Anda di halaman 1dari 31

METODE KONTRASEPSI

FK Unjani
XLVI-F

Definisi
Kontrasepsi :
Kontra mencegah atau melawan
konsepsi pertemuan antara sel telur
yang matang dan sel sperma yang
mengakibatkan kehamilan
Kontrasepsi menghindari/mencegah
terjadinya kehamilan sebagai akibat
pertemuan antara sel telur matang
dengan sel sperma tersebut

JENIS METODE KB

MAL

KONDOM

AKDR

TUBEKTOMI

VASEKTOMI

PIL

INJEKSI

IMPLAN

ENIS METODE KB PASCA PERSALINAN


NON HORMONAL

HORMONAL

1. Metode Amenore Laktasi1. Progestin: pil, injeksi dan


(MAL)
implan
2. Kondom
2. Kombinasi: pil dan injeksi
3. Alat Kontrasepsi Dalam
Rahim (AKDR)
4. Kontrasepsi Mantap
(Tubektomi dan Vasektomi)

Metode Amenore Laktasi


(MAL)

Metode Amenore Laktasi (MAL)

Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah kontraseps


yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI)
secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI tanp
tambahan makanan ataupun minuman apa pun
lainnya.
Syarat untuk dapat menggunakan: Menyusui secara
penuh (full breast feeding), lebih efektif bil
pemberian lebih dari 8 kali sehari

Cara kerja: Penundaan/ penekanan ovulasi

Efek samping: Tidak ada

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

KEUNTUNGAN
METODE AMENORE LAKTASI (MAL)
KEUNTUNGAN
KONTRASEPSI

KEUNTUNGAN NONKONTRASEPSI

Efektivitas tinggi
(keberhasilan 98% Untuk Bayi:
Mendapatkan kekebalan pasif (mendapatkan
pada enam bulan
antibodi perlindungan lewat ASI)
pascapersalinan).
Sumber asupan gizi yang terbaik dan
Segera efektif.
sempurna untuk tumbuh kembang bayi yang
Tidak mengganggu
optimal
senggama.
Terhindar
dari
keterpaparan
terhadap
Tidak ada efek
kontaminasi dari air, susu lain atau formula,
samping secara
atau alat minum yang dipakai
sistemik.
Tidak perlu
pengawasan medis.
Untuk Ibu:
Tidak perlu obat atau
Mengurangi pendarahan pascapersalinan
alat.
Buku Panduan Praktis
Pelayanan
Kontrasepsi,
Mengurangi
risiko
anemia Edisi Ketiga 2011
Sumber:
Tidak biaya.

KETERBATASAN
METODE AMENORE LAKTASI (MAL)

Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui


dalam 30 menit pasca persalinan.

Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial.

Efektifitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai deng


6 bulan.

Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus hepatitis B/HBV dan


HIV/AIDS
Sumber: Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Edisi Ketiga 2011

Kondom

KONDOM

merupakan selubung/sarung karet sebagai salah satu


metode kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan d
tau penularan penyakit kelamin pada saat bersenggama

ara kerja:

Menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel tel


dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yan
dipasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak tercura
ke dalam saluran reproduksi perempuan.
Mencegah penularan mikroorganisme (IMS termasuk HBV
dan HIV/AIDS) dari satu pasangan kepada pasangan yang lai
(khusus kondom yang terbuat dari lateks dan vinil).

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

MANFAAT KONDOM
MANFAAT KONTRASEPSI
MANFAAT NONKONTRASEPSI

Efektif mencegah kehamilan


Membantu mencegah terjadinya
bila digunakan dengan benar kanker serviks (mengurangi iritasi
Tidak mengganggu produksi ASIbahan karsinogenik eksogen pada
Tidak mengganggu kesehatanserviks)
klien
Mencegah penularan IMS, HIV
Tidak mempunyai pengaruh
Memberi dorongan kepada suami
sistemik
untuk ikit ber-KB
Murah dan dapat dibeli secara
Mencegah ejakulasi dini
umum
Saling
berinteraksi
sesama
Tidak perlu resep dokter atau
pemeriksaan kesehatan khusus pasangan
Metode kontrasepsi sementara
Mencegah imuno infertilitas
metode
kontrasepsi
lainnya
mber:bila
Pedoman
Pelayanan
Keluarga
Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha
(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)
harus ditunda

KETERBATASAN KONDOM

Cara penggunaan sangat mempengaruhi


keberhasilan kontrasepsi
Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi
sentuhan langsung)
Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksua
Malu membeli kondom di tempat umum
Pembuangan kondom bekas mungkin menimbulkan
masalah dalam hal limbah

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim


(AKDR)

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)


AKDR

at kontrasepsi yang dipasang dalam rahim denga


enjepit kedua saluran yang menghasilkan indun
lur sehingga tidak terjadi pembuahan, terdiri dari
ahan plastik polietilena, ada yang dililit oleh tembaga
an ada yang tidak

encegah
ara
kerja: terjadinya fertilisasi, tembaga pada AKDR
menyebabkan reaksi inflamasi steril, toksik bua
perma sehingga tidak mampu untuk fertilisasi

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)

KEUNTUNGAN

Efektivitas tinggi, 99,2-99,4% ( 0,6 0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1


tahun pertama)
Dapat efektif segera setelah pemasangan
Metode jangka panjang
Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat
Tidak mempengaruhi hubungan sosial
Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil
Tidak ada efek samping hormonal
Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tida
terjadi infeksi)
Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir
Tidak ada interaksi dengan obat-obat
Membantu mencegah kehamilan ektopik

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)

KETERBATASAN
Tidak mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS)
Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS
atau perempuan yang sering berganti pasangan
Diperlukan prosedur medis termasuk pemeriksaan
pelvis
Klien tidak dapat melepas AKDR sendiri
Klien harus memeriksa posisi benang AKDR dari
waktu ke waktu. Untuk melakukan ini perempuan
harus memasukkan jarinya ke dalam vagina, sebagia
perempuan tidak mau melakukan ini.

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

Kontrasepsi Mantap

KONTRASEPSI MANTAP
(TUBEKTOMI & VASEKTOMI)

TUBEKTOMI
Tubektomi (Metode Operasi Wanita/ MOW) adalah metode
kontrasepsi mantap yang bersifat sukarela bagi seora
wanita bila tidak ingin hamil lagi dengan cara mengoklu
tuba falupii (mengikat dan memotong atau memasan
cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum
Idealnya
1.
dilakukan dalam 48 jam pasca persalinan
Dapat
2.
dilakukan segera setelah persalinan atau setela
operasi
sesar
WAKTU
PENGGUNAAN
Jika tidak dapat dikerjakan dalam 1 minggu setelah
3.
persalinan, ditunda 4-6 minggu.

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

MANFAAT DAN KETERBATASAN TUBEKTOMI


MANFAAT

KETERBATASAN

Kontrasepsi
Harus dipertimbangkan
Efektivitasnya tinggi 99,5% (0,5
sifat permanen kontrasepsi
kehamilan per 100 perempuan selama
ini (tidak dapat dipulihkan
tahun pertama penggunaan)
Tidak mempengaruhi proses menyusui kembali, kecuali dengan
Tidak bergantung pada faktor sanggama
operasi rekanalisasi)
Baik bagi klien apabila kehamilan akan
menjadi risiko kesehatan yang serius. Dilakukan oleh dokter yang
Tidak ada efek samping dalam jangka terlatih
panjang
ontrasepsi
Tidak ada perubahan dalam fungsi
kurangnya risiko kanker ovarium
seksual

KONTRASEPSI MANTAP
(TUBEKTOMI dan VASEKTOMI)

VASEKTOMI
sektomi (Metode Operasi Pria/MOP) adalah prosedur klinik
ntuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan ca
engoklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperm
rhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tida
rjadi
JENIS
1) Insisi
2) Vasektomi Tanpa Pisau (VTP)
WAKTU
Bisa dilakukan kapan saja

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

KEUNTUNGAN DAN KETERBATASAN VASEKTOMI


KEUNTUNGAN

KETERBATASAN

Efektivitas tinggi 99,6-99,8%


Tidak efektif segera, WHO
Sangat aman, tidak ditemukan
menyarankan kontrasepsi
efek samping jangka panjangtambahan selama 3 bulan
Morbiditas dan mortalitas
setelah prosedur (kurang lebih 20
jarang
kali ejakulasi)
Hanya sekali aplikasi dan
Teknik tanpa pisau merupakan
efektif dalam jangka panjang
pilihan mengurangi perdarahan
Tinggi tingkat rasio efisiensi
dan nyeri dibandingkan teknik
biaya dan lamanya
insisi
penggunaan kontrasepsi

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

HORMONAL
HORMON PROGESTIN

HORMON KOMBINASI

Hormon Progestin adalah Hormon Kombinasi adalah


metode kontrasepsi dengan metode kontrasepsi dengan
menggunakan progestin, yaitumenggunakan kombinasi
bahan tiruan dari progesteron
hormon mengandung hormon
esterogen dan progesteron
PIL
INJEKSI/SUNTIKAN
IMPLAN

PIL
INJEKSI/SUNTIKAN

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

HORMON PROGESTIN
PIL PROGESTIN

INJEKSI/SUNTI
KAN

IMPLAN

PIL PROGESTIN
KEUNTUNGAN

KETERBATASAN

Efektif jika diminum setiap hari


Harus digunakan setiap hari dan
di waktu yang sama (0,05-5 pada waktu yang sama
kehamilan / 100 perempuan Bila lupa satu pil saja, kegagalan
menjadi lebih besar
dalam 1 tahun pertama)
Risiko kehamilan ektopik, tetapi
Tidak diperlukan pemeriksaan
risiko ini lebih rendah jika
panggul
dibandingkan dengan perempuan
Tidak mempengaruhi ASI
yang tidak menggunakan minipil
Tidak mengganggu hubungan
Efektifitas menjadi rendah bila
seksual
digunakan bersamaan dengan obat
Kembalinya fertilitas segera jika
tuberkulosis atau obat epilepsi
ek samping kecil
pemakaian dihentikan
Tidak mencegah IMS
Mudah digunakan dan nyaman

