Anda di halaman 1dari 183

DIVISI

Praktik & Profesi Ners


Program Studi Ilmu Keperawatan
STIKes Surya Mitra Husada Kediri
Agustus 2007

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

Proses bekerja dengan dan melalui orang lain untuk


mencapai tujuan organisasi dalam lingkungan yg
berubah.

Proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui


staf untuk memberikan asuhan keperawatan,
pengobatan dan rasa nyaman kepada pasien/ keluarga/
masyarakat (Gillies).

Adalah tugas khusus yg harus dilaksanakan oleh


pengelola keperawatan untuk merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan, serta mengawasi
sumber-sumber yg ada baik sumber daya maupun dana
sehingga dapat memberikan Pelayanan Keperawatan
yg efektif kepada pasien, keluarga & masyarakat.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

Adalah petugas/perawat/bidan yg diberi tanggung


jawab dan wewenang memimpin pelaksanaan
pelayanan keperawatan serta tata laksana
personalia pada suatu bangsal/ruang unit RS.

Manajemen bekerja melalui orang


lain.
Penting staffing.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

SISTEM MANAJEMEN KEPERAWATAN


INPUT

PROSES

Informasi
Tenaga
Peralatan
Fasilitas

Akreditasi.
Anggaran.
Standar.
Ev. Penampilan

OUTPUT

Perencanaan
Asuhan Kep
Pengorganisasian
Pengemb staf
Pengelolaan tenaga Riset
Pengarahan
Pengendalian
Lap Keu

5/24/2016

UMPAN BALIK
www.thrysna.blogspot.com

Audit Kep
Survei Mutu
Penampilan
kinerja.4

(Katz)
1. Tehnis : metode, proses, & prosedur.
2. Konseptual atau ketrampilan berpikir.
3. Hubungan Antar Manusia : kemampuan
memimpin, motivasi dll.
1.
2.
3.
4.
5.
5/24/2016

Hubungan antar pimpinan.


Jarak pimpinan dg anggota kelompok.
Sifat dasar atau karakter organisasi.
Tuntutan tugas.
Waktu untuk membuat keputusan.
www.thrysna.blogspot.com

Mengelola Asuhan Keperawatan.


Mengelola Operasional Ruangan.
Mengelola Sumber Daya Manusia yg ada.
Mengelola Mutu Keperawatan.

Interpersonal : pemimpin, seremonial.


Informator : meneliti lingkungan untuk informasi &
meningkatkan metode kerja.
Pengambil Keputusan : mengalokasi sumber,
negosiasi, & mengatasi masalah
Kewirausahaan : punya ide & kesempatan baru untuk
memperluas dan meningkatkan efektifitas, profitabilitas.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

Pengarahan merupakan :
# Proses penerapan, rencana manajemen,
untuk mencapai tujuan perawatan.
# Merupakan proses dimana personil mendapat
inspirasi/motivasi utk menyelesaikan pekerjaan
3 Elemen utama dalam pengarahan adalah
mewujudkan pengawasan personil :

1. Kepemimpinan.
2. Motivasi.
3. Komunikasi.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

PENGERTIAN
Sullivan dan Decker (1989) :
Kepemimpinan merupakan penggunaan ketrampilan seseorang dalam
mempengaruhi orang lain, untuk melaksanakan sesuatu dengan sebaikbaiknya sesuai dengan kemampuannya. Kepemimpinan merupakan interaksi
antar kelompok, proses mempengaruhi kegiatan suatu organisasi dalam
pencapaian tujuan.
Farland (1984), :
Kepemimpinan adalah proses interpersonal yg mempengaruhi kegiatan
orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan.
Kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat
mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan dan kalau
perlu memaksa orang lain agar dapat menerima pengaruh tersebut dan
selanjutnya berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan institusi/organisasi.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

1. Karakteristik Pribadi.
2. Kelompok yg dipimpin.
3. Situasi yg dihadapi baik manusia, fisik, maupun
waktu.
Suatu perilaku yg di tampilkan ketika
mempengaruhi perilaku orang lain.
Perilaku dipengaruhi oleh pengalaman selama
hidupnya kepribadian.
Perilaku bawahan sbg respon terhadap gaya
kepemimpinan yg anda lakukan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

Berorientasi pd Tugas :
Merencanakan & mengorganisir.
Menyediakan informasi.
Membuat penugasan, memberi pengarahan,
& bimbingan.
Bertanggung jawab atas pekerjaan dirinya &
orang lain.
Mendukung, kooperatif & partisipasi dr staf.
Mengevaluasi hasil & menganalisa kekuatan
dan kelemahan staf.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

10

Berorientasi pd Manusia :
Memberi dorongan dg sikap bersahabat.
Mengungkapkan perasaan yg dialami.
Mendamaikan/mempertemukan pendapat
yg berbeda, menyelesaikan konflik.
Memperlancar.
Menentukan aturan main.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

11

Aspek Perilaku :
1. Kepemimpinan Positif.
2. Kepemimpinan Negatif.

KEPEMIMPINAN
DILIHAT DARI :

Aspek Kekuasaan & Wewenang :


1.
2.
3.
4.

Otoriter.
Demokratik.
Partisipatif.
Laissez faire (bebas tindak).

Aspek Situasi yg dihadapi


Aspek Tahap Perkembangan :

Kemampuan & kemauan bawahan utk


melaksanakan tugas.
Tergantung pd tugas, peran, & sasaran.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

12

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
5/24/2016

Mengerti ruang lingkup tugasnya


Mengenal struktur organisasi.
Memahami visi, misi.
Memahami konsep.
Mempunyai fasilitas.
Mengerti klasifikasi tenaga dan tenaga penunjang.
Mengerti peran fungsi setiap kategori tenaga.
Ketrampilan mengelola perubahan
Ketrampilan negosiasi.
Ketrampilan meningkatkan mutu.
Ketrampilan menganalisa finansial.
Ketrampilan kemitraan.
Ketrampilan komunikasi.
Ketrampilan merancang ulang.
Team work.
Tehnologi informasi.
Penguasaan operasional.
Pengembangan kebijakan.
www.thrysna.blogspot.com

13

Dibidang kesehatan/keperawatan tugas pengelola


adalah memotivasi staf yg dipimpinnya untuk
mencapai tujuan institusi dengan menciptakan iklim
motivasi.
Dalam memotivasi perlu memahami keunikan &
kebutuhan setiap individu.
Karena motivasi berkaitan dengan produktivitas,
kepuasan kerja, kemangkiran, atau pergantian staf.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

14

Adalah konsep yg menggambarkan baik kondisi


ekstrinsik yg merangsang perilaku tertentu & respon
instrinsik yg menampakkan perilaku manusia.

Semua manusia hidup mempunyai motivasi.


Ada kebutuhan merangsang manusia mencari &
mencapai tujuan.
Teori-teori motivasi sangat perlu untuk memperbaiki
penampilan kerja dari pegawai / karyawan.

Manajer belajar & memakai


teori motivasi secara selektif.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

15

1. Teori Abraham Maslow

bahwa bila belum terpuaskan, maka kebutuhan faali


terasa paling kuat tuntutan pemenuhannya sehingga
kebutuhan yg lain belum terasa tuntutannya.

2. Teori Herzberg
Kebutuhan yg mendorong orang bertingkah laku
ada 2 kelompok, yaitu :
Faktor Higienik (Faktor Ekstrinsik)
Faktor yg mempengaruhi ketidakpuasan
kerja.
Jabatan, status, gaji, kondisi kerja, jam kerja,
peraturan institusi, hubungan interpersonal,
5/24/2016
www.thrysna.blogspot.com
16
jaminan dalam pekerjaan.

Faktor Motivasional (Faktor Intrinsik)


Yg membangun motivasi sehingga menghasilkan
kepuasan kerja.
Prestasi, peningkatan status pekerjaan, tanggung jawab,
pengakuan atas hasil kerja, pertumbuhan &
perkembangan pribadi.

Masalah motivasi sangat berkaitam dengan pekerjan.


Cara meningkatkan motivasi dengan mengubah desain
tugas agar timbul gairah kerja. Hal ini disebut pengayaan
tugas (Job Enrichment) dengan memasukkan faktor
motivasional.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

17

3. Teori X Y Mc. Gregor.


2 sikap dasar manusia mempengaruhi motivasi, sehingga
berpengaruh pd produktivitas.

Dilandasi Teori X
Berasumsi bahwa manusia lebih suka diawasi dari pada
diberi kebebasan, tidak senang menerima tanggung
jawab, malas, selalu ingin aman.
Motivasi kerja adalah uang & keuntungan finansial.
Mau kerja karena ada imbalan/hadiah.
Pimpinan :
# Melakukan pengawasan secara ketat.
# Melakukan hukuman.

Dilandasi Teori Y

5/24/2016

Berasumsi bahwa manusia suka bekerja.


Kontrol diri sendiri merupakan hal esensial.
Pimpinan lebih terbuka, mendorong bawahan untuk
18
berinisiatifwww.thrysna.blogspot.com
& berkembang.

4. Teori Mc.Clelland - Teori Prestasi


Motivasi seseorang dipengaruhi oleh 3 kebutuhan
1. Keberhasilan : ingin tampil lebih baik dari sebelumnya.
2. Afiliasi : membentuk persahabatan, cinta & rasa memiliki
3. Kekuasaan : mengontrol cara mempengaruhi orang lain
& mempertahankan kontrol tsb.

5. Teori Proses Motivasi


* Fokus pada cara mengontrol/mempengaruhi perilaku
* 4 teori proses terjadinya motivasi :
1. Penguatan (Reinforcement) :
Konsekuensi dari perilaku mempengaruhi diulang/
tidak suatu pihak memuaskan harus dikuatkan &
dipuji.
2. Pengharapan (Expectancy) :
Bahwa individu termotivasi oleh harapan hasil yg
5/24/2016
www.thrysna.blogspot.com
19
akan datang.

3. Keadilan (Equity) :
Adalah usaha yg diberikan/dihargai = penghargaan
pada orang lain.
Usaha/kontribusi : kemampuan, pendidikan,
pengalaman, fasilitas.
Perlakuan yg tidak adil akan merubah perilaku.
4. Penetapan Tujuan (Goal Setting) :
Penetapan tujuan yg spesifik menghasilkan tingkat
penampilan yg lebih tinggi.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

20

Memakai cara paksa.


Mengawasi.
Mengancam.
Berulang-ulang menerapkan kekuasaan institusi.

Akibatnya :
Produktivitas menurun / stagnansi.
Mempertanyakan kewenangan & pemberian penghargaan.

Sikap saling menghargai.


* Hubungan serasi.
* Komunikasi asertif.
Hindari janji-janji yg tidak ditepati.
Model peran penampilan yg diharapkan & di inginkan.
Harapan jelas.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

21

1.
2.
3.
4.
5.

Perencanaan Karier.
Komunikasi.
Kerja kelompok.
Aktualisasi diri.
Harga diri, melalui :
* Kekuatan.
* Pencapaian tujuan.
* Keadekuatan.
* Pengembangan.
* Percaya diri.
* Kemandirian.

