Anda di halaman 1dari 15

UJI AKTIVITAS AMILASE

METODE KOLORIMETRI DENGAN


PEREAKSI LUGOL
KELOMPOK 4 :
LUTHFI UTAMI 260110150013
CHAIRUNNISA 260110150014
PUTY PRIANTI NOVIRA 260110150017
DERIF AZIS A. 260110150019
ZAFIRA ZAHRAH 260110150022

I. Tujuan
1.
2.
3.
4.

Mengetahui
pengaruh
suhu
terhadap aktivitas Enzim
Membuktikan
bahwa
derajat
keasaman pH
mempengaruhi
enzim
Mengetahui pengaruh konsentrasi
enzim
terhadap
perombakan
substrat
Mengetahui konsentrasi substrat
terhadap aktivitas enzim

II. Prinsip

1. Absorbansi
2. Enzim Amilase
3. Ikatan Glikosidik
4. Metode Kolorimetri
5. Metode Caraway Somogyi

1. Absorbansi
Cahaya yang diserap dinyatakan sebagai absorbansi (A) dan
dinyatakan dalam rumus(Prasetia,
:
A = -log T = - log
2014).
2. Enzim Amilase
Enzim amilase merupakan enzim yang digunakan dalam pengolahan
industri pati yang berfungsi untuk menghidrolisis polisakarida menjadi
gula sederhana (Akpan, 2003).
3.Ikatan Glikosidik
Ikatan glikosidik adalah ikatan yang menjembatani antara cincin-cincin
unit monosakarida yang berkabung menjadi disakarida atau polisakarida
(Winarto, 2015).
4.

4. Metode Kolorimetri Metode kolorimetri adalah metode analisis yang


membandingkan larutan berwarna yang tidak diketahui konsentrasinya
dengan larutan baku berwarna (Pudjaatmaka, 2002).
5. Metode Caraway Somogyi
Metode Caraway-Somogyi merupakan uji berdasarkan pada hidrolisis
pati oleh amilase dan kompleks hitam biru yang terbentuk ketika yodium
bereaksi dengan pati (Cheesbrough, 2005).

III. Mekanisme
Reaksi
I2.KI + Amilum I2.KI-Amilum (Febrianti, 2013).

(Coney,1979).

(Winarto,2015).

IV. Teori Dasar


Amilase adalah enzim yang mengkatalis pemecahan pati menjadi gula.
Pada proses pencernaan makanan, enzim ini sangat dibutuhkan untuk
mengubah karbohidrat menjadi gula yang nantinya akan dirombak lagi untuk
membentuk ATP (Athena, 2013).
Enzim -amilase memiliki nama kimiawi, yaitu endo-1,4--D-glucan
glucohydrolase, EC 3.2.1.1. Enzim -amilase merupakan enzim ekstraseluler
yang mampu memotong ikatan 1,4--D-glikosidik antara monomer glukosa
+
pada rantai linier amilosa.
Enzim
ini dikategorikan
sebagai endoenzim
IOpati
+ 5I + secara
6H
3
karena pemotongan
dilakukan
acak dari dalam (Pandey, 2000).

Penentuan keaktifan ini berdasarkan pada penguraian substrat


oleh enzim. Keaktifan amilase ditentukan dengan metode kolorimetri
(Setiasih,2006).
Faktor yang mempengaruhi metode kolorimetri, yaitu pemakaian
indikator tidak mempengaruhi
pH kolorimetri, karena umumnya
indikator adalah asam atau basa yang sangat lemah. Faktor lain yang
mempengaruhi adalah pemakaian indikator yang tidak cocok dengan pH
larutan. Dengan adanya protein dan asam amino, karena bersifat amfoter
sehingga dapat bereaksi dengan indikator asam maupun basa (Sukardjo,
1985).

V. ALAT DAN BAHAN


1. Alat :
a) Alat penghalus
b) Alat penyaring
c) Beaker glass
d) Batang pengaduk
e) Centrifuge
f) Gelas ukur
g) Kertas perkamen
h) Labu ukur
i) Microplate reader
j) Penangas air
k) Penjepit tabung
l) Pipet tetes
m) Rak tabung reaksi
n) Spatel
o) Tabung reaksi

2. Bahan :
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Asam asetat
Aquades
Larutan iodin
Larutan kalium
iodida
Natrium asetat
Sampel

3. Sampel
Alpukat, Jeruk Medan, Apel, Pepaya,
Buncis, Wortel, Kubis , Kacang Tanah.

VI. Pereaksi yang dibuat dan jumlahnya

1. Amilum 0,5% dibuat sebanyak 20 ml : 100mg amilum dilarutkan


dalam 20 mL aquadest, lalu dipanaskan hingga larut sempurna.
Dinginkan dan genapkan larutan hingga 20 mL dengan aquades
(Ratnaningsih, 2005).
2. Iodium 0,015% dibuat sebanyak 20 ml: larutkan 300 mg KI dalam
10 mL aquadest, lalu tambahkan 30 mg I2dan aquadest hingga 20
mL. Ambil 2 mL larutan dan encerkan dengan aquadest dalam labu
ukur 20 mL (Nurma, 2009).
3. Buffer asetat dibuat sebanyak 100 ml. 0,384 gram asam asetat
ditimbang dan dimasukkan kedalam gelas kimia kemudian di
tambah aquadest 200 mL. Sebanyak 1,1152 gr natrium asetat di
timbang dan dimasukkan kedalam gelas kimia dan di tambah
aquades 200 mL. Asam asetat 32 mL dan Natrium asetat 68 mL di
campurkan hingga membentuk pH sekitar 5 (Rahmah, 2013).

