Anda di halaman 1dari 9

MIX DESIGN BETON

KELOMPOK 1
MENURUT SNI 03 2847 2002
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Suatu perancangan adukan beton normal untuk bangunan pekerjaan BALOK dengan kondisi
terlindung dari terik mataharidengan target mutu 20 MPa.
Kuat tekan beton yang disyaratkan
Semen yang di pakai
Agregat halus, (Pasir Alami)
Berat jenis Ag.Halus
Agregat kasar, (Batu Pecah)
Berat jenis Ag.Kasar
Slump rencana

20 MPa
Semen Portland type 1
Gradasi zone 2
2,67
Gradasi zone 1
3,17
12 cm

1. Menentukan perhitungan deviasi standar (S)


Dalam hal ini kelompok kami tidak mempunyai data hasil pengujian dimasa lalu,
sehingga nilai deviasi standar tidak dapat dihitung. Maka dari itu S = 0
Tabel Faktor Pengali untuk Deviasi standar
Jumlah Pengujian
Faktor Pengali Deviasi Standar
Kurang dari 15
15
1.16
20
1.08
25
1.03
30 atau lebih
1.00
Sumber : SNI 03-2847-2002

2. Menentukan nilai tambah margin (m)


Karena kelompok kami tidak memiliki data pengalaman hasil pengujian beton, maka
nilai margin di ambil = 7 (dari tabel) karena sampel benda uji kurang dari 21.
Tabel Nilai Tambah m Jika Tidak Memiliki Pengalaman
Kuat Tekan yang di syaratkan
Nilai Tambah (Mpa)
MPa

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI II (HSKK319)


KELOMPOK 1

Kurang dari 21
21 s/d 35
Lebih dari 35

7,0
8,5
10,0

Sumber : SNI 03-2847-2002

3. Menentukan kuat tekan beton yang disyaratkan fc pada umur 28 hari


4. Menentukan kuat tekan rata rata perlu (fcr)
Fcr = fc + m
= 20 + 7
= 27 MPa
5. Menentukan jenis semen
Semen Portland Type I
6. Menentukan jenis agregat kasar dan halus
Agregat Kasar = Batu Pecah
Agregat Halus = Pasir Alami
7. Menentukan faktor air semen (f.a.s)
a. dengan kuat tekan umur 28 hari
= 27 MPa
dengan type semen Portland adalah type I
dan dengan memplot pada grafik di dapat f.a.s = 0,55

Berdasarkan jenis semen yang dipakai dan kuat tekan rata-rata silinder beton yang
direncanakan pada umur tertentu.

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI II (HSKK319)


KELOMPOK 1

27

0,5

Grafik.1

Hubungan FAS dan Kuat Tekan Rata-rata Silinder Beton

b. dari tabel dengan diketahui :


jenis semen
= semen Portland type I
jenis agregat kasar
= batu pecah
bentuk benda uji
= silinder
dengan memplot pada grafik di dapat f.a.s = 0,6

Tabel Perkiraan Kuat Tekan Beton (MPa) Dengan Fas 0,5

Jenis Semen
Semen Portland
(Tipe I, II, III)

Semen Portland
(Tipe III)

Jenis Agregat

Kuat Tekan (MPa) Pada Umur

Kasar

3 Hari

7 Hari

Alami
Batu Pecah
Alami
Batu Pecah

17
19
21
25

23
27
28
33

28
Hari
33
37
38
44

91 Hari
40
45
44
48

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI II (HSKK319)


KELOMPOK 1

37

27

0.5

0.6

Grafik.2 Hubungan Antara Kekuatan Tekan Beton dan Faktor Air Semen
c. Faktor air semen dari (a) dan (b) diambil yang terkecil = 0,5
8. Menentukan nilai slump
Nilai slump berdasarkan tabel untuk pekerjaan BALOK 7,5 15 cm
Diambil slump = 12 cm
No

