Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

ANATOMI DAN FISIOLOGI


SISTEM PERNAPASAN

DISUSUN OLEH :
1.Azlan Arinur
2.Hamzah
3. Lailatul Lutfi Hadilatifah
4.Memen Yolanda
5. Rafizal

POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK


JURUSAN KEPERAWATAN D-III SINGKAWANG
TAHUN AKADEMIK 2013/2014

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
limpahan karunia-Nya.Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Anatomi dan Fisiologi sistem penafasan prestasi belajar mahasiswa/i tingkat I
semester ganjil jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak Tahun
2013/2014.Penulisan makalah ini dimaksud untuk mengetahui dan memahami anatomi
dan fisiologi sistem pernapasan manusia serta untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Anatomi dan Fisiologi.
Dalam penyusunan tugas ini,penulis banyak mendapatkan bimbingan serta
pengarahan dari berbagai pihak yang langsung maupun tidak langsung.Pada
kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah memberi bantuan,dorongan serta pengarahan sehingga dapat
terselesaikan tugas ini,terutama kepada:
1. TIM Anatomi dan Fisiologi, Dosen pengajar Anatomi dan Fisiologi.
2. Orangtua tercinta yang selalu memberikan dorongan dan bantuan baik berupa
materil maupun moril yang tidak ternilai harganya.
3. Teman-teman Tingkat IA yang senantiasa memberikan semangat dan dorongan
selama penulisan Makalah ini.
4. Semua pihak yang telah ikut membantu baik secara langsung maupun tidak
langsung dalam pembuatan Makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih kurang sempuran,baik
dari segi teknik penyajian,sistematika,isi dan analisis karena kami dalam tahap
pembelajaran.Sehubungan dengan hal ini maka kami sebagai penulis dengan senang
hati menerima kritik dan saran agar kami lebih baik dalam pembuatan makalah di
kedepan hari. Akhir kata semoga tugas ini bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi
kami sendiri sebagai penulis,Amin
Singkawang,
September 2013
Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

.ii

BAB I PENDAHULUAN

.1

1.1

Latar Belakang

..1

1.2

Maksud dan Tujuan

...1

1.3

Manfaat Penulisan

1.4

Metode Penulisan

1.5

Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN TEORITIS

.. 1
.. 2
.. 2
... 3

2.1

Pengertian pernafasan

.. 3

2.2

Fungsi pernapasan

2.3

Saluran penghantar udara

... 4-5

Anatomi dan fisiologi pernapasan bagian atas :


1.
2.
3.
4.

HIDUNG ...5-6
FARING ....6-7
LARING 7
TRAKEA 8-9

Anatomi dan fisiologi pernapasan bagian bawah :


1.
2.

BRONKUS .9-10
PARU-PARU .10-11

Proses oksigenisasi .. 11-12


1.
2.
3.
4.

Proses ventilasi 11
Mekanisme Difusi .11
Transportasi oksigen ...................................................................11
Mekanisme perfusi ....11

Pengaturan pernapasan 12-14


Kesimpulan

15

Daftar pustaka ...16

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Sungguh besar keangungan Tuhan Yang maha Esa, yang telah menciptakan system
organ yang memungkinkan makhluk hidup menjalankan fungsinya, diantaranya pada sistem
pernapasan. Fungsi pernapasan akan bekerja sama dengan sistem transportasi agar proses

metabolisme pada tubuh dapat berjalan dengan baik. System respirasi atau pernapasan
merupakan salah satu study terhadap struktur dan fungsi tubuh manusia.
Sistem respirasi atau sistem pernapasan terdapat pada manuasia dan hewan (seperti;
insekta, ikan, amfibi dan burung). Sedangkan sistem pernapasan pada manusia terjadi melalui
saluran penghantar udara yaitu alat-alat pernapasan yang terdapat dalam tubuh, dimana
masing-masing alat pernapasan tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Akan tetapi, dari berbagai macam bentuk, organ serta fungsinya, sebagian besar dari
kita tidak mengetahui bagaimana proses dari sistem pernapasan tersebut.
1.2

Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan dari penulisan ini, yaitu:

1. Untuk mengetahui pengertian sistem pernapasan.


2.

Untuk mengetahui fungsi dari sistem pernapasan.


3.

Untuk mengetahui struktur organ atau bagian-bagian alat pernapasan atau saluran

penghantar udara pada manusia.


