Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Benson memperkenalkan tehnik respons relaksasi yaitu suatu tehnik pengobatan
untuk menghilangkan nyeri, insomnia (tidak bisa tidur) atau kecemasan. Cara pengobatan
ini merupakan bagian pengobatan spiritual. Pada tehnik ini pengobatan sangat fleksibel
dapat dilakukan dengan bimbingan mentor, bersama-sama atau sendiri. Tehnik ini
merupakan upaya untuk memusatkan perhatian pada suatu fokus dengan menyebut
berulang-ulang kalimat ritual dan menghilangkan berbagai pikiran yang mengganggu.
Tehnik ini dilakukan dengan bantuan mentor satu pasien satu mentor, dilakukan setengah
jam dua kali sehari.
Fokus terapi benson adalah

kesejahteraan yang berhubungan dengan tubuh,

pikiran dan spirit. Terapi benson bertujuan untuk memusatkan perhatian pada suatu
fokus dengan menyebut berulang-ulang kalimat ritual dan menghilangkan berbagai
pikiran yang mengganggu..Melegakan stress untuk penyakit darah tinggi, penyakit
jantung, susah hendak tidur,sakit kepala disebabkan tekanan dan asthma. Membantu
orang menjadi rileks, dan dengan demikian dapat memperbaiki berbagai aspek kesehatan
fisik.Membantu individu untuk dapat mengontrol diri dan memfokuskan perhatian
sehingga ia dapat mengambil respon yang tepat saat berada dalam situasi yang
menegangkan.
Pelatihan relaksasi Benson cukup efektif untuk memunculkan keadaan tenang dan
relaks dimana gelombang otak mulai melambat akhirnya membuat seseorang dapat
istirahat dengan tenang. Hal ini terjadi ketika subjek mulai merebahkan diri dan
mengikuti instruksi relaksasi yaitu pada tahap pengendoran otot dari bagian kepala
hingga bagian kaki. Selanjutnya dalam keadaan relaks mulai untuk memejamkan mata,
saat tersebut frekuensi gelombang otak yang muncul mulai melambat, dan menjadi lebih
teratur. Tahap ini subjek mulai merasakan relaks dan mengikuti secara pasif keadaan
relaks tersebut sehingga menekan rasa tegang dan nyeri (Datak, 2008).
Keuntungan dari relaksasi Benson selain mendapatkan manfaat dari relaksasi juga
mendapatkan kemanfaatan dari penggunaan keyakinan seperti menambah keimanan, dan
kemungkinan akan mendapatkan pengalamanpengalaman transendensi. Individu yang
mengalami ketegangan dan kecemasan yang bekerja adalah sistem saraf simpatis,
sedangkan pada waktu relaksasi yang bekerja adalah sistem saraf parasimpatis, dengan

demikian relaksasi dapat menekan rasa tegang, cemas, insomnia, dan nyeri (Datak,
2008).
B. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar terapi benson
2. Tujuan Khusus
a. Mampu mengetahui definisi terapi benson
b. Mampu mengetahui fokus terapi benson
c. Mampu mengetahui kategori terapi benson
d. Mampu mengetahui jenis-jenis terapi benson
e. Mampu mengetahui peran perawat dalam terapi benson
C. Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami buat dengan menggunakan searcing internet, diskusi
kelompok dan mengambil referensi dari buku.