Strategi Meningkatkan Motivasi :

Menata kembali penugasan dg memodifikasi utk


meningkatkan tuntutan tanggung jawab, otonomi &
pengembangan profesional.
Cara tsb adalah :
# Job Rotation.
# Job Enlargement.
5/24/2016
www.thrysna.blogspot.com
# Job Enrichment

22

1. Mengidentifikasi Sumber Stress :


Jumlah pasien berlebihan

Kondisi pasien berat & serius


Staf perawat kurang
Konflik antara perawat dokter.

2. Melakukan tindakan pencegahan/mengurangi stress


Rotasi dinas yg luwes.
Tidak sering melakukan perubahan.
Mengadakan program pelatihan.

3. Menciptakan suasana kerja yg akrab, terbuka.


4. Komunikasi yg efektif baik secara verbal, nonverbal maupun horizontal.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

23

5.

6.
7.
8.

Mengurangi kontrol pada tugas yg telah diberikan


untuk mengembangkan kemandirian & tanggung
jawab.
Memberikan reinforcement pada hasil kerja/
penampilan yg positif.
Bila memungkinkan peningkatan kesejahteraan.
Mengembangkan konsep kerja tim.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

24

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

25

Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan


kegiatan utama individu.

Ada orang yg :
# Mudah.
# Merasa tidak menentu.
# Merasa tertekan sekali.

Maka perlu melatih diri secara terus menerus &


mengembangkan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

26

KEPERAWATAN : adalah pelayanan jasa yg memerlukan


keputusan dalam berespon terhadap masalah.

Perawat klinis atau manajer perlu memecahkan masalah dan


mengambil keputusan sesuai dengan tanggung jawab serta
lingkup tugasnya.

Tanggung jawab utama manajer : mencegah atau


memecahkan masalah.
Kreatifitas & berpikir kritis, membuat asumsi sebelum
membuat keputusan tanpa dipengaruhi oleh :
Opini yang ada
Ketidaksukaan
Prasangka
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

27

Adalah suatu perubahan yg menimbulkan penyimpangan /


deviasi dari standar atau yg dianggap normal
Masalah berkembang, ada :
# Yg sederhana.
# Yg kompleks.
# Hanya gejala.
# Hasil dari situasi konflik.
Manajer pelajari dengan cermat cari sebabnya.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

28

Masalah dapat ditemukan dengan


mengumpulkan data & fakta
Contoh :
Salah melaksanakan pesanan medik.
Gagal melaksanakan tugas dengan tepat, menyelesaikan
tepat waktu, memberi asuhan sesuai kebutuhan.
Keluhan suplai, peralatan, kebijakan, jadwal waktu,
penugasan yg tidak memadai.
Ketidak sepakatan antar staf/unit.
Keluhan pasien & keluarga akan asuhan.

Dengan kata pertanyaan


Apa ada penyimpangan ?
Dimana penyimpangannya ?
Bilamana/kapan terjadi ?
Bagaimana terjadinya ?

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

29

Merupakan hubungan antara sebab (faktor yg mengakibatkan sesuatu pada kualitas) dengan akibat (karakteristik
kualitas).
5 faktor yg berpengaruh/berakibat pd kualitas :
1. Manusia.
2. Metode/cara.
3. Lingkungan.
4. Alat.
5. Material/bahan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

30

Mengidentifikasi perubahan yg menimbulkan penyebab


penyimpangan/masalah tsb
Utk identifikasi diperlukan :
Fakta dan bukan fakta.
Penentuan perbedaan antara fakta dan bukan fakta.
Pencarian perubahan yg terjadi dalam daerah perbedaan.

1. UJI TERAP/PILOT PROJECT.


Menggunakan simulasi/model dlm periode tertentu
dievaluasi.
Utk belajar perubahan organisasi.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

31

2. POHON KEPUTUSAN/DECISION TREE.


Metode grafik yg menggambarkan alternatifalternatif yg tersedia, hasil, resiko dan informasi yg
dibutuhkan.
3. KEPUTUSAN GRID/DECISION GRID.

Metode dg menentukan beberapa alternatif


kemudian membandingkan dg kriteria yg sama.
4. ANALISA KEPUTUSAN
Bila dihadapkan pada pilihan sulit/besar dan ingin
alternatif yg dipilih terbaik dengan sumber daya dan
sumber dana terbatas.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

32

Keputusan yg telah diambil harus dilaksanakan.


Untuk mengamankan pelaksanakan, dengan
meramalkan penyimpangan yg mungkin terjadi.
Merencanakan tindakan pencegahan/ penjagaan.

Kesadaran diri yg tinggi.


Berani mengambil resiko.
Sensitif terhadap situasi.
Mempunyai energi dan hasrat membuat sesuatu terjadi.
Kreatifitas.
Mengembangkan pendekatan profesional.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

33

Konflik adalah perbedaan pandangan/ide antara seseorang/


orang lain.
Pimpinan kesehatan sering kali terkait dengan konflik akibat
peran kepemimpinannya.
Konflik manajemen dapat diselesaikan bila dapat
mengidentifikasi penyebab, akibat, tipe konflik & menentukan
cara mengatasi konflik.

Kebutuhan dasar manusia tidak terpenuhi, akan menimbulkan


rasa frustasi, tidak puas/ rasa bersalah.
2. Mengandalkan bantuan orang lain.
3. Hubungan yg sangat dekat.
4. Peran yg tidak sesuai dg harapan.
1.

5.

Perbedaan pandangan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

34

1.
2.

Konflik berlanjut dapat berakibat


merusak kesatuan pada unit kerja.
Bisa positif/negatif tergantung pd level &
lamanya konflik terjadi.
Konflik dapat menimbulkan situasi yang
tidak menyenangkan/kecemburuan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

35

1.

2.
3.

4.

Tahap awal :
Konflik akan menetap
Mengembangkan rasa curiga
Rasa bersalah terhadap orang
Belum jelas faktor penyebab
Tahap kedua :
Rasa bermusuhan disampaikan secara verbal/perilaku
Tahap ketiga :
Menarik diri/menghindar dari upaya penyelesaian
konflik.
Tahap akhir (keempat) :
Terjadi konflik total & rasa bermusuhan yang dalam.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

36

1.

2.

Konflik langsung, yaitu terjadi secara langsung


disebabkan perbedaan pandangan/gangguan
hubungan interpersonal lebih mudah dikontrol
melalui intervensi interpersonal.
Konflik tidak langsung, sering ditampilkan degan
tidak masuk tanpa kabar/tidak tepat waktu.

Menyelesaikan konflik lebih efektif dilakukan pada


awal. Bila pada tahap akhir konflik, biasanya tidak
efektif lagi & memerlukan bantuan ahli.
Meningkatkan kemampuan pimpinan
keperawatan dalam mengatasi perilaku konflik :
Peningkatan kesadaran diri
Training sensitifitas
Training asertif
5/24/2016
www.thrysna.blogspot.com
37

Stres adalah ketidakmampuan mengatasi


ancaman yg dihadapi ; mental, fisik,
emosional, & spiritual yg pada suatu saat
dapat mempengaruhi kesehatan fisik.
Stres adalah persepsi kita terhadap situasi
atau kondisi didalam lingkungan kita sendiri.

Berasal dari : Perasaan Takut atau


Perasan Marah.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

38

Dipandang dlm 2 cara :


1. Stres yg baik, disebut Stres Positif :
situasi/kondisi yg dpt memotivasi/memberikan
inspirasi.
Mis ; promosi jabatan, cuti yg dibayar, situasi yg
menyenangkan.

2. Stres buruk (distres) :


adalah stres yg membuat marah, tegang, bingung,
cemas, merasa bersalah, kewalahan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

39

Distres dibagi dlm 2 bentuk :


a. Stres Akut :
Muncul cukup kuat, tetapi menghilang dg cepat.
Mis; mencari tempat parkir ditempat kerja,
terbutu-buru mencari nomor telepon, terlambat
datang rapat.

b. Stres Kronik :
Muncul tidak terlalu kuat, tetapi bisa bertahan
sampai berhari-hari, minggu, atau berbulan-bulan
Mis; masalah keuangan, hubungan yg buruk dg
pimpinan, kejenuhan kerja.
Bila berulang dpt mempengaruhi kesehatan &
produktivitas kerja.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

40

Pekerjaan :
Tidak ada yg bebas dr stres.
Memiliki tingkat tantangan & kesulitan.
Pengendalian diri dlm
lingkungan kerja
Diterima sbg
tantangan, bukan
ancaman.
Manajemen Stres Kerja
Yg Efektif
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

41

Masalah Manajemen yg penting


didunia bisnis.
Mengeluarkan anggaran besar.
Karena :
Absen.
Keterlambatan.
Kejenuhan.
Produktivitas yg rendah.
Angka keluar masuk yg tinggi.
Kompensasi kerja.
Peningkatan biaya asuransi kesehatan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

42

3 Kategori
A. Penyebab Organisasional :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kurang otonomi & kreativitas.


Harapan, kuota yg tidak logis.
Relokasi pekerjaan.
Kurang pelatihan.
Karier yg melelahkan.
Hubungan dg pimpinan/penyelia buruk.
Selalu mengikuti perkembangan IPTEK.
Tambah tanggung jawab tanpa penambahan
gaji.
9. Pekerja dikorbankan krn laba menurun.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

43

B. Penyebab Individual :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pertentangan antara karier & tanggung jawab keluarga.


Ketidakpastian ekonomi.
Kurang penghargaan & pengakuan kerja.
Kejenuhan, ketidakpuasan kerja, kebosanan.
Perawatan anak yg tidak adekuat.
Konflik dg rekan sekerja.

C. Penyebab Lingkungan :
1. Kondisi lingkungan kerja buruk ; pencahayaan,
kebisingan, ventilasi, suhu.
2. Diskriminasi ras.
3. Kekerasan ditempat kerja.
4. Kemacetan saat berangkat dan pulang kerja.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

44

Akibat Stres kerja paling umum


KEJENUHAN KERJA
Gejala umum :
Kebosanan.
Depresi.
Pesimisme.
Kurang konsentrasi.
Kualitas kerja buruk.
Ketidakpuasan.
Keabsenan.
Kesakitan/penyakit.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

45

Stres Kerja diperlukan STRATEGI KOPING


(penanggulangan) harus memiliki 4
komponen pokok :
1. Peningkatan kesadaran terhadap masalah.
2. Pengolahan informasi pengumpulan informasi
dan pengkajian sumber daya.
3. Pengubahan perilaku :
# Tindakan yg dipilih.
# Dilakukan dg sikap positif.
# Dapat meringankan.
# Meminimalkan/menghilangkan stresor.
4. Resolusi damai suatu perasaan bahwa situasi
telah berhasil diatasi.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

46

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Relaksasi.
Membaca.
Pijat.
Bicarakan perasaan dg sahabat.
Ke pantai, melukis, berkunjung ke teman.
Istirahat yg teratur.
Tertawa, nonton film komedi, tukar menukar
Jokes
8. Berendam dlm air hangat.
9. Dengar musik.
10. Jalan-jalan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

47

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

48

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

49

Komponen penting dari manajemen.