4.
1.3

Untuk mengetahui mekanisme daripada sistem pernapasan pada manusia.


Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan ini, yaitu
1. Sebagai bahan pengetahuan untuk dikembangkan lebih jauh lagi.
2 .Dengan mengetahui struktur organ daripada alat-alat pernapasan pada manusia beserta
fungsi dari sistem pernapasan, maka setidaknya dapat mempermudah dalam pembelajaran.
3. Menambah wawasan dan pengetahuan Penulis.
4. Menambah daya kritis terhadap Penulis.

1.4

Metode Penulisan
Metode penulisan yang Penulis gunakan untuk menyusun Makalah ini yaitu:

1.4.1

Studi Pustaka atau metode Literatur, yaitu mempelajari buku-buku acuan yang mendapat
informasi teoritis dan relavan serta mencari dengan berbagai sumber.

1.4.2

Dunia Maya atau Internet, yaitu mencari informasi melalui Teknologi Informasi dan
Komunikasi.
4

1.5

Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari 3 bab, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

1.2

Maksud dan Tujuan

1.3

Manfaat Penulisan

1.4

Metode Penulisan

1.5

Sistematika Penulisan

BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1

Pengertian Sistem Pernapasan Manusia

Respirasi atau pernapasan merupakan pertukaran Oksigen (O 2) dan karbondioksida


(CO2) antara sel-sel tubuh serta lingkungan. Semua sel mengambil Oksigen yang akan
digunakan dalam bereaksi dengan senyawa-senyawa sederhana dalam mitokondria sel untuk
menghasilkan senyawa-senyawa kaya energi, air dan karbondioksida. Jadi, pernapasan juga
dapat di artikan sebagai proses untuk menghasilkan energi. Pernapasan dibagi menjadi 2
macam, yaitu:
2.1.1

Pernapasan Eksternal (luar) yaitu proses bernapas atau pengambilan Oksigen dan
pengeluaran Karbondioksida serta uap air antara organisme dan lingkungannya.

2.1.2

Pernapasan Internal (dalam) atau respirasi sel terjadi di dalam sel yaitu sitoplasma dan
mitokondria.
Sistem pernapasan terdiri atas saluran atau organ yang berhubungan dengan
pernapasan. Oksigen dari udara diambil dan dimasukan ke darah, kemudian di angkut ke
jaringan. Karbondioksida (CO2) di angkut oleh darah dari jaringan tubuh ke paru-paru dan
dinapaskan ke luar udara.

2.2

Fungsi Sistem Pernapasan


Fungsi utama sistem pernapasan adalah untuk memungkinkan ambilan oksigen dari
udara kedalam darah dan memungkinkan karbon dioksida terlepas dari dara ke udara bebas.
Meskipun fungsi utama system pernapasan adalah pertukaran oksigen dan karbon
dioksida, masih ada fungsi-fungsi tambahan lain yaitu:

Tempat menghasilkan suara.

Untuk meniup (balon, kopi/the panas, tangan, alat musik dan lain sebagainya)

Tertawa.

Menangis.

Bersin.
Homeostatis (pH darah)

2.3

Otot-otot pernapasan membantu kompresi abdomen (miksi,defekasi,partus).

Saluran Penghantar Udara


Pada manusia, pernapasan terjadi melalui alat-alat pernapasan yang terdapat dalam
tubuh atau melalui jalur udara pernapasan untuk menuju sel-sel tubuh. Struktur organ atau
bagian-bagian alat pernapasan pada manusia terdiri atas Rongga hidung, Farings (Rongga
tekak), Larings (kotak suara), Trakea (Batang tenggorok), Bronkus dan Paru-paru.
Alat pernapasan manusia terdiri atas beberapa organ, yaitu:
6

1. Rongga Hidung
Hidung adalah bangunan berongga yang terbagi oleh sebuah sekat di tengah menjadi
rongga hidung kiri dan kanan. Hidung meliputi bagian eksternal yang menonjol dari wajah
dan bagian internal berupa rongga hidung sebagai alat penyalur udara.
Di bagian depan berhubungan keluar melalui nares (cuping hidung) anterior dan di
belakang berhubungan dengan bagian atas farings (nasofaring). Masing-masing rongga
hidung dibagi menjadi bagian vestibulum, yaitu bagian lebih lebar tepat di belakang nares
anterior, dan bagian respirasi.
Permukaan luar hidung ditutupi oleh kulit yang memiliki ciri adanya kelenjar sabesa
besar, yang meluas ke dalam vestibulum nasi tempat terdapat kelenjar sabesa, kelenjar
keringat, dan folikel rambut yang kaku dan besar. Rambut ini berfungsi menapis benda-benda
kasar yang terdapat dalam udara inspirasi.
Terdapat 3 fungsi rongga hidung :

Dalam hal pernafasan = udara yang di inspirasi melalui rongga hidung akan menjalani 3
proses yaitu penyaringan (filtrasi), penghanatan, dan pelembaban.

