Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PEMBORAN HORISONTAL
( DRILLING HORIZONTAL )
TEKNIK PEMBORAN

Oleh:
Kelompok III
Opa Midayanti (101101037)
Anton Sazali (101101041)
Antika Ramadhani (101101043)
Mustofa Said (101101045)
Egi Wibawa Purnawan (101101053)
Bahari Setiawan (1011010)
Syahfur Bakhtiar ( 101101159)
PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN
AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN
INDRAMAYU
2012

Makalah Pemboran Horizontal

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemboran merupakan langkah yang pertama dan penting dalam
industri perminyakan. Sesuai dengan perkembangan teknologi, maka
teknik pemboran mengalami perkembangan yang cukup pesat bila
dibandingkan dengan pemboran yang pertama kali dilakukan. Saat ini
pemboran telah dapat dioperasikan dalam berbagai cara, baik dengan
pemboran vertikal, pemboran miring.
Pemboran horisontal sebenarnya merupakan pengembangan
dari teknik pemboran miring. Di dalam pemboran horisontal, lubang bor
diupayakan agar mempunyai panjang penembusan zona produktif yang
lebih besar dan laju pertambahan sudut yang lebih tinggi dibandingkn
dengan pemboran miring.
Maksud
dan

Tujuan

Pemboran

Sesuai

pemboran

horisontal,

dengan

sasaran

Horisontal
yaitu

untuk

memperpanjang penembusan zona produktif, atau dengan kata lain


untuk memperluas daerah pengurasan suatu sumur, maka tujuannya
adalah:
1. Meningkatkan laju produksi sumur.
2. Meningkatkan recovery sumur.
3. Membuat reservoir yang sudah tidak ekonomis bila dikembangkan
dengan

pemboran

tegak,

menjadi

ekonomis

kembali

bila

dikembangkan dengan pemboran horisontal.


4. Memperkecil terjadinya water and gas coning .

1.2 Tujuan
1. Memenuhi persyaratan perkuliahan Teknik Pemboran.
2. Melatih Mahasiswa dalam memperdalam belajar ilmu pengeboran.

Makalah Pemboran Horizontal

3. Mengenal alat-alat fungsi dari alat pemboran khususnya alat-alat


untuk pemboran horisontal.
4. Mengetahui jenis-jenis dari pemboran horizontal.
5. Memahami dasar-dasar tentang pengeboran horizontal.
1.3 Manfaat
1

Dapat melatih kemampuan Mahasiswa dalam pembuatan makalah,


khususnya tentang masalah pengeboran horisontal.

Dapat membantu Mahasiswa mengenal jenis-jenis, masalah, dan


penanggualan dari pemboran horizontal.

Dapat membantu Mahasiswa mengenal berbagai macam mekanisme


kerja dari alat pengeboran horizontal.

1.4 Pembatasan Masalah


Makalah ini berjudul tentang Pemboran Horisontal .Pemboran
horizotal (horizontal drilling) merupakan ilmu pengetahuan terapan dari
Teknik Perminyakan yaitu suatu pengetahuan tentang teknik
pengeboran dalam membengkokkan arah lubang sumur dari
kedalaman vertikal kearah horizontal pada jarak dan arah tertentu
untuk mencapai suatu formasi yang dituju.
Dalam makalah ini yang akan dibahas diantaranya adalah,
pengertian dari pemboran horizontal, jenis-jenis pemboran horizontal,
masalah dan penanggulangan dalam pemboran horisontal dan alat-alat
dalam pemboran horizontal.

