Anda di halaman 1dari 1

Kuis

1; Judul buku: Metodologi Penelitian Sastra, pengarang: Suwardi Endraswara, tahun


terbit: 2008, kota terbit: Yogyakarta, penerbit: Medpress.
2; Judul buku: Opera Tanpa kata, pengarang: Graham Allen, penerjemah: Sayuti. tahun

terbit: 2003, nama penerbit: Buku Baik, kota terbit: Yogyakarta.


3; Judul buku: pengantar sosiologi sastra, pengarang Faruk, Pudjo Yuwono, Novi

Kussuji, dan Burhan kadir. Tahun terbit: 2005. kota terbit: Yogyakarta, penerbit:
Pustaka Pelajar.
4;

Judul tulisan: Ragam Bahasa Sastra Taufiq Ismail, pengarang: daroe iswatiningsih,
dalam jurnal volume 1, 2 Juni 2010, halaman 30. Kota terbit: Malang, lembaga
penerbitan: Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.

5; Judul tulisan: kritik sosial pada kumpulan sajak potret pembangunan dalam puisi

karya WS.rendra, pengarang: Agus salim, jenis tulisan: skripsi universitas jenderal
soedirman, kota terbit: Purwokerto, tahun 2009.
6; Judul tulisan: Kuasa Simbolik Milik Umbu, penulis: I Made Astika, tahun publikasi

tulisan: 2012, alamat website: http://www.belih.astikamade.com/04.htm, tanggal


pengutipan: 13 Oktober 2014.
7; Buatlah kutipan tidak langsung dari data berikut.

penulis sumber: Riffatere, penulis rujukan: Pradopo, tahun terbit 2009, halaman 134,
Dalam suatu puisi semestinya dapat kita pahami dengan memberikannya makna
terlebih dulu, yakni dengan memberi makna sajak secara semiotik, seperti melakukan
pembacaan heuristik dan hermeneutik.
8; Buatlah kutipan langsung dari data berikut.

Penulis: H. Sudibyo, halaman 184, tahun terbit 2001.


Perlu dikembangkan sikap apresiatif dan aspiratif terhadap pengetahuan-pengetahuan
tandingan yang dimiliki dan dipegang teguh kaum miskin yang terlibat dalam akar
penjarahan.
9; Buatlah kalimat berikut menjadi kalimat efektif:

Untuk menghindari serangan hama, para petani dianjurkan untuk menanam pada
waktu yang bersamaan, pemilihan bibit unggul tahan hama, membasmi hama dengan
bergotong-royong.
10; Proses pembuatan tempe itu diawali dengan pemilihan bahan baku yang baik

(kedelai), membersihkan kedelai dari kotoran.