BAB II
PEMBAHASAN
TERAPI BENSON

A. Definisi terapi benson


Relaksasi Benson yaitu suatu tehnik pengobatan untuk menghilangkan nyeri,
insomnia (tidak bisa tidur) atau kecemasan. Cara pengobatan ini merupakan bagian
pengobatan spiritual. Pada tehnik ini pengobatan sangat fleksibel dapat dilakukan dengan
bimbingan mentor, bersama-sama atau sendiri. Tehnik ini merupakan upaya untuk
memusatkan perhatian pada suatu fokus dengan menyebut berulang-ulang kalimat ritual
dan menghilangkan berbagai pikiran yang mengganggu. Tehnik pengobatan ini dapat
dilakukan setengah jam dua kali sehari
Relaksasi Benson adalah salah satu cara untuk mengurangi nyeri dengan mengalihkan
perhatian kepada relaksasi sehingga kesadaran klien terhadap nyeri-nya berkurang,
relaksasi ini dilakukan dengan cara menggabungkan relaksasi yang diberikan dengan
kepercayaan yang dimiliki klien.
Relaksasi adalah suatu prosedur untuk membantu individu berhadapan pada situasi yang penuh
stress. Respon relaksasi adalah salah satu teknik meditasi sederhana untuk mengatasi tekanan dan meraih
ketenangan hidup Tehnik ini merupakan upaya untuk memusatkan perhatian pada suatu
fokus dengan menyebut berulang-ulang kalimat ritual dan menghilangkan berbagai
pikiran yang mengganggu. Tehnik ini dilakukan dengan bantuan mentor satu pasien satu
mentor, dilakukan setengah jam dua kali sehari. Langkah-langkah tindakan dilakukan
sebagai berikut:
1. Memilih kalimat ritual yang akan digunakan.
2. Mempersilahkan pasien mengambil posisi duduk santai/rileks.
3. Menganjurkan pasien menutup mata.
4. Mengajurkan pasien mengendurkan otot-otot seluruh tubuh
5. Menganjurkan pasien bernapas secara alamiah. Mulai mengucapkan kalimat ritual
yang dibaca secara berulang-ulang dan khidmat.
6. Memberitahukan pasien bahwa bila ada pikiran yang mengganggu, kembalilah
fokuskan pikiran pada pernapasan dan kata tidur.
7. Menganjurkan pasien melakukan tindakan ini selama 30 menit.
8. Mengingatkan pasien jika berhenti jangan langsung membuka mata dan berjalan,
tetapi duduklah dulu dan beristirahat. Buka pikiran kembali. Barulah berdiri dan
melakukan kegiatan kembali.
B. Focus terapi benson
Alasan yang paling umum orang menggunakan terapi benson adalah untuk
meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan/wellness. Wellness mencakup kesehatan
optimum seseorang, baik secara fisik, emosional, mental dan spiritual.
Fokus terapi benson adalah kesejahteraan yang berhubungan dengan tubuh,
pikiran dan spirit. Terapi benson bertujuan untuk memusatkan perhatian pada suatu
fokus dengan menyebut berulang-ulang kalimat ritual dan menghilangkan berbagai

pikiran yang mengganggu..Melegakan stress untuk penyakit darah tinggi, penyakit


jantung, susah hendak tidur,sakit kepala disebabkan tekanan dan asthma. Membantu
orang menjadi rileks, dan dengan demikian dapat memperbaiki berbagai aspek kesehatan
fisik.Membantu individu untuk dapat mengontrol diri dan memfokuskan perhatian
sehingga ia dapat mengambil respon yang tepat saat berada dalam situasi yang
menegangkan.
Tujuan terapi benson adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara
pertukaran gas, mencegah atelektasi paru, meningkatkan efesiensi batuk, mengurangi
stress baik stress fisik maupun emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri dan
menurunkan kecemasan.

C. Kategori terapi benson


Pelatihan relaksasi Benson cukup efektif untuk memunculkan keadaan tenang dan
relaks dimana gelombang otak mulai melambat akhirnya membuat seseorang dapat
istirahat dengan tenang. Hal ini terjadi ketika subjek mulai merebahkan diri dan
mengikuti instruksi relaksasi yaitu pada tahap pengendoran otot dari bagian kepala
hingga bagian kaki. Selanjutnya dalam keadaan relaks mulai untuk memejamkan mata,
saat tersebut frekuensi gelombang otak yang muncul mulai melambat, dan menjadi lebih
teratur. Tahap ini subjek mulai merasakan relaks dan mengikuti secara pasif keadaan
relaks tersebut sehingga menekan rasa tegang dan nyeri (Datak, 2008).
Keuntungan dari relaksasi Benson selain mendapatkan manfaat dari relaksasi juga
mendapatkan kemanfaatan dari penggunaan keyakinan seperti menambah keimanan, dan
kemungkinan akan mendapatkan pengalamanpengalaman transendensi. Individu yang
mengalami ketegangan dan kecemasan yang bekerja adalah sistem saraf simpatis,
sedangkan pada waktu relaksasi yang bekerja adalah sistem saraf parasimpatis, dengan
demikian relaksasi dapat menekan rasa tegang, cemas, insomnia, dan nyeri (Datak,
2008).
D. Jenis-jenis terapi benson
1. Relaksasi Otot
Relaksasi ini bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan dengan cara melemaskan
otot-otot badan memberikan rasa nyaman pada otot otot. Ketika terjadi setres otot otot pada beberapa
bagian tubuh menjadi menegang seperti otot leher, punggung , lengan.
2. Relaksasi Kesadaran Indra
Dalam kondisi rileks, individu diberi perintah-perintah dan diminta untuk merasakanpernyataanpernyataan yang membuat rileks, dengan membayangkan situasi yangmenciptakan ketenangan.