BAB II
PEMBAHASAN

Makalah Pemboran Horizontal

2.1 Pengertian Pemboran Horisontal


Pemboran horizotal (horizontal drilling) merupakan ilmu
pengetahuan terapan dari Teknik Perminyakan yaitu suatu pengetahuan
tentang teknik pengeboran dalam membengkokkan arah lubang sumur
dari kedalaman vertikal kearah horizontal pada jarak dan arah tertentu
untuk mencapai suatu formasi yang dituju1). Kalau dilihat secara
sederhana pengeboran sebuah sumur seolah-olah sangat mudah
dilakukan sampai menembus suatu lapisan formasi yang mengandung
minyak dan gas, tetapi pada pengeboran horizontal dilakukan dengan
peralatan yang canggih dan rumit. Keberhasilan dalam menggunakan
semua peralatan tersebut didapat melalui studi dan pengalaman.
Dengan semakin berkembangnya teknologi sumur horizontal ini,
menyebabkan orang semakin tertarik untuk melakukan pemboran sumur
horizontal karena sumur horizontal memberikan produktivitas yang lebih
baik dibandingkan dengan sumur vertikal.
Pengeboran horizontal pada umumnya dilakukan berdasarkan
beberapa pertimbangan antara lain adalah mengurangi terjadinya water
coning dengan interval yang terbaik dari suatu lapisan minyak tertentu.
Pemboran horizontal sering juga dilakukan pada lapisan minyak yang tipis
(thin reservoir), permeabilitas rendah, banyak memiliki rekahan vertikal.
Juga pada formasi minyak yang terdapat dibawah suatu kota, dibawah
daerah terlarang atau yang dilindungi. Teknik pemboran ini juga dapat
dilakukan untuk memproduksi formasi dibawah laut yang tidak jauh dari
pantai.
Dengan adanya pemboran horizontal dapat mengoptimalkan
perolehan minyak bumi, sehingga area pengurasan pada zona produktif
dapat diperluas. Sudut kemiringan atau inklinasi pemboran horizontal
dapat mencapai 90 terhadap posisi vertikal dan menuju kedalam

Makalah Pemboran Horizontal

formasi produktif secara horizontal mengikuti bidang penyebaran dari


batuan reservoir yang bertujuan untuk :
Meningkatkan laju produksi dan tingkat rekoveri.
Mengurangi jumlah sumur pengembangan.
Tujuan utama dilakukannya pemboran horizontal adalah untuk
mengoptimalkan produktivitas sumur dengan cara memperluas daerah
pengurasan suatu sumur.

(Gambar 1.1 Pemboran Horisontal )

2.2 Jenis-jenis Pemboran Horisontal


Berdasarkan besarnya laju pertambahan sudut pada bagian
lubang yang mengalami pertambahan sudut, maka teknik pemboran
horizontal dibagi menjadi empat tipe yaitu :
1. Long Radius System
Metode ini sering disebut dengan sistem pemboran horisontal
konventional. Pemboran long radius ini mempunyai laju pertambahan
sudut yang kecil sekali yaitu 20 - 60/100 ft, MD. Sudah tentu untuk
mencapai titik awal bagian lubang yang horisontal dari KOP, diperlukan

Makalah Pemboran Horizontal

jarak yang sangat panjang yaitu antara 1500 4500 ft. Jarak
pemboran atau ekivalen dengan radius kelengkungan 1000 3000 ft.
Peralatan yang digunakan pada pemboran tipe ini paling
sederhana di antara keempat tipe pemboran horisontal yang ada,
karena peralatan pada pemboran ini merupakan peralatan pemboran
konventional yang susunannya telah dimodifikasi. Karena
kesederhanaannya dan juga relatif mudah aplikasinya, pemboran
horisontal tipe ini banyak sekali dilakukan, walaupun untuk mencapai
titik sasaran yang sama diperlukan jarak pemboran yang jauh lebih
panjang dibanding dengan ketiga tipe pemboran horisontal lainnya.

Kelebihan dari penggunaan sistem long radius adalah :


1. Dapat menghasilkan bagian lubang mendatar yang sangat
panjang (> 5000 ft).
2. Peralatan pemboran yang digunakan adalah peralatan yang
konvensional (hampir sama dengan directional drilling).
3. Tingkat dog leg yang tidak terlalu tinggi.

Kekurangan dari penggunaan sistem long radius adalah :


1. Trayek yang harus dikontrol sangat panjang
2. Formasi-formasi di atas target harus ditembus pada jarak yang
lebih panjang.

