stroke ?


Ya
Tidak

3. Apakah anda pernah menderita penyakit jantung ?


Ya
Tidak

4. Apakah anda menderita Penyakit ginjal ?


Ya
Tidak
4. Tekanan Darah Responden ............./.....mmHg
Normal
Hipertensi

Lampiran 5

DATA RESPONDEN
Peminum Kopi
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37

Nama
(Inisial)
BA
NR
GT
HR
MD
TL
WS
MR
MW
MK
PN
MD
PJ
SM
RT
ST
AR
JW
AY
WW
TZ
DS
SG
RD
DD
IW
SR
HW
AR
SP
RM
BI
DA
DT
AM
PN
MR

Hasil
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Ya
Tidak
Ya
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Ya
Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Ya
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak

Kode
0
0
0
0
1
1
0
1
1
1
0
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
0
1
1
0
0
0
0

Hasil
Hipertensi
Normal
Normal
Normal
Hipertensi
Normal
Normal
Normal
Hipertensi
Normal
Normal
Hipertensi
Hipertensi
Normal
Normal
Hipertensi
Normal
Hipertensi
Normal
Normal
Hipertensi
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Hipertensi
Normal
Hipertensi
Normal
Normal
Normal
Hipertensi
Normal
Normal
Normal
Normal

Tekanan Darah
Sistolik /
Diastolik mmHg
140/90
120/80
120/80
120/80
140/95
120/80
120/80
120/80
150/110
120/80
120/80
170/110
140/95
130/85
130/85
160/100
120/80
160/110
120/80
120/80
140/85
120/80
120/80
120/80
120/80
120/80
150/100
120/80
140/95
120/80
130/85
130/85
160/100
120/80
120/80
120/80
120/80

Kode
1
0
0
0
1
0
0
0
1
0
0
1
1
0
0
1
0
1
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
0
0
0
0

38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82

MD
SH
MN
SI
AB
KR
AT
AB
HU
RB
GT
AS
MS
AK
AL
ST
HN
PM
ST
AI
NY
TN
MO
TM
HD
HB
AH
MN
YY
DY
MD
SD
SW
SP
MZ
WG
TR
MH
AR
ST
MN
SD
SP
JN
MH

Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya

0
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
0
1
0
0
0
1
0
0
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
0
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
0
1
1
1
1

Normal
Hipertensi
Hipertensi
Normal
Normal
Normal
Normal
Hipertensi
Hipertensi
Hipertensi
Normal
Normal
Hipertensi
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Hipertensi
Normal
Hipertensi
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal

120/80
140/95
170/110
130/80
130/80
130/80
130/80
140/90
150/100
160/110
120/80
120/80
180/100
120/80
130/80
130/80
130/80
120/80
120/80
120/80
150/95
130/85
180/100
120/80
130/80
120/80
120/85
120/85
130/80
120/80
130/80
120/80
130/80
120/80
120/80
120/80
120/80
130/85
110/70
130/85
120/80
130/85
130/85
130/85
130/85

0
1
1
0
0
0
0
1
1
1
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111

AN
NSM
TN
JM
SJ
TM
EP
SL
RN
SP
KR
HD
HT
JK
UT
HR
YN
PA
SP
SA
PM
TK
AT
US
SK
AN
PO
PN
TG

Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Tidak

1
1
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal

130/85
130/85
130/85
130/85
130/85
120/80
120/80
120/80
120/70
120/80
110/70
120/70
130/85
130/85
130/85
130/85
130/85
130/85
130/80
130/85
130/80
130/85
130/80
130/85
130/85
130/85
130/80
130/85
120/80

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Lampiran 6

HASIL PERHITUNGAN DATA

Frekuensi
Statistics
PeminumKopi
Valid

111

N
Missing
Mean

0
.61

Median

1.00

Mode

Sum

68

PeminumKopi
Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Valid

Tidak

43

38.7

38.7

38.7

Ya

68

61.3

61.3

100.0

111

100.0

100.0

Total

Lanjutan..
Statistics
TekananDarah
Valid

111

N
Missing

Mean

.17

Median

.00

Mode

Sum

19

TekananDarah
Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

Valid

Normal

92

82.9

82.9

82.9

Hipertensi

19

17.1

17.1

100.0

111

100.0

100.0

Total

Lanjutan.
Crosstabs
Case Processing Summary
Cases
Valid
N
PeminumKopi * TekananDarah

Missing

Percent
111

100.0%

Total

Percent
0

0.0%

Percent
111

100.0%

PeminumKopi * TekananDarah Crosstabulation


Count
TekananDarah
Normal

Total

Hipertensi

Tidak

39

43

Ya

53

15

68

92

19

111

PeminumKopi
Total

Chi-Square Tests
Value

Pearson Chi-Square
Continuity Correction
Likelihood Ratio

Asymp. Sig. (2-

Exact Sig. (2-

Exact Sig. (1-

sided)

sided)

sided)

.082

2.189

.139

3.242

.072

3.021
b

Df

Fisher's Exact Test

.120

Linear-by-Linear Association

2.994

N of Valid Cases

.084

111

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 7,36.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value

95% Confidence Interval


Lower

Upper

Odds Ratio for PeminumKopi (Tidak / Ya)

2.759

.850

8.961

For cohort TekananDarah = Normal

1.164

.993

1.364

For cohort TekananDarah = Hipertensi

.422

.150

1.187

N of Valid Cases

111

.067

Lanjutan.
Tests of Homogeneity of the Odds Ratio
Chi-Squared

df

Asymp. Sig. (2sided)

Breslow-Day

.000

Tarone's

.000

Tests of Conditional Independence


Chi-Squared

Df

Asymp. Sig. (2sided)

Cochran's

3.021

.082

Mantel-Haenszel

2.170

.141

Under the conditional independence assumption, Cochran's


statistic is asymptotically distributed as a 1 df chi-squared
distribution, only if the number of strata is fixed, while the MantelHaenszel statistic is always asymptotically distributed as a 1 df
chi-squared distribution. Note that the continuity correction is
removed from the Mantel-Haenszel statistic when the sum of the
differences between the observed and the expected is 0.
Mantel-Haenszel Common Odds Ratio Estimate
Estimate

2.759

ln(Estimate)

1.015

Std. Error of ln(Estimate)

.601

Asymp. Sig. (2-sided)

.091
Lower Bound

.850

Upper Bound

8.961

Lower Bound

-.163

Upper Bound

2.193

Common Odds Ratio


Asymp. 95% Confidence Interval
ln(Common Odds Ratio)
The Mantel-Haenszel common odds ratio estimate is asymptotically normally distributed under
the common odds ratio of 1,000 assumption. So is the natural log of the estimate.

Lampiran 7
Surat Izin Penelitian

Lampiran 8
Surat Persetujuan Penelitian

Anda mungkin juga menyukai