Ephithelium olfactory = bagian meial rongga hidung memiliki fungsi dalam penerimaan
bau.

Rongga hidung juga berhubungan dengan pembentukan suara- suara fenotik dimana ia
berfungsi sebagai ruang resonasi.
Pada potongan frontal, rongga hidung berbentuk seperti buah alpukat, terbagi dua
oleh

sekat (septum mediana). Dari dinding lateral menonjol tiga lengkungan tulang yang

dilapisi oleh mukosa, yaitu:

Konka nasalis superior,

Konka nasalis medius,

Konka nasalis inferior, terdapat jaringan kavernosus atau jaringan erektil yaitu pleksus vena
besar, berdinding tipis, dekat permukaan.
Sinus paranasal adalah rerongga berisi udara yang terdapat dalam tulang-tulang
tengkorak dan berhubungan dengan rongga hidung. Macam-macam sinus yang ada adalah
sinus maksilaris, sinus frontalis, sinus etmoidalis, dan sinus sfenoidalis.

Pernapasan (repirasi) adalah peristiwa menghirup uadara dari luar yang mengandung
oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung CO2
(karbondioksida) sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Penghisapan udara inin disebut
inspirasi dan menghembuskan dan menghembuskan disebut ekspirasi.
7

Guna pernapasan antara lain:


1. Mengambil oksigen yang kemudian dibawa oleh darah ke seluruh tubuh (sel-selnya)
untuk mengadakan pembakaran.
2. Mengeluarkan karbondioksida yang terjadi sebagi sisa dari pembakaran,kemudian
dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang karena tidak berguna lagi bagi tubuh.
3. Mempertahankan keseimbangan panas tubuh

Anatomi dan Fisiologi Sistem Penafasan Bagian Atas,


1. HIDUNG
Hidung merupakan saluran udara yang pertama,mempunyai 2 lubang(kavum
nasi),dipisahkan oleh sekat hidung(septum nasi). Hidung meliputi bagian eksternal
yang menonjol dari wajah dan bagian internal berupa rongga hidung sebagai alat
penyalur udara. Didalamnya terdapat bulu-bulu yang berguna untuk menyaring
udara,debu dan kotoran-kotoran yang masuk kedalam lubang hidung.
1. Bagian luar dinding terdiri dari kulit.
2. Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan.
3. Lapisan dalam terdapat lapisan lender yang berlipat-lipat yang dinamakan karang
hidung(konka nasalis),yang berjumlah 3 buah:
a. Konka nasalis inferior (karang hidung bagian bawah).
b. Konka nasalis media (karang hidung bagian tengah).
c. Konka nasalis superior (karang hidung bagian atas).
Diantara konka-konka ini ada terdapat 3 buah lekukan maetus yaitu Maetus Superior
(lekukan bagian atas),maetus medialis (lekukan bagian tengah) dan maetus inferior (lekukan
bagian bawah). Maetus-maetus inilah yang dilewati oleh udara pernafasan.
Dasar dari rongaa hidung dibentuk oleh tulang rahang atas,ke atas rongga hidung
berhubungan dengan beberapa rongga disebut sinus paranasalis,yaitu:sinus maksiralis pada
rongga rahang atas,sinus frontalis pada rongga tulang dahi,sinus fenoidalis pada rongga
tulang baji dan sinus etmoidalis pada rongga tulang tapis.
Disebelah belakang konka bagian kiri kanan dan sebelah atas dari langit-langit terdapat
satu lubang pembuluh yang menghubungkan rongga tekak dengan rongga pendengaran
tengah,saluran ini disebut tuba auditiva uestaki,yang menghubungkan telingan tengah dengan
faring dan laring.
Hidung juga berhubungan dengan saluran air mata di sebut tuba lakrimalis.
Fungsi hidung,terdiri dari:
1)
2)
3)
4)

Bekerja sebagai saluran udara pernapasan.


