Anda di halaman 1dari 2

DIAGNOSIS TB EKSTRA PARU

No.Dokumen
No. Revisi
Tgl Terbit
Halaman

SPO

Hj.A.Murti,SKM
NIP:19641231198603
2123

PEMERINTAH
KAB.BONE
1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan
4. Referensi

Diagnosis TB ekstra paru merupakan kegiatan untuk menegakkan


diagnosis TB ektra Paru pada pasien dewasa yang dicurigai menderita
TB eksta Paru (suspek), oleh staf medis dokter penanggungjawab di
Puskesmas
Sebagai acuan tatalaksana penegakan diagnosis TB ekstra Paru pada
pasien dewasa yang dicurigai menderita TB ekstra Paru untuk
menemukan pasien TB ekstra Paru
SK Kepala Puskesmas.
Depkes RI Ditjen PPM dan PL, Penemuan dan Pengobatan pasien TB,
Jakarta, 2012

5. Alat dan Bahan


6. Langkah-Langkah
Bagan Alir
1. Penegakan diagnosis pasien TB ekstra
Paru didasarkan pada saat petugas
melakukan :
a. Anamnesis ( keluhan utama,
riwayat
kesehatan
sekarang,
riwayat penyakit dahulu dan
riwayat kesehatan keluarga )
b. Pemeriksaan fisik yang mendukung
c. Hasil pemeriksaan organ lain yang
terkena selain paru (kelenjar,
tulang, sendi, usus, saluran kemih,
alat kelamin, dll)
2. Diagnosis pasti sering sulit ditegakkan
sedangkan diagnosis kerja dapat
ditegakkan berdasarkan gejala klinis
yang kuat dengan menyingkirkan
kemungkinan penyakit lain.
3. Petugas melakukan pengambilan bahan
pemeriksaan dan ketersediaan alat-alat
diagnostic, misalnya uji mikrobiologi,
patologi anatomi, serologi, foto
thoraks, dll
7. Hal-hal yang perlu
diperhatikan
8. Unit terkait

Gejala Klinis TB (gejala umum dan gejala tambahan)

9. Dokumen terkait

1.

1.
2.
3.
4.
5.

Poli Umum
UGD
KIA
Rawat Inap
Masyarakat