Uraian

Dinding plat pondasi telapak bertulang

Slump (Cm)
Max

Min

12,5

5,0

9,0

2,5

15,0

7,5

7,5

5,0

7,5

2,5

Pondasi telapak tidak bertulang, kaison,


2

dan konstruksi bawah tanah


Plat, balok, kolom, dan dinding
Pengerasan jalan

Pembetonan missal

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI II (HSKK319)


KELOMPOK 1

9. Menentukan besar butir agregat maksimum


Penentuan besar butir maksimum agregat berdasarkan hasil sieve analize
yaitu sebessar = 40 mm
10. Menentukan kebutuhan air
Jumlah air per meter3 :
Ukuran maks. Butir agregat =
Jenis agregat kasar
=
Jenis agregat halus
=
Slump yang di inginkan
=

Ukuran Max
Agregat (mm)
10

40 mm
Batu pecah
Pasir alami
120 mm

Jenis Agregat

Slump (mm)
0 10

10 - 30

30 60

60 - 180

Alami

150

180

205

225

Batu Pecah

180

205

230

250

Alami

135

160

180

190

Batu Pecah

170

190

210

225

Alami

115

140

160

175

Batu Pecah

155

175

190

205

20

40

Maka, Ah = 175
Ak = 205
A =

2
3

Ah +

1
3

Ak

= 116,67 + 68,33
= 185 Kg/m3
11. Menentukan jumlah semen Portland
1
W semen = f . a . s * W air
=

1
0.55

* 185

= 336,364 Kg/m3 337 Kg/m3

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI II (HSKK319)


KELOMPOK 1

12. Menentukan perbandingan berat agregat halus terhadap agregat campuran


Perbandingan berat agregat halus dan agregat kasar dapat di hitung dengan ketentuan:
Nilai slump yang di inginkan
= 120 mm
Factor air semen
= 0,55
Gradasi agregat halus zone

=2

Ukuran maksimum agregat kasar = 40 mm


Dari grafik di dapat persentase agregat halus = 36 % = 0,36
Dan persentase agregat kasar
= 74 % = 0,74

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI II (HSKK319)


KELOMPOK 1

36 %

0.55

13. Menentukan berat jenis agregat campuran


BJ.h = 2,67
BJ.k = 3,17
BJ.gabungan = %Ag.halus * BJ.h + %Ag.kasar * BJ.k
= 0,36 * 2,67
+ 0,74 * 3,17
= 0,96 + 2,34
= 3,3
14. Menentukan perkiraan berat beton
Perkiraan berat beton dihitung dengan menggunakan grafik
dengan di kethui :
Kebutuhan air per meter3 beton Kg/m3 = 185
Berat jenis agregat gabungan
= 3,3
Dari grafik di dapat

= Kg/m3

2570

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI II (HSKK319)


KELOMPOK 1

185

15. Menentukan berat agregat campuran


W Ag.Gab = W beton W air W semen
= 2570 185 - 337
= 2048 Kg/m3

16. Menentukan berat agregat halus yang diperlukan


W Ag.halus = %Ag.halus * W Ag.Gabungan
= 0,36 * 2048
= 737,28 Kg/m3
17. Menentukan berat agregat kasar yang diperlukan
W Ag.kasar = %Ag.kasar * W Ag.Gabungan
= 0,74 * 2048
= 1515,5 Kg/m3

KESIMPULAN :

Rencana pembuatan
Volume
1m3

Berat
2570

Air
185

Untuk 6 silinder

81,726

5,883

Kebutuhan Bahan Dasar Beton


Semen
Ag.Halus
337
737,28
10,716

23,445

Ag.Kasar
1515,5
48,192

Volume silinder = 0,25 . . D2 .t


= 5298,75 cm3
= 0,0053 m3
6 silinder

= 6 x V.silinder
PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI II (HSKK319)
KELOMPOK 1

= 0,0318 m3

PRAKTIKUM TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI II (HSKK319)


KELOMPOK 1