Sulit dilakukan.
Mudah diacuhkan.

Perencanaan : adalah usaha untuk menghadapi masa depan


yg tidak pasti, melibatkan pemilihan, dan pengembangan untuk
masa depan.

Memutuskan apa, bilamana, siapa yang akan melakukan


Memutuskan yg tidak akan dikerjakan.
Umpan balik tujuan.
Berdasarkan fakta & informasi.
Bagaimana melakukannya ? Sehingga tujuan asuhan
keperawatan optimal tujuan menyediakan askep tercapai
dengan proses manajemen yg efektif.
Perencanaan : tenaga, fasilitas, tujuan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

50

Perencanaan yang baik perlu :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

8.

Pengetahuan organisasi
Pengetahuan tujuan
Pengetahuan bidang pelayanan/pekerjaan
Batas toleransi penyimpangan
Pengetahuan teknis dan intuisi
Kesadaran perubahan dan trend yg ada fleksibel
Memperhatikan sumber daya
Memperhatikan kendalakendala yg ada

Manfaat perencanaan yang baik :


Mengurangi ketidak pastian
Memusatkan perubahan menuju sasaran.
Dasar fungsi manajemen yg lain
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

51

1. Jangka Panjang : pengembangan tenaga,


penambahan peralatan, penambahan tenaga,
cuti tahunan.
2. Jangka Menengah :pengaturan dinas,
perbaikan/service peralatan, dan permintaan
rutin.
3. Jangka Pendek : pengaturan setiap shift akibat
perubahan kondisi bangsal dan pengaturan
tugas yg berhubungan dg unit lain.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

52

Kriteria Rencana yang baik :


Tujuan jelas
2. Hasil yg diharapkan jelas
3. Metode evaluasi jelas
4. Diarahkan kebijakan/prosedur rencana tindakan
5. Prioritas
6. Tindakan realistis SDM, alat & waktu
7. Mengembangkan urutan aktivitas yg logis
8. Memilih metode yg paling praktis tiap tujuan
1.

Rumusan Perencanaan :
Apa (what) :
* Yg harus dilakukan.
* Yg telah dilakukan.
* Yg digunakan/dibutuhkan.
* Langkah yg diperlukan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

53

5/24/2016

Bilamana (when)
* Pekerjaan dilakukan.
* Pekerjaan harus selesai.
* Pekerjaan dapat dilakukan.
Dimana (where)
* Pekerjaan dilakukan.
* Aktivitas berkaitan dengan kegiatan lain.
* Suplai disimpan.
Bagaimana (how)
* Pekerjaan dilakukan, langkahnya.
* Waktu digunakan, berapa biaya.
Siapa (who)
* Yg telah melakukan pekerjaan ini.
* Lagi yg dapat melakukan.
* Lebih dari 1 orang ?
Mengapa (why)
* Pekerjaan ini dilakukan.
* Dilakukan dg cara ini, ditempat ini, waktu ini.
Dapatkah
* Pertanyaan/langkah dikurangi.
www.thrysna.blogspot.com
* Pekerjaan efektif dikombinasi dg kegiatan lain.

54

3 Kesalahan yang dapat terjadi pada perencanaan


1. Kesalahan fakta, karena informasi yg salah.
2. Kesalahan asumsi, karena dugaan yg salah.
3. Kesalahan logis, karena alasan yg salah.
Yg diperlukan untuk menyusun Perencanaan :
1. Sensus pasien harian.
2. Kapasitas tempat tidur dan BOR.
3. Lama rawat/LOS.
4. Jumlah kelahiran.
5. Jumlah operasi.
6. Kecenderungan populasi pasien :
# Diagnosa.
# Kelompok umur.
# Kegawatan.
# Ketergantunganwww.thrysna.blogspot.com
fisik.
5/24/2016

55

7. Kecenderungan teknologi :
# Prosedur diagnostik.
# Prosedur terapi.
8. Analisa Lingkungan :

Ramalan dampak terhadap keperawatan :


* Ketersediaan perawat.
* Keluar masuknya perawat.
* Sistem pemberian asuhan keperawatan.
* Teori yg mendasari praktek.
* Dokter.
Ramalan dampak dari eksternal terhadap keperawatan
* Pemerintah.
* Pendidikan.
* Akreditasi.
* Jasa pihak ketiga/asuransi.
Kecenderungan perubahan dari pelayanan kesehatan.
Peluang/Ancaman pada profesi keperawatan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

56

Reaktif berdasarkan masalah yg ada.


Proaktif
# Dibuat sebelum masalah timbul.
# Antisipasi perubahan kebutuhan.
# Meningkatkan organisasi.

LANGKAH PROSES PERENCANAAN :


1. Merumuskan apa yang akan dicapai tujuan, sasaran.
2. Mengkaji situasi saat ini SWOT.
3. Perlu diperhatikan dalam analisa :
* Unsur internal : kekuatan atau kelemahan.
* Eksternal : peluang atau ancaman.
* Manfaatkan peluang atau kekuatan.
* Atasi ancaman dan kelemahan.
* Hasil analisa dipergunakan untuk rumusan sasaran.
* Perhatikan input atau sumber daya.
* Analisa setiap hasil bidang pokok dari bidang usaha
5/24/2016
www.thrysna.blogspot.com
57
organisasi.

4.

Strategi.

5. Rencana kerja :
# Tindakan yg akan dilakukan.
# Penanggung jawab tindakan.
# Waktu harus selesai.
# Biaya yg diperlukan.
# Kontrol informasi.
# Membuat jadwal.
6. Pengendalian untuk :
# Mengukur penyimpangan.
# Menemukan penyebab.
# Monitor pelaksanaan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

58

&
DELEGASI
DI SAMPAIKAN OLEH :

JOKO SUTRISNO
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

59

PENGORGANISASIAN
BANGSAL KEPERAWATAN
Pengorganisasian dalam manajemen mempunyai banyak
aktivitas penting antara lain :

Bagaimana pelayanan/askep dikelola secara efektif &


efisien untuk sejumlah pasien
Jumlah tenaga perawat & fasilitas yg ada
Diperlukan : - pembagian tugas
- kerja sama
- koordinasi
Semua pasien mendapatkan pelayanan optimal
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

60

Pimpinan/Ka. Bangsal perlu menetapkan kerangka


kerja, dengan cara :

Mengelompokkan & membagi kegiatan yg harus


dilakukan
Menciptakan hubungan kerja antar tenaga di RS
Menciptakan hubungan antara staf melalui
penugasan, delegasi, wewenang
Agar :
# Kelancaran pelaksanaan tugas.
# Mempermudah pengawasan.
# Kepuasan klien, keluarga, tim kesehatan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

61

Prinsipprinsip Pengorganisasian
1.
2.
3.
4.
5.

Pembagian kerja
Pendelegasian tugas
Penjadwalan.
Koordinasi
Manajemen waktu

Prinsip dasar : mencapai efisien kerja pekerjaan yg ada


dibagi sesuai dengan :
Kemampuan kerja
Banyaknya pekerjaan
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

62

Ka. Bangsal perlu mengetahui :


Pendidikan & pengalaman karyawan.
Peran & fungsi : perawat dan tenaga penunjang RS.
Ruang lingkup Ka. Bangsal & kedudukan dalam organisasi.
Batas wewenang Ka.bangsal.
Halhal yg dapat didelegasikan pada perawat & non
perawat/tenaga penunjang lainnya

Agar Pembagian Kerja tepat, perlu :


1. Uraian tugas yaitu kerangka kerja dari karyawan sesuai
dengan posisi dalam mengerjakan tugas.
2. Pengembangan prosedur kerja, yaitu pengarahan untuk
melakukan pekerjaan, caranya :
# Analisa setiap langkah untuk efisiensi, keamanan, dan
kenyamanan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

63

# Tuliskan setiap aktivitas dengan urutan langkahnya


# Cakupan : - persiapan
- proses
- penyelesaian
# Menggunakan kata yg jelas, tepat & mudah dipahami
3. Menentukan diskripsi hasil kerja, yaitu berupa standar
untuk menentukan apakah hasil kerja sesuai dengan tujuan

Yang perlu diperhatikan pada pengelompokan &


pembagian kerja:
1.
2.
3.
4.

Jumlah tugas, terbatas dan sesuai kemampuan.


Tiap unit, perincian aktivitas yang jelas & tertulis.
Tiap tenaga, perincian tugas yang jelas.
Variasi tugas bagi seseorang diusahakan sejenis atau
erat hubungannya.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

64

5.
6.
7.

Penambahan dan pengurangan tenaga berdasarkan pada


volume kerja
Mencegah terjadinya pengkotakan antar tenaga/kegiatan
Menggolongkan tugas berdasarkan kepentingan,
mendesak, kesulitan, waktu, dsb.
contoh : rutin, perlu cepat, rapih, kreatif

Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab


kepada staf untuk bertindak dalam batas batas
tertentu.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

65

Dengan mendelegasikan, Pimpinan dapat mencapai

tujuan dan sasaran kelompok melalui usaha orang lain.


Hal ini merupakan Inti Manajemen, sehingga pimpinan
mempunyai waktu lebih banyak.

Tiga aspek penting dalam pendelegasian


(Louis A. Allen) :
1. Mempercayakan pekerjaan
2. Mempercayakan kekuasaan dan wewenang untuk
digunakan.
3. Menciptakan kewajiban dari orang yg menerima
pendelegasian

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

66

Manfaat Pendelegasian bagi staf :


1.
2.
3.
4.

5.
6.

Alat pengembangan & latihan.


Lebih komit & puas dengan tantangan.
Mengembangkan rasa tanggung jawab.
Meningkatkan pengetahuan.
Meningkatkan rasa percaya diri.
Beraktualisasi.

