Anda di halaman 1dari 51

Coring

dan

Analisis Core

Oleh :

o Hariman Ramadiansyah 13010147


o Ibnu Aziz
13010159
o Julian Maulid A
13010174
o Malik Agam Abdul A
13010195
o Marsa Aprilia Salsabila 13010198
o Muchamad Agung W

13010210

Pengertian
Coring adalah pemboran khusus untuk mendapatkan besaranbesaran fisik dari batuan reservoir. Pemboran khusus ini sangat
mahal biayanya karena membutuhkan peralatan khusus dan
memakan waktu lebih lama dari pemboran biasa ( pemboran
sumur keseluruhan).

Analisis Core adalah menentukan sifat sifat petrofisika dari


batuan reservoiryang sangat diperlukan dalam pengelolaan
suatulapangan Migas karena sifat-sifat ini dibutuhkan oleh
bagian geologi, pemboran, reservoir maupun produksi

Tujuan Coring dan Analisis Coring:


1.

Mengetahui porosity dan permeability dari formasi


batuan yang ada didalam sumur

2.

Mengetahui residual fluid saturation

3.

Lithology dari core formasi

4.

Mengetahui jenis fluida dari formasi

5.

Mengetahui contact zone dari fluida

6.

Mengetahui perkiraan cadangan minyak dalam


reservoir

Informasi penting yang di peroleh dari coring


umumnya :
1. Posoritas , yang menggambarkan besarnya
kapasitas fluida di dalam pori batuan formasi.
2. Permeabilitas, yang mengindikasi kemampuan
fluida untuk mengalir sebagai dasar laju alir
hidrokarbon jika di produksikan.
3. Saturasi air
4. Saturasi Hidrokarbon, termasuk presentasi
relatif dari minyak dan gas.

Coring

Metode coring, dibagi menjai 2 macam


1. Bottom Hole Coring
- Conventional Coring / Rotary Coring
- Diamond Coring
- Wire-line retrievable coring
2. Side Wall Coring

1. Conventional Coring

Conventional Coring adalah pengambilan


sampel inti batuan secara utuh bersamaan
dengan kegiatan pemboran . Menggunakan
bit khusus yang mempunyai lubang di tengah,
sebagai pemotong batuan formasi

Peralatan Convetional Coring


1. Core bit
merupakan pahat khusus yang akan memotong batuan
berbentuk seperti silinder. Jenis bit berpengaruh terhadap
formasi yang ditembus.

2. Core Barrel
sebagai wadah batuan core yang telah tepotong.
Fungsinya untuk menjaga keutuhan core dan
melindungi core dari kontaminasi lumpur,
tekanan/beban. Barrel ini terletak di atas bit.
Terdapat inner barrel dan outter barrel.

3. Core catcher
berfungsi menahan batuan core agar tidak
merosot jatuh ke dalam lubang sumur ketika
core telah terpotong.

4. Vent atau float valve


merupakan valve yang berfungsi untuk melepaskan
tekanan yang berlebihan ke luar dari rangkaian drill string.
Agar batuan core tidak rusak atau berfungsi manahan
aliran mud agar tidak sampai ke dalam inner barrel

3.

Shock Absorber
meredam hasil getaran dari pekerjaan
coring agar inti batuan yang di ambil tidak
rusak / pecah / terjadi fracture yang panjang.

4. Rotary Reamer
digunakan untuk memperbesar lubang bor,
dikarenakan ukuran diameter dari outter
barrel hampir sama dengan bit, maka
digunakan reamer untuk menghindari sticking
pada outter barrel.

Coring
dan

Analisis Core

Kelebihan metode Conventional coring


1. Tidak adanyaa kontaminasi yang besar
yang bisa merusak core, karena sirkulasi
lumpur melewati annulus antara inner
dan outer barrel.
2. Biayanya paling murah diantara metode
yang lain.
3. didapat diameter core yang besar 3 5
inch dengan panjang 20 35 ft / bisa di
sesuaikan

Kekurangan metode Conventional CORING


1. Pada saat akan dilakukan coring, drill string
harus terlebih dahulu diangkat ke permukaan
dan peralatan harus terpasang sebelum
dilakukan coring. Dan ini tentunya menambah
RIG Time.
2. Kegiatan drilling tidak dapat dilanjutkan selama
peralatan coring yang telah terpasang tidak di
ganti dengan peralatan drilling biasa.
3. Tidak cocok pada well yang mempunyai sudut
yang tajam / deviation well

2. Metode Diamond Coring


metode ini sama seperti Conventional Coring
dengan prinsip kerja yang sama, namun
tedapat perbedaan signifikan pada desain bit.
Bit yang digunakan adalah diamond bit / PDC.
Hal ini dilakukan untuk menambah ROP karena
perbedaan lithology batuan, dari batuan keras
ke lunak atau sebaliknya dan mengurangi
frekuensi Trip untuk pergantian bit. Walaupun
harga diamond bit 15 sampai 20 kali lipat lebih
mahal,
namun
lebih
ekonomis
untuk
menanggulangi biaya sewa alat dan rig.

diamond insets
bi pada rotary coring
bit.
the insets bit terkadang juga
digunakan tipe PDC

2. Metode Wireline Retriavable Coring


Metode ini merupakan teknologi terbaru
pada pengambilan batuan inti , dengan
menurunkan
peralatan
coring
untuk
mengambil
sampel
inti
batuan
tanpa
mengganti / mengangkat drill string, sehingga
hasil core bisa diangkat ke permukaan tanpa
Trip . Peralatan dari coring tools sebelumnya
di pasang terlebih dahulu . Metode ini juga
dikenal dengan Coring While Drilling.