2. Medium Radius System


Pemboran horisontal tipe ini mempunyai laju pertambahan sudut
antara 200 750/100 ft, MD. Jarak pemboran atau ekivalen dengan
radius kelengkungan 125 300 ft, atau dengan jarak pemboran 80
450 ft dari KOP. Peralatan pemboran horisontal tipe ini dimaksudkan
untuk menjembatani pemboran horisontal type long radius dan short
radius system.
Kelebihan dari penggunaan sistem medium radius adalah :

Makalah Pemboran Horizontal

1. Penembusan formasi lain di atas target tidak terlalu panjang


2. Kontrol terhadap pemboran lebih baik sebab menggunakan Down
Hole Motor (DHM) dan peralatan steerable.
3. Dapat mencapai panjang lateral sampai 3000 ft.
3. Short Radius System
Pemboran horisontal tipe ini mempunyai laju pertambahan sudut
yang besar sekali, yaitu 1500 3000/100, ft,MD. Oleh karena itu bagian
lubang bor yang horisontal akan tercapai dalam jarak pemboran yang
relatif pendek dari kick of point (KOP), yaitu antara 30 sampai 70 ft,
atau ekivalen dengan radius kelengkungan antara 20 sampai 40 ft.
Peralatan pemboran pada tipe ini dikembangkan oleh
perusahaan Eastment Whipstock, disediakan dalam 3 ukuran lubang
bor yaitu : 4.5 , 5.875, dan 6.25. Pemboran ini banyak diterapkan
untuk maksud memproduksi kembali sumur-sumur tegak yang sudah
tidak berproduksi. Biasanya dengan panjang antara 200 400 ft
lubang horisontal, sumur sudah dapat berproduksi kembali dengan laju
produksi yang cukup besar.
Sistem short radius yang saat ini cukup aktif dikembangkan,
dicirikan oleh beberapa hal sebagai berikut :
Penggunaan flexible drill pipe
Penggunaan flexible joint drill collar
Penggunaan near bit stabilizer
Down Hole Motor (DHM)
Rangkaian pipa pemboran dalam sistem ini tidak ikut berputar.
Sistem pemboran yang lama yaitu dengan menggunakan knuckle joint
masih digunakan. Near bit stabilizer berfungsi sebagai penumpu yang
dapat menghasilkan effek pendulum sehingga bit dapat diarahkan
sesuai dengan lintasan kurva yang diharapkan. Untuk pembentukan

Makalah Pemboran Horizontal

sudut awal digunakan whipstock. Kelebihan dari penggunaan sistem


short radius adalah.
1. Jari-jari kelengkungan yang kecil (30 40 ft).
2. Jarak vertikal reservoir lebih dekat.
Kekurangan dari penggunaan sistem short radius adalah :
1. Panjang bagian yang lateral dari sumur terbatas
2. Jumlah round trip relatif lebih banyak
3. Memerlukan metode penyelesaian sumur yang khusus
4. Ultra Short Radius System
Telah dikatakan di atas bahwa sistem ultra-short radius
merupakan metode yang saat ini paling aktif dikembangkan
dibandingkan dengan metode-metode lainnya. Pengembangan sistem
ini dipelopori oleh Petrophysics.Inc. Dengan sistem yang disebut ultra
short radius radial system (URRS). Mekanisme yang digunakan berupa
drill string beserta bit bergerak ke bawah dan dibelokan oleh whipstock
dengan jari-jari kelengkunyan 12 hingga mengarah ke horisontal.
Keadaan ini dimungkinkan karena selama pemboran drill string tidak
berputar.
Daya penembusan ke dalam batuan diperoleh dari pancaran
fluida berkecepatan tinggi yang dihasilkan oleh jet bit. Berdasarkan
penelitian yang sudah dilakukan, kecepatan penembusan pada
berbagai kekerasan batuan yang berbeda adalah :
- Unconsolidated sand : 6 60 ft/menit
- Sand/Dolomite : 2 10 ft/menit
- Hard (granit) : 0.5 1 ft/menit

Kelebihan dari penggunaan sistem ultra short radius adalah :

