Anda di halaman 1dari 32

NANOPARTIKEL:

PENGHANTARAN OBAT
@Dhadhang_WK
Laboratorium Farmasetika Unsoed

4/16/2013

Keunikan Sifat dalam Dimensi


Nanometer
Partikel tembaga yang memiliki diameter 6
nm menunjukkan kekerasan 5 kali lebih
besar daripada tembaga ukuran besar
 Keramik yang umumnya mudah pecah
dapat dibuat menjadi fleksibel jika ukuran
bulir direduksi ke dalam skala nanometer
 Cadmium selenida (CdSe) dapat
menghasilkan warna yang berbeda-beda
dengan hanya mengontrol ukuran partikel


4/16/2013

Keunikan Sifat dalam Dimensi


Nanometer


Nanopartikel yang berukuran sangat kecil


juga memperlihatkan sifat magnetik dan optik
yang unik.
Nanopartikel magnetik dapat ditempelkan ke
antibodi yang kemudian diarahkan dengan
medan magnet ke arah sel tumor.
Dengan medan magnetik, partikel tersebut
dapat dipanaskan secara lokal (pemanasan di
lokasi yang sangat kecil) sehingga dapat
membunuh sel tumor yang berada di sekitar
partikel itu saja tanpa merusak sel-sel
lainnya.
4/16/2013

Pendahuluan
Nanopartikel merupakan partikel koloid kecil
yang dibuat dari polimer non-biodegradabel dan
biodegradabel.
 Diameternya umumnya sekitar 200 nm.
 Secara umum nanopartikel dapat dibedakan
menjadi dua tipe:


nanospheres, yang merupakan sistem matriks


nanocapsules, yang merupakan sistem reservoir
terdiri dari membran polimer yang mengelilingi suatu
intii berminyak atau berair


Pendekatan ini cukup atraktif karena metode


pembuatan partikel relatif sederhana dan mudah
untuk diperbesar skalanya.
4/16/2013

Gambar skematik suatu nanosphere (A)


dan suatu nanocapsule (B).

4/16/2013

Pendahuluan



Partikel yang terbentuk cukup stabil dan


mudah dikering-bekukan.
Karena alasan ini, berkembanglah
nanopartikel yang dibuat dari polimer
biodegradabel untuk penghantaran obat
Nanopartikel dapat mencapai target jaringan
beberapa obat (antibiotik, sitostatik, peptida,
dan protein
Selain itu, nanopartikel dapat melindungi obat
terhadap degradaasi kimia dan enzimatik,
serta dapat menurunkan efek samping
beberapa obat.
4/16/2013

Ukuran beberapa bahan

4/16/2013

Permukaan Nanopartikel
Nanopartikel dapat menunjukkan sifat
adhesi yang kuat karena meningkatnya
daerah kontak untuk gaya van der Waals
 Jumlah molekul yang ada pada permukaan
partikel meningkat seiring menurunnya
ukuran partikel


4/16/2013

% Molekul permukaan dalam Partikel

4/16/2013

Kecepatan pengendapan partikel &


gerakan Brownian Particles

4/16/2013

10

Nanopartikel Suspensi dan


Pengendapan
Karena

ukuran nanopartikel yang kecil, maka


cukup mudah untuk menjaga partikel-partikel
tersebut tersuspensi dalam cairan
Mikropartikel akan lebih mudah mengendap
karena gaya gravitasi, di mana gaya gravitasi
lebih kecil ditemukan pada suatu nanopartikel
Untuk nanopartikel, gaya gravitasinya tidak
sekuat gerakan randomnya. Oleh karena itu,
suspensi nanopartikel tidak mengendap, yang
akan memberikan waktu tinggal lama
a microparticle suspension cannot be
used for injection
4/16/2013

11

Nanoemulsi
Nanoemulsi merupakan dispersi minyak dan air
yang transparan stabil (translucent) secara
termodinamika yang distabilkan oleh suatu
lapisan antarpermukaan molekul surfaktan dan
kosurfaktan yang mempunyai ukuran droplet
kurang dari 100 nm.
 Beberapa studi menunjukkan bahwa formulasi
nanoemulsi memperbaiki kemampuan in vitro
penghantaran transdermal dan dermal, sama
baiknya dengan in vivo jika dibandingkan dengan
formulasi topikal konvensional seperti emulsi.


4/16/2013

12

Teknik pembuatan nanoparticle

4/16/2013

13

Energy Need (Bond Work Index) for Reducing


Size of 11-mm
mm--Diameter Particles

it is very energy intensive to go down to


nanoparticles-size range

4/16/2013

14

Variation of the particle size as the


antisolvent

4/16/2013

15

PEARL/BALL-MILLING
PEARL/BALLTECHNOLOGY

4/16/2013

16

SPRAY--DRYING
SPRAY

4/16/2013

17

PRODUCTION IN HOTHOT-MELTED
MATRICES

4/16/2013

18

DIRECT COMPRESS

4/16/2013

19

Ringkasan metode yang berbeda untuk membuat nanospheres


dan nanocapsules dari suatu polimer. W/O: water-in-oil, O/W: oilin-water, W/O/W: water-in-oil-in-water.

4/16/2013

20

Drug incorporation models for solid


lipid nanoparticles.