Wireline retrievable Coring bit

Wireline retrievable Coring

Wireline retrievable Coring bit

2. inner outter
Dan
Outter barrel

Wireline Cretriavable Coring bit

Kelebihan dari metode ini


1. Mengurangi waktu Trip Time / Seamless
Tripping, karena tidak perlu untuk
melakukan Trip. Karena tool pada WRC di
sisipkan pada bagian dalam drill pipe.
2. Dapat digunakan pada keadaan yang
tidak teduga , terutama perubahan pada
lithology batuan di saat drilling
berlangsung.

Kekurangan dari metode ini


1. Karena menggunakan sistem Wireline /
kabel, maka pemilihan jenis wireline
sangat berpengaruh.
2. Teknologi ini sangat mahal ,
3. Cutting yang dihasilkan kecil , sesuai
dengan diameter ID dari inner barrel pada
coring tool dan pada Drillpipe

3. Side Wall Coring


Dengan menggunakan side wall core tool
assembly. Secara fungsi, kegunaan peralatan side
wall core assembly sama dengan peralatan
conventional coring. Perbedaan terjadi pada
metode atau cara yang digunakan. Jika pada
conventional
coring,
pengambilan
sampel
dilakukan dengan pengeboran pada bottom of the
well, maka pada sidewall core pengambilan sampel
dilakukan dengan mencuplik batuan yang ada di
dinding sumur ( side tracking ) dan pada interval
sumur tertentu setelah pemboran selesai. Ada 2
macam yaitu side wall coring, dan side track coring

Sidewall coring tools assembly

Prinsip kerja
Pada Gun Body , terdapat percussion / peluru peledak . Peluru
silindris berongga ini bis kembalikan ke posisi semula, alias
retrievable, berukuran 1x1.75 inch yang berfungsi untuk
"mencuplik" batuan yang ada di dinding sumur saat ia
ditembakkan. Secara sederhana prinsip kerjanya adalah sebagai
berikut:
Side wall core tool assembly string dimasukkan ke dalam
sumur dan perlahan diturunkan menuju kedalaman tertentu
yang ingin diambil sampelnya. Saat sudah mencapai kedalaman
yang diinginkan, sinyal elektrik dikirim dari modul yang ada di
kabin operator untuk menginisiasi penembakan peluru
pencuplik. Setelah peluru pencuplik ini berhasil menembus
dinding formasi batuan, perlahan tool assembly diangkat keatas
sehingga cuplikan batuan yang tersangkut pada peluru
pencuplik dapat dibawa ke permukaan. Diameter core - 1 3/16
inch dan panjang - 1 inch tergantung jenis Gun yang dipakai.

Kelebihan dari metode ini


1. Bisa mengambil core dari dinding lubang
bor.
2. Dapat mengetahu litologi batuan secara
horizontal
3. Bisa digunakan pada Conventional coring
dan wireline retrieveable Coring

Side Wall Coring

Hasil Side Wall Coring

Hasil Side Wall Coring

Side Wall Coring gun

Side Wall Coring gun

Side Wall Coring gun

Side Wall Coring gun

Kelebihan dari metode ini

Kekurangan dari metode ini


1. Tidak bisa mengambil ini batuan pada
batuan yang formasi nya lemah, seperti
unconsolidate sandstone dan limestone
yang secara umum mempunyai natural
fracture, kecuali digunakan dengan
metode sidetrack coring.
2. Kerusakan pada sidetracking tool sering
terjadi / macet.

Analisa Core
( Core Analysis )

Analisis Core
Analisa core ( inti batuan) pada prinsipnya adalah
menentukan sifat sifat petrofisika dari batuan reservoir yang sangat diperlukan dalam pengelolaan suatu lapangan Migas
karena sifat-sifat ini dibutuhkan oleh bagian geologi, pemboran, reservoir maupun produksi.
Sifat petrofisika tersebut antara lain adalah :
1.

Porositas

2.

Permeabilitas

3.

Saturasi

4.

Tekanan kapiler

5.

Sifat kelistrikan

6.

Wettabilitas

7.

Kompresibilitas

8.

Permeabilitas relative

9.