Makalah Pemboran Horizontal

1. Tingkat ketepatan pencapaian target sangat tinggi


2. Dapat memanfaatkan sumur-sumur open hole lama
3. Dapat menghasilkan sampai empat arah lubang horisontal pada satu
kedalaman
4. Sangat baik untuk diaplikasikan pada sistem lensa
Kelemahan dari penggunaan sistem ultra short radius adalah :
1. Panjang bagian lateral terbatas (sekitar 400 ft)
2. Operasi dilakukan dengan sistem hidrolik pada tekanan tinggi
(10000 psi)
3. Memerlukan operasi underreaming sebelum pemasangan peralatan
dan Jenis penyelesaian sumur kurang dapat bervariasi.
2.3 Masalah yang Timbul dalam Pemboran Horisontal
Pada pemboran horizontal ada beberapa problem pemboran yang
terjadi terutama bagian horizontal (horizontal section). Diantaranya adalah
problem pemboran yang berkaitan dengan drill string, penyimpangan
sudut, casing, semen, lumput, ataupun problem pengendapan cutting.
Dalam pemboran horizontal, perencanaan rangkaian drill string
harus mempertimbangkan gaya-gaya yang bekerja pada bagian
pertambahan sudut dan bagian horizontal. Pertimbangan yang harus
dilakukan dalam perencanaan rangkaian drill string adalah sebagai
berikut :
1. Torsi, merupakan beban puntir yang diakibatkan saat memutar
rangkaian pipa bor.
2. Drag, merupakan berat pada rangkaian pipa bor akibat pengaruh
gesekan antara rangkaian pipa bor dengan dinding lubang bor.

Makalah Pemboran Horizontal

3. Buckling, merupakan beban tertekuknya pipa pada sudut lubang yang


dibentuk sangat besar sehingga rangkaian pipa bor akan melengkung
pada bagian pertambahan sudut.
4. Tension, merupakan beban tarikan yang dapat mengakibatkan
putusnya rangkaian, hal ini terjadi akibat kekatan rangkaian pipa bor
lebih kecil daripada beban yang diderita. Untuk mengatasi besarnya
torsi, drag, buckling dan tension yang terjadi antara rangkaian pipa bor
dangan dinding lubang bor, maka digunakan pipa khusus yaitu pipa
fleksibel atau Compressive Service Drill Pipe (CSDP). Pipa ini
ditempatkan pada bagian pertambahan sudut agar tidak terjadi kontak
yang berlebihan dengan dinding lubang bor. Pada bagian horizontal
digunakan Heavy Weight Drill Pipe (HWDP) untuk mendapatkan
beban pada pahat.
Besarnya WOB pada begian pertambahan sudut dan bagian
horizontal dipengaruhi oleh koefisien friksi, beban peralatan dan besar
sudut. Pada bagian horizontal harus disediakan beban yang dapat
digunakan untuk mendorong peralatan yang rebah pada dasar lubang,
yang besarnya harus lebih besar dari beban dragyang terjadi dan torsi
yang digunakan untuk disesuaikan dengan kemampuan peralatan agar
tidak terjadi pipa terpelintir. Solusi yang dapat dipertimbangkan dalam
penyediaan WOB adalah dengan memperkecil harga koefisien friksi (Cf)
dan menggunakan peralatan dengan beban yang mencukupi.
Penggunaan casing dengan coupling BTC (Buttress Thread
Coupling) dilakukan agar tidak terjadi kerusakan pada sambungan casing
pada bagian pertambahan sudut yang pada beberapa tempat terdapat
dog leg severity yang cukup besar. Coupling BTC umunya memiliki
efisiensi joint 100% sehingga lebih kuat terhadap beban bending.
Disamping itu, kondisi penyemenan casing akan sangat memuaskan
apabila didukung oleh desain semen slurry yang cocok, kualitas semen