Sebagai penyaring udara pernapasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung(filtresi).
Dapat menghangatkan udara pernapasan oleh mukosa.
Membunuh kuman-kuman yang masuk,bersama-sama udara pernapasan oleh leukosit
yang terdapat dalam selaput lender(mukosa) atau hidung.
8

5) Ephithelium olfactory = bagian meial rongga hidung memiliki fungsi dalam


penerimaan bau.
6) Rongga hidung juga berhubungan dengan pembentukan suara- suara fenotik dimana
ia berfungsi sebagai ruang resonasi.

2.FARING (TEKAK)
Merupakan tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makan dan saluran
yang memiliki panjang kurang lebih 13 cm. Terdapat di bawah dasar tengkorak,di belakang
rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher.
Hubungan faring dengan organ-organ lain,ke atas berhubungan dengan rongga
hidung,dengan perantara lubang yang benama kaona. Ke depan berhubungan dengan ucllgan
rongga mulut,tempat hubungan ini bernama istmus fausium. Ke bawah terdapat 2 lubang,ke
depan lubang laring,ke belakang lubang esopfagus.
Di bawah selaput lender terdapat jaringan ikat,juga di beberapa tempat terdapat folikel
getah bening.perkumpulan getah bening ini disebut adenoid. Di sebelahnya terdapat 2 buah
tonsil kiri dan kanak dari tekak. Di sebelah belakang terdapat epiglottis (empang
tenggorokan) yang berfungsi menutup laring pada saat menelan makanan.
Rongga tekak dibagi dalam 3 bagian :
1) Bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan koana yang disebut nasofarin
(dibelakang hidung).
Nasofaring, yang terletak di bawah dasar tengkorak, belakang dan atas palatum molle.
Pada bagian ini terdapat dua struktur penting yaitu adanya saluran yang
menghubungkan dengan tuba eustachius dan tuba auditory. Tuba Eustachii bermuara
pada nasofaring dan berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi
membrane timpani. Apabila tidak sama, telinga terasa sakit. Untuk
membuka tuba ini, orang harus menelan. Tuba Auditory yang menghubungkan
nasofaring dengan telinga bagian tengah.
2) Bagian tengah yang sama tingginya dengan istmus fausium disebut orofaring
(dibelakang hidung).
Orofaring merupakan bagian tengah farings antara palatum lunak dan tulang hyodi.
Pada bagian ini traktus respiratory dan traktus digestif menyilang dimana orofaring
merupakan bagian dari kedua saluran ini. Orofaring terletak di belakang rongga mulut
dan permukaan belakang lidah. Dasar atau pangkal lidah berasal dari dinding anterior
orofaring, bagian orofaring ini memiliki fungsi pada system pernapasan dan system
9

pencernaan. refleks menelan berawal dari orofaring menimbulkan dua perubahan


makanan terdorong masuk ke saluran cerna (oesophagus) dan secara stimulant, katup
menutup laring untuk mencegah makanan masuk ke dalam saluran pernapasan.
Orofaring dipisahkan dari mulut oleh fauces. Fauces adalah tempat terdapatnya
macam-macam tonsila, seperti tonsila palatina, tonsila faringeal, dan tonsila lingual.
3) Bagian bawah sekali dinamakan laringofaring.
Laringofaring terletak di belakang larings. Laringofaring merupakan posisi terendah
dari farings. Pada bagian bawah laringofaring system respirasi menjadi terpisah dari
sitem digestif. Udara melalui bagian anterior ke dalam larings dan makanan lewat
posterior ke dalam esophagus melalui epiglottis yang fleksibel

3.LARING (PANGKAL TENGGOROKAN).


Larings adalah suatu katup yang rumit pada persimpangan antara lintasan makanan dan
lintasan udara. saluran udara dan bertindak pembentukkan suara yang terletak di depan
bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea dibawahnya
Laring terangkat dibawah lidah saat menelan dan karenanya mencegah makanan masuk ke
trakea. Fungsi utama pada larings adalah untuk melindungi jalan napas atau jalan udara dari
farings ke saluran napas lainnya , namun juga sebagai organ pembentuk suara atau
menghasilkan sebagian besar suara yang dipakai berbicara dan bernyanyi.
Epiglotis terletak diatas seperti katup penutup. Epiglotis adalah sekeping tulang rawan
elastis yang menutupi lubang larings sewaktu menelan dan terbuka kembali sesudahnya.

4.TRAKEA (BATANG TENGGOROKAN)


Trakea adalah tabung terbuka berdiameter 2,5 cm dan panjang 10 sampai 12 cm.
Trakea terletak di daerah leher depan esophagus dan merupakan pipa yang terdiri dari gelanggelang tulang rawan. Di daerah dada, trakea meluas dari larings sampai ke puncak paru,
tempat ia bercabang menjadi bronkus kiri dan kanan. Jalan napas yang lebih besar ini
mempunyai lempeng-lempeng kartilago di dindingnya, untuk mencegah dari kempes selama
perubahan tekanan udara dalam paru-paru. Tempat terbukanya trakea disebabkan tunjangan
sederetan tulang rawan (16-20 buah) yang berbentuk huruf C (Cincin-cincin kartilago)
dengan bagian terbuka mengarah ke posterior (esofagus).
Trakea dilapisi epitel bertingkat dengan silia (epithelium yang menghasilkan lendir)
yang berfungsi menyapu partikel yang berhasil lolos dari saringan hidung, ke arah faring

10

untuk kemudian ditelan atau diludahkan atau dibatukkan dan sel gobet yang menghasikan
mukus. Potongan melintang trakea khas berbentuk huruf D.

Pada dasarnya, Larings bertindak sebagai katup, menutup selama menelan unutk mencegah
aspirasi cairan atau benda padat masuk ke dalam batang tracheobronchial.
Mamalia menghasilkan getaran dari pita suara pada dasar larings. Sumber utama suara
manusia adalah getaran pita suara (Frekuensi 50 Hertz adalah suara bas berat sampai 1700 Hz
untuk soprano tinggi). Selain pada frekuensi getaran, tinggi rendah suara tergantung panjang
dan tebalnya pita suara itu sendiri. Apabila pita lebih panjang dan tebal pada pria
menghasilkan suara lebih berat, sedangkan pada wanita pita suara lebih pendek. Kemudian
hasil akhir suara ditentukan perubahan posisi bibir, lidah dan palatum molle.
Disamping fungsi dalam produksi suara, ada fungsi lain yang lebih penting, yaitu Larings
bertindak sebagai katup selama batuk, penutupan pita suara selama batuk, memungkinkan
terjadinya tekanan yang sangat tinggi pada batang tracheobronchial saat otot-otot trorax dan
abdominal berkontraksi, dan pada saat pita suara terbuka, tekanan yang tinggi ini menjadi
penicu ekspirasi yang sangat kuat dalam mendorong sekresi keluar.
Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain:
1)
2)
3)
4)

Kartilago tiroid(1 buah) depan jakun .


Kartilago ariteanoid (2 buah) yangberbentuk beker.
Karilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin
Kartilago epiglottis (1 buah).
Pita suara berjumlah 2 buah di bagian atas adalah pita suara palsu dan tidak
mengeluarkan suara yang disebut dengan ventrikulasi. Dibagian bawah adalah vita
suara sejati yang membentuk suara yang disebut vokalis.

Proses pembentukan suara merupakan hasil dari kerja sama antara rongga mulut,rongga
hidung,laring,lidah dan bibir. Pita suara pria lebih jauh lebih tebal dari pada pita suara wanita.
Merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk pleh 16 sampai dengan 20 cincin yang
terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda (huruf C ). Sebelah dalam
diliputi oleh selaput lender yang berbulu getar yang disebut sel bersilia. Hanya bergerak kea
rah luar.Panjang trakea 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh
otot polos.
Sel-sel bersilia gunanya untuk mengeluarkan benda-benda asing yang masuk bersam udara
pernapasan. Yang memisahkantrakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina
11

Anatomi dan fisiologi sistem pernafasan bagian bawah.