Hambatan dalam pendelegasian :


1. Menyakini pendapat yg salah, jika kamu ingin hal itu dilaksanakan
dengan tepat, kerjakanlah sendiri.
2. Kurang percaya diri.
3. Takut dianggap malas.
4. Takut persaingan.
5. Takut kehilangan kendali.
6. Merasa tidak pasti tentang apa & kapan melakukan pendelegasian,
mempunyai definisi kerja yg tidak jelas.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

67

Menolak untuk mengambil resiko tergantung pada orang lain


8. Kurang kontrol pendelegasian.
9. Kurang contoh dari pimpinan.
10. Kurang keyakinan & kepercayaan pada staf.
7.

Masalah yang terpenting dalam mendelegasikan adalah


seberapa besar wewenang yg harus & dapat didelegasikan
HAL INI TERGANTUNG PADA :
1. Sifat kegiatan.
2. Kemampuan staf.
3. Hasil yang diharapkan.
4. Koordinasi untuk pekerjaan yg saling berhubungan dan
mempengaruhi satu dengan yg lain pertukaran
informasi & pemahaman tugas secara jelas
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

68

Petunjuk pendelegasian yg efektif :

Jangan kacaukan dengan pelemparan tugas


Jangan takut salah
Jangan delegasikan pada orang yang tidak tepat
Kembangkan pengetahuan staf
Perlihatkan rasa percaya
Antisipasi kesalahan yang dapat terjadi & ambil langkah
pemecahannya
Beri penjelasan yang jelas & menyeluruh
Hindari kritik bila salah
Beri instruksi yg jelas tentang tanggung jawab, wewenang,
dan dukungan yg tersedia
Beri pengakuan dan penghargaan bila baik

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

69

Langkah Pendelegasian yg Efektif:

Tetapkan tugas yg akan didelegasikan


Pilih orangnya
Berikan uraian tugas yg akan didelegasikan dengan jelas
Uraikan hasil spesifik yang anda harapkan & yg dimiliki
staf tersebut
Minta staf tsb menyimpulkan pokok tugasnya dan cek
penerimaan staf tsb atas tugas yg didelegasikan
Tetapkan waktu untuk mengontrol perkembangannya
Berikan dukungan
Evaluasi hasilnya

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

70

Pengaturan staf adalah suatu proses yg teratur, sistematis, dan


berdasarkan rasional diterapkan untuk menentukan jumlah dan jenis
personil keperawatan yg dibutuhkan untuk memberikan asuhan
keperawatan sesuai standar yg berlaku.
Perlu dilakukan dengan cermat
Keadaan pasien dapat berubah-ubah
Tenaga/perawat diatur/dimodifikasi sesuai situasi kondisi.

Macam penjadwalan
1. Jadwal permanen/tetap :
Dibuat untuk 3 6 bulan 1 thn
2. Jadwal siklus / blok :
Dibuat dengan pola yg sama baik untuk dinas, libur
maupun shift
3. Jadwal rotasi :
Dibuat sesuai dengan situasi & kondisi bangsal
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

71

Beberapa cara penjadwalan yang dapat digunakan :


a.

b.

Penjadwalan desentralisasi
Ka. Bangsal merencanakan jadwal dinas untuk stafnya
Ka. Bangsal harus merencanakan kembali jadwal bila
ada yg absen/sakit
Sering menimbulkan ketidak puasan staf
Penjadwalan sentralisasi
Petugas ketenagaan merencanakan & mengendalikan
jadwal
Pekerjaan Ka. Bangsal lebih ringan
Petugas ketenagaan kurang mengetahui penambahan
kebutuhan
Petugas ketenagaan perlu diberikan gambaran situasi
dan kondisi
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

72

Yg harus diperhatikan dalam menyusun Penjadwalan :


Ada penanggung jawab untuk setiap shift
b. Penjadwalan harus meliputi perawatan 24 jam setiap hari
dan 7 hari/minggu.
c. Libur & pemindahan direncanakan sesuai kebijakan RS
d. Jadwal dinas direncanakan minimal 1 mgg & perubahan
hanya bila diperlukan
e. Kebutuhan tenaga harus fleksibel
a.

Untuk mengurangi waktu menyusun dibuat siklus yaitu jadwal


dinas dan shift disusun berdasarkan :
# Ramalan dan pola ulang dengan jumlah yang sama.
# Kombinasi tenaga dan kelompok yang sama.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

73

Penjadwalan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Untuk berapa lama jadwal disiapkan?


Hari apa kalender penjadwalan dimulai?
Hari libur mingguan dpt dipecah atau beruntun?
Berapa lama waktu kerja yg maksimum dan minimum?
Berapa lama sebelumnya dpt mengajukan hari libur
mingguan atau cuti tahunan?
Berapa lama sebelumnya jadwal sudah dapat dilihat oleh
staf?
Berapa lama ada pergantian / rotasi shift
Apakah tenaga ekstra/part time akan dimanfaatkan?
Bagaimana penjadwalan disusun sentralisasi oleh
pimpinan puncak, menengah, bawah?
Bagaimana menciptakan komunikasi terbuka antara staf
dan pembuat jadwal ?

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

74

Prinsip prinsip Penjadwalan yg efektif :


1.

Penjadwalan siklus harus seimbang dengan melihat


kebutuhan institusi akan tenaga dan kebutuhan kerja dan
rekreasi karyawan

2.

Penjawalan siklus, mencakup hari kerja yg enak dan tidak


enak sehingga jam kerja adil

3.

Semua karyawan ditugaskan sesuai pola siklus

4.

Bila jadwal sudah dibuat, dan ada penyimpangan dilakukan


melalui surat permohonan

5.

Metode dikenal sebelum diterapkan & jumlah tenaga serta


komposisi cukup di tiap unit

6.

Pola ini meningkatkan pelayanan sehingga


berkesinambungan dan mengembangkan kerja tim
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

75

Merupakan hal umum dalam penugasan staf.


Dapat menimbulkan stress bagi staf ritme tubuh
Peluang memilih dinas yg cocok dengan pola kehidupan
tanpa merugikan pelayanan dibangsal/unit dan
memberikan manfaat :
1. Karyawan dapat menyusun pola hidup dalam keluarga
2. Pimpinan mudah mengevaluasi
3. Rotasi dalam shift tetap bermanfaat

Macam macam cara dinas:


7 jam/shift dg 6 hari kerja = 40 jam/mgg
8 jam/shift dg 5 hari kerja = 40 jam/mgg
10 jam/shift dg 4 hari kerja = 40 jam/mgg
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

76

Adalah keselarasan tindakan, usaha, sikap dan penyesuaian


antar tenaga yang ada di bangsal
Keselarasan tindakan, usaha dan hubungan antara perawat
dan anggota tim kesehatan lain dalam merawat pasien serta
dengan bagian lain

Manfaat :

Menghindari perasaan lepas antar tugas yang ada di bangsal.


Perasaan lebih penting dari yang lain.
Menghindari pertentangan antar unit/bangsal.
Menghindari rebutan fasilitas, waktu untuk menunggu dan
kegiatan kembar.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

77

Menumbuhkan rasa saling membantu, dan


memberi informasi masalah yg dihadapi.

Menimbulkan kesatuan langkah, tindakan, sikap


dan kebijakan antar pimpinan.

Caranya :
1. Komunikasi, terbuka, dialog

2. Pertemuan / rapat
3. Pelaporan dan pencatatan
4. Formulir yang berlaku

5. Forum informasi
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

78

Pimpinan sulit mengatur & mengendalikan waktu dalam


mengorganisir sumber daya.
Jumlah waktu : 168 jam/mgg, 42 jam untuk pekerjaan/
berhubungan dengan orang lain.
Oleh karena itu perlu pengendalian waktu.
Untuk itu perlu :
1. Analisa waktu : buat agenda
2. Memelihara kembali porsi untuk tiap aktivitas
3. Menentukan prioritas pekerjaan kegawatan,
mendesak & perkembangan, serta tujuan.
4. Mendelegasikan
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

79

Hambatan :

5/24/2016

Terperangkap dalam pekerjaan


Menunda karena takut salah.
Tamu tidak terencana
Telpon tidak terencana
Rapat tidak produktif
Peraturan open door
Tidak dapat mengatakan tidak

www.thrysna.blogspot.com

80

Proses Perubahan :
Perubahan terjadi dalam hidup manusia tumbuh
berkembang & beradaptasi positif/negatif, berencana/tidak.

Proses berubah bagian integral dari lingkup keperawatan


pendidikan, asuhan pasien & promosi kesehatan
Dapat terjadi pada pasien, keluarga, komunitas, kelompok
profesi keperawatan & pada sistem pelayanan kesehatan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

81

Pengertian :

Kramer :
Perubahan : adalah usaha untuk mempengaruhi satu atau
banyak orang ke suatu arah yg diinginkan.

Zaltman dan Duncan :


Sumber perubahan yg terjadi pada suatu organisasi dapat
berasal dari dalam tubuh organisasi dan tekanan yg
berasal dari luar organisasi, misalnya : perkembangan
IPTEK, kebijakan/peraturan, permintaan pelanggan,
pemerintah.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

82

Adalah seorang profesional yg mempengaruhi keputusan


pembaharuan dalam suatu arah pertimbangan yg sangat
diinginkan dalam suatu perwakilan perubahan.

Agen Pembaharu :

Profesional.
Punya inisiatif, motivasi.
Seorang pemimpin.
Punya keterampilan yg tinggi.
Punya peran penting; peneliti, teman bekerja sama,
konsultan, fasilitator, evaluator, guru, pengatur dan manajer.
Diterima semua orang yg terlibat, jujur, terbuka tentang
tujuan, dan masalah.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

83

Kurt Lewin (1948) sumber teori perubahan.


3 Fase perubahan yg mendasar :
1. Fase Pencairan : orang mulai mengerti adanya masalah/
metode yg lebih baik utk menyelesaikan tugas
perubahan.
2. Fase Implementasi : perubahan direncanakan secara rinci,
informasi dihimpun.
3. Fase Refreezing (pembekuan kembali) :
# Kekuatan untuk mendorong (kekuatan melakukan
perubahan) dan menolak/melawan perubahan (daya
pengendali) perlu dianalisa.
# Kekuatan pendorong lebih kuat perubahan terjadi
tanggung jawab agent pembaharu strategi
mengurangi kekuatan penolakan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

84

Mampu menggabungkan ide dari berbagai sumber.


Mampu memberi semangat mempertahankan minat
& menunjukan semangat yg tinggi.
Terampil berhubungan dengan orang lain.
Mampu memecahkan masalah.
Berpikir realistis.
Fleksibel dalam memodifikasi ide saat memperbaiki
perubahan, kuat menolak ide yg tidak produktif.
Dapat dipercaya & tidak mudah kecewa.
Mampu menterjemahkan visi melalui wawasan & pikiran
intelektual.
Mampu menangani penolakan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

85

Penolakan Perubahan :

Tingkah laku mempertahankan status-quo.


Mencegah perubahan.
Terjadi karena :
Ide-ide perubahan tidak sesuai dengan trend.
Perubahan akan mengubah situasi, dimana
orang sedang merasa nyaman
Penolakan dapat membantu individu beradaptasi
terhadap perubahan (Robinson,1991)

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

86

Mengapa perubahan diharapkan orang ?

Menjanjikan perbaikan & keuntungan.


Menghilangkan permasalahan.
Menimbulkan harapan baru.
Menciptakan tantangan & peluang baru.
Menghancurkan dominasi kekuasaan.
Melepaskan ketergantungan & kesengsaraan.
Memacu pertumbuhan & perkembangan.
Memudarkan belenggu & kebosanan.
Membangkitkan semangat perjuangan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

87

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

88

MANAJEMEN ASUHAN
KEPERAWATAN

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

89

Merupakan suatu Proses keperawatan yg


menggunakan :
Konsep Manajemen.
Proses pemecahan masalah pasien.
Standar Pelayanan Kesehatan /
Keperawatan penting bagi profesi
karena mencerminkan kualitas
Pelayanan Kesehatan / Keperawatan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

90

Proses Keperawatan & Peran Kepemimpinan


Komponen Proses Kep
Pengkajian :
Pengumpulan & analisis
data.
Identifikasi masalahmasalah yg diperlukan
dalam membuat DP.