Makalah Pemboran Horizontal

yang baik dan pemasangan centralizer untuk menjaga agar casing


berada ditengah lubang dan penyemenan merata di sekeliling casing.
Untuk sistem lumpur pada pemboran horizontal atara bagian
vertikal dan pertambahan sudut sampai target, lumpur yang digunakan
umumnya mempunyai kondisi yang sama dalam arti berat lumpur dan
komposisi mataerialnya cenderung sama. Sedangkan untuk bagian
horizontal diperlukan lumpur yang lebih berat dan jenisnya adalah
polimer, hal ini dilakukan untuk menahan gaya vertikal terhadap beban
batuan diatasnya dan juga untuk penyempurnaan dalam pengangkatan
cutting. Dimana lumpur ini mempunyai shear thinning artinya lumpur ini
akan semakin encer dengan bertambahnya pengadukan, serta akan
mengental kembali bila tidak di aduk atau pengadukannya perlahan.
Lumpur polimer ini viskositasnya rendah (encer) sewaktu keluar dari
pahat sehingga ROP akan bertambah dan setelah di annulus dimans
shear rate berkurang mengakibatkan lumpur ini mendapatkan kekentalan
kembali.
Problem lain pada pemboran horizontal adalah pengendapan
cutting. Problem ini biasanya terjadi pada formasi batuan sedimen dimana
kandungan claynya sangat besar sehingga cutting tersebut tidak dapat
terangkat kepermukaan secara baik dan sempurna. Pada bagian lubang
horizontal, cutting mencapai bagian dasar lubang dengan lintasan jatuh
yang pendek sekali, bahkan bagian horizontal hanya sebesar diameter
lubang. Sedangkan cutting jatuh dengan kecepatan tertentu sehingga
kecenderungan pengendapan cutting akan besar sekali bila proses
pengangkatan cutting tidak direncanakan secara baik. Agar cutting tidak
mengendap dan segera terangkat ke permukaan dengan baik maka hal
yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1. Pemilihan Lumpur Pemboran Pemboran horizontal untuk menembus
batuan shale terutama dengan kandungan clay yang besar dan mud

Makalah Pemboran Horizontal

cake yang tebal, biasanya digunakan lumpur Oil Emulsion Mud/ Oil
Base Mud. Keuntungan menggunakan lumpur ini adalah filtrate loss
dan water loss berkurang, penetration rate bertambah, dan mud cake
menjadi tipis.
2. Pemilihan Bit/Pahat
Contoh, pemilihan bit/ pahat yang sesuai dengan kondisi formasi
batuan shale, dengan tingkat kekerasan soft (lunak) diguanakn Rolling
Cutter Bit dengan ukuran J1 ; J2 ; J3 atau JD3. Bit yang dipilih ini
biasanya bergigi panjang dengan jarak antar gerigi agak berjauhan.
3. Sistem Operasi Pada pelaksanaan pemboran terdapat pengaturan
WOB dan RPM. Untuk mengatasi problem pada formasi seperti
tersebut diatas, WOB dikurangi sedangkan RPM ditambah. Faktor
mekanis seperti perputaran rangkaian pipa dan pemakaian stabilizer
tipe welded sleeve dan eccentric tool joint, akan membantu
pengangkatan cutting dengan mendorong cutting yang akan
mengendap menuju ke permukaan. Selain itu ditunjang juga dengan
mengatur laju aliran lumpur (aliran turbulen) yang optimum pada
bagian horizontal.
2.4 Mesin Bor Portable Untuk Pemboran Horizontal / Pemasangan Kabel
Optik
Mesin Bor Portable Untuk Pemboran HorizonalSelama ini atau
pada saat ini kebanyakan pekerjaan pemasangan :
1. Kabel Optik untuk Telekomunikasi ( TELKOM ).
2. Pemasangan Kabel Listrik ( PLN ).
3. Pemasangan Pipa Air Minum ( Air Ledeng ).
Yang ditanam dibawah permukaan tanah sedalam sampai 2 meter
dilakukan secara MANUAL, dengan menggunakan peralatan yang sangat
sederhana. Yang tentunya hasilnya juga tidak terlalu memuaskan.