INJEKSI/SUNTIKAN PROGESTIN
KEUNTUNGAN

KETERBATASAN

Sangat efektif (0,3 kehamilan per 100 perempuan


Klien sangat tergantung
dalam 1 tahun pertama
pada tempat sarana

Pencegahan kehamilan jangka panjang

pelayanan kesehatan
Tidak berpengaruhpada hubungan suami isteri

(harus kembali sesuai


Tidak mengandungestrogen sehingga tidak
berdampak seriusterhadap penyakit jantung dan jadwal suntikan)
gangguan pembekuan darah
Tidak dapat dihentikan
Tidak mempengaruhiASI
sewaktu-waktu

Sedikit
efek samping
sebelum suntikan

Dapat
digunakanoleh perempuanusia > 35 tahun
berikut

sampai
perimenopause
Tidak mencegah IMS
Membantu mencegah kanker endometrium dan
kehamilan
ektopik

Terlambatnya
Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara
kembalinya kesuburan
Mencegah beberapa penyebab penyakit radang

setelah penghentian
panggul

pemakaian
Menurunkan
krisis anemia
bulan Berencana
sabit (sicle cell)
mber: Pedoman Pelayanan
Keluarga
Pasca
Persalinan di Fasilitas Keseha
(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

IMPLAN
Implan adalah alat kontrasepsi bawah kulit yang mengandung progestin yang
dibungkus dalam kapsul silastik silikon polidimetri

KEUNTUNGAN NONKONTRASEPSI
KEUNTUNGAN KONTRASEPSI

Sangat efektif (kegagalan 0,2 -1,0


kehamilan per 100 perempuan)

Daya guna tinggi.


Perlindungan jangka panjang
(sampai 5 tahun).

Pengembalian tingkat kesuburan


yang cepat setelah pencabutan.
Tidak memerlukan pemeriksaan
dalam.
Bebas dari pengaryh estrogen.
ak mengganggu ASI.
Tidak mengganggu kegiatan
sanggama.

Menguranginyeri haid.
Mengurangi jumlah darah haid.
Mengurangi/memperbaiki anemia.
Melindungi terjadinya kanker
endometrium.
Menurunkan angka kejadian
kelainan jinak payudara.
Melindungi diri dari beberapa
penyebab penyakit radang panggul.
Menurunkan angka kejadian
endometriosis.

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha

KETERBATASAN
KONTRASEPSI IMPLAN

Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk


insersi dan pencabutan.
Tidak mencegah infeksi menular seksual
Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian
kontrasepsi, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk
pencabutan
Efektivitas menurun bila menggunakan obat
tuberkulosis atau obat epilepsi

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

PIL KOMBINASI
KETERBATASAN
KEUNTUNGAN

Membosankan
karena harus
Efektivitas yang tinggi (1 kehamilan per 100
menggunakan
perempuan dalam tahun pertama penggunaan)
nya setiap hari
Risiko terhadap kesehatan sangat kecil
Tidak boleh
Tidak mengganggu hubungan seksual
diberikan
Mudah dihentikan setiap saat
kepada
Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil
dihentikan
perempuan
Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat menyusui
Dpat digunakan sejak usia remaja hingga
Tidak
menopause
mencegah IMS
Membantu mencegah kehamilan ektopik, kanker

ovarium, kanker endometrium, kista ovarium,


mber:
Pedoman
Pelayanan
Keluarga
Berencana
penyakit
radang
panggul,
kelainan
jinakPasca
padaPersalinan di Fasilitas Keseha
(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)
payudara, dismenore
atau akne

SUNTIKAN KOMBINASI
KEUNTUNGAN
KONTRASEPSI

KEUNTUNGAN NONKONTRASEPSI

Sangat efektif (0,1 -0,4 Mengurangi


jumlah perdarahan.

kehamilan per 100


Mengurangi
nyeri saat haid.

perempuan selama
Mencegah
anemia.

tahun pertama
Khasiat
pencegahan terhadap kanker
ovarium dan kanker endometrium.
penggunaan)
Mengurangi penyakit payudara jinak
Risiko terhadap
kista ovarium.
dan
kesehatan kecil.
Tidak berpengaruh pada Mencegah kehamilan ektopik.
Melindungi klien dari jenis-jenis
hubungan suami istri.

tertentu
penyakit radang panggul.
Tidak diperlukan

Pada
keadaan tertentu dapat
pemeriksaan dalam.
diberikan pada perempuan usia
Efek samping sangat
perimenopause.

kecil.
mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha
(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

KERUGIAN SUNTIKAN KOMBINASI

Pola haid tidak teratur, perdarahan bercak atau perdarahan sela


sampai 10 hari.
Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini
akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.
Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus
kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan.
Efektivitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obatobat epilepsi (Fenitoin dan Barbiturat) atau obat tuberculosis
(Rifampisin).
Penambahan barat badan.
Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular
seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV.
Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah
penghentian pemakaian.

mber: Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Keseha


(BKKBN dan Kemenkes R.I., 2012)

Terima Kasih