5/24/2016

Peran Kepemimpinan

Pengkajian :
Menugaskan perawat
yg kompeten.
Memfasilitasi upaya
perawat.
Menetapkan hubungan
pasien & menjelaskan
peran perawat.
Menetapkan hubungan
keluarga pasien & org
lain yg penting bagi
www.thrysna.blogspot.com
91
pasien.

Perencanaan :
Membuat keputusan
tentang:
Prioritas asuhan.
Menetapkan
tujuan.
Memilih tindakan
kep utk mencapai
HYD.
Membuat adaptasi
yg dibutuhkan.

5/24/2016

Perencanaan :
Mengembangkan rencana
asuhan utk memenuhi
kebutuhan yg spesifik.
Meningkatkan konferensi perencanaan dg anggt tim utk
mengembangkan rencana.
Memimpin konferensi, memfasilitasi kerja kelompok.
Membantu dlm proses perencanaan tim asuhan kes.
Mengimplementasikan pemecahan masalah yg efektif.

www.thrysna.blogspot.com

92

Implementasi :
Implementasi :
Pemberian asuhan Menjadi model peran.
keperawatan yg
Memastikan hubungan interperefisien.
sonal yg baik.
Menugaskan perawat yg kompeten memberi asuhan.
Memberi pengarahan secara
efektif.
Mengobservasi penampilan
perawat yg memberi asuhan
dan reaksi pasien.
Mengajar baik bagi perawat
maupun pasien.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

93

Evaluasi :
Evaluasi :
Mengenal perubahan
Mengimplementasikan
kondisi pasien.
ketrampilan evaluasi dg
membandingkan hasil
Membandingkan hasil
nyata dg HYD.
yg diperoleh dg HYD.
Revisi rencana asuhan Konferensi dg perawat
pemberi asuhan
memastikan kebutuhan
utk konferensi tim.
Menentukan kualitas
asuhan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

94

Keperawatan Fungsional
Pelayanan keperawatan dibagi menurut tugas & prosedur
Membagi staf menurut uraian tugas & banyaknya pekerjaan
yg harus diselesaikan oleh perawat yg berbeda.
Prioritas : pelaksanaan instruksi dokter & berbagai prosedur,
pemberian asuhan fisik yg sifatnya rutin.
Pemberian tugas bisa terjadi tanpa mempertimbangkan
kondisi pasien atau pengalaman / kemampuan pemberi
asuhan.
Ketenagaan : utama pembantu keperawatan, sedikit
perawat praktikal, 1 2 perawat profesional yg teregristrasi.
Metode ini cocok untuk penggunaan jangka pendek/kondisi
emergensi/disaster.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

95

1. Setiapperawat menjadi sangat trampil melaksanakan


tugas/prosedur.
2. Cepat dan efisien.
3. Dengan penugasan fungsional, relatif hanya sedikit
tenaga keperawatan yang dibutuhkan untuk merawat
sejumlah besar pasien.
1. Asuhan terfragmentasi karena 1 perawat hanya melakukan
1 atau 2 tugas dan tidak satupun yang memahami
kebutuhan pasien secara holistik dan mengkoordinasikan
semua aspek asuhan.
2. Mudah bagi setiap perawat menolak bertanggungjawab
atas kelalaian dan kesalahan asuhan.
3. Sulit menentukan siapa yang bertanggungjawab bila terjadi
kesalahan keperawatan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

96

Metoda Kasus Total Care


Pemberian semua asuhan langsung kepada

pasien oleh perawat profesional.


Dasar pemikiran perawat yg paling siap untuk

melaksanakan semua askep yg diperlukan


pasien.
Ketenagaan, harus mempertimbangkan :

*
*
*
*
*
5/24/2016

Tingkat ketergantungan/keparahan pasien


Standar asuhan yg ditetapkan institusi,
Perlu lebih banyak perawat profesional,
Jumlah perawat praktikal lebih sedikit,
Pembantu keperawatan berfungsi membantu.
www.thrysna.blogspot.com

97

Setiap pasien dilayani seorang perawat saat

ia dinas.
Pasien dirawat oleh perawat yang berbeda

setiap shift.
Tidak ada jaminan pasien dirawat perawat

yang sama pada hari berikutnya.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

98

KEPERAWATAN TIM
Sistem keperawatan tim adalah sistem pemberian
asuhan keperawatan dimana seorang perawat
profesional memimpin sekelompok tenaga
keperawatan dalam memberikan asuhan
keperawatan pada sekelompok pasien melalui
upaya kooperatif dan kolaboratif (Douglas 1984).
Di dalam tim tersebut bergabung tenaga
keperawatan profesional dan non-profesional
yg satu sama lain saling mendukung.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

99

KONSEP YANG MELANDASI


Kepemimpinan

Sebagai perawat profesional dan Ketua Tim harus


mampu menerapkan:
Prinsip kepemimpinan demokratik atau

partisipatif
Mengambil keputusan tentang prioritas
kebutuhan klien, merencanakan, mensupervisi

dan mengevaluasi asuhan keperawatan.


5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

100

KONSEP YANG MELANDASI

lanjutan .

Komunikasi

Esensial kontinuitas renpra terjamin.


Terbuka, dg berbagai cara terutama melalui:
Penulisan renpra tepat waktu pedoman

melaksanakan asuhan,
Supervisi dan Evaluasi.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

101

ELEMEN KEPERAWATAN TIM


1) Pendelegasian otoritas.
Kewenangan membuat penugasan anggota
tim dan menuntun kerja tim didelegasikan
Ka.tim (perawat profesional teregister)
2) Kepemimpinan
Dalam berinteraksi dengan anggota tim, ketua
tim menggunakan gaya demokratis atau
patisipatif
3) Tanggungjawab asuhan
Tim bertanggungjawab untuk keseluruhan
asuhan sekelompok pasien yang ditugaskan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

102

ELEMEN KEPERAWATAN TIM

lanjutan .

4. Komunikasi
Komunikasi di antara anggota tim sangat penting,
meliputi:
Penugasan asuhan secara tertulis
Rencana asuhan keperawatan tertulis
Laporan kepada dan dari ketua tim
Konferensi tim membahas masalah asuhan
pasien dan masalah tim
Umpan balik informal yg sering di antara anggota
tim.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

103

Besarnya Tim
Setiap ruangan/bangsal :
# 2 3 tim
# Setiap tim terdiri dari 3 5 perawat
( 10 20 pasien).
Ketenagaan dalam tim :
# 1 atau 2 perawat profesional
# 1 atau 2 perawat praktikal
# 1 atau 2 pembantu perawat
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

104

Keuntungan :

Pelayanan keperawatan dapat diberikan secara


menyeluruh.
Proses keperawatan dapat berjalan dengan baik.
Kecil terjadinya konflik dalam tim.
Anggota tim menjadi puas.
Kerugian :

Komunikasi pada tim dilakukan pada waktu


konfrensi tim sehingga membutuhkan waktu
sehingga sulit dilakukan bila situasi sibuk.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

105

Keperawatan Primer

PENGERTIAN
Keperawatan Primer (Primary Nursing= PN) adalah
sistem pemberian asuhan keperawatan di tingkat
rawat inap yg dapat mempermudah realisasi praktek
keperawatan profesional.
Sistem ini menyediakan asuhan yg berfokus pd
pasien secara individual dan komprehensif,
berkesinambungan sejak pasien dirawat di RS
sampai keluar atau pindah ke institusi lain.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

106

Konsep Dasar

PP harus membuat komitmen untuk memberi


asuhan yg komprehensif kepada pasien

Fokus kep berpusat pd pasien dan peningkatan


kesinambungan dalam perencanaan, pemberian
dan evaluasi asuhan. Perubahan Renpra
merupakan tanggung jawab PP

Memungkinkan perawat menggunakan dan


mensintesa semua ketrampilan kognitif,psikomotor
dan afektif yg diperlukan untuk mengkaji &
merancang asuhan keperawatan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

107

Manfaat Sistem Keperawatan Primer

Terjalinnya hubungan terapetik antara perawat


dgn pasien dan keluarga, hubungan profesional
antara perawat dgn dokter dan profesi kesehatan
lain.
Sehingga pemenuhan kebutuhan pasien dan
keluarga serta kepuasan semua pihak dapat
tercapai dengan efektif.

Pemanfaatan tenaga perawat efektif.

Mutu asuhan yg baik dgn efisiensi biaya dan


waktu tercapai.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

108

Penugasan Metode Kasus

1.

Kepala ruang menugaskan setiap perawat primer


untuk bertanggungjawab memberi asuhan 3 - 6
pasien tanpa sering diingatkan.

2.

Kriteria penugasan disesuaikan dgn kebutuhan


pasien dan kemampuan perawat.

3.

PP melaksanakan sebanyak mungkin asuhan


langsung bagi pasiennya.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

109

Hubungan dg Karyawan lain

Hubungan kolateral harus dibangun dg dokter


dan anggota tim kesehatan lain.
PP harus menguasai teknik dan ketrampilan
komunikasi yg efektif dan ketrampilan
kepemimpinan.

Perawat asosiet adalah yang memberi asuhan


pada pasien saat PP tidak bertugas
perawat praktikal tidak disiapkan atau secara
hukum didukung untuk menjadi PP
(Klein,1983)
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

110

Mutu Asuhan
Sistem tidak menjamin mutu asuhan tetapi memudahkan
pencapaian mutu karena sangat memungkinkan perawat
menampilkan kapasitas maksimumnya.
Mutu asuhan ditentukan oleh penampilan individu
penampilan individu ditentukan oleh mutu kepemimpinan,
kemampuan organisasi, ketepatan dalam penilaian

professional dan hasil kemampuan klinik


Krn wewenang dilimpahkan kepada PP untuk memutuskan
apa, kapan dan bagaimana asuhan pasien dilaksanakan,

maka PP bertanggungjawab atas mutu asuhan yg diberikan


kepada pasien.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

111

Bidang Telaah Pd Pemberian Asuhan Keperawatan


1. Susunan staf
# Perawat profesional sebagai Perawat Primer /
Asosiet.
# Perawat non profesional sebagai asistensi
pelaksanaan asuhan.
2. Penugasan
3. Asuhan berdasarkan instruksi dokter dan asuhan fisik.
4. Kekomprehensifan intervensi keperawatan.
5. Pelaporan pada akhir gilir jaga/shift.
6. Pengambilan keputusan tentang asuhan.
7. Akontabilitas terhadap pasien, dokter, penatalaksana
dan komuniti.
8. Komunikasi.
9. Efektifitas biaya.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

112

Pengendalian merupakan fungsi manajemen yg amat penting


Pengendalian kurang disukai karena sebagai alat kontrol
manajemen
Fungsingnya untuk melihat apakah fungsi manajemen telah
berjalan sesuai atau tidak dengan program & rencana yg
telah ditetapkan

Tujuan/hakekat dari Pengendalian :


Untuk menentukan standar.
Mengukur kinerja manajemen.
Sebagai catatan hasil yg telah dicapai.
Sebagai alat untuk memperbaiki dari fungsi manajemen.
Sebagai alat untuk meningkatkan mutu.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

113

Aspek-2 yg perlu diidentifikasi untuk menilai


mutu asuhan :
Aspek klinis/Penampilan profesi.
# Menyangkut tenaga kesehatan.
# Terkait dengan pengetahuan, sikap, dan pengalaman.
Aspek efisiensi & efektifitas.
# Menyangkut pemanfaatan semua sumber daya di RS
# Penilaian aspek efisiensi.
Aspek keselamatan pasien.
# Menyangkut keamanan & keselamatan pasien.
# Akreditasi, standar fisik tentang ; pengamanan, dan
pencegahan resiko.
Aspek kepuasan pasien.
# Menyangkut kepuasan fisik, mental, sosial, spiritual.
# Penilaian dengan cara wawancara, pengamatan
pendapat pasien & keluarga (angket).
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

114

Petunjuk untuk Mengukur Mutu Asuhan.


A. Indikator :
1. Penampilan profesi sebagai petunjuk derajad mutu pelayanan
kesehatan di RS antara lain :
Angka kematian bayi baru lahir.
Terjadinya decubitus dalam keperawatan.
Angka infeksi nosokomial.
2. Mengacu pada aspek efisiensi & efektifitas :
Masalah : SDM,peralatan dan koordinasi antar
ruangan/bagian.
3. Mengacu pada aspek keselamatan & keamanan :
Tidak tersedia alat pemadam kebakaran.
Peralatan medik yg tidak berfungsi dengan baik.
Salah memberi obat kepada pasien.
4. Mengacu pada kepuasan pasien :
Kritik di media masa.
Jumlah keluhan dari pasien & keluarga.
Laporan dari staf medik & keperawatan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

115

B. Kriteria
adalah fenomena yg dapat diukur dan dihitung untuk
menspesifikasikan indikator.
Contoh : keadaan gizi balita indikator : tinggi badan,
berat badan & tingkat tumbuh kembang anak.
Standar :
Standar mutu adalah tingkat jasa atau penampilan
yg kita inginkan dan tentukan pedoman untuk
dicapai.
Contoh : situasi tenaga perawat

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

116

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

117

Pengertian yang luas :

Segala bantuan dari pemimpin/penanggung jawab, tertuju


untuk perkembangan perawat dan staf lain.
Agar mencapai Tujuan Asuhan Keperawatan.
Aktivitas yang menentukan :
# Kondisi kondisi atau
# Standar.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

118

Kegiatan Supervisi:
Dorongan

Bimbingan
Kesempatan

bagi pertumbuhan keahlian &


kecakapan para perawat

Aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu


tenaga keperawatan & staf lain agar bekerja secara efektif.
Bukan sekedar kontrol melainkan lebih memberikan bantuan
pembinaan

Lebih DEMOKRATIS, a.l:


Berusaha bersama perawat memperbaiki proses kep. yg sedang
berlangsung

Staf bukan pelaksana pasif tetapi sebagai partner kerja


Ide, pendapat, pengalaman, dihargai & diikut sertakan
dalam usaha perbaikan Proses Keperawatan
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

119

Tujuan Supervisi :
1.

2.

Mengusahakan seoptimal mungkin kondisi kerja yang


nyaman :
Lingkungan fisik
Suasana kerja orang / individu :

Memberikan rasa bebas.

Mendorong untuk bekerja baik.

Semangat kebersamaan untuk menekankan


kita dari pada saya

Peralatan.
Perhatian terhadap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan
hasil kerja

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

120

Tujuan Utama :
Perhatian terhadap MANUSIANYA maka perlu :
Orientasi
Latihan
Bimbingan individu
Yang mengarah pada pemanfaatan sumber daya manusia,
sehingga mengenal kebutuhan masing masing individu

Tehnik Supervisi Keperawatan :


1. Proses supervisi praktek keperawatan, meliputi 3 elemen :
a. Standar keperawatan sebagai acuan.
b. Fakta pelaksanaan sebagai pembanding tercapainya
tujuan.
c. Tindak lanjut kualitas perlu dipertahankan/diperbaiki.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

121

2. Area yang di supervisi :


a. Pengetahuan dan pengertian tentang tugas yg akan
dilaksanakan.
b. Ketrampilan yg dilakukan sesuai standar.
c. Sikap & penghargaan terhadap pekerjaan.
3. Cara Supervisi :
a. Langsung :
Supervisi dilakukan langsung pada kegiatan yg
sedang berlangsung.
Supervisor terlibat dalam kegiatan bukan memerintah
Cara memberikan pengarahan yg efektif :
Pengarahan harus lengkap.
Mudah dipahami.
Menggunakan kata-kata yg tepat.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

122

Berbicara dengan jelas.


Berikan asuhan yg logis.
Hindari memberikan banyak arahan pada suatu saat.
Pastikan arahan anda dipahami.
Yakin arahan anda dilaksanakan / perlu tindak lanjut.

Umpan balik & perbaikan dapat dilakukan saat supervisi :


1. Yg disupervisi melakukan secara mandiri peran dan
fungsinya didampingi oleh supervisor.
2. Selama proses, supervisor dapat memberi dukungan,
reinforcement, dan petunjuk.
3. Setelah selesai, supervisor dan yg disupervisi melakukan
diskusi :

Mengatakan yg sesuai.
Memperbaiki yg masih kurang/lemah.
Reinforcement pada yg baik.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

123

b.

Tidak langsung :
Supervisi melalui laporan tertulis atau lisan mungkin
terjadi kesenjangan fakta, tetapi umpan balik
diberikan secara tertulis.

4. Komunikasi.
Perlu diterapkan terus menerus sehingga ketrampilan
berkomunikasi meningkat.
Komunikasi terbuka.
Mau mengakui bila melakukan kesalahan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

124

PENGELOLAAN KETENAGAAN (Gillies) :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
5/24/2016

Klasifikasi pasien.
Penetapan kebutuhan staf.
Rekrutmen.
Seleksi.
Orientasi.
Penjadwalan.
Penugasan.
Memperkecil absensi staf.
Penurunan pergantian staf.
Pengembangan staf.
www.thrysna.blogspot.com

125

Adalah proses mobilisasi potensi, proses


motivasi & pengembangan SDM dalam
pemenuhan kepuasan melalui karyanya untuk
mencapai tujuan individu, organisasi, maupun
komunitas dimana individu tersebut berkarya.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

126

Tujuan :
Untuk menyediakan sejumlah tenaga perawat yg
memadai dengan klasifikasi tenaga yg cocok untuk
menjalankan tugasnya dalam memberi asuhan
keperawatan pada pasien.

Tergantung dari :
Sistem/ Model Pemberian Asuhan Keperawatan.
Tingkat ketergantungan pasien / klasifikasi.
Kebutuhan tenaga.
Pengaturan & Penjadwalan tenaga.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

127

Karyawan baru direkrut untuk mengisi lowongan dalam


organisasi keperawatan.
Karyawan baru harus disiapkan untuk kerja melalui
program orientasi terencana.
Kurangnya informasi tentang institusi membuat karyawan
baru rentan terutama dg pengaruh sosok yg berwenang
mudah utk mempengaruhi.
Kegagalan terjadi karena terlalu banyak informasi rinci di
berikan sebelum ybs merasa perlu informasi tsb & diberikan
dalam waktu singkat.
Menggunakan teori pendidikan orang dewasa.
Perlu juga dilakukan untuk : yg dipromosikan, dialihkan/
transfer.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

128

1. Membantu para orientee melalui masa transisi peran &


nilai.
2. Meningkatkan kepuasan kerja sehingga dapat
menurunkan angka turn over.
3. Mengembangkan rasa memiliki.

1. Membuat orientee merasa :


Dibutuhkan.
Menjadi bagian dari tim kerja.
Puas dg kesempatan profesional yg diberikan.

2. Berfokus pd kebutuhan belajar.


3. Mempunyai tanggung jawab pribadi.
4. Tanggung jawab dari pimpinan & staf, preceptor,
dan bagian pengembangan staf.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

129

Meliputi 2 bagian :

1. Terhadap tujuan umum dan fungsi institusi/RS.


2. Spesifik terhadap pekerjaan orientasi
pekerjaan.

A. Dep personalia/bagian Pengembangan staf


bertanggung jawab utk mengembangkan &
merencanakan orientasi.
B. Orientasi Departemen Pelayanan Keperawatan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

130

Bagian paling penting.


Orientee membutuhkan orientasi spesifik tentang
pekerjaannya & unit dimana dia ditempatkan.
Waktu utk orientasi 3-4 bln, 6 atau 12 bln tergantung
pd bentuk & isi program, serta kebijakan RS.
Program orientasi dpt berbentuk sentralisasi,
desentralisasi, standarisasi, atau individual.
Pimpinan unit bertanggung jawab atas program
orientasi unit & merencanakan utk memenuhi
kebutuhan spesifik dari orientee.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

131

Merupakan proses penugasan/pengisian jabatan


atau penugasan kembali pada tugas baru atau
jabatan berbeda.
Penugasan dapat berupa :
Penugasan pertama untuk pegawai baru.
Penugasan melalui promosi : menaikkan jabatan
tanggung jawab, & gaji lebih besar.
Penugasan melalui transfer : pemindahan dari satu
jabatan ke jabatan lain yg memiliki tanggung jawab sama
gaji sama, level dalam organisasi sama.
Demosi : pemindahan pegawai dari jabatan ke tanggung
jawab yg lebih rendah, gaji lebih rendah & level yg lebih
rendah.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

132

Setelah pegawai diterima kemampuan belum


sesuai dg yg diharapkan karena berkaitan dg
tuntutan produktivitas.
Pegawai yg sudah bekerja karena tuntutan
pekerjaan yg berubah akibat perubahan
lingkungan, strategi dll.
Adalah usaha yg terencana dari organisasi untuk
meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan
kemampuan, serta sikap pegawai.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

133

Tujuan Pelatihan : peningkatan kemampuan


untuk melakukan pekerjaan yg spesifik saat ini,
sedangkan Pengembangan : lebih ditekankan
pada peningkatan pengetahuan untuk melakukan
pekerjaan pada masa y.a.d yg dilakukan melalui
pendekatan yg terintegrasi dg kegiatan lain untuk
mengubah perilaku kerja.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

134

Yaitu kehilangan waktu yg berakibat kerugian


secara kualitas dan ekonomi bagi instansi.
Faktor penyebab :
Tempat tinggal jauh.
Kelompok karyawan yg banyak.
Sakit.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

135

Pola absen :
Sering pendek-pendek.
Jarang panjang.
Hari-hari tertentu.

