Anda di halaman 1dari 6

TEKNIK TRANSMISI ANALOG

LOW PASS FILTER

Oleh:
Nama :

Amalia Zahara (061430330266)


Yoan Kaswandari (061430330287)

Kelas :

4TB

Dosen :

Aryanti, S.T., M.Kom

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


2016

Pengertian Low Pass Filter


Low Pass Filter adalah filter yang berfungsi meneruskan sinyal input yang
frekuensinya berada di bawah frekuensi tertentu, diatas frekuensi tersebut (frekuensi cutoff) sinyal akan diredam. Low pass filter digunakan dalam catu daya elektronika untuk
melewatkan DC dan menahan perubahan arus atau tegangan. Filter ini dapat juga
digunakan dalam rangkaian frekuensi suara pembicaraan dimana hanya frekuensifrekuensi sampai 1 KHz 2 KHz dilewatkan. Selain itu dapat juga digunakan di antara
pemancar dan antena untuk menghindarkan frekuensi-frekuensi yang lebih tinggi. Low
Pass

Filter

merupakan

jenis

filter

yang

melewatkan

frekuensi

rendah

serta

meredam/menahan frekuensi tinggi.

dapat dilihat bahwa rangkaian lowpass filter memiliki kebalikan dari rangkaian
high pass filter, dimana yang disusun paralel adalah kapasitor sedangkan pada high
pass filter yang dirangkai paralel adalah resistornya. Rangkaian low pass filter yang
terdapat pada frekuensi bagian bawah akan mendapatkan redaman paling kecil
sedangkaian bagian frekuensi di atasnya akan mendapatkan redaman yang paling
besar. Fungsi utama dari low pass filter adalah meneruskan sinyal input frekuensi atau
frekuensi cut off pada bagian bawah. Yang dimaksud frekuensi cut off adalah
frekuensi yang keluaran amplitudonya turun mencapai 70% atau sekitar
-3dB terhadap amplitudo masukan.
Low pass filter dapat kita buat dengan menggunakan dua jenis rangkaian
dasar, yaitu rangkaian filter induktif dan rangkaian filter kapasitif. Untuk
rangkaian induktif sendiri hanya dibuat menggunakan sebuah induktor dan
beban, sedangkan untuk rangkaian kapasitif hanya menggunakan dua buah
komponen, yaitu resistor dan kapasitor Saat ini, pemakaian low pass filter sudah
banyak

digunakan

pada

rangkaian

subwoofer.

Rangkaian

ini

tersusun

berdasarkan op amp TL062 dari ST Mikro Elektronic. TL062 merupakan


impedansi input ganda tinggi yang memiliki konsumsi daya sangat rendah dan
laju perubahan yang dihasilkan sangat tinggi. Op amp merupakan perangkat
audio yang memiliki karakteristik sangat baik dan juga sangat cocok untuk
merangkai sebuah low pass filter.

Rangkaian filter atau penyaringan memiliki peran yang sangat penting karena dapat
meredam frekuensi yang kecil dan menahan rentang frekuensi yang memiliki redaman paling
besar. Rangkaian filter juga terdiri dari komponen-komponen pasif atau biasa disebut dengan
rangkaian filter pasif. Sekarang juga sudah ada rangkaian filter yang menggunakan
komponen aktif sehingga disebut rangkaian filter aktif. Rangkaian low pass juga dapat
dikategorikan berdasarkan daerah frekuensi yang dilewatkan, yaitu Low Pass Filter (LPF),
Rangkaian Band Pass Filter (RBPF), Rangkaian High Pass Filter (RHPF) dan Rangkaian
Band Stop Filter (RBSF). Sedangkan pada bentuk respon masing-masing frekuensi,
rangkaian low pass dibagi menjadi Rangkaian Filter Bessel (Maximally Flat Time Delay),
Rangkaian Filter Cauer (Eliptic), Rangkaian Filter Butterworth (Maximally Flat) dan
Rangkaian Filter Chepyshev (Tchebycheff).

Fungsi Rangkaian Low Pass Filter


Low Pass Filter merupakan jenis filter yang melewatkan frekuensi rendah serta
meredam/menahan frekuensi tinggi. Bentuk respon LPF seperti ditunjukkan pada gambar
dibawah ini. Rangkaian low pass filter dapat digunakan sebagai :

Rangkaian Low Pass Filter Subwoofer


Rangkaian low pass filter subwoofer ini berfungsi untuk menyaring frekuensi nada
rendah untuk keperluan sistem audio nada super bass atau lebih dengan nama subwoofer.
Rangkaian filter aktif low pass ini juga disebut sebagai crossover aktif subwoofer. Fungsi
rangkaian crossover aktif subwoofer ini adalah untuk menyaring nada super bass untuk
dikuatkan pada power amplifier subwoofer. Pada dasarnya prinsip kerja rangkaian filter aktif
subwoofer adalah melewatkan sinyal audio dengan frekuensi rendah dan melemahkan sinyal
audio diatas titik cut-off frekuensi rendah nada bass. Rangkaian filter aktif subwoofer ini
dibuat menggunakan penguat operasional (Op-Amp) IC tipe TL062 yang disusun dalam 2
tingkat penguat tegangan dan konfigurasi filter aktif. Rangkaian filter aktif ini memiliki

frekuensi kerja dari 20 100 Hz dengan penguatan hinga 80 dB. Untuk membuat rangkaian
filter aktif subwoofer ini dapat dilihat gambar rangkaian dan daftar komponen yang
digunakan sebagai berikut.
Gambar Rangkaian Low Pass Filter Subwoofer

Butterworth low-pass filter


Filter butterworth menghasilkan tanggapan frekuensi yang datar pada daerah
passband dan redaman yang meningkat secara monotikal pada stopband. Oleh karena itu,
Butterworth low-pass filter sering digunakan sebagai anti-aliasing filter dalam aplikasi
konverter data di mana tingkat sinyal yang tepat diperlukan di seluruh sinyal passband.

Bentuk tanggapan gain dari Butterworth low-pass filter terhadap sumbu frekuensi

Respon frekuensi Butterworth low-pass filter


Gambar diatas menunjukan ideal (garis solid) dan praktikal (garis putus-putus)
respon-respon frekuensi dari filter butterworth. Karakteristik dari sebuah Filter butterworth
tidak didesain untuk menyimpan sudut phasa konstan pada frekuensi cut off, pelemahan
sebesar -3dB pada frekuensi cut-off dan frekuensi diatas fc pelemahan menjadi
-20dB/decade/order. Berikut ini akan coba dijelaskan beberapa contoh kasus pengaruh nilai
frekuensi cut off pada Butterworth low-pass filter terhadap posisi derau / noise :

Respon nilai frekuensi cut off yang rendah pada Butterworth low-pass filter terhadap posisi
derau / noise
Dari gambar di atas dapat dijelaskan kondisi tanggapan frekuensi cut off terhadap
order butterworth low-pass filter saat ada derau yang ditambahkan kedalam sinyal. Dengan
nilai fc yang kecil, maka dimungkinkan memperoleh nilai BER yang sama pada order yang
berbeda. Hal ini dikarenakan kondisi derau yang letaknya masih diluar dari frekuensi fc
kedua order. Dari gambar dibawah dapat dijelaskan bahwa saat nilai fc sedang, maka
dimungkinkan memperoleh nilai BER yang berbeda pada order yang berbeda. Hal ini
dikarenakan kondisi derau yang letaknya sebagian sudah masuk kedalam frekuensi fc
salahsatu order yang memiliki nilai order yang lebih kecil namun belum masuk ke dalam
frekuensi fc yang memiliki order yang lebih besar.

Respon nilai frekuensi cut off yang sedang pada Butterworth low-pass filter terhadap posisi
derau / noise
Dari gambar dibawah dapat dijelaskan bahwa saat nilai fc besar, maka dimungkinkan
memperoleh nilai BER yang berbeda pada order yang berbeda. Dimana nilai BER semakin
besar jika order yang dimiliki oleh Butterworth lowpass filter semakin kecil. Hal ini
dikarenakan kondisi derau yang letaknya sudah masuk kedalam frekuensi fc, dimana nilai
order yang lebih kecil akan lebih banyak mengambil derau / noise dibandingkan nilai order
yang lebih besar.

Respon nilai frekuensi cut off yang besar pada Butterworth low-pass filter terhadap posisi
derau / noise