Ekstraksi
amylase

enzim
Menghaluskan sampel dengan blender.

Menambah buffer asetat pH 5 0,2 M untuk sampel tertentu (untuk setiap 1 gr sampel
ditambah 5 ml buffer asetat).
Menyimpan selama 10 menit sambil mengocok.
Menyaring dengan menggunakan kapas, kertas saring atau alat penyaring lain.
Mengsentrifugasi filtrat selama 20 menit dengan kecepatan 2000 rpm pada suhu 5C.
Mengukur volume supernatan (ekstrak enzim) yang
dihasilkan dan menempatkannya ke dalam wadah steril
untuk dianalisis.
Membuat ekstrak enzim sebanyak
100 ml (Suarni dan Raut, 2007).

Gelatinisasi pati larut


Menambahkan 40 mL pati larut 0,5% pada 50 mL aquades mendidih
dalam beaker glass, sambil diaduk.
Genapkan hingga 100 mL dengan air. larutan pati tergelatinisasi
dibiarkan dingin pada suhu kamar (konsentrasi pati 4 mg/mL).
Ambil 10 mL larutan pati tergelatinisasi, encerkan hingga 100 mL dengan
aquades. Larutan ini digunakan sebagai larutan stok (substrat) untuk
pengujian(konsentrasi 0,04 mg/mL = 40 g/mL) (Afiukwa, 2009).

Membuat kurva baku


Membuat blanko
Memasukkan amilum sebanyak 50 mikroliter ke dalam microplate reader menggunakan
mikropipet
Masukkan sampel buah sebanyak 100 mikro pereaksi ke dalam microplate reader
Menginkubasi selama +- 5 menit
Memasukkan ke dalam microplate reader
Membaca absorbansinya
Menghitung konsentrasinya

DAFTAR PUSTAKA
Afiukwa, et. al. 2009. Determination of amylase activity of crude extract from partially germinated mango seeds (Mangifera
oraphila). African Journal of Biotechnology Vol. 8 (14), pp. 3294-3296, 20 July, 2009. ISSN 16845315.
Akpan, I. 2003. Production and stabilization of amylase preparation from rice bran solid medium. World Journal of
Microbiologi and Biotechnology. 20, 47-50.
Athena,

Palas.

2013.

Apa

Fungsi

Enzim

Amilase

(Ptialin)

dalam

Air

Liur..

Tersedia

online

di

http://www.jeplax.com/2013/08/apa-fungsi-enzim-amilase-ptialin-dalam.html [diakses 25 Februari 2016 20.20].


Cheesebrough, M. 1998. District Laboratory Practice in Tropical Countries. Cambridge: Tropical Health Technology.
+ Jhon Willey and Sons.
Coney, W.1979.Fermentation and Enzim
Technology, 1-sted.New York:

IO3

+ 5I

+ 6H

Febrianti,S. 2013. Penentuan Kadar Iodida secara Spektofotometri berdasarkan pembentukan kompleks Amilum-Iodin
Menggunakan Oksidator Iodat. Universitas Brawidjaya Vol.1 No. 1. Enzim -Amilase. J. Chem.7 (3) : 332-336
Nurma. 2009. Membuat Larutan. Tersedia online di http://nurma.staff.uns.ac.id/files/2009/02/membuat-larutan.doc [Diakses
pada tanggal 1 Maret 2016 Pukul 21.29].
Pandey, A. 2000. Advance In Microbial Amylases. Biotechnol. Appl.
Prasetia. 2014 Variasi Nilai Absorbansi terhadap pH Larutan NaOH dan H2SO4 untuk Panjang Gelombang 380 nm 750
nm. Surabaya: ITS.

Pudjaatmaka, A. H. 2002. Kamus Kimia. Jakarta: Balai Pustaka.


Rahmah,

2013.

Cara

Pembuatan

Larutan

Buffer.

Tersedia

online

di

http://chemistrahmah.com/cara-pembuatan-larutan-buffer-1.html [Diakses pada tanggal 1 Maret 2016 Pukul 21.07].


Ratnaningsih, Nani. 2005. Jobsheet Analisis Gizi dalam Pengolahan. Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana, FT UNY.
Yogyakarta.
Setiasih, S., Wahyuntari, B., Trismilah., dan Apriliani, D. 2006. Karaktrisasi Enzim -amilase Ekstrasel dari Isolat Bakteri
Termofil. Jurnal Kimia Indonesia. 1:22-27.
Suarni dan Rauf Patong. 2007. Potensi Kecambah Kacang Hijau sebagai Sumber Enzim -Amilase. J. Chem.7 (3) : 332-336
+
Sukardjo. 1985. Kimia Anorganik.Yogyakarta
IO3 + 5I: Bina+Aksara.
6H
Urip, 2015. Arti Kata Diencerkan. Tersedia online di http://www.urip.info/2015/03/arti-kata-diencerkan-10-kali-100-kali.html
[Diakses pada tanggal 1 Maret 2016 Pukul 20.35].
Winarto, Dwi. 2015. Disakarida. Tersedia online di http://www.ilmukimia.org/2015/03/disakarida.html [Diakses pada 2 Maret
2016 19.02].

TERIMA KASIH