1. BRONKUS (CABANG TENGGOROKAN)
Bronkus yang terbentuk dari belahan dua trakea pada ketinggian kira-kira
vertebrata torakalis kelima, mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis
sel yang sama. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru.
Bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar dari bronkus kiri,terdiri dari 6-8
cincin,mempunyai 3 cabang. Sedangkan Bronkus kiri lebih panjang dan lebih ramping
dari yang kanan,terdiri dari 9-12 cincin mempunyai 2 cabang.
Bentuk

bronkus

bercabang-cabang,dan

cabang

yang

paling

kecil

disebut

bronkiolus(bronkioli). Pada brionkolitak terdapat cincin lagi,dan pada ujung bronkioli


terdapat gelembung paru atau alveoliCabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi
menjadi bronkus lobaris (sekunder) dan kemudian menjadi lobus segmentalis (tersier).
Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil, sampai
akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung
alveoli (kantong udara). Bronkhiolus terminalis memiliki diameter kurang lebih 1 mm.
saluran ini disebut bronkiolus. Bronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Tetapi
dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Bronkiolus memasuki lolubus
pada bagian puncaknya, bercabang lagi membentuk empat sampai tujuh bronkiolus
terminalis. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut
saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat
pertukaran gas paru-paru.
Alveolus adalah unit fungsional paru. Setiap paru mengandung lebih dari 350 juta
alveoli, masing-masing dikelilingi banyak kapiler darah. Alveoli bentuknya peligonal atau
heksagonal. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan
respiratorius (lintasan berdinding tipis dan pendek) yang terkadang memiliki kantong udara
kecil atau alveoli pada dindingnya. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan
sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru, asinus atau kadang disebut lobolus
primer memiliki tangan kira-kira 0,5 s/d 1,0 cm.

2. PARU-PARU
Paru-paru adalah struktur elastis sperti spons. Paru-paru berada dalam rongga
torak, yang terkandung dalam susunan tulang-tulang iga dan letaknya di sisi kiri dan
kanan mediastinum (struktur blok padat yang berada di belakang tulang dada. Paru12

paru menutupi jantung, arteri dan vena besar, esophagus dan trakea). Banyaknya
gelembung paru-paru ini kurang lebih 700.000.000 buah(paru-paru kiri dan kanan).
Paru-paru terdari 2 bagian:
Paru-paru kanan,terdiri dari 3 lobus (belah paru),lobus pulmo dekstra
superior,lobus media,dan lobus inferior. Tipa lobus tersusun oleh lobulus.
Paru-paru kiri,terdiri dari; pulmo sinester lobus superior dan lobus inferior. Tiaptiap lobus terdiri dari belahan-belahan yang lebih kecil bernama segment. Paru-paru
kiri mempunyai 10 segmen yaitu 5 buah segmen pada lobus superior dan 5 buah
segmen pada inferior.
Paru-paru memilki :

Apeks, Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2,5 cm diatas calvicula.

Permukaan costo vertebra, menempel pada bagian dalam dinding dada.

Permukaan mediastinal, menempel pada perikardium dan jantung.

Basis, Terletak pada diafragma.


Paru-paru juga di lapisi oleh pleura yaitu parietal pleura (dinding thorax) dan visceral
pleura (membrane serous). Di antara rongga pleura ini terdapat rongga potensial yang
disebut rongga pleura yang didalamnya terdapat cairan surfaktan sekitar 10-20 cc cairan yang
berfungsi untukmenurunkan gaya gesek permukaan selama pergerakan kedua pleura saat
respirasi. Tekanan rongga pleura dalam keadaan normal ini memiliki tekanan -2,5 mmHg.
Paru kanan relative lebih kecil dibandingkan yang kiri dan memiliki bentuk bagian
bawah seperti concave karena tertekan oleh hati. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus
superior, medius dan inferior. Sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan
inferior. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe,
arteriola, venula, bronchial venula, ductus alveolar, sakkus alveolar dan alveoli.
Paru-paru divaskularisasi dari dua sumber, yaitu:

a.

Arteri bronchial yang membawa zat-zat makanan pada bagian conduction portion, bagian
paru yang tidak terlibat dalam pertukaran gas. Darah kembali melalui vena-vena bronchial.

b.

Arteri dan vena pulmonal yang bertanggungjawab pada vaskularisasi bagian paru yang
terlibat dalam pertukaran gas yaitu alveolus.