Water flooding

10. EOR
11. dan lain-lain

Macam Analisis core


Analisa rutin ( Rutine Core analysis)
Analisa rutin menentukan sifat-sifat fisik batuanyang umum
untuk
menentukan storage
lainporositas, saturasi

capacity

dan

flow

capacity

antara

dan permeabilitas relatif, thermal recovery, gas residual, water


flood evaluation, liquid permeability (evaluasi completion, work
over dan
injection fluid meliputi surfactant dan polymer.

Macam Analisis core


Analisa khusus ( Special Core Analysis )
Analisa khusus ini menentukan sifat sifat khusus dari batuan
reservoir antara lain tekanan kapiler, wettability, kompresilititas,
sifat kelistrikan dan lain-lain.
Test yang dilakukan dalam aanalisa khusus ini dibedakan menjadi
dua yaitu static test dan dimanik test. Statik test menentukan antara
lain kompresibilitas, tekanan kapiler , sifat kelistrikan . Sedang
dinamik test mencakup permeabilitas relative, flooding dan EOR
Hubungan dari analisa rutin dan analisa khusus adalah bahwa hasil
analisa rutin akan dipilih untuk digunakan dalam analisa khusus
dengan jalan plot antara permeabilitas dengan porositas atau (
k/ ). Sampel dipilih dengan range harga permeabilitas dan porositas
serta litologi batuan tertentu.

Persiapan pengukuran sifat petrofisika batuan inti


Jenis core ( contoh batuan) atau sample yang dianalisa dibedakan
berdasarkan besar serta jenisnya menjadi :
1. Conventional plug core adalah core yang dianalisa diambil dengan jalan
dibor
sejajar dengan pelapisan dalam bentuk silinder dengan diameter 1 atau 1
inch.
Umumnya ini diterapkan pada batuan yang homogen ( 1 Jenis batuan per
10 ft )
2. Full diameter core yaitu core yang dianalisa sesuai dengan diameter
aslinya dengan
panjang kira-kira 8 inch. Core jenis ini umumnya diterapkan pada formasi
yang
heterogen atau batuan yang mempunyai rekahan / berongga.
3. Whole core dimana seluruh core dianalisa , ini biasanya untuk batuan yang
heterogen
4. Sidewall core adalah contoh batuan yang diambil dari sidewall coring
( diambil dari
penembakan pada dinding lubang bor

Macam macam jenis core

Persiapan pengukuran sifat petrofisika batuan inti


Setiap core akan dibagi-bagi untuk beberapa pengukuran
(test) antara lain :
1. Permeabilitas ( vertical, horizontal)
2. Porositas
3, CEC
4. SEM
5. Sieve analysis

Persiapan pengukuran sifat petrofisika batuan inti


Persiapan yang lain sebelum test adalah pencucian dan
pengeringan. Sebelum dianalisa contoh dicuci/ dibersihkan
dengan pelarut /solvent yaitu :
a. Toluene untuk melarutkan HK
b. Methanol untuk melarutkan air garam
Peralatan untuk pembersihan/pencucian a.l : Dean Strak,
Soxhlet, Centrifugal Extractor.
Setelah dicuci bersih maka contoh dikeringkan dalam
drying oven atau Humidity oven dan didinginkan dalam
disikator dengan silicagel
Perawatan/penyimpanan serta persiapan core akan samgat
menentukan hasil dari test sehingga harus mendapat
perhatian dan dilakukan secermat mungkin.

Perawatan core ( Core Handling).


Pada saat core sampai dipermukaan harus segera di lakukan
konservasi / pengawetan agar kondisi tidak berubah karena
perubahan tekanan & temperature. Cara pengawetan/ konsevasi
core dilapangan umumnya dilakukan dengan beberapa cara
yaitu antara lain :
Dengan dibungkus plastic tipis
dibungkus lagi dengan alluminium

glad

warp),

lalu

foil ( kertas auminium), diberi label ( nama sumur,


kedalaman) dan diberi tanda panah arah top & bottom)
setelah itu core dicelupkan dalam plastic wax ( seal
peel ). Core yang sudah dibungkus disusun dalam kotak
kayu diurutkan sesuai dengan kedalamannya.cara ini
umumnya digunakan untuk batuan yang cukup kompak
dan sidewall core.

Perawatan core ( Core Handling).


2. Pengawetan core dengan jalan memasukkan core
kedalam pipa pralon
yang kedua ujungnya ditutup rapat dan diluar pralon
diberi label
3. Pengawetan dengan menggunakan pipa karet ( rubber
sleeve) yang
langsung dipasang dalam core barrel. Jadi sampai
permukaan core
sudah langsung terbungkus dalam pipa karet. Core
dalam rubber sleeve
dipotong setiap 3 ft dan ujungnya ditutup rapat.

Dalam pengiriman core ini disimpan dalam kotak kayu.

Perawatan core ( Core Handling).


Dengan
Dibungkus kotak
Kayu ?
Kenapa kotak kayu ?
Karena kayu bisa
Menahan getaran dan
Mencegah kelembapan
Alami inti batuan

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai