Anda di halaman 1dari 27

KIMIA INTI

Emmy Yuanita

Nuklida dan Nukleon


Perhatikan Notasi Unsur berikut ini
A
Z

Nomor atom (Z) = jumlah proton


Nomor massa (A) = jumlah proton dan
neutron

Inti merupakan bagian dari atom : proton


(bermuatan positif) dan neutron
(netral/tdak bermuatan) = keduanya
disebut nukleon
Jika inti mempunyai jumlah nukleon tertentu
disebut nuklida, yaitu atom tanpa elektron
pada kulit-kulitnya
Contoh :
9
23
4Be ; 16
8 O ; 11Na
Tentukan Jumlah Nukelon, nuklida unsur diatas

Penggolongan Nuklida
Isotop

Contoh: 82Pb204, 82Pb206, 82Pb207,82Pb208

Isobar

kelompok nuklida dengan A sama

Contoh: 6C14, 7N14, 8O14

Isoton

kelompok nuklida dengan Z sama

kelompok nuklida dengan N sama

Contoh: 1H3, 2He4

Isomer

inti nuklida dengan A dan Z sama


tetapi berbeda dalam tingkat energinya

Contoh: Co60m, Co60

5 Kelompok nuklida berdasar kestabilan dan proses


pembentukannya di alam
Nuklida

stabil secara alamiah tidak mengalami


perubahan A maupun Z, misal: 1H1, 6C12, 7N14
Radionuklida alam primer radionuklida yang
terbentuk secara alamiah dan bersifat radioaktif.
Disebut primer karena waktu paruh panjang
sehingga masih bisa ditemukan sampai sekarang.
Contoh: 92U238 dengan waktu paruh=4,5x109 th
Radionuklida alam sekunder radiaktif dan
dapat ditemukan dialam. Waktu paruh pendek,
tidak dapat ditemukan di alam, tetapi dapat
dibentuk secara kontinu oleh radionuklida alam
primer, misal 90Th234 dengan waktu paruh 24 hari.

Radionuklida

alam terinduksi Misal


14 yang dibentuk karena interaksi sinar
6C
kosmik dan nuklida 7N14 di atmosfir.

Radionuklida

buatan merupakan
radionuklida yang terbentuk tidak secara
alamiah, tetapi hasil sintesis.

Kestabilan inti

Dapat dipertimbangkan melalui sudut pandang


kinetik dan termodinamis.
Kestabilan termodinamis:

Energi potensial suatu nukleus dibandingkan dengan


jumlah energi potensial komponen-komponennya
(proton & neutron)

Kestabilan kinetik:

Peluang suatu inti mengalami dekomposisi untuk


membentuk nukleus baru (peluruhan radioaktif)

Kestabilan inti
Nuklida

(stabil:
Bila tidak mengalami perubahan selama 1021 tahun atau lebih.
Nuklida tidak stabil:

Berubah spontan menjadi nuklida lain yang lebih stabil.


Perubahan itu diikuti oleh pelepasan (peluruhan) partikel
dalam bentuk sinar/radiasi (sinar radioaktif).
Unsurnya: unsur radioaktif
Contoh:
32

32

P 16S + -1e

15

Kestabilan inti

Kestabilan inti ditentukan oleh: jumlah proton &


neutronnya
Inti stabil:

Jumlah proton atau neutron atau keduanya mendekati


bilangan 2 (He), 8 (O), 20 (Ca), 50 (Sr),82 (Ce) dan 126
(Bi)
Dilihat dari perbandingan neutron & proton (N/z=1) pita
kestabilan

Teori kestabilan inti:

Teori pasangan nukleon


Teori perbandingan neutron-proton

ENERGI IKAT
Massa

partikel dasar atom (proton, neutron,


elektron) dalam keadaan bebas lebih besar
dibandingkan dengan setelah bergabung
menjadi atom.
Perbedaan itu: kehilangan massa (massa
yang telah berubah menjadi energi ikat).
Energi ikat: energi yang diperlukan untuk
menguraikan suatu inti menjadi nukleonnya
yang bebas.
Massa berubah menjadi energi.

Contoh
energi

ikat dalam inti (Eb):

Eb = kehilangan massa x 931,5 MeV


Eb = m x 931,5 MeV
Contoh:

tentukan energi ikat inti 12C yang


mempunyai m = 0,098940 amu
Jawab:
Eb = 0,098940 x 931,5 MeV
Eb = 92,163 MeV

atau:

ENERGI IKAT (contd)


Energi

ikat: bertambah besar jika inti semakin


besar, tetpi tidak berarti energi ikat antar nukleon
bertambah.
Energi ikat rata-rata tiap nukleon = Eb
A
Contoh: energi ikat tiap nukleon 12C adalah:
Eb = 92,163 MeV = 7,608 MeV
A
12
Inti yang amat kecil dan yang besar tidak stabil,
sehingga masing-masing cenderung bergabung
dan membelah

Transformasi Inti
Merupakan

perubahan suatu elemen menjadi

elemen lain
Inti dapat berubah/bereaksi jika: ditembak
dengan partikel yang lebih kecil seperti neutron,
proton, alfa.
Transformasi inti menggunakan alat yang
disebut particle accelerator : memberi kecepatan
yang tinggi pada partikel yang akan ditembakkan
pada elemen target.