Proses Oksigenasi
Proses oksigenasi terdiri dari 3 bagian, yaitu :
1. Proses Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau
sebaliknya.
Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara
13

atmosfir dengan alveoli. Pada inspirasi, dada ,mengembang, diafragma turun dan volume
paru bertambah. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi :
a. Tekanan udara atmosfir
b. Jalan nafas yang bersih
c. Pengembangan paru yang adekuat
2. Mekanisme Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus
dan kapiler paru-paru.
Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke
darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Karena dinding alveoli sangat tipis dan
dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat, membran ini kadang
disebut membran respirasi.
Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi
sangat mempengaruhi proses difusi. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli
dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg.
Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi :
a. Luas permukaan paru
b. Tebal membran respirasi
c. Jumlah darah
d. Keadaan/jumlah kapiler darah
e. Afinitas
f. Waktu adanya udara di alveoli
3. Transportasi oksigen yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh
dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler.
Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus
ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Secara normal 97 % oksigen akan
berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai
oksihemoglobin. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi :
a. Curah jantung (cardiac Output / CO)
b. Jumlah sel darah merah
c. Hematokrit darah
d. Latihan (exercise)
4.Mekanisme Perfusi Paru
Mekanisme Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi,
dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris
dari ventrikel kanan jantung.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam
proses pertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. Sirkulasi paru
merupakan 8-9% dari curah jantung.Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi
variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan
voleme atau tekanan darah sistemik.

Oksigenasi adalah pemenuhan akan kebutuhan oksigen (O2). Kebutuhan fisiologis


oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan
14

metabolisme sel tubuh, untuk mempertahankan hidupnya, dan untuk aktivitas berbagai organ
atau sel. Apabila lebih dari 4 menit orang tidak mendapatkan oksigen maka akan berakibat
pada kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki dan biasanya pasien akan meninggal.
PENGATURAN PERNAPASAN
Pengendalian dan pengaturan dilakukan system persarafan, mekanisme kimia dan
mekanisme nonkimia.
1.

Pengendalian pernapasan oleh sistem persarafan


Pengaturan pernapasan oleh persarafan dilakukan oleh korteks serebri, medulla

oblongata dan pons.


a)

Korteks serebri

Korteks serebri berperan dalam pengaturan pernapasan yang bersifat volunter, sehingga
memungkinkan kita dapat mengatur pernapasan dan menahan napas, misalnya pada saat
bicara atau makan.
b)

Medulla oblongata

Medulla oblongata terletak pada batang otak, berperan dalam pernapasan automatik atau
spontan.
c)

Pons

Pada pons terdapat 2 pusat pernapasan yaitu pusat apenuetik terletak pada dipormasio
retikularis pons bagian bawah.fungsi pusat apenuetik adalah untuk mengkoodinasi transisi
antara inspirasi dan ekpirasi dengan cara mengirimkan rangsangan imflus pada area inspirasi
dan menghambat ekspirasi. sedangkan pusat pneumotaksis terletak dipons bagian atas. inpuls
dan pusat pneumotaksis menghambat aktivitas neuron inspirasi, sehingga inspirasi dihentikan
dan terjadi ekspirasi. fungsi dari pusat pneumotaksis adalah membatasi durasi inspirasi, tetapi
meningkatkan frekuensi respirasi sehingga irama respirasi menjadi halus dan teratur, proses
inspirasi dan ekspirasi berjalan secara teratur.
2.

kendali kimiawi

ada banyak faktor yang mempengaruhi laju dan dalam pernafasan yang sudah diset oleh
pusat pernapasan yaitu adanya perubahan kadar oksigen, karbondioksida dan ion hydrogen
dalam darah arteri. perubahan tersebut menimbulkan perubahan kimia dan menimbulkan
respons dari sensor yang disebut kemoreseptor. ada dua kemoreseptor yaitu kemoreseptor

15

pusat yang berada dimedulla dan kemoreseptor perifer yang berada dibadan aorta dan
ceratoid pada system arteri.
a)

Kemoreseptor pusat, dirangsang oleh peningkatan kadar karbondioksida dalam darah

arteri,cairan resebtospinal,peningkatan ion hydrogen dengan merespons peningkatan frekensi


dan kedalaman pernapasan.
b)

Kemoreseptor rifer, reseptor kimia ini peka terhadap perubahan konsentrasi oksigen,

karbondioksida dan ion hidrogen. Peningkatan karbondioksida dan peningkatan ion hydrogen
maka pernapasan menjadi meningkat.
3) pengaturan oleh mekanisme non kimiawi
Beberapa factor non kimiawi yang mempengaruhi pengaturan pernapasan
diantaranya : pengaruh baroreseptor,peningkatan suhu tubuh,hormon epinefrin,refleks heringbreuer.
a.

baroreseptor, berada pada sinus kortikus, arkus aoarta atrium,ventrikel dan pembuluh

darah.
b.