4/16/2013

21

Karakterisasi nanomaterial
Karakterisasi SEM
 Karakterisasi TEM
 Karakterisasi AFM
 Karakterisasi sinar-X
 Karakterisasi DMA


4/16/2013

22

Karakterisasi SEM


SEM (Scanning Electron Microscope)


merupakan salah satu jenis mikroskop
elektron yang menggunakan berkas elektron
untuk menggambar profil permukaan benda.
Prinsip kerja SEM adalah menembakkan
permukaan benda dengan berkas elektron
benergi tinggi. Permukaan benda yang dikenai
berkas elektron akan memantulkan kembali
berkas tersebut atau menghasilkan elektron
skunder ke segala arah.
Tetapi ada satu arah di mana berkas
dipantulkan dengan intensitas tertinggi.
4/16/2013

23

Penentuan distribusi ukuran partikel







Ketika kita amati foto SEM untuk sampel


partikel, tampak bahwa ukuran partikel
bervariasi dari yang sangat kecil hingga yang
cukup besar.
Hampir tidak mungkin membuat partikel
dengan ukuran seragam (monodispersi).
Ketika para ahli mengatakan berhasil
membuat partikel monodispersi, yang
mereka buat sebenarnya adalah partikel
polidispersi tetapi sebaran ukuran
partikelnya sangat sempit.
4/16/2013

24

Penentuan distribusi ukuran partikel








Secara umum, ukuran partikel yang kita buat hampir


dipastikan polidispersi.
Ketika berhadapan dengan partikel demikian,
pertanyaan menarik selanjutnya adalah bagaimana
distribusi ukuran, berapa ukuran rata-rata, berapa
deviasi standarnya, berapa % partikel yang ukurannya
antara satu nilai diameter ke nilai diameter lainnya?
Informasi-informasi ini sangat penting karena ketika
ukuran berada dalam orde nanometer, sifat partikel
sangat ditentukan oleh ukuran dan distribusi ukuran.
Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah
menggunakan foto SEM dari partikel-partikel tersebut.
Untuk keperluan ini kita perlu memahami penggunaan
beberapa program sederhana dalam Windows seperti
Paint, MS Excel, dan program aplikasi OriginLab.
4/16/2013

25

Karakterisasi TEM


Transmission Electron Microscope (TEM)


merupakan alat yang paling teliti yang
digunakan untuk menentukan ukuran partikel
karena resolusinya yang sangat tinggi.
Partikel dengan ukuran beberapa nanometer
dapat diamati dengan jelas menggunakan TEM.
Bahkan dengan high resolution TEM (HRTEM) kita dapat mengamati posisi atom-atom
dalam partikel.
Dalam pengoperasian TEM, salah satu tahap
yang paling sulit dilakukan adalah
mempersiapkan sampel. Sampel harus setipis
mungkin sehingga dapat ditembus elektron.
4/16/2013

26

Karakterisasi AFM
Atomic Force Microscope (AFM)
termasuk mikroskop canggih yang
sederhana pengoperasiannya.
 Prinsip kerja AFM sangat sederhana dan
dapat dipahami hanya dengan konsepkonsep fisika dasar.
 AFM tidak memerlukan sistem vakum,
tegangan tinggi, maupun fasilitas pendingin
(cryogenic) seperti pada SEM dan TEM.


4/16/2013

27

Non-contact mode AFM


images of SLNs at scan
ranges of (A) 50 m; (B)
25 m; and (C) 5 m.

4/16/2013

28

Karakterisasi sinarsinar-X






Sinar-X adalah gelombang elektromagnetik


dengan panjang gelombang sekitar 1 A (10-10
m).
Panjang gelombang ini kira-kira = jarak antara
atom dalam kristal.
Oleh karena itu sinar-X dapat didifraksi oleh
atom-atom dalam material berbentuk kristal.
Dengan mengamati pola difraksi sinar-X yang
dihasilkan suatu material maka struktur kristal
material tersebut dapat ditentukan.
4/16/2013

29

Karakterisasi DMA


Differential Mobility Analyzer (DMA) merupakan alat


yang dapat digunakan untuk menentukan distribusi
ukuran partikel aerosol (partikel di udara).
DMA dapat digunakan untuk mengukur distribusi
partikel dari ukuran sekitar 2 nm hingga ratusan
nanometer.
Prinsip kerja DMA adalah memberi muatan pada
partikel aerosol kemudian memasukkan ke dalam ruang
yang mengandung medan listrik. Partikel kemudian
mendapat gaya listrik akibat adanya muatan.
Gaya tersebut menimbulkan kecepatan dalam arah
sejajar medan yang berimplikasi pada munculnya gaya
gesekan oleh udara (gaya Stokes) akibat adanya
viskositas udara.
Kedua gaya tersebut pada akhirnya mencapai
keseimbangan dan partikel selanjutnya bergerak dengan
kecepatan konstan (terminal) dalam arah sejajar medan.
4/16/2013

30

Karakterisasi DMA
Besar kecepatan terminal partikel
bergantung pada mobilitas partikel
tersebut.
 DMA membedakan partikel berdasarkan
mobilitasnya.
 Jika semua partikel memiliki muatan yang
sama, maka mobilitas menentukan ukuran
partikel. Dengan demikian, pada akhirnya
DMA dapat digunakan untuk menentukan
distribusi ukuran partikel aerosol.


4/16/2013

31

Conclusion
 Nanopartikel

memiliki sifat yang unik:


Ukuran kecil
Luas permukaan yang tinggi
Mudah disuspensikan dalam cairan
Akses yang mendalam ke dalam sel dan organel
Partikel lebih kecil dari 200 nm lebih mudah
disterilisasi dengan filtrasi menggunakan suatu
penyaring 0,22 m
 Lebih sulit untuk membuat nanopartikel yang lebih kecil
dari obat dibandingkan dengan material yang keras
 Nanopartikel
obat dapat diproduksi baik dengan
penggerusan macroparticles atau dengan presipitasi cepat
dari larutan
4/16/2013

32