Transformasi Inti
Contoh

particle accelerator: cyclotron & linear


accelerator
Reaksi penembakan inti akan menghasilkan inti
baru
Contoh:
penembakan nitrogen dengan partikel
akan menghasilkan nuklida oksigen
14

7N

+ 2He

17

8O

REAKSI INTI
Merupakan
Contoh:

14

reaksi perubahan inti

7N

+ 2He

17

8O

Pada

reaksi di atas, partikel alfa (42He) disebut


partikel penembak, & proton (11H) sebagai partikel
luruhan
Ringkasan reaksi: 147N (, p) 178O
Reaksi

inti harus mengikuti hukum kekekalan


massa & muatan: jumlah massa & muatan
sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

Reaksi Inti cont

Contoh: selesaikan reaksi inti di bawah ini:


24
12

27

Mg + 14Si + 0n

Jawab:
massa & muatan sebelah kiri & kanan yaitu:
massa: 24 + = 27 +1
muatan: 12 + = 14 + 0
Jadi, partikel penembak harus bermassa 4 & muatan 2 yaitu
4 He, sehingga reaksinya:
2
24

27
12

Mg + 2He 14Si + 0n

Jenis Reaksi Inti :

Transformasi inti: perubahan inti


karena ditembak partikel berenergi
tinggi sehingga menghasilkan inti
baru yang disertai partikel luruhan.
Pembelahan inti: reaksi yang
mengubah inti besar yang tidak
stabil menjadi beberapa inti yang
lebih kecil.
Penggabungan inti: reaksi
penyatuan beberapa inti yang
kecil menjadi satu inti yang lebih
besar.

Contoh:
32

15P

Contoh:

235

92U

32

+ 0n

16S

13

+ 0n

56Ba

-1

94

36Kr

+ 3 0n

Contoh:

1H
2

1H

+ 1H
1

+ 1H

1H

+ 1e

2He

3
2He

+ 1H

2He

+ 1e

4 1H

2He

+ 2 1e +

Jenis Peluruhan Radioaktif


Peluruhan

alfa
Peluruhan beta
Peluruhan gamma (transisi isomerik)
Pembelahan spontan
Pemancaran netron
Pemancaran netron terlambat

Peluruhan alfa
Partikel

alfa terdiri atas 2 proton dan dua


netron (partikel relatif besar).
Agar suatu nuklida mampu melepaskan
partikel alfa, inti harus relatif besar.
Contoh:
210
206 + He4.
84Po
82Pb
2

Peluruhan beta
3

jenis peluruhan beta:


Pemancaran negatron (beta negatif)
Pemancaran positron (beta positif)
Penangkapan elektron (electron capture, EC).

Contoh:
19

K40 20Ca40 + -10;

Pemancaran negatron terjadi jika n/p > isobar yang lebih stabil, maka
dalam inti terjadi perubahan 1 n menjadi 1 p : 0n1 1H1 + -10 +

Se44 20Co44 + +10.


44 + e0
44
22Ti
-1
21Se .
21

Peluruhan Gamma (transisi isomerik)


Transisi

diantara isomer inti.


Seringkali suatu inti berada pada tingkat
kuantum diatas tingkat dasarnya
(metastabil).
Waktu paruh transisi isomerik kebanyakan
dalam orde <10-6 detik.
Contoh:
60m
60 +
27Co
27Co

Pembelahan spontan
Peluruhan

dengan pembelahan spontan


hanya terjadi pada nuklida sangat besar.
Nuklida yang sangat besar membelah diri
menjadi 2 nuklida yang massanya hampir
sama disertai pelepasan beberapa netron.
Contoh:
254
108 +
142 + 4 n1
98Cr
42Mp
56Ba
0

Pemancaran netron
Prose

peluruhan ini terjadi pada nuklida


yang memiliki kelebihan netron relatif
terhadap inti yang stabil.
Contoh:
87
86 + n1
36Kr
36Kr
0

Jenis radiasi yang dipancarkan


Partikel
dasar

Massa
relatif

Muatan

Simbol

Jenis

Alfa

+2

, 2He4

Partikel

Negatron
(beta)

-1

-, -1e0

Partikel

Positron

+1

+, +1e0

Partikel

Gamma

Gelomban
g
elektroma
gnet

Proton

+1

p1, 1H1

Partikel

Netron

n1

Partikel

Kinetika reaksi inti dan waktu paruh


N0 dan diketahui maka dapat dihitung
radionuklida N pada tiap waktu t.
Daftar tetapan peluruhan tidak ada, yang ada
daftar waktu paruh nuklida sudah dikenal.
Jika t = t, maka N = N0
Jika

ln N0/N0 = - t
2,303 log No/N = t
t = ln 2
t = 0,693 t = 0,693/

Contoh

Jika diketahui waktu paruh unsur radioaktif


Bismuth-210 adalah 5,00 hari, hitunglah
Tetapan

peluruhan (dlm s-1)


waktu yang diperlukan agar bismuth dari 0,016 gram
meluruh menjadi 0,001 mg

Jawab

= 0,693/ 5x24x60x60 = 1,6 x 10-6 s-1


2,303 log No/N = t1/2

t1/2

= 2,303 log 0,016/0,001 = 2,773

t1/2 = 2,773/ 1,6 x 10-6 = 1733180,2 detik = 20 hari

Aplikasi Reaksi Inti dan Keradioaktifan


Reaksi

inti (fusi dan fisi) sebagai penghasil energi

listrik.
Penentuan umur (dating) batuan atau fosil.
Dalam bidang kimia:

Analisis pengenceran isotop


Analisis pengaktifan netron sebagai perunut dalam
menentukan mekanisme reaksi kimia.

Dalam

bidang kedokteran, radioisotop digunakan


sebagai perunut dalam terapi kanker.
Dalam bidang pertanian, radioisotop digunakan
sebagai perunut dan juga untuk memperoleh bibit
unggul (pemuliaan tanaman).