Makalah Pemboran Horizontal

Untuk lebih mengoptimalkan hasilnya dan efisiensi waktu, maka


salah satu solusinya adalah dengan menggunakan MESIN BOR
PORTABLE seperti terlihat pada foto diatas.
Pekerjaan pemasangan kabel dibawah tanah ini, sudah/pernah
dilakukan pada waktu pemasangan Kabel Optik di Kota Surabaya. dan
hasilnya cukup memuaskan.
Jika pemasangan kabel dibawah tanah ini dilakukan secara
manual, maka panjang setiap pemasangan atau setiap penggalian sangat
terbatas sekitar 10 meter sampai 15 meter. Tetapi dengan memakai
Mesin Bor Portable , pemasangan dapat sampai 50 meter.Hal ini tentunya
dapat mempersingkat waktu dan biaya.
Peralatan Yang Digunakan:
1. Satu Unit Mesin Bor Portable, dengan landasan khusus
2. Stang bor,( tergantung kebutuhan )
3. Mata bor Roller Bit diameter 3 Inc
4. Pompa Air Portable
5. Kunci pipa
6. Water Swievel
7. Hoisting Plug
Dan peralatan lainnya yang biasa dipakai / diperlukan dalam
operasi pemboran.
Cara Kerja :
Sesudah ditentukan lokasi dan titik awal dari rencana penanaman
kabel, maka dititik tersebut dibuat lobang galian dengan kedalaman
tergantung dari dikedalaman berapa kabel tersebut akan dipasang, dan
lebar lobang galian sekitar 1, 25 meterdan panjang 2,25 meter.
Ukuran lobang ini cukup untuk pekerja memasang atau mencabut
stang bor dari rangkaiannya. dan operator Bor mengoperasikan Mesin
Bor ini dari atas permukaan, tidak didalam lobang.

Makalah Pemboran Horizontal

Pekerjaan pemborannya dilakukan dengan cara spuling dengan


memakai pompa pembilas, dan pompa pembilas juga diletakkan diatas
permukaan tanah.
Dan jika pemboran/penembusan lobang untuk kabel tersebut
sudah sampai diujung /misal di jarak 50 meter. Maka sambil mencabut
stang bor juga kabel yang akan dipasang diikatkan diujung stang bor dan
bersama-sama ditarik sampai titik awal.
Dan untuk menjaga supaya kedalaman/kelurusan pemboran
disetiap jarak 20 meter dibuat lobang pengontrolan dan sang bor yang
lewat disangga dengan dudukan yang dibuat khusus.

Makalah Pemboran Horizontal

BAB III
KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan tentang penjelasdan di atas, praktikan dapat
mengambil kesimpulan bahwa :
1. Pemboran horizotal (horizontal drilling) merupakan ilmu pengetahuan
terapan dari Teknik Perminyakan yaitu suatu pengetahuan tentang teknik
pengeboran dalam membengkokkan arah lubang sumur dari kedalaman
vertikal kearah horizontal pada jarak dan arah tertentu untuk mencapai
suatu formasi yang dituju.
2. Jenis-jenis pemboran horizontal ada empat, yaitu : Long Radius, Medium
Radius, Short Radius, Ultra-Short Radius.
3. Pemboran long radius ini mempunyai laju pertambahan sudut yang kecil
sekali yaitu 20 - 60/100 ft, MD. Sudah tentu untuk mencapai titik awal
bagian lubang yang horisontal dari KOP, diperlukan jarak yang sangat
panjang yaitu antara 1500 4500 ft. Jarak pemboran atau ekivalen
dengan radius kelengkungan 1000 3000 ft.
4. Pemboran horisontal tipe medium mempunyai laju pertambahan sudut
antara 200 750/100 ft, MD. Jarak pemboran atau ekivalen dengan radius
kelengkungan 125 300 ft, atau dengan jarak pemboran 80 450 ft dari
KOP.
5. Pemboran horisontal tipe short radius mempunyai laju pertambahan sudut
yang besar sekali, yaitu 1500 3000/100, ft,MD. Oleh karena itu bagian
lubang bor yang horisontal akan tercapai dalam jarak pemboran yang
relatif pendek dari kick of point (KOP), yaitu antara 30 sampai 70 ft, atau
ekivalen dengan radius kelengkungan antara 20 sampai 40 ft.
6. Permasalahan yang timbul dalam pemboran horizontal diantaranya
adalah : Tention, Torsi, Buckling, Drag, dsb.

Makalah Pemboran Horizontal

7. Tujuan dari pemboran horizontal Sesuai dengan sasaran pemboran


horisontal, yaitu untuk memperpanjang penembusan zona produktif, atau
dengan kata lain untuk memperluas daerah pengurasan suatu sumur,
maka tujuannya adalah: Meningkatkan laju produksi sumur, Meningkatkan
recovery sumur, Membuat reservoir yang sudah tidak ekonomis bila
dikembangkan dengan pemboran tegak, menjadi ekonomis kembali bila
dikembangkan dengan pemboran horizontal, Memperkecil terjadinya
water and gas coning .

Makalah Pemboran Horizontal