Cara mengurangi absen :


o Sistem pencatatan.
o
o
o
o
o
o

Kunjungan rumah.
Kesejahteraan karyawan.
Meningkatkan kondisi kerja.
Suasana kerja kondusif.
Sistem penghargaan.
Sangsi.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

136

Cara mengurangi :
Selektif saat proses penerimaan karyawan.
Meningkatkan penugasan.
Perubahan dalam job desc.
Pengembangan staf.

Keadaan dimana individu merasa dirinya semakin


kurang kemampuannya, kerja kurang produktif.
Penyebab :
Peran dan fungsi kurang jelas.
Merasa terisolasi.
Beban kerja berlebihan.
Terlalu lama pada suatu tempat/bagian.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

137

Setiap unit/Bangsal/Ruang harus mempunyai perencanaan


sistem ketenagaan keperawatan

Untuk melaksanakan kebutuhan pelayanan setiap shift.


Kebutuhan staf keperawatan dasar adalah jumlah minimal
dr tenaga keperawatan pd setiap unit/Bangsal/Ruang.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

138

Sesuai kebijakan RS, dengan menentukan :


1. Jumlah jam perawatan efektif pasien tertentu
selama 24 jam.
2. Jumlah hari kerja efektif perawat dalam 1 tahun.
3. Penggunaan tempat tidur rata-rata.
4. Analisa kegiatan untuk memenuhi kebutuhan
pasien.
5. Tentukan jumlah hari tidak kerja dalam 1 tahun.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

139

Pengertian
Sistim klasifikasi pasien adalah metode pengelompokkan
pasien menurut jumlah dan keadaan penyakit, usia pasien.
Pasien dikelompokkan sesuai dengan tingkat
ketergantungan pasien, dan waktu yg dibutuhkan untuk
melaksanakan keperawatan pada pasien.
Klasifikasi Pasien sebagai alat ukur Tujuan :
Untuk mengetahui beban kerja perawat
Waktu yg diperlukan u/ asuhan keperawatan
Keahlian perawat yang diperlukan
Jumlah tenaga perawat yg diperlukan
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

140

Berdasarkan kebutuhan/masalah pasien.


Peralatan (alat kesehatan) yg dipergunakan oleh pasien.
Kompetensi perawat yg diperlukan untuk memberi asuhan
keperawatan pada pasien.
Berdasarkan Waktu : berapa banyak rata-rata waktu
keperawatan yg dibutuhkan dalam melaksanakan asuhan
keperawatan pada pasien.

Sehubungan dengan kebutuhan keperawatan dalam 24 jam


Dibagi dalam tingkat :
Level I (minimal )
= 3,2 jam
Level II (intermediate) = 4,4 jam
Level III (maksimal )
= 5,6 jam
Level IV ( intensive )
= 7,2 jam
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

141

Menyusun kategori pasien & jam perawatan sbb :


Kategori I : Self Care
= 1 - 2 jam
Kategori II : Minimal Care
= 3 - 4 jam
Kategori III : Intermediate Care
= 5 - 6 jam
Kategori IV : Modified Intensive care = 7 - 8 jam
Kategori V : Intensive Care
= 10 14 jam

Contoh :
Level I (Minimal) :
Mampu melakukan semua aktivitas hidup sehari-hari,
perawat hanya memberikan perlengkapan yg
diperlukan pasien (membantu sebagian saja).
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

142

Level II (Partial)
Dapat mandi, makan dan berpakaian tanpa bantuan.
Membutuhkan sedikit bantuan perawat untuk tritmen/
aspek asuhan personal tertentu.
Membutuhkan prosedur tertentu seperti : pembalutan,
kateterisasi kandung kemih, terapi/cairan, iv/im/sc dll.
Level III (Maksimal)
Membutuhkan bantuan seluruh aktivitas hidup sehari-hari
yg dilakukan ditempat tidur seperti : mandi, eliminasi,
makan, mobilisasi dan memerlukan tritmen khusus :
pembalutan luka, terapi/cairan, iv/im/sc.
Membutuhkan perhatian yg sering dengan waktu yg lebih.
Kesadaran dan orientasinya masih baik
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

143

Hari kerja effektif perawat dalam 1 tahun


Jumlah hari dalam 1 thn
= 365 hari
Jumlah hari kerja non effektif dlm 1 thn
Jumlah hari minggu = 52 hari

Jumlah libur nasional = 12 hari


Jumlah cuti tahunan = 18 hari
Cuti sakit

= 5 hari
Pengembangan
= 5 hari
Jumlah hari kerja effektif dlm 1 tahun = 365 92 =
273 hari
Jumlah minggu efektif = 273 : 7 = 39 mgg
Jumlah jam kerja effektif dlm 1 thn = 39 mgg x 40 jam
= 1560 jam/thn

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

144

Rata rata jam perawatan/pasien/24 jam, metode


di Thailand dan Philipina th 1984 :

Peny Dalam

Bedah
Campuran (bedah + Peny Dalam)
Nifas
Bayi/Neonatus
Anakanak
Neurologi
Jiwa
Rawat Jalan
UGD
Kamar Bersalin
Kamar Operasi RS tipe A & B
Kamar Operasi RS tipe C & D

5/24/2016

= 3,4 jam.
= 3,5 jam.
= 3,4 jam.
= 3 jam.
= 2,5 jam.
= 4 jam.
= 3,8 jam.
= 4 4,5 jam.
= 0,5 jam.
= 2,5 jam.
= 5 8 jam.
= 5 8 jam
= 3 jam.

www.thrysna.blogspot.com

145

Jumlah perawat/24 jam =


BOR pas/24 jam X ratarata jam perawatan/pasien /24 jam
Jumlah jam kerja/hari

Jumlah perawat bebas tugas =


Jmlah hari tidak bekerja/tahun X jumlah perawat/24 jam
Jumlah hari kerja efektif/tahun/1 perawat

Jadi jumlah perawat yg dibutuhkan bagi suatu


bangsal = jumlah perawat/24 jam + jumlah perawat
yg bebas tugas
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

146

Dengan menghitung :
1. Jumlah jam kerja efektif 1 perawat/tahun.
2. Jumlah jam perawatan pasien yg dibutuhkan/tahun.
3. Jumlah tenaga perawat yg dibutuhkan untuk 1
tahun tanpa Cuti Hamil.
4. Jumlah tenaga perawat pengganti Cuti Hamil.
5. Jumlah tambahan tenaga perawat karena Cuti
Hamil.
1. Jumlah jam kerja efektif 1 perawat/tahun
= Jumlah hari kerja efektif/tahun X jam kerja
efektif/hari
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

147

2. Jumlah jam perawatan pasien/tahun


= BOR pasien x rata-rata jam perawatan pasien/24 jam x
Jumlah hari/tahun.
3. Jumlah tenaga perawat yg dibutuhkan untuk satu tahun
tanpa cuti hamil
Jumlah jam perawatan pasien/tahun
=
Jumlah jam kerja efektif 1 perawat / tahun

4. Jumlah tenaga perawat pengganti perawat yg cuti hamil


# Asumsi yg cuti hamil =....% dari jumlah tenaga perawat
yg diperlukan satu tahun tanpa cuti hamil.
# Jumlah jam yg hilang karena cuti hamil
= asumsi cuti hamil x jumlah hari cuti hamil x jumlah jam
kerja/hari.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

148

# Jumlah tambahan tenaga perawat yg


diperlukan
Jumlah jam yg hilang karena cuti hamil
=
Jumlah jam kerja perawat/hari
5. Jadi total tenaga perawat yang diperlukan di bangsal
dalam setahun
= Jumlah tenaga perawat yg dibutuhkan dalam setahun
tanpa cuti hamil + Jumlah tenaga pengganti perawat
yg cuti hamil + Jumlah tenaga tambahan karena cuti
hamil.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

149

a. Rawat inap
Jumlah jam kep. X 52 mgg x 7hari x jml t.t x BOR + koreksi 25%
Juml mgg effektif x 40 jam
b. Rawat jalan
jml jam kep x 52 mgg x 6 hari x jml kunjungan + koreksi 10%
jml mgg effektif x 40 jam
c. Kamar Bedah
Jml jam kep.X 52mgg x 7hr x jml aggt Tim x Jml OK + koreksi 10%
jml mgg efektif x 40 jam

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

150

d. Kamar Bersalin
Jml jam kep. X 52 mgg x 7hari x jml partus/hr + koreksi 10%
jml mgg efektif x 40 jam

e. UGD

Jml jam kep. X 52 mgg x 7hari x jml kunjungan/hr + koreksi 10%


jml mgg efektif x 40 jam

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

151

(PPNI, 1995)
1. Tentukan Tingkat Ketergantungan Pasien :
Level I : Minimal
= 3,2 jam/24 jam
Level II : Intermediate = 4,4 jam/24 jam
Level III : Maksimal
= 5,6 jam/24 jam
Level IV : Intensive care = 7,2 jam/24 jam
2. Rumus Kebutuhan Perawat (Althaus, et al,
1982 & Kirk, 1981) :

K. Pwt =

Jam pwt/pasn/hr X rata-2 jml pasn X hr/th


Hr/th hr tdk kerja/pwt X jam kerja/hr/pwt

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

152

Rata-rata juml pasn/hr = 30 org

Jumlah pasien dengan Tingkat Ketergantungan :

Minimal

= 30% = 9 orang.
Intermediate = 50% = 15 orang.
Maksimal
= 10% = 3 orang.
Intensive

= 10% = 3 orang.

Kebutuhan tenaga perawat =


(9 x 3,2) + (15 x 4,4) + (3 x 5,6) + (3 x 7,2) x 365

(365 87) x 8 jam


= 21,86 = 22 orang.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

153

Tenaga Perawat =

A x B x 365
(365 C) x Jumlah Jam Kerja/Hari

Keterangan :
A
= Jam Perawatan / 24 jam waktu perawatan yg dibutuhkan pasien
B
= Sensus Harian BOR x Jumlah tempat tidur.
C = Jumlah hari tidak efektif.
365 = Jumlah hari selama setahun.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

154

Yaslis Ilyas, 2000


Jam keperawatan (Penelitian Tutuko, 1992) :
A1 = Gawat Darurat = 87 menit, SD = 19 menit.
A2 = Mendesak
= 71 menit, SD = 16 menit.
A3 = Tidak Mendesak = 34 menit, SD = 9 menit.
D x 365

TP =

Jumlah hari efektif x Jumlah jam kerja/hari


D = Jam keperawatan =

(A1 x Pasn/hr) + (A2 x Pasn/hr) + (A3 x Pasn/hr) + (3 shift/hr x adm time)

Adm time = Waktu adm yg dibutuhkan untuk pergantian shift


= 45 menit.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

155

Bila tk. Produktifitas = 75%, maka tenaga yg dibutuhkan =


TP + (TP x 25%) + 3 perawat (3 shift) + 1 perawat cuti/libur.
Untuk meningkatkan kualitas =
A1 + 1 SD, A2 + 1 SD, dan A3 + 1 SD.
Perawat Profesional = 67%,
Non profesional
= 33%.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

156

A x B x 365

TP =

Juml hari efektif/tahun x juml jam kerja/hari

Keterangan :
A = Jam keperawatan ICU = 11 12 jam/24 jam.
B = Sensus Harian = BOR x Juml Tempat Tidur.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

157

Rasio Tempat Tidur & Personil RS.