3. Relaksasi Meditasi
Relaksasi yang memakai ritual keagamaan atau sejenisnya, sebagai sarana pencarian tempat
bersandar demi terjalinnya kedekatan antara hamba dengan Sang Khalik . Prosedur klasik
relaksasi dengan melatih konsentrasi atau perhatian pada stimulus yang monoton dan
berulang, biasanya dilakukan dengan menutup mata sambil duduk, mengambil posisi
yang pasif dan berkonsentrasi dengan pernafasan yang teratur dan dalam.
Ketenangan diri dan perasaan dalam kesunyian yang tercipta pada waktu meditasi
harus menyisakan suatu kesadaran diri ynag tetap terjaga, meskipun nampaknya
orang yang melakukan meditasi sedang berdiam diri/terlihat pasif dan tidak bereaksi
terhadap lingkungannya.Selain ketiga jenis di atas relaksasi juga dapat menggunakan
media aroma, suara, cita rasa makanan, minuman, keindahan panorama alam dan air.
Semua itu merupakan teknik relaksasi fisik/tubuh.
4. Peran perawat dalam terapi benson
Terapi benson merupakan bagian dari pengelolaan pelayanan keperawatan
komunitas dalam rangka meningkatkan kesehatan individu, kelompok dan komunitas
(Stoner, 1982 dalam Mulyadi, 2005; Stanhope & Lancaster, 1996). Pada pengelolaan
pelayanan keperawatan komunitas, peran perawat komunitas adalah sebagai case
manager terutama dalam mengidentifikasi sumber-sumber yang ada di komunitas,
monitoring

dan

koordinasi

dalam

pemenuhan

kebutuhan

masyarakat

serta

memberdayakan masyarakat (community empowerment) menjadi sangat penting.


Keperawatan komunitas adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang didasarkan
pada ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan pada masyarakat dengan penekanan pada
kelompok risiko tinggi melalui peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit serta tidak
meninggalkan kuratif dan rehabilitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah
dengan pengkajian, analisis data dan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi (Anderson & Mc Farlane, 2000). Salah satu upaya yang dilakukan adalah
mengedepankan terapi komplementer berupa pemanfaatan terapi benson yang sudah
ada, sebagai bagian dari upaya pelayanan profesional yang ditujukan kepada individu,
keluarga, kelompok dalam bentuk promosi dan memelihara kesehatan tanpa
mengabaikan kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan proses keperawatan sebagai
pendekatan pemecahan masalah.
Perawat adalah salah satu pelaku dari terapi benson selain dokter dan praktisi terapi.
Perawat dapat melakukan intervensi mandiri kepada pasien dalam fungsinya secara
holistik dengan memberikan advocate dalam hal keamanan, kenyamanan dan secara

ekonomi kepada pasien. Dengan menguasai terapi benson, akan menjadi nilai tambah
bagi seorang perawat sehingga bisa memajukan profesinya

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Relaksasi Benson yaitu suatu tehnik pengobatan untuk menghilangkan nyeri,
insomnia (tidak bisa tidur) atau kecemasan. Cara pengobatan ini merupakan bagian
pengobatan spiritual. Pada tehnik ini pengobatan sangat fleksibel dapat dilakukan dengan
bimbingan mentor, bersama-sama atau sendiri. Tehnik ini merupakan upaya untuk
memusatkan perhatian pada suatu fokus dengan menyebut berulang-ulang kalimat ritual
dan menghilangkan berbagai pikiran yang mengganggu. Tehnik pengobatan ini dapat
dilakukan setengah jam dua kali sehari
Perawat adalah salah satu pelaku dari terapi benson selain dokter dan praktisi terapi.
Perawat dapat melakukan intervensi mandiri kepada pasien dalam fungsinya secara
holistik dengan memberikan advocate dalam hal keamanan, kenyamanan dan secara
ekonomi kepada pasien. Dengan menguasai terapi benson, akan menjadi nilai tambah
bagi seorang perawat sehingga bisa memajukan profesinya

B. Saran
Tim Penyusun mengetahui bahwa dalam penulisan makalah ini jauh dari sempurna.
Kritik dan saran yang membnagun sangat dibutuhkan untuk memperbaiki penulisan
makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
Stanhope, Marcia. 2007. Buku Saku Keperawatan Komunitas : Pengkajian, Intervensi, dan
Penyuluhan / Marcia Stanhope, Ruth N.Knollmueller; alih bahasa, Renata Komalasari; editor
edisi Bahasa Indonesia, Salmiatun, Eka Anisa Mardella,-Ed.3, Jakarta: EGC.
Ariyanto, Koordinator Forkom Alumni Muda Poltekkes Prodi Keperawatan Semarang,
http://alumniakperdepkessmg.wordpress.com/2009/08/09/8/, di akses 7 juni 2011
Shaleh Malikkul, Penguasaan Terapi Komplementer Jadi Nilai Tambah Perawat,
http://www.unpad.ac.id/archives/28917, di akses 6 juni 2011
Terapi komplementer, http://argitauchiha.blogspot.com/2010/12/terapi-komplementer.html,
di akses 8 juni 2011

KOMUNITAS III
TERAPI BENSON

Disusun oleh :

Kelompok 4
DWI WAHJU AJI ADITAMA
HERU MUBANTO
IKA ENDAR ARIYANA
INA NURYANAH
INDAH PUSPITASARI
IRAWAN TOMIA
ISTAHORI
JOKO PURNOMO

PROGRAM STUDI S1-KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2012/2013