Peningkatan suhu tubuh,misalnya karena demam atau olahraga maka secara otomatis

tubuh akan mengeluarga kelebihan panas tubuh dengan cara meningkatkan ventilasi.
c.

Hormone epinefrin,peningkatan hormone epinefrin akan meningkatkan rangsang

simpastis yang juga akan merangsang pusat respirasi untuk meningkatkan ventilasi.
d.

Refleks hering-breur,yaitu refleks hambatan inspirasi dan ekpirasi.

Secara sederhana dapat disimpulkan pengaturan pernapasan sebagai berikut :


1. pusat pengaturan irama pernapasan berada di medulla oblongata yang secara langsung
mengontrol otot-otot pernapasan.
a.

aktivitas neuron inpirasi dan ekspirasi saling berlawanan dan berlangsung secara

otomatik dalam siklus pernapasan.


b.

Aktivitas di medulla pengaruhi oleh pusat apneustik dan pneumotaksik di pons.

c.

Pernapasan yang dilakukan secara sadar dikontrol langsung oleh korteks serebral

melalui jalur kortikospinal.


2. pernapasan dipengaruhi oleh kemoreseptor yang sensitif terhadap PO2,pH dan PCO2
dalam darah.
a.

tekanan CO2 pada darah memberikan konsekuensi perubahan pH, menjadi lebih asam

atau lebih basa.


Kemoreseptor pusat pada medulla oblongata sensitif terhadap perubahan PCO2 darah karena
dapat merubah pH cairan serebrospinalis.

16

Kemoreseptor perifer yang berada di aortik dan badan karotid sensitive terhadap perubahan
PCO2 darah, karena dapat merubah pH darah.
penurunan tekanan oksigen darah (PO2) hanya akan berpengaruh langsung
terhadap pernapasan jika PO2 kurang dari 50 mmHg.
3.

Jika tidal volume I liter atau lebih, maka inspirasi akan dihambat

oleh

reseptor regangan dalam otot polos paru (refleks hering breuer).

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dari tinjauan teoritis pada bab sebelumnya, maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa:
Sistem pernapasan adalah pertukaran Oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara sel-sel tubuh
serta lingkungan. sistem pernapasan terdiri atas pernapasan Eksternal (luar) dan internal
(dalam). Oksigen dari udara diambil dan dimasukan ke darah, kemudian di angkut ke
jaringan. Karbondioksida (CO2) di angkut oleh darah dari jaringan tubuh ke paru-paru dan
dinapaskan ke luar udara.
Sistem pernapasan memiliki fungsi:

Fungsi utama yaitu untuk memungkinkan ambilan oksigen dari udara kedalam darah dan
memungkinkan karbon dioksida terlepas dari dara ke udara bebas.

Fungsi tambahan yaitu sebagai tempat menghasilkan suara, Meniup (balon, kopi/the
panas, tangan, alat musik dan lain sebagainya), Tertawa., Menangis, Bersin, Batuk,
Homeostatis (pH darah), dan Otot-otot pernapasan membantu kompresi abdomen
(miksi,defekasi,partus).
17

Sistem pernapasan terjadi melalui alat-alat pernapasan yang terdapat dalam tubuh atau melalui
jalur udara pernapasan untuk menuju sel-sel tubuh. Struktur organ atau bagian-bagian alat
pernapasan pada manusia terdiri atas Rongga hidung, Farings (Rongga tekak), Larings (kotak
suara), Trakea (Batang tenggorok), Bronkus dan Paru-paru.
Pernapasan yang dilakukan menyediakan suplai udara segar secara terus menerus ke dalam
membran alveoli. Keadaan ini terjadi melalui dua fase yaitu inspirasi dan ekspirasi. Kedua
fase ini sangat tergantung pada karakter paru dan rongga thorax.

DAFTAR PUSTAKA
Dr. Tambayong, Jan. 1999. Anatomi dan Fisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.
C. Pearce, Evelyn. 1993. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta: PT. Gramedia.
Communication Limited, Cambridge. 1996. Anatomi dan Fisiologi Modul Swa-instruksional. Jakarta: Penerbit buku
kedokteran EGC.
Jati, Wijaya. 2007. Aktif Biologi Pelajaran Biologi untuk SMA/MA. Jakarta: Ganeca Exact.
www.google.co.id

18