Permenkes No. 262/Menkes/Per/VII/79.
TIPE RS

TM / TT

TPP / TT

TNPP / TT

A&B
C
D

1 / (4 7)
1/9
1 / 15

(3 4) / 2
1/1
1/2

1/3
1/5
1/6

Khusus
TM
TPP
TNPP
TNON
TT

TNON /
TT
1/1
3/4
2/3

Disesuaikan

= Tenaga medis.
= Tenaga para medis.
= Tenaga non paramedis.
= Tenaga non perawatan.
= Tempat Tidur.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

158

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

159

Merupakan proses penyampaian informasi secara verbal


maupun non-verbal, untuk mencapai pengertian yg sama
antara pengirim & penerima.
Dalam bertukar pikiran lebih efektif bila :
Langsung
Tatap muka
Komunikasi dua arah
Sikap yg baik
Komunikasi yg baik merupakan ketrampilan utama &
penting bagi pimpinan keperawatan keberhasilan
pimpinan tergantung pada kemampuan berkomunikasi
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

160

Iklim Komunikasi
Harus harmonis dengan kultur Rumah Sakit.

Harus dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai-nilai positif.

Komunikasi digunakan untuk :


Mendukung visi, misi/pandangan organisasi keperawatan.
Menyampaikan kualitas keperawatan kepada customer.

Media :
Penampilan.
Catatan Keperawatan.
Pemasaran.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

161

Komunikasi terjadi antara atasan & bawahan terjadi


sesuatu yang penting.
Atasan harus :
# Mendengar apa yang dikatakan.
# Mengerti apa yang tidak dikatakan.
# Untuk memberi kepuasan.

1. Subyek tidak menarik/membosankan.


* Dengarkan informasi yg berguna.
* Saring & batasi.
* Bersikap menjadi orang yg menarik.
* Buat subyek menarik.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

162

2. Mengritik.
* Konsentrasi & cari yg penting & berguna.
* Jangan terlalu terangsang oleh subyek yg dibicarakan.
* Siap mental, argumentasi/sanggahan.
* Dengarkan ide pokok pembicaraan.
3. Menghindari kontak mata.
* Mengurangi kepercayaan.
* Ingat 60% dari pesan non-verbal.
4. Mendengarkan defensif.
bila isi pesan mengancam pendengar dengan
menyalahkan atau menghukum.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

163

1.
2.
3.
4.

Beri perhatian yg empati.


Mengerti isi pokok pembicaraan.
Seobyektif mungkin & terapkan kreativitasnya
Perhatikan dialek, cara berdiri, gerak-gerik, cara berpakaian
pembicara.
5. Bandingkan dengan emosi anda.
6. Penting siapa yg anda dengar :
* Yg selalu memberi informasi.
* Meringankan beban kerja.
* Menghemat waktu anda.
* Dengarkan yg sedang berdebat yg bersifat membangun
* Yg memaksa untuk mempertajam pendapat anda.
7. Ketahui berbagai macam orang yg ingin mendengar anda.
8. Situasi.
9. Belajar mengenal diri.
10. Keramahan.
5/24/2016
www.thrysna.blogspot.com
164
11. Menganalisa
apa yg telah
dikatakan.

Ketrampilan mendengar dan merespon :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Berperan sebagai pendengar aktif.


Jaga kontak mata.
Hindari kata-kata yang menghakimi.
Kata-kata singkat sehingga mengerti pembicaraan.
Uraikan konteks pembicaraan dengan klarifikasi.
Pertanyaan untuk memperjelas.
Empati untuk menunjukkan & berbagi perasaan.
Berikan umpan balik personal.
Rangkum isi pembicaraan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

165

Keterampilan bersikap Asertif :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Belajar berkata tidak.


Belajar cara menggunakan pernyataan saya
Gunakan kontak mata.
Gunakan bahasa tubuh yg asertif.
Lakukan penolakan secara damai.
Hindari manipulasi.

7. Cobalah berespon, bukan bereaksi.


Media :
1. Pertemuan.
2. Penyelia/Ka Tim/PJ. Shift.
3. Pertanyaan.
4. Komunikasi Lisan.
5. Komunikasi Tertulis.
6. Wawancara.
7. Publikasi organisasi.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

166

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

167

Adalah suatu metode memperoleh dan memproses


informasi yg diperlukan untuk memperbaiki penampilan
& pencapaian kerja individu/karyawan.

Tujuan Evaluasi Kinerja secara Reguler :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
5/24/2016

Membantu kepuasan karyawan.


Kinerja kurang baik dapat diperbaiki.
Identifikasi untuk promosi/naik gaji.
Karyawan penugasan khusus.
Memperbaiki komunikasi supervisor & karyawan.
Kebutuhan pelatihan/bimbingan khusus.
www.thrysna.blogspot.com

168

Sistem Kontrol atau Evaluasi Keperawatan yg Baik :


1.

Membentuk kepercayaan & komitmen pada sistem kontrol


dengan menggunakan sistem komunikasi efektif.

2.

Menjelaskan sasaran organisasi dan individu.

3.

Membandingkan harapan & penampilan.

4.

Memperbaiki pengembangan organisasi dengan


menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan
pada staffing, sistem pemberian asuhan dan kualitas
asuhan.

5.

Meningkatkan pengembangan personil.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

169

Penilaian penampilan kerja terdiri dari :

Membandingkan standar dan sasaran yg ada dengan yg


sudah ditentukan.
Melihat perkembangan.
Mendapatkan umpan balik yg terus menerus antar
penilai dan orang yg dinilai.
Merencanakan untuk mendukung, menghilangkan, atau
mengkoreksi perilaku yg diidentifikasi bila perlu.

METODA PENGUKURAN PENAMPILAN KERJA :


1. Penilaian informal : terjadi pada hal-hal rutin dan terdiri dari :

Observasi penampilan kerja pada fungsi individu dan


keluarga.
Kadang-kadang bertatap muka atau bekerjasama
dengan karyawan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

170

Respon karyawan dalam pertemuan

Memperhatikan reaksi karyawan terhadap pasien,

anggota keluarga, staf.


Memperhatikan efek tindakan karyawan pada pasien,
keluarga personil dan lingkungan.
Selama Penilaian Informal :
Secara spontan dijelaskan kepada karyawan bahwa
tindakannya baik/buruk atau dapat ditanyakan apa efek
pekerjaannya.
Dapat dengan cepat menganjurkan penampilan kerja yg
diinginkan sebelum menjadi kebiasaan.
Data perilaku pada penilaian informal dapat merupakan
informasi yg valid untuk laporan formal.
Nurse Manager dapat mencatat perilaku yg penting dan
menyimpannya sebagai acuan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

171

2.

Penilaian formal
Paling baik dapat dicapai dengan mengumpulkan fakta

yang obyektif secara teratur.


Dijumlahkan untuk melihat perbedaan apa yang
diharapkan dan apa yg terjadi sekarang.

Ruang lingkup Observasi :

Sikap.
Ketrampilan.
Pengetahuan.
Hubungan antar individu.
Tanggung jawab.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

172

Prinsip-prinsip Evaluasi agar akurat & tepat :


Validitas : berdasarkan standar perilaku yg diharapkan.
Memadai & mewakili : hindari yg hanya berpusat pada
satu peristiwa.
3. Pelaksana memahami format penilaian sehingga sudut
pandang sama.
4. Penilai jelas menentukan hasil penilaian.
5. Yg perlu diperbaiki jelas sesuai prioritas sehingga hasil
efektif.
6. Hasilnya perlu diberitahu kedua belah pihak siap.
1.
2.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

173

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

174

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

175

Sekelompok orang yg bekerja sama untuk


mencapai tujuan bersama yg bertemu secara
reguler utk mengidentifikasi & memecahkan
masalah serta menyempurnakan proses yg
bekerjasama berinteraksi secara terbuka dan
efektif dan yg memberikan hasil ekonomik &
motivasional yg diharapkan organisasi.
(Stamatis, 1996).

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

176

Pemikiran 2 org/lebih cenderung lebih baik.


Konsep sinergi : hasil tim jauh lebih baik dp juml
anggota tim.
Anggt tim saling mengenal, saling percaya shg
saling membantu
Menyebabkan komunikasi terbina dg baik.

1.
2.
3.
4.

Ada kesepakatan thdp misi Tim.


Semua anggt mentaati peraturan Tim.
Ada pembagian tanggung jawab & wewenang yg adil.
Orang beradaptasi dg perubahan.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

177

1. Organisasi secara keseluruhan (budaya).


Filosofi organisasi.
Reward & pengelolaannya.
Harapan & Norma.

2. Tim itu sendiri.


Manajemen pertemuan.
Peran & tanggung jawab.
Manajemen konflik.

Prosedur operasi.
Pernyataan Misi.

3. Para individu anggota tim.


Kesadaran diri.
Apresiasi terhadap perbedaan individual.
Empati.
Caring (perhatian).
5/24/2016
www.thrysna.blogspot.com

178

1. Saling ketergantungan.
2. Perluasan tugas.
3. Penjajaran.
4. Bahasa yg umum.
5. Kepercayaan/respek.
6. Kepemimpinan/keanakbuahan dibagi rata.
7. Ketrampilan pemecahan masalah.
8. Ketrampilan menangani konflik.
9. Penilaian/tindakan.
10. Perayaan.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

179

1. Mengajak orang lain menjadi pemain Tim.


2. Mengambil tanggung jawab utk kerja sama Tim
3. Selalu siap berbagi pengetahuan & informasi
baru.
4. Berjuang utk keberhasilan Tim.
5. Tetap terbuka terhadap ide-ide baru & berbeda.
6. Tetap yakin bhw kerja sama Tim tidak selalu
berfungsi sempurna.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

180

Adalah upaya memberikan otonomi,


wewenang, dan kepercayaan kpd setiap
individu dlm organisasi serta mendorong utk
kreatif agar dapat menyelesaikan tugas
sebaikmungkin.

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

181

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dpt memberikan respon langsung thdp kebutuhan


pelanggan secara cepat.
Dpt memberikan respon langsung pd pelanggan yg
tidak puas.
Karyawan akan memiliki rasa memiliki yg tinggi
dan merasa berarti.
Bisa berinteraksi dg pelanggan lebih hangat dan
antusias.
Dapat menjadi dumber ide jasa/layanan yg handal.
Lembaga bisa mendapatkan iklan dari mulut ke
mulut yg positif dan pelanggan yg kembali tinggi.
5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

182

5/24/2016

www.thrysna.blogspot.com

THD
183 24