Anda di halaman 1dari 13

Review Jurnal

DOKTER KELUARGA/DOKTER LAYANAN


PRIMER
Agnes Ragil Rosano
H1A212003

PENDAHULUAN
Dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang
menyeluruh dengan memusatkan pelayanan kepada
keluarga sebagai suatu unit dimana tanggung jawab
dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh
golongan umur atau jenis kelamin serta jenis penyakit
tertentu (WONCA, 1991)

Dokter keluarga secara klinis berkompeten dengan


mempertimbangkan latar belakang budaya, sosial
ekonomi dan psikologis. Sehingga dokter keluarga secara
personal bertanggung jawab untuk pelayanan yang
komprehensif dan kontinyu kepada pasien (Lubis,
2008).

Dokter keluarga yang termasuk dalam dokter layanan primer di


kerangka Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertindak sebagai
Gatekeeper

Pelayanan dokter keluarga yang baik memiliki peran


agar setiap pasien yang berkunjung memiliki minat untuk
melakukan kunjungan kembali.

Dalam jurnal penelitian Dumais et.al (2014) dengan survey


analitik rancangan cross sectional pada tempat Praktek
Bersama Dokter Keluarga Klinik Husada Kimia Farma Sario
dan Kimia Farma Sam Ratulangi pada bulan Agustus 2014
didapatkan bahwa terdapat hubungan kepuasan pasien
memiliki
dengan
minat
pemanfaatan
ulang
pelayanan kesehatan pada praktek bersama dokter
keluarga

Aspek kepuasaan yang dinilai dari


Keandalan
Daya tanggap
Jaminan
Empati
Bukti fisik

Penelitian Widyahening et.al (2014) didapatkan bahwa


kualitas dokter keluarga di Indonesia perlu ditingkatkan,
hal ini disebabkan penyediaan alat prosedur medis,
obat-obatan, tindakan kuratif yang masih belum
optimal.

Pada jurnal oleh Lubis (2008) bahwa dokter keluarga


merupakan tulang pungung dalam sistem pelayanan
kesehatan.
Hampir 80 % kasus dari masalah kesehatan dapat
ditangani pada pelayanan strata primer

Di
Indonesia
dalam
Sistem
Kesehatan
Nasional
menetapkan dokter keluarga sebagai pemberi pelayanan
dokter strata pertama.

Dalam perkembangan pembangunan kesehatan sekarang ini, diperlukan


pengembangan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien dan bermutu tinggi.
Untuk itu, ada beberapa hal pokok yang haru dijalankan serius yaitu (Lubis,
2008):
1. Dibentuknya unit kerja atau task force dokter keluarga nasional
2. Mempelajari konsep pelayanan dokter keluarga yang telah berjalan baik.
3. Mengaitkan pengembangan dokter keluarga dengan kepentingan yang lebih
besar
4. Menjalankan pendidikan kedokteran yang berorientasi dokter keluarga

Daftar Pustaka
Dumais P, Maramis R, Frank P. 2014. Hubungan Antara Kepuasan Pasien dengan
Minat Pemanfaatan Ulang Pelayanan Kesehatan pada Praktek Bersama Dokter
Keluarga di Klinik Husada Kimia Farma Sario dan Sam Ratulangi.
Lubis, Firman. 2008. Dokter Keluarga Sebagai Tulang Punggung dalam Sistem
Pelayanan Kesehatan. Maj Kedokteran Indonesia, vol. 58 (2).
Nugraha, Hafiz. 2014. Puskesmas dan Rumah Sakit Sebagai Sarana Pendidikan
Dokter Layanan Primer.
Vidiwawati, Dhanasari. 2014. Dokter Layanan Primer: Upaya Mengejar
Keterlambatan Pergerakan Peningkatan Kualitas Layanan Primer di Indonesia. Jurnal
Kedokteran Indonesia vol. 2 (3).
Widyahening I, Han T, Vidiawati D, et.al. 2014. Indonesian primary care physicians
profile in 2011: Did practicing hours and conversion program for family medicine
differentiate their services and continuing medical education activities?. Asia Pacific
Family Medicine vol. 13 (